Anda di halaman 1dari 86

PEMBORAN EKSPLORASI DAN PENAMPANG LUBANG BOR

Pemboran ialah kegiatan membuat lubang silindris dalam tanah dengan mengguna
kan pahat. Caranya adalah dengan menumbuk-numbukkan pahat, memutar disertai
dengan tekanan atau dengan cara campuran dari pada dua gerakan tersebut.

Tujuan Pemboran:
Eksplorasi mineral dan batubara
Kontrol pertambangan
Memperoleh data geology
Keperluan perhitungan cadangan
Penirisan tambang
Ventilasi tambang
Geoteknik
Eksplorasi dan produksi minyak
Eksplorasi dan produksi air tanah
Eksplorasi dan produksi gas
Peledakan
Keperluan lain-lain seperti pembuatan lubang pipa air, kabel listrik, kabel telepon
dan sebagainya.
Tujuan pemboran yang banyak/bermacam-macam tersebut
membawa konsekuensi perlengkapan, tipe dan kapasitas mesin
yang berbeda.

Arah pemboran pun bisa bermacam-macam:
- Vertikal ke bawah
- Vertikal ke atas
- Horisontal
- Miring dengan sudut tertentu

Dalam perkuliahan ini materi pemboran eksplorasi dan
penampang lubang bor hanya dibatasi pada pemboran untuk
batubara dan pemboran air.



Pembahasan materi kuliah meliputi:
Peralatan pemboran, meliputi: Jenis mesin bor, pompa/
kompressor, stang bor (rod), casing, corel barrel, mata bor
(bit) dan perlengkapan lainnya.
Lumpur pemboran
Logging
Teknis pemboran, meliputi: metode dan klasifikasi pemboran
dan tahapan pemboran
Pemboran kering, meliputi: bangka bor dan auger
Organisasi devisi pemboran, meliputi: struktur organisasi
pemboran dan tugas dari masing-masing personil.
Masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan pemboran
(masalah teknis dan non teknis).
Analisis biaya pemboran, membahas faktor-faktor yang
mempengaruhi dan menentukan biaya pemboran, program
untuk mengontrol biaya dan beberapa contoh rencana
anggaran biaya.
PERALATAN PEMBORAN:

Beberapa peralatan pemboran yang diperlukan untuk kegiatan pemboran:
Mesin bor
Pompa atau kompresor
Stang bor (drill rod)
Casing
Core barrel
Mata bor (bit)
Perlengkapan lainnya

Mesin Bor:
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan dalam pemilihan mesin
bor yang akan digunakan, yaitu:
Tipe/model mesin bor
Kemampuan rotasi/tumbuk per satuan waktu
Diameter lubang
Hoisting capacity
Sliding stroke
Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
Berat mesin bor
Power unit dan lain-lain.
Skema peralatan dan perlengkapan pemboran
Drilling machine
Drilling pump
Rod holder
Delivery hose
Hoisting water swivel
Travelling block
Rope socket
Derrick
Crown block
Suction hose
Surface casing
Casing tube
Drill rod
Core barrel
Core
Bit (diamond, metal)
Crown block: Blok ini terpasang pada bagian atas dari menara dan fungsi
utamanya adalah menaikkan dan menurunkan tali bor (drill string).
Derrick: Menara
Rope socket
Travelling block: Blok yang terdiri dari 2 atau 3 tali (line) yang berfungsi
untuk mengangkat dan menurunkan peralatan bor yang melebihi kapasitas
dari hoist.
Hoisting water swivel: alat ini digunakan untuk mengirim fluida, seperti air,
lumpur dan sebagainya dari pompa ke dalam interior dari putaran batang
bor (stang bor/rod).
Delivery hose
Rod Holder
Drilling pump
Suction hose
Surface casing
Casing tube
Drill rod
Core barrel
Core
Bit (diamond, metal)
Berdasarkan mekanisme kerjanya, mesin bor dibagi 3 bagian:
Mesin bor putar: Meja putar dan elektro motor.
Mesin bor tumbuk (Cable tool atau Spudder rig)
Mesin bor putar hidrolik (Hidraulic Rotary): Top drive dan
Spindle.

Faktor-faktor yg mempengaruhi kecepatan laju pemboran
(penetrasi) dalam pemboran tumbuk adalah:
Kekerasan lapisan batuan
Diameter dan kedalaman lubang bor
Jenis mata bor
Beban pada alat bor (tool string)
Kecepatan dan jarak tumbuk (stroke)
Kekurangan dan kelebihan mesin bor tumbuk:

1. Kelebihan:

Segi Ekonomis
Harga lebih murah sehingga depresi lebih kecil
Biaya operasi dan pemeliharaan lebih rendah
Biaya transportasi lebih murah
Penyiapan rig untuk pemboran lebih cepat

Menghasilkan contoh pemboran (slurry) yg lebih baik

Lebih mempermudah pengenalan lokasi akifer

Tanpa sistem sirkulasi

Kemungkinan kombinasi karena pemboran relatif lebih kecil

2. Kekurangan:

Kecepatan laju pemboran rendah

Tdk memiliki sarana pengontrol jika dijumpai keadaan artesis
positif yang mengalir ke permukaan (pd pemboran air tanah)

Tdk memiliki sarana pengontrol kestabilan lubang bor.

Sering terjadi sling putus

Terbatasnya personil yang berpengalaman

Pada formasi yang mengalami sweeling clay akan menghadapi
banyak hambatan.

Tidak bisa mendapatkan core (inti).

Hanya cocok untuk batuan lunak dan bila kena batuan yang
keras, sukar untuk menembusnya.

Kedalaman terbatas.



Skema mesin bor putar
Mesin bor putar hidrolik (Hidraulic Rotary):

Cara kerja jenis mesin bor ini adalah mengkombinasikan tekanan hidrolik,
stang bor dan putaran mata bor di atas formasi batuan. Formasi batuan yang
tergerus akan terbawa oleh flluida bor ke permukaan melalui rongga anulus
atau melalui rongga stang bor bergantung pada sistem sirkulasi fluida bor
yang digunakan.

Top drive
Unit pemutar pada jenis Top Drive bergerak naik turun pada menara,
tenaganya berasal dari unit transmisi hidrolik yang digerakkan oleh pompa.
Penetrasinya dapat berlangsung sepanjang stang bor yang dipakai (3,6-9 m)
sehingga jenis ini mempunyai unjuk kerja yang paling baik.

Spindle
Pada jenis ini unit pemutarannya bersifat statis. Kemajuan pemboran sangat
dipengaruhi oleh panjang spindle (antara 60 100 cm), dan tekanan hidrolik
yang dibutuhkan.

Mesin bor tipe Top Drive
Mesin bor dengan spindel
Pompa/Kompressor:
Hal-hal penting yang harus diperhatikan pada pompa adalah:
Tipe acting piston
Diameter piston
Discharge capacity (volume/pressure)
Working pressure
Power
Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
Berat

Adapun hal-hal penting pada kompressor diantaranya adalah:
Tekanan udara yang dihasilkan
Volume udara yang dihasilkan per satuan waktu
Pada tahap pemboran, pompa lumpur dan kompressor berfungsi sebagai
sumber tenaga untuk mensirkulasikan fluida bor. Jika fluida bor yang
digunakan adalah lumpur, maka sebagai sumber tenaga adalah pompa
lumpur. Jika fluida bor yg digunakan adalah udara, maka sumber tenaganya
adalah kompressor.


Skema Pompa Lumpur (Mud Pump)
Kompressor 1600 CFM
Stang bor (drill rod).

Stang bor adalah pipa yg terbuat dari baja, dimana bagian
dari ujung-ujungnya terdapat ulir. Sebagai penghubung
antara dua buah stang bor digunakan double nepple.

Dalam kegiatan pemboran stang bor berfungsi sebagai:

Menstransmisikan putaran, tekanan dan tumbukan yang
dihasilkan oleh mesin bor menuju mata bor.

Jalan keluar masuknya fluida bor.


Skema Stang Bor (Drill Rod)
Selubung Luar
Ulir bagian dalam
Stang Bor
Double Nepple
Ulir Nepple
Rangkaian Stang Bor pada Mesin Bor Tumbuk:

Mata bor pahat

Drill stem, sebagai pemberat dan pelurus lubang bor

Drilling jars, sepasang batang baja yang bertaut yang
berfungsi untuk melepaskan bit jika terjepit dengan
melakukan sentakan ke atas

Swivel socket, penghubung antara sling dan alat bor,
diperlukan untuk meneruskan putaran kabel ke alat bor
agar pahat dapat menumbuk ke segala sisi sehingga
lubang bor lurus.



Rangkaian Stang Bor pada Mesin Bor Tumbuk
Mata bor
Drill stem
Drilling jars
Swivel socket
Mata bor
Pipa casing (casing tubes):

Berfungsi untuk menjaga lubang bor dari keruntuhan (colaps)
dan peralatan pemboran lain dari ganguan-gangguan yang
akan menghambat dalam proses pemboran.

Ada dua tipe untuk menghubungkan pipa casing, yaitu:

1. Tipe flush joint
Penghubung antara pipa satu dengan pipa lainnya dilakukan
secara langsung

2. Tipe flush coupled
Penghubung antar pipa menggunakan sebuah coupling.

Casing head
Casing band
Casing swivel
Casing tube
Casing shoe
Casing reamer
Casing cutter
Komponen yang terdapat dalam casing dan fungsinya:

Casing swivel: digunakan untuk menghubungkan antara
pipa casing dan stang bor.

Casing head: dipasang di bagian atas casing, berfungsi
untuk melindungi drat casing bagian atas

Casing shoe: digunakan untuk melindungi casing bagian
bawah dari kerusakan

Casing cutter: digunakan untuk memotong casing pada titik
yang diinginkan, bila terjadi suatu masalah.

Casing band: digunakan untuk menjepit pipa casing
selama operasi pengangkatan dan penurunan.
Next week
Core Barrel:
Fungsi:

Membungkus sampel inti

Memotong sampel inti

Mengangkat sampel inti

Menarik kembali sampel inti dari lubang bor

Tipe core barrel:

Single-tube core barrel
Double-tube core barrel
Triple-tube core barrel

Single-tube Core-barrel
Single-tube core-barrel:

Memiliki desain yg paling
sederhana
Efektif digunakan untuk
formasi yg terkonsolidasi
dan keras
Hanya terdiri dari satu
tabung, fluida bor harus
melewati ruang antara
core dan bagian dalam
barrel.
Bila batuan lunak, maka
core dpt tercuci dan
tererosi, mengakibatkan
kesulitan pd saat
pengangkatan core
Terjadi abrasi core akibat
perputaran barrel
Tidak efektif untuk formasi
rapuh, core recovery
rendah.
Penampang Double-tube Core-Barrel
Double-tube core-barrel memiliki karakteristik
khas:

Terdiri dari dua tabung, sehingga core yg
diperoleh dalam tabung mendapat pengaruh yg
kecil oleh putaran bit.

Fluida bor melewati ruang antara dua tabung

Core tertahan dalam core-lifter

Double-tube core barrel
Triple-tube core barrel

Tipe core barrel ini lebih cocok untuk core
yg berukuran pendek dan tidak praktis
untuk core yang berukuran panjang

Perolehan core lebih baik, karena kontak
fluida dengan core dapat dikurangi, core
dapat dipertahankan tanpa tererosi atau
tercuci.

Cocok untuk formasi lunak atau lepas dan
juga untuk formasi keras


Core batubara
Split tube
Coring batubara di PT. Bukit Baiduri Energi, Kalimantan Timur
Komponen pada core barrel:

Tube core-barrel (tabung core barrel)
Terbuat dari pipa baja, berfungsi untuk mengangkat sample core. Jumlah
dan tabung core barrel tergantung dari jenis core barrel yg digunakan:

- Tipe single-tube core barrel, tabung core barrel berfungsi sebagai
tempat penampungan core (inti bor) sekaligus untuk melewatkan fluida
bor.

- Tipe double-tube core barrel, tabung core barrel yg pertama (bagian
dalam) berfungsi sebagai tempat penampungan core, fluida bor
dialirkan pada ruang diantara tabung pertama dan tabung kedua.

- Tipe triple-tube core barrel, terdiri dari tiga tabung, yaitu split tube,
inner tube dan outer tube. Split tube tertanam pada sebuah anti
fractional bearing, tabung ini membawa core lifter dan berfungsi
sebagai tempat penampungan core.

Core-tube coupling
Berfungsi unt menghubungkan tabung core dengan stang bor

Prolong coupling
Digunakan unt menghubungkan dua buah single core tube


Core shell complete
Terdiri dari sebuah core shell coupling, sebuah core shell dan sebuah core
lifter. Berfungsi unt memotong core pada lubang bor dan mengeluarkannya.
Secara praktis, alat ini dipasang antara core tube dan mata bor

Crown coupling
Alat ini menghubungkan antara core tube dan mata bor. Digunakan untuk
mencegah core tube dari keausan.

Closed sludge barrel
Digunakan unt menangkap dan mengumpulkan slime ketika pengeboran
dilakukan pada formasi yang halus.

Sludge Barrel
Alat ini digunakan untuk mengumpulkan hancuran-hancuran untuk
memperlancar proses pemboran. Alat ini dihubungkan pada ujung atas
core tube.

Core tube coupling
Prolong coupling
Crown coupling
Core shell complete
Closed sludge barrel
Sludge Barrel
Sludge barrel coupling
Core tube
Drill rod coupling
Sludge barrel Drill rod
Mata Bor (Bit)

Merupakan salah satu komponen dalam pemboran yg digunakan
khusus sebagai alat pembuat lubang (hole-making tool).

Gaya yg bekerja pada bit agar bit dapat bekerja sesuai dengan yg
diharapkan secara garis besar dibagi dua macam, yaitu gaya
dorong (tekan) dan gaya putar.

Gaya dorong dihasilkan melalui tumbukan yg dilakukan pd
pemboran tumbuk (percussive drilling), pemuatan bit (bit loading),
tekanan di bawah permukaan (down pressure). Gaya putar
dihasilkan pada mekanisme pemboran putar (rotary drilling) dgn
bantuan mesin putar mekanik yg dpt memutar bit (setelah
ditransmisikan oleh stang bor) dan dengan bantuan gaya dorong
statik mengabrasi batuan yang akan ditembus.

Gaya dorong yg bersifat statik secara tidak langsung turut
menunjang gaya-gaya tersebut, misalnya berat dari stang bor dan
berat rig.


Faktor-faktor yg harus diperhatikan dalam pemilihan mata bor:

Ukuran dan bentuk mata bor

Ukuran gigi mata bor

Berat mata bor

kekerasan matriks

Konfigurasi pelulusan air

Kelima faktor di atas merupakan variabel yg harus disesuaikan
dengan beberapa kondisi di lapangan, diantaranya struktur geologi,
kualitas batuan, model pemboran dan kedalaman.
Jenis-jenis mata bor:

a. Mata bor rotasi:

Mata bor pisau (blade bit)

Air coring bits

Roller bits

b. Mata bor tumbuk
Chisel bit

Cross bit

Button bit


c. Mata bor auger

Tipe Auger

Tipe Kelly
d. Mata bor dengan pengeboran kabel (cable drill bits):
Mata bor chisel
Mata bor tabung
e. Mata bor intan:
Impregnated bits
Surface set bits
Mata bor formasi lunak
PERALATAN PELENGKAP
A. ALAT UNTUK MENAIKKAN DAN MENURUNKAN:

Water swivel: digunakan untuk melewatkan fluida seperti air, lumpur
dan lain-lainnya, dari pompa menuju ke dalam stang bor yang
berputar.

Hoisting water swivel: digunakan untuk melewatkan air ke dalam
batang bor yang sedang berputar selama proses pengangkatan dan
penurunan.

Hoisting plug (hoisting swivel): alat yang dihubungkan pada rope
socket dan digunakan ketika proses pengangkatan dan penurunan
stang bor.

Hoisting rope socket: bagian atas alat ini dihubungkan dengan
hoisting wire rope yang dilas menggunakan babbit metal. Bagian
bawahnya dihubungkan dengan hoisting plug.



Rod holder: digunakan untuk menjepit stang bor pada saat
pengangkatan atau penurunan.

Snatch block: diletakkan di puncak menara pemboran dan
digunakan untuk mengangkat dan menurunkan stang bor, core
barrel dan mata bor.

Travelling block: digunakan bersama dua/tiga buah kabel untuk
mengangkat atau menurunkan peralatan pemboran.

Crown block: diletakkan di bagian atas menara dan umumnya
digunakan untuk mengangkat dan menurunkan peralatan
pemboran.

Lowering iron: digunakan untuk pengeboran pada pemboran
dangkal untuk menurunkan stang bor secara cepat.


PERALATAN PELENGKAP
PERALATAN PELENGKAP

Come along: digunakan untuk menurunkan stang bor dan
digunakan pada pemboran dangkal.

B. PERALATAN PANCING:

Rod coupling tap: digunakan untuk mengeluarkan batang bor yang
rusak dan dibiarkan tertinggal dalam lubang bor untuk satu alasan.

Rod inside tap-rod outside tap: berfungsi hampir sama dengan rod
coupling tap.

Casing tap-core barrel tap: digunakan untuk mendapatkan casing
tubes/core barrel yang tertinggal di lubang bor.

Rod band: digunakan untuk menjepit batang bor yang tertinggal di
lubang bor.
PERALATAN PELENGKAP

Knocking block: digunakan untuk menerima pengaruh pada saat
hammering untuk melindungi perlatan bor.

Drive hammer with chain: digunakan untuk hammering ketika
peralatan bor mengalami kemacetan.

Pipe pulling jack: digunakan untuk mengangkat peralatan bor. Alat
ini terdiri dari dua tipe: hydraulic dan screw type.

C. MENARA

Terdapat dua tipe menara yang biasa digunakan dalam pemboran,
yaitu:

Derricks, digunakan untuk pemboran tegak.

Tripod, digunakan untuk pemboran miring.

D. PERALATAN TEKNIS:

Parmalee wrench: digunakan untuk mengunci dan melepaskan
pipa-pipa kecil, seperti kabel core barrel tanpa merusak tabung.

Pipe wrench: digunakan untuk mengunci dan melepaskan pipa,
seperti stang bor, core barrel, dan lain-lain.

Super tong: digunakan untuk mengunci dan melepaskan pipa-pipa
dengan ukuran besar dengan diameter berukuran di atas 100 mm.



Rod coupling tap
Rod inside tap
Rod outside tap
Casing tap
Core barrel tap
Rod band
Knocking block
Pipe pulling jack
Drive hammer with chain
Derrick (vertical drilling) Tripod (inclined drilling)
Parmalee wrences
Pipe wrence
LUMPUR BOR

Fungsi lumpur bor:

Mengangkat cutting ke permukaan

Mengontrol tekanan di bawah permukaan

Pelicin dan pendingin stang bor dan mata bor

Pembersih dasar sumur

Membantu evaluasi formasi (akifer)

Membantu perlindungan produktifitas akifer

Sifat-sifat/faktor-faktor lumpur bor yang berperan dalam
operasi pemboran dan kecepatan pemboran:

Lifting capacity

Mud weight (kekentalan)

Solid content dan type solids

Mud viscosity, lamminar dan turbulent

Water loss dan spurt loss

Liquid phase, water or oil
Untuk menjaga agar lumpur tetap dalam kondisi yang
diinginkan, maka harus selalu dilakukan
Mixer Lumpur
Skema Kerja Pemboran Sirkulasi Langsung
(Direct Circulation)
Skema Kerja Pemboran Sirkulasi Terbalik
(Reverse Circulation)
Contoh Hasil Rekaman Log Tahanan Jenis dan
Log Potential Diri (SP Log)
Contoh Hasil Rekaman Log Sinar Gamma
Contoh Hasil Rekaman Log Density dan Log Kaliper
Contoh Alat Bor Auger dengan Ulir Menerus
(Continuous Flight Auger)
Contoh Auger Berlubang Tengah (Hollow Auger)
Auger Ulir Pendek dan Bercakar (Short Flight and Plate Auger)
Contoh Alat Bor Auger Bakul (Auger Bucket)
Rock Bit
Diamond Bit
Miil tooth bit
Fixed cutter bit
Coring Bit
Non Coring Diamond Bit
Pemberat (collar drill)
Eksplorasi Batubara di Daerah Sebulu (Kaltim)
Pemboran Eksplorasi Batubara di Daerah Loa Kulu (Kaltim)
Tahap Eksplorasi Rinci