Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMULIAAN TANAMAN
STRUKTUR BUNGA



NAMA :Hendra pangaribuan
NPM :E1J012075
Co-Ass : Crisman Dani Sitanggang




Program Studi Agroekoteknologi
Jurusan Budidaya pertanian
Fakultas Pertanian
Universitas Bengkulu
2014

BAB I
PENDAHULUAN
I.1Dasar Teori
Pada pemuliaan tanaman konvensional,variabilitas genetik dapat dibentuk melalui
reproduksi seksual.Bunga sebagai alat reproduksi seksual mempunyai peran yang sangat
penting.Dua bagia penting dari bunga yag secara langsung dilibatkan pada reproduksi seksual
adalah benang sari (stamen) dan putik (pistil).Benang sari terdiri dari kepala sari (anther)
yang berisi serbuk sari (pollen grains) dan tangkai (filamen).Banyaknya anther pada satu
bunga bervariasi.Putik terdiri dari kepala putik (stigma),tangkai putik (style) dan bakal buah
(ovary).Stigma adalah sebagai penerima pollen,pollen akan berkecambah pada stigma dan
masuk ketangkai putik,akhirnya sampai ke ovary.Ovary mempunyai satu atau lebih bakal biji
(ovule).
Oragan reproduktif ditutupi oleh satu atau lebih kelopak bunga (callix) dan tajuk atau
mahkota (corolla).Callix terdiri dari beberapa kelopak (sepal) dan corolla terdiri dari
beberapa helai tajuk (petal).Morfologi bunga dari suatu spesies akan menentukan apakah
tanaman tersebut self atau cross pollinated.
I.2.Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan praktikum ini adalah :
Untuk menentukan bagian-bagian yang berbeda dari bunga dan fungsinya.
Untuk menentukan tanaman yang menyerbuk sendiri atau meneyrbuk silang.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Proses reproduksi seksual sangat penting bagi seorang pemulia tanaman dan untuk
memahami perlu ditinjau pengatahuan tentang bunga, penyerbukan dan pembuahan.
Kebanyakan tanaman mempunyai bunga perfect. Contoh, famili Leguminoceae, sorgum,
padi, dan lain-lain. Bunga imperfect hanya mempunyai stamen disebut staminate dan hanya
mempunyai pistil disebut pistilate. Pada tanaman jagung staminate terletak pada ujung batang
dan pistilate terletak pada tongkol atau batang. Pada bunga castor dan padi liar, staminate
terlatak pada bagian atas atau ujung bunga dan pistilate terletak pada bagian bawah atau
pangkal bunga.
Bunga merupakan alat bantu dalam perkembang biakan secara seksual dan merupakan
bagian dari tanaman. Bunga menjadikan tanaman tetap berkembang biak menjadi berbagai
macam bentuk dengan jenis atau spesies yang berbeda-beda. Bunga merupakan organ atau
bagian terpenting dari tumbuhan agar selalu dapat berkembang biak. Bunga merupakan
salah satu alat perkembangbiakan generatif tanaman yang melibatkan organ tanaman sebagai
alat penyerbukan (Sunarto,1997).
Bunga (flos) dapat dipandang sebagai suatu batang atau cabang pendek yang berdaun
dan telah mengalami perubahan bentuk. Tempat melekatnya daun pada batang
disebutnodus sedangkan jarak antar daun yang satu dengan yang lain disebut internodus.
Daun mempunyai bagian-bagian yang utama antara lain : mahkota (corola), kelopak (calyx),
benang sari (stamen) serta putik (pistillum). Suatu bunga tersusun atas rangkaian bagian-
bagian yang bertumpuk. Kelopak merupakan rangkaian pertama yang terletak paling bawah
dan biasanya berwarna hijau. Di bagian atasnya merupakan berupa mahkota yang tampak
lebih halus, lebih besar, dan lebih indah warnanya. Rangkaian yang ketiga berupa benang sari
yang biasanya masih menggulung. Rangkaian yang keempat yang terletak paling atas
berlekatan menjadi satu adalah putik (Darjanto, 1990).
Menurut Darjanto (1990) dari penelitian lebih lanjut menunjukan bahwa :
1. Bunga dapat terletak di ujung batang atau cabang dan ketiak daun, yang letaknya sama dengan
tempat tunas yang akantumbuh menjadicabang.
2. Bagian-bagian bunga (kelopak, tajuk, benang sari, putik) kadang-kadang dapat menyerupai
daun
biasa dengan perbedaan sedikit sampai besar sekali.
3. Pada ketiak daun kelopak atau daun tajuk kadang-kadang dapatmembentuk sebuah kuncup.
4. Kadang-kadang bunga dapat membentuk biasa yang berdaun.
Penyerbukan adalah proses perpindahan tepung sari atau kepala sari ke kepala putik.
Apabila perpindahan tersebut terjadi pada satu bunga atau bunga lain pada satu tanaman,
maka disebut dengan penyerbukan sendiri (self pollination). Bila serbuk sari berasal dari
bunga tanamn lain disebut dengan penyerbukan silang (cross pollination). Baik tanaman yang
menyerbuk sendiri maupun tanaman yang menyerbuk silang memiliki kemungking yang
sama untuk terjadinnya penyerbukan yang berkebalikan. Tanamna yang menyerbuk silang
memiliki kemungkinan terjadinnya penyerbukan sendiri sebesar 5 %. Begitu juga tanaman
yang menyerbuk sendiri memiliki peluang terjadinya penyerbukan silang sebesar 5 %.
Terjadinnya penyerbukan silang akan meningkatkan keragaman sifat dan genotip dari
tanaman. Sedangkan penyerbukan sendiri akan meningkatkan kehomogenitasan dari suatu
tanaman (Sunarto, 1997).
Beberapa bunga memiliki ciri morfologi khusus pada tiap spesiesnya yang
mengakibatkan perbedaan proses penyerbukan. Secara umum proses penyerbukan pada
tanaman dipengaruhi oleh beberapa proses sebagai berikut:
1.Penyerbukan tertutup atau kleistogami (cleistogamie) yaitu proses penyerbukan bunga yang
terjadi ketika bunga masih kuncup. Proses penyerbukan biasanya berupaautogamie.
2. Penyerbukan terbuka atau kasmogami (chasmogamie) yaitu proses penyerbukan bunga
yang terjadi ketika bunga telah mekar. Proses penyerbukan ini dapat meyebabkan tanaman
melakukan autogamie, geitonogamie, allogamie, dan xenogamie.
3. Diogamie (dichogamie) merupakan proses masaknya putik dan serbuk sari secara tidak
bersamaan.
4. Herkogami (herkogamie) bunga dimana letak kepala sari dan putik saling berjauhan
sehingga sulit mengalami penyerbukan sendiri
5. Heterostili (heterostylie) merupakan bunga yang memiliki panjang putik dan benang sari
berbeda-beda.
6. Anemofili (anemophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh angin.
7. Entomofili (enthomophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh serangga.
8. Ornitofili (ornithophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh burung.
9.Kiropterofili (chiropterophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh
kelelawar. (Darjanto, 1990)


Bunga mempunyai empat jenis bunga yaitu bunga sempurna, bunga tidak sempurna,
bunga lengkap, dan bunga tidak lengkap.
1. Bunga sempurna (perfect) yaitu bunga biseksual, stamen dan pistil terletak
pada bunga yang sama.
2. Bunga tak sempurna (imperfect) yaitu bunga uniseksual, stamen dan pistil
terdapat pada bunga yang berbeda taua terpisah.
3. Bunga lengkap (complete), yang mempunyai keempat organ bunga yaitu
sepal, petal, stamen dan pistil. Contohnya bunga kapas, kedelai, tembakau,
anggur.
4. Bunga tak lengkap (incomplete), yang tidak mempunyai satu atau dua
organ bunga. Contoh pada bunga jagung, padi, sorgum, famili rumput-
rumputan.
Monocious adalah tanaman yang staminate dan pistilatenya terletak pada
tanaman yang sama. Sedangkan Diocious, yaitu tanaman yang staminate
dan pistilatenya terletak pada tanaman yang berbeda. (Penuntun
praktikum).











BAB III
METODEOLOGI
III.1.Alat Dan Bahan
Bahan dan Alat yang dipergunakan untuk melakukan praktikum ini adalah bunga dari
beberapa spesies tanaman,Dan Alat yang digunakan adalah pinset, kaca pembesar,dan cawan
petri.
III.2 Pelaksanaan
Menyediakan bunga dari beberapa spesies tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman
perkebunan yang mekar atau hampir mekar.
III.3.Langkah langkah Pelaksanaan
a.Menggambar atau mendokumentasikan bagian dari struktur bunga yang telah diamati dan
memberi keterangan bagian-bagian dari pada bunga yang diamati.
b.Bagian-bagian bunga yang akan diamati adalah :Epicalyx (kelopak tambahan);Calyx
(kelopak);Stamen (benang sari);Pistilum (putik)
c.Jumlah dari bagian-bagian bunga yang digambar atau diamati adalah : Sepal (daun kelopak
dan kelopak tambahan jika ada );Petal (daun ,mahkota);Stamen (benang sari);Stigma
d.Keadaan dari masing-masing bunga yang akan digambar adalah : Petal
(berlekatan,lepas,tumpang tindih);Sepal (berlekatan berlekatan,lepas,tumpang tindih);Stamen
(berlekatan,lepas);Putik (berlekatan,lepas).
e.Bentuk dari masing-masing bagain penyusun bunga yang akan digambar atau diamati
adalah:petal,sepal,stamen,pistil.
f.Melihat letak dari masing-masing penyusun bunga terhadap bagian lainnya,apakah
berhadapan,berseling,berselang seling)
g.Kemudian mendeskripsikan bunga yang digambar,meliputi:
Letak bunga:di ujung batang,di ujung cabang,di ketiak daun,atau dibagian lainnya)
Warna mahkota bunga
Ekspresi bunga:organ jantan dan betina pada satu bunga (perfect flower=bunga
sempurna),atau organ jantan dan betina pada bunga yang terpisah(imperfect
flower=bunga tidak sempurna)
Distribusi bunga pada tanaman:
1. Organ jantan dan betina dalam satu bunga (hermoprodit)
2. Organ jantan dan betina pada satu tanaman (monoecious),tetapi letaknya
terpisah.
3. Organ jantan dan betina pada tanaman yang terpisah (dioecious)
Jenis bunga:bunga lengkap(complate flower);bunga tak lengkap (incomplate
flower);bunga telanjang,jika bunga tidak mempunyai kelopak dan tajuk.
















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1..Hasil Pengamatan
No. Gambar Hasil Pengamatan Gambar Literatur
01 Kembang Sepatu


02

Rumput-rumputan



03

Ester



04

Euphorbia



05

Asoka







06

Alamanda



IV.2.Pembahasan
Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)
Kembang sepatu adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia
Timur dan banyak ditanam sebagaitanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunga besar,
berwarna merah dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan hibrida bisa berupa
bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang
berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah jambu.
Di Sumatera dan Malaysia, kembang sepatu disebut bunga raya. Bunga terdiri dari 5 helai
daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua
lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan
hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang
bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima.
Bunga berbentuk trompet dengan diameter bunga sekitar 6 cm. hingga 20 cm. Putik
(pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke
bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak
menghasilkan buah. Tanaman berkembang biak dengan cara stek, pencangkokan,
dan penempelan.


Rumput-rumputan (Graminaeae)

Rumput-rumputan (Graminaeae) mempunyai daun berbentuk pita dan bertulang daun
sejajar. Daun suku rumput-rumputan melekat langsung pada batang, yaitu pada
tiap ruas batangnya. Bunga Suku Rumput-rumputan (Graminaeae) berupa bulir dan
penyerbukannya dibantu angin. Contoh Suku Rumput-rumputan (Graminaeae) adalah:
1. Rumput, biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak,
2. Padi dan jagung, merupakan sumber karbohidrat, bahkan di beberapa daerah
di Indonesia menjadi bahan pokok,
3. Tebu, dimanfaatkan untuk membuat gula,
Allamanda cathartica
Bunga Allamanda adalah tanaman hias yang umum disebut sebagai bunga alamanda
dan juga sering disebut sebagai bunga terompet emas, bunga lonceng kuning, atau
bunga buttercup.
[2]
Bunga alamanda berasal dari daerah Amerika Tengah dan Selatan dan
banyak ditemukan di Brazildi mana bunga ini umum digunakan sebagai hiasan karena
bentuknya yang indah.
[2]
Tanaman alamanda termasuk dalam golongan perdu berkayu
dengan tinggi yang dapat mencapai 2 meter.
[3]
Tanaman ini bersifat evergreen (hijau
sepanjang tahun).
[4]
Batangnya yang sudah tua akan berwarna cokelat karena pembentukan
kayu, sementara tunas mudanya berwarna hijau.
[4]
Daunnya memiliki bentuk yang melancip di
ujung dengan permukaan yang kasar dengan panjang 6 hingga 16 cm.
[3]
Selain itu daun
alamanda pada umumnya berkumpul sebanyak tiga atau empat helai. Bunga alamanda
berwarna kuning dan berbentuk seperti terompet dengan ukuran diameter 5-7.5 cm. Tanaman
ini memiliki bunga yang harum. Alamanda dapat ditemukan pada daerah sekitar sungai atau
tempat terbuka yang terkena banyak sinar matahari dengan hujan yang cukup
dankelembaban tinggi sepanjang tahun.
]
Tanaman ini tidak mampu tumbuh pada tanah yang
bergaram atau terlalu basa dan tanaman ini juga tidak tahan suhu rendah. Suhu -1 C dapat
mematikan tanaman tersebut karena tanaman ini sangat sensitif terhadap suhu dingin.
Alamanda tumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga
pada intensitas matahari penuh tanpa halangan. Jika diberi halangan maka produksibunganya
menurun. Tanaman ini tumbuh baik dengan kondisi tanah berpasir, kaya bahan organik, serta
beraerasi baik. Secara keseluruhan, alamanda adalah tanaman yang mudah tumbuh pada
kondisi yang sesuai sehingga pada beberapa daerah juga dipandang sebagai gulma.
Iklim yang tepat untuk pertumbuhan alamanda adalah daerah dengan iklim tropis.
Pada daerah dengan iklim tropis, alamanda dapat tumbuh hampir di sebagian besar
lingkungan dengan laju pertumbuhan yang cukup cepat. Di habitat aslinya, alamanda hidup
pada ketinggian 0-700 meter dari permukaan laut (dpl) dengan curah hujan 1000 hingga 2800
mm per tahun. Karena pertumbuhannya yang cepat, alamanda umum digunakan
sebagai ornamen untuk menghias pagar dan tembok.
Krisan atau ester
(Chrysanthemums p), biasa dikenal dengan sebutan bunga aster atau seruni,
merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi untuk
dikembangkan secara komersial. Prospek pasar bunga krisan sangat cerah, dimana
permintaan bunga krisan di Indonesia setiap tahun cenderung meningkat. Dengan
pengembangan tanaman krisan, diharapkan berdampak positif terhadap pertumbuhan
ekonomi daerah yang Lebih baik.
Euphorbia milii
Merupakan salah satu spesies dari 2000 spesies lain dari genus Euphorbia. spesies
yang asli diberi nama E. milii varietas splendens/E.splendens. varietas ini tumbuh sedikit
menjalar (scrambing), memiliki seludang bunga (cyathia) berwarna merah berukuran 1 cm
dan berbunga sejati berwarna kuning. E. splendens dapat tumbuh mencapai 60-240 cm. selain
E. splendens yang berbunga merah, ada juga yang berwarna kuning yaitu varietas lutea yang
berukuran lebih pendek dari berbunga merah. Sekarang ini para pemuliaan tanaman sudah
banyak mengembangkan E.milii. Salah satu Negara yang mengembangkan E. milii sampai
saat ini adalah Thailand. Selain Thailand,Indonesia dan Malaysia juga sudah mulai
membudidayakan E. milli. Di Indonesia, euphorbia ini dikenal dengan nama Pakis giwang.
E. milii memiliki sifat genetik yang tidak stabil karena memiliki beberapa kromosom
pengendali sifat. Dari induk yang sama akan dihasilkan banyak varietas keturunan
baru.Pemurnian varietas perlu dilakukan untuk mendapatkan sifat yang relatif stabil, baik dari
segi morfologi, produktifitas,maupun resistensi terhadap hama dan penyakitnya.
Meskipun dapat tumbuh didaerah tropis dan subtropis, E.milii lebih menyukai temperatur
panas dan pencahayaan penuh, sehingga kurang berkembang dinegara subtropis.Dinegara
maju, E. Milii digolongkan dalam tanaman beracun (poisson plant), karena getah susu
(eksudat) dari tanaman tersebut jika berkoagulasi dengan darah dapat memacu pertumbuhan
sel abnormal.
Tanaman dari family Euphorbiaceae memiliki batang berduri. Jaringan xylemnya
mengeluarkan eksudat putih disebut dengan getah susu (milky sap). Daun E. milii berbentuk
oval dengan ukuran bervariasi menurut hibrida dan kultivar. Bunganya kecil berwarna kuning
dengan cyathia bewarna warni sebagai hasil dari hibridasi.
Umumnya tanaman ini memiliki bunga sejati yang sempurna dengan organ seksual
jantan dan betina yang lengkap. Namun, ada juga yang memilki bunga yang tidak sempurna
yang tidak memiliki organ seksual dan bersifat steril, sehingga tidak dapat digunakan untuk
perbanyakan generatif. Beberapa kultivar memiliki bunga yang keseluruhannya merupakan
bunga yang tidak sempurna. Adapula tanaman yang sebagian bunganya merupakan bunga
sempurna dan beberapa kondisi tumbuh bunga yang tidak sempurna. Perakaran E. milii
merupakan akar serabut dangkal yang tumbuh menyebar.
Euphorbia milii dapat tumbuh pada kisaran temperatur 4-40 Celsius. dihabitat
aslinya, tanaman ini tumbuh dilahan terbuka (full sun) dan cukup toleran berada dilokasi
sedikit ternaung (part shade location). Namun, tanaman ini relatif tidak tahan jika
ditempatkan dalam ruangan. Meskipun toleran terhadap kondisi ternaung, tapi pertumbuhan
Euphorbia akan lebih optimal bila ditanam dilahan terbuka. Kondisi ternaung akan
memengaruhi pertumbuhan tanaman terutama pertumbuhan tunas aksilar dan pembungaan.
Pada kondisi ternaung, kecepatan tumbuh vegetatifnya relatif cepat, tetapi tunas yang
terbentuk lebih sedikit dan lemas.
E.milii menyukai mikroklimat yang kering (Rh 70 %) dan membutuhka media tanam
yang lebih lembap dibandingkan dengan jenis euphorbia lainnya. Pada kelembapan
rendah,tajuk tanaman dapat tumbuh dengan baik bila disertai dengan penyiraman yang
memadai. Sementara itu, kelembapan udara yang terlalu tinggi akan menurunkan aktivitas
metabolisme tanaman, sehingga tanaman peka terhadap serangan penyaki. Namun, E. Milii
masih bisa ditanam didataran tinggi asal pencahayaannya cukup dan curah hujan rendah.




















BAB V
PENUTUP
V.1.Kesimpulan
Bunga memiliki organ reproduksi yaitu stamen dan pistil. Selain itu petal pada bunga
berfungsi untuk mempercantik bunga.
Jenis bunga yaitu bunga sempurna (perfect) yaitu bunga biseksual, stamen dan pistil
terletak pada bunga yang sama. Bunga tak sempurna (imperfect) yaitu bunga uniseksual,
stamen dan pistil terdapat pada bunga yang berbeda taua terpisah. Bunga lengkap (complete),
yang mempunyai keempat organ bunga yaitu sepal, petal, stamen dan pistil. Bunga tak
lengkap (incomplete), yang tidak mempunyai satu atau dua organ bunga.
Terjadinya penyerbukan sendiri disebabkan karena bunga tidak membuka, serbuk sari
sudah matang dan jatuh sebelum bunga terbuka atau mekar, stigma dan stamen tersembunyi
oleh organ bunga sesudah bunga terbuka, dan stigma memanjang melalui tabung stigminal
segera setelah anther terbuka.
Disrtibusi bunga pada tanaman yaitu monocious dan diocious serta ekspersi bunga
yaitu sempurna dan tidak sempurna menentukan juga apakah bunga tersebut dapat
menyerbuk silang (cross pollination) atau menyerbuk sendiri (self pollination).


V.2 Saran
Sebelum diadakan praktek, sebaiknya diawali dengan pembahasan agar dalam praktikum
nanti bisa lebih lebih mudah dalam mengidentifikasi suatu tanaman suatu tanaman.







Daftar pustaka
Anonim. 2004. Bahan Ajar Pemuliaan Tanaman. Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.
Bengkulu.
Anonim. 2013. Penuntun Praktikum Pemuliaan Tanaman. Fakultas Pertanian Universitas
Bengkulu. Bengkulu.
Darjanto dan Siti Satifah.1987. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga Dan Teknik Penyerbukan
Dosen Agronomi.2014.Penuntun Praktikum Pemuliaan Tanaman.Program Studi
Agroekoteknologi Fakultas Pertanian UNIB.Bengkulu.
Sunarto. 1997. Pemuliaan Tanaman. Semarang: IKIP Semarang Press.