Anda di halaman 1dari 23

akalasia

Pembimbing :

Dr. ita .L Roderthani, Sp. THT-KL


OLEH:
RAHMA WELLY

Akalasia adalah ketidakmampuan bagian distal
esophagus untuk relaksasi dan peristaltic esophagus
berkurang, karena diduga bagian proksimal dari tempat
penyempitan akan melebar dan disebut mega-
esofagus.
(1,2)

Ditemukan pada semua golongan usia, rata-raa
pada rentang usia 25-60 tahun dengan puncak insiden
pada usia 40 tahun. Perbandingan pria dan wanita yang
menderita 1:1 dan 5% dari kasus ditemukan anak-
anak.
(3)


ANATOMI
ESOFAG
US
Ada 3 Pars :
1. Pars Servical
2. Pars Thorakal
3. Pars Abdominal
vaskularisasi
Arteri:
Esofagus par servical dan thorakal
a. thiroidea Inferior
Beberapa cabang a.bronkialis
Beberapa arteri kecil dar aorta

Esofagus pars abdominal
a.Phrenica inferior sinistra
Cabang a.gastrika sinistra


Vena
Esofagus bagian atas dan tengah
Aliran vena dari plexus esofagus berjalan melalui
vena esofagus ke vena azigos dan vena
hemiazigos kemudian masuk ke vena cava inferior.
Esofagus bagian bawah
Semua pembuluh vena masuk ke dalam vena
koronaria

Limfatik
Pembuluh limfe esofagus membentuk pleksus
didalam mukosa dan submukosa lapisan otot dan
tunika adventisia
Esofagus pars servical n.laringeus rekuren
yang berasal dari n.vagus
Esofgus Thorakalis atas caban n.vagus dan
n.laringeus rekurens kiri
N vagus kiri dan kanan berjalan dengan
serabut sampai membentuk PLEKSUS
ESOFAGUS
Persarafan simpatis berasal dariganglion
servikal superior rantai simpatis, n.splanikus
mayor, pleksus aortic thorasikus dan
ganglionseliakus.

Terdiri dari 4 lapisan,yaitu :
1. Membran Mukosa
2.Submukosa
3.Muskularis eksterna
4.Tunika adventitia

HISTOLOGI
Fisiologi Esofagus

1. Fungsi dasar esofagus adalah
membawa material yang ditelan dari
faring kelambung
2. Refluks gastrik ke esofagus dicegah
oleh sfigter bawah esofagus
3. Masuknya udara ke esofagus pada
saat inspirasi decegah oleh sfingter
atas esofagus
Akalasia
Akalasia ialah ketidakmampuan bagian
distal esofagus untuk relaksasi dan
peristaltik esofagus berkurang, karena di
duga terjadi inkoordinasi neuromuscular.
Akibatnya bagian proksimal dari tempat
penyempitan akan melebar dan disebut
mega esophagus
Epidemiologi
ditemukan pada semua golongan usia
rata-rata pada rentang usia 25-60 tahun
dengan puncak insiden pada usia 40
tahun.
perbandingan jenis kelamin pria :
wanita adalah 1 : 1.
5% kasus ditemukan pada anak-anak


Penyebab penyakit ini sampai sekarang belum
diketahui.
Para ahli menganggap bahwa penyakit ini
merupakan disfungsi neuromuskuler dengan
lesi primer, mungkin terletak di dinding
esofagus, nervus vagus atau batang otak.
Gangguan emosi
Trauma psikis


Pada akalasia terdapat gangguan peristaltik
pada daerah 2/3 bawah esofagus. Tegangan
sfingter bagian bawah lebih tinggi dari
normal dan proses relaksasi pada gerak
menelan tidak sempurna.
Akibatnya esofagus bagian bawah mengalami
dilatasi hebat dan makanan tertimbun
dibagian bawah esofagus
Manifestasi
Klinis
1. Disfagia
2.Regurgitasi
3.Nyeri di daerah Sub Sternal
4.Penurunan Berat Badan
DIAGNOSA
1. Radiologi
esofagogram yang
dikombinasikan dengan
pemeriksaan flouroskopi
dan radiografi dengan
menggunakan kontras.
mouse tail appearance
Esofagoskopi
Tampak pelebaran lumen
esofagus dengan bagian distal
yang menyempit, terdapat sisa-
sisa makanan dan cairan
dibagian proksimal daerah
penyempitan.
Mukosa esofagus berwarna
pucat, edema dan kadang-
kadang terdapat tanda-tanda
esofagitis akibat retensi
makanan dan cairan dibagian
proksiml daerah penyempitan.

untuk menilai fungsi
motorik esofagus dengan
melakukan pemeriksaan
tekanan di dalam lumen
dan spingter esofagus
Pada akalasia yang dinilai
adalah fungsi motorik
badan esofagus dan
spinghter esofagus
bawah.

Manometri
Hasil Pada Akalasia
tekanan istirahat badan esofagus
meningkat, tidak terdapat gerak
peristaltik sepanjang esofagus
sebagai reaksi proses menelan.
Tekanan spinghter esofagus bagian
bawah normal atau meninggi dan
tidak terjadi relaksasi spinghter
pada waktu menelan.


1. karsinoma esofagus
2. refluks esofagitis
3. spasme esofageal
4. eusinofilik esofagitis
Penataksanaan
Hanya bersifat paliatif
KONSERVATIF
1. Diet cair / lunak dan hangat
2. Medikamentosa
Preparat kalsium
antagonis: nifedipine 10-
20 mg per oral untuk
menurunkan tekanan
SEB
Isosorbit dinitrat utuk
menurunkan tekanan
sfingter esofagus
Injeksi Batulinum toksin

OPERATIF
Dilatasi
pneumatik(ballooning)
Miotomy heller
Piloroplasti


KOMPLIKASI
Obstruksi saluran
pernafasan
Bronkhitis
Pneumonia aspirrasi
Divertikulum
Perforasi esofagus
Small cell carcinoma
Sudden death
Esophagitis
Perbaikan gejala obstruksi dapat
diperoleh pada prosedur dilatasi dan
operasi sekurang-kurangnya 85-90%
pasien.
Prosedur Heller dapat mengatasi
obstruksi namun juga dapat berakibat
pada timbulnya refluks gastroesofagus
PROGNOSIS