Anda di halaman 1dari 23

LATARBELAKANG PERKEMBANGAN ADMINISTRASI

PEMBANGUNAN
1. Administrasi Pembangunan sebagai kecenderungan baru administrasi
negara khusus pada konteks social masyarakat negara-negara sedang
berkembang, sedangkan negara maju seperti Amerika Serikat berkembang
pemikiran ke arah Administrasi Negara baru, yang memiliki konteks social
masyarakatnya di Negara Maju.
2. Tebentuknya Comparative Administration Group (CAG) pada tahun 1960,
yang merupakan himpunan dari berbagai ahli ilmu social politik dan
administrasi negara yang memfokuskan perhatiannya kepada studi
administrasi di negara-negara berkebang. Dua pokok persoalan yang
dibahas dalam CAG, yaitu; pertama, berkaitan dengan pertanyaan apa yang
menyebabkan administrasi negara tidak memadai di negara berkembang;
2)Kedua, apa yang harus dilakukan untuk menjadikan pemerintah negara-
negara berkembang dapat memberikan sumbangan terhadap proses
pertumbuhan ekonomi dan modernisasi.
3. Fred W. Riggs, dari beberapa pemikiran yang dikemukakan tentang
administrasi pembangunan, dapat diberikan kesimpulan umum, sebagai
berikut; 1)Administrasi Pembangunan, berkaitan dengan proses
administrasi dari suatu program pembangunan, dengan metode-metode
yang digunakan organisasi pemerintahan untuk melaksanakan
kebijaksanaan dan kegiatan yang sudah direncanakan guna mencapai
tujuan pembangunan. 2)Arti istilah administrasi pembangunan dikaitkan
dengan implikasinya, bahwa didalamnya sudah termasuk peningkatan
kemampuan administrative.

Lima Dimensi Penting Dalam Proses
Pembangunan:
1. Dimensi kesejahteraan social ekonomi; indicator
pertumbuhan ekonomi tetap penting karena lebih mudah
menghitung. (produksi nasional, laju pertumbuhan ekonomi,
pendapatan per kapita, perubahan struktur ekonomi dsb)
2. Dimensi transformasi social dari masyarakat tradisional ke
masyarakat maju (modern) lebih terpengaruh teori barat.
3. Dimensi pembangunan bangsa, terlihat dari perkembangan
suatu masyarakat primordial ke masyarakat nasional atau
integrasi nasional atau kepentingan sebagai bangsa.
4. Dimensi keseimbangan manusia dengan lingkungannya
dalam proses pembangunan. Negara berkembang mengalami
masalah lingkungan karema justru adanya kemiskinan dan
keterbelakangan.
5. Dimensi manusia sebagai pusat perhatian proses
pembangunan, yaitu pembangunan manusia yang lebih
mampu membangun dirinya dan bersama dalam masyarakat
membangun kualitas hidup yang lebih baik.

BEBERAPA PENGERTIAN ADMINISTRASI
NEGARA
1. Edward H. Litchfield, bahwa admInistrasi negara adalah suatu studi
tentang bagaimana bermaca-macam badan pemerintah diorganisir,
diperlengkapi tenaga-tenaganya, dibiayai, digerakkan dan dipimpin.
2. Dwight Waldo, ANA adalah manajemen dan organisasi daripada
manusia-manusia dan peralatannya guna mencapai tujuan-tujuan
pemerintah.
3. Dimock, Dimock dan Koeing, ANA adalah kegiatan pemerintah di
dalam melaksanakan kekuasaan politiknya.
4. Menurut J. Wajong yang dikutip Bintoro T (Adm. Pembangunan)
bahwa tugas administrasi negara adalah pada dasarnya
merencanakan dan merumuskan kebijakan politik, kemudia
melaksanakannya dan menyelenggarakannya.
Ini berarti ada dua tugas Administrasi Negara yaitu; 1)tugas politik,
yang berkaitan dengan kehendak negara, politik sebagai etik yang
menentukan haluan-haluan dan kebijaksanaan negara; 2)tugas
administrasi, yang berkaitan dengan pelaksanaan/penyelenggaraan
haluan-haluan serta kebijaksanaan negara. J elas bahwa memang
sulit memisahkan proses politik dengan proses administrasi negara,
diakui bahwa adm. negara memberikan input dalam proses politik,
dan berperan dalam merumuskan kebijaksanaan dalam proses
politik.


Alur Pemikiran
Ilmu Administrasi Negara

1. Administrasi Negara Klasik. Ada pemisahan antara proses politik dan proses
administrasi negara, serta adanya dikotomi antara ANA dan kebijaksanaan.
Administrasi negara netral terhadap kebijaksanaan. Pandangan ANA kalasik
menyangkut kegiatan pemerintah di dalam pelaksanaan kekuasaan politiknya.
Pemikiran ini sangat kontekstual dengan kondisi negara Amerika Serikat, namun
mampu mengajukan azas dan metodologi yang bersifat universal.
2. Aliran Manajemen dalam Administrasi Negara, yakni pengembangan prinsip-
prinsip admnistrasi negara universal. Aliran ini menekankan bahwa adm. Negara
sebagai proses manajemen pemerintahan. Pemikiran ini memperkuat pemikiran
pertama dan banyak dipengaruhi oleh aliran pikiran Manajemen Ilmiah.
Penekanan alur pemikiran ini terletak pada aspek mekanis dari system kerja.
3. Pendekatan Behavioral. Aspek perilaku manusia dan nilai mendapat tempat dalam
penalaran administrasi negara. Aspek-aspek perilaku administrasi, organisasi
informal dan motivasi pribadi menjadi topik pembahasan. Hubungan manusia
(human relaton) dan pengambilan keputusan menjadi focus perhatian penting,
karena pembuatan keputusan melibatkan pilihan berbagai alernatif tindakan yang
mencerminkan preferensi nilai tertentu.
4. Pendekatan Kontinum Politik Administrasi. Akibat pengaruh pemikiran aliran
manajemen dan aliran perilaku berkembanglah pemikiran bahwa dikotomi politik
dan administrasi tidak dapat dianggap valid lagi.
5. Alur pemikiran Ekologi. Menekankan adanya keterkaitan antara administrasi
negara atau organisasi dengan ligkungannya dan mengkritisi pemikiran prinsip-
prinsi universal.
6. Administrasi Pembangunan, merupakan kelanjutan dari pemikiran ekologi dan
studi komparatif adm. Negara. Kritik terhadap ANA lama bahwa lebih bertujuan
untuk kebutuhan pemeliharaan ketertiban daripada kebutuhan pembangunan.
Pengertian Administrasi Pembangunan
1. Montgomery dan Milton Esman dalam Development Administration in
Malaysia mengemukakan bahwa Adm. Pembangunan meliputi perbaikan
aparatur serta pelaksanaan fungsi pemerintahan dan juga berarti
perbaikan pelaksanaan usaha pembangunan.
2. S.P Siagian, bahwa Adm. Pembangunan adalah keseluruhan proses
pelaksanaan daripada rangkaian kegiatan yang bersifat pertumbuhan dan
perubahan yang berencana menuju modernisasi dalam berbagai aspek
kehidupan bangsa dalam rangka nation building.
3. Mustopadidjaya, Adm. Pembangunan adalah ilmu dan seni tentang
bagaimana pembangunan suatu system administrasi negara dilakukan,
sehingga dengan demikian system administrasi tersebut mampu
menyelenggarakan berbagai fungsi pemerintahan dan pembangunan
secara efisien dan efektif.
4. George F. Gant; administrasi pembangunan adalah penyempurnaan
birokrasi (aparatur pemerintah) dalam menghadapi meningkatnya jumlah,
jenis dan kompleksitas fungsi-fungsi pemerintahan untuk memenuhi
berbagai kebutuhan masyarakat dalam pembangunan.
5. Bintoro Tjokroamidjojo, mengemukakan bahwa administrasi
pembangunan mempunyai dua fungsi, yaitu; 1)penyusunan kebijaksanaan
penyempurnaan administrasi negara, meliputi; bidang organisasi,
kelembagaan, kepegawaian, ketatalaksanaan dan sarana admiknisrasi,
dan 2)penyempurnaan administrasi untuk mendukung (a)perumusan
kebijaksanaan dan program-program pembangunan serta (b)pelaksanaan
secara efektif.
Ciri Utama Administrasi Pembangunan

1. Konteks lingkungan administrasi negara pada negara maju, sedangkan
adm. Pembangunan pada negara berkembang.
2. Administrasi negara bersikap netral terhadap tujuan-tujuan
pembangunan, sedangkan adm. Pembangunan berperan aktif dan
berkepentingan pada tujuan-tujuan pembangunan.
3. ANA berorientasi pada masa kini sedangkan adm. Pembangunan
berorientasi pada masa depan.
4. ANA sebagai agen ketertiban, sedangkan adm. Pembangunan sebagai
agen pembangunan.
5. Kedudukan administrator pada ANA sebagai pelaksana sedangkan pada
adm. Pembangunan sebagai penggerak perubahan.
6. ANA lebih berpendekatan legalitas, sedangkan adm. Pembangunan
berpendekatan lingkungan.
RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PEMBANGUNAN

Fungsi
Pemerintahan
Fungsi
Umum
Fungsi
Pembangunan
Kelemahan
Administrasi
Pmbangunan
Administrasi
Perubahan dalam
Bidang :


- Kelembagaan
- Organisasi
- Kepegawaian
- Manajemen
- Kepemimpinan
- Sarana Adm.

Peningkatan kemampuan menyelenggarakan
Peningkatan kemampuan untuk menyelenggarakan
(Adm. Perencanaan Pembangunan, Pembiayaan,
Manajemen program/proyek, dan Pengawasan ).
PARADIGMA ADMINISTRASI PEMBANGUNAN
(Terori Dasar)
*. Teori Administrasi Pembangunan adalah teori yang digunakan untuk
pembangunan administrasi sehingga mempunyai kemampuan yang
diperlukan dalam mengadministrasikan proses pembangunan secara
efisien dan efektif.

1. Paradigma Struktural Fungsional.
# fokus analisis disain dan fungsi organisasi birokrasi yang disusun
secara rasional berdasarkan fungsi-fungsi spesifik menurut hirarkhi
dan kewenangan tertentu, dan dijalankan oleh tenaga profesional.
# Organisasi sebagai suatu sistem tertutup dan bebas nilai.
# Tidak relevan lagi karena pembangunan administrasi negara
berkembang merupakan organisasi bersifat kompleks dan terbuka
yang secara dinamik berinteraksi dengan lingkungan.
2. Paradigma Perilaku.
# Fokus analisa pada dimensi kemanusian (Kebutuhan dan Motif) dan
SDM dalam organisasi dan manajemen.
# Dalam Pembangunan administrasi, dimensi perilaku yan bersumber
pada tata nilai yang mendasari sistem administrasi negara harus
dimanifestasikan dalam dinamika proses administrasi
penyelenggaraan fungsi umum dan pembangunan.

Lanjutan: Paradigma Administrasi
Pembangunan
3. Paradigma Sistemik.
# Merubah pendekatan struktural fungsional yang tertutup menjadi
terbuka dan memanfaatkan berbagai pendekatan atau teori perilaku.
# Menganut adanya nilai keserasian, keseimbangan, keberlanjutan dan
optimal dalam pencapaian tujuan.
# Fokus pada pendekatan menyeluruh dan menempatkan birokrasi
sebagai sistem organisasi dan manajemen yang dinamis dan melakukan
interaksi dengan lingkungannya (internal atau eksternal)
# Adm. Pembangunan memiliki landasan nilai, struktur dan proses
manajemen yang berinteraksi antar unusr-unsur internal dan eksternal
tersebut mempengaruhi perilaku. Dan konsisten apabila didasari,
dipadukan dan bertujuan pada perwujudan nilai yang menjadi landasan
orientasi sistem administrasi pembangunan.
4. Paradigma Deterministik.
# Fokus analisis pada keseluruhan siklus kebijakan (mulai perumusan,
pelaksanaan, pengawasan serta penilaian) yang harus dilakukan sistem
admnistrasi pembangunan, baik dalam internal sistem maupun eksternal
yang brhadapan dengan tantangan, peprubahan dan ketidakpastian.
# Adm. Pembangunan disyaratkan berperan sebagai suatu sistem
manajemen strategis yang menerapkan pendekatan antar disiplin.
ALUR PEMIKIRAN ADMINISTRASI
PEMBANGUNAN
1. Pembaharuan Adminstrasi Pembangunan (Reformasi
Administrasi), yakni pembangunan administrasi pada dasarnya
menggunakan prinsip-prinsip ANA dengan memperhatikan
konteks administrasi dan lingkungan yang dapat mempengaruhi
kemampuan ANA melaksanakannya (di negara Berkembang)
2. Pembinaan Institusi (Institutional Building), yakni suatu persfektif
dalam merencanakan dan mengarahkan perubahan sosial, dan
dimaksudkan untuk mendorong proses perubahan dalam bentuk
norma-norma pola perilaku, hubungan individu dan kelompok,
persepsi baru tentang sasaran, demikian juga caranya.
3. Studi Kebijaksanaan (Policy Study), yaitu menentukan apa yang
dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan dan tidak dilakukan,
mencakup administrasi perencanaan pembangunan atau meliputi
siklus manajemen.
4. Studi Implementasi, yang berkaitan tentang bagaimana
perencanaan atau rumusan kebijakan dilaksanakan untuk
mencapai hasil yang dituju.
PERGESERAN PARADIGMA
ADMINISTRASI PUBLIK ABAD 21
Penerapan Adm. Publik telah mengalami pergeseran paradigma yang
cukup signifikan, yang secara umum mengarah pada upaya untuk
meninggalkan administrai yang tradisional menuju pada administrasi
yang lebih modern yang berpersfektif global dan kontekstual guna
mningkatkan kinerja penyelengaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Menurut Hughes Public Management and Administration: an
Introduction (dalam lokakarya Reformasi Pendidikan Tinggi Ilmu
Administrasi Abd 21, Malang), beberapa pergeseran paradigma tersebut:
1. Kegagalan Adm. Publik tradisional mencapai tujuan secara efektif, perlu
diganti dengan adm. publik modern yang berorientasi pada pencapaian
kinerja dan akuntabilitas.
2. Peran birokrasi klasik (weberian) yang kaku, yang lebih menonjolkan self
interest harus diubah menuju ke kondisi organisasi publik yang lebih
fleksibel.
3. Kurang jelas dan tegasnya penerapan tujuan organisasi dan pribadi serta
ketiadaan ukuran kinerja yang jelas, sehingga harus diganti dengan tujuan
yang lebih jelas dan penetapan ukuran kebrhasilan kinerja.
4. Peran-peran yang dijalankan pemerintah kurang didasarkan pada tuntutan
dan sinyal pasar.
5. Adanya tendensi yang kuat untuk mengurangi peran pemerintah, dg
melakukan kontrak/kerja dengan pihak lain atau lewat privatisasi.
PARADIGMA ADMINISTRASI PUBLIK
ABAD 21
1. Reinventing Government (Osborne dan
Gaebler:1992), oleh Frederickson disebut
pendekatan New Public Management.
2. Good Governance (UNDP dan Bank Dunia)
3. New Public Service (Janet Denhart and Robert
Denhart The New Public Services; 2003)
Paradigma New Public Management
#. Osborne dan Gaebler (Reinventing government; 1992),
menganjurkan privatisasi dan marketisasi fungsi pemerintah
sebagai pilihan strategi kebijakan.
#. Pierre (Debating Governance; 2000), menyatakan bahwa
persfektif ini mempromosikan marketisasi sektor publik,
diantaranya penggunaan manajemen kontrak, privatisasi,
membuka alternatif pelayanan sehingga konsumen mempunyai
pilihan.
#. Eko Prasojo (SemNas Reformasi Pendidikan Tinggi Ilmu
Administrasi; Malang: 2007) bahwa konsep NPM berusaha
untuk memperbaiki kinerja organisasi publik dengan
menggunakan metode yang biasa digunakan oleh sektor privat
dan melalui mekanisme pasar.
#. J.E Lane (New Public Management;2000), persfektif ini
mereformasi manajemen pelayanan publik yang birokratis
dengan menerapkan teknik manajemen bisnis, mencakup;
pengukuran kinerja, pembangunan visi dan misi untuk
pemerintahan lokal dan BUMD.
Paradigma New Public Services
Untuk mengatasi kegagalan penyelenggaraan pemerintahan
disarankan meninggalkan prinsip administrasi tradisional dan beralih
menerapkan prinsip-prinsip :
1) Melayani warga masyarakat bukan sebagai pelanggan.
2) Menutamakan kepentingan publik bukan privat.
3) Lebih menghargai warga negara daripada kepentingan publik.
4) Berpikir strategis dan bertindak demokratis.
5) Menyadari bahwa akuntabilitas bukan merupakan sesuatu yang
mudah.
6) Melayani daripada mengendalikan.
7) Menghargai orang bukan semata-mata karena produktivitasny.

(Pemikiran ini merupakan suatu kritikan terhadap pendekatan New
Public Management, bahwa kekuatan pasar tidak selalu dapat
memenuhi apa yang menjadi kebutuhan publik dan publik tidak
menjadi pusat dari tindakan-tindakan pemerintah bahkan semakin
menjauhkan masyarakat dari haknya untuk berpartisipasi)
Paradigma Good Governance.
Paradigma ini menitikberatkan pada nilai-nilai yang menjungjung tinggi
keinginan dan khendak rakyat, dan nilai-nilai yang dapat mningkatkan
partisipasi msyarakat dalam pencapaian tujuan nasional dan keadilan
sosial.
#. Pemberdayaan hak-hak masyarakat untuk berpartisipasi dalam
mengawasi dan mengevaluasi kinerja lembaga-lembaga publik.
#. Tiga sektor Good governance yaitu Pemerintah, sektor privat dan
sektor masyarakat yang mempunyai hak dan tanggungjawab bersama
yang diatur dalam kontrak-kontrak (legal formal, sosial, ekonomi dan
politik) sebagai hasil produk bersama. Kontrak-kontrak ini berisi norma
yang mengatur pola hubungan antar pelaku-pelaku dari ketiga tersebut
dan menjadi acuan pelaksanaan akuntabilitas mereka.
Negara, berfungsi sebagai pengatur regulasi yakni menciptakan
lingkungan politik, sosial dan hukum yang kondusif berdasarkan
kesepakatan bersama.
Privat, mendorong terciptanya lapangan kerja dan pendapatan
masyarakat.
Masyarakat, mewadahi interaksi secara politik, memobilisasi kelompok
dalam masyarakat untuk berpartisipasi atau mengawasi aktivitas
ekonomi, social dan politik atau yang berhubungan dengan pelayanan
publik.

Perbedaan Persfektif New Public Management
dan Governance (Fredrickson dan Smith)
1. NPM menginjeksi nilai-nilai corporate dalam sektor publik dan belum tentu
mengindahkan apakah sesuai dengan kebutuhan publik yang merata dan adil. Dalam
ppersfektif governance, publik sektor merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
prinsip-prinsip demokrasi.
2. Governance, berhubungan dengan upaya untuk memahami proses yang mana
kebijakan publik dibuat, diimplementasikan. Sedangkan konsep NPM lebih terfokus
pada outcomes/hasil-hasil yaitu lebih pada pertanyaan tentang berapa hasil yang
diperoleh daripada bagaimana kebijakan dikelola.
3. Filosofi pemikiran NPM berasal dari teori organisasi dan public choice theory,
sedangkan governance lebih pada teori politik untuk menjelaskan kenapa
pemerintah melakukan seperti yang mereka lakukan dan bagaimana hal tersebut
bisa dilakukan lebih baik.
4. NPM berupaya menggantikan manajemen publik menjadi manajemen bisnis,
sedangkan governance ingin mempertahankan penyediaan layanan publik dibawah
kontrol pemerintah, walaupun yang memberikan layanan tidak pemerintah.
5. NPM berlandaskan pada market based institutional reform, sedangkan governance
lebih pada upaya partnership atau jaringan kemitraan bersama non sektor
pemerintah.

BEBERAPA ISSU STRATEGIS
PEMBANGUNAN DI INDONESIA
1. Belum efektifnya sistem administrasi publik mengatasi persoalan pengelolala
lingkungan Hidup
2. Ketimpangan sosial :
# antar daerah
# antar golongan pedapatan
# antar kelompok masyarakat
3. Belum mempunyai sistem administrasi publik yang mampu menekan angka
kemiskinan.
4. Belum mantapnya sistem administrasi publik mendorong terjadinya pertumbuhan
ekonomi atau mengurangi angka pengangguran.
5. Belum mampu mengatasi Konflik Sosial-Politik :
# Potensi disintegrasi
# Penyelesaian konflik.
6. Belum efektif Manajemen pembangunan menanggulangi bencana :
# Bencana alam
# Bencana karena ulah manusia.
PROBLEMA REFORMASI
ADMINISTRASI PUBLIK
1. Adanya tekanan dari pemberi bantuan finansial dan lembaga donor
agar modernisasi administrasi publik menyesuaikan dengan
kepentingan mereka.
2. Perbaikan administrasi publik harus memfokuskan diri pada isu-isu
terkait dengan efisiensi anggaran dan lebih mengedepankan pada
sudut pandang/doktrin ekonomi supplay.
3. Reformasi administrasi hanya ditekankan pada penerapan teknik bisnis
dan kepuasan pelanggan (Reinventing Government) sebagai
perwujudan manajemen Publik baru.
4. Belum tercipta budaya pelayanan publik yang berorientasi kepada
kebutuhan pelanggan, tetapi lebih banyak berorientasi pada kebutuhan
birokrasi.
Deregulasi dan Debirokratisasi
Dalam Upaya Meningkatkan
Kualitas Pelayanan Masyarakat
Kebijakan Deregulasi dan Debirokratisasi bertujuan untuk meningkatkan
kinerja birokrasi agar lebih efisien, efektif dan mampu bersaing dalam era
globalisasi, diantaranya pemotongan atau penyederhanaan procedural
yang dianggap menghalangi kelancaran pengurusan salah satu aspek
ekonomi.
Dasar pertimbangan: Peraturan-peraturan yuang ada berbelit-belit, banyak
instansi yang terlibat dalam suatu pelaksanaan urusan, yang dapat
mengakibatkan biaya tinggi dalam ekonomi dan bahkan menghambat
pertumbuhan ekonomi dan kecepatan pertumbuhan investasi modal asing.
Sistem dan Prosedur pelayanan yang berorientasi pada kekuasaan
dipandang tidak mampu merespon (menangkap) tuntutan, kebutuhan dan
harapan public, oleh karena itu perlu dilakukan Deregulasi dan
debirokratisasi, yakni sistem yang berorientasi kepada kepuasan
pelanggan. Sistem dan Prosedur Sistem pelayanan yang berorientasi pada
kekuasaan dipandang tidak mampu merespon (menangkap) tuntutan,
kebutuhan dan harapan public, oleh karena itu perlu dilakukan Deregulasi
dan debirokratisasi, yakni sistem yang berorientasi kepada kepuasan
pelanggan.
Deregulasi dan debirokratisasi pada hakekatnya merupakan uapaya
melonggarkan peranan pemerintah dan memacu peran serta aktif
masyarakat diberbagai aspek atau bidang perekonomian. Ini berarti
pemerintah melakukan Reinventarisasi tugas dan fungsinya sehingga dapat
memberikan peran yang lebih besar kepada masyarakat atau swasta.
Kebijakan Desentralisasi Dan Otonomi
Dalam Meningkatkan Kinerja Birokrasi
Desentralisasi merupakan penyerahan wewenang dari pemerintah pusat kepada
pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus daerah mulai dari kebijakan,
perencanaan sampai pada imlementasi dan pembiayaan dalam rangka demokrasi
(Mahfud MD, dalam Penataan Birokrasi Publik oleh Hessel Nogi)
Dilihat dari aspek Ilmu administrasi (persfektif organisasi dan manajemen),
konsep ini menekankan pada aspek efisieni dan efektivitas pelaksanaan tugas.
Keunggulan kebijakan desentralisasi (Osborne dan Gaebler; 1995) :
1)Lembaganya lebih fleksibel daripada yang tersentralisasi, karena
lembaganya memberikan respon dengan cepat terhadap lingkungan dan
kebutuhan pelanggan yang berubah.
3)Lembaganya jauh lebih efektif daripapda tersentralisasi.
3)Lembaganya lebih inovatif daripada tersentralisasi.
4)Lembaganya menghasilkan semangat kerja yang lebih tinggi dan
produktivitas yang lebih besar.


Tujuan Kebijakan Desentralisasi Pada
Penataan Birokrasi Pemerintahan
1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah
yang disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi
dan kemampuan masing-masing daerah.
2. Meningkatkan jumlah dan kualitas pelayanan
masyarakat pada masing-masing daerah.
3. Meningkatkan kondisi sosial dan budaya
masyarakat pada masing-masin daerah.
4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
proses penyelenggaraan pemerintahan - fungsi
umum dan pembangunan, sebagai perwujudan
dari pemerintahan yang demokrasi.

Anda mungkin juga menyukai