Anda di halaman 1dari 205

KINERJA KARYAWAN

(Studi Deskriptif Kualitatif) Pada PT. PLN (PERSERO)


WS2JB Cabang BENGKULU

SKRIPSI











Oleh :
ANNA BISMA PUTRI
C1B006025



PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BENGKULU
2010
ii
KINERJA KARYAWAN
(Studi Deskriptif Kualitatif Pada PT. PLN (PERSERO)
WS2JB Cabang BENGKULU)

SKRIPSI







Diajukan Kepada
Universitas Bengkulu
Untuk Memenuhi Salah Satu
Persyaratan dalam Menyelesaikan Sarjana Ekonomi


Oleh
ANNA BISMA PUTRI
C1B006025


PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BENGKULU
2010
iii
Skripsi oleh Anna Bisma Putri ini
Telah diperiksa oleh Pembimbing dan disetujui untuk diuji pada Ujian Skripsi
Bengkulu, 09 Februari 2010



Pembimbing


Nasution, S.E, M.D.M
NIP. 19620707 199103 1 003





Mengetahui,
Ketua J urusan Manajemen



Sri Adji Prabawa, SE, ME.
NIP. 19590616 198703 1 006



iv
Skripsi oleh Anna Bisma Putri ini
Telah diperiksa oleh Pembimbing dan dipertahankan di depan Tim Penguji pada
Kamis, 16 Februari 2010.


Bengkulu, 16 Februari 2010

Dewan Penguji


Pembimbing Penguji Utama




Nasution, S.E., M.D.M Slamet Widodo, S.E., M.Si, Ph.D
NIP. 19620707 199103 1 003 NIP. 19611221 198702 1 001


Anggota I Anggota II





Soengkono, S.E., M.Si Trisna Murni, S.E., M.Si.
NIP. 19520312 198603 1 001 NIP. 19631007 198803 2 001




Mengetahui :
Dekan Fakultas Ekonomi,



Dr. Ridwan Nurazi, S.E., M.Sc., Ak
NIP 19600915 198903 1 004
v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO :
jika kamu berpikir kamu akan kalah, berarti kamu sudah kalah.
Jika kamu berpikir kamu tidak berani, berarti kamu tidak akan
berani. Jika kamu ingin menang tetapi pikiranmu tidak berisi
muatan menang, hampir dipastikan kamu tidak akan menang.
Cepat atau lambat orang yang akan memperoleh kemenangan
adalah orang yang berpikir dia menang. (Amold Palmer)

Pengetahuan dan kepandaian hanyalah alat, yang menentukan
kesuksesan adalah tabiat. (anonim)

Saya merupakan orang yang mempera



PERSEMBAHAN :
ALLAH SWT yang tiada hentinya memberikan rahmat, nikmat
serta karunia-Nya, sehingga na bisa tetap bertahan dan melangkah
kedepan dan tetap bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini

Kedua orangtua na... ayahanda (Bustari) yang telah memberikan
kasih sayang, semangat, dan mengajarkan na untuk terus berusaha
dan pantang menyerah dalam menjalankan hidup, terutama
dalam menyelesaikan skripsi ini, ibunda (Muslina) yang
senantiasa memberikan limpahan kasih sayang, perhatian, doa dan
tempat na berbagi cerita yang selalu memberikan ketenangan dikala
gundah... thanks mum n dad, semua yang telah diberikan selama
ini tak mungkin bisa terbalaskan oleh apapun, na pengen ayah dan
ibu bangga sama na n na pengen kebahagiaan buat ayah dan ibu...
semoga na bisa mewujudkannya ...aamiin ya rabbalalamin...



vi
My brother (Ade Bisma Putra) yang penuh perhatian dibalik
sikap pemarahnya, my Sister (Ayu Bisma Putri) yang sering
banget ngambek kalo na lelet + rada crewett, hihi n my Litle
Brother Dedek Ian (M. Adrian Briliaa Putra) yang selalu na
sayang n sayang na, jd anak yang baik yaa de, jgn nakaL
...hehee... thanks my bro n my sista dengan hari-hariny yang penuh
warna....

Keluarga besar (kakek Nenek) Syamsudin (alm) n Maryam,
Keluarga Besar (kakek Nenek) Daud (alm) n Hunaina yang
selalu memberikan nasehat n doanya bwt na, makasii banyak ya
nek, kek dan keluarga wak H. Asmuni (alm) yang banyak
memberikan bantuan, perhatian serta Sepupu2 na yang buanyaak
bgtmiss u all

Sobat-sobat na, alias temen ganK (hihi) dari jaman SMP(bo2n,
itut n ncep), SMA (Ega yang masih sering ngobrol n ktemu, cuZ
masih satu kampus n satu jurusan pulahaha Tya miss serba
tao kalo mau cari info ke dye ajh..huehehe, Dita yg punya mama
baik bgt, kalo udah gabung mulai de..gosip-gosipp..sip..hihi),
mpe skrngudah jadi anak Kuliahan (Selfi yk ndt temen jalan
bareng tiap wktu Luang yang Cuma cool diluar, hhaha dan
windaMasrilena, yang smart (muji dikit) n rajin membantu,
hihaha sebenernya 2 makhluk manis ini masih bingung posisinya
dimana, cuZ kalo acara gila2an pasti ga ketinggalan jg..hwhehe)

My best Friend alias temen gila-gilaan bareng, si imoet Eny yang
selalu dan selalu tidak lupa ma rambutnyahehe, Mimie yang
selalu ngajakin na poto bareng, artis dun na..hwhahaha, Yay yg
kata orang sih lembut keibu2an, tapi sama na kug ga lmbut si
yay..whuhu, Rima yang kalo lg boong pasti ketauano o ..haha,
jenk Viska yang udah mulai merambah dunia pertelevisian..hihi, si
manis Mely yang paling beruntung diantara kita dalam dunia
percintaan..haha, sibungcuu lya yang kalo pengen main
vii
kerumahnya, musti ngisi minyak dulu ampe full, wkwkwk
diantara kita syp duluan yang merit yaa???whihihi

Seluruh anak MSDM06, si Rici sang idol yang pernah buat
anak kelas ujiannya di pending gara2 rici ikutan lomba huhu, si
Agung yang diem-diem punya banyak fans Cuma karna denger si
dye siaran..weleh2, bang Iwen yang baik ati, rajin menabung, tidak
sombonghaha, si Arif yang ternyata pandai dalam berbicara,
jadi dosen ajh rifhehe, mas Yadee yang gaya bicaranya asik
kaya orang jawa, wong jowo ora si mass??hoho, si ndut Alfan
yang dulu sering ikut jalan bareng ma cew2lanjutkaan
cuihihi, si vely yang matanya kelihatan ngantuk mulun the
new couple (ade n tikno) yang ampirr aje ngalahin the best
couple06 (cingkuk n mbaya).. haha..tetep akur yaa

Anak-anak KKN ke-58, khususnya ALui yang hobinya ngambek,
Angga (sanak mb, hehe), Sendro alias Pedro, Etri, Maia n Siti
alias meri.. pa kbr rmh qt d Sukamarga yaahihi, kumpul-
kumpul lg ui

Seluruh anak MGT06, si ketum Auliya, Yenti yang super duper
genius,, salute ..makasi bnyk y yen atas bantuannya, hihi..Serli
yang udah punya nama keren sheam, Sherli is shei, ulan, ipit,
nova, inang, toyib si lebay dwi, realita re yang ga pernah mau
gbung lg..whehe, uda romi yg baik juga,haa, si Boi yang bersuara
merduternyataahehe, si Andre coolman Dimas yang baik
n ternyata saudaraan sm k sigit hihi, Tri alias jeck si be2k cuek,
Ade yang skrng udah puny gacoan, geni yang punya cirikhas dri
suara n bahasanyahidup mannahaha, etro yang suaranya
indah..kalo na perhatiin rada mirip ma vocalis the Rain..hihi,
bambang yang maunya dipanggil bams ajh..hehee, kadek yg
mirip si pujaan hati tmn na..hahaaaardista yang skrng jrng
ngobrol bareng, uda alias Febri yang lucu, si deni mr.com bgt deh
lo..hahai, dan temen2 semua yang ga bisa disebutin atu2, cuZ
tangan na udal pegel2 nih..hihi..miss u all
viii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul:


KINERJA KARYAWAN
(Studi Deskriptif Kualitatif Pada PT. PLN (PERSERO)
WS2JB Cabang BENGKULU)


Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini
tidak terdapat sebagian maupun keseluruhan tulisan orang lain yang saya ambil
dengan menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat yang menunjukkan
gagasan atau pendapat orang lain yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya
sendiri atau terdapat sebagian atau tulisan yang saya salin atau saya ambil dari
penulisan orang lain tanpa memberikan penjelasan maupun keterangan tentang
penulisan aslinya.
Pada skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh
kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepengetahuan saya tidak terdapat karya
atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang
secara tertulis dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Bengkulu, Februari 2010



Anna Bisma Putri


ix
Employees Performance
(Descriptive Qualitative Study of PT. PLN (PERSERO)
WS2JB Cabang BENGKULU)

By
Anna Bisma Putri
1)

Nasution, S.E., M.D.M
2)



ABSTRACT

Researcher chosen title Employees Performance" with PT. PLN ( Persero)
WS2JB Cabang Bengkulu as object to be checked, because from cutomer PLNs
perpective of employees performance still unfavourable and not yet fulfilled
satisfaction of cutomer. This research is intended to analyze employee's performance
in overall based on the perpective of head (Assistant Manager), customer and
employees. This research will be beneficial for giving information for PT. PLN
(Persero) WS2JB Cabang Bengkulu management in the effort to increase employees
performance. The method applied in this research was the descriptive qualitative,
with in-depth interview by using guidance instrument interview, internet,
documentation and with non-participant observation as data collection techniques.
Researcher try to find phenomenon which is difficult found by quantitative method.
As samplel in this research is counted 18 people.
Result of research describe that generally employees had done their duty
good enough, although there was complaine by customer. The conclusion of this
research show that employees performance had good enough, where individual
target of applying from its indicators have been executed. But, individual interest
which there is still uncommitt, especially in role interest there are some works
standard indicator, like : ability influence, developing others and also lead group
well not yet can applied by employees fully.

Keyword : performance and employees

1) Student of Management at Economics Faculty-University of Bengkulu
2) Advisor






x
KINERJA KARYAWAN
(Studi Deskriptif Kualitatif Pada PT. PLN (PERSERO)
WS2JB Cabang BENGKULU)

By
Anna Bisma Putri
1)

Nasution, S.E., M.D.M
2)


RINGKASAN

Peneliti memilih judul Kinerja Karyawan dengan PT. PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu sebagai objek yang akan diteliti, karena dari segi
perspektif pelanggan (masyarakat), kinerja karyawan PLN masih kurang baik dan
belum memenuhi kepuasan pelanggan. Untuk mengetahui apakah kinerja karyawan
PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu sudah baik atau belum, disini peneliti
akan melakukan penelitian tehadap kinerja karyawan PT. PLN (Persero) WS2J B
Cabang Bengkulu, berdasarkan perspektif pimpinan, pelanggan (masyarakat) dan
karyawan itu sendiri. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai bahan
masukan/informasi bagi pihak manajemen dan pimpinan dalam upaya peningkatan
kinerja karyawan khususnya di PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu dan
sebagai bahan perbandingan untuk penelitian sejenis.
Kinerja adalah hasil dari perbuatan/perilaku seseorang atau kelompok orang
dalam suatu perusahaan yang dapat dijelaskan melalui sistem evaluasi kerja dan
dapat dinilai oleh orang lain, dibandingkan dengan target atau standar kerja yang
telah di sepakati bersama. kinerja karyawan menunjuk pada kemampuan karyawan
dalam melaksanakan keseluruhan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Tugas-tugas tersebut biasanya berdasarkan indikator-indikator keberhasilan yang
sudah ditetapkan. Adapun indikator kinerja yang bersumber dari PT. PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu yaitu sasaran individu dan kompetensi individu yang
meliputi kompetensi inti dan kompetensi peran.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif
kualitatif, tehnik pengumpulan data dengan menggunakan media internet,
dokumentasi, dengan observasi non partisipan serta wawancara mendalam dengan
menggunakan instrumen panduan wawancara, peneliti berusaha menemukan
fenomena yang sulit diungkapkan melalui metode kuantitatif. Sebagai subjek dalam
penelitian ini adalah sebanyak 18 orang. Hasil penelitian menggambarkan secara
umum bahwa karyawan sudah melaksanakan sasaran individu dan kompetensi
individu sesuai dengan tugas dan fungsinya, meskipun masih terdapat keluhan dari
pihak pelanggan dan belum tercapai sepenuhnya kompetensi individu yang
diharapkan, dan penerapan kompetensi individu, khususnya pada kompetensi peran
belum maksimal.
xi
Kesimpulan penelitian adalah bahwa kinerja karyawan berdasarkan
perspektif pimpinan, pelanggan serta karyawan itu sendiri sudah cukup baik, dimana
pada sasaran individu penerapan dari indikator-indikatornya sudah terlaksana.
Namun, pada kompetensi individu masih ada yang belum terlaksana, terutama dalam
kompetensi peran ada beberapa indikator standar kerja seperti : kemampuan
mempengaruhi, mengembangkan orang lain serta memimpin kelompok dengan baik
belum bisa sepenuhnya diterapkan oleh karyawan. Adapun saran dari kesimpulan
hasil penelitian ini adalah agar prosedur didalam pelayanan pelanggan lebih
dipertegas dan lebih transparan dengan memberikan informasi yang jelas tentang
syarat-syarat, dan biaya yang diperlukan kepada pelanggan yang ingin melakukan
penambahan daya dan penyambungan listrik baru, dengan melakukan sosialisasi
kepada masyarakat dan meningkatkan mutu pelayanan. Selain itu bagi pelanggan,
jangan mudah percaya kepada oknum yang mengatasnamakan PLN. J ika ingin
berurusan dengan PLN, masyarakat sebagai pelanggan bisa datang langsung ke
kantor PLN ketempat bagian pelayanan. Bagi karyawan, semangat kerja harus
meningkat, peduli kepada lingkungan kerja, selalu percaya terhadap kemampuan diri
sendiri dan bekerja dengan berorientasi kepada kepuasan pelanggan serta bekerja
dengan jujur demi untuk kebaikan diri sendiri maupun kebaikan perusahaan PT. PLN
(Persero) WS2J B Cabang Bengkulu kedepannya.

Kata Kunci : Karyawan dan Kinerja

1) Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu
2) Dosen Pembimbing












xii
KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah, penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT, berkat
rahmat dan karunia-Nya jualah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul
Kinerja Karyawan (Studi Deskriptif Kualitatif pada PT. PLN (Persero) WS2J B
Cabang Bengkulu). Skripsi ini dibuat dalam rangka memenuhi persyaratan untuk
mendapatkan gelar sarjana pada Program Regular Strata Satu Fakultas Ekonomi
Universitas Bengkulu.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak
memberikan bantuan dalam penyelesaian skripsi ini, terutama kepada:
1. Bapak Nasution, S.E., M.D.M., selaku dosen pembimbing utama dalam
penulisan skripsi ini, berkat bimbingan, dorongan, arahan, petunjuk dan
kesabaran yang tak habisnya kepada penulis serta berbagai bantuan,
sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan akhirnya.
2. Pimpinan dan segenap karyawan PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang
Bengkulu yang telah membantu penyelesaian skripsi ini.
3. Bapak Sri Adji Prabawa, S.E, M.E., selaku Pembimbing Akademik dan
sebagai Ketua J urusaan Manajemen Program Reguler Strata Satu Fakultas
Ekonomi Universitas Bengkulu
4. Bapak Slamet Widodo, S.E, Msi. Ph.D., selaku penguji utama dalam
pengujian skripsi ini, Bapak Soengkono, M.Si., dan Ibu Trisna Murni,
xiii
M.Si., Selaku dewan penguji yang telah memberi masukan dan saran-
saran yang membantu dalam penyelesaian sikripsi ini.
5. Bapak Ridwan Nurazi, S.E., M.Sc.Ph.D., sebagai Dekan Fakultas
Ekonomi Universitas Bengkulu.
6. Segenap Bapak/Ibu dosen (staf pengajar) dan seluruh staf Fakultas
Ekonomi Universitas Bengkulu
7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini
Akhirnya penulis mengucapkan mohon maaf atas segala kekurangan dan
kelemahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Harapan penulis
semoga skripsi ini mendatangkan manfaat bagi kita semua, aamiin ya rabbal alamin.


Bengkulu, Februari 2010


Anna Bisma Putri









xiv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI............................... ii
HALAMAN PENGESAHAN...... ........................... iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN... ........................... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI..... ........................... vi
ABSTRACT...... ........................... vii
RINGKASAN PENELITIAN.. .......................... viii
KATA PENGANTAR.. ........................... x
DAFTAR ISI..... ........................... xii
DAFTAR TABEL..... .......................... xiv
DAFTAR GAMBAR.... ........................... xv
DAFTAR LAMPIRAN.... ........................... xvi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 4
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................ 4
1.4 Manfaat Penelitian ...................................................................... 4
1.5 Ruang Lingkup Penelitian ........................................................... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kinerja ......................................................................................... 6
2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja ................................ 8
2.3 Indikator Kinerja ......................................................................... 9
2.4 Penelitian Terdahulu ................................................................... 11
2.5 Kerangka Analisis ....................................................................... 13

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 J enis Penelitian ............................................................................ 14
3.2 Subjek Penelitian ......................................................................... 15
3.3 Definisi Operasional ................................................................... 16
3.4 Tekhnik Pengumpulan Data ........................................................ 19
1. Observasi .............................................................................. 19
2. Wawancara ........................................................................... 21
3. Dokumentasi ........................................................................ 22
4. Media Internet ...................................................................... 23
3.5 Tehnik Analisis Data .................................................................. 24
3.6 Rencana Pengujian Keabsahan Data .......................................... 29
xv
1. Kredibilitas/ derajat kepercayaan ............................................ 29
2. Transferabilitas ........................................................................ 31
3. Dependability .......................................................................... 31
4. Konfirmabilitas ....................................................................... 31

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian ........................................................................... 33
4.1.1 Gambaran Umum dan Sejarah Perkembangan Lokasi
Penelitian .......................................................................... 33
4.1.2 Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang
Bengkulu ............................................................................ 38
4.1.3 Visi dan Misi PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang
Bengkulu ............................................................................ 41
4.2 Deskripsi Data Penelitian ............................................................ 41
A. Sasaran Individu ................................................................ 41
Pembahasan ....................................................................... 55
B. Kompetensi Individu ......................................................... 56
Pembahasan ...................................................................... 74
4.3 Implikasi Penelitin ...................................................................... 106

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ................................................................................. 108
5.2 Saran ............................................................................................. 109

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN














xvi
DAFTAR TABEL


Tabel Halaman

Tabel 3.2. 1 Penentuan Subjek Penelitian ............................................................ 18

Tabel 4. 2. 1 Deskripsi Data Penelitian (A. Sasaran Individu) ............................. 43

Tabel 4. 2. 1 Deskripsi Data Penelitian (B. Kompetensi Individu, kompetensi
inti).................................. ................................................................. 57

Tabel4. 2. 1 Deskripsi Data Penelitian (B. Kompetensi Individu, kompetensi
peran) ............................................................................................... 79




























xvii
DAFTAR GAMBAR


Halaman

Gambar 2.5 Kerangka Analisis ....................................................................... 15
Gambar 4.1.2 Struktur Organisasi ..................................................................... 38




























xviii
DAFTAR LAMPIRAN


Lampiran

Lampiran 1 Surat Izin Penelitian .........................................................................

Lampiran 2 Surat Keterangan praPenelitian .......................................................

Lampiran 3 Surat Keterangan telah selesai Melakukan Penelitian .....................

Lampiran 4 Surat Keterangan Telah Melakukan Membercheck .........................

Lampiran 5 Instrumen Panduan Wawancara .......................................................

Lampiran 6 Hasil Wawancara .............................................................................

Lampiran 7 Panduan Observasi ...........................................................................

Lampiran 8 Hasil Observasi ................................................................................

Lampiran 9 Foto Dokumentasi ............................................................................

















1
BAB 1
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Masalah sumber daya manusia masih menjadi sorotan dan tumpuan bagi
perusahaan untuk tetap dapat bertahan di era globalisasi. Sumber daya manusia
mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan perusahaan. Walaupun didukung
dengan sarana dan prasarana serta sumber dana yang berlebihan, tetapi tanpa
dukungan sumber daya manusia yang handal kegiatan perusahaan tidak akan
terselesaikan dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia
merupakan kunci pokok yang harus diperhatikan dengan segala kebutuhannya.
Sebagai kunci pokok, sumber daya manusia akan menentukan keberhasilan
pelaksanaan kegiatan perusahaan. Tuntutan perusahaan untuk memperoleh,
mengembangkan dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas
semakin mendesak sesuai dengan dinamika lingkungan yang selalu berubah.
Perubahan dan peningkatan peran fungsi sumber daya manusia sangat esensial
untuk mendukung keberhasilan organisasi.
Sumber daya manusia sebagai penggerak organisasi banyak dipengaruhi
oleh perilaku para pesertanya (partisipannya) atau aktornya. Keikutsertaan sumber
daya manusia dalam organisasi diatur dengan adanya pemberian wewenang dan
tanggung jawab. Merumuskan wewenang dan tanggung jawab yang harus dicapai
karyawan dengan standar atau tolak ukur yang telah ditetapkan dan disepakati
oleh karyawan dan atasan. Karyawan bersama atasan masing-masing dapat
menetapkan sasaran kerja dan standar kinerja yang harus dicapai serta menilai
2
hasil-hasil yang sebenarnya dicapai pada akhir kurun waktu tertentu. Peningkatan
kinerja karyawan secara perorangan akan mendorong kinerja sumbar daya
manusia secara keseluruhan.
Zweig dalam Prawirosentono (1999), menyatakan bahwa penilaian kinerja
adalah proses penilaian hasil kerja yang akan digunakan oleh pihak manajemen
untuk memberi informasi kepada para karyawan secara individual, tentang mutu
hasil pekerjaannya dipandang dari sudut kepentingan perusahaan. Dalam hal ini,
seorang karyawan harus diberitahu tentang hasil pekerjaannya, dalam arti baik,
sedang atau kurang. Karyawan akan terdorong untuk berperilaku baik atau
memperbaiki serta mengikis kinerja (prestasi) dibawah standar. Sumber daya
manusia yang berbakat, berkualitas, bermotivasi tinggi dan mau bekerja sama
dalam team akan menjadi kunci keberhasialn organisasi. Karena itu pimpinan
harus dapat menetapkan sasaran kerja yang akan menghasilkan karyawan yang
berkualitas tinggi, bermotivasi tinggi dan produktif.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan salah satu Badan Umum
Milik Negara (BUMN) yang mempunyai fungsi memberikan jasa kelistrikan,
yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, sama
halnya dengan PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu. Motto PT. PLN
(Persero) adalah "LISTRIK untuk Kehidupan yang Lebih Baik". Adapun misinya
adalah menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi
pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham. Kedua,
menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan
masyarakat. Ketiga, mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong
3
kegiatan ekonomi. Keempat, menjadikan kegiatan usaha yang berwawasan
lingkungan. Sedangkan Visi PT. PLN (Persero) Cabang Bengkulu adalah diakui
sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya
dengan bertumpu pada potensi insani. Untuk menjadi perusahan kelas dunia yang
terus berkembang, tentunya dibutuhkan sumber daya manusia yang baik. Salah
satu indikator dari sumber daya manusia adalah kinerja, dengan kinerja yang baik
maka perusahan pun akan baik juga dan mudah berkembang. Untuk itu perlu
dilakukan penilaian kinerja. Sistem penilaian kinerja yang digunakan PT. PLN
(Persero) WS2J B Cabang Bengkulu adalah sistem unjuk kinerja pegawai, yang
dinilai oleh atasan PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu.
Disini peneliti memilih judul Kinerja Karyawan dengan PT. PLN
(Persero) WS2J B Cabang Bengkulu sebagai objek yang akan diteliti, karena dari
segi perspektif pelanggan (masyarakat), kinerja karyawan PLN masih kurang baik
dan belum memenuhi kepuasan pelanggan. Dimana masih terdapat keluhan dari
pelanggan terhadap pelayanan PLN sebagai perusahaan penyedia jasa listrik satu-
satunya. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang pelanggan/masyarakat yang
menyatakan bahwa :
Karyawan PLN masih belum bisa sepenuhnya memberikan pelayanan
yang baik untuk masyarakat, yang saya rasakan. Dimana karyawan masih
mementingkan hubungan kekeluargaan dalam menanggapi/memperbaiki
kerusakan dan gangguan listrik. Selain itu, sering terjadinya kesalahan
didalam pencatatan meter yang mengakibatkan tagihan rekening
meningkat. Itu dialami oleh saudara saya sendiri




4
Selain itu, ada juga keluhan yang diungkapkan oleh Tn. IN salah satu pemilik
usaha di kota Bengkulu ini, ia menyatakan bahwa :
Kinerja karyawan standarla..idak bisa dikatakan bagus, seperti misalnya
waktu kami mau buka usaha dan naikan daya. Alasan orang itu bermacam-
macam, seperti trafo penuh. Tapi kami ada orang dalam, dia semua yang
ngurus, semua bisa diatur. Cak itu galo rato2...karyawan lain jugo...yo
standar orang Indonesia la, ada uang, lancar, dan jugo kami sebenarnya
kurang setuju dengan ditetapkan tarif bersinar untuk kalangan bisnis
perumahan, yang menetapkan setiap bulannya pakai tidak pakai harus bayar
Rp.1.300.000/bulan. Sedangkan kalo kami perkirakan, kami cuma memakai
tidak lebih dari delapan ratus ribu, usaha kami masih sangat kecil dan baru,
seharusnya tidak disamakan, kami keberatan dengan peraturan baru itu saja

Untuk mengetahui apakah kinerja karyawan PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang
Bengkulu sudah baik atau belum, disini peneliti akan melakukan penelitian
tehadap kinerja karyawan PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu,
berdasarkan perspektif pimpinan, pelanggan (masyarakat) dan karyawan itu
sendiri.











5
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan beberapa pokok permasalahan yang berhasil diidentifikasi,
maka perumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimanakah Kinerja Karyawan dari kriteria indikator Sasaran Individu
berdasarkan perspektif pimpinan, pelanggan dan karyawan itu sendiri pada PT.
PLN (Persero) WS2JB Cabang Bengkulu ?
2. Bagaimanakah Kinerja Karyawan dari kriteria indikator Kompetensi Individu
berdasarkan perspektif pimpinan, pelanggan dan karyawan itu sendiri pada PT.
PLN (Persero) WS2JB Cabang Bengkulu ?

1.3 Ruang Lingkup Penelitian
Agar tidak terjadi penyimpangan maka penelitian ini hanya difokuskan
pada permasalahan bagaimanakah kinerja karyawan bagian Tehnik, Distribusi,
Pengukuran dan Proteksi, dan bagian Pemasaran yang berhubungan langsung
dengan pelanggan (berdasarkan perspektif pimpinan, konsumen/pelanggan
industri dan karyawan itu sendiri) di PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang
Bengkulu.






6
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan :
1. Kinerja karyawan dari kriteria indikator Sasaran Individu berdasarkan
perspektif pimpinan, pelanggan dan karyawan itu sendiri pada PT. PLN
(Persero) WS2JB Cabang Bengkulu ?
2. Kinerja karyawan dari kriteria indikator Kompetensi Individu berdasarkan
perspektif pimpinan, pelanggan dan karyawan itu sendiri pada PT. PLN
(Persero) WS2JB Cabang Bengkulu ?

1.5 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk:
1. Dapat dijadikan sebagai masukan/informasi yang positif bagi pimpinan dalam
upaya peningkatan kinerja karyawan khususnya di PT. PLN (Persero) WS2J B
Cabang Bengkulu
2. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan/perbandingan untuk
penelitian sejenis.







7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA


2.1 Kinerja
Kinerja merupakan penampilan hasil kerja pegawai baik secara kuantitas
maupun kualitas. Kinerja dapat berupa penampilan kerja perorangan maupun
kelompok (Ilyas, 1999). Kinerja organisasi merupakan hasil interaksi yang
kompleks dan agregasi kinerja sejumlah individu dalam organisasi. Menurut
Waldman (1994) dalam Itsnasahma (blogspot : 2008), Kinerja merupakan
gabungan perilaku dengan prestasi dari apa yang diharapkan dan pilihannya atau
bagian syarat-syarat tugas yang ada pada masing-masing individu dalam
organisasi. Sedangkan menurut Mangkunegara (2000), mengatakan bahwa istilah
kinerja berasal dari job performance atau actual performance yaitu unjuk
kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang dalam
melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Menurut Robbin (1996), menyatakan bahwa kinerja merupakan perilaku
kerja yang ditampakkan oleh orang-orang yang terlibat dalam suatu perusahaan
dan dapat dijelaskan melalui sistem evaluasi kerja atau performance appraisal.
Sedangkan menurut Stolovitch dan keeps (1992) dalam Rivai dan Fawzi (2005),
Kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk pada tindakan
pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta.
Menurut Donnelly, Gibson dan Ivancevich (1994) dalam Rivai dan Fawzi
(2005), Menyatakan kinerja merupakan tingkat keberhasilan dalam melaksanakan
tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kinerja
8
dinyatakan baik dan sukses, jika tujuan yang di inginkan dapat tercapai dengan
baik. Cascio (1995) dalam Itsnasahma (blogspot : 2008), mengatakan bahwa
kinerja merupakan prestasi karyawan dari tugas-tugasnya yang telah
ditetapkannya. Menurut Artoyo (1996) dalam Itsnasahma (blogspot : 2008),
Kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan dan kemampuan
kerja. Sedangkan menurut Huat dan Torrington (1998) dalam Itsnasahma
(blogspot : 2008), Performance is ones ability to do job maybe anchanced by an
understanding of way changes are needed. Dijelaskan bahwa Kinerja adalah
kemampuan yang dimiliki seseorang dalam melakukan pekerjaan dengan
menekankan pada peningkatan kualitas dan pemahaman dari perubahan yang
dibutuhkan.
Menurut Prawirosentono (1999), Kinerja adalah hasil kerja yang dapat
dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan
wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai
tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai
dengan moral dan etika. Selanjutnya, menurut Bernardin dan Russel dalam
Moeljono (2003) menyatakan bahwa kinerja merupakan hasil keluaran yang
dihasilkan pada fungsi atau aktifitas kerja tertentu selama periode tertentu. Hal ini
indentik dengan hasil upaya dalam menjalankan tugas. Dijelaskan juga dalam
buku MSDM untuk Perusahaan, Rivai (2000), Kinerja merupakan suatu fungsi
dari motivasi dan kemampuan, ia juga menjelaskan bahwa kinerja merupakan
perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang
dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya didalam perusahaan.
9
Masih dalam Itsnasahma (blogspot : 2008), Heidjarachman (1996)
menyatakan bahwa kinerja karyawan adalah kesuksesan seseorang dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam bekerja, sedangkan menurut
Simamora (1997) menyatakan bahwa kinerja karyawan adalah tingkat dari para
karyawan dalam mencapai persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh
perusahaan.
Sentono (1999) dalam Itsnasahma (blogspot : 2008), menyebutkan
mengenai dimensi kinerja. Menurutnya Kinerja meliputi hasil keterampilan,
prestasi dan sikap dari manusia. Sikap seseorang dapat termasuk didalamnya yaitu
integritas, loyalitas, kepribadian, ketaatan. Masih dalam sumber yang sama,
Sedermayanti (2000) mengemukakan bahwa kinerja individu itu adalah
bagaimana seseorang melakukan pekerjaannya atau unjuk kerja.
Menurut Cokroaminoto (2007), pengertian kinerja karyawan menunjuk
pada kemampuan karyawan dalam melaksanakan keseluruhan tugas-tugasyang
menjadi tanggung jawabnya. Tugas-tugas tersebut biasanya berdasarkan
indikator-indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. Sebagai hasilnya akan
diketehui bahwa seseorang karyawan masuk dalam tingkat kerja tertentu.
Dapat diartikan bahwa kinerja adalah hasil perbuatan/perilaku seseorang
atau kelompok orang dalam suatu perusahaan yang dapat dijelaskan melalui
sistem evaluasi kerja dan dapat dinilai oleh orang lain (pimpinan, rekan sejawat,
serta oleh masyarakat yang dapat menilai) dibandingkan dengan target atau
standar kerja yang telah di sepakati bersama.

10
2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
Menurut Harvard (1992:10) dalam Koesmono, faktor penting yang dapat
mempengaruhi kinerja adalah Budaya organisasi. Dinyatakan dalam jurnal
(penelitian H. Teman Koesmono) bahwa Budaya organisasi berpanguruh terhadap
kinerja secara positif. Masih dalam hasil penelitian Koesmono, faktor yang
mempengaruhi kinerja atau berpengaruh positif terhadap kinerja, selain Budaya
organisasi adalah Motivasi dan Kepuasan kerja.
Disamping itu menurut Suyati (1995) masih dalam sumber yang sama,
faktor lain yang mempengaruhi kinerja, antara lain :
1. Motivasi, keinginan yang timbul dari dalam diri pribadi ataupun dari pihak
luar dalam upaya untuk mencapai tujuan hidupnya.
2. Disiplin kerja, disiplin kerja ini erat kaitannya dengan efektifitas dan efisiensi
pekerjaan yang dilakukan pegawai.
3. Sikap etika kerja, sikap, etika dan hubungan kerja sangat penting karena
dengan hubungan yang selaras, serasi dan seimbang antara perilaku dan
kegiatan organisasi akan meningkatan kinerja organisasi tersebut.
Menurut Atkinson, dkk (1995) sistem penilaian kinerja sebaiknya
mengandung indikator kinerja yaitu (1) memperhatikan setiap aktivitas organisasi
dan menekankan pada perspektif pelanggan, (2) menilai setiap aktivitas dengan
menggunakan alat ukur kinerja yang mengesahkan pelanggan, (3) memperhatikan
semua aspek aktivitas kinerja secara komprehensif yang mempengaruhi pelanggan
dan (4) menyediakan informasi berupa umpan balik untuk membantu anggota
organisasi mengenai permasalahan dan peluang untuk melakukan perbaikan.
11
Menurut Schuller (1999) faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah:
a. Kemampuan
b. Minat menjalankan pekerjaan
c. Peluang untuk tumbuh dan maju
d. Tujuan terdefinasikan dengan jelas
e. Kepastian tentang apa yang diharapkan
f. Umpan balik mengenai seberapa baik mereka mengerjakan tugas.

2.3 Indikator Kinerja
Adapun yang menjadi indikator dalam penelitian ini, berdasarkan sumber
dari PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu adalah:
A. Sasaran individu, meliputi:
1. ketepatan waktu dalam melaksanakan tugas yang diberikan
2. kecakapan karyawan dalam melaksanakan tugas atau perintah atasan
3. tanggungjawab terhadap penyelesaian tugas
4. penguasaan bidang tugas

B. Kompetensi individu, yang terdiri atas:
1. Kompetensi inti, meliputi aspek:
a) Integritas, memiliki integritas yang tinggi
b) Orientasi pelayanan pelanggan, mampu meningkatkan sikap layanan
yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan
12
c) Pembelajaran berkesinambungan, selalu meningkatkan rasa inigin tahu
terhadap sesuatu yang baru melalui pembelajaran yang
berkesinambungan.
d) Adaptasi, mampu beradaptasi secara efektif terhadap perubahan yang
terjadi di PLN.
e) Ketrampilan/kemampuan, memiliki keterampilan dan kemampuan
dalam bidang tugas yang diberikan.
2. Kompetiensi peran, meliputi aspek:
a) Kerjasama kelompok, kemampuan bekerja sama didalam kelompok
b) Berpikir strategis, mampu berpikir strategis dalam bertindak
c) Membangun hubungan, mampu membangun hubungan yang baik
antar-karyawan, karyawan dengan atasan, serta karyawan dengan
pelanggan (masyarakat).
d) mengembangkan orang lain, memiliki kemampuan untuk
mengembangkan karyawan/pegawai menjadi lebih baik
e) memimpin kelompok, bisa menjadi pimpinan kelompok yang baik
f) Memelihara, mampu memelihara barang Negara (peralatan kerja)






13
2.4 Penelitian Terdahulu
Hasil penelitian Syamsul Ridjal yang berjudul Analisis Kinerja
Karyawan Industri Besar di Sulawesi Selatan menyimpulkan bahwa peringkat
kinerja karyawan terbaik pada tiga industri adalah : peringkat pertama kinerja
karyawan PT. Semen Bosowa, peringkat kedua kinerja karyawan Pabrik Gula
Takalar dan peringkat ketiga kinerja karyawan PT. Semen Tonasa. Antara kinerja
karyawan Pabrik Gula Takalar dengan kinerja karyawan PT. Semen Tonasa
perberdaannya sedikit, seperti halnya pada uji contrast dinyatakan justru tidak
berbeda. Variabel imbalan, variabel jaminan sosial, variabel pendidikan, variabel
pengalaman, variable keterampilan, variabel sarana dan prasarana, variabel umur,
variable kepribadian, variabel penghargaan, variabel kepribadian, variable sikap
dan variabel moral berpengaruh terhadap kinerja. Terdapat 7 (tujuh) variabel yang
berpengaruh lemah yaitu variabel jaminan sosial, variabel sarana dan prasarana,
variabel penghargaan, variabel sikap, variable moral. Sedangkan variabel yang
berpengaruh kuat dan sangat kuat adalah variabel imbalan, variable pengalaman,
variabel umur, variabel fisik, variable kepribadian, tetapi variabel fisik
berpengaruh sangat kuat negatif.
Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Surita Waruwu yang berjudul
Analisis Prestasi Kerja Karyawan pada PT. PLN (Persero) Wilayah WS2JB
Cabang Bengkulu menjelaskan bahwa secara statistik ada pengaruh signifikan
antara variabel pendidikan (X
1
), kompensasi (X
2
), disiplin kerja (X
3
), lingkungan
kerja (X
4
), motivasi kerja (X
5
) terhadap prestasi kerja (Y). Kesimpulan dari hasil
penelitian ini adalah peningkatan prestasi kerja karyawan PT. PLN (Persero)
14
WS2J B Cabang Bengkulu, dipengaruhi oleh peingkatkan pendidikan, kompensasi,
disiplin kerja, lingkungan kerja serta peningkatkan dari motivasi karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian Syamsul Ridjal terdahulu, penelitian yang
akan dilakukan jelas sangat berbeda, dari segi judul tentunya dan objek
penelitiannya. Sedangkan dari hasi penelitian yang dilakukan oleh Surita Waruwu,
indikator yang diukur berbeda dan metode pendekatan yang dilakukan juga jelas
berbeda. Disini peneliti memilih PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
sebagai objek yang akan diteliti dengan melakukan analisis terhadap kinerja
karyawan PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu berdasarkan persepktif
pimpinan, masyarakat (pelanggan) dan karyawan itu sendiri.













15
2.5 Kerangka Analisis













Upaya Peningkatan Kinerja
Kinerja Karyawan :
1. Sasaran Individu
2. Kompetensi Individu
Perspektif
Pimpinan
Perspektif
Pelanggan
Perspektif
Karyawan
Kinerja Nyata
16
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Jenis Penelitian
Kegiatan penelitian memerlukan metode yang jelas. Ada dua metode
penelitian yakni metode kualitatif dan metode kuantitatif. Pada mulanya metode
kuantitatif dianggap memenuhi syarat sebagai metode penilaian yang baik, karena
menggunakan alat-alat atau instrumen untuk mengukur gejala-gejala tertentu dan
diolah secara statistik. Tetapi dalam perkembangannya, data yang berupa angka
dan pengolahan matematis tidak dapat menerangkan kebenaran secara
meyakinkan. Oleh sebab itu, digunakan metode kualitatif yang dianggap mampu
menerangkan gejala atau fenomena secara lengkap dan menyeluruh. Penelitian
kualitatif merupakan penelitian yang berusaha melihat kebenaran-kebenaran atau
membenarkan kebenaran, namun di dalam melihat kebenaran tersebut, tidak selalu
dapat dan cukup didapat dengan melihat sesuatu yang nyata, akan tetapi
kadangkala perlu pula melihat sesuatu yang bersifat tersembunyi, dan harus
melacaknya lebih jauh ke balik sesuatu yang nyata tersebut. Metode penelitian
kualitatif menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan dan datanya
dianalisa dengan cara non-statistik meskipun tidak selalu harus menabukan
penggunaan angka. (E:\Kupas Tuntas Metode Penelitian Kualitatif Bag. 1 CARI
ILMU ONLINE BORNEO.html)
Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat
penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleh
karena itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa
17
bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih
jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian
kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang
tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori,
untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.
Penelitian deskriptif berusaha menggambarkan suatu gejala sosial, dengan kata
lain penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah
berlangsung pada saat studi. Metode kualitatif ini memberikan informasi yang
mutakhir sehingga bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta lebih
banyak dapat diterapkan pada berbagai masalah (Husein Umar).
Mengapa penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif di
samping penjelasan diatas, juga karena apa yang ingin diungkapkan yaitu analisis
kinerja karyawan (berdasarkan perspektif pimpinan, pelanggan dan karyawan itu
sendiri) merupakan suatu fenomena yang sulit diterapkan dalam penelitian
kuantitatif.

3.2 Subjek Penelitian
Menurut Moleong (2005), Subjek penelitian adalah orang yang
dimanfaatkan untuk memberikan informasi situasi dan kondisi dalam penelitian
sesuai dengan kriteria : 1) responsif terhadap keadaan, 2) dapat menyesuaikan diri
dengan keadaan situasi pengumpulan data, 3) memanfaatkan imajinasi dan
18
kreativitas serta memandang dunia ini sebagai keutuhan, 4) mempunyai
pengetahuan yang luas, 5) mampu menjelaskan informasi dengan jelas.
Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengetahui mengenai kinerja
karyawan berdasarkan perspektif pimpinan, pelanggan dan karyawan PT. PLN itu
sendiri yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai data-data tersebut, maka
subjek penelitian ini adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2.1 Penentuan Subjek Penelitian
No Karyawan
Jumlah Subjek Penelitian
Pimpinan Karyawan Pelanggan
1. Bagian Teknik 1 orang 2 orang 2 0rang pemilik/pengelola
Usaha warnet
2 0rang Pemilik/Pengelola
Usaha potocopy dan 1
orang pemilik usaha home
industri (Roti) di kota
Bengkulu
2. Bagian Distibusi 1 orang 2 orang
3. Bagian Pengukuran
dan Proteksi
1 orang 2 orang
4. Bagian Pemasaran 1 orang 2 orang

3.3 Definisi Operasional
Adapun yang mendasari definisi operasional dalam penelitian ini adalah:
Kinerja
Menurut Cokroaminoto (2007), pengertian kinerja karyawan menunjuk
pada kemampuan karyawan dalam melaksanakan keseluruhan tugas-tugas yang
menjadi tanggung jawabnya. Tugas-tugas tersebut biasanya berdasarkan
indikator-indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. Sebagai hasilnya akan
diketehui bahwa seseorang karyawan masuk dalam tingkat kerja tertentu. Kinerja
karyawan dapat dikelompokkan ke dalam : tingkatan kinerja tinggi, sedang atau di
19
bawah target. Berangkat dari hal-hal tersebut, kinerja dimaknai sebagai
keseluruhan unjuk kerja dari seorang karyawan.
Adapun yang menjadi indikator dalam penelitian ini, berdasarkan sumber
dari PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu adalah:
A. Sasaran individu, meliputi:
1. Ketepatan waktu
Yaitu kesesuaian dalam penyelesaian tugas yang diberikan dengan
standar/target yang telah ditetapkan. Karyawan dapat menyelesaikan tugas
yang diberikan atasan tepat waktu (sesuai manajemen unjuk kerja, yakni 6
bulan) dengan hasil yang baik.
2. Kecakapan karyawan dalam melaksanakan tugas atau perintah atasan
Yaitu bagaimana karyawan menanggapi, menelaah dan melaksanakan
perintah atasan.
3. Tanggungjawab terhadap penyelesaian tugas,
Tanggung jawab yaitu tingkat suatu aktivitas diselesaikan dengan baik
pada waktu awal yang diinginkan. Dilihat dari suatu koordinasi dengan
hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas
yang lain.
4. Penguasaan bidang tugas
Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang mendalam terhadap sesuatu
(tugas/pekerjaan) yang sedang ditekuni/dijalani.


20
B. Kompetensi individu, yang terdiri atas:
1. kompetensi inti, meliputi aspek:
a) Integritas
Integritas yaitu usaha untuk menghasilkan suatu rekonsiliasi
(kecocokan) yang layak atas kepentingan-kepentingan perorangan
(individu), masyarakat, dan organisasi.
b) Orientasi pelayanan pelanggan
(Customer Service Orientation), adalah keinginan untuk membantu
atau melayani orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka. Artinya
berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan pelanggan
c) Pembelajaran berkesinambungan
Yaitu suatu proses yang dilakukan oleh individu secara terus menerus
(bertahap)/berkelanjutan untuk memperoleh suatu perubahan perilaku
yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu
itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya
d) Adaptasi
Yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan pekerjaan dan perubahaan
yang terjadi di dalam perusahaan
e) Ketrampilan/kemampuan,
Yaitu memiliki keahlian dan pengetahuan yang lebih terhadap sesuatu
(tugas/pekerjaan), selain pengetahuan umum/dasar.


21
2. Kompetiensi peran, meliputi aspek:
a) Kerjasama kelompok
Yaitu kerja secara bersama-sama sebagai suatu kesatuan. Berarti juga
mengalokasikan sumber daya yang ada ke dalam tugas-tugas tertentu,
sehingga semua lingkup pekerjaan yang akan dihadapi diatasi dengan
baik. Tergantung kepada kejelasan pembagian tugas, kemampuan dari
setiap anggota, kerjasama bisa menjadikan sebuah tugas menjadi lebih
baik/bahkan sebaliknya
b) Mempengaruhi
Yaitu daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang/benda) yang ikut
membantu watak, kepercayaan dan perbuatan seseorang untuk
melakukan sesuatu tanpa memaksa.
c) Berpikir strategis
Yaitu berfikir berdasarkan pijakan pada suatu perencanaan. Sebuah
rencana adalah sangat penting untuk keperluan evaluasi. Karena pada
evaluasi kita melakukan pembandingan antara rencana dengan hasil
yang telah dicapai.
d) Membangun hubungan
Yaitu dapat membina/menjalin hubungan yang baik dengan relasi
bisnis/rekan kerja dan atasan serta dengan masyarakat atau pelanggan.
e) Mengembangkan orang lain
Yaitu memberi semangat, motivasi agar orang tersebut (karyawan)
maju dan menjadi lebih baik.
22
f) Memimpin kelompok
Yaitu memiliki kemampuan dalam memberi semangat/mempengaruhi
kelompok (tanpa memaksa) untuk melakukan dan menyelesaikan
pekerjaan/tugas yang diberikan dengan baik.
g) Memelihara peralatan kerja
Yaitu menjaga, dan mengusahakan, serta mengolah sesuatu
(peralatan/alat) dengan sebaik-baiknya.

3.4 Tehnik Pengumpulan Data
Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data mengenai kinerja
karyawan berdasarkan persektif pimpinan, pelanggan dan perspektif karyawan itu
sendiri. Untuk memperoleh data tersebut, maka digunakan beberapa tehnik
pengumpulan data yaitu :
1. Observasi
Observasi sering juga disebut sebagai metode pengamatan. Metode observasi
adalah cara pengumpulan data dengan cara melakukan pencatatan secara
cermat dan sistematik atas gejala-gejala (fenomena) yang sedang diteliti. Ada
dua cara dalam melakukan observasi yakni observasi dengan partisipasi dan
observasi tanpa partisipasi. Observasi dengan partisipasi berarti pengamat ikut
menjadi partisipan (melibatkan peneliti sebagai peserta). Sedangkan observasi
tanpa partisipasi berarti pengamat bertindak sebagai nonpartisipan/peneliti
berada di luar (menilai dari luar tidak menjadi peserta).

23
Menurut Bungin (2007), ada beberapa bentuk observasi yang dapat digunakan
dalam penelitian kualitatif yaitu observasi partisipasi, observasi tidak
terstruktur, dan observasi kelompok tidak terstruktur. Observasi partisipasi
(participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan
untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan
dimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian
responden. Observasi tidak berstruktur adalah observasi yang dilakukan tanpa
menggunakan guide observasi, peneliti atau pengamat harus mampu
mengembangkan daya pengamatannya dalam mengamati suatu objek.
Sedangkan observasi kelompok adalah observasi yang dilakukan secara
berkelompok terhadap suatu atau beberapa objek sekaligus.

Tehnik observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik observasi
tanpa partisipasi, peneliti tidak melibatkan diri dalam pengamatan/observasi,
peneliti hanya mengamati secara sepintas pada saat tertentu (menilai dari luar
tidak menjadi peserta). Kegiatan observasi meliputi melakukan pencatatan
secara sistematik kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek yang dilihat dan
hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang
dilakukan. Pada tahap awal observasi dilakukan secara umum, peneliti
mengumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin. Tahap selanjutnya
peneliti harus melakukan observasi yang terfokus, yaitu mulai menyempitkan
data atau informasi yang diperlukan sehingga peneliti dapat menemukan pola-
24
pola perilaku dan hubungan yang terus menerus terjadi. J ika hal itu sudah
diketemukan, maka peneliti dapat menemukan tema-tema yang akan diteliti.

2. Wawancara
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara bertanya
langsung (berkomunikasi langsung) dengan responden. Dalam berwawancara
terdapat proses interaksi antara pewawancara dengan responden. Secara umum
ada dua bentuk wawancara, yaitu wawancara berstruktur dan wawancara tak
berstruktur. Wawancara berstruktur yaitu pewawancara menggunakan daftar
pertanyaan yang sudah dirumuskan dengan jelas. Dalam wawancara
berstruktur seringkali alternatif jawaban atas pertanyaan telah disediakan,
responden tinggal memilih jawaban yang paling sesuai. Sedangkan wawancara
tidak berstruktur yaitu wawancara tanpa menyiapkan daftar pertanyaan
sebelumnya. Dalam wawancara ini responden diberi kesempatan menjawab
dan mengeluarkan isi hatinya. (Soeratno dan Arsyad : 92-95)

Sedangkan menurut Patton, (1990 : 280-290) dikutip oleh Catherine Marshal,
(1995 : 80) Teknik wawancara dalam penelitian pendekatan kualitatif dibagi
menjadi tiga kategori, yaitu 1) wawancara dengan cara melakukan
pembicaraan informal (informal conversational interview), 2) wawancara
umum yang terarah (general interview guide approach), dan 3) wawancara
terbuka yang standar (standardized open-ended interview). Indriantoro dan
Supomo (1999; 152-153) mengatakan bahwa wawancara merupakan tehnik
25
pengumpulan data dalam metode survei yang menggunakan pertanyaan secara
lisan kepada subjek penelitian. Tehnik wawancara dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu melalui tatap muka (Personal atau Face-to-face Interviews) dan
melalui telpon (Telephone Interviews).

Tehnik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara
mendalam. Wawancara mendalam (indepth interview) adalah proses
memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab
sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang
diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara,
dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang
relatif lama dan wawancara dilakukan tatap muka langsung dengan responden.

Adapun responden dalam wawancara ini adalah masing-masing Pimpinan
bagian Tehnik, Distribusi, Pengukuran dan Proteksi serta bagian Pemasaran.
Karyawan masing-masing bagian yang ditetapkan sebanyak 2 0rang.
Masyarakat/pelanggan industri dengan kriteria memiliki tingkat
ketergantungan yang tinggi terhadap PLN. Disini peneliti mengambil sampel
usaha Warnet, usaha Roti dan Fotocopy dengan pemiliknya sebagai
responden.



26
3. Dokumentasi
Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk
dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat,
catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya. Sifat
utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang
kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam.
Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam, yaitu otobiografi,
surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen
pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di
website, dan lain-lain.

Kajian dokumen merupakan sarana pembantu peneliti dalam mengumpulkan
data atau informasi dengan cara membaca surat, pengumuman, iktisar rapat,
pernyataan tertulis kebijakan tertentu dan bahan-bahan tulisan lainnya. Metode
pencarian data ini sangat bermanfaat karena dapat dilakukan tanpa
mengganggu obyek atau suasana penelitian. Peneliti dengan mempelajari
dokumen-dokumen tersebut dapat mengenal budaya dan nilai-nilai yang
dianut oleh obyek yang diteliti. Penggunaan dokumen ini berkaitan dengan
apa yang disebut analisa isi. Cara menganalisa isi dokumen ialah dengan
memeriksa dokumen secara sistematik bentuk-bentuk komunikasi yang
dituangkan secara tertulis dalam bentuk dokumen secara obyektif. Pada
penelitian ini dokumen-dokumen yang peneliti perlukan adalah dokumen yang
berhubungan dengan lahan penelitian dan bersumber dari PT. PLN (Persero)
27
WS2J B Cabang Bengkulu seperti jumlah karyawan, indikator kinerja
karyawannya, dan lain-lain.

4. Media Internet
Teknologi informasi saat ini memungkinkan para peneliti melakukan
pencarian data dan informasi dengan menggunakan Internet sebagai media alat
pengumpulan data yang cepat dan mudah dilakukan. Tersedianya alat
pencarian yang canggih, server-server yang menyimpan data/informasi yang
tersebar di berbagai penjuru dunia, serta munculnya bisnis jual beli informasi
secara online akan semakin memudahkan bagi para peneliti untuk melakukan
penelitian secara online. Disini peneliti menggunakan media Internet dalam
pengumpualn data, seperti data-data perusahan (www.pln bkl.co.id) yang
dikses pada tanggal 20 April 2009 dan teori-teori yang dapat menunjang
keberhasilan penelitian.

3.5 Tehnik Analisis Data
Pada analisa data, peneliti harus mengerti terlebih dahulu tentang konsep
dasar analisa data. Analisa data adalah proses mengorganisasikan dan
mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat
ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesa kerja seperti yang disarankan oleh
data. Analisa data dalam penelitian kualitatif sudah dapat dilakukan semenjak data
diperoleh di lapangan, dari analisa data dapat diperoleh tema dan rumusan
hipotesa.
28
Dalam penelitian ini, tehnik analisis yang digunakan adalah tehnik
pengolahan data, yang meliputi tahap-tahap sebagai berikut :
1. Reduksi data dalam penelitian ini dilakukan dengan mempelajari dan
membuat abstraksi. Pada proses ini peneliti meringkas data yang diperoleh
dilapangan, yaitu dengan menghilangkan atau menghapus data/informasi yang
tidak diperlukan dalam penelitian dan yang tidak relevan, serta
menyempurnakan data yang kurang, sehingga diperoleh data yang sesuai
dengan tujuan penelitian.
2. Penyajian data merupakan proses pengumpulan informasi yang disusun
berdasar kategori atau pengelompokan-pengelompokan yang diperlukan.
3. Interpretasi data merupakan proses pemahaman makna dari serangkaian data
yang telah tersaji, dalam wujud yang tidak sekedar melihat apa yang tersurat,
namun lebih pada memahami atau menafsirkan mengenai apa yang tersirat di
dalam data yang telah disajikan.
4. Penarikan kesimpulan/verifikasi merupakan proses perumusan makna dari
hasil penelitian yang diungkapkan dengan kalimat yang singkat, padat dan
mudah dipahami serta dilakukan dengan cara berulangkali melakukan
peninjauan mengenai kebenaran dari penyimpulan itu, khususnya berkaitan
dengan relevansi dan konsistensinya terhadap judul, tujuan dan perumusan
masalah yang ada. Disini peneliti mengikuti tahap-tahap analisis data di atas
yaitu dari melakukan tahap reduksi data, penyajian data, interpretasi data
sampai tahap penarikan kesimpulan/verifikasi, sehingga memperoleh hasil
29
penelitian yang relevan sesuai dengan kenyataan yang ada serta memperoleh
hasil yang diinginkan.

3.6 Rencana Pengujian Keabsahan Data
Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa
hal, yaitu subjektivitas peneliti merupakan hal yang dominan dalam penelitian
kualitatif, alat penelitian yang diandalkan adalah wawancara dan observasi
mengandung banyak kelemahan ketika dilakukan secara terbuka dan apalagi tanpa
kontrol dan sumber data kualitatif yang kurang credible akan mempengaruhi hasil
akurasi penelitian. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa cara menentukan
keabsahan data, yaitu:
1. Kredibilitas/ derajat kepercayaan.
Apakah proses dan hasil penelitian dapat diterima atau dipercaya. Ini
dilakukan peneliti dengan cara melalui keterlibatan yang mencukupi,
kecermatan investigasi dan triangulasi sumber-sumber. Untuk menghindari
terjadinya bias yang dilakukan peneliti, maka diperlukan pengujian kesahian
data. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa apa yang diamati oleh
peneliti sesuai dengan apa yang ada dalam realitas sesungguhnya. Beberapa
kriteria dalam memperoleh tingkat kepercayaan hasil penelitian adalah lama
penelitian, observasi yang detail, triangulasi, per debriefing, analisis kasus
negatif, membandingkan dengan hasil penelitian lain, dan member check.
Disini Peneliti hanya mengambil tiga tehnik dalam cara memperoleh tingkat
kepercayaan hasil penelitian yaitu:
30
a. Pengamatan yang terus menerus, untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-
unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang
sedang diteliti, serta memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci.
Kegiatan ini dilakukan di PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu,
dengan mengamati kerja karyawan di kantor dan mewawancarai beberapa
pihak yang terkait (supervisor bagian SDM) dan juga menggali dokumen
yang berhubungan, serta mewawancarai masyarakat ditempat terpisah.
b. Triangulasi, pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu
yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap data tersebut. Untuk menguji kesahian data dalam
penelitian ini dilakukan dengan cara : 1). Triangulasi sumber, dilakukan
dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.
2). Triangulasi tehnik, dilakukan dengan cara mengecek data kepada
sumber yang sama dengan tehnik yang berbeda, yaitu data yang diperoleh
melalui tehnik wawancara/observasi, di cek lagi melalui tehnik berbeda,
seperti observasi, dokumentasi atau dengan media internet. 3). Triangulasi
Waktu, waktu sangat mempengaruhi data yang di peroleh dari tehnik
wawancara valid atau tidak. Maka dari itu, pemilihan waktu merupakan
hal yang penting dalam proses wawancara.
c. Mengadakan member check yaitu dengan menguji kemungkinan dugaan-
dugaan yang berbeda dan mengembangkan pengujian untuk mengecek
analisis, dengan mengaplikasikannya pada data, serta dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan tentang data. Disini peneliti meminta informan
31
(pemberi/sumber informasi) untuk memeriksa kembali data yang
diperoleh, rekaman wawancara dan catatan di lapangan untuk
mendapatkan komentar, tanggapan, sanggahan dan informasi tambahan.
Setelah data disepakati bersama, maka pemberi data/informan dimintai
untuk menandatangani supaya lebih otentik, selain itu juga sebagai bukti
bahwa peneliti telah melakukan membercheck (foto 2, di halaman
Lampiran).
2. Transferabilitas yaitu apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan pada situasi
yang lain. Tehnik ini dilakukan dimana peneliti berupaya mendeskripsikan
setting secara utuh dan selengkap mungkin sehingga meperbesar kekuatan
peluang keakuratan penelitian.
3. Dependability yaitu apakah hasil penelitian mengacu pada kekonsistenan
peneliti dalam mengumpulkan data, membentuk, dan menggunakan konsep-
konsep ketika membuat interpretasi untuk menarik kesimpulan. Menurut
Sugiono (2008), dalam penelitian kuantitatif, depenability disebut dengan
reliabilitas. Suatu penelitian yang realibel adalah apabila orang lain dapat
mengulangi/mereplikasikan proses penelitian tersebut. Dalam penelitian
kualitatif, uji depenability dilakukan dengan cara melakukan audit terhadap
keseluruhan proses penelitian. Dalam penelitian ini tim pembimbing secara
tidak langsung berfungsi sebagai pengecek tentang seluruh jalannya penelitian
sejak awal hingga akhir.
4. Konfirmabilitas yaitu apakah hasil penelitian dapat dibuktikan kebenarannya
dimana hasil penelitian sesuai dengan data yang dikumpulkan dan
32
dicantumkan dalam laporan lapangan. Hal ini dilakukan dengan
membicarakan hasil penelitian dengan orang yang tidak ikut dan tidak
berkepentingan dalam penelitian dengan tujuan agar hasil dapat lebih objektif.
Untuk memperoleh konfirmabilitas penelitian yang dilakukan oleh peneliti
adalah melakukan membercheck dan melalui audit hasil yang dilakukan oleh
tim pembimbing.

















33
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



4.1 Hasil Penelitian
Pada bab ini dipaparkan berbagai hal yang menyangkut temuan dalam
penelitian. Sub bab pertama merupakan paparan mengenai gambaran umum lokasi
penelitian yang mencakup sejarah singkat PT. PLN (Persero) WS2JB Cabang
Bengkulu, Visi dan Misi organisasi, jumlah karyawan, serta tugas-tugas karyawan
di masing-masing bagian yang diteliti, yakni : bagian Tehnik (Pembangkitan),
bagian Distribusi, Pengukuran dan Proteksi, serta bagian Pemasaran. Pada sub bab
kedua merupakan paparan mengenai kinerja karyawan berdasarkan perspektif
pimpinan, pelanggan dan karyawan itu sendiri, yang meliputi : Sasararn individu
dan Kompetensi individu, yang dilengkapi dengan pembahasan langsung.

4.1.1 Gambaran Umum dan sejarah Perkembangan Lokasi Penelitian
PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau sering disebut PLN
merupakan salah satu perusahaan andalan pemerintah dibidang jasa kelistrikan.
Sebagai badan usaha milik pemerintah, PLN diharapkan dapat mensejahterakan
masyarakat dibidang pemanfaatan tenaga kelistrikan. Begitu juga halnya dengan
PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatra Selatan, J ambi dan Bengkulu, perusahaan
yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di
daerah Bengkulu khususnya ini, berfungsi sebagai penyedia jasa kelistrikan untuk
34
masyarakat yang diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat Bengkulu
dibidang pemanfaatan tenaga kelistrikan.
Pada mulanya, Perusahaan Listrik Negara ini bukan merupakan
perusahaan milik pemerintah Indonesia, melainkan milik perusahaan Belanda dan
digunakan untuk keperluan sendiri. Ketenagalistrikan di Indonesia ini dimulai
pada akhir abad ke-19, pada saat beberapa perusahaan Belanda, antara lain pabrik
gula dan pabrik teh medirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri.
Ketenagalistrikan untuk pemanfaatan umum mulai ada pada saat perusahaan
swasta Belanda, yaitu NV. NIGN, yang semula bergerak dibidang gas,
memperluas usahanya dibidang penyediaan tenaga listrik untuk pemanfaatan
umum. Pada tahun 1927 Pemerintah Belanda membentuk Lands Waterkracht
Bedrijven (LWB), yaitu perusahaan listrik negara yang mengelola PLTA
Plengan, PLTA Lumajang, PLTA Bengkok Dago, PLTA Ubruk dan Kracak di
J awa Barat, PLTA Giringan di Madiun, PLTA Tes di Bengkulu, PLTA Tonsea
Lama di Sulawesi Utara dan PLTU di J akarta. Untuk Propinsi Bengkulu pertama
kali mulai direncanakan dengan usaha untuk membangun pusat listrik tenaga air
yang digunakan untuk kepentingan tambang emas di Muara Aman. Pada saat itu,
Perusahaan Listrik di Bengkulu diberi nama OGEM (Onderway Gas Elektrik
Maschapay). Hal ini berlangsung hingga negara Indonesia merdeka pada tahun
1945, namun setelah tiga tahun Indonesia merdeka sebagian masih dikuasai oleh
pemerintah Belanda. Selama pemerintahan Belanda, pada tahun 1949 OGEM
habis dihancurkan sebagai akibat terjadinya agresi militer Belanda.
35
Akibat terjadinya Agresi Militer Belanda I dan II, sebagian besar
perusahaan-perusahaan Listrik dikuasai kembali oleh pemerintah Belanda atau
pemiliknya semula. Pegawai-pegawai yang tidak mau bekerjasama kemudian
mengungsi dan menggabungkan diri dengan kantor-kantor J awatan Listrik dan
Gas di daerah-daerah Republik Indonesia yang bukan pendudukan Belanda, untuk
meneruskan perjuangan. Selanjutnya, dikeluarkan keputusan Presiden RI nomor
163 tanggal 3 Oktober 1953 tentang Nasionalisasi Perusahaan Listrik milik
bangsa asing di Indonesia bahwa waktu konsesinya sudah habis.
Sejalan dengan meningkatnya perjuangan bangsa Indonesia untuk
membebaskan Irian J aya dari cengkraman Belanda, maka dikeluarkan Undang-
undang Nomor 86 tahun 1958 tanggal 27 Desember 1958 tentang Nasionalisasi
semua perusahaan Belanda dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1958
Nasionalisasi Perusahaan Listrik dan Gas milik Belanda. Berdasarkan Undang-
undang tersebut, maka perusahaan Listrik Belanda berada ditangan bangsa
Indonesia. Sejarah ketenagalistrikan di Indonesia mengalami pasang surut sejalan
dengan pasang surutnya perjuangan bangsa Indonesia. Tanggal 27 Oktober 1945
kemudian dikenal sebagai hari Listrik dan Gas. Hari tersebut pertama kali
diperingati pada tanggal 27 Oktober 1946, bertempat di Gedung Badan Pekerja
Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP) Yogyakarta.
Ditengah dinamika kepemerintahan ketika itu, PLN ditempatkan dibawah
Direktorat J endral Tenaga dan Listrik di lingkungan Departemen Perindustrian
Dasar Ringan dan Tenaga (DEPPDARIGA). Dimasa ini, akhirnya PLN ditetapkan
menjadi perusahaan umum dengan tugas-tugas : mengatur, membina, mengawasi
36
dan melaksanakan perencaan umum di bidang kelistrikan Nasional, disamping
tugas-tugas juga sebagai perusahaan yang mengedepankan komersilisasinya.
Untuk menghadapi tantangan selanjutannya, PLN yang tadinya berbentuk
perusahaan umum pada tahun 1994, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23
berubah menjadi Perusahaan Perseroan PT. PLN (Persero). Begitu juga di kota
Bengkulu, Perusahaan Umum Listrik Negara Cabang Bengkulu yang semula
termasuk perusahaan listrik tipe C, kemudian berangsur-angsur naik menjadi B
dan setelah mengalami perluasan organisasi serta peningkatan kualifikasi berhasil
naik menjadi tipe A. Berdasarkan keputusan Direksi Perum Listrik Negara,
dengan dikeluarkannya PP Nomor 23 Tahun 1994 tanggal 16 J uni 1994 dan Akte
Notaris Sutjibto, SH No.169 tanggal 30 J uli 1994, maka perusahaan Umum
Listrik Negara resmi menjadi PT. Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero). PT.
PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu ini sekarang telah memiliki 241
karyawan yang tersebar di seluruh daerah kota Bengkulu, antara lain : rayon Nusa
Indah, Rayon Teluk Segara serta beberapa ranting yang berada di setiap
kabupaten didaerah kota Bengkulu ini.

4.1.2 Struktur Organisasi
Struktur Organisasi sangatlah penting bagi perusahaan atau suatu
organisasi, karena dengan adanya stuktur organisasi bisa memperlihatkan dengan
jelas kedudukan seseorang/karyawan di dalam organisasi tersebut. Sehingga setiap
karyawan yang bersangkutan dapat mengetahui dengan jelas fungsi dan tugas
mereka, dengan demikian tidak akan terjadi penumpukan wewenang dan
37
tanggung jawab pada orang-orang tertentu saja, akan tetapi wewenang itu dibagi
secara merata dan sesuai bidang dan kemampuannya masing-masing.
Adapun bagan dan struktur organisasi PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang
Bengkulu adalah sebagai berikut :














38

Struktur Organisasi
PT. PLN (Persero) WS2JB Cabang Bengkulu

Manajer Cabang Bengkulu




Senior specialist/analyst Senior OFFICER/OFFICER Senior Engineer /Engineer Engineer/Assistant Engineer Analyst/Assistant Analyst Analyst/Ass.Analyst
KINERJ A UNIT ADMINISTRASI KONTRAK LINGKUNGAN Pengendalian Account Execekutive HUKUM



Asisten Manajer Asisten Manajer Asisten Manajer Asisten Manajer Asisten Manajer Asisten Manajer
Tehnik Distribusi Pengukuran & Proteksi Pemasaran Keuangan SDM & Administrasi

Supervisor Supervisor Supervisor Supervisor
OPHAR Pembangkitan Operasi Distribusi Proteksi Supervisor Supervisor Pengndalian
Strategi Pemasaran Penagihan Angg & Keu Suprvisor
Supervisor Supervisor SDM
Pemeliharaan Distribusi APP & Peneraan
Karyawan- karyawan Supervisor Supervisor Supervisor
Bagian Tehnik Supervisor Supervisor TU Lapangan Pengolahan Data Akuntansi
SCADA & Telekomunikasi Metering Supervisor
Supervisor Sekrtariat
Supervisor Supervisor Pengwsn Pendptn
Sistem Cater Sistem TI


Sumber : PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu Supervisor
Tahun : 2008 Logistik.

Rayon- rayon
Ranting-Ranting
39
Adapun jumlah karyawan yang bekerja di perusahaan ini sejumlah 241
orang, yang tersebar luas di wilayah kota Bengkulu. Setiap karyawan mempunyai
tugas dan tanggung jawab masing-masing di bidang kerjanya atau posisi
jabatannya di perusahaan. Perusahaan Listrik Negara (PLN) cabang Bengkulu ini
di pimpin oleh seorang Manajer, dan di bantu oleh beberapa orang pimpinan yakni
Asisten Manajer di setiap bidang ; bidang Keuangan, SDM, Tehnik, Distribusi,
Pengukuran dan Proteksi, serta bagian Pemasaran. Berikut adalah tugas-tugas
karyawan di setiap bidang, antara lain :
a. Bagian Keuangan
Melaksanakan penyiapan rencana kerja dan anggaran serta melaksanakan
pengelolaan dana dan daur kas.
Melaksanakan pencatatan semua transaksi dan persediaan barang
Melaksanakan pemantauan anggaran belanjaan dan pendapatan cabang,
pengurusan assuransi dan pencatatan pajak perusahaan.

b. Bagian SDM
Melaksanakan kegiatan perencanaan pengurusan Sumber Daya Manusia
Melaksanakan tata usaha kesekretariatan dan pengurusan rumah tangga
serta keamanan lingkungan kerja




40
c. Bagian Tehnik
Mengevaluasi seluruh mesin pembangkit
Memperbaiki bagian mesin pada seluruh pembangkit
Merencanakan pemeliharaan mesin pembangkit.

d. Bagian Distribusi
Memonitor kegiatan yang meliputi pasokan listrik
Pemeliharaan jaringan distribusi (tegangan tinggi, rendah , rumah)
Pemeliharaan gardu listrik
Kehandalan sistem, ex : menjaga agar tidak terjadi gangguan, peralatan
Membuat laporan setiap sebulan sekali, ex :masalah gangguan, trafo, dll

e. Bagian Pengukuran dan Proteksi
Menjaga keamanan sistem dan pengaturan proteksi.
Memonitor pemakaian KWH, ex : untuk pabrik 15/hari
Pemeliharaan peralatan listrik dan perlatan ukur.

f. Bagian Pemasaran
Memasarkan listrik kepada pelanggan secara selektif
Mengawas dan mengevaluasi setiap pembayaran rekening listrik
Memberikan pelayanan kepada pelanggan semaksimal mungkin
Melaksanakan TDL (Tarif Dasar Listrik) secara seukuran.

41
4.1.3 Visi dan Misi PT.PLN (Persero) WS2JB cabang Bengkulu
Visi PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu adalah diakui sebagai
perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya dengan
bertumpu pada potensi insani.
Adapun Misi PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu adalah :
1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada
keputusan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat.
3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
4. Menjadikan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

4.2 Deskripsi Data Penelitian
A. Sasaran Individu
Dalam melakukan wawancara dengan perspektif pimpinan, peneliti
melakukan wawancara dengan pimpinan di masing-masing bagian sebanyak
empat orang, yakni : Assman (Asisten Manajer) bagian Tehnik (Pembangkitan),
Assman Distribusi, Assman Pengukuran dan Proteksi, dan Assman bagian
Pemasaran.
Begitu juga dengan perspektif karyawan, disini peneliti melakukan
wawancara dengan 2 orang karyawan di masing-masing bidang, yakni : 2 orang
karyawan bagian Tehnik (Pembangkitan), 2 orang karyawan Distribusi, 2 orang
karyawan Pengukuran dan Proteksi, dan 2 orang karyawan bagian Pemasaran.
42
Peneliti juga melakukan wawancara dengan perspektif pelanggan, dengan
pernyataan yang sama. Bagaimanakah ketepatan waktu, kecakapan kerja ,
tanggung jawab, serta penguasaan bidang tugas karyawan PT.PLN bagian tehnik
ini, berikut petikan hasil wawancaranya, dalam bentuk tabel :



















43
Tabel 4.2.1 Kriteria Sasaran Individu 36
No

Indikator Perspektif Pimpinan Perspektif Pelanggan Perspektif Karyawan Hasil Observasi
1 Sasaran Individu :
Ketepatan waktu

Bagian Tehnik :
Menurut saya, ketepatan
watu disini lebih difokuskan
kepada penyelesaian tugas
karyawan. Disini karyawan
dituntut harus bisa
menyelesaikan
tugas/pekerjaan yang
diberikan tepat waktu,
sedangkan ketepatan waktu
dalam hal masuk kantor tidak
begitu diperhatikan di bagian
pembangkit (tehnik) ini
karena kami orang lapangan,
kami berusaha dan harus bisa
menyelesaikan
tugas/pekerjaan sesuai
dengan target yang
diharapkan. Kalau karyawan
saya, sejauh ini belum ada
yang terlambat atau melewati
batas waktu dalam
menyelesaikan tugas,
semuanya bisa dan harus
selesai tepat waktu, kalo
tidak berarti siap di geser
Pernyataan Tn. Rk :
Saya rasa
karyawan
kantoran, seperti
PLN. Pasti datang
tepat waktu. Kan
ada absennya,
pekerjaanpun juga
begitu. Semua kan
ada penilaiannya
dari atasan, yang
berdampak bagi
karyawan itu
sendiri. Begitu
juga dengan
tanggung jawab.
Kalo soal
kecakapan n
penguasaan
dibidangnya, juga
saya rasa cukup
baik ya, kalo
kesalahan-
kesalahan...ya
biasa, mungkin
karena ada
Bagian Tehnik :
1 : Saya dan karyawan disini
datang tepat waktu, jika
terlambat atau tidak masuk,
kami selalu memberi kabar,
harus ada keterangan, kalo
ketepatan didalam
menyelesaikan tugas atau
pekerjaan kantor, jawabnya
:tergantung dengan
ketersediaan spare part. Kalo
kami selalu berusaha untuk
melakukan yang terbaik,
termasuk dalam
menyelesaikan tugas kantor
2 : Karyawan disini selalu
datang tepat waktu, jika
terlambat atau tidak masuk,
itu karena ada urusan
mendadak dan kami meminta
izin, memberi kabar, dan
menyelesaikan pekerjaan
kantor dengan tepat waktu



Peneliti melakukan
pengamatan di kantor
PT. PLN (Persero)
Cabang Bengkulu ini,
pada bulan Desember
2009, sekitar pukul
(07.00 WIB).
Karyawan datang
tepat waktu, rata-rata
karyawan hadir pukul
07.30 WIB. Karyawan
yang terlambat atau
berhalangan hadir
dikarenakan suatu hal,
memberikan surat izin
atau memberi tahu
atasan via telpon.

Pada pukul 08.00-
12.00 WIB peneliti
duduk, mengamati
kerja karyawan pada
ruangan kerja salah
satu bagian. Belum
terlihat karyawan
yang dimarah atasan
44
Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Karyawan bagian distribusi
datang tepat waktu, tidak ada
yang terlambat, dan selalu
izin jika tidak masuk
kerja/berhalangan hadir.
Kalo tugas, mereka selau
mengerjakannya dan
menyelesaikan pekerjaan
tersebut tepat waktu

Bagian Distribusi :
Menurut saya, ketepatan
waktu yang dimaksud itu
adalah tepat waktu datang ke
kantor/masuk kerja dan juga
tepat waktu dalam
menyelesaikan
tugas/pekerjaan.
J adi,karyawan harus bisa
tepat waktu dalam segala hal.
Tapi kalo seluruh karyawan
di bagian ini selalu tepat
waktu. J awabanya tidak, ada
yang tepat ada juga yang
tidak. Kalo tindakan saya
paling menegur secara halus
bagi karyawan yang lalai
atau idak tepat waktu. Kalo
pegawai yang
baru belum
terampil. Yaa, ga
mungkin la benar
terus

Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...

Pernyataan Ny.Um :
Kinerja
karyawan saya
kira cukup baik,
karyawannya
ramah kalo kita
datang atau
menelpon, dan
juga waktu
membayar
rekening listrik.
Kalo keluhan
sejauh ini ga ada



Bagian Pengukuran dan Proteksi
:
1 : Kalo saya, selama bekerja
disini selalu berusaha datang
tepat waktu, kalaupun
terlambat atau tidak masuk
saya selalu memberi kabar,
menelpon teman untuk minta
diizinkan. Sama juga dengan
tugas, saya dan teman-teman
disini selalu berusaha untuk
menyelesaikan tugas dengan
sebaik-baiknya dan tepat
waktu, kalo tidak takut atasan
marah
2 : Selalu datang tepat waktu,
dan berusaha untuk tidak
terlambat, kalopun terlambat
kami izin karena semalam
piket, dan kalo tidak masuk
kami memberi kabar, kalo
tidak itu akan mempengaruhi
penilaian kinerja kami yang
dinilai oleh atasan. Begitupun
halnya dengan penyelesaian
tugas, kami selalu
mengusahakan dan harus bisa
tepat waktu


karena terlambat
menyelesaikan
pekerjaannya.

45
karyawan yang izin ada,
alasannya kalo piket, jadi
diperbolehkan datang
terlambat

Bagian Pemasaran :
Karyawan bagian
pemasaran diharuskan datang
tepat waktu, tidak hanya di
bagian pemasaran tapi juga
bagi seluruh karyawan PLN
ini. Ketepatan waktu ini
adalah salah satu indikator
penilaian kinerja karyawan
yang dilakukan oleh
pimpinan, apakah baik atau
tidak sejauh ini...karyawan
disini, khususnya bagian
pemasaran datangnya tepat
waktu, pukul 07.30 wib.
Kalaupun ada yang terlambat
(tidak tepat waktu) itu
dikarenakan adanya
halangan, dan karyawan yg
bersangkutan memberi
kabar/meminta izin dengan
menelpon rekannya/saya
sendiri selaku atasannya.
Begitu juga kalau izin tidak
masuk, harus dengan alasan
Bagian Distribusi :
1 : Ya, kita datang tepat waktu
dan selalu menyelesaiakan
tugas tepat waktu. misalnya
izin, kalo piket/lembur,
besoknya datang terlambat itu
diperbolehkan. Kalo
keterlambatan dalam
menyelesaikan tugas ada, tapi
itu bukan seutuhnya salah
dari pihak karyawan, kadang
atasan nyuruh mendadak,
besok harus selesai, seperti
misalnya :laporan seluruh
data yang ada di Bengkulu,
kami juga mengalami
kesulitan untuk
mengumpulkan yang di
ranting-ranting yang berada
di luar daerah, keterlambatan
dari sananya
2 : Saya apa seluruhnya ni, kalo
saya pribadi sih selalu datang
tepat waktu dan berusaha
menyelesaikan tugas dan
pekerjaan yang diberikan
tepat waktu. Sejauh ini kalo
telat, masuk kantor pernah,
itu tidak disengaja karena hal-
hal yang tidak diperkirakan
46
yang jelas dan benar-benar
mendesak
sebelumnya. Tapi, kalo tugas,
insyaallah selau saya kerjakan
sesuai target. Hmm, kalo
yang lain saya ga berani
komentar, saya kurang tau.
Tanya aja langsung

Bagian Pemasaran :
1 : Ya, karyawan harus
melaksanakan kontrak kerja
sesuai dengan bidang masing-
masing. Datang tepat waktu,
jam 07.30 karyawan disini
sudah datang. Karyawan
terlambat, ya..ada izinnya.
tugas dikerjakan harus selesai
tepat waktu, karena kalau
tidak, bisa kena finalti dari
atasan. Itu semacam surat
peringatan di lembar MUK
(manajemen unjuk kerja)
yang berisi penilaian kinerja
selama satu semester yang
dinilai oleh atasan langsung
2 : Saya datang tepat waktu,
kalo terlambat atau dak
masuk selalu ngasih kabar.
Pekerjaan selalu dikerjakan
dan selesai tepat waktu.
Secara keseluruhan kami
47
disini bekerja tepat waku,
baik kehadiran maupun dalam
pekerjaan
2 Kecakapan
karyawan

Bagian Tehnik :
Kalo kecakapan karyawan,
pertama masuk/sebelum
menjadi karyawan tetap
disini, mereka harus
diberikan training dan dilatih
terlebih dahulu agar
memiliki kecakapan dalam
menjalankan tugas, dan juga
karyawan diberikan
semacam buku/manual book
sebagai panduan dia
namanya Standard
Operation Procedur. J adi
karyawan melaksanakan
harus sesuai SOP itu, dan
tidak sembarangan kerja

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Karyawan menanggapi
perintah atasan dengan baik
dan langsung bisa
menyelesaikan tugas yang
diberikan dengan baik tanpa
penjelasan ulang atau
teguran dari atasan
Pernyataan Tn. Rk :
Saya rasa
karyawan
kantoran, seperti
PLN. Pasti datang
tepat waktu. Kan
ada absennya,
pekerjaanpun juga
begitu. Semua kan
ada penilaiannya
dari atasan, yang
berdampak bagi
karyawan itu
sendiri. Begitu
juga dengan
tanggung jawab.
Kalo soal
kecakapan n
penguasaan
dibidangnya, juga
saya rasa cukup
baik ya, kalo
kesalahan-
kesalahan...ya
biasa, mungkin
karena ada
pegawai yang
Bagian Tehnik :
1 : Kita...jelas patuh dan taat
kepada atasan. Apabila atasan
memberikan perintah atau
pekerjaan, ya... kita
menanggapi dan harus
menjalankan perintah tersebut
dengan sebaik-baiknya. Kalo,
kesulitan yang dihadapi
selama bekerja disini, secara
pribadi jarang saya rasakan...
2 : Kecakapan cukup baik,
dalam meanggapi perintah
atasan dan tugas selau
diselesaikan dengan hasil
yang baik

Bagian Pengukuran dan Proteksi
:
1 : Kami mampu menanggapi
dan meyelesaikan perintah
atasan dengan baik tanpa
penjelasan ulang ataupun
diperintah sampe berkali-kali
2 : Kami selalu menanggapi
apa saja yang diperintahkan
oleh atasan mengenai
Pada pukul 08.00-
12.00 WIB peneliti
duduk, mengamati
kerja karyawan pada
ruangan kerja salah
satu bagian.
Karyawan sudah
memiliki kecakapan
dalam bekerja yang
terlihat dari sikap
karyawan ketika
menerima perintah
atau tugas dari atasan
dengan
menanggapi/merespon
dengan sigap apa
yang diperintahkan
dan mengerti apa
yang harus dikerjakan
tanpa penjelasan
ulang dari atasannya
tersebut.
48
Bagian Distribusi :
Disini karyawan bisa
menanggapi dan
melaksanakan perintah
atasan dengan baik dan tanpa
penjelasan ulang

Bagian Pemasaran :
Karyawan bagian
pemasaran ini saya lihat
menanggapi perintah atasan
dengan baik, dan juga
melaksanakan dengan hasil
yg baik
baru belum
terampil. Yaa, ga
mungkin la benar
terus

Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...

Pernyataan Ny.Um :
Kinerja karyawan
saya kira cukup
baik, karyawannya
ramah kalo kita
datang atau
menelpon, dan
juga waktu
membayar
rekening listrik.
Kalo keluhan
sejauh ini ga ada
pekerjaan kantor, ya namanya
juga bawahan. Selama ini,
perintah atau tugas yang
diberikan bisa kami kerjakan
dengan baik, tanpa harus
diawasi maupun diperingati
terus-menerus. Atasan tidak
sampai menyuruh atau
menjelaskan tugas yang
diberikan dengan berulang-
ulang

Bagian Distribusi :
1 : Kita selalu mengerjakan
tugas yang diperintahkan
dengan baik, kita tidak pernah
mengeluh dengan tugas yang
diberikan karena tugas yang
diberikan sesuai dengan
kemampuan dan bidang yang
kita miliki
2 : Selalu, menanggapi perintah
atasan dengan baik dan cepat
tanggap dalam menjalankan
perinta yang diberikan dan
menyelesaikan tugas dan
pekerjaan dengan baik



49
Bagian Pemasaran :
1 : Kita sebagai karyawan harus
selalu menanggapi dan
melaksanakan tugas yang
diberikan atasan delagi itu
benar dan sesuai aturan..
2 : Saya selalu menanggapi
perintah atasan dengan baik,
komunikasi tidak sulit, dan
kerjaan yang diberikan
dikerjakan dengan baik, tanpa
penjelasan atau bertanya lagi.
Kami tau dan mengerti tugas
kami masing-masing
3 Tanggung jawab

Bagian Tehnik :
Tanggung jawab... menurut
saya, karyawan saya
bertanggung jawab dalam
menyelesaikan tugas
mereka. Setiap karyawan
saya harus !! bertanggung
jawab dengan apa yang
mereka lakukan, tidak boleh
kerja sembarangan agar
tidak terjadi hal-hal yang
berbahaya




Pernyataan Tn. Rk :
Saya rasa
karyawan
kantoran, seperti
PLN. Pasti datang
tepat waktu. Kan
ada absennya,
pekerjaanpun juga
begitu. Semua kan
ada penilaiannya
dari atasan, yang
berdampak bagi
karyawan itu
sendiri. Begitu
juga dengan
tanggung jawab.
Bagian Tehnik :
1 : Karyawan disini termasuk
juga saya, selalu bertanggung
jawab terhadap pekerjaan.
Tidak ada yang bermalas-
malasan ataupun mengabaikan
pekerjaan yang diberikan
atasan. Semua dikerjaakan
dengan semampu kita dan
sebaik mungkin
2 : Karyawan bertanggung
jawab terhadap tugas yang
diberikan, menyelesaikan
tugas dengan sebaik-baiknya


Pada pukul 08.00-
12.00 WIB peneliti
duduk, mengamati
kerja karyawan pada
ruangan kerja salah
satu bagian.
Karyawan terlihat
serius bekerja pada
jam kerja, karyawan
menaggapi perintah
atasan dan
melaksanakan tugas
yang diberikan
dengan sangat baik.
Tidak terlihat ada
karyawan yang
50
Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Karyawan selama ini selalu
bertanggung jawab dengan
tugas/pekerjaan yang
diberikan.
Contohnya karyawan bisa
mengerjakan pekerjaan
dengan tepat waktu dan
dengan hasil yang baik

Bagian Distribusi :
Karyawansaya liat
bertanggung jawab terhadap
pekerjaannya, ya meskipun
pekerjaan/tugas tidak selalu
selesai tepat waktu

Bagian Pemasaran :
Seluruh karyawan harus
bertanggung jawab dalam
setiap tugas dan
pekerjaannya, saya lihat
disini pun demikian...
Kalo soal
kecakapan n
penguasaan
dibidangnya, juga
saya rasa cukup
baik ya, kalo
kesalahan-
kesalahan...ya
biasa, mungkin
karena ada
pegawai yang
baru belum
terampil. Yaa, ga
mungkin la benar
terus

Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...

Pernyataan Ny.Um :
Kinerja karyawan
saya kira cukup
baik, karyawannya
ramah kalo kita
datang atau
Bagian Pengukuran dan Proteksi
:
1 : Kami disini juga
bertanggung jawab terhadap
tugas dan hasil yang telah
kami kerjakan...
2 : Sebagai karyawan disini,
kami harus bertanggung
jawab dengan tugas dan
pekerjaan yang diberikn
atasan, itu merupakan
kewajiban kami...

Bagian Distribusi :
1 : Bertanggung jawab, kita
selalu berusaha mengerjakan
tugas dengan sebaik-baiknya
dan tepat waktu. Kalau ada
kesulitan, teman-teman
bersedia membantu sepanjang
itu tidak menggangu
pekerjaan individunya dan ia
mampu. Semuanya saling
bantu
2 : Harus, saya harus
bertanggung jawab terhadap
pekerjaan saya, dimanapun
berada. Saya selalu berusaha
menyelesaikan tugas yang
diberikan kepada saya dengan
menggerutu atau
mengeluh terhadap
tugas/pekerjaan yang
diberikan, ini sesuai
dengan hasil
wwancara yang telah
dilakukan.
51
menelpon, dan
juga waktu
membayar
rekening listrik.
Kalo keluhan
sejauh ini ga ada
sebaik-baiknya

Bagian Pemasaran :
1 : Saya bertanggung jawab
dengan tugas dan pekerjaan
sya, begitu juga dengan
karyawan yang lain. Hasil
kerja karyawan disini, rata-
rata memuaskan karena sesuai
dengan kompetensi masing-
masing
2 : Saya selalu bertanggung
jawab terhadap kerja saya,
termasuk dengan kerja saya
dikantor. Saya berusaha
bekerja dengan sebaik-
baiknya
4 Penguasaan bidang
tugas

Bagian Tehnik :
Kalo penguasaan bidang
tugas....yaaa tentu la harus,
kita di bagian ini merupakan
inti ibarat dalam rumah
makan, kami ini adalah juru
masak yang bekerja di
bagian dapur....kami tidak
boleh salah dalam
mengerjakan tugas kami
...kalo salah terus, bisa-bisa
rugila.....jadi disini dituntut
untuk bisa bekerja dengan
Pernyataan Tn. Rk :
Saya rasa
karyawan
kantoran, seperti
PLN. Pasti datang
tepat waktu. Kan
ada absennya,
pekerjaanpun juga
begitu. Semua kan
ada penilaiannya
dari atasan, yang
berdampak bagi
karyawan itu
Bagian Tehnik :
1 : Disini karyawan bagian
tehnik ini agak dibedakan
antara tugas perempuan dan
laki-laki. Tugas laki-laki
terjun ke lapangan, seperti :
memperbaiki mesin,
mengatasi gangguan.. berat
mungkin jika yang melakukan
tugas tersebut, tidak akan
cepat selesai, jadi karyawan
ceweknya disini Cuma dua
orang, tugasnya ,ya dibagian
Pada pukul 08.00-
12.00 WIB peneliti
duduk, mengamati
kerja karyawan pada
ruangan kerja salah
satu bagian.
Terlihat ketika mereka
bekerja jarang sekali
berdiskusi atau
bertanya kepada rekan
kerja tentang
pekerjaan pribadinya,
kecuali pekerjaan
52
baik dan menguasai bidang
tugas yang diberikan

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Karyawan bisa menguasai
bidang tugas dengan baik,
dan tidak ada yang tidak
bisa. Disini karyawan bagian
distribusi harus bisa
menguasai pekerjaan mereka
masing-masing, kalo tidak,
tidak mungkin mereka bisa
jadi bagian dari PT. PLN
ini

Bagian Distribusi ;
Secara umum, karyawan
menguasai bidang tugas atau
pekerjaannya dengan sangat
baik.kalo mengeluh soal
pekerjaan,, ada yang
mengeluh ada yang
tidak.setiap orang kan punya
bobot kemampuan yang ga
sama, bisa jadi alasan ngeluh
tadi karena lagi ada
masalah, saya rasa masih
wajar. Kalo kesalahan,
jarang terjadi..karena disini
sendiri. Begitu
juga dengan
tanggung jawab.
Kalo soal
kecakapan dan
penguasaan
dibidangnya, juga
saya rasa cukup
baik ya, kalo
kesalahan-
kesalahan...ya
biasa, mungkin
karena ada
pegawai yang
baru belum
terampil. Yaa, ga
mungkin la benar
terus

Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...

Pernyataan Ny.Um :
Kinerja karyawan
saya kira cukup
laporan, pembukuan dan
tugas-tugas kantor...
2 : Karyawan secara umum
menguasai bidang tugasnya
dengan sangat baik, jarang
sekali terjadi kesalahan
didalam hasil akhir laporan
atau pekerjaan

Bagian Pengukuran dan Proteksi
:
1 : Tidak ada yang mengalami
kesulitan didalam
menyelesaikan tugas disini,
semua sudah terbiasa dengan
rutinitas dan pekerjaan kami
masing-masing. Kalopun ada,
pasti itu karyawan baru yang
masih butuh banyak
bimbingan, tapi setelah kerja
setaun, dia juga udah bisa
myelesaikan tugas dengan
baik dan tanpa tanya-tanya
lagi...
2 : Tugas dan pekerjaan yang
kami pegang saat ini, bisa
kami handel dengan baik,
kalo kesulitan yang dihadapi
pasti ada, tapi tidak banyak.
Kami berusaha mengerjakan
secara kelompok.
(bisa dilihat di
halaman lampiran,
foto 6).

53
rata-rata karyawan lama,
mereka udah terbiasa dengan
pekerjaan yang diberikan
setiap hari...

Bagian Pemasaran :
Ya...setiap karyawan yang
ingin bekerja di PLN ini
harus memiliki kemampuan
dan dilakukan training bagi
karyawan baru agar
karyawan tersebut bisa
mengetahui dan menguasai
apa-apa yang menjadi
tugasnya nanti



baik, karyawannya
ramah kalo kita
datang atau
menelpon, dan
juga waktu
membayar
rekening listrik.
Kalo keluhan
sejauh ini ga ada
tugas dan pekerjaan dengan
baik. Karena kami rasa,
atasan memberikan tugas
kepada kami, yang memang
benar-benar sesuai dengan
kemampuan dan bidang tugas
kami

Bagian Distribusi :
1 : Karyawan disini
berkompeten. Tugas yang
diberikan selalu dikerjakan
dengan baik, dan tidak pernah
mengalami kesulitan-
kesulitan besar karena ini
sudah tugas sehari-hari.
selama bertahun-tahun disini,
masa ga menguasai
juga...mustahil la...
2 : Ya, tugas yang diberikan
sesuai dengan kemampuan
dan pengetahuan saya...

Bagian Pemasaran :
1 : Ya, dilihat dari hasil kejanya
sja yang rata-rata memuaskan,
berarti karyawan disini
termasuk saya bisa menguasai
bidang tugas saat ini dengan
baik dan dengan hasil
54
memuaskan, karena sesuai
dengan kompetensi kami
masing-masing. Tidak pernah
mengeluh, atau mengalami
suatu kesulitan, kecuali
karyawan baru
2 : Disini saya menguasai
bidang tugas saya, begitu juga
dengan rekan-rekan yang lain,
tidak ada yang tidak bisa.
Kami ditempatkan disini,
karena kami dianggap mampu
untuk berada disini...
36
55
Pembahasan
A. Sasaran Individu
Berdasarkan hasil penelitian pada sasaran individu (di bagian Pembangkit,
Pengukran dan Proteksi, Distribusi, serta Pemasaran), terdapat kesamaan
persepsi/perspektif antara pimpinan, pelanggan dan karyawan itu sendiri.
Ketepatan waktu karyawan menurut pemimpin, pelanggan maupun karyawan itu
sendri secara umum sudah baik. Berdasarkan sumber dari PT. PLN (Persero)
WSJ B Cabang Bengkulu, kinerja karyawan bisa diukur dengan sasaran individu
dan kompetensi individu. Ketepatan waktu, tanggung jawab, kecakapan
karyawan, serta dapat menguasai bidang tugas dengan baik adalah salah satu ciri
dari karyawan yang memiliki kinerja yang baik di perusahaan yang tercakup
dalam sasaran individu. Memiliki kecakapan dan meguasai bidang tugas dengan
baik sudah menunjukan bahwa kinerja karyawan disini cukup baik, didalam
kriteria sasaran individu. Begitu juga dengan ketepatan waktu dan tanggung
jawab, disini karyawan selalu datang tepat waktu, yakni pukul 07.30 WIB setiap
harinya, karyawan terlambat atau tidak masuk selalu izin dengan atasan. Sama
halnya didalam pekerjaan, karyawan hampir selalu menyelesaikan tugas atau
pekerjaan yang diberikan tepat waktu dan sesuai target. Dalam Schuller (1999)
juga dijelaskan bahwa salah satu dimensi penilaian kinerja adalah kehadiran dan
ketepatan waktu. Kinerja seseorang dikatakan baik jika ia hadir tepat waktu, dan
meyelesaikan tugas tepat waktu. Hal ini dipertegas dari pendapat Dharma (2005),
salah satu indikator dari kinerja yang diukur adalah ketepatan waktu dalam
penyelesaian pekerjaan.
56
B. Kompetensi Individu
Kompetensi individu ini terdiri dari 2, yaitu :
1. Kompetensi Inti
Bagaimana kompetensi inti yang dimiliki oleh karyawan PT. PLN
(Persero) WS2J B Cabang Bengkulu. Disini peneliti mengajukan pertanyaan yang
sama dengan masing-masing pimpinan dan karyawan, yaitu : bagaimana integritas
karyawan, orientasi pelayanan pelanggan, pembelajaran berkesinambungan,
adaptasi serta keterampilan atau kemampuan yang dimiliki karyawan. Pada
perspektif pelanggan, peneliti hanya melontarkan pertanyaan berdasarkan
indikator-indikator yang diketahui pelanggan dan dirasakan pelanggan. Berikut
petikan hasil wawancaranya, dalam bentuk tabel :























57
Tabel 4.2.2 Kompetensi Individu
Kompetensi Inti

No

Indikator Perspektif Pimpinan Perspektif Pelanggan Perspektif Karyawan Hasil Observasi ( dan
Perspektif Peneliti)
1 Integritas Bagian Tehnik :
Dalam hal ini karyawan
bagian tehnik atau
pembangkit harus
memiliki Integritas yang
tinggi, seperti misalnya
memiliki skill,
knowledge, daya nalar
untuk menyelesaikan
gangguan mesin dengan
cepat dan tanggap. J adi,
setiap karyawan disini
saya rasa memiliki
integritas yang sangat
tinggi terhadap pekerjaan
maupun terhadap
perusahaan tempat
mereka bekerja ini

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Bagus, karyawan di
bagian Prokur ini, cukup
memiliki integritas
terhadap pekerjaannya
Bagian Tehnik :
1 : Cukup tinggi,
saya secara
pribadi merasa
sudah
memberikan yang
terbaik untuk
perusahaan
ini.begitu juga
dengan karyawan
lainnya. Kami
sudah lama kerja
disini, jadi kami
sangat mencintai
pekerjaan kami.
Kami sudah klop,
cocok disini
2 : Ya, kami disini
bekerja untuk
perusahaan...kami
berusaha bekerja
untuk perusahaan
dengan sebaik-
baiknya,
semampu kami
Berdasarkan pengamatan
yang dilakukan peneliti pada
bulan Desember 2009,
memang benar karyawan
memiliki integritas terhadap
perusahaan. Terlihat dari
karyawan bekerja tanpa
diawasi, pekerjaan
diselesaikan sendiri dengan
tepat waktu. Karyawan
istirahat/keluar
ruangan(kantor) pada jam
yang telah ditentukan, yakni
pukul 12.00 14.00 WIB .
58
maupun terhadap
perusahaan

Bagian Distribusi ;
Integritas itu posisi
dimana karyawan sangat
care/peduli dan dapat
menempuh atau
mencapai sasaran dalam
suatu penilaian kinerja.
Klo pertanyaannya tadi
bagaimanakah integritas
yang dimiliki oleh
karyawan, jawabannya
tidak sama..ada yang
tinggi dan ada yang
sedang...klo buruk, ga
ada...

Bagian Pemasaran :
Integritas adalah
loyalitas karyawan
terhadap perusahaan.
Sejauh mana karyawan
bisa berbuat untuk
perusahaan,
menghasilkan. Sebera
besar upaya yang dimiliki
untuk menghasilkan
rekosialisasi terhadap
Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : Ya, kami
memiliki
integritas yang
tinggi terhadap
pekerjaan kami
dan juga
perusahaan...
2 : Loyalitas saya di
sini dan dalam
pekerjaan saya
tinggi, saya selalu
berusaha dengan
baik dalam
menyelesaikan
pekerjaan

Bagian Distribusi :
1 : Lumayan, tapi
kami selalu
berusaha
melakukan dan
menyelesaikan
pekerjaan dengan
sebaik-baiknya...
2 : Ya..selalu
berusaha
melakukan yang
terbaik untuk
59
perusahaan. Karyawan
disini memiliki itu,
karyawan memiliki
integritas yang tinggi
terhadap pekerjaan
maupun perusahaan ini


perusahaan,
khususnya dalam
pekerjaan

Bagian Pemasaran :
1 : Ya, dilihat dari
hasil kejanya sja
yang rata-rata
memuaskan,
berarti karyawan
disini termasuk
saya bisa
menguasai bidang
tugas saat ini
dengan baik dan
dengan hasil
memuaskan,
karena sesuai
dengan
kompetensi kami
masing-masing.
Tidak pernah
mengeluh, atau
mengalami suatu
kesulitan, kecuali
karyawan baru
2 : Cukup
memiliki
2 Orientasi Pelayanan
Pelanggan
Bagian Tehnik :
Bagi kami...kepuasan
Pernyataan DW :
Kinerja karyawan
Bagian Tehnik :
1 : Baik, karena
Berdasarkan pengamatan
yang dilakukan peneliti pada
60
pelanggan adalah yang
utama. J adi karyawan
dituntut untuk bersikap
ramah kepada setiap
pelanggan tanpa
terkecuali. Karyawan
sejauh ini belum pernah
terdengar oleh telinga
saya, karyawan disini
berdebat apalagi sampai
bertengkar, kalau
berselisih paham
mungkin ada

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Ya benar, kepuasan
adalah hal yang utama
bagi perusahaan kami.
J adi disini kami , baik
saya maupun karyawan
saya harus melayani
pelanggan dengan sebaik-
baiknya..kalo selisih
paham dengan pelanggan
pernah, Cuma tidak
sampai bertengkar...

Bagian Distribusi ;
Disini kami lebih
PLN baik, kepada
pelanggan ramah.
Saya selalu
membayar rekening
disini, tidak pernah
ditempat lain karena
saya sudah nyaman
disini. Kalo
kesalahan yang
dilakukan oleh
karyawan PLN
pernah sekali,
waktu saya masih
tinggal dirumah
yang lama, tagihan
rekening saya besar
sekali, padahal saya
rasa pemakaian
saya waktu bulan
itu tidak banyak,
maklum masih
ngontrak. Trus saya
datang kesini untuk
minta konfirmasi
dari pihak PLN,
mereka
menanggapinya
dengan ramah dan
datang sendiri untuk
mengecek kerumah
disini kami
bekerja di
perusahaan
pelayanan jasa
tenaga lisrik
untuk masyarakat
luas, kami sebisa
mungkin harus
baik dan sopan
kepada
pelanggan. Kalo
saya bertengkar
atau berselisih
paham dengan
pelanggan, tidak
pernah...
2 : Selalu, kita harus
ramah dengan
semua pelanggan,
disini kepuasan
pelanggaan
adalah yang
utama, termasuk
pelayanan yang
diberikan harus
baik...

Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : Ya, tugas kami
bulan Desember 2009 di
kantor PLN Cabang
Bengkulu, karyawan dilayani
dengan ramah, ketika ada
telepon masuk karyawan yang
bertugas mengangkat telepon
tersebut dengan mengucapkan
salam. Begitu juga ketika ada
pelanggan yang datang,
karyawan ramah dengan
mempersilahkan duduk dan
menunggu ditempat yang
nyaman. Ruangan antrian
untuk membayar rekening
listrik terasa nyaman, terlihat
disudut ruangan terpasang
pendingin ruangan, tempat
duduk yang nyaman, dan ada
televisi agar pelanggan tidak
jenuh atau bosan menunggu
didalam ruangan.

Pelayanan yang diberikan
baik, yaitu dengan
meningkatkan pelayanan
dengan memerikan system
bayar listrik secara online,
dan juga kini tersedia jasa sms
untuk mengetahui informasi
tagihan listrik setiap bulan,
61
menekankan pelayanan
pelanggan dengan
menjaga kualitas mutu.
Seperti menjaga kualitas
tegangan, menjaga agar
listrik tidak padam atau
kedap-kedip istilah kami
itu pliker. Ya, berusaha
mejaga kualitas standar
mutu pelayanan..agar
pelanggan merasa
nyaman

Bagian Pemasaran :
Pelayanan pelanggan
adalah nomor satu. Kalo
ada karyawan yang
datang untuk mengadu
terhadap kerusakan listrik
atau apa, karyawan
melayaninya dengan
ramah, mendengarkan
keluhan atas kerusakan
atau kesalahan yang
terjadi. Karyawan
berusaha untuk sebisa
mungkin mengatasi
masalah tersebut, seperti
dengan menanggapi
keluhan pelanggan
saya, dan memang
benar salah, mereka
meminta maaf atas
kesalahan dari
pihak mereka
(PLN)

Pernyataan Tn. Rk :
...kalo
pelayanannya juga
baik, kalo kita
datang ditanggapi
dengan baik, dan
ruangannya pun
nyaman

Pernyataan Tn. IN :
Kinerja karyawan
standarla..idak bisa
dikatakan bagus,
seperti misalnya
waktu kami mau
buka usaha dan
naikan daya. Alasan
orang itu
bermacam-macam,
seperti trafo penuh.
Tapi kami ada
orang dalam, dia
semua yang ngurus,
disini adalah
untuk memberi
pelayanan yang
baik bagi
konsumen listrik.
Kami selalu
berusaha untuk
tampil baik dan
ramah di depan
para pelanggan.
Pertengkaran
dengan
pelanggan, kalo
saya belum
pernah dan
sepengetahuan
saya belum ada
karyawan disini
yang sampai
bertengkar
dengan
pelanggan. Kami
berusaha selalu
ramah kepada
pelanggan
2 : Saya dengan
pelanggan baik,
tidak pernah
sampai
bertengkar
dengan mengetik sms : PLN-
ON-ID_PELANGGAN kirim
ke : 8.123. Bisa juga kalo
hanya ingin mengetahui
informasi tagihan bulan ini
saja, cukup dengan mengetik
sms :
Rek(spasi)ID_PELANGGAN,
kirim ke : 8.123.

Dalam pelayanan pelanggan
terdapat kesalahpahaman
diantara pelanggan dengan
karyawan, dimana pelanggan
beraggapan bahwa urusan
dengan PLN cepat kalau ada
duit, padahal setelah
dikonfirmasi oleh pihak PLN,
mereka menyatakan bahwa itu
merupakan ulah orang luar
yang mengatasnamakan PLN,
jadi diharapkan kepada
pelanggan kalau mau
berurusan datang saja
langsung ke kantor PLN.


62
dengan baik dan berusaha
menjelaskan ke
pelanggan dengan sopan
dan ramah
semua bisa diatur.
Cak itu galo
rato2...karyawan
lain jugo, yo standar
orang Indonesia
la..ada
uang,lancar..dan
jugo kami
sebenarnya kurang
setuju dengan
ditetapkan tarif
bersinar untuk
kalangan bisnis
perumahan, yang
menetapkan setiap
bulannya pakai
tidak pakai harus
bayar
Rp.1.300.000/bulan.
Sedangkan kalo
kami perkirakan,
kami cuma
memakai tidak lebih
dari delapan ratus
ribu, usaha kami
masih sangat kecil
dan baru,
seharusnya tidak
disamakan...kami
keberatan dengan

Bagian Distribusi :
1 : Ya, kepada
pelanggan selalu
baik, belum
pernah
bertengkar
2 : Baik, pelanggan
harus diberikan
pelayanan yang
terbaik dari kita,
karena kepuasan
pelanggan adalah
yang utama

Bagian Pemasaran :
1 : Disini kita
melayani
pelanggan dengan
baik dan ramah,
kepuasan
pelanggan adalah
hal yang utama,
itu betul. Sikap
karyawan yang
datang mengeluh,
misalnya
keterlambatandala
m pemasangan
listrik yang baru.
63
peraturan baru itu
saja

Pernyataan dari Tn.
AH :
...kalo berurusan
untuk misalnya
seperti saya,
menambah
daya..urusannya
mudah-mudah sulit,
semuanya lancar
kalo pake duit, kalo
melalui prosedur
lama. Ya, kita agak
enggan berurusan
dengan PLN, jadi
kita sebisa mungkin
kalo ada gangguan
di sini, seperti :
memperbaiki apa-
apa, saya usahakan
lakukan sendiri,
saya bisala dikit-
dikit, saya juga
lulusan STM
Disini kami
menjelaskan
dengan baik dan
sejelas-jelasnya
agar pelanggan
paham dan
mengerti bahwa
keterlambatan itu
bukan
disengaja...
2 : Sudah, kepuasan
pelanggan adalah
penting dan itu
salah satu tugas
kita, melayani
pelanggan dengan
baik. Sejauh ini,
kita sudah
menerapkannya
3 Pembelajaran
Berkesinambungan
Bagian Tehnik :
Disini setiap karyawan
wajib memiliki Look
book yakni buku yang
Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
Bagian Tehnik :
1 : Ya, setiap
tahunnya PLN ini
mengadakan
Peneliti melakukan
pengamatan pada bulan
Desember 2009, pada jam
kerja di salah satu bagian
64
berisi tentang apa saja
yang berkaitan dengan
tugasnya pada saat ini,
seperti misalnya ada
mesin yang rusak, dia
mengetahui cara
memperbaikinya...ia
harus catat di dalam buku
tersebut dengan lengkap
cara-caranya. Buku ini
tentunya akan berguna
apabila karyawan
tersebut pindah tugas,
dan pekerjaannya yang
lama digantikan oleh
orang baru, maka
karyawan baru tersebut
cukup dengan melihat
buku itu dan
mempelajarinya. Dengan
demikian karyawan
tersebut telah
menurunkan ilmunya
kepada karyawan baru.
Disini karyawan pun mau
belajar dan tidak malu
untuk belajar kepada
sesama rekannya jika ada
sesuatu hal yang baru
yang tidak diketahuinya,
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...

J awaban dari Tn. IN :
kalau dikantor
saya rasa bisa, kan
ada atasanya yang
mengawasi dan
mungkin dinilai
oleh
atasannya..tidak
mungkin tidak
bekerja dengan
baik

kursus-kursus
atau pelatihan
secara rutin untuk
pengetahuan atau
pengajaran bagi
setipa pegawai
agar lebih
terampil dan lebih
banyak dapat
ilmu yang baru..
gak ketinggalan
jaman..dan juga
kursus dan
pelatihan berguna
juga apabila
terjadi rotasi
jabatan. J adi tidak
kesulitan kalo
udah dapat
jabatan/ tugas
dibidang yang
baru
2 : Ya, dengan
sangat baik.
Ditambah lagi
perusahaan
mendukung
dalam hal ini,
dengan
memberikan
kantor PLN Cabang
Bengkulu. Karyawan pernah
sekali terlihat meminta
bantuan teman/rekan kerjanya
dalam mempergunakan
laptop, tanpa sungkan dan
malu.

65
yang tentunya akan
berguna bagi dirinya dan
perusahaan

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Karyawan diberikan
pelatihan atau kursus-
kursus setiap tahun, ini
bertujuan agar karyawan
memiliki ilmu
pengetahuan dan
keterampilan yang
mengikuti perkembangan
zaman, dengan adanya
diklat ini, diharapkan
dapat membantu
karyawan dalam
meningkatkan
pengetahuan dan
keterampilannya dalam
bentuk pembelajaran
yang berkelanjutan

Bagian Distribusi ;
Ya,, karyawan selalu
berusaha untuk menjadi
lebih baik, saya liat
karyawan tidak malu
untuk belajar dengan
program diklat
setiap tahunnya
untuk seluruh
karyawan

Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : Disini setiap
tahun diadakan
kursus atau
pelatihan untuk
seluruh
karyawan, ini
guna untuk bisa
menghadapi
perubahan-
perubahan yang
terjadi,
menambah
pengetahuan dan
keterampilan para
karyawan disini.
Dan dengan
adanya itu, kami
sangat tertolong
2 : Ya, seperti
adanya kursus
dan pelatihan tiap
bulannya dan
juga dalam
66
rekan kerjanya jika ada
temuan baru atau
perubahan yang yang
terjadi,seperi misalnya,,
sekarang adalah
tekhnologi
canggih..karyawan yang
paham dengan laptop dan
internet mau ngajarin
karyawan yang lain,
saling berbagi info...

Bagian Pemasaran :
Ilmu pengetahuan dan
tekhnologi adalah sesuatu
yang sangat penting,
dimana setiap harinya
ilmu pengetahuan dan
tekhnologi selalu
berkembang, selalu ada
hal-hal baru yang terjadi.
Seperti tekhologi, kita
ketahui dengan
tekhnologi yang semakin
canggih yang bisa
mengefisienkan waktu
dan membuat semuanya
lebih mudah untuk
dijangkau, jadi
diharapkan karyawan
pekerjaan kita,
kita harus punya
buku yang isinya
catatan saya
tentang apa saja
kerja saya dan
apa saja yang
saya lakukan
selama bekerja di
bagian ini.ini
nanti berguna dan
diberikan kepada
karyawan baru ,
agar dia bisa
belajar

Bagian Distribusi :
1 : Adanya diklat
untuk pegawai
setiap tahunnya,
secara bergantian.
J adi semua
mempunyai
kesempatan untuk
belajar
2 : Ya, didukung
juga oleh
perusahaan yang
memberikan
kita..para
67
bisa menyesuaikan diri
terhadap perubahan dan
selalu ingin belajar, demi
untuk kepentingan
pribadi,kelompok
maupun perusahaan.
Demi kemajuan
perusahaan ..sekarang
karyawan sudah bisa
menikmati praktisnya
pembayaran dengan
sistem onLine,
mengetahui rekening
listrik tiap bulan melaui
sms..dan banyak inovasi-
inovasi yang kami
lakukan untuk
memuaskan pelanggan
karyawannya
untuk belajar
melalui kursus,
pelatihan yang
diadakan setiap
tahun

Bagian Pemasaran :
1 : Ya, diajari
dengan diklat,
setiap karyawan
disini selalu
mendapat giliran
untuk mengikuti
diklat tersebut,
kadang disini,
tapi kadang juga
diluar kota
2 : Ya, disini ada
diklat untuk para
karyawan yang
diadakan setiap
tahunnya untuk
menunjang itu
4 Adaptasi Bagian Tehnik :
Karyawan harus dan
diwajibkan untuk bisa
beradaptasi dengan
lingkungan serta
pekerjaannya dengan
Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
Bagian Tehnik :
1 : Ya, saya bisa
beradaptasi
disini., terhadap
perubahan disini
saya dan teman-
Peneliti melakukan
pengamatan pada bulan
Desember 2009, di kantor
PLN Cabang Bengkulu.
karyawan bisa beradaptasi
dengan lingkungan kerjanya
68
cepat. Karena hal itu
mungkin akan berguna
bagi diri karyawan
tersebut, contohnya : jika
memperbaiki mesin, harus
dibiasakan menggunakan
tutup telinga agar tidak
merusak pendengaran...

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Karyawan bisa dengan
cepat beradaptasi dengan
perubahaan-perubahan
yang terjadi mereka harus
bisa dan mereka dituntut
untuk itu demi kemajuan
perusahaan

Bagian Distribusi ;
Karyawan disini bisa
beradaptasi dengan cepat
terhadap perubahan, dan
itu diharuskan demi
kemajuan
perusahaan.seperti
misalnya dalam hal ilmu
tekhnologi
Bagian Pemasaran :
Penyesuaian diri ya
dengan baik...

J awaban dari Tn. IN :
kalau dikantor
saya rasa bisa, kan
ada atasanya yang
mengawasi dan
mungkin dinilai
oleh
atasannya..tidak
mungkin tidak
bekerja dengan
baik

teman bisa
dengan mudah
untuk
penyesuaian
karena dari itu
tadi..kursus dan
pelatihan yang
diberikan untuk
kami
2 : Bisa, karena itu
tadi..dengan
adanya program
diklat dari
perusahaan yang
sangat membantu
kami dalam
menghadapi hal-
hal baru seperti
perubahan disini,
menambah
pengetahuan serta
keterampilan
kami

Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : Dari program
kursus atau
pelatihan setiap
tahun dari
serta dengan peralatan
kerjanya, terlihat karyawan
yang sudah banyak
mengunakan laptop dan
mengunakan kamera digital
dalam pembacaan meteran.

69
harus bisa, seperti yang
saya bilang tadi. Bahwa
karyawan harus bisa
menempatkan diri, bisa
menyesuaikan diri jika
terjadi perubahan yang
salah satunya dengan
belajar dan belajar
perusahaan, saya
kira saya maupun
teman-teman
yang lain akan
mampu
menyesuaikan
diri dari
perubahan-
perubahan yang
akan terjadi
kedepannya
2 : Bisa, saya rasa
saya bisa
menyesuaikan
diri disini karena
adanya kursus
dan pelatihan
setiap bulannya
itu sangat
membantu,
memberikan ilpu
dan pengetahuan
baru, istilahnya
update ya...

Bagian Distribusi :
1 : Secara pribadi
bisa, dari sisi
manajemen kalo
soal pekerjaan ga
70
ada keluhan. Kalo
pekerjaan ga
selesai, malu dan
takut dimarah
atasan
2 : Bisa

Bagian Pemasaran :
1 : Ya bisa, dan
harus bisa
menyesuaikan
diri dengan baik
terhadap hal yang
baru
2 : Sejauh ini sudah
bisa
5 Keterampilan/Kemampuan Bagian Tehnik :
Untuk masuk atau
bekerja di PLN ini
tentunya harus memiliki
pendidikan khusus seperti
bagian tehnik ini, yang
diterima adalah jurusan
sekolah mesin/STM dan
juga sarjana Tehnik yang
diseleksi lagi. Ketika
sudah masuk pun, ada
trainingnya lagi. J adi,
saya kira seluruh
karyawan saya memiliki
J awaban dari Tn. IN :
kalau dikantor
saya rasa bisa, kan
ada atasanya yang
mengawasi dan
mungkin dinilai
oleh
atasannya..tidak
mungkin tidak
bekerja dengan
baik

Pernyataan dari Tn.
AH :
Bagian Tehnik :
1 : Ya...saya rasa
disini semua
memiliki
kemampuan
dan
keterampilan
dalam bidang
tugas masing-
masing, karena
adanya rotasi
jabatan, maka
kami sebagai
karyawan
Peneliti juga melakukan
pengamatan pada bulan
Desember 2009, di salah satu
bagian kantor PLN Cabang
Bengkulu.
Karyawan memiliki
keterampilan dan kemampuan
dalam tugasnya masing-
masing, terlihat pada saat
karyawan mengerjakan
pekerjaan yang diperintahkan
oleh atasannya.
71
kemampuan/keterampilan
di bidangnya masing-
masing khususnya
mesin

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Ya pasti, setiap
karyawan disini harus
memiliki skill atau
kemampuaan di bidang
kelistrikan khususnya,
seperti sekolah jurusan
STM yang sering magang
juga

Bagian Distribusi ;
Setiap karyawan disini,
saya kira memiliki
keterampilan dan
kemampuan yang baik
dalam hal
pendistribusian,
mengetahui dengan baik
tentang cara memonitor
pasokan listrik,
mengatasi gangguan,
trafo dan tegangan

Bagian Pemasaran :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...


dituntut harus
bisa menguasai
bidang-bidang
yang lain
2 : Saya rasa,
semuanya
memiliki
kemampuan
ataupun
keterampilan
yang baik

Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : Setiap karyawan
disini punya
keterampilan
masing-masing,
maka itu kami di
tempatkan di
tempat yang
berbeda-beda
sesuai dengan
bidang tugas yang
dimiliki
2 : Sama, yang saya
bicarakan
barusan, dengan
adanya kursus
dan pelatihan , itu
72
Keterampilan atau
kemampuan wajib
dimiliki oleh setiap
karyawan. Kalo
kemampuan atau
keterampilan yang lebih
di bandingkan yang lain,
ada beberapa.seperti
pengetahuan dalam
bidang tekhnologi. Dan
biasanya karyawan
tersebut dimintai
karyawan yang lain untuk
mengajari mereka,
karyawan yang memiliki
pengetahuan tekhnologi
itu rata-rata masih muda
dan karyawan baru di
PLN ini
juga akan
menambah
kemampuan dan
keterampilan
kita...

Bagian Distribusi :
1 : Keterampilan
yang lain ada,
memiliki
perencanaan yang
matang, paham
kondisi
lingkungan,
melakukan
feedback terhadap
perusahaan dan
keterampilan
dalam bidang
tekhnologi...
2 : Baik, semua
karyawan
memiliki
kemampuan dan
keterampilan
dibidangnya
masing-masing,
tida hanya
dibagian
distribusi ini saja,
73
di setiap bagian
pun,
karyawannya
harus memiliki
kemampuan dan
keterampilan

Bagian Pemasaran :
1 : Ya, keerampilan
dan kemampuan
harus dimiliki
disini, kalo
keterampilan
lebih dari yang
lain, umunya soal
tekhnologi saja
kebanyakan
2 : Setiap karyawan
memiliki
keterampilan dan
kemampuan
dalam bidang
pekerjaannya
masing-masing,
dan itu cukup
baik

74
B. Kompetensi Individu
Berdasarkan sumber dari PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu,
dijelaskan bahwa Kompetensi Individu ini terbagi menjadi 2, yakni :
1. Kompetensi Inti
Baik atau tudaknya kinerja karyawan PT. PLN Cabang Bengkulu ini,
bisa dilihat dari beberapa indikator yang sudah dijelaskan sebelumnya. Menurut
hasil wawancara dengan pimpinan, pelanggan, serta karyawan itu sendiri bahwa
terdapat kesamaan antara perspektif pimpinan dan karyawan tentang Integritas,
karyawan memiliki integritas yang cukup tinggi terhadap perusahaan dan
pekerjaannya. Kedua, dari indikator orientasi pelayanan pelanggan berdasarkan
hasil wawancara, terdapat perbedaan persepsi/perspektif antara perspektif
pimpinan dan karyawan yang hampir sama, dengan pelanggan. Dimana masih
terdapat kesalahpahaman antara karyawan dengan pelanggan. Dilihat dari keluhan
karyawan yang mengatakan bahwa :
Karyawan PLN saya rasa bisa melaksanakan tugasnya semua dengan
baik, tapi kalo berurusan untuk misalnya seperti saya, menambah
daya..urusannya mudah-mudah sulit, semuanya lancar kalo pake duit,
kalo melalui prosedur lama. Ya, kita agak enggan berurusan dengan
PLN, jadi kita sebisa mungkin kalo ada gangguan di sini,seperti :
memperbaiki apa-apa, saya usahakan lakukan sendiri, saya bisala dikit-
dikit, saya juga lulusan STM

Kemudian pernyataan dari pelanggan yang lain, yang menyatakan bahwa :
Kinerja karyawan standarla..idak bisa dikatakan bagus, seperti
misalnya waktu kami mau buka usaha dan naikan daya. Alasan orang itu
bermacam-macam, seperti trafo penuh. Tapi kami ada orang dalam, dia
semua yang ngurus, semua bisa diatur. Cak itu galo rato2...karyawan lain
jugo, yo standar orang Indonesia la...ada uang, lancar, dan jugo kami
sebenarnya kurang setuju dengan ditetapkan tarif bersinar untuk
kalangan bisnis perumahan, yang menetapkan setiap bulannya pakai
tidak pakai harus bayar Rp.1.300.000/bulan. Sedangkan kalo kami
perkirakan, kami cuma memakai tidak lebih dari delapan ratus ribu,
75
usaha kami masih sangat kecil dan baru, seharusnya tidak disamakan,
kami keberatan dengan peraturan baru itu saja


Sedangkan pernyataan karyawan, ketika dimintai tanggapan terhadap pernyataan
pelanggan adalah :
Sebenarnya kalau ingin menaikan daya itu atau ada masalah dengan
gangguan listrik itu datang langsung ke sini ke kantor, ya harus dengan
prosedur melalui proses yang tidak sebentar. Kadangkala, pelanggan
yang mau buka usaha itu pengen prosesnya cepat, tidak minta atau
datang k sini langsung. Dia itu menggunakan jasa calo, yang
mengatasnamakan PLN. Calo itu kita tidak tahu siapa, yang jelas tidak
ada surat tugas mengenai itu. Disini kita tidak tahu dan tidak menjamin
atas keselamatan atau kalau terjadi apa-apa

Setelah peneliti melakukan membercheck ke salah satu karyawan PLN, pak. IS
menanggapi serta menjelaskan pernyataan yang disampaikan oleh pihak
masyarakat atau pelanggan dengan panjang lebar. Berikut adalah pernyataannya :
Sebenarnyo gini, pelanggan tuh tidak mau datang langsung ke PLN.
Karno idak mau urusan berbelit-belit, padahal kalo datang ke PLN
langsung biayanyo idak besak nian, cuma melengkapi syarat, seperti
photocopy KTP, rekening terakhir...kan seperti itu, kalo misalnyo bukan
rumah sendiri , mintak persetujuan dari orang yang punyo rumah. Nah
yang galak menawarkan diri itu orang dari pihak luar, bukan orang PLN.
Itu la gunonyo perlu setiap hari make bet PLN. Orang kan idak tau yang
mano orang PLN mano yang bukan, kalo make baju biaso. Kalo
berurusan samo pihak ilegal itu, yo urusannyo mudah. Yang ngurusnyo
orang tu galo. Nah itu la yang sering terjadi, padahal seharusnyo biaya
nambah daya tuh misalnyo tigo ratus ribu, diminta ke orang yang ngaku
PLN limo ratus ribu...itu masih mending, kalo nyo mintak
sejuta...pelanggan pasti beranggapan wai besak nian cuma ndak
nambah daya ajo trus banyak lagi keluhan lain, padahal pelanggan tu
idak tau apo permasalahan yang sebenarnyo. Ditambah lagi, janji orang
yang ngaku dari PLN tu sebulan, nyo tu ngurusnyo jugo k PLN, jadi
perantara sebenarnyo, mano idak besak keluar duit tu kan. Trus idak
pulo langsungnyo urus, la lewat sebulan dari janjinyo, yang kenai siapo?
orang PLN yang buruk namonyo. Itu gara-gara ulah orang yang idak
betanggung jawab, ditambah lagi dengan pelanggannyo yang idak ndak
datang langsung. Kan samo jadi, pas nian. Masyarakat koh dak galak
datang ke PLN kareno takut urusannyo berbelit-belit, itu dampaknyo
dari orang-orang yang idak bertanggung jawab tadi
76
Trus lagi alasan idak bisa langsung nambah daya tuh kareno trafo
penuh, emang benar...tapi bukannyo idak bisa, cuma prosesnyo agak
lamo...itu dikarenokan trafonyo ndak ditambah, ndak dinaikan dulu, itu
kan butuh proses, idak bisa langsung

Kalo penerapan tarif bersinar, kan biaya listrik itu harus disesuaikan
oleh TDL yaitu tarif dasar listrik. TDL ini kan terdiri dari tarif reguler,
tarif bersinar, tariF multi guna yang ditetapkan dari pemerintah. Kenapa
ditetapkan perbulannya pakai tidak pakai harus bayar seharga yang
ditetapkan misalnya kalo tarif bersinar =Rp. 1.300.000,- karena PLN
juga tidak mau rugi, PLN kan juga berbisnis. Kalo misalnya orang yang
rumahnya tidak berpenghuni, kan tidak memakai listrik tapi biaya
bebannya kan ada, jadi ditetapkanlah ke masyarakat. Pakai tidak pakai
harus bayar sesuai harga yang telah ditetapkan


Berdasarkan penjelasan diatas bahwa memang benar ada kesalahpahaman antara
karyawan dengan pelanggan tersebut. Seharusnya jika pelanggan ingin berurusan
dengan PLN, pelanggan bisa langsung datang ke kantor PLN.
Tetapi, secara umum PLN telah berusaha untuk selalu meningkatkan
kualitas pelayanan. Seperti meningkatkan pelayanan dengan cara mempermudah
pembayaran rekening yang bisa dibayar melalui beberapa cara, yaitu : yang
pertama, melaui loket pembayaran (payment point) yang dibedakan menjadi dua
yakni secara konvesional dan secara online. Secara konvesional, pembayaran
dilakukan diloket pembayaran yang dikelola bekerja sama dengan koperasi, dan
secara online yakni cara pembayaran rekening listrik yang dapat dilakukan di
Bank. Kedua melalui lalu lintas giral, yakni ikatan kerjasama antara beberapa
Bank dengan PLN untuk menyediakan fasilitas bagi nasabahnya berupa pelunasan
tagihan listrik yang dipotong langsung dari account number pelanggan. Pelanggan
dapat menanyakan pada Bank tempat pelanggan terdaftar sebagai nasabah apakah
cara pembayaran ini dilayani pada Bank bersangkutan. Pembayaran listrik
77
dilakukan tanggal 6 sampai 25 setiap bulannya, dimana setelah lewat dari tanggal
25 maka pelanggan harus membayar sendiri di bagian pembayaran di kantor PLN.
Selain itu, untuk menghindari kekeliruan atau kesalahan dalam pencatatan meter
yang dilakukan secara manual, sekarang pencatatan meter sudah menggunakan
alat kamera digital Efiser CX 7300. dengan menggunakan alat ini, kesalahan yang
mungkin terjadi lebih sangat kecil. J ika masih ada kesalahan dari karyawan dalam
pencatatan meter, maka akan diberikan sanksi yang tegas yakni dipecat dari
pekerjaannya.
Selanjutnya pembelajaran berkesinambungan, dari tabel diatas terlihat
bahwa terdapat kesamaan persepsi antara perspektif pimpinan dan karyawan.
Disini perusahaan memberikan diklat berupa kursus-kursus dan pelatihan setiap
tahunnya kepada seluruh karyawan PLN, ini terbukti bahwa perusahaan
mendukung proses pembelajaran secara terus-menerus. Kemudian kemampuan
beradaptasi, juga terdapat persamaan persepsi/perspektif antara pimpinan dan
karyawan. Karyawan bisa menyesuaikan diri dengan baik, karena disini karyawan
selalu mengikuti perkembangan dengan mengikuti kusus, pelatihan. Berarti
karyawan sudah siap akan perubahan yang kemungkinan besar akan terjadi setiap
tahunnya, seperti perkembangan tekhnologi. Sejauh ini penyesuaian diri dari
masing-masing karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaannya sudah cukup
baik. Begitu halnya dengan keterampilan/kemampuan yang dimiliki karyawan,
dengan adanya proses belajar yang terus-menerus (dengan mengikuti kursus dan
pelatihan), maka pengetahuan karyawan pun bertambah dan
keterampilan/kemampuan karyawan juga meningkat. Berdasarkan hasil
78
wawancara dengan pimpinan dan karyawan PLN di bagian Tehnik, Distribusi,
Pengukuran dan Keuangan ketrampilan yang dimiliki karyawan baik, dan secara
umum kompetensi individu karyawan sudah cukup bagus.

2. Kompetensi Peran
Selanjutnya peneliti memberikan pertanyaan seputar kompetensi peran
yang dimiliki karyawan. Bagaimanakah kerjasama karyawan dalam kelompok,
kemampuan karyawan dalam mempengaruhi, berfikir strategis, membangun
hubungan yang baik, kemampuan mengembangkan orang lain, memimpin
kelompok, serta memelihara peralatan kerja. Berikut petikan hasil wawancaranya,
dalam bentuk tabel :













79
Tabel 4.2.3 Kompetensi Individu
Kompetensi Peran

No

Indikator Perspektif Pimpinan Perspektif Pelanggan Perspektif Karyawan Hasil Observasi ( dan
Perspektif Peneliti)
1 Kerja sama kelompok Bagian Tehnik :
Harus...setiap
karyawan harus bisa
bekerja secara
kelompok. Apalagi
kami yang lebih
banyak kerja
dilapangan, harus
bekerja dengan tim.
Kami semua sama,
tidak dibedakan
antara atasan dan
karyawan, kami tidak
bisa bekerja
sendirian. Kalo
selisih paham dengan
kelompok mungkin
ada, tapi itu dalam
hal positif, berbeda
pendapat, berbeda
pikiran dalam
menyelesaikan atau
mencari solusi
J awaban dari Tn. IN
:
kalau dikantor
saya rasa bisa, kan
ada atasanya yang
mengawasi dan
mungkin dinilai
oleh
atasannya..tidak
mungkin tidak
bekerja dengan
baik

Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...

Bagian Tehnik :
1 : Bisa, kami bisa
bekerja secara
kelompok.
Karena
pekerjaan kami
ada yang harus
dikerjakan
secara bersama-
sama, dan
selama ini belum
ada hambatan
ataupun
kesulitan dari
diri sendiri untuk
bekerja dengan
yang lain. Malah
menyenangkan
karena kami bisa
menyelesaikan
masalah ataupun
pekerjaan secara
bersama-sama.
Pengamatan dilakukan
pada bulan Desember
2009 di kantor PT. PLN
(Persero) Cabang
Bengkulu.
Karyawan terlihat bisa
bekerja secara kelompok,
peneliti mengamati ketika
karyawan mengerjakan
pekerjaan secara bersama
disalah satu bagian, tidak
ada yang bertengkar.

Disini karyawan bisa
bekerjasama mengerjakan
tugas/pekerjaan yang
diberikan oleh atasan.
Pada kompetensi peran,
yakni dalam indikator
kerjasama kelompok ini
sudah diterapkan dengan
baik.

80
terbaik ketika
mengalami benturan
atau situasi yang sulit
dalam memperbaiki
kerusakan mesin atau
gangguan. Tapi, kalo
sudah tidak bisa
dikerjakan atau
diperbaiki, kami lari
ke pabriknya

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Ya, setiap karyawan
harus bisa
bekerjasama dengan
kelompok, tidak
semua pekerjaan
dilakukan atau
diselesaikan dengan
sendiri. Karyawan
disini semuanya bisa
bekerjasama dengan
kelompok

Bagian Distribusi ;
Karyawan mampu
bekerjasama dengan
Lebih cepat dan
santai
2 : Bisa, biasanya
pekerjaan yang
dilakukan
dengan cara
berkelompok
lebih banyak
kami habiskan
untuk berdiskusi,
mencari jalan
yang terbaik
untuk
menyelesaikan
pekerjaan
dengan lebih
cepat dan hasil
yang baik.,
contohnya ;
menyelesaikan
pebaikan mesin,
kalo sendiri pasti
memakan waktu
yang cukup
lama



Berdasarkan hasil
pengamatan yang
dilakukan, memang benar
bahwa pada bidang
kompetensi peran,
karyawan terlihat bisa
bekerja secara kelompok,
peneliti mengamati ketika
karyawan mengerjakan
pekerjaan secara bersama
disalah satu bagian, tidak
ada yang bertengkar.
Hubungan karyawan
dengan sesama rekan
baik, meskipun ada yang
cuek dengan sekitar, tapi
tidak sampai menggangu.
Hubungan dengan atasan
juga baik, di salah satu
bagian ketika jam istirahat
atasan berbicara dengan
karyawannya layak
seorang teman, tetapi ada
juga di bagian yang lain,
atasan yang berbicara
kurang enak/kurang sopan
terhadap salah satu
karyawannya. Dalam
81
kelompok, karena
ada pekeraan yang
tidak bisa dikerjakan
sendiri.di dalam
kelompok karyawan
menyelesaikan
masalah dengan
berdiskusi, dan pasti
pernah terjadi selisih
paham, beda
pendapat .contohnya
dalam mengatasi
gangguan listrik atau
memperhitungkan
pasokan distribusi ,
ada yang ingin cara
cepat atau secara
alami, ada juga yang
harus berdasarkan
teori dan mencontoh
pengalaman yang
sudah-sudah. Tapi,
semua masih bisa
teratasi...




Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : Kerjasama
sangat
diperlukan,
begitu juga kalo
ditanya mampu
tidak untuk
bekerjasama
didalam
kelompok,
jawabnya pasti
bisa, tuntutannya
begitu..bertengk
ar tidak pernah,
tapi kalo selisih
paham kan
wajar
2 : Saya mampu
bekerjasama
dengan yang
lain, sama
halnya dengan
pelanggan saya
tidak pernah
bertengkar
.begitu juga
dengan rekan
memelihara peralatan
kerja, rata-rata karyawan
berhati-hati dalam
menggunakannya dan
menyimpannya dengan
rapi, serta meletakkan
kembali alat kerja
ketempatnya
82
Bagian Pemasaran :
Setiap karyawan
mampu bekerjasama
dalam kelompok,
disini ada pekerjaan
yang emang harus
dikerjakan secara
kelompok...
kerja disini

Bagian Distribusi :
1 : Bisa bekerja
dengan
kelompok,
selisih paham
ada tapi hanya
dalam diskusi
untuk
pmenyelesaikan
masalah, dengan
sharing atau
intropeksi
biasanya selisih
paham /beda
pendapat itu
terselesaikan
juga bersamaan
dengan
selesainya
pekerjaan itu.
Tidak sampai
berlarut-larut
2 : Ya, disini
pekerjaan tidak
hanya dikerjakan
secara individu.
83
Ada juga
pekerjaan yang
hanya bisa
dikerjakan oleh
tim atau
kelompok, jadi
setiap karyawan
harus bisa
bekerjasama
untuk melakukan
pekerjaan itu
secara bersama-
sama. Kalo
bertengkar si
tidak pernah,
Cuma kalo beda
pendapat atau
selisih
paham..sering,
biasa didalam
diskusi

Bagian Pemasaran :
1 : Sebaik mungkin
harus bisa
kerjasama dalam
kelompok,
selisih pendapat
84
pernah
2 : Bisa, kita
bekerja sama
demi untuk hasil
yang baik, jadi
untuk hasil yang
baik, prosesnya
juga harus baik
2 Mempengaruhi Bagian Tehnik :
Karyawan disini
sudah seperti
keluarga, jadi saya
rasa seorang
karyawan bisa
mempengaruhi
rekannya untuk
melakukan hal yang
berguna itu mungkin
dengan mudah

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Kalo dalam masalah
pekerjaan
mempengaruhinya
dengan mengajak
rekan sesama, agar
bisa maju dan agar
J awaban dari Tn. IN
:
kalau dikantor
saya rasa bisa, kan
ada atasanya yang
mengawasi dan
mungkin dinilai
oleh
atasannya..tidak
mungkin tidak
bekerja dengan
baik

Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...
Bagian Tehnik :
1 : Setiap karyawan
diharuskan
memiliki
pengaruh yang
baik untuk
dirinya dan
rekan kerjanya,
jadi kami harus
bisa saling
mendorong,
mempengaruhi
dan memotivasi
ke arah yang
lebih baik
2 : Kita hanya bisa
menasehati atau
memberi saran,
dan apakah
karyawan itu
Pengamatan dilakukan
pada bulan Desember
2009 di kantor PT. PLN
(Persero) Cabang
Bengkulu.
Dari hasil pengmatan
yang telah dilakukan,
memang benar masih
terdapat karyawan yang
cuek dan tidak peduli
kepada lingkungan sekitar
(seperti : ada salah
seorang karyawan yang
jarang sekali bersenda
gurau atau sekedar
berbicara kepada teman-
teman kerjanya, jarang
sekali tersenyum).
Karyawan jarang sekali
bercerita masalah yang
85
tidak bermalas-
malasan..ya ada,, tapi
tidak semua punya
ilmu ini, tergantung
orangnya

Bagian Distribusi ;
Ya ada, disini kita
mencontoh yang
baik. J adi secara
tidak langsung yang
di contoh itu
mempengaruhi kita
kan ...ada satu, Cuma
ga seluruhnya bisa
mempengaruhi yang
lain...

Bagian Pemasaran :
Karyawan yang
bisa mempengaruhi
karyawan lain untuk
melakukan hal
positif dalam
pekerjaan, ada tapi
tidak semua. Paling
satu dua orang..
tergantung sifat


mendengar dan
melakukan apa
yang kita
sarankan,
terserah dia. Itu
hak dia

Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : Tidak semua
karyawan
mampu
mempengaruhi
rekan kerjanya,
ada yang cuek,
ada juga yang
peduli
2 : Wah, saya
kurang tau
ya..apakah saya
bisa
mempengaruhi
rekan kerja saya,
tapi kalo
kryawan yang
lain ada pasti...


sedang dihadapinya
dengan teman kantor,
tidak banyak yang mau
berdiskusi atau meminta
solusi terhadap masalah
pribadinya.
86
orangnya..tapi
biasanya yang
memiliki
kemampuan untuk
mempengaruhi itu
adalah pimpinan
Bagian Distribusi :
1 : Bisa, ya dengan
sharing tadi.
Kalo ada rekan
yang berselisih
paham, dia
ngobrol dan
sharing dengan
kita. Biasanya
apakata kita
didengar, toh
untuk kebaikan
dia juga
2 : Tidak juga, itu
tergantung
orangnya. Ada
yang mau
menasehati dan
menerima
nasehat. Ada
juga orang yang
tidak
mau...tergantung
itu




87
Bagian Pemasaran :
1 : Tergantung,
dalam hal
mempengaruhi
biasanya tidak
selruh karyawan
mampu untuk
mempengaruhi
karyawan yang
lain untuk
menyelesaikan
atau
mengerjakan
pekerjaan
dengan baik
2 : Tidak semua
bisa, tergantung
orangnya
3 Berfikir Strategis Bagian Tehnik :
Ya, setiap
karyawan
diharuskan bisa
menyelesaikan
masalah yang terjadi
di perusahaan, baik
secara pribadi
maupun secara
berdiskusi dengan
J awaban dari Tn. IN
:
kalau dikantor
saya rasa bisa, kan
ada atasanya yang
mengawasi dan
mungkin dinilai
oleh
atasannya..tidak
mungkin tidak
Bagian Tehnik :
1 : Karyawan disini
saya rasa, bisa
memberikan
pendapat
ataupun
membantu
menyelesaikan
masalah yang
sedang dialami
Pengamatan dilakukan
pada bulan Desember
2009 di kantor PT. PLN
(Persero) Cabang
Bengkulu.
Karyawan pernah
berdiskusi dengan atasan,
membicarakan masalah
pekerjaan.
88
kelompok. Sejauh
ini karyawan mampu
untuk
menyelesaikan
masalah yang ada,
misalnya masalah
gangguan mesin di
bagian pembangkit

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Ya...harus mampu
berpikr stategis di
dalam mengambil
keputusan dan dalam
menyelesaikan
masalah, dalam hal
ini tidak semua
karyawan mampu

Bagian Distribusi ;
Disini maksud dari
berpikir strategis
adalah bagaimana
mencari titik
gangguan, setiap
karyawan berusaha
memberi jalan atau
bekerja dengan
baik

Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...


oleh perusahaan
ataupun didalam
pekerjaannya
2 : Semua
karyawan disini
selalu dilibatkan
dalam diskusi
dan bebas
mengeluarkan
pendapat. Semua
punya cara
sendiri dan
pendapat
berbeda-beda
dalam
menyelesaikan
masalah, yang
jelas.pasti semua
mampu akan hal
itu

Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : Memecahkan
masalah dengan
bantuan
karyawan, sering
dilakukan
89
solusi, ada yang
menggunakan metode
penyusuran,
menyusuri setiap titik
gardu, ada yang
menentukan berapa
amper meter pada saat
gangguan hanya liat di
gardu induk, ada saran
dengan manual . jadi
semua bekerja untuk
berusaha
menyelesaikan
masalah dan mencari
solusi, mereka bebas
mengeluarkan
pendapat

Bagian Pemasaran :
J ika terjadi masalah
karyawan mampu
memberikan solusi
dengan yang baik, ya
saya kra tidak semua
karyawan punya
inisiatif, ada juga yang
cuek-cuek saja...

atasan. Meminta
pendapat
karyawan, jadi
saya rasa disini
bisa
2 : Saya mampu
memberikan
pendapat atau
masukan jika
dilibatkan
didalam
pengambilan
keputusan dan
pemecahan
masalah

Bagian Distribusi :
1 : Bisa, dengan
berdiskusi
dengan atasan
serta kalo ada
kesulitan
dilapangan, bisa
juga konsultasi
dengan atasan
2 : Bisa, dengan
berdiskusi.
Setiap karyawan
90
yang menjadi
peserta diskusi,
bebas
mengeluarkan
pendapat dan
memberikan ide-
idenya demi
kemajuan
perusahaan

Bagian Pemasaran :
1 : Bisa, biasanya
dengan ikut
membantu
misalnya , ada
daerah trafo
meledak, bentuk
bantuan bisa
dengan
mengirimkan
peralatan dengan
cepat agar
teratasi dengan
cepat pula
2 : Bisa, dan
diberikan wadah
untuk itu melalui
diskusi
91
4 Membangun Hubungan Bagian Tehnik :
Di sini, kami ga ada
beda, antara saya dan
bawahan saya sama.
Kami bekerja secara
bersama-sama, satu
tim di lapangan..itu
kerja semua. Di
bagian tehnik
khususnya ini, kami
saling terbuka, saling
percaya..soalnya disini
ga ada duid. Kan yang
membuat kita sering
ribut, atau curiga, ga
percaya itu rata-rata
karena duitt...

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Ya, karyawan mampu
membangun hubungan
yang baik anatrsesama
karyawan. Hubungan
dengan saya sebagai
atasan pun rata-rata baik.
Begitu juga dengan
pelanggan, haruss baik
J awaban dari ibu
DW :
Baik,
karyawannya
ramah kepada
pelanggan

Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...

J awaban dari Tn. IN
:
kalau dikantor
saya rasa bisa, kan
ada atasanya yang
mengawasi dan
mungkin dinilai
oleh
atasannya..tidak
mungkin tidak
bekerja dengan
baik

Bagian Tehnik :
1 : Ya tentu, kami
disini, bisa
berkomunikasi
dengan baik,
hubungan kami,
saya dengan
rekan, saya
dengan atasan
maupun
pelanggan baik.
Belum pernah
terjadi
pertengkaran...
2 : Hubungan kami
disini sangat
baik, saya
dengan teman
yang lain,
dengan atasan
serta dengan
pelanggan
Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : secara umum,
hubngan
karyawan disini
baik semua,
Pengamatan dilakukan
pada bulan Desember
2009 di kantor PT. PLN
(Persero) Cabang
Bengkulu.
Hubungan karyawan
dengan sesama rekan
baik, meskipun ada yang
cuek dengan sekitar, tapi
tidak sampai menggangu.
Hubungan dengan atasan
juga baik, di salah satu
bagian ketika jam istirahat
atasan berbicara dengan
karyawannya layak
seorang teman, tetapi ada
juga di bagian yang lain,
atasan yang berbicara
kurang enak/kurang sopan
terhadap salah satu
karyawannya.

Berdasarkan hasil
pengamatan yang
dilakukan, memang benar
bahwa pada bidang
kompetensi peran,
karyawan terlihat bisa
92
Bagian Distribusi ;
Dalam lingkungan
kerja hubungan
karyawan baik ,
dengan sesama
karyawan, dengan
pelanggan, dengan
atasan. Cuma kalo
senang atau idak,
kito idak tau..klo
selisih paham blum
nampak, Cuma kalo
salah paham ada
juga, contohnya :
atasan memberikan
kerjaan terus-
menerus kepada satu
orang karyawan,
sedangkan yang lain
sedikit, karyawan itu
berpikiran saya tidak
suka, padahal saya
ngasih tugas tuh
mungkin karena
kerjany cepat,
selesainya butuh
cepat

dengan saya dan
atasa. Tapi, ada
juga yang cuek
2 : Hubungan saya
dengan atasan
baik, dengan
pelanggan baik
serta dengan
rekan kerja
disini

Bagian Distribusi :
1 : Hubungan
secara pribadi
baik, selisih
paham dengan
sesama rekan
pernah tadi udah
dibilang, di
dalam kelompok
untuk mencari
solusi, tapi
penylesaiannya
dengan sharing
tadi
2 : Sejauh ini,
semuanya baik

bekerja secara kelompok,
peneliti mengamati ketika
karyawan mengerjakan
pekerjaan secara bersama
disalah satu bagian, tidak
ada yang bertengkar.
Hubungan karyawan
dengan sesama rekan
baik, meskipun ada yang
cuek dengan sekitar, tapi
tidak sampai menggangu.
Hubungan dengan atasan
juga baik, di salah satu
bagian ketika jam istirahat
atasan berbicara dengan
karyawannya layak
seorang teman, tetapi ada
juga di bagian yang lain,
atasan yang berbicara
kurang enak/kurang sopan
terhadap salah satu
karyawannya. Dalam
memelihara peralatan
kerja, rata-rata karyawan
berhati-hati dalam
menggunakannya dan
menyimpannya dengan
rapi, serta meletakkan
93
Bagian Pemasaran :
Bisa, karyawan disini
bisa berkomunikasi
dengan baik
antarsesama, dengan
pelanggan dan dengan
atasan. Bersenda
gurau, ngobrol di
waktu luang...
Bagian Pemasaran :
1 : Hubungan
dengan atasan
baik, dengan
sesama maupun
dengan
pelanggan, tidak
pernah terjadi
pertengkaran
disini
2 : Baik, dengan
atasan, dengan
pelanggan, dan
juga dengan
rekan
kerja..sudah
seperti keluarga
sendiri
kembali alat kerja
ketempatnya
5 Mengembangkan orang
lain
Bagian Tehnik :
Kalo atasan pasti la
harus bisa
mengembangkan
orang lain, dalam
artian disini harus bisa
mengembangkan
karyawannya. Kalo
karyawan disini
seharusnya setiap
Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...



Bagian Tehnik :
1 : Ya sama halnya
dengan
mempengaruhi
tadi, tidak usah
dijelasi lagi
ya...
2 : Baik juga,
setidaknya sudah
ada niat untuk
Pengamatan dilakukan
pada bulan Desember
2009 di kantor PT. PLN
(Persero) Cabang
Bengkulu.
Dari hasil pengmatan
yang telah dilakukan,
memang benar masih
terdapat karyawan yang
cuek dan tidak peduli
94
individu masing-
masing karyawan
mampu menjadi
motivator yang baik
untuk sesamanya dan
harus peduli dengan
keadaan sekitar, peduli
dengan rekannya juga,
dan membantu jika
ada masalah. Saya
rasa itu dimiliki oleh
karyawan saya...

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Sama halnya dengan
mempengaruhi tadi,
tidak semua karyawan
mampu...

Bagian Distribusi ;
Bisa,setiap karyawan
mampu untuk menjadi
pemimpin kelompok,
pekerjaan diselesaikan
dengan cepat dan tepat
sasaran

J awaban dari Tn. IN
:
kalau dikantor
saya rasa bisa, kan
ada atasanya yang
mengawasi dan
mungkin dinilai
oleh
atasannya..tidak
mungkin tidak
bekerja dengan
baik

membantu atau
memberi
motivasi kepada
teman yang lain
yang masih
kurang
semangad dalam
bekerja

Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : Tergantung
orangnya, ada
karyawan yang
peduli dengan
rekan kerjanya
yang punya
masalah,
bersedia
membantu. Dan
memotivasi
karyawan yang
kurang ada
semangat untuk
kerja
2 : Saya juga tidak
tahu, yang jelas
diatara seluruh
kepada lingkungan sekitar
(seperti : ada salah
seorang karyawan yang
jarang sekali bersenda
gurau atau sekedar
berbicara kepada teman-
teman kerjanya, jarang
sekali tersenyum).
Karyawan jarang sekali
bercerita masalah yang
sedang dihadapinya
dengan teman kantor,
tidak banyak yang mau
berdiskusi atau meminta
solusi terhadap masalah
pribadinya.
95
Bagian Pemasaran :
Ya sama dengan
yang saya jelasi tadi
tentang
mempengaruhi...

karyawan disini,
ada yang bisa...

Bagian Distribusi :
1 : Bisa jadi
motivator rekan
yang baik, dan
peduli terhadap
lingkungan...
2 : Itu sangat baik
kalo bisa
diterapkan atau
dilakukan oleh
setiap karyawan,
Cuma disini
belum tentu
semua mampu

Bagian Pemasaran :
1 : Sama halnya
dengan
mempengaruhi,
kemampuan
untuk
mengembangkan
orang lain juga
tidak seluruh
karyawan disini
96
mampu...
2 : Tidak semua
mampu,
tergantung
dengan
orangnya. Ada
yang mampu dan
mau dan banyak
juga yang tidak
6 Memimpin Kelompok Bagian Tehnik :
Kita harus berusaha
jadi kayak kito
galo...kan semua
karyawan disini
adalah calon
pemimpin juga..kayak
saya, pimpinan
sebelum saya udah ada
3 orang dan kini
menjadi karyawan
biasa disini. Begitupun
dengan saya nanti,
kalo saya udah ga
mampu atau ada yang
lebih baik dari saya,
maka saya akan
bergeser ...dan
menjadi karyawan
J awaban dari Tn. IN
:
kalau dikantor
saya rasa bisa, kan
ada atasanya yang
mengawasi dan
mungkin dinilai
oleh
atasannya..tidak
mungkin tidak
bekerja dengan
baik

Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
Bagian Tehnik :
1 : Bisa, karena
disini semua
karyawan
dengan saya
hubungannya
baik, saya rasa
akan mudah
kalau saya jadi
pemimpin
kelompok
diantara orang
yang baik seperti
ini...
2 : Mampu, saya
rasa semuanya
mampu. Tapi
banyak yang
tidak berani
Pengamatan dilakukan
pada bulan Desember
2009 di kantor PT. PLN
(Persero) Cabang
Bengkulu.

Pada kompetensi peran,
kinerja karyawan masih
ada yang perlu diperbaiki,
antara lain yaitu dalam hal
kemampuan
mempengaruhi dan
mengembangkan orang
lain. Disini karyawan
masih kurang peduli dan
kurang ada keinginan
untuk berusaha
meningkatkan
kemampuannya dalam hal
97
biasa lagi.. jadi, setiap
karyawan harus bisa
memimpin suatu
kelompok. Saya rasa
disini pun semuanya
mampu..seperti yang
saya jelaskan tadi...

Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Harus di upayakan,
dan saya kira
semuanya mampu jika
ditunjuk jadi
pemimpin, baik dalam
kelompok maupun di
dalam suatu orgaisasi
yang besar...

Bagian Distribusi ;
Bisa, setiap karyawan
mampu untuk menjadi
pemimpin kelompok,
pekerjaan diselesaikan
dengan cepat dan tepat
sasaran


dengan baik...

untuk maju
kedepan, lebih
senang jadi
anggota saja

Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : Setiap orang
mampu menjadi
pemimpin
didalam suatu
kelompok, tapi
kalo baik atau
tidak dia untuk
menjadi
pimpinan dalam
kelompok
tergantung diri
mereka masing-
masing. Disini
ada yang mampu
dan mau, tapi
ada juga yang
ogah-ogahan,
tidak percaya
kepada dirinya
sendiri
2 : Mampu, saya
ini. Selain itu kemampuan
memimpin juga kurang
dikarenakan bahwa
karyawan tidak memiliki
kepercayaan diri yang
tinggi untuk menjadi
seorang pemimpin
meskipun hanya dalam
suatu kelompok
98
Bagian Pemasaran :
Memimpin kelompok
itu susah-susah
gampang, tidak semua
karyawan bisa
menjadi pemimpin
kelompok yang baik.
Ada yang hanya betah
jadi pengikut, tidak
punya inisiatif untuk
maju...
dan yang lain
harus bisa
memimpin
kelompok,
karena kam
disini tidak
selamanya hanya
jadi pengikut.
J ika kami punya
pengetahuan dan
kemampuan
yang lebih
diantara yang
lain, maka kami
harus siap maju

Bagian Distribusi :
1 : Bisa, dan harus
bisa jadi
pemimpin
kelompok yang
baik...
2 : Tergantung, ada
yang mau karena
merasa mampu
untuk mejadi
pemimpin, tapi
ada juga yang
99
tidak mau, tidak
percaya diri dan
tidak yakin akan
kemampuan
dirinya sendiri.
Padahal kalau
mau, apa sih
yang tidak bisa

Bagian Pemasaran :
1 : Semua pasti
mampu,
memippin
kelompok
berdasarkan ISO
dan SOP.. dan
sistem yang
diterapkan
adalah
demokrasi..maka
akan bisa
menjadi
pemimpin yang
baik
2 : Sama
dengan tadi,
tergantung
orangnya.
100
Sebenarnya
semua mampu
saya rasa, tapi
kenyataannya
ada juga yang
hanya bisa jadi
anggota
misalnya dalam
organisasi atau
dalam
kelompok
7 Memelihara Peralatan
kerja
Bagian Tehnik :
Haruss,, itu
merupakan syarat
mutlak untuk kerja
disini. Untuk apa kita
pekerjakan disini, kalo
hanya untuk
merugikan perusahaan
dengan merusak
peralatan ataupun
tidak bisa menjaga dan
merawat peralatan
yang ada...




J awaban dari Tn. IN
:
kalau dikantor
saya rasa bisa, kan
ada atasanya yang
mengawasi dan
mungkin dinilai
oleh
atasannya..tidak
mungkin tidak
bekerja dengan
baik





Bagian Tehnik :
1 : Ya, saya dan
rekan-rekan
selalu menjaga n
memelihara
peralatan dengan
baik. Kalo make
alat-alat kerja,
selalu
dikembalikan ke
tempat semula
2 : J elas harus
dipelihara
dengan sebaik-
baiknya, jangan
sampai rusak

Pengamatan dilakukan
pada bulan Desember
2009 di kantor PT. PLN
(Persero) Cabang
Bengkulu.

Dalam memelihara
peralatan kerja, rata-rata
karyawan berhati-hati
dalam menggunakannya
dan menyimpannya
dengan rapi, serta
meletakkan kembali alat
kerja ketempatnya
101
Bagian Pengukuran dan
Proteksi :
Ya, setiap karyawan
diwajibkan harus
memelihara perlatan
kerja dengan sebaik-
baiknyaa, dan sejauh
ini karyawan mampu
untuk itu...

Bagian Distribusi ;
Secara umum iya,
tapi ada juga peralatan
kerja yang rusak
karena kelalaian dari
karyawan sendiri,
tidak berdasarkan SOP
,, dia ceroboh,
tindakan saya , yaa
cukup dengan di tegur
saja dan kelalaian
tersebut kini tidak
terulang lagi...

Bagian Pemasaran :
Peralatan kerja sudah
seharusnya dipelihara
dengan baik, dan saya
Pernyataan dari Tn.
AH :
Karyawan PLN
saya rasa bisa
melaksanakan
tugasnya semua
dengan baik...

Bagian Pengukuran
dan Proteksi :
1 : Diwajibkan
kepada seluruh
karyawan untuk
menjaga dan
merawat
peralatan kantor
dengan sebaik-
baiknya, ya saya
selalu narok alat-
alat kerja ke
tempat semula,
begitu juga
dengan yang
lain...
2 : Saya bisa
menjaga
peralatan kerja
dengan baik,
selama ini saya
belum pernah
merusak atau
dengan sengaja
atau tanpa
sengaja merusak
peralatan kerja.
Saya berusaha
102
rasa karyawan bisa
memelihara perlatan
kerja dengan baik
menjaga
peralatan kerja
dengan baik, dan
kalo sudah
memakai, saya
tidak lupa untuk
menyimpan
kembali
ketempat
semula

Bagian Distribusi :
1 : Ya, harus dijaga
dengan baik.
Kalo rusak
pernah, tapi itu
karena
peralatannya
sendiri yang
sudah usang,
tidak layak
pakai. J adi harus
lebih hati-hati
kedepannya,
nanti disalahkan
kita
2 : Ya,
diharuskan...
103
Bagian Pemasaran :
1 : Bisa dijaga dan
dipelihara
dengan baik,
rusak tidak
pernah karena
kesalah
sendiri...
2 : Bisa,
peralatan itu
harus dijaga
dengan baik.
kalau rusak
disengaja tidak,
rusaknya karena
sudah usang atau
peralatannya
sudah tua dan
tidak layak
pakai. Itu
berbahaya, kita
harus berhati-
hati juga




104
2. Kompetensi Peran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dengan
melakukan observasi serta wawancara, kompetensi peran karyawan PLN ini sudah
baik. terdapat persamaan persepsi antara perspektif pimpinan, pelanggan serta
karyawan PLN itu sendiri. Dilihat dari indikator yang pertama adalah ; kerjasama
kelompok, karyawan bisa bekerjasama dengan baik dalam kelompok. Karyawan
bersama-sama mengerjakan tugas/pekerjaan yang berat dan jika ada kesulitan
dipecahkan secara bersama dengan berdiskusi. Meskipun masih banyak terjadi
selisih paham atau beda pendapat antar karyawan, namun tidak sampai
berkelanjutan diluar diskusi. Kedua adalah kemampuan untuk mempengaruhi,
dalam hal ini masih banyak karyawan yang belum baik kemampuannya dalam
mempengaruhi karyawan/rekan kerjanya. Sama halnya dengan kemampuan
mengembangkan orang lain, tidak semua karyawan memiliki kemampuan untuk
itu.
Ketiga adalah bisa berfikir strategis, menurut pimpinan dan karyawan itu
sendiri, rata-rata karyawan PLN sudah bisa berfikir strategis terhadap suatu
masalah yang terjadi baik didalam pekerjaannya maupun di dalam perusahaan,
disini karyawan hampir selalu dilibatkan didalam diskusi atau dalam
menyelesaikan suatu masalah. Selanjutnya adalah membangun hubungan,
hubungan karyawan dengan atasan secara umum cukup baik. Tetapi berdasarkan
pengamatan peneliti selama proses penelitian, di salah satu bagian masih terlihat
ada salah satu karyawan yang memiliki hubungan yang kurang baik dengan
atasan, seperti nada bicara atasan yang kurang bersahabat atau kurang ramah
105
didengar. Namun, secara umum hubungan seluruh karyawan baik dalam konteks
kerja. Selain itu, hubungan karyawan dengan sesama karyawan lumayan baik.
Begitu juga dengan hubungan karyawan dengan pelanggan yang datang,
karyawan memperlakukan karyawan dengan ramah (seperti ; mengucapkan salam,
dengan tersenyum dan berjabat tangan) dan juga ketika ada telpon yang masuk.
Ini sesuai dengan pernyataan dari pimpinan dan karyawan PLN itu sendiri.
Berikutnya adalah kemampuan memimpin suatu kelompok. Setiap karyawaan
pada umumnya bisa/mampu dalam memimpin, akan tetapi karyawan disini masih
banyak yang tidak mau menjadi pemimpin karena kurang percaya diri, meskipun
hanya didalam kelompok. Karyawan semuanya diharuskan agar bisa menjadi
pemimpin kelompok yang baik, karena pekerjaan mereka sekarang tidak stagnan,
selau mengalami perubahan seperti rotasi jabatan, sesuai dengan kompetensi dan
pengetahuan serta prestasi yang dimiliki, jadi semua berpeluang untuk menjadi
pemimpin. Namun, masih banyak juga karyawan yang tidak mau atau tidak
mempunyai kepercayaan diri untuk menjadi pemimpin. Selanjutnya yang terakhir
adalah kemmpuan memelihara peralatan kerja dengan baik. Disini karyawan
sudah bisa melakukan tugasnya dengan baik, yakni memelihara peralatan kerja
dengan menjaganya, menggunakannya dengan hati-hati serta menyimpan kembali
alat kerja setelah selesai digunakan. Hal ini berdasarkan pernyataan karyawan dan
pimpinan dari PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu, dan sesuai dengan
hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti.


106
4.6 Implikasi Penelitian
Mengetahui apakah kinerja karyawan PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang
Bengkulu sudah baik atau belum adalah penting karena perusahaan ini merupakan
Perusahaan Listrik yang merupakan penyedia jasa Listrik satu-satunya, dimana
kadang kala perusahaan yang monopolistik biasanya tidak begitu mementingkan
kepuasan pelaggan karena beranggapan bahwa pelanggan tidak mempunyai
pilihan. Namun pada kenyataannya, Perusahaan PLN merupakan perusahaan
Badan Umum Milik Negara, yang harus mrngutamakan kepuasan pelanggan.
Kinerja yang baik dari karyawan merupakan salah satu kunci untuk mencapai
tujuan dari suatu organisasi atau perusahaan. Salah satu manfaat dari penelitian ini
adalah agar hasilnya dapat dijadikan bahan masukan/informasi bagi PT. PLN
(Persero) WS2J B Cabang Bengkulu dalam upaya peningkatan kinerja karyawan
yang berdampak pada kinerja perusahaan PLN kedepannya.
Penerapan sasaran individu oleh karyawan PLN sudah berjalan sangat
baik, dimana karyawan datang tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaan dengan
tepat waktu, ini sudah sesuai dengan manajemen unjuk kerja yang diterapkan di
kantor PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu khususnya. Kecakapan kerja
karyawan serta penguasaan bidang tugas juga sudah cukup baik. Penerapan
kompetensi individu, yang meliputi kompetensi inti dan peran juga sudah baik,
tetapi masih ada beberapa yang masih belum bisa diterapkan oleh seluruh
karyawan, yakni kemampuan dalam mempengaruhi, mengembangkan orang lain
(rekan kerja) dan kemampuan memimpin dalam kelompok. Kedepannya,
107
karyawan harus bisa menerapkan sistem unjuk kerja dengan baik lagi dan pihak
Manajemen/Perusahaan bisa bekerjasama dalam upaya peningkatan kinerja
karyawannya, karena baik atau buruknya kinerja Perusahaan, sangat tergantung
kepada kinerja karyawannya.
108
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
5.1.1 Berdasarkan hasil pembahasan dari perspektif pimpinan, pelanggan dan karyawan
yang persepsinya relatif hampir sama, dijelaskan bahwa secara umum kinerja karyawan
PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu sudah cukup baik. Penerapan sasaran
individu karyawan sudah cukup baik disetiap bagian. Ketepatan waktu, kecakapan
karyawan dalam melaksanakan perintah atasan, tanggung jawab serta penguasaan bidang
tugas karyawan baik, meskipun masih ada terjadi keterlambatan dan kesalahan didalam
pekerjaan. Tetapi itu jarang sekali terjadi, dan kalaupun ada itu karena ada hambatan atau
kesultian, bukan dengan sengaja dilakukan.

5.1.2 Kompetensi individu yang dimiliki oleh karyawan PT. PLN (Persero) WS2J B
Cabang Bengkulu ini secara keseluruhan juga cukup baik. Pertama kompetensi inti yang
dimiliki setiap karyawan rata-rata baik, tetapi masih terdapat komentar buruk yang
ditujukan oleh kinerja karyawan PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu ini, dalam
konteks orientasi pelayanan pelanggan yang ternyata merupakan kesalahpahaman
diantara pelanggan dengan karyawan. Pada kompetensi peran, kinerja karyawan masih
ada yang perlu diperbaiki, antara lain yaitu dalam hal kemampuan mempengaruhi dan
mengembangkan orang lain. Disini karyawan masih kurang peduli dan kurang ada
keinginan untuk berusaha meningkatkan kemampuannya dalam hal ini. Selain itu,
kemampuan memimpin juga kurang dikarenakan bahwa karyawan tidak memiliki
kepercayaan diri yang tinggi untuk menjadi seorang pemimpin meskipun hanya dalam
suatu kelompok.

109
5.2 Saran
5.2.1 Untuk PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu, standar kinerja karyawan yang
diterapkan sudah baik. Sarannya agar prosedur didalam pelayanan pelanggan lebih
diperjelas dan lebih transparan dengan memberikan informasi yang jelas tentang syarat-
syarat, dan biaya yang diperlukan kepada pelanggan yang ingin melakukan penambahan
daya dan penyambungan listrik baru. Seperti :
Melakukan sosialisasi kepada masyarakat, memberikan contoh-contoh (SOP
pelayanan), pemasangan iklan dan brosur.
Meningkatkan mutu pelayanan, melalui pembinaan dan pengawasan
staff/karyawan.
Selain itu bagi pelanggan, jangan mudah percaya kepada oknum yang mengatasnamakan
PLN dengan berdalih ingin membantu kemudahan dalam prosedur. J ika ingin berurusan
dengan PLN, masyarakat sebagai pelanggan bisa datang langsung ke kantor PLN
ketempat bagian pelayanan.

5.2.2 Dalam penerapan kompetensi peran, pihak Manajemen/Perusahaan bisa membantu
dan bekerjasama dalam upaya peningkatan kinerja karyawan kedepannya, seperti
memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja karyawan.
Bagi karyawan, semangat kerja harus meningkat, peduli kepada lingkungan kerja, selalu
percaya terhadap kemampuan diri sendiri dan bekerja dengan berorientasi kepada
kepuasan pelanggan serta bekerja dengan jujur demi untuk kebaikan diri sendiri maupun
kebaikan perusahaan PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu kedepannya.






110
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (E:\116-metode-penelitian-kualitatif.html). Diakses pada tanggal 20 April 2009

Anonim. (E:\Kupas Tuntas Metode Penelitian Kualitatif Bag. 1 CARI ILMU ONLINE
BORNEO.html). Diakses pada tanggal 20 April 2009

Anonim. (E:\Kupas Tuntas Metode Penelitian Kualitatif Bag. 2 CARI ILMU ONLINE
BORNEO.html). Diakses pada tanggal 20 April 2009

Anonim. Itsnasahma.blogspot.com/2008/04/kinerja.html. Diakses tanggal 30 September
2009

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi
V. Rineke Cipta, J akarta

Attwood, Margaret. Dimmock, Stuart. 1999. Manajemen Personalia. Bandung: Penerbit
ITB.

Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif. Prenada Media Group: J akarta

Cokroaminoto. 2007. Membangun Kinerja Staff (Memaknai Kinerja Karyawan).
htpp://www.gogle.com. Diakses pada tanggal 20 April 2009

Dessler, Gary. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. J ilid kedua. Terjemahan Molan.
B. J akarta : Prenhallindo.

Dharma, s., 2005. Manajemen Kinerja. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Dokumen dan data sumber dari PT. PLN (Persero) WS2JB Cabang Bengkulu. 2008 dan
htpp://www.pln bkl.co.id. Diakses pada tanggal 20 April 2009

Ilyas, Y., 1999. Kinerja, Teori, Penilaian dan Penelitian. Cetakan pertama, Penerbit:
Badan Penerbit FKM, Universitas Indonesia. Depok, J akarta.

Indriantoro, Nur. Supomo, Bambang. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis untuk akuntansi
dan manajemen. Yogyakarta : BPPE.

111
Koesmono, Teman. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Jurusan Ekonomi
Manajemen, Fakultas Ekonomi-Universitas Kristen Petra. htpp://www.gogle.com.
Diakses pada tanggal 29 Maret 2009.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.
Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Moleong, Lexi J . 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi PT. Remaja
Rosdakarya, Bandung.

Patton, Michael.Q. 2006. Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Prawirosentono, 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : BPPE.

Veithzal Rivai. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. J akarta :
PT. Raja Grafindo Persada.

Robbins P, Stephen. 1996. Perilaku Organisasi. J ilid 1 Edisi Bahasa Indonesia. PT.
Prenhalindo, J akarta

Robbins P, Stephen. 2002. Prisip-prinsip Perilaku Organisasi. Edisi kelima, edisi Bahasa
Indonesia. Ahli Bahasa Halida, Dewi Sartika. Erlangga, J akarta.

Schuller, R. J ackson, S., dkk. 1999. MSDM (Menghadapi Abad ke-21. J ilid 2. J akarta :
Dialihbahasakan oleh Abdul Rasyid dan Peter Remy Yosy Pasla. Editio Yati
Sumiharti. Erlangga.

Soeratno dan Arsyad, Lincollin. 1993. Metodologi Penelitian untuk ekonomi dan bisnis.
Yogyakarta: UUP AMP YKPN.

Sugiono, 2008. Penelitian kuantitatif dan kualitatif. Bandung: Alfabeta.




































































































































PEDOMAN WAWANCARA
Judul : Kinerja Karyawan (studi Deskriptif Kualitatif pada PT.PLN (Persero) WS2JB cabang Bengkulu)

No Rumusan Masalah Indikator Definisi Operasional Item Pertanyaan
1 Bagaimanakah Kinerja
Karyawan PT.PLN (Persero)
WS2J B cabang Bengkulu
berdasarkan Perspektif
Pimpinan ?
A. Sasaran Individu, meliputi:
1.Tepat waktu












2.Kecakapan bapak/ibu dalam
melaksanakan tugas atau
perintah atasan







3.Tanggungjawab terhadap
penyelesaian tugas



1.Karyawan tidak pernah
datang terlambat dan karyawan
dapat menyelesaikan tugas
yang diberikan atasan tepat
waktu (sesuai kontrak
kerja,yakni 6 bulan) dengan
hasil yang baik






2. Bagaimana karyawan
menanggapi dan
melaksanakan perintah
atasan






3.Tanggung jawab yaitu
tingkat suatu aktivitas
diselesaikan (dengan baik)


-Apakah bapak/ibu selalu
datang ke kantor tepat
waktu ?
- Apakah bapak/ibu yang
terlambat /tidak masuk
kerja,selalu meminta izin ?
- Apakah bapak/ibu dalam
menyelesaikan
tugas/pekerjaan kantor,
selalu tepat waktu ?

-Apakah bapak/ibu
menanggapi perintah/tugas
yang diberikan atasan
dengan baik ?
-Apakah bapak/ibu
langsung bisa
menyelesaikan tugas yang
diberikan dengan baik tanpa
penjelasan ulang dari
atasan?

- Apakah bapak/ibu
bertanggung jawab atas
tugas/pekerjaan yang











4.Penguasaan bidang tugas









B. Kompetensi Individu, meliputi
:
1. Kopetensi Inti :
a. Integritas






pada waktu awal yang
diinginkan. Dilihat dari
suatu koordinasi dengan
hasil output serta
memaksimalkan waktu
yang tersedia untuk
aktivitas yang lain.




4. Memiliki pengetahuan
dan kemampuan yang
mendalam terhadap sesuatu
(tugas/pekerjaan) yang
sedang ditekuni/dijalani.








a. Integritas yaitu usaha
untuk menghasilkan suatu
rekonsiliasi (kecocokan)
yang layak atas
kepentingan-kepentingan
perorangan (individu),
masyarakat , dan organisasi.
diberikan ?
-Apakah bapak/ibu selalu
menyelesaikan
tugas/pekerjaan yang
diberikan dengan hasil yang
baik/memuaskan ?
-Apakah bapak/ibu pernah
mengabaikan
tugas/pekerjaan yang
diberikan ?

-Apakah bapak/ibu
menguasai bidang tugasnya
dengan baik ?
-Pernahkah bapak/ibu
mengeluh terhadap
tugas/pekerjaan yang
diberikan ?
-Pernah/seringkah
bapak/ibu melakukan
kesalahan dalam
pekerjaannya ?


-Bagaimana Integritas
bapak/ibu terhadap
perusahaan ?
-Apakah bapak/ibu
memiliki integritas yang
tinggi terhadap pekerjaan ?

b. Orientasi Pelayanan
Pelanggan
























c. Pembelajaran
berkesinambungan



b. (Customer Service
Orientation), adalah
keinginan untuk membantu
atau melayani orang lain
untuk memenuhi kebutuhan
mereka. Artinya berusaha
untuk mengetahui dan
memenuhi kebutuhan
pelanggan

















c. Suatu proses yang
dilakukan oleh individu
secara terus menerus
(bertahap)/berkelanjutan
untuk memperoleh suatu
-Bagaimanakah sikap
bapak/ibu terhadap
pelanggan ?
-Apakah bagi perusahaan,
kepuasaan pelanggan
adalah yang utama ?
-Bagaimanakah
sikap/tanggapan bapak/ibu
terhadap
pelanggan/masyarakat yang
mengeluh dan protes
terhadap layanan serta
kinerja bapak/ibu ?
-Apakah bapak/ibu pernah
bertengkar/berselisih paham
dengan pelanggan ?
-Apakah bapak/ibu
menanggapi pelanggan
yang menepon(mengeluh)
untuk memperbaiki Listrik
dirumahnya dengan cepat ?
-Apakah bapak/ibu selalu
ramah (senyum) dan
mengucapkan salam ketika
bertemu dengan pelanggan?

-Apakah bapak/ibu selalu
ingin belajar, jika ada
perubahan di dalam
pekerjaan atau diperusahaan
atau sesutau hal yang baru,










d. Adaptasi









e.Keterampilan/kemampuan










perubahan perilaku yang
baru secara keseluruhan,
sebagai hasil dari
pengalaman individu itu
sendiri dalam interaksi
dengan lingkungannya




d. Penyesuaian diri terhadap
lingkungan pekerjaan dan
perubahaan yang terjadi di
dalam perusahaan






e. Memiliki keahlian dan
pengetahuan yang lebih
terhadap sesuatu
(tugas/pekerjaan), selain
pengetahuan umum/dasar.






dan bermanfaat bagi dirinya
serta bagi perusahaan ?
-Bapak/ibu tidak malu
belajar dengan rekan
sesama terhadap sesuatu hal
yang berkaitan dengan
pekerjaan yang tidak
diketahui atau belum di
mengerti ?

-Apakah bapak/ibu bisa
dengan cepat menyesuaikan
diri terhadap hal/sesuatu
yang baru diperusahaan ?
-Apakah bapak/ibu selalu
mengeluh dengan
perubahan-perubahan yang
terjadi di dalam perusahaan/
pekerjaannya ?

-Apakah bapak/ibu
memiliki
keterampilan/kemampuan
lain terhadap
tugas/pekerjaannya ?
-Bagaimanakah
keterampilan/kemampuan
bapak/ibu terhadap tugas ?



2. Kopetensi Peran :
a. Kerjasama Kelompok















b.Mempengaruhi







c. Berpikir Strategis






a.Kerja secara bersama-
sama sebagai suatu
kesatuan. Berarti juga
mengalokasikan sumber
daya yang ada ke dalam
tugas2x tertentu, sehingga
semua lingkup pekerjaan
yang akan dihadapi diatasi
dengan baik. tergantung
kepada kejelasan pembagian
tugas, kemampuan dari
setiap anggota, kerjasama
bisa menjadikan sebuah
tugas menjadi lebih baik/
bahkan sebaliknya.

b. Daya yang ada atau
timbul dari sesuatu
(orang/benda) yang ikut
membantu watak,
kepercayaan dan perbuatan
seseorang untuk melakukan
sesuatu tanpa memaksa

c. Berpikir berdasarkan
pijakan pada suatu
perencanaan. Sebuah
rencana adalah sangat
penting untuk keperluan
evaluasi. Karena pada

-Apakah bapak/ibu mampu
bekerja sama dengan baik
dalam kelompok ?
-Apakah bapak/ibu pernah
berselisih paham dengan
rekan kerja sekelompok ?










-Apakah bapak/ibu bisa
mempengaruhi rekan
kerjanya untuk bisa
mengerjakan atau
menyelesaikan pekerjaan
mereka dengan baik ?


-Apakah bapak/ibu bisa
berpikir strategis setiap
masalah yang dihadapi
perusahaan yang
melibatkan bapak/ibu dalam
penyelesaiannya ?





d. Membangun Hubungan













e. Mengembangkan
orang lain






f. Memimpin kelompok



evaluasi kita melakukan
pembandingan antara
rencana dengan hasil yang
telah dicapai

d. Dapat membina/menjalin
hubungan yang baik dengan
relasi bisnis/rekan kerja dan
atasan serta dengan
masyarakat atau pelanggan.









e. Memberi semangat,
motivasi agar orang tersebut
(bapak/ibu) maju dan
menjadi lebih baik.




f. Memiliki kemampuan
dalam memberi
semangat/mempengaruhi
kelompok (tanpa memaksa)





-Apakah hubungan
bapak/ibu dengan atasan,
rekan kerja serta pelanggan
baik ?
-Apakah bapak/ibu pernah
berselisih paham dengan
rekan kerja,atasan dan
pelanggan ?
Bagaimana hubungan
bapak/ibu dengan atasan ?
-Apakah bapak/ibu bisa
berkomunikasi dengan
baik?

-Apakah bapak/ibu bisa
menjadi motivator yang
baik bagi rekan kerjanya ?
-Apakah bapak/ibu peduli
dengan lingkungan sekitar
termasuk rekan
kerja/bapak/ibu lainnya ?

-Apakah bapak/ibu bisa
memimpin/menjadi
pemimpin kelompok
dengan baik ?





g. Memelihara peralatan
kerja
untuk melakukan dan
menyelesaikan
pekerjaan/tugas yang
diberikan dengan baik

g. menjaga, dan
mengusahakan, serta
mengolah sesuatu
(peralatan/alat) dengan
sebaik-baiknya





-Apakah bapak/ibu bisa
menjaga peralatan kerja
dengan baik ?
-Apakah bapak/ibu pernah
merusak peralatan kerja ?
-Apakah bapak/ibu selalu
berhati-hati dalam
menggunakan peralatan
kerja ?
-Apakah bapak/ibu
menyimpan kembali
ketempatnya, setelah
menggunakan peralatan
kerja ?













PEDOMAN WAWANCARA
Judul : Kinerja Karyawan (studi Deskriptif Kualitatif pada PT.PLN (Persero) WS2JB cabang Bengkulu)

No Rumusan Masalah Indikator Definisi Operasional Item Pertanyaan
1 Bagaimanakah Kinerja
Karyawan PT.PLN (Persero)
WS2J B cabang Bengkulu
berdasarkan Perspektif
Karyawan ?
A. Sasaran Individu, meliputi:
1. Tepat waktu











2. Kecakapan karyawan dalam
melaksanakan tugas atau
perintah atasan








3.Tanggungjawab terhadap
penyelesaian tugas


1.karyawan tidak pernah
datang terlambat dan karyawan
dapat menyelesaikan tugas
yang diberikan atasan tepat
waktu (sesuai kontrak
kerja,yakni 6 bulan) dengan
hasil yang baik





2. Bagaimana karyawan
menanggapi dan
melaksanakan perintah
atasan







3.Tanggung jawab yaitu
tingkat suatu aktivitas


-Apakah bapak/ibu selalu
datang ke kantor tepat
waktu ?
- Apakah bapak/ibu
terlambat /tidak masuk
kerja,selalu meminta izin ?
- Apakah bapak/ibu dalam
menyelesaikan
tugas/pekerjaan kantor,
selalu tepat waktu ?

-Apakah bapak/ibu
menanggapi perintah/tugas
yang diberikan atasan
dengan baik ?
-Apakah bapak/ibu
langsung bisa
menyelesaikan tugas yang
diberikan dengan baik tanpa
penjelasan ulang dari
atasan?

- Apakah bapak/ibu
bertanggung jawab atas












4.Penguasaan bidang tugas








B. Kompetensi Individu, meliputi
:
1. Kopetensi Inti :
b. Integritas






diselesaikan (dengan baik)
pada waktu awal yang
diinginkan. Dilihat dari
suatu koordinasi dengan
hasil output serta
memaksimalkan waktu
yang tersedia untuk
aktivitas yang lain.




4. Memiliki pengetahuan
dan kemampuan yang
mendalam terhadap sesuatu
(tugas/pekerjaan) yang
sedang ditekuni/dijalani.







a. Integritas yaitu usaha
untuk menghasilkan suatu
rekonsiliasi (kecocokan)
yang layak atas
kepentingan-kepentingan
perorangan (individu),
masyarakat , dan organisasi.
tugas/pekerjaan yang
diberikan ?
-Apakah bapak/ibu selalu
menyelesaikan
tugas/pekerjaan yang
diberikan dengan hasil yang
baik/memuaskan ?
-Apakah bapak/ibu pernah
mengabaikan
tugas/pekerjaan yang
diberikan oleh atasan?

-Apakah bapak/ibu
menguasai bidang tugas
dengan baik ?
-Pernahkah bapak/ibu
mengeluh terhadap
tugas/pekerjaan yang
diberikan ?
-Pernah/seringkah
bapak/ibu melakukan
kesalahan dalam
pekerjaannya ?

-Bagaimana Integritas
bapak/ibu terhadap
perusahaan ?
-Apakah bapak/ibu
memiliki integritas yang
tinggi terhadap pekerjaan ?

b. Orientasi Pelayanan
Pelanggan
























c. Pembelajaran
berkesinambungan



b. (Customer Service
Orientation), adalah
keinginan untuk membantu
atau melayani orang lain
untuk memenuhi kebutuhan
mereka. Artinya berusaha
untuk mengetahui dan
memenuhi kebutuhan
pelanggan

















c. Suatu proses yang
dilakukan oleh individu
secara terus menerus
(bertahap)/berkelanjutan
untuk memperoleh suatu
-Bagaimanakah sikap
bapak/ibu terhadap
pelanggan ?
-Apakah bagi perusahaan,
kepuasaan pelanggan
adalah yang utama ?
-Bagaimanakah
sikap/tanggapan bapak/ibu
terhadap
pelanggan/masyarakat yang
mengeluh dan protes
terhadap layanan serta
kinerja karyawan disini ?
-Apakah bapak/ibu pernah
bertengkar/berselisih paham
dengan pelanggan ?
-Apakah bapak/ibu
menanggapi pelanggan
yang menepon(mengeluh)
untuk memperbaiki Listrik
dirumahnya dengan cepat ?
-Apakah bapak/ibu selalu
ramah (senyum) dan
mengucapkan salam ketika
bertemu dengan pelanggan?

-Apakah bapak/ibu selalu
ingin belajar, jika ada
perubahan di dalam
pekerjaan atau diperusahaan
atau sesutau hal yang baru,










d. Adaptasi









e.Keterampilan/kemampuan










perubahan perilaku yang
baru secara keseluruhan,
sebagai hasil dari
pengalaman individu itu
sendiri dalam interaksi
dengan lingkungannya




d. Penyesuaian diri terhadap
lingkungan pekerjaan dan
perubahaan yang terjadi di
dalam perusahaan






e. Memiliki keahlian dan
pengetahuan yang lebih
terhadap sesuatu
(tugas/pekerjaan), selain
pengetahuan umum/dasar.






dan bermanfaat bagi dirinya
serta bagi perusahaan ?
-Bapak/ibu tidak malu
belajar dengan rekan
sesama terhadap sesuatu hal
yang berkaitan dengan
pekerjaan yang tidak
diketahui atau belum di
mengerti ?

-Apakah bapak/ibu bisa
dengan cepat menyesuaikan
diri terhadap hal/sesuatu
yang baru diperusahaan ?
-Apakah bapak/ibu selalu
mengeluh dengan
perubahan-perubahan yang
terjadi di dalam perusahaan/
pekerjaan ?

-Apakah bapak/ibu
memiliki
keterampilan/kemampuan
lain terhadap
tugas/pekerjaan ?
-Bagaimanakah
keterampilan/kemampuan
bapak/ibu terhadap tugas ?



2. Kopetensi Peran :
c. Kerjasama Kelompok















d.Mempengaruhi






c. Berpikir Strategis






a.Kerja secara bersama-
sama sebagai suatu
kesatuan. Berarti juga
mengalokasikan sumber
daya yang ada ke dalam
tugas2x tertentu, sehingga
semua lingkup pekerjaan
yang akan dihadapi diatasi
dengan baik. tergantung
kepada kejelasan pembagian
tugas, kemampuan dari
setiap anggota, kerjasama
bisa menjadikan sebuah
tugas menjadi lebih baik/
bahkan sebaliknya.

b. Daya yang ada atau
timbul dari sesuatu
(orang/benda) yang ikut
membantu watak,
kepercayaan dan perbuatan
seseorang untuk melakukan
sesuatu tanpa memaksa

c. Berpikir berdasarkan
pijakan pada suatu
perencanaan. Sebuah
rencana adalah sangat
penting untuk keperluan
evaluasi. Karena pada
evaluasi kita melakukan
-Apakah bapak/ibu mampu
bekerja sama dengan baik
dalam kelompok ?
-Apakah bapak/ibu pernah
berselisih paham dengan
rekan kerja sekelompok ?










-Apakah bapak/ibu bisa
mempengaruhi rekan
kerja/karyawan yang lain
untuk bisa mengerjakan
atau menyelesaikan
pekerjaan mereka dengan
baik ?

-Apakah bapak/ibu bisa
berpikir strategis setiap
masalah yang dihadapi
perusahaan dan apakah
bapak/ibu
dilibatkan/diikutsertakan
dalam diskusi




d. Membangun Hubungan













e. Mengembangkan
orang lain






f. Memimpin kelompok




pembandingan antara
rencana dengan hasil yang
telah dicapai

d. Dapat membina/menjalin
hubungan yang baik dengan
relasi bisnis/rekan kerja dan
atasan serta dengan
masyarakat atau pelanggan.









e. Memberi semangat,
motivasi agar orang tersebut
(bapak/ibu) maju dan
menjadi lebih baik.




f. Memiliki kemampuan
dalam memberi
semangat/mempengaruhi
kelompok (tanpa memaksa)
untuk melakukan dan
penyelesaiannya ?



-Apakah hubungan
bapak/ibu dengan atasan,
rekan kerja serta pelanggan
baik ?
-Apakah bapak/ibu pernah
berselisih paham dengan
rekan kerja,atasan dan
pelanggan ?
Bagaimana hubungan
bapak/ibu dengan atasan ?
-Apakah bapak/ibu bisa
berkomunikasi dengan
baik?

-Apakah bapak/ibu bisa
menjadi motivator yang
baik bagi rekan kerjanya ?
-Apakah bapak/ibu peduli
dengan lingkungan sekitar
termasuk rekan
kerja/bapak/ibu lainnya ?

-Apakah bapak/ibu bisa
memimpin/menjadi
pemimpin kelompok
dengan baik ?





g. Memelihara peralatan
kerja
menyelesaikan
pekerjaan/tugas yang
diberikan dengan baik

g. menjaga, dan
mengusahakan, serta
mengolah sesuatu
(peralatan/alat) dengan
sebaik-baiknya




-Apakah bapak/ibu bisa
menjaga peralatan kerja
dengan baik ?
-Apakah bapak/ibu pernah
merusak peralatan kerja ?
-Apakah bapak/ibu selalu
berhati-hati dalam
menggunakan peralatan
kerja ?
-Apakah bapak/ibu
menyimpan kembali
ketempatnya, setelah
menggunakan peralatan
kerja ?




HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT. PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Pimpinan/Asisten Manajer bagian Tehnik

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :

1. Bagaimanakah menurut Bapak tentang ketepatan waktu karyawan PLN bagian
Tehnik ini ?
J awaban : Menurut saya, ketepan watu disini lebih difokuskan kepada penyelesaian
tugas karyawan. Disini karyawan dituntut harus bisa menyelesaikan
tugas/pekerjaan yang diberikan tepat waktu, sedangkan ketepatan waktu
dalam hal masuk kantor tidak begitu diperhatikan di bagian pembangkit
(tehnik) ini karena kami orang lapangan, kami berusaha dan harus bisa
menyelesaikan tugas/pekerjaan sesuai dengan target yang diharapkan.
Kalau karyawan saya, sejauh ini belum ada yang terlambat atau melewati
batas waktu dalam menyelesaikan tugas, semuanya bisa dan harus selesai
tepat waktu, kalo tidak berarti siap di geser

2. Bagaimanakah menurut Bapak kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan ?
J awaban : Kalo kecakapan karyawan, pertama masuk/sebelum menjadi karyawan
tetap disini, mereka harus diberikan training dan dilatih terlebih dahulu
agar memiliki kecakapan dalam menjalankan tugas. Dan juga karyawan
diberikan semacam buku/manual book sebagai panduan dia namanya
Standard Operation Procedur. J adi karyawan melaksanakan harus sesuai
SOP itu, dan tidak sembarangan kerja

3. Bagaimanakah menurut Bapak tanggung jawab karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhaap perusahaan ?
J awaban : Tanggung jawab...menurut saya, karyawan saya bertanggung jawab dalam
menyelesaikan tugas mereka. Setiap karyawan saya harus !! bertanggung
jawab dengan apa yang mereka lakukan, tidak boleh kerja sembarangan
agar tidak terjadi hal-hal yang berbahaya

4. Bagaimanakah penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Kalo penguasaan bidang tugas....yaaa tentu la harus, kita di bagian ini
merupakan inti ibarat dalam rumah makan, kami ini adalah juru masak
yang bekerja di bagian dapur....kami tidak boleh salah dalam mengerjakan
tugas kami ...kalo salah terus, bisa-bisa rugila.....jadi disini dituntut untuk
bisa bekerja dengan baik dan menguasai bidang tugas yang diberikan


Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :

1.Menurut Bapak, apakah karyawan disini memiliki integritas yang tinggi terhadap
pekerjaan maupun perusahaan ini ?
J awaban : Dalam hal ini karyawan bagian tehnik atau pembangkit harus memiliki
Integritas yang tinggi, seperti misalnya memiliki skill, knowledge, daya
nalar untuk menyelesaikan gangguan mesin dengan cepat dan tanggap.
J adi, setiap karyawan disini saya rasa memiliki integritas yang sangat
tinggi terhadap pekerjaan maupun terhadap perusahaan tempat mereka
bekerja ini

2. Menurut Bapak, penerapan orientasi pelayanan pelanggan disini sudah diterapkan
dengan baik oleh karyawan ?
J awaban : Bagi kami...kepuasan pelanggan adalah yang utama. J adi karyawan
dituntut untuk bersikap ramah kepada setiap pelanggan tanpa terkecuali.
Karyawan sejauh ini belum pernah terdengar oleh telinga saya, karyawan
disini berdebat apalagi sampai bertengkar, kalau berselisih paham
mungkin ada

3. Menurut Bapak, apakah karyawan disini sudah menerapkan sistem pembelajaran
berkesinambungan disini ?
J awaban : Disini setiap karyawan wajib memiliki Look book yakni buku yang berisi
tentang apa saja yang berkaitan dengan tugasnya pada saat ini, seperti
misalnya ada mesin yang rusak, dia mengetahui cara memperbaikinya...ia
harus catat di dalam buku tersebut dengan lengkap cara-caranya. Buku ini
tentunya akan berguna apabila karyawan tersebut pindah tugas, dan
pekerjaannya yang lama digantikan oleh orang baru, maka karyawan baru
tersebut cukup dengan melihat buku itu dan mempelajarinya. Dengan
demikian karyawan tersebut telah menurunkan ilmunya kepada karyawan
baru. Disini karyawan pun mau belajar dan tidak malu untuk belajar
kepada sesama rekannya jika ada sesuatu hal yang baru yang tidak
diketahuinya, yang tentunya akan berguna bagi dirinya dan perusahaan

4.Apakah karyawan bisa beradaptasi dengan baik disini ?
J awaban : Karyawan harus dan diwajibkan untuk bisa beradaptasi dengan
lingkungan serta pekerjaannya dengan cepat. Karena hal itu mungkin akan
berguna bagi diri karyawan tersebut, contohnya : jika memperbaiki mesin,
harus dibiasakan menggunakan tutup telinga agar tidak merusak
pendengaran...

5. Bagaimanakah keterampilan atau kemampuan karyawan dibagian tehnik ini ?
J awaban : Untuk masuk atau bekerja di PLN ini tentunya harus memiliki pendidikan
khusus seperti bagian tehnik ini, yang diterima adalah jurusan sekolah
mesin/STM dan juga sarjana Tehnik yang diseleksi lagi. Ketika sudah
masuk pun, ada trainingnya lagi. J adi, saya kira seluruh karyawan saya
memiliki kemampuan/keterampilan di bidangnya masing-masing
khususnya mesin

6. Apakah karyawan disini bisa bekerjasama kelompok dengan baik ?
J awaban : Harus...setiap karyawan harus bisa bekerja secara kelompok. Apalagi
kami yang lebih banyak kerja dilapangan, harus bekerja dengan tim. Kami
semua sama, tidak dibedakan antara atasan dan karyawan, kami tidak bisa
bekerja sendirian. Kalo selisih paham dengan kelompok mungkin ada, tapi
itu dalam hal positif, berbeda pendapat, berbeda pikiran dalam
menyelesaikan atau mencari solusi terbaik ketika mengalami benturan atau
situasi yang sulit dalam memperbaiki kerusakan mesin atau gangguan.
Tapi, kalo sudah tidak bisa dikerjakan atau diperbaiki, kami lari ke
pabriknya

7. Apakah setiap karyawan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi rekan
kerjanya untuk bisa bekerja lebih baik ?
J awaban ; Karyawan disini sudah seperti keluarga, jadi saya rasa seorang karyawan
bisa mempengaruhi rekannya untuk melakukan hal yang berguna itu
mungkin dengan mudah

8. Apakah karyawan bisa berfikir strategis dalam menyelesaikan masalah ?
J awaban ; Ya, setiap karyawan diharuskan bisa menyelesaikan masalah yang terjadi
di perusahaan, baik secara pribadi maupun secara berdiskusi dengan
kelompok. Sejauh ini karyawan mampu untuk menyelesaikan masalah
yang ada, misalnya masalah gangguan mesin di bagian pembangkit

9. Bagaimanakah hubungan karyawan disini dengan rekan kerja, pelanggan serta
dengan Bapak sebagai atasannya ?
J awaban : Di sini, kami ga ada beda, antara saya dan bawahan saya sama. Kami
bekerja secara bersama-sama, satu tim di lapangan..itu kerja semua. Di
bagian tehnik khususnya ini, kami saling terbuka, saling percaya..soalnya
disini ga ada duid. Kan yang membuat kita sering ribut, atau curiga, ga
percaya itu rata-rata karena duitt...

10. Bagaimana menurut Bapak tentang kemampuan karyawan dalam hal
mengembangkan orang lain ?
J awaban : Kalo atasan pasti la harus bisa mengembangkan orang lain, dalam artian
disini harus bisa mengembangkan karyawannya. Kalo karyawan disini
seharusnya setiap individu masing-masing karyawan mampu menjadi
motivator yang baik untuk sesamanya dan harus peduli dengan keadaan
sekitar, peduli dengan rekannya juga, dan membantu jika ada masalah.
Saya rasa itu dimiliki oleh karyawan saya...
11. Apakah setiap karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Kita harus berusaha jadi kayak kito galo...kan semua karyawan disini
adalah calon pemimpin juga..kayak saya, pimpinan sebelum saya udah ada
3 orang dan kini menjadi karyawan biasa disini. Begitupun dengan saya
nanti, kalo saya udah ga mampu atau ada yang lebih baik dari saya, maka
saya akan bergeser ...dan menjadi karyawan biasa lagi.. jadi, setiap
karyawan harus bisa memimpin suatu kelompok. Saya rasa disini pun
semuanya mampu..seperti yang saya jelaskan tadi...

12. Apakah karyawan bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ?
J awaban : Haruss,, itu merupakan syarat mutlak untuk kerja disini. Untuk apa kita
pekerjakan disini, kalo hanya untuk merugikan perusahaan dengan
merusak peralatan ataupun tidak bisa menjaga dan merawat peralatan yang
ada...





Peneliti



Anna Bisma Putri






















HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT. PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Pimpinan/Asisten Manajer bagian Pengukuran dan Proteksi

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :
1. Bagaimanakah menurut Bapak tentang ketepatan waktu karyawan PLN bagian
Tehnik ini ?
J awaban : Karyawan bagian distribusi datang tepat waktu, tidak ada yang terlambat,
dan selalu izin jika tidak masuk kerja/berhalangan hadir..kalo tugas,
mereka selau mengerjakannya dan menyelesaikan pekerjaan tersebut tepat
waktu.

2. Bagaimanakah menurut Bapak kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan ?
J awaban : Karyawan menanggapi perintah atasan dengan baik dan langsung bisa
menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik tanpa penjelasan ulang
atau teguran dari atasan

3. Bagaimanakah menurut Bapak, tanggung jawab karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhadap perusahaan ?
J awaban : Karyawan selama ini selalu bertanggung jawab dengan tugas/pekerjaan
yang diberikan. Contohnya karyawan bisa mengerjakan pekerjaan dengan
tepat waktu dan dengan hasil yang baik

4. Bagaimanakah penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Karyawan bisa menguasai bidang tugas dengan baik, dan tidak ada yang
tidak bisa. Disini karyawan bagian distribusi harus bisa menguasai
pekerjaan mereka masing-masing, kalo tidak, tidak mungkin mereka bisa
jadi bagian dari PT. PLN ini







Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :

1. Menurut Bapak, apakah karyawan disini memiliki integritas yang tinggi terhadap
pekerjaan maupun perusahaan ini ?
J awaban : Bagus, karyawan di bagian Prokur ini, cukup memiliki integritas terhadap
pekerjaannya maupun terhadap perusahaan

2. Menurut Bapak, penerapan orientasi pelayanan pelanggan disini sudah diterapkan
dengan baik oleh karyawan ?
J awaban ; Ya benar, kepuasan adalah hal yang utama bagi perusahaan kami. J adi
disini kami , baik saya maupun karyawan saya harus melayani pelanggan
dengan sebaik-baiknya..kalo selisih paham dengan pelanggan pernah,
Cuma tidak sampai bertengkar...

3. Menurut Bapak, apakah karyawan disini sudah menerapkan sistem pembelajaran
berkesinambungan disini ?
J awaban : Karyawan diberikan pelatihan atau kursus-kursus setiap tahun, ini
bertujuan agar karyawan memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan
yang mengikuti perkembangan zaman, dengan adanya diklat ini,
diharapkan dapat membantu karyawan dalam meningkatkan pengetahuan
dan keterampilannya dalam bentuk pembelajaran yang berkelanjutan

4. Apakah karyawan bisa beradaptasi dengan baik disini ?
J awaban : Karyawan bisa dengan cepat beradaptasi dengan perubahaan-perubahan
yang terjadi mereka harus bisa dan mereka dituntut untuk itu demi
kemajuan perusahaan

5. Bagaimanakah keterampilan atau kemampuan karyawan dibagian tehnik ini ?
J awaban : Ya pasti, setiap karyawan disini harus memiliki skill atau kemampuaan di
bidang kelistrikan khususnya, seperti sekolah jurusan STM yang sering
magang juga

6. Apakah karyawan disini bisa bekerjasama kelompok dengan baik ?
J awaban : Ya, setiap karyawan harus bisa bekerjasama dengan kelompok, tidak
semua pekerjaan dilakukan atau diselesaikan dengan sendiri. Karyawan
disini semuanya bisa bekerjasama dengan kelompok

7. Apakah setiap karyawan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi rekan
kerjanya untuk bisa bekerja lebih baik ?
J awaban : Kalo dalam masalah pekerjaan mempengaruhinya dengan mengajak rekan
sesama, agar bisa maju dan agar tidak bermalas-malasan..ya ada,, tapi
tidak semua punya ilmu ini, tergantung orangnya

8. Apakah karyawan bisa berfikir strategis dalam menyelesaikan masalah ?
J awaban : Ya...harus mampu berpikr stategis di dalam mengambil keputusan dan
dalam menyelesaikan masalah, dalam hal ini tidak semua karyawan
mampu

9. Bagaimanakah hubungan karyawan disini dengan rekan kerja, pelanggan serta
dengan atasannya ?
J awaban : Ya, karyawan mampu membangun hubungan yang baik anatrsesama
karyawan. Hubungan dengan saya sebagai atasan pun rata-rata baik.
Begitu juga dengan pelanggan, haruss baik

10. Bagaimana menurut Bapak tentang kemampuan karyawan dalam hal
mengembangkan orang lain ?
J awaban : Sama halnya dengan mempengaruhi tadi, tidak semua karyawan
mampu...

11. Apakah setiap karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Harus di upayakan. Dan saya kira semuanya mampu jika ditunjuk jadi
pemimpin, baik dalam kelompok maupun di dalam suatu orgaisasi yang
besar...

12. Apakah karyawan bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ?
J awaban : Ya, setiap karyawan diwajibkan harus memelihara perlatan kerja dengan
sebaik-baiknyaa, dan sejauh ini karyawan mampu untuk itu...




Peneliti



Anna Bisma Putri





HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT. PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Pimpinan/Asisten Manajer bagian Distribusi

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :

1. Bagaimanakah menurut Bapak tentang ketepatan waktu karyawan PLN bagian
Tehnik ini ?
J awaban : Menurut saya, ketepatan waktu yang dimaksud itu adalah tepat waktu
datang ke kantor/masuk kerja dan juga tepat waktu dalam menyelesaikan
tugas/pekerjaan. J adi,karyawan harus bisa tepat waktu dalam segala hal.
Tapi kalo seluruh karyawan di bagian ini selalu tepat waktu,...jawabanya
tidak, ..ada yang tepat ada juga yang tidak..kalo tindakan saya paling
menegur secara halus bagi karyawan yang lalai atau idak tepat
waktu...kalo karyawan yang izin ada, alasannya kalo piket, jadi
diperbolehkan datang terlambat ..

2. Bagaimanakah menurut Bapak kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan ?
J awaban : Disini karyawan bisa menanggapi dan melaksanakan perintah atasan
dengan baik dan tanpa penjelasan ulang

3. Bagaimanakah menurut Bapak tanggung jawab karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhadap perusahaan ?
J awaban : Karyawansaya liat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, ya
meskipun pekerjaan/tugas tidak selalu selesai tepat waktu

4. Bagaimanakah penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Secara umum, karyawan menguasai bidang tugas atau pekerjaannya
dengan sangat baik.kalo mengeluh soal pekerjaan,, ada yang mengeluh ada
yang tidak.setiap orang kan punya bobot kemampuan yang ga sama, bisa
jadi alasan ngeluh tadi karena lagi ada masalah, saya rasa masih wajar.
Kalo kesalahan, jarang terjadi..karena disini rata-rata karyawan lama,
mereka udah terbiasa dengan pekerjaan yang diberikan setiap hari...







Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :

1. Menurut Bapak, apakah karyawan disini memiliki integritas yang tinggi terhadap
pekerjaan maupun perusahaan ini ?
J awaban : Integritas itu posisi dimana karyawan sangat care/peduli dan dapat
menempuh atau mencapai sasaran dalam suatu penilaian kinerja. Klo
pertanyaannya tadi bagaimanakah integritas yang dimiliki oleh karyawan,
jawabannya tidak sama..ada yang tinggi dan ada yang sedang...klo buruk,
ga ada...

2. Menurut Bapak, penerapan orientasi pelayanan pelanggan disini sudah diterapkan
dengan baik oleh karyawan ?
J awaban : Disini kami lebih menekankan pelayanan pelanggan dengan menjaga
kualitas mutu. Seperti menjaga kualitas tegangan, menjaga agar listrik
tidak padam atau kedap-kedip istilah kami itu pliker. Ya, berusaha mejaga
kualitas standar mutu pelayanan..agar pelanggan merasa nyaman

3. Menurut Bapak, apakah karyawan disini sudah menerapkan sistem pembelajaran
berkesinambungan disini ?
J awaban : Ya,, karyawan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, saya liat
karyawan tidak malu untuk belajar dengan rekan kerjanya jika ada temuan
baru atau perubahan yang yang terjadi,seperi misalnya,, sekarang adalah
tekhnologi canggih..karyawan yang paham dengan laptop dan internet mau
ngajarin karyawan yang lain, saling berbagi info...

4. Apakah karyawan bisa beradaptasi dengan baik disini ?
J awaban : Karyawan disini bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, dan
itu diharuskan demi kemajuan perusahaan.seperti misalnya dalam hal ilmu
tekhnologi

5. Bagaimanakah keterampilan atau kemampuan karyawan dibagian tehnik ini ?
J awaban : Setiap karyawan disini, saya kira memiliki keterampilan dan kemampuan
yang baik dalam hal pendistribusian, mengetahui dengan baik tentang cara
memonitor pasokan listrik, mengatasi gangguan, trafo dan tegangan

6. Apakah karyawan disini bisa bekerjasama kelompok dengan baik ?
J awaban : Karyawan mampu bekerjasama dengan kelompok, karena ada pekeraan
yang tidak bisa dikerjakan sendiri.di dalam kelompok karyawan
menyelesaikan masalah dengan berdiskusi, dan pasti pernah terjadi selisih
paham, beda pendapat .contohnya dalam mengatasi gangguan listrik atau
memperhitungkan pasokan distribusi , ada yang ingin cara cepat atau
secara alami, ada juga yang harus berdasarkan teori dan mencontoh
pengalaman yang sudah-sudah. Tapi, semua masih bisa teratasi...
7. Apakah setiap karyawan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi rekan
kerjanya untuk bisa bekerja lebih baik ?
J awaban : Ya ada, disini kita mencontoh yang baik. J adi secara tidak langsung yang
di contoh itu mempengaruhi kita kan ...ada satu, Cuma ga seluruhnya bisa
mempengaruhi yang lain...

8. Apakah karyawan bisa berfikir strategis dalam menyelesaikan masalah ?
J awaban : Disini maksud dari berpikir strategis adalah bagaimana mencari titik
gangguan, setiap karyawan berusaha memberi jalan atau solusi, ada yang
menggunakan metode penyusuran, menyusuri setiap titik gardu, ada yang
menentukan berapa amper meter pada saat gangguan hanya liat di gardu
induk, ada saran dengan manual . jadi semua bekerja untuk berusaha
menyelesaikan masalah dan mencari solusi, mereka bebas mengeluarkan
pendapatt

9. Bagaimanakah hubungan karyawan disini dengan rekan kerja, pelanggan serta
dengan atasannya ?
J awaban : Dalam lingkungan kerja hubungan karyawan baik , dengan sesama
karyawan, dengan pelanggan, dengan atasan. Cuma kalo senang atau idak,
kito idak tau..klo selisih paham blum nampak, Cuma kalo salah paham ada
juga, contohnya : atasan memberikan kerjaan terus-menerus kepada satu
orang karyawan, sedangkan yang lain sedikit, karyawan itu berpikiran saya
tidak suka, padahal saya ngasih tugas tuh mungkin karena kerjany cepat,
selesainya butuh cepat

10. Bagaimana menurut Bapak tentang kemampuan karyawan dalam hal
mengembangkan orang lain ?
J awaban : Mengembangkan orang lain ini hampir sama dengan mempengaruhi,
seperti yang saya jelaskan tadi...

11. Apakah setiap karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Bisa, setiap karyawan mampu untuk menjadi pemimpin kelompok,
pekerjaan diselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran

12. apakah karyawan bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ?
J awaban : Secara umum iya, tapi ada juga peralatan kerja yang rusak karena
kelalaian dari karyawan sendiri, tidak berdasarkan SOP ,, dia ceroboh,
tindakan saya , yaa cukup dengan di tegur saja dan kelalaian tersebut kini
tidak terulang lagi...
Peneliti


Anna Bisma Putri
HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT. PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT. PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Pimpinan/Asisten Manajer bagian Pemasaran

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :

1. Bagaimanakah menurut Bapak tentang ketepatan waktu karyawan PLN bagian
Tehnik ini ?
J awaban : Karyawan bagian pemasaran diharuskan datang tepat waktu, tidak hanya
di bagian pemasaran tapi juga bagi seluruh karyawan PLN ini. Ketepatan
waktu ini adalah salah satu indikator penilaian kinerja karyawan yang
dilakukan oleh pimpinan, apakah baik atau tidak sejauh ini....., karyawan
disini, khususnya bagian pemasaran datangnya tepat waktu, pukul 07.30
wib. Kalaupun ada yang terlambat(tidak tepat waktu) itu dikarenakan
adanya halangan, dan karyawan yg bersangkutan memberi kabar/meminta
izin dengan menelpon rekannya/saya sendiri selaku atasannya. Begitu juga
kalau izin tidak masuk, harus dengan alasan yang jelas dan benar-benar
mendesak

2. Bagaimanakah menurut Bapak kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan ?
J awaban : Karyawan bagian pemasaran ini saya lihat menanggapi perintah atasan
dengan baik. Dan juga melaksanakan dengan hasil yg baik .

3. Bagaimanakah menurut Bapak, tanggung jawab karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhadap perusahaan ?
J awaban : Seluruh karyawan harus bertanggung jawab dalam setiap tugas dan
pekerjaannya, saya lihat disini pun demikian...

4. Bagaimanakah penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Ya...setiap karyawan yang ingin bekerja di PLN ini harus memiliki
kemampuan dan dilakukan training bagi karyawan baru agar karyawan
tersebut bisa mengetahui dan menguasai apa-apa yang menjadi tugasnya
nanti

Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :
1. Menurut Bapak, apakah karyawan disini memiliki integritas yang tinggi terhadap
pekerjaan maupun perusahaan ini ?
J awaban : Integritas adalah loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Sejauh mana
karyawan bisa berbuat untuk perusahaan, menghasilkan. Sebera besar
upaya yang dimiliki untuk menghasilkan rekosialisasi terhadap
perusahaan. Karyawan disini memiliki itu, karyawan memiliki integritas
yang tinggi terhadap pekerjaan maupun perusahaan ini

2. Menurut Bapak, penerapan orientasi pelayanan pelanggan disini sudah diterapkan
dengan baik oleh karyawan ?
J awaban : Pelayanan pelanggan adalah nomor satu. Kalo ada karyawan yang datang
untuk mengadu terhadap kerusakan listrik atau apa, karyawan melayaninya
dengan ramah, mendengarkan keluhan atas kerusakan atau kesalahan yang
terjadi. Dan karyawan berusaha untuk sebisa mungkin mengatasi masalah
tersebut, seperti dengan menanggapi keluhan pelanggan dengan baik dan
berusaha menjelaskan ke pelanggan dengan sopan dan ramah

3. Menurut Bapak, apakah karyawan disini sudah menerapkan sistem pembelajaran
berkesinambungan disini ?
J awaban : Ilmu pengetahuan dan tekhnologi adalah sesuatu yang sangat penting,
dimana setiap harinya ilmu pengetahuan dan tekhnologi selalu
berkembang, selalu ada hal-hal baru yang terjadi. Seperti tekhologi, kita
ketahui dengan tekhnologi yang semakin canggih yang bisa
mengefisienkan waktu dan membuat semuanya lebih mudah untuk
dijangkau, jadi diharapkan karyawan bisa menyesuaikan diri terhadap
perubahan dan selalu ingin belajar, demi untuk kepentingan
pribadi,kelompok maupun perusahaan. Demi kemajuan perusahaan
..sekarang karyawan sudah bisa menikmati praktisnya pembayaran dengan
sistem onLine, mengetahui rekening listrik tiap bulan melaui sms..dan
banyak inovasi-inovasi yang kami lakukan untuk memuaskan pelanggan

4. Apakah karyawan bisa beradaptasi dengan baik disini ?
J awaban : Penyesuaian diri ya harus bisa, seperti yang saya bilang tadi. Bahwa
karyawan harus bisa menempatkan diri, bisa menyesuaikan diri jika terjadi
perubahan yang salah satunya dengan belajar dan belajar

5. Bagaimanakah keterampilan atau kemampuan karyawan dibagian Pemasaran ini ?
J awaban : Keterampilan atau kemampuan wajib dimiliki oleh setiap karyawan. Kalo
kemampuan atau keterampilan yang lebih di bandingkan yang lain, ada
beberapa.seperti pengetahuan dalam bidang tekhnologi. Dan biasanya
karyawan tersebut dimintai karyawan yang lain untuk mengajari mereka,
karyawan yang memiliki pengetahuan tekhnologi itu rata-rata masih muda
dan karyawan baru di PLN ini



6.Apakah karyawan disini bisa bekerjasama kelompok dengan baik ?
J awaban : Setiap karyawan mampu bekerjasama dalam kelompok, disini ada
pekerjaan yang emang harus dikerjakan secara kelompok...

7. Apakah setiap karyawan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi rekan
kerjanya untuk bisa bekerja lebih baik ?
J awaban : Karyawan yang bisa mempengaruhi karyawan lain untuk melakukan hal
positif dalam pekerjaan, ada tapi tidak semua. Paling satu dua orang..
tergantung sifat orangnya..tapi biasanya yang memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi itu adalah pimpinan

8. Apakah karyawan bisa berfikir strategis dalam menyelesaikan masalah ?
J awaban : J ika terjadi masalah karyawan mampu memberikan solusi dengan yang
baik, ya saya kra tidak semua karyawan punya inisiatif, ada juga yang
cuek-cuek saja...

9. Bagaimanakah hubungan karyawan disini dengan rekan kerja, pelanggan serta
dengan atasannya ?
J awaban : Bisa, karyawan disini bisa berkomunikasi dengan baik antarsesama,
dengan pelanggan dan dengan atasan. Bersenda gurau, ngobrol di waktu
luang...

10. Bagaimana menurut Bapak tentang kemampuan karyawan dalam hal
mengembangkan orang lain ?
J awaban : Ya sama dengan yang saya jelasi tadi tentang mempengaruhi...

11. Apakah setiap karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Memimpin kelompok itu susah-susah gampang, tidak semua karyawan
bisa menjadi pemimpin kelompok yang baik. Ada yang hanya betah jadi
pengikut, tidak punya inisiatif untuk maju...

12. Apakah karyawan bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ?
J awaban : Peralatan kerja sudah seharusnya dipelihara dengan baik, dan saya rasa
karyawan bisa memelihara perlatan kerja dengan baik


Peneliti



Anna Bisma Putri
PANDUAN OBSERVASI

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT. PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor T.PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal :


No Aspek yang di observasi Indikator deskripsi observasi
1 Sasaran Individu Ketepatan waktu
Kecakapan karyawan
Tanggung jawab
Penguasaan bidang tugas
2 Kompetensi Individu, meliputi :
Kompetensi Inti
Integritas
orientasi pelayanan
pelanggan
pembelajaran
berkesinambungan
adaptasi
keterampilan/kemampuan
Kompetensi Peran Kerjasama kelompok
Mempengaruhi
Berfikir strategis
Membangun hubungan
Mengembangkan orang lain
Memimpin kelompok
Memelihara peralatan kerja.





Peneliti



Anna Bisma Putri








HASIL OBSERVASI

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT. PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT.PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009


No Aspek yang di observasi Deskripsi Hasil Penelitian
1.



















2.
Sasaran individu
- Ketepatan waktu
- Kecakapan karyawan
- Tanggung jawab
- Penguasaan bidang tugas















Kompetensi individu, meliputi :
Kompentesi Inti
- integritas
- orientasi pelayanan
pelanggan
- pembelajaran
berkesinambungan
- adaptasi
- keterampilan/kemampuan












peneliti melakukan pengamatan selama
penelitian berlangsung di setiap masing-
masing bagian, yakni : bagian tehnik,
distribusi, pengukuran dan proteksi, serta
di bagian pemasaran pada kantor PT.
PLN (Persero) Cabang Bengkulu ini,
memang benar bahwa karyawan datang
tepat waktu, memiliki kecakapan dalam
bekerja yang terlihat dari sikap karyawan
ketika menerima perintah atau tugas dari
atasan dengan menanggapi/merespon
dengan sigap tanpa penjelasan ulang dari
atasannya, dan juga karyawan memiliki
tanggung jawab serta menguasa bidang
tugasnya masing-masing, terlihat ketika
mereka bekerja, jarang sekali berdiskusi
atau bertanya kepada rekan kerja tentang
pekerjaan pribadinya, kecuali pekerjaan
secara kelompok.

Setelah peneliti melakukan pengamatan
dari setiap bagian yang diteliti, bahwa
karyawan bersikap ramah kepada
masyarakat atau pelanggan yang datang
ataupun menelpon (seperti ; berjabat
tangan, tersenyum dan mengucapkan
salam serta sopan dalam berbicara).
Karyawan pernah sekali terlihat meminta
bantuan teman/rekan kerjanya dalam
mempergunakan laptop, tanpa sungkan
dan malu. Selain itu, karyawan juga
terlihat bisa beradaptasi dengan
lingkungan kerjanya serta dengan
peralatan kerjanya, terlihat karyawan
yang sudah banyak mengunakan laptop
dan mengunakan kamera digital dalam
pembacaan meteran. Karyawan memiliki
keterampilan dan kemampuan dalam
tugasnya masing-masing, terlihat pada
saat karyawan mengerjakan pekerjaan
yang diperintahkan oleh atasannya.
Kompetensi pran
- kerjasama kelompok
- mempengaruhi
- berfikir strategis
- membangun hubungan
- mengembangkan orang lain
- memimpin kelompok
- memelihara peralatan kerja.


Karyawan terlihat bisa bekerja secara
kelompok, peneliti mengamati ketika
karyawan mengerjakan pekerjaan secara
bersama disalah satu bagian, tidak ada
yang bertengkar. Hubungan karyawan
dengan sesama rekan baik, meskipun ada
yang cuek dengan sekitar, tapi tidak
sampai menggangu. Hubungan dengan
atasan juga baik, di salah satu bagian
ketika jam istirahat atasan berbicara
dengan karyawannya layak seorang
teman, tetapi ada juga di bagian yang
lain, atasan yang berbicara kurang
enak/kurang sopan terhadap salah satuc
karyawannya. Dalam memelihara
peralatan kerja, rata-rata karyawan
berhati-hati dalam menggunakannya dan
menyimpannya dengan rapi serta
meletakkan kembali alat kerja
ketempatnya.






Peneliti



Anna Bisma Putri



















HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT. PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT.PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Karyawan 1, bagian Tehnik

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :

1. Apakah Bapak dan karyawan disini selalu datang dan menyelesaikan tugas dengan
tepat waktu?
J awaban : Saya dan karyawan disini datang tepat waktu, jika terlambat atau tidak
masuk, kami selalu memberi kabar.. harus ada keterangan, kalo ketepatan
didalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan kantor, jawabnya :tergantung
dengan ketersediaan spare part..kalo kami selalu berusaha untuk
melakukan yang terbaik, termasuk dalam menyelesaikan tugas kantor..

2. Bagaimanakah menurut Bapak kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan ?
J awaban : Kita...jelas patuh dan taat kepada atasan. Apabila atasan memberikan
perintah atau pekerjaan, ya...kita menanggapi dan harus menjalankan
perintah tersebut dengan sebaik-baiknya. Kalo, kesulitan yang dihadapi
selama bekerja disini, secara pribadi jarang saya rasakan..

3. Bagaimanakah tanggung jawab bapak selaku karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhadap perusahaan ?
J awaban : Karyawan disini termasuk juga saya, selalu bertanggung jawab terhadap
pekerjaan. Tidak ada yang bermalas-malasan ataupun mengabaikan
pekerjaan yang diberikan atasan. Semua dikerjaakan dengan semampu kita
dan sebaik mungkin

4. Bagaimanakah tentang penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Disini karyawan bagian tehnik ini agak dibedakan antara tugas perempuan
dan laki-laki. Tugas laki-laki terjun ke lapangan, seperti : memperbaiki
mesin, mengatasi gangguan.. berat mungkin jika yang melakukan tugas
tersebut, tidak akan cepat selesai, jadi karyawan ceweknya disini Cuma
dua orang, tugasnya ,ya dibagian laporan, pembukuan , dan tugas-tugas
kantor...

Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :

1. Menurut Bapak, apakah Bapak dan karyawan disini memiliki integritas yang tinggi
terhadap pekerjaan maupun perusahaan ini ?
J awaban : Cukup tinggi, saya secara pribadi merasa sudah memberikan yang terbaik
untuk perusahaan ini.begitu juga dengan karyawan lainnya. Kami sudah
lama kerja disini, jadi kami sangat mencintai pekerjaan kami. Kami sudah
klop, cocok disini

2. Menurut Bapak, penerapan orientasi pelayanan pelanggan disini sudah diterapkan
dengan baik oleh seluruh karyawan ?
J awaban : Baik, karena disini kami bekerja di perusahaan pelayanan jasa tenaga
lisrik untuk masyarakat luas, kami sebisa mungkin harus baik dan sopan
kepada pelanggan. Kalo saya bertengkar atau berselisih paham dengan
pelanggan, tidak pernah...

3.Apakah karyawan disini sudah menerapkan sistem pembelajaran berkesinambungan
disini ?
J awaban : Ya, setiap tahunnya PLN ini mengadakan kursus-kursus atau pelatihan
secara rutin untuk pengetahuan atau pengajaran bagi setipa pegawai agar
lebih terampil dan lebih banyak dapat ilmu yang baru.. gak ketinggalan
jaman..dan juga kursus dan pelatihan berguna juga apabila terjadi rotasi
jabatan. J adi tidak kesulitan kalo udah dapat jabatan/ tugas dibidang yang
baru

4. Apakah Bapak dan karyawan lain bisa beradaptasi dengan baik disini ?
J awaban : Ya, saya bisa beradaptasi disini., terhadap perubahan disini saya dan
teman-teman bisa dengan mudah untuk penyesuaian karena dari itu
tadi..kursus dan pelatihan yang diberikan untuk kami


5. Apakah semua karyawan memiliki keterampilan atau kemampuan dibagian tehnik
ini ?
J awaban : Ya...saya rasa disini semua memiliki kemampuan dan keterampilan dalam
bidang tugas masing-masing, karena adanya rotasi jabatan, maka kami
sebagai karyawan dituntut harus bisa menguasai bidang-bidang yang lain

6. Apakah karyawan disini bisa bekerjasama kelompok dengan baik ?
J awaban : Bisa, kami bisa bekerja secara kelompok. Karena pekerjaan kami ada yang
harus dikerjakan secara bersama-sama, dan selama ini belum ada
hambatan ataupun kesulitan dari diri sendiri untuk bekerja dengan yang
lain. Malah menyenangkan karena kami bisa menyelesaikan masalah
ataupun pekerjaan secara bersama-sama. Lebih cepat dan santai

7. Apakah setiap karyawan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi rekan
kerjanya untuk bisa bekerja lebih baik ?
J awaban : Setiap karyawan diharuskan memiliki pengaruh yang baik untuk dirinya
dan rekan kerjanya, jadi kami harus bisa saling mendorong, mempengaruhi
dan memotivasi ke arah yang lebih baik




8. Apakah karyawan bisa berfikir strategis dalam menyelesaikan masalah ?
J awaban : Karyawan disini saya rasa, bisa memberikan pendapat ataupun membantu
menyelesaikan masalah yang sedang dialami oleh perusahaan ataupun
didalam pekerjaannya

9. Bagaimanakah hubungan Bapak dengan rekan kerja, pelanggan serta dengan atasan
Bapak, apakah bisa berkomunikasi dengan baik ?
J awaban : Ya tentu, kami disini, bisa berkomunikasi dengan baik, hubungan kami,
saya dengan rekan, saya dengan atasan maupun pelanggan baik. Belum
pernah terjadi pertengkaran...

10. Apakah setiap karyawan bisa mengembangkan orang lain menjadi lebih baik ?
J awaban : Ya sama halnya dengan mempengaruhi tadi, tidak usah dijelasi lagi ya...

11. Apakah Bapak sebagai karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Bisa, karena disini semua karyawan dengan saya hubungannya baik, saya
rasa akan mudah kalau saya jadi pemimpin kelompok diantara orang yang
baik seperti ini...

12. apakah karyawan bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ?
J awaban : Ya, saya dan rekan-rekan selalu menjaga n memelihara peralatan dengan
baik. Kalo make alat-alat kerja, selalu dikembalikan ke tempat semula







Peneliti



Anna Bisma Putri













HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT.PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT.PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Karyawan 2, bagian Tehnik

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :

1. Apakah Bapak dan karyawan disini selalu datang dan menyelesaikan tugas dengan
tepat waktu?
J awaban : Karyawan disini selalu datang tepat waktu,, jika terlambat atau tidak
masuk, itu karena ada urusan mendadak dan kami meminta izin..memberi
kabar. Dan menyelesaikan pekerjaan kantor dengan tepat waktu..

2. Bagaimanakah menurut Bapak kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan ?
J awaban : Kecakapan cukup baik, dalam meanggapi perintah atasan dan tugas selau
diselesaikan dengan hasil yang baik.

3. Bagaimanakah tanggung jawab bapak selaku karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhadap perusahaan ?
J awaban :Karyawan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan,
menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya

4. Bagaimanakah tentang penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Karyawan secara umum menguasai bidang tugasnya dengan sangat baik,
jarang sekali terjadi kesalahan didalam hasil akhir laporan atau pekerjaan

Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :

1. Menurut Bapak, apakah karyawan disini memiliki integritas yang tinggi terhadap
pekerjaan maupun perusahaan ini ?
J awaban : Ya, kami disini bekerja untuk perusahaan...kami berusaha bekerja untuk
perusahaan dengan sebaik-baiknya, semampu kami

2. Apakah Bapak selalu melayani pelanggan dengan baik dan ramah, atau pernah
bertengkar ?
J awaban : Selalu, kita harus ramah dengan semua pelanggan, disini kepuasan
pelanggaan adalah yang utama, termasuk pelayanan yang diberikan harus
baik...


3. Apakah Bapak serta karyawan disini sudah menerapkan sistem pembelajaran
berkesinambungan ?
J awaban : Ya, dengan sangat baik. Ditambah lagi perusahaan mendukung dalam hal
ini, dengan memberikan program diklat setiap tahunnya untuk seluruh
karyawan

4. Apakah Bapak bisa beradaptasi dengan baik disini ?
J awaban : Bisa, karena itu tadi..dengan adanya program diklat dari perusahaan yang
sangat membantu kami dalam menghadapi hal-hal baru seperti perubahan
disini, menambah pengetahuan serta keterampilan kami

5. Bagaimanakah keterampilan atau kemampuan karyawan?
J awaban : Saya rasa, semuanya memiliki kemampuan ataupun keterampilan yang
baik

6. Apakah Bapak dan karyawan lain bisa bekerjasama dalam kelompok dengan baik ?
J awaban : Bisa, biasanya pekerjaan yang dilakukan dengan cara berkelompok lebih
banyak kami habiskan untuk berdiskusi, mencari jalan yang terbaik untuk
menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan hasil yang baik.,
contohnya ; menyelesaikan pebaikan mesin, kalo sendiri pasti memakan
waktu yang cukup lama

7. Apakah menurut Bapak, Bapak bisa mempengaruhi rekan kerja/karyawan yang lain
untuk bisa bekerja lebih baik ?
J awaban : Kita hanya bisa menasehati atau memberi saran, dan apakah karyawan itu
mendengar dan melakukan apa yang kita sarankan, terserah dia. Itu hak
dia

8. Bagaimana dengan kemampuan Berfikir strategis ?
J awaban : Semua karyawan disini selalu dilibatkan dalam diskusi dan bebas
mengeluarkan pendapat. Semua punya cara sendiri dan pendapat berbeda-
beda dalam menyelesaikan masalah, yang jelas.pasti semua mampu akan
hal itu

9. Bagaimanakah hubungan Bapak disini dengan rekan kerja, pelanggan serta dengan
atasan Bapak ?
J awaban : Hubungan kami disini sangat baik, saya dengan teman yang lain, dengan
atasan serta dengan pelanggan

10. Bagaimana tentang kemampuan karyawan dalam mengembangkan orang lain ?
J awaban : Baik juga, setidaknya sudah ada niat untuk membantu atau memberi
motivasi kepada teman yang lain yang masih kurang semangad dalam
bekerja






11. Apakah setiap karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Mampu, saya rasa semuanya mampu. Tapi banyak yang tidak berani untuk
maju kedepan, lebih senang jadi anggota saja

12. Apakah Bapak bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ?
J awaban : J elas harus dipelihara dengan sebaik-baiknya, jangan sampai rusak






Peneliti



Anna Bisma Putri































HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT.PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT.PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Karyawan 1, bagian Pengukuran dan Proteksi

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :

1. Apakah Bapak dan karyawan disini selalu datang dan menyelesaikan tugas dengan
tepat waktu?
J awaban : Kalo saya, selama bekerja disini selalu berusaha datang tepat waktu,
kalaupun terlambat atau tidak masuk saya selalu memberi kabar, menelpon
teman untuk minta diizinkan. Sama juga dengan tugas, saya dan teman-
teman disini selalu berusaha untuk menyelesaikan tugas dengan sebaik-
baiknya dan tepat waktu, kalo tidak takut atasan marah

2. Bagaimanakah kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan ?
J awaban : Kami mampu menanggapi dan meyelesaikan perintah atasan dengan baik
tanpa penjelasan ulang ataupun diperintah sampe berkali-kali

3. Bagaimanakah tanggung jawab bapak selaku karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhadap perusahaan ?
J awaban : Kami disini juga bertanggung jawab terhadap tugas dan hasil yang telah
kami kerjakan...

4. Bagaimanakah tentang penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Tidak ada yang mengalami kesulitan didalam menyelesaikan tugas disini,
semua sudah terbiasa dengan rutinitas dan pekerjaan kami masing-masing.
Kalopun ada, pasti itu karyawan baru yang masih butuh banyak
bimbingan, tapi setelah kerja setaun, dia juga udah bisa myelesaikan tugas
dengan baik dan tanpa tanya-tanya lagi...


Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :

1. Apakah Bapak dan karyawan lain disini memiliki integritas yang tinggi terhadap
pekerjaan maupun perusahaan ?
J awaban : Ya, kami memiliki integritas yang tinggi terhadap pekerjaan kami dan
juga perusahaan...

2. Menurut anda, penerapan orientasi pelayanan pelanggan disini sudah diterapkan
dengan baik oleh karyawan ?
J awaban : Ya, tugas kami disini adalah untuk memberi pelayanan yang baik bagi
konsumen listrik. Kami selalu berusaha untuk tampil baik dan ramah di
depan para pelanggan. Pertengkaran dengan pelanggan, kalo saya belum
pernah dan sepengetahuan saya belum ada karyawan disini yang sampai
bertengkar dengan pelanggan. Kami berusaha selalu ramah kepada
pelanggan

3. Bagaimana dengan pembelajaran berkesinambungan ?
J awaban : Disini setiap tahun diadakan kursus atau pelatihan untuk seluruh
karyawan, ini guna untuk bisa menghadapi perubahan-perubahan yang
terjadi, menambah pengetahuan dan keterampilan para karyawan disini.
Dan dengan adanya itu, kami sangat tertolong

4. Apakah karyawan bisa beradaptasi dengan baik disini ?
J awaban : Dari program kursus atau pelatihan setiap tahun dari perusahaan, saya kira
saya maupun teman-teman yang lain akan mampu menyesuaikan diri dari
perubahan-perubahan yang akan terjadi kedepannya

5. Apakah setiap karyawan memiliki keterampilan atau kemampuan ?
J awaban : Setiap karyawan disini punya keterampilan masing-masing, maka itu kami
di tempatkan di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan bidang tugas
yang dimiliki

6. Apakah karyawan disini bisa bekerjasama kelompok dengan baik ?
J awaban : Kerjasama sangat diperlukan, begitu juga kalo ditanya mampu tidak untuk
bekerjasama didalam kelompok, jawabnya pasti bisa, tuntutannya
begitu..bertengkar tidak pernah, tapi kalo selisih paham kan wajar

7. Apakah setiap karyawan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi rekan
kerjanya untuk bisa bekerja lebih baik ?
J awaban : Tidak semua karyawan mampu mempengaruhi rekan kerjanya, ada yang
cuek, ada juga yang peduli

8. Apakah karyawan bisa berfikir strategis dalam menyelesaikan masalah ?
J awaban : Memecahkan masalah dengan bantuan karyawan, sering dilakukan atasan.
Meminta pendapat karyawan, jadi saya rasa disini bisa


9. Bagaimanakah hubungan karyawan disini dengan rekan kerja, pelanggan serta
dengan atasannya ?
J awaban : Secara umum, hubngan karyawan disini baik semua, dengan saya dan
atasa. Tapi, ada juga yang cuek...


10. Bagaimana menurut anda tentang kemampuan karyawan dalam hal
mengembangkan orang lain ?
J awaban : Tergantung orangnya, ada karyawan yang peduli dengan rekan kerjanya
yang punya masalah, bersedia membantu. Dan memotivasi karyawan yang
kurang ada semangat untuk kerja
11. Apakah setiap karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Setiap orang mampu menjadi pemimpin didalam suatu kelompok, tapi
kalo baik atau tidak dia untuk menjadi pimpinan dalam kelompok
tergantung diri mereka masing-masing. Disini ada yang mampu dan mau,
tapi ada juga yang ogah-ogahan, tidak percaya kepada dirinya sendiri

12. Apakah karyawan bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ?
J awaban : Diwajibkan kepada seluruh karyawan untuk menjaga dan merawat
peralatan kantor dengan sebaik-baiknya, ya saya selalu narok alat-alat
kerja ke tempat semula, begitu juga dengan yang lain...






Peneliti



Anna Bisma Putri
























HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT.PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT.PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Karyawan 2, bagian Pengukuran dan Proteksi

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :

1. Apakah Bapak dan karyawan disini selalu datang dan menyelesaikan tugas dengan
tepat waktu?
J awaban : Selalu datang tepat waktu, dan berusaha untuk tidak terlambat, kalopun
terlambat kami izin karena semalam piket, dan kalo tidak masuk kami
memberi kabar, kalo tidak itu akan mempengaruhi penilaian kinerja kami
yang dinilai oleh atasan. Begitupun halnya dengan penyelesaian tugas,
kami selalu mengusahakan dan harus bisa tepat waktu.

2. Bagaimanakah menurut Bapak kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan ?
J awaban : Kami selalu menanggapi apa saja yang diperintahkan oleh atasan
mengenai pekerjaan kantor, ya namanya juga bawahan. Dan selama ini,
perintah atau tugas yang diberikan bisa kami kerjakan dengan baik, tanpa
harus diawasi maupun diperingati terus-menerus. Atasan tidak sampai
menyuruh atau menjelaskan tugas yang diberikan dengan berulang-ulang

3. Bagaimanakah tanggung jawab bapak selaku karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhadap perusahaan ?
J awaban : Sebagai karyawan disini, kami harus bertanggung jawab dengan tugas dan
pekerjaan yang diberikn atasan, itu merupakan kewajiban kami...

4. Bagaimanakah tentang penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Tugas dan pekerjaan yang kami pegang saat ini, bisa kami handel dengan
baik, kalo kesulitan yang dihadapi pasti ada, tapi tidak banyak. Kami
berusaha mengerjakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Karena kami rasa,
atasan memberikan tugas kepada kami, yang memang benar-benar sesuai
dengan kemampuan dan bidang tugas kami


Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :

1. Menurut Bapak, apakah karyawan disini memiliki integritas yang tinggi terhadap
pekerjaan maupun perusahaan ini ?
J awaban : Loyalitas saya di sini dan dalam pekerjaan saya tinggi, saya selalu
berusaha dengan baik dalam menyelesaikan pekerjaan

2. Apakah Bapak selalu melayani pelanggan dengan baik dan ramah, atau pernah
bertengar ?
J awaban : Saya dengan pelanggan baik, tidak pernah sampai bertengkar

3. Apakah Bapak serta karyawan disini sudah menerapkan sistem pembelajaran
berkesinambungan disini ?
J awaban : Ya, seperti adanya kursus dan pelatihan tiap bulannya dan juga dalam
pekerjaan kita, kita harus punya buku yang isinya catatan saya tentang apa
saja kerja saya dan apa saja yang saya lakukan selama bekerja di bagian
ini.ini nanti berguna dan diberikan kepada karyawan baru , agar dia bisa
belajar

4. Apakah Bapak bisa beradaptasi dengan baik disini ?
J awaban : Bisa, saya rasa saya bisa menyesuaikan diri disini karena adanya kursus
dan pelatihan setiap bulannya itu sangat membantu, memberikan ilpu dan
pengetahuan baru, istilahnya update ya...

5. Bagaimanakah keterampilan atau kemampuan karyawan?
J awaban : Sama, yang saya bicarakan barusan, dengan adanya kursus dan pelatihan ,
itu juga akan menambah kemampuan dan keterampilan kita...

6. Apakah Bapak dan karyawan lain bisa bekerjasama dalam kelompok dengan baik ?
J awaban : Saya mampu bekerjasama dengan yang lain, sama halnya dengan
pelanggan saya tidak pernah bertengkar .begitu juga dengan rekan kerja
disini

7. Apakah menurut Bapak, Bapak bisa mempengaruhi rekan kerja/karyawan yang lain
untuk bisa bekerja lebih baik ?
J awaban : Wah, saya kurang tau ya..apakah saya bisa mempengaruhi rekan kerja
saya, tapi kalo kryawan yang lain ada pasti...

8. Bagaimana dengan kemampuan Berfikir strategis ?
J awaban : Saya mampu memberikan pendapat atau masukan jika dilibatkan didalam
pengambilan keputusan dan pemecahan masalah

9. Bagaimanakah hubungan Bapak disini dengan rekan kerja, pelanggan serta dengan
atasan Bapak ?
J awaban : Hubungan saya dengan atasan baik, dengan pelanggan baik serta dengan
rekan kerja disini

10. Bagaimana tentang kemampuan karyawan dalam mengembangkan orang lain ?
J awaban : Saya juga tidak tahu, yang jelas diatara seluruh karyawan disini, ada yang
bisa...



11. Apakah setiap karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Mampu, saya dan yang lain harus bisa memimpin kelompok, karena kam
disini tidak selamanya hanya jadi pengikut. J ika kami punya pengetahuan
dan kemampuan yang lebih diantara yang lain, maka kami harus siap
maju

12. Apakah Bapak bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ?
J awaban : Saya bisa menjaga peralatan kerja dengan baik, selama ini saya belum
pernah merusak atau dengan sengaja atau tanpa sengaja merusak peralatan
kerja. Saya berusaha menjaga peralatan kerja dengan baik, dan kalo sudah
memakai, saya tidak lupa untuk menyimpan kembali ketempat semula





Peneliti



Anna Bisma Putri



























HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT.PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT.PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Karyawan 1, bagian Distribusi

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :

1. Apakah Bapak dan karyawan disini selalu datang dan menyelesaikan tugas dengan
tepat waktu?
J awaban : Ya, kita datang tepat waktu dan selalu menyelesaiakan tugas tepat waktu.
misalnya izin, kalo piket/lembur, besoknya datang terlambat itu
diperbolehkan. Kalo keterlambatan dalam menyelesaikan tugas ada, tapi
itu bukan seutuhnya salah dari pihak karyawan, kadang atasan nyuruh
mendadak, besok harus selesai, seperti misalnya :laporan seluruh data
yang ada di Bengkulu, kami juga mengalami kesulitan untuk
mengumpulkan yang di ranting-ranting yang berada di luar daerah,
keterlambatan dari sananya.. .

2. Bagaimanakah kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan ?
J awaban : Kita selalu mengerjakan tugas yang diperintahkan dengan baik, kita tidak
pernah mengeluh dengan tugas yang diberikan karena tugas yang
diberikan sesuai dengan kemampuan dan bidang yang kita miliki

3. Bagaimanakah tanggung jawab bapak selaku karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhadap perusahaan ?
J awaban : Bertanggung jawab, kita selalu berusaha mengerjakan tugas dengan
sebaik-baiknya dan tepat waktu. Kalau ada kesulitan, teman-teman
bersedia membantu sepanjang itu tidak menggangu pekerjaan individunya
dan ia mampu. Semuanya saling bantu

4. Bagaimanakah tentang penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Karyawan disini berkompeten. Tugas yang diberikan selalu dikerjakan
dengan baik, dan tidak pernah mengalami kesulitan-kesulitan besar karena
ini sudah tugas sehari-hari. selama bertahun-tahun disini, masa ga
menguasai juga...mustahil la...


Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :

1. Apakah karyawan memiliki integritas yang tinggi terhadap pekerjaan maupun
perusahaan ?
J awaban : Lumayan, tapi kami selalu berusaha melakukan dan menyelesaikan
pekerjaan dengan sebaik-baiknya...
2. Bagaimana dengan sistem orientasi pelayanan pelanggan disini sudah diterapkan
dengan baik oleh karyawan, apakah ada karyawan yang pernah bertengkar dengan
pelanggan ?
J awaban : Ya, kepada pelanggan selalu baik, belum pernah bertengkar

3. Bagaimana dengan sistem pembelajaran berkesinambungan ?
J awaban : Adanya diklat untuk pegawai setiap tahunnya, secara bergantian. J adi
semua mempunyai kesempatan untuk belajar

4. Apakah karyawan bisa beradaptasi dengan baik disini, apakah karyawan pernah
mengeluh dengan pekerjaan baru atau terhadap perubahan yang terjadi ?
J awaban : Secara pribadi bisa, dari sisi manajemen kalo soal pekerjaan ga ada
keluhan. Kalo pekerjaan ga selesai, malu dan takut dimarah atasan

5. Bagaimanakah keterampilan yang dimiliki karyawan, apakah karyawan memiliki
keterampilan yang lain ?
J awaban : Keterampilan yang lain ada, memiliki perencanaan yang matang, paham
kondisi lingkungan, melakukan feedback terhadap perusahaan dan
keterampilan dalam bidang tekhnologi...

6. Apakah karyawan disini bisa bekerjasama kelompok dengan baik ?
J awaban : Bisa bekerja dengan kelompok, selisih paham ada tapi hanya dalam
diskusi untuk pmenyelesaikan masalah, dengan sharing atau intropeksi
biasanya selisih paham /beda pendapat itu terselesaikan juga bersamaan
dengan selesainya pekerjaan itu. Tidak sampai berlarut-larut

7. Bagaimana dengan kemampuan mempengaruhi, apakah bisa mempengaruhi rekan
menjadi lebih baik ?
J awaban : Bisa, ya dengan sharing tadi. Kalo ada rekan yang berselisih paham, dia
ngobrol dan sharing dengan kita. Biasanya apakata kita didengar, toh
untuk kebaikan dia juga

8. Apakah karyawan bisa berfikir strategis dalam menyelesaikan masalah ?
J awaban : Bisa, dengan berdiskusi dengan atasan serta kalo ada kesulitan dilapangan,
bisa juga konsultasi dengan atasan

9. Bagaimanakah hubungan karyawan disini dengan rekan kerja, pelanggan serta
dengan atasannya ?
J awaban : Hubungan secara pribadi baik, selisih paham dengan sesama rekan pernah
tadi udah dibilang, di dalam kelompok untuk mencari solusi, tapi
penylesaiannya dengan sharing tadi

10. Bagaimana menurut anda tentang kemampuan karyawan dalam hal
mengembangkan orang lain ?
J awaban : Bisa jadi motivator rekan yang baik, dan peduli terhadap lingkungan...




11. Apakah setiap karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Bisa, dan harus bisa jadi pemimpin kelompok yang baik...

12. Apakah karyawan bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ?
J awaban : Ya, harus dijaga dengan baik. Kalo rusak pernah, tapi itu karena
peralatannya sendiri yang sudah usang, tidak layak pakai. J adi harus lebih
hati-hati kedepannya, nanti disalahkan kita





Peneliti



Anna Bisma Putri


















HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT.PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT.PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Karyawan 2, bagian Distribusi

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :

1. Apakah Bapak dan karyawan disini selalu datang dan menyelesaikan tugas dengan
tepat waktu?
J awaban : Saya apa seluruhnya ni, kalo saya pribadi sih selalu datang tepat waktu
dan berusaha menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang diberikan tepat
waktu. Sejauh ini kalo telat, masuk kantor pernah, itu tidak disengaja
karena hal-hal yang tidak diperkirakan sebelumnya. Tapi, kalo tugas,
insyaallah selau saya kerjakan sesuai target. Hmm, kalo yang lain saya ga
berani komentar, saya kurang tau. Tanya aja langsung. .

2. Bagaimanakah menurut Bapak kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan ?
J awaban : Selalu, menanggapi perintah atasan dengan baik dan cepat tanggap dalam
menjalankan perinta yang diberikan dan menyelesaikan tugas dan
pekerjaan dengan baik

3. Bagaimanakah tanggung jawab bapak selaku karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhadap perusahaan ?
J awaban : Harus, saya harus bertanggung jawab terhadap pekerjaan saya, dimanapun
berada. Saya selalu berusaha menyelesaikan tugas yang diberikan kepada
saya dengan sebaik-baiknya

4. Bagaimanakah tentang penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Ya, tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan
saya...













Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :

1. Menurut anda, apakah karyawan disini memiliki integritas yang tinggi terhadap
pekerjaan maupun perusahaan ?
J awaban : Ya..selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk perusahaan, khususnya
dalam pekerjaan

2. Bagaimana tentang penerapan orientasi pelayanan pelanggan disini, apakah sudah
diterapkan dengan baik oleh karyawan ?
J awaban : Baik, pelanggan harus diberikan pelayanan yang terbaik dari kita, karena
kepuasan pelanggan adalah yang utama
3. Menurut anda, apakah karyawan sudah menerapkan sistem pembelajaran
berkesinambungan disini ?
J awaban : Ya, didukung juga oleh perusahaan yang memberikan kita..para
karyawannya untuk belajar melalui kursus, pelatihan yang diadakan setiap
tahun

4. Apakah karyawan bisa beradaptasi dengan baik disini ?
J awaban : Bisa

5. Bagaimanakah keterampilan atau kemampuan karyawan dibagian tehnik ini ?
J awaban : Baik, semua karyawan memiliki kemampuan dan keterampilan
dibidangnya masing-masing, tida hanya dibagian distribusi ini saja, di
setiap bagian pun, karyawannya harus memiliki kemampuan dan
keterampilan

6. Apakah karyawan disini bisa bekerjasama kelompok dengan baik ? pernakah
bertngkar didalam kelompok ?
J awaban : Ya, disini pekerjaan tidak hanya dikerjakan secara individu. Ada juga
pekerjaan yang hanya bisa dikerjakan oleh tim atau kelompok, jadi setiap
karyawan harus bisa bekerjasama untuk melakukan pekerjaan itu secara
bersama-sama. Kalo bertengkar si tidak pernah, Cuma kalo beda pendapat
atau selisih paham..sering, biasa didalam diskusi

7.Apakah setiap karyawan memiliki kemampuan mempengaruhi rekan kerjanya untuk
bisa bekerja lebih baik ?
J awaban : Tidak juga, itu tergantung orangnya. Ada yang mau menasehati dan
menerima nasehat. Ada juga orang yang tidak mau...tergantung itu

8. Apakah karyawan bisa berfikir strategis dalam menyelesaikan masalah ?
J awaban : Bisa, dengan berdiskusi. Setiap karyawan yang menjadi peserta diskusi,
bebas mengeluarkan pendapat dan memberikan ide-idenya demi kemajuan
perusahaan

9. Bagaimanakah hubungan karyawan disini dengan rekan kerja, pelanggan serta
dengan atasannya ?
J awaban : Sejauh ini, semuanya baik

10. Bagaimana menurut anda tentang kemampuan karyawan dalam hal
mengembangkan orang lain ?
J awaban : Itu sangat baik kalo bisa diterapkan atau dilakukan oleh setiap karyawan,
Cuma disini belum tentu semua mampu

11. Apakah setiap karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Tergantung, ada yang mau karena merasa mampu untuk mejadi
pemimpin, tapi ada juga yang tidak mau, tidak percaya diri dan tidak yakin
akan kemampuan dirinya sendiri. Padahal kalau mau, apa sih yang tidak
bisa

12. Apakah karyawan bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ?
J awaban : Ya, diharuskan...





Peneliti



Anna Bisma Putri
















HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT.PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT.PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Karyawan 1, bagian Pemasaran

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :

1. Apakah Bapak dan karyawan disini selalu datang dan menyelesaikan tugas dengan
tepat waktu?
J awaban : Ya, karyawan harus melaksanakan kontrak kerja sesuai dengan bidang
masing-masing. Datang tepat waktu, jam 07.30 karyawan disini sudah
datang. Karyawan terlambat, ya..ada izinnya . tugas dikerjakan harus
selesai tepat waktu, karena kalau tidak , bisa kena finalti dari atasan. Itu
semacam surat peringatan di lembar MUK ( manajemen unjuk kerja) yang
berisi penilaian kinerja selama satu semester yang dinilai oleh atasan
langsung.

2. Bagaimanakah kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan ?
J awaban : Kita sebagai karyawan harus selalu menanggapi dan melaksanakan tugas
yang diberikan atasan delagi itu benar dan sesuai aturan..

3. Bagaimanakah tanggung jawab bapak selaku karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhadap perusahaan ?
J awaban : Saya bertanggung jawab dengan tugas dan pekerjaan sya, begitu juga
dengan karyawan yang lain. Hasil kerja karyawan disini, rata-rata
memuaskan karena sesuai dengan kompetensi masing-masing

4. Bagaimanakah tentang penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Ya, dilihat dari hasil kejanya sja yang rata-rata memuaskan, berarti
karyawan disini termasuk saya bisa menguasai bidang tugas saat ini
dengan baik dan dengan hasil memuaskan, karena sesuai dengan
kompetensi kami masing-masing. Tidak pernah mengeluh, atau mengalami
suatu kesulitan, kecuali karyawan baru














Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :

1. Menurut anda, apakah karyawan disini memiliki integritas yang tinggi terhadap
pekerjaan maupun perusahaan ini ?
J awaban : Diatas rata-rata baiklah, berdasarkan penilaian yang diberikan atasan

2. Bagaimana tentang penerapan orientasi Pelayanan pelanggan disini, apakah sudah
diterapkan dengan baik oleh karyawan ?
J awaban : Disini kita melayani pelanggan dengan baik dan ramah, kepuasan
pelanggan adalah hal yang utama, itu betul. Sikap karyawan yang datang
mengeluh, misalnya keterlambatandalam pemasangan listrik yang baru.
Disini kami menjelaskan dengan baik dan sejelas-jelasnya agar pelanggan
paham dan mengerti bahwa keterlambatan itu bukan disengaja...
3. Menurut anda, apakah karyawan disini sudah menerapkan sistem pembelajaran
berkesinambungan disini ?
J awaban : Ya, diajari dengan diklat, setiap karyawan disini selalu mendapat giliran
untuk mengikuti diklat tersebut, kadang disini, tapi kadang juga diluar
kota

4. Apakah karyawan bisa beradaptasi dengan baik disini ?
J awaban : Ya bisa, dan harus bisa menyesuaikan diri dengan baik terhadap hal yang
baru

5. Bagaimanakah keterampilan atau kemampuan karyawan dibagian tehnik ini ?
J awaban : Ya, keerampilan dan kemampuan harus dimiliki disini, kalo keterampilan
lebih dari yang lain, umunya soal tekhnologi saja kebanyakan

6. Apakah karyawan disini bisa bekerjasama kelompok dengan baik ?
J awaban : Sebaik mungkin harus bisa kerjasama dalam kelompok, selisih pendapat
pernah

7.Apakah setiap karyawan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi rekan kerjanya
untuk bisa bekerja lebih baik ?
J awaban : Tergantung, dalam hal mempengaruhi biasanya tidak selruh karyawan
mampu untuk mempengaruhi karyawan yang lain untuk menyelesaikan
atau mengerjakan pekerjaan dengan baik

8. Apakah karyawan bisa berfikir strategis dalam menyelesaikan masalah ?
J awaban : Bisa, biasanya dengan ikut membantu misalnya , ada daerah trafo
meledak, bentuk bantuan bisa dengan mengirimkan peralatan dengan cepat
agar teratasi dengan cepat pula

9. Bagaimanakah hubungan karyawan disini dengan rekan kerja, pelanggan serta
dengan atasannya ?
J awaban : Hubungan dengan atasan baik, dengan sesama maupun dengan pelanggan,
tidak pernah terjadi pertengkaran disini

10. Bagaimana menurut anda tentang kemampuan karyawan dalam hal
mengembangkan orang lain ?
J awaban : Sama halnya dengan mempengaruhi, kemampuan untuk mengembangkan
orang lain juga tidak seluruh karyawan disini mampu...

11. Apakah setiap karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Semua pasti mampu, memippin kelompok berdasarkan ISO dan SOP.. dan
sistem yang diterapkan adalah demokrasi..maka akan bisa menjadi
pemimpin yang baik

12. Apakah karyawan bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ?
J awaban : Bisa dijaga dan dipelihara dengan baik, rusak tidak pernah karena kesalah
sendiri...





Peneliti



Anna Bisma Putri


























HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT.PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT.PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : Desember 2009
Responden : Karyawan 2, bagian Pemasaran

Pertanyaan mengenai Sasaran Individu :

1. Apakah Bapak dan karyawan disini selalu datang dan menyelesaikan tugas dengan
tepat waktu?
J awaban : Saya datang tepat waktu, kalo terlambat atau dak masuk selalu ngasih
kabar. Pekerjaan selalu dikerjakan dan selesai tepat waktu. Secara
keseluruhan kami disini bekerja tepat waku, baik kehadiran maupun dalam
pekerjaan

2. Bagaimanakah menurut Bapak kecakapan karyawan dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan ?
J awaban : Saya selalu menanggapi perintah atasan dengan baik, komunikasi tidak
sulit, dan kerjaan yang diberikan dikerjakan dengan baik, tanpa penjelasan
atau bertanya lagi. Kami tau dan mengerti tugas kami masing-masing

3. Bagaimanakah tanggung jawab bapak selaku karyawan terhadap tugas dan
pekerjaan serta terhadap perusahaan ?
J awaban : Saya selalu bertanggung jawab terhadap kerja saya, termasuk dengan kerja
saya dikantor. Saya berusaha bekerja dengan sebaik-baiknya

4. Bagaimanakah tentang penguasaan tugas karyawan ?
J awaban : Disini saya menguasai bidang tugas saya, begitu juga dengan rekan-rekan
yang lain, tidak ada yang tidak bisa. Kami ditempatkan disini, karena kami
dianggap mampu untuk berada disini...


















Pertanyaan mengenai Kompetensi Individu :

1. Menurut anda, apakah karyawan disini memiliki integritas yang tinggi terhadap
pekerjaan maupun perusahaan ini ?
J awaban : Cukup memiliki

2. Bagaimana tentang penerapan orientasi Pelayanan pelanggan disini, apakah sudah
diterapkan dengan baik oleh karyawan ?
J awaban : Sudah, kepuasan pelanggan adalah penting dan itu salah satu tugas kita,
melayani pelanggan dengan baik. Sejauh ini, kita sudah menerapkannya

3. Menurut anda, apakah karyawan sudah menerapkan sistem pembelajaran
berkesinambungan disini ?
J awaban : Ya, disini ada diklat untuk para karyawan yang diadakan setiap tahunnya
untuk menunjang itu

4. Apakah karyawan bisa beradaptasi dengan baik disini ?
J awaban : Sejauh ini sudah bisa

5. Bagaimanakah keterampilan atau kemampuan karyawan dibagian tehnik ini ?
J awaban : Setiap karyawan memiliki keterampilan dan kemampuan dalam bidang
pekerjaannya masing-masing, dan itu cukup baik

6. Apakah karyawan disini bisa bekerjasama kelompok dengan baik ?
J awaban : Bisa, kita bekerja sama demi untuk hasil yang baik, jadi untuk hasil yang
baik, prosesnya juga harus baik

7.Apakah setiap karyawan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi rekan kerjanya
untuk bisa bekerja lebih baik ?
J awaban : Tidak semua bisa, tergantung orangnya

8. Apakah karyawan bisa berfikir strategis dalam menyelesaikan masalah ?
J awaban : Bisa, dan diberikan wadah untuk itu melalui diskusi

9. Bagaimanakah hubungan karyawan disini dengan rekan kerja, pelanggan serta
dengan atasannya ?
J awaban : Baik, dengan atasan, dengan pelanggan, dan juga dengan rekan
kerja..sudah seperti keluarga sendiri

10. Bagaimana menurut anda tentang kemampuan karyawan dalam hal
mengembangkan orang lain ?
J awaban : Tidak semua mampu, tergantung dengan orangnya. Ada yang mampu dan
mau dan banyak juga yang tidak

11. Apakah setiap karyawan mampu menjadi seorang pemimpin dalam suatu
kelompok ?
J awaban : Sama dengan tadi, tergantung orangnya. Sebenarnya semua mampu saya
rasa, tapi kenyataannya ada juga yang hanya bisa jadi anggota misalnya
dalam organisasi atau dalam kelompok

12. Apakah karyawan bisa memelihara peralatan kerja kantor dengan baik ? pernakah
karyawan merusaknya ?
J awaban : Bisa, peralatan itu harus dijaga dengan baik. kalau rusak disengaja tidak,
rusaknya karena sudah usang atau peralatannya sudah tua dan tidak layak
pakai. Itu berbahaya, kita harus berhati-hati juga






Peneliti



Anna Bisma Putri

























HASIL WAWANCARA

J udul : Kinerja Karyawan Studi Deskriptif Kualitatif pada PT. PLN (Persero)
WS2J B Cabang Bengkulu
Tempat : Kantor PT.PLN (Persero) WS2J B Cabang Bengkulu
Tanggal : November, Desember 2009 dan J anuari 2010
Responden : Masyarakat/home industri


1. Menurut anda apakah karyawan PLN sudah bisa melaksanakan tugasnya dengan
baik ?
J awaban dari Tn.AH : Karyawan PLN saya rasa bisa melaksanakan tugasnya
semua dengan baik. Di kantor datang tepat waktu,
melaksnakan perintah atasannya dengan baik, bisa
mengerjakan tugasnya dengan baik dan bertanggung
jawab dengan baik untuk perusahaan

J awaban dari Tn. IN : Kalau dikantor saya rasa bisa, kan ada atasanya yang
mengawasi dan mungkin dinilai oleh atasannya..tidak
mungkin tidak bekerja dengan baik

J awaban dari Tn.RK : Saya rasa karyawan kantoran, seperti PLN. Pasti datang
tepat waktu. Kan ada absennya, pekerjaanpun juga begitu.
Semua kan ada penilaiannya dari atasan, yang berdampak
bagi karyawan itu sendiri. Begitu juga dengan tanggung
jawab. Kalo soal kecakapan n penguasaan dibidangnya,
juga saya rasa cukup baik ya,, kalo kesalahan-
kesalahan..ya biasa, mungkin karena ada pegawai yg baru
belum terampil. Yaa,, ga mungkin la benar terus


2. bagaimanakah menurut anda pelayanan yang diberikan PLN saat ini ?

J awaban dari Ny.UM : Karyawannya ramah kalo kita datang atau menelpon.
Dan juga waktu membayar rekening listrik. Kalo keluhan
sejauh ini ga ada...

J awaban dari Tn. RK : Kalo pelayanannya juga baik, kalo kita datang
ditanggapi dengan baik. Dan ruangannya pun nyaman

J awaban dari ibu DW : Baik, karyawannya ramah kepada pelanggan


3. Menurut anda, apakah kinerja karyawan PLN saat ini sudah cukup baik ?
J awaban dari Tn.IN : Kinerja karyawan standarla..idak bisa dikatakan bagus,
seperti misalnya waktu kami mau buka usaha dan naikan
daya. Alasan orang itu bermacam-macam, seperti trafo
penuh. Tapi kami ada orang dalam, dia semua yang
ngurus, semua bisa diatur. Cak itu galo rato2.. karyawan
lain jugo..yo standar orang Indonesia la..ada
uang,lancar..dan jugo kami sebenarnya kurang setuju
dengan ditetapkan tarif bersinar untuk kalangan bisnis
perumahan, yang menetapkan setiap bulannya pakai tidak
pakai harus bayar Rp.1.300.000/bulan. Sedangkan kalo
kami perkirakan, kami cuma memakai tidak lebih dari
delapan ratus ribu, usaha kami masih sangat kecil dan
baru, seharusnya tidak disamakan.. kami keberatan
dengan peraturan baru itu saja..


J awaban dari ibu DW : Kinerja karyawan PLN baik, kepada pelanggan ramah.
Saya selalu membayar rekening disini. Tidak pernah
ditempat lain, karena saya sudah nyaman disini. Kalo
kesalahan yang dilakukan oleh karyawan PLN pernah
sekali, waktu saya masih tinggal dirumah yang lama,
tagihan rekening saya besar sekali, padahal saya rasa
pemakaian saya waktu bulan itu tidak banyak, maklum
masih ngontrak. Trus saya datang kesini untuk minta
konfirmasi dari pihak PLN, mereka menanggapinya
dengan ramah dan datang sendiri untuk mengecek
kerumah saya. Dan memang benar salah, mereka meminta
maaf atas kesalahan dari pihak PLN


J awaban dari Tn.AH : Karyawan PLN saya rasa bisa melaksanakan tugasnya
semua dengan baik, tapi kalo berurusan untuk misalnya
seperti saya, menambah daya..urusannya mudah-mudah
sulit, semuanya lancar kalo pake duit, kalo melalui
prosedur lama. Ya, kita agak enggan berurusan dengan
PLN, jadi kita sebisa mungkin kalo ada gangguan di
sini,seperti : memperbaiki apa-apa, saya usahakan
lakukan sendiri, saya bisala dikit-dikit, saya juga lulusan
STM.

Selanjutnya, peneliti melakukan konfirmasi atau meminta tanggapan kepaac
karyawan PLN atas pernyataan atau keluhan dari masyarakat atau pelanggan yang
memiliki usaha di kota Bengkulu ini. Berikut tanggapan hasil wawancaranya :

J awaban dari salah seorang karyawan PLN :
Sebenarnya kalau ingin menaikan daya itu atau ada masalah
dengan gangguan listrik itu datang langsung ke sini ke kantor,
ya harus dengan prosedur melalui proses yang tidak sebentar.
Kadangkala, pelanggan yang mau buka usaha itu pengen
prosesnya cepat, tidak minta atau datang k sini langsung. Dia
itu menggunakan jasa calo, yang mengatasnamakan PLN. Calo
itu kita tidak tahu siapa, yang jelas tidak ada surat tugas
mengenai itu. Disini kita tidak tahu dan tidak menjamin atas
keselamatan atau kalau terjadi apa-apa


Kemudian tanggapan dari karyawan di bagian Pemasaran :

Sebenarnyo gini, pelanggan tuh tidak mau datang langsung ke
PLN. Karno idak mau urusan berbelit-belit, padahal kalo
datang ke PLN langsung biayanyo idak besak nian, Cuma
melengkapi syarat, seperti potocopi ktp, rekening terakhir.. kan
seperti itu, kalo misalnyo bukan rumah sendiri , mintak
persetujuan dari orang yang punyo rumah. Nah yang galak
menawarkan diri itu orang dari pihak luar, bukan orang PLN.
Itu la gunonyo perlu setiap hari make bet PLN. Orang kan idak
tau yang mano orang PLN mano yang bukan, kalo make baju
biaso. Kalo berurusan samo pihak ilegal itu, yo urusannyo
mudah. Yang ngurusnyo orang tu galo. Nah itu la yang sering
terjadi, padahal seharusnyo biaya nambah daya tuh misalnyo
tigo ratus ribu, diminta ke orang yang ngaku PLN limo ratus
ribu..itu masih mending, kalo nyo mintak sejuta...pelanggan
pasti beranggapan waii besak nian Cuma ndak nambah daya
ajo trus banyak lagi keluhan lain, padahal pelanggan tu idak
tau apo permasalahan yang sebenarnyo. Ditambah lagi, janji
orang yang ngaku dari PLN tu sebulan, nyo tu ngurusnyo
jugo k PLN, jadi perantara sebenarnyo, mano idak besak keluar
duit tu kan. Trus idak pulo langsungnyo urus, la lewat sebulan
dari janjinyo, yang kenai siapo? orang PLN yang buruk
namonyo. Itu gara-gara ulah orang yang idak betanggung
jawab, ditambah lagi dengan pelanggannyo yang idak ndak
datang langsung. Kan samo jadi, pas nian. Masyarakat koh dak
galak datang ke PLN kareno takut urusannyo berbelit-belit, itu
dampaknyo dari orang-orang yang idak bertanggung jawab
tadi

Trus lagi alasan idak bisa langsung nambah daya tuh kareno
trafo penuh, emang benar..tapi bukannyo idak bisa, cumaa
prosesnyo agak lamo.. itu dikarenokan trafonyo ndak ditambah,
ndak dinaikan dulu, itu kan butuh proses, idak bisa langsung

Kalo penerapan tarif bersinar, kan biaya listrik itu harus
disesuaikan oleh TDL yaitu tarif dasar listrik. TDL ini kan
terdiri dari tarif reguler, tarif bersinar, tari multi guna yang
ditetapkan dari pemerintah. Kenapa ditetapkan perbulannya
pakai tidak pakai harus bayar seharga yang ditetapkan misalny
kalo tarif bersinar =Rp. 1.300.000 karena PLN juga tidak mau
rugi, PLN kan juga berbisnis. Kalo misalnya oranng yang
rumahnya tidak berpenghuni, kan tidak memakai listrik tapi
biaya bebannya kan ada, jadi ditetapkanlah ke masyarakat.
Pakai tidak pakai harus bayar sesuai harga yang telah
ditetapkan
Peneliti


Anna Bisma Putri