Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembahasan tentang interfacing mungkin akan menimbulkan banyak kemungkinan,
interfacing adalah istilah yang digunakan untuk pengantaraan atau antar muka. Antar muka
yang dimaksudkan dapat berupa antara perangkat keras (hardware) dalam komputer, atau
dapat berupa proses pengirim data melalui saluran telekomunikasi yang digunakan oleh
manusia seperti telephone atau komunikasi seluler lain, atau dapat juga diartikan terhadap
tampilan sebuah aplikasi yang dapat dilihat oleh manusia. Pembahasan pada bagian ini adalah
pembahasan untuk antar muka perangkat komputer.
Di dalam sebuah unit komputer terdapat berbagai terminal. Teriminal tersebut dapat
berupa terminal serial dan !". !ebelum ditemukannyau !" maka port yang paling banyak
digunakan adalah serial dan parale. Tetapi setelah penemuan !" penggunaan port jenis ini
semakin berkurang, hal ini didukung oleh keuntungan yang ditawarkan melalui teknologi
!".Paralel Port
1.2 Tujuan
#. $emahami interface port parallel
%. $emahami pengendalian dengan bahasa mesin
&. $emahami sistem bekerja dari port paralel
BAB II
LANDASAN TEORI
Paralel port digunakan secara luas untuk interfasi pada personal computer (P')
dengan ()* devices. Pararel port menyediakan input hingga + bit atau output hingga #% bit
dimana proses transfer data dilakukan secara serentak, seperti ditunjukkan pada gambar
#.Transfer data secara paralel membutuhkan rangkaian perangkat keras yang relatif lebih
sederhana, hal ini berlawanan dengan transfer data secara serial dimana data dikirimkan per
bit yang dimulai dengan start bit dan diakhiri dengan stop bit seperti ditunjukkan pada
gambar % dan membutuhkan rangkaian perangkat keras yang relatif lebih rumit. Pararel port
menggunakan , control lines, - status lines dan . data lines. Pararel port dapat ditemukan
pada panel belakang P' dalam bentuk D/Type %- Pin female connector atau bentuk D/Type
%- pin male connector. Pada komunikasi paralel dibutuhkan banyak penghantar. 0al memang
sering menjadi kelemahan komunikasi paralel akibat banyaknya penghantar yang dibutuhkan,
dan panjang penghantar ini tidak boleh lebih dari %1m untuk menjaga 2aliditas. 3amun
kelebihan komunikasi paralel adalah lebih cepat dalam pemrogramannya.
(nterfacing dengan menggunakan pararel port berbeda dengan interfacing dengan
menggunakan serial port. Pada interfacing ini, bit data dikirim secara bersamaan
(paralel) dan tiba secara bersamaan. Pada interfacing ini . bit data dikirim secara bersamaan
pada satu waktu.
4euntungan dari parallel interfacing adalah pengiriman data lebih cepat tetapi parallel
interfacing ini memiliki kelemahan yaitu menggunakan banyak jalur dan hanya efektif untuk
jarak yang pendek.
"erikut adalah model parallel port, berdasarkan (555 #%., ada ada - mode yaitu6
a. 'ompability $ode
$ode ini adalah mode alur maju, digunakan untuk transfer data dari P' ke Periperal. .
bit data dikirm dalam detak. Penggunaan kata 'ompatibility adalah karena setiap terminal
paling sederhana harus dapat menangani mode ini.
b. 3ibble $ode
$ode ini adalah mode alur mundur, digunakan untuk mentransfer data dari peripheral
ke P'. Data dikirim , bit secara bersamaan, sehingga untuk membentuk karakter/karekter
yang dikirim pada sisi penerima harus ditata ulang (resemble) oleh karena itu, mode ini akan
lebih lambat.
c. "yte $ode
$erupakan modifikasi dari mode nibble. Pada mode ini data telah dapat dikirim
per byte dalam satu detak. 'ontoh port yang menggunakan mode ini adalah P!)%. Dalam
computer masa kini, P!)% digunakan untuk terminal keyboard dan mouse.
d. 5nhanced Parallel Port (5PP) $ode
5PP bekerja dalam dua mode, baik alur maju maupun mundur. $ode ini dapa
mentransfer # byte data dalam satu waktu pada setiap jalur. 4euntungan utama dari
mode 5PP dibandingkan dengan compability, 3ibble, dan "yte adalah pada
kecepatannya. $ode ini dapat menulis dan membaca melalui satu bus (!A sudah.
$ode ini juga dapat dengan sangat cepat mengubah arah data. 0al ini membuat mode
ini adalah pilihan yang sangat baik untuk peripheral penyimpanan data. $ode 5PP
juga telah mencakup penggunaan mode sebelumnya jika dibutuhkan.
e. 57tended 'apabilities Port (5'P) $ode
5'P adalah pengembangan lebih lanjut dari mode 5PP. 5'P mendukung dua
lajur. Perbedaanya adalah adanya buffering data dan adanya D$A, yang mendukung
pembacaan dan penulisan data secara langsung ke memory, sehingga tidak menjadi beban
dalam sistem 'P. 8uga system pengkompresan data, sehingga akan menyebabkan data lebih
efisien.
Bahasa Asseml!
(nstruksi mesin dinyatakan dengan pola 1 dan l. Pola semacam itu sangat sulit untuk
dijelaskan pada saat membahas atau menyiapkan program. *leh karena itu, kita menggunakan
nama simbolik untuk menyatakan pola tersebut. !ejauh ini kita telah menggunakan katakata
biasa seperti $o2e, Add, (ncrement, dan "ranch, untuk instruksi operasi yang menyatakan
pola kode biner yang sesuai. Pada saat menulis program untuk komputer tertentu, katakata
tersebut biasanya diganti dengan akronim yang disebut mnemonic, seperti $*9, ADD, (3',
dan ": !erupa dengan kita menggunakan notasi :& untuk mengacu pada register &, dan ;*'
untuk mengacu pada lokasi memori. !et lengkap nama simbolik semacam dan aturan
penggunaannya membentuk bahasa pemrograman, yang biasanya disebut sebagai bahasa
assembly. !et aturan untuk menggunakan mnemonic dalam spesifikasi instruksi dan program
lengkap disebut synta7 bahasa.
Program yang ditulis dalam bahasa assembly dapat secara otomatis ditranslasikan ke
rangkaian instruksi mesin oleh suatu program yang disebut assembler. Program assembler
adalah salah satu kumpulan program yang merupakan bagian dari software sistem. Assembler,
seperti halnya program yang lain, disimpan sebagai rangkaian instruksi mesin dalam memori
komputer. Program user biasanya dimasukkan ke dalam komputer melalui keyboard dan
disimpan dalam memori atau disk magnetik. Pada titik ini, program user hanyalah kumpulan
baris karakter alfanumerik. Pada saat program assembler dieksekusi, program tersebut
membaca program user, menganalisanya, dan kemudian menghasilkan program bahasa mesin
yang diinginkan. "ahasa mesin tersebut berisi pola 1 dan # yang menetapkan instruksi yang
akan dieksekusi oleh komputer tersebut. Program user dalam format teks alfanumerik aslinya
disebut source program, dan program bahasa mesin yang di assemble disebut objek program.
"ahasa assembly untuk suatu komputer mungkin case sensiti2e atau mungkin tidak,
sehingga, komputer tersebut bisa membedakan antara huruf kapital dan huruf kecil atau tidak
dapat. 4ita akan menggunakan huruf kapital mark menunjukkan semua nama dan label dalam
contoh kita untuk dapat meningkatkan kemudahan pembacaan teks. $isalnya, kita akan
menuliskan instruksi $o2e sebagai berikut
$*95 :1, !$
$*95 mnemonic menyatakan pola biner, atau *P code, untuk operasi yang
dilakukan oleh instruksi tersebut. Assembler mentranslasi rnnemonic ini menjadi *P code
biner yang dipahatni komputer. Dalam pemrograman dengan bahasa Assembly, mau tidak
mau anda harus berhubungan dengan apa yang dinamakan sebagai :egister. ;alu apakah
yang dimaksudkan dengan register itu sebenarnya< :egister merupakan sebagian memori dari
mikroprosesor yang dapat diakses dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dalam melakukan
pekerjaannya mikroprosesor selalu menggunakan register/register sebagai perantaranya, jadi
register dapat diibaratkan sebagai kaki dan tangannya mikroprosesor.
:egister yang digunakan oleh mikroprosesor dibagi menjadi - bagian dengan
tugasnya yang berbeda/beda pula. :egister yang termasuk dalam kelompok ini adalah
register A=,"=,'= dan D= yang masing/masing terdiri atas #> bit. :egister/ register #> bit
dari kelompok ini mempunyai suatu ciri khas, yaitu dapat dipisah menjadi % bagian mana
masing/masing bagian terdiri atas . bit. !ecara umum register/register dalam kelompok ini
dapat digunakan untuk berbagai keperluan, walaupun demikian ada pula penggunaan khusus
dari masing/masing register ini yaitu 6
:egister A=, secara khusus digunakan pada operasi aritmatika terutama dalam
operasi pembagian dan pengurangan. :egister "=, biasanya digunakan untuk menunjukkan
suatu alamat offset dari suatu segmen. :egister '=, digunakan secara khusus pada operasi
looping dimana register ini menentukan berapa banyaknya looping yang akan terjadi.
:egister D=, digunakan untuk menampung sisa hasil pembagian #> bit.
BAB III
"ETODOLO#I PER$OBAAN
1.1 PERALATAN
/ 4omputer
?ungsi 6 !ebagai alat untuk memprogram port paralel db%- dengan bahasa
assembly
/ Port paralel db%-
?ungsi 6 !ebagai penghubung rangkaian ke 4omputer
/ 8umper
?ungsi 6 !ebagai penghubung antara rangkaian dengan db%-
1.2 %O"PONEN
/ ;5D (;ight 5mitted Diode)
?ungsi 6 !ebagai indikator
/ :esistor &&1 @
?ungsi 6 !ebagai tahanan arus
1.& PROSEDUR
'
1.( #A"BAR PER$OBAAN
BAB I)
HASIL DAN PE"BAHASAN
A. Program $engeluarkan data ke port parallel
1#11 $*9 D=,&A. ))$emasukkan alamat registerke register data (D=)
1#1& $*9 A;,>,
1#1- *T &A.,A=
(3T %1
1#1> /B 53T5:
5ksekusi program baris per baris
/tC enter
langi ketik t (sebanyak %kali lagi)
0asil 6 ;ed menyala dengan konfigurasi 6 1##11#11
". bah program di atas agar angka #11 desimal dikeluarkan ke port parallel
1#11 $*9 D=,&A. ))$emasukkan alamat register ke register data (D=)
1#1& $*9 A;,>, Cdata diubah ke #11h
1#1- *T &A.,A=)) $engeluarkan nilai pada register A= ke alamat register &A.
(3T %1) )$engakhiri program
1#1> /B 53T5:
5ksekusi program baris per baris
/tC enter
langi ketik t (sebanyak %kali lagi)
0asil 6 ;ed tetap menyala dengan konfigurasi 6 1##11#11. 0al ini karena #11d D >,h
'. Program untuk menggeser data ke kiri
';' C 'lear The 'arry ?lag
1#11 $*9 D=, &A. ))$emasukkan alamat register ke register data (D=)
1#1& $*9 A;, 1#) )$emasukkan nilai 1#h ke register A;
1#1- *T D=, A=)) $engeluarkan nilai pada register A= ke register D=
:'; A;, #))geser kekiri register A; satu bit
8$P 1#1-))$elompat ke alamat 1#1-
(3T %1)) $engakhiri program
0asil 6 ;ed menyala dengan konfigurasi 1111111#
!etelah ditekan EtF dan enter tiga kali lagi hasil yang diperoleh nyala ;ed dengan
konfigurasi 111111#1. 8ika t dan enter ditekan tiga kali lagi maka konfigurasi ;ed berpindah
menjadi 11111#11 dan seterusnya (bergeser ke kiri).
D. bah program di atas agar data digeser ke kanan
';' )) 'lear The 'arry ?lag
1#11 $*9 D=, &A. )) $emasukkan alamat ;PT (&A.) port ke register data (D=)
1#1& $*9 A;, 1#)) $emasukkan nilai 1#h ke register A;
1#1- *T D=, A=)) $engeluarkan nilai pada register A= ke register D=
:': A;, #))geser kanan register A; satu bit
8$P 1#1-)) $elompat ke alamat 1#1-
(3T %1)) $engakhiri program
0asil 6 ;ed menyala dengan konfigurasi #111111 pada awalnya, kemudian berpindah setelah
ditekan EtF dan enter tiga kali lagi menjadi 1#111111. 8ika t dan enter ditekan tiga kali lagi
maka konfigurasi ;ed berpindah menjadi 11#11111 dan seterusnya (geser kanan).
5. Program untuk aritmatika dan logika
#. $*9 D=, &A.
$*9 A;, ++
!" A;, ?1
*T D=, A=
(3T %1
/BProgram merupakan pengurangan bilangan heksa ++ dan ?1. 0asilnya dalam heksa
D /.A
%. $*9 D=, &A.
$*9 A;, A?
A3D A;, .1
*T D=, A=
(3T %1
B A? di A3D kan dengan D 1
&. bah program di atas untuk penjumlahan, perkalian, pembagian, or dan 7or.
Program untuk logika *: dan =*:
#. Aritmetika *:
$*9 D=, &A.GG $emasukkan alamat port (&A.) ke register D=
$*9 A;, ..GG $emasukkan nilai ..
0
ke register A;
*: A;,?1GG $enambahkan nilai pada register A; dengan ?1
0
*ut D=,A=GG $engeluarkan data A= ke D=
(3T %1GG $engakhiri program
0asilnya6 *utput yang akan terlihat adalah hasil pertambahan antara ..
0
dengan ?1
0
yaitu
?.
0
(#### #111)
%. Aritmetika =*:
$*9 D=,&A.GG $emasukkan alamat port (&A.) ke register D=
$*9 A;,..GG $emasukkan nilai ..
0
ke register A;
=*: A;,?1GG $enambahkan nilai pada register Al dengan ?1
0
*T D=,A=GG $engeluarkan data A= ke D=
(3T %1GG $engakhiri program
0asilnya6 *utput yang akan terlihat adalah hasil pertambahan antara ..
0
dengan ?1
0
lalu
hasilnya dikalikan lagi dengan ..
0
yaitu A.
0
(1### #111)
&. ;*H(4A *:

$*9 D=,&A.GG $emasukkan alamat port (&A.) ke register D=
$*9 A;,.?GG $emasukkan nilai .?
0
ke register A;
*: A;,.1GG $enambahkan nilai .1
0
dengan A;
*T D=,A=GG $engeluarkan data A= ke D=
(3T %1GG $engakhiri program
0asilnya6 *utput yang akan terlihat adalah hasil pertambahan antara .?
0
dengan .1
0
yaitu
?.
0
(#### ####)
,. ;*H(4A =*:
$*9 D=,&A.GG $emasukkan alamat port (&A.) ke register D=
$*9 A;,.?GG $emasukkan nilai .?
0
ke register A;
=*: A;,.1GG $enambahkan lalu mengalikan nilai .1
0
dengan nilai pada register A;
*ut D=,A=GG $engeluarkan data A= ke D=
(3T %1GG $engakhiri program
0asilnya6 *utput yang akan terlihat adalah hasil pertambahan antara ..
0
dengan ?1
0
lalu
hasilnya dikalikan lagi dengan ..
0
yaitu A.
0
(1111 ####)
BAB )
%ESI"PULAN DAN SARAN
*.1 %ESI"PULAN
#. (nterface dari pada port paralel dihasilkan oleh port data dari port paralel (D1/D+)
%. 4ita dapat mengatur keluaran dari pada port paralel dengan menuliskan
order)perintah dengan bahasa asembly pada komputer
&. Port paralel bekerja dengan pin %/+ adalah pin pengirim data dan pin yang lain ada
yang sebagai pin status dan pin control
*.2 SARAN
#. !ebaiknya praktikan mempelajari sistem algoritma bahasa asembly
%. !ebaiknya praktikan mempelajari sistem algoritma bahasa biner
&. !ebaiknya praktikan teliti dengan interface yang di tampilkan
DA+TAR PUSTA%A
!udiryanto, %11#. Pemrograman "ahasa Assembly. Hramedia6 8akarta.
0al 6 #>/#A
http6))marojahantampubolon.files.wordpress.com)%1#%)1&)interfacing/serial/paralelusb.pdf
http6))kauni1A.files.wordpress.com)%11+)1&)modulI.I/Iassembly.pdf
$edan, 1> *ktober %1#&
Asisten Praktikan
(*kto 0 !itumorang) ("etty Jidya *ktaria)