Anda di halaman 1dari 43

Ramos Somya, S.Kom., M.Cs.

/Matematika Diskrit/IT105/1
TEORI GRAF
Secara kasar, graf adalah suatu diagaram yang memuat informasi tertentu jika
diinterpretasikan secara tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, graf digunakan untuk
menggambarkan berbagai macam struktur yang ada. Tujuannya adalah sebagai
visualisasi obyek-obyek agar lebih mudah dimengerti. Beberapa contoh graf yang sering
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain: struktur organisasi, bagan alir
pengambilan mata kuliah, peta, rangkaian listrik, dan lain-lain. raf struktur sebuah
organisasi dan peta beberapa daerah tampak pada gambar !.
Ketua I
Ketua I
Seksi Dana
Seksi Dana
Seksi "cara
Seksi "cara
Seksi
#onsumsi
Seksi
#onsumsi
Seksi
$erlengkapan
Seksi
$erlengkapan
Ketua II
Ketua II
Sekretariat
Sekretariat
Seksi
#eamanan
Seksi
#eamanan
Gambar 1
Gambar 2
Tiap-tiap diagram memuat sekumpulan obyek %kotak, titik, dan lain-lain& beserta
garis-garis yang menghubungkan obyek-obyek tersebut. aris bisa berarah ataupun
tidak berarah. aris yang berarah biasanya digunakan untuk menyatakan hubungan
yang mementingkan urutan antar objek-objek. 'rut-urutan objek akan mempunyai arti
yang lain jika arah garis diubah. Sebagai contoh adalah garis komando yang
menghubungkan titik-titik struktur sebuah organisasi. Sebaliknya, garis yang tidak
berarah digunakan untuk menyatakan hubungan antar objek-objek yang tidak
mementingkan urutan. Sebagai contoh adalah garis untuk menyatakan jarak hubung (
kota pada gambar (. )arak dari kota " ke kota B sejauh (** km akan sama dengan
jarak dari kota B ke kota ". "pabila jarak ( tempat tidak sama jika dibalik %misalnya
karena harus melalui jalan memutar&, maka garis yang digunakan haruslah garis yang
berarah.
Dalam bab ini, graf akan dibahas secara teoretis, baik graf secara umum maupun
Tree %pohon& yang merupakan kasus khusus graf yang banyak dipakai dalam ilmu
komputer. Terminologi yang dipakai dalam teori graf tidak baku. Dalam buku yang
berbeda, sebuah simbol mungkin menyatakan beberapa hal yang berbeda. +al ini bisa
dimaklumi mengingat luasnya aplikasi graf dalam berbagai bidang. Dalam buku ini,
A
B
C
D
E
200
100
50
180
75
60
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/2
diusahakan agar definisi-definisi maupun simbol-simbol yang digunakan merupakan
definisi-definisi dan simbol-simbol yang biasa dipakai.
1. Dasar-Dasar Graf
Definisi 1
Suatu graf terdiri dari ( himpunan yng berhingga, yaitu himpunan titik-titik tidak
kosong %simbol ,%&& dan himpunan garis-garis %simbol -%&&.
Setiap garis berhubungan dengan satu atau dua titik. Titik-titik tersebut dinamakan Titik
Ujung. aris yang hanya berhubungan dengan satu titik ujung disebut Loop. Dua garis
berbeda yang menghubungkan titik yang sama disebut Garis Parae.
Dua titik dikatakan !er"u!ungan %adjacent& jika ada garis yang menghubungkan
keduanya. Titik yang tidak mempunyai garis yang berhubungan dengannya disebut Titik
Terasing %.solating $oint&
raf yang tidak mempunyai titik %sehingga tidak mempunyai garis& disebut Graf
Kosong.
)ika semua garisnya berarah maka graf-nya disebut Graf #erara" %Directed raph,
atau sering disingkat Digraph&. )ika semua garisnya tidak berarah, maka graf-nya
disebut Graf Tak #erara" %'ndirected raph&. Dalam bab ini, jika hanya disebutkan
graf saja, maka yang dimaksud adalah graf tak berarah.
#adang-kadang suatu graf dinyatakan dengan gambar. ambar suatu graf terdiri dari
himpunan titik-tilik ,%&, himpunan garis-garis -%& yang menghubungkan titik-titik
tersebut %beserta arah garis pada graf berarah&, dan label pada garisnya %jika ada&.
$anjang garis, kelengkungan garis, dan letak titik tidak berpengaruh dalam suatu graf.
Contoh 1
"da / kota %",...,& yang beberapa diantaranya dapat dihubungkan secara langsung
dengan jalan darat. +ubungan-hubungan langsung yang dapat dilakukan adalah
sebagai berikut:
" dengan B dan D
B dengan D
0 dengan B
- dengan 1
Buatlah graf yang menunjukkan keadaan transportasi di / kota tersebut.
Penyelesaian :
2isalkan kota-kota dianggap sebagai titik-titik. Dua titik3kota dihubungkan dengan garis
bila dan hanya bila ada jalan yang menghubungkan langsung kedua kota tersebut.
Dengan demikian, keadaan transportasi di / kota dapat dinyatakan dalam gambar 4.
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/3
Gambar 3
Dalam graf tersebut e! berhubungan dengan titik " dan B %keduanya disebut titik ujung
e!&. Titik " dan B dikatakan berhubungan, sedangkan titik " dan 0 tidak berhubungan
karena tidak ada garis yang menghubungkannya secara langsung.
Titik adalah titik terasing karena tidak ada garis yang berhubungan dengan . dalam
interpretasinya, kota merupakan kota yang terasing karena tidak dapat dikunjungi dari
kota-kota lain dengan jalan darat.
Contoh 2
Dalam graf pada gambar 5, tentukan :
a. +impunan titik-titik, himpunan garis-garis, titik-titik ujung masing-masing garis, dan
garis paralel.
b. 6oop dan titik terasing.
Gambar 4
Penyelesaian :
a. ,%& 7 8v!, v(, v4, v5, v9, v:;
-%& 7 8e!, e(, e4, e5, e9, e:, e/;
Titik-titik ujung masing-masing garis adalah sebagai berikut :
aris Titik 'jung
e! 8v!,v(;
e( 8v!,v(;
e4 8v!,v4;
e5 8v(,v4;
e9 8v5,v9;
e: 8v9;
e/ 8v4;
aris paralel adalah e! dan e( yang keduanya menghubungkan titik v! dan v(.
b. 6oop adalah e: dan e/, sedangkan titik terasing adalah titik v:.
G
F
E
e
5
e
4
e
3
e
2
e
1
D
C
B
A
e
5
e
4
e
3
e
1
e
2
v
6
v
5
v
4
v
3
v
1
v
2
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/4
Dalam graf tak berarah, garis e dengan titik ujung %v,<& menyatakan suatu garis yang
menghubungkan titik v dengan titik <. Dalam graf berarah, garis tersebut menyatakan
garis dari titik v ke titik <.
Dengan diketahuinya graf, maka himpunan garis, titik serta titik-titik ujungnya adalah
tunggal. Tetapi hal ini tidak berlaku sebaliknya. Dengan diketahuinya himpunan garis,
titik dan titik-titik ujung garis, maka kita dapat membentuk beberapa graf yang
=berbeda>. $erbedaan graf-graf tersebut terletak pada panjang garis, kelengkungan
garis, dan posisi titik yang berbeda antara satu graf dengan graf yang lainnya.
Tetapi karena visualisasi titik dan garis %panjang garis, kelengkungan posisi titik dan
lain-lain& tidak berpengaruh, maka graf-graf tersebut merupakan graf yang sama
meskipun secara visual tampak berbeda.
Contoh 3
ambarlah graf dengan titik dan garis berikut ini
,%& 7 8v!, v(, v4, v5;
-%& 7 8e!, e(, e4, e5, e9;
Titik-titik ujung garis adalah :
aris Titik 'jung
e! 8v!,v4;
e( 8v(,v5;
e4 8v!;
e5 8v(,v5;
e9 8v4;
Penyelesaian :
"da banyak graf yang dapat dibentuk. Semua graf tersebut sebenarnya
menggambarkan objek yang sama, tetapi tampak berbeda karena letak titik, panjang
garis dan kelengkungannya berbeda. Dua diantara graf-graf tersebut tampak pada
gambar 9 dan :
Gambar 5 gambar 6
raf juga banyak dipakai untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang
berhubungan dengan #ecerdasan Buatan %"rtificial .ntelligence&, seperti dalam contoh
5, yang merupakan suatu teka-teki yang banyak dipakai sebagai ilustrasi. Dalam hal ini,
graf digunakan untuk menyatakan hubungan-hubungan yang terjadi di antara objek-
objek. Dengan cara itu, deduksi ke kesimpulan akan lebih mudah dibuat.
Contoh 8.4
v
4
v
2
v
1
v
3
e
4
e
2
e
5
e
1
e
3
e
5
e
1
v
3
v
1
e
3
e
4
e
2
v
4
v
2
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/5
"da sebuah pulau yang penghuninya hanya terdiri dari ( macam yaitu : pemakan orang
%cannibal& dan pemakan sayuran %vegetarian&. $ada mulanya, ada ( orang pemakan
orang dan ( orang pemakan sayuran di sisi barat sungai. Di sisi barat itu pula terdapat
sebuah perahu kecil yang hanya dapat menampung paling banyak ( orang. 2asalahnya
adalah bagaimana cara mengangkut keempat orang tersebut ke sisi timur sungai.
Syaratnya adalah : jumlah pemakan manusia pada suatu sisi sungai tidak boleh lebih
banyak dari jumlah pemakan sayuran di sisi yang sama, karena hal itu akan
menyebabkan pemakan manusia akan memakan pemakan sayuran.
Penyelesaian:
Suatu cara penyelesaian yang sistematis adalah dengan menggambarkan semua
kemungkinan keadaan, dan kemudian menghilangkan bagian-bagian yang tidak
mungkin terjadi karena tidak memenuhi kendala yang disyaratkan.
2isalkan simbol s menyatakan pemakan sayuran, o menyatakan pemakan orang, $
menyatakan perahu dan simbol ?3? menyatakan sungai. Dengan menggunakan simbol
tersebut maka sso$3o berarti suatu keadaan di mana di sisi barat sungai %di sebelah kiri
simbol 3& ada ( orang pemakan sayuran dan satu orang pemakan orang, sedangkan di
sisi timur sungai ada seorang pemakan orang. $erahu ada di sisi barat sungai.
Semua kemungkinan keadaan di sungai tersebut dapat digambarkan pada gambar /
%sumbu mendatar menyatakan jumlah pemakan sayur di timur sungai dan sumbu tegak
menyatakan jumlah pemakan orang di timur sungai&. $ada suatu titik tertentu, ada (
kemungkinan posisi perahu %$&, yaitu di kiri sungai atau di kanan sungai.
)
u
m
l
a
h

p
e
m
a
k
a
n

o
r
a
n
g

d
i

t
i
m
u
r
3
k
a
n
a
n

s
u
n
g
a
i
(
ss 3 $ oo s 3 $ soo 3 $ ssoo
ss $ 3 oo s $ 3 soo $ 3 ssoo
!
sso 3 $ o so 3 $ so o 3 $ sso
sso $ 3 o so $ 3 so o $ 3 sso
*
ssoo 3 $ soo 3 $ s oo 3 $ ss
ssoo $ 3 soo $ 3 s oo $ 3 ss
* ! (
)umlah pemakan sayur timur3kanan sungai
Gambar 7
Selanjutnya, kita hilangkan keadaan-keadaan yang tidak mungkin terjadi:
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/6
a. #arena jumlah pemakan orang %o& di suatu sisi sungai tidak boleh lebih banyak
dari jumlah pemakan sayumya %s&, maka titik-titik : s3$soo, s$3soo, soo3$s, soo$3s
harus dihilangkan
b. $erahu harus berada pada sisi sungai yang ada orangnya. )ika tidak demikian,
maka tidak ada orang yang dapat menyeberang. @leh karena itu, kita harus
menghilangkan titik-titik ssoo3$ dan $3ssoo
Dengan adanya beberapa titik yang dihilangkan tersebut, maka didapatkan keadaan
yang dinyatakan pada gambar A
)
u
m
l
a
h

p
e
m
a
k
a
n

o
r
a
n
g

d
i

t
i
m
u
r
3
k
a
n
a
n

s
u
n
g
a
i
(
ss 3 $ oo 3 $ ssoo
ss $ 3 oo
!
sso 3 $ o so 3 $ so o 3 $ sso
sso $ 3 o so $ 3 so o $ 3 sso
*
oo 3 $ ss
ssoo $ 3 oo $ 3 ss
* ! (
)umlah pemakan sayur timur3kanan sungai
Gambar 8
Dari titik-titik yang tersisa, kita buat garis-garisnya. Suatu garis menghubungkan ( buah
titik yang dapat dicapai satu dari yang lainnya. Sebagai contoh, titik sso$3o dapat
dihubungkan dengan titik o3$sso karena dari titik sso$3o, perahu dapat mengangkut (
orang pemakan sayur %s& ke sisi kanan sungai, sehingga didapatkan titik o3$sso. #ondisi
ini juga berlaku sebaliknya. Dari titik o3$sso, perahu dapat mengangkut ( orang
pemakan sayur ke kiri sungai sehingga didapatkan titik sso$3o. Dengan penambahan
semua garis yang mungkin dibuat, maka didapatkan graf yang dinyatakan pada gambar
B.
'ntuk menyelesaikan masalah tersebut, berarti kita harus mencari jalur %garis& yang
menghubungkan titik ssoo$3 %perahu dan semua orang yang terlibat berada di barat
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/7
sungai& dengan titik 3$ssoo %perahu dan semua orang yang terlibat berada di timur
sungai&
Dari gambar B didapatkan ( kemungkinan jalur yaitu :
ssoo$3 ss3$oo sso$3o o3$sso oo$3ss 3$ssoo
atau:
ssoo$3 so3$so sso$3o o3$sso oo$3ss 3$ssoo
)
u
m
l
a
h

p
e
m
a
k
a
n

o
r
a
n
g

d
i

t
i
m
u
r
3
k
a
n
a
n

s
u
n
g
a
i
(
ss 3 $ oo 3 $ ssoo
ss $ 3 oo
!
sso 3 $ o
so 3 $ so
o 3 $ sso
sso $ 3 o so $ 3 so o $ 3 sso
*
oo 3 $ ss
ssoo $ 3 oo $ 3 ss
* ! (
)umlah pemakan sayur timur3kanan sungai
Gambar 9
$. Graf Tak #erara"
Berdasarkan jenis garis-garisnya, graf dibedakan dalam ( kategori yaitu raf Tak
Berarah %'ndirected raph& dan raf Berarah %Directed raph 7 Digraph&. Dalam sub-
bab ini akan dibahas tentang graf tak berarah. raf berarah akan dibahas pada sub-bab
berikutnya.
$.1. Graf #ipartite
Definisi 2
Graf %e&er"ana %Simple raph& adalah graf yang tidak mempunyai loop ataupun garis
paralel.
Contoh 5
ambarlah semua graf sederhana yang dapat dibentuk dari 5 titik 8a, b, c, d; dan ( garis
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/8
Penyelesaian :
Sebuah garis dalam graf sederhana selalu berhubungan dengan ( buah titik. #arena
ada 5 titik, maka ada
6
! 2 ! 2
! 4
2
4
= =

garis yang mungkin dibuat, yaitu garis-garis yang


titik-titik ujungnya adalah 8a, b;, 8a, c;, 8a, d;, 8b, c;, 8b, d;, dan 8c,d;.
Dari keenam garis yang mungkin tersebut, selanjutnya dipilih ( diantaranya. )adi ada
15
! 4 ! 2
! 6
2
6
= =

buah graf yang mungkin dibentuk. raf-graf tersebut dapat dilihat pada
gambar !*.
a b a b a b a b a b
c d c d c d c d c d
a b a b a b a b a b
c d c d c d c d c d
a b a b a b a b a b
c d c d c d c d c d
Gambar 10
Definisi 3
Graf Lengkap %0omplete raph& dengan n titik %simbol #n& adalah graf sederhana
dengan n titik, di mana setiap ( titik berbeda dihubungkan dengan suatu garis.
Teore'a 1
Banyaknya garis dalam suatu graf lengkap dengan n titik adalah
( )
2
1 n n
buah
#ukti
2isalkan adalah suatu graf lengkap dengan n titik v!, v(,..., vn.
"mbil sembarang titik %sebutlah v!&. #arena merupakan graf lengkap, maka v!
dihubungkan dengan %n-!& titik lainnya %v(, v4, ... , vn&. )adi ada %n-!& buah garis.
Selanjutnya, ambil sembarang titik kedua %sebutlah v(&. #arena adalah graf lengkap,
maka v( juga dihubungkan dengan semua titik sisanya %v!, v4, ..., vn&, sehingga ada %n-!&
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/
buah garis yang berhubungan dengan v(. Salah satu garis tersebut menghubungkan v(
dengan v!. aris ini sudah diperhitungkan pada <aktu menghitung banyaknya garis
yang berhubungan dengan v!. )adi, ada %n-(& garis yang belum diperhitungkan.
$roses dilanjutkan dengan menghitung banyaknya garis yang berhubungan dengan v4,
v5, ..., vn-! dan yang belum diperhitungkan sebelumnya. Banyak garis yang didapat
berturut-turut adalah : %n-4&, %n-5&, ...,4,(,!.
)adi secara keseluruhan terdapat %n-!& C %n-(& C %n-4& C ... C ( C ! 7
( )
2
1 n n
buah
garis.
Contoh 8.6
ambarlah #(, #4, #5, #9, dan #: D
Penyelesaian :
#( #4 #5 #9 #:
Gambar 11
#adang-kadang, titik-titik dalam suatu graf dapat dipecah menjadi ( bagian, di
mana titik-titik dalam satu bagian dihubungkan dengan titik-titik di bagian yang lain.
Dengan demikian, graf terlihat seolah-oleh ?terpisah? menjadi ( bagian.
Definisi 4
Suatu graf disebut raf Bipartite apabila ,%& merupakan gabungan dari (
himpunan tak kosong ,! dan ,(, dan setiap garis dalam menghubungkan suatu titik
dalam ,! dengan titik dalam ,(.
"pabila dalam raf Bipartite, setiap titik dalam ,! berhubungan dengan setiap titik
dalam ,(, maka graf-nya disebut raf Bipartite 6engkap.
)ika ,! terdiri dari m titik dan ,( terdiri dari n titik, maka raf Bipartite 6engkapnya sering
diberi simbol #m,n.
Contoh 7
Tentukan mana di antara graf-graf berikut ini yang merupakan graf Bipartite dan
Bipartite lengkap.
e
6
e
5
e
4
e
3
e
2
e
1
v
5
v
4
v
3
v
2
v
1
e
1
e
3
e
2
v
4
v
3
v
2
v
1
v
6
e
6
e
5
e
4
e
3
e
2
e
1
v
5
v
4
v
3
v
2
v
1
e
6
e
5
e
4
e
3
e
2
e
1
v
5
v
4
v
3
v
2
v
1
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/10
%a& %b& %c& %d&
Gambar 12
Penyelesaian :
a. )elas bah<a titik-titik graf-nya terbagi menjadi ( bagian yaitu ,! 7 8v!, v(, v4; dan ,(
7 8v5, v9;. Setiap titik dalam ,! dihubungkan dengan setiap titik dalam ,(. 2aka
graf-nya mempakan #4,(.
b. +anya merupakan graf bipartite saja karena titik-titik dalam graf terbagi menjadi (
bagian, yaitu ,! 7 8v!, v4; dan ,( 7 8v(, v5;. "kan tetapi, tidak semua titik dalam ,!
dihubungkan dengan semua titik dalam ,( %v! tidak dihubungkan dengan v5&.
c. Dengan pengaturan letak titik-titiknya, maka graf gambar !( %c& dapat digambarkan
sebagai graf pada gambar !4.
Gambar 13
Tampak bah<a titik-titiknya terbagi menjadi ( bagian yaitu ,! 7 8v!, v4, v9; dan ,(
7 8v(, v5, v:;. Setiap garis menghubungkan sebuah titik dalam ,! dengan sebuah
titik dalam ,(, sehingga graf-nya merupakan graf bipartite
d. $erhatikan bah<a meskipun tampak berbeda, sebenamya graf pda gambar !( %d&
sama dengan graf gambar !( %a&, sehingga graf gambar !( %d& adalah #4,(.
$osisi titik-titik dalam penggambaran graf kadang-kadang mempengaruhi
pandangan kita, seperti halnya pada contoh !* %c& dan %d&. Dalam kedua graf tersebut,
semua titik tampaknya terhubung dan tidak dapat dipisahkan <alaupun kenyataannya
tidaklah demikian. @leh karena itu, kita harus jeli dalam menentukan apakah suatu graf
merupakan raf Bipartite.
$.$. Ko'pe'en Graf
e
6
e
5
e
4
e
3
e
2
e
1
v
6
v
5
v
4
v
3
v
2
v
1
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/11
Definisi 5
#omplemen suatu graf %simbol G & dengan n titik adalah suatu graf dengan :
!. Titik-titik G sama dengan titik-titik . )adi
( ) ( ) G V G V =
(. aris-garis G adalah komplemen garis-garis terhadap raf 6engkapnya %#n&
( ) ( ) ( ) G E K E G E
n
=
Titik-titik yang dihubungkan dengan garis dalam tidak terhubung dalam G .
Sebaliknya, titik-titik yang tidak terhubung dalam menjadi terhubung dalam G .
Contoh 8
ambarlah komplemen graf yang didefinisikan dalam gambar A.!* di ba<ah ini D
%a& %b& %c&
Gambar 14
Penyelesaian:
Titik-titik dalam G sama dengan titik-titik dalam , sedangkan garis-garis dalam G
adalah garis-garis yang tidak berada dalam .
$ada gambar !5 %a&, titik-titik yang tidak dihubungkan dengan garis dalam adalah
garis dengan titik ujung 8a, d;, 8a, e;, 8b, c;, dan 8b, e;.
2aka graf G dapat digambarkan pada gambar !5 %a&. Secara analog, G gambar !5
%b& dan !5 %c& dapat digambarkan pada gambar !9 %b& dan %c&.
d c
b
a f
e
d
c
b
a
e
d c
b a
d c
b
a f
e
d
c
b
a
e
d c
b a
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/12
%a& %b& %c&
Gambar 15
$erhatikan bah<a komplemen #5 dalam soal %c& adalah graf tanpa garis di dalamnya.
Secara umum, komplemen #n adalah suatu graf dengan n titik dan tanpa garis.
Contoh 8.9
2isalkan adalah suatu graf dengan n buah titik dan k buah garis. Berapa banyak garis
dalam G E
Penyelesaian:
)umlah garis dalam G adalah jumlah garis dalam #n dikurangi jumlah garis dalam .
2enurut teorema !, banyaknya garis dalam #n adalah
( )
2
1 n n
, maka banyaknya garis
dalam G adalah
( )
k
n n

2
1
.
)ika garis dalam menunjukkan relasi tertentu, maka garis dalam
G
juga
menunjukkan komplemen3ingkaran relasi tersebut. Sebagai contoh, andaikan titik-titik
dalam menyatakan karya<an-karya<an dalam suatu perusahaan dan garis-garis
dalam menyatakan relasi ?dapat bekerja sama?. Dua titik dalam akan dihubungkan
dengan garis jika keduanya dapat bekerja sama. aris-garis dalam
G
menunjukkan
ingkaran dari relasi tersebut. Dua titik dalam
G
dihubungkan dengan suatu garis jika
kedua karya<an tidak dapat bekerja sama.
$.(. %u! Graf
#onsep subgraf sama dengan konsep himpunan bagian. Dalam teori himpunan,
himpunan " dikatakan merupakan himpunan bagian B bila dan hanya bila setiap
anggota " merupakan anggota B. #arena graf mempakan himpunan yang terdiri dari
titik dan garis maka + dikatakan subgraf jika semua titik dan garis + juga merupakan
titik dan garis dalam . Secara formal, subgraf didefinisikan dalam definisi :.
Definisi 6
2isalkan adalah suatu graf. raf + dikatakan subgraf bila dan hanya bila:
a. , %+& , %&
b. - %+& - %&
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/13
c. Setiap garis dalam + mempunyai titik ujung yang sama dengan garis tersebut
dalam .
Dari definisi :, ada beberapa hal yang dapat diturunkan :
!. Sebuah titik dalam merupakan subgraf
(. Sebuah garis dalam bersama-sama dengan titik-titik ujungnya merupakan
subgraf
4. Setiap graf merupakan subgraf dari dirinya sendiri
5. Dalam subgraf berlaku sifat transitif : )ika + adalah subgraf dan adalah
subgraf #, maka # adalah subgraf #
Contoh 10
Dalam graf !: %a& - %d& di ba<ah ini, apakah + merupakan subgraf E
a.
b.
c.
d.
+
e
5
v
4
v
(

e
5
e
4
e
!
e
(
v
4
v
(
v
!
+
e
5
e
4
e
( e
!
v
4
v
(
v
!

e
5
e
4
e
( e
!
v
4
v
(
v
!
e
/
v
5
v
(
v
4
v
!
e
5
e
!
e
(
e
4

e
9
e
:
e
/
v
5
v
(
v
4
v
!
e
5
e
!
e
(
e
4
+
e
9
e
:
e
4 e
(
v
5
v
(
v
4
v
!
e
!

+
e
4
v
5
v
!
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/14
Gambar 16
Penye/esaian :
a. , %+& 7 8v(, v4; dan , %& 7 8v!, v(, v4;, sehingga , %+& , %&.
-%+& 7 8e5; dan -%& 7 8e!, e(, e4, e5; sehingga -%+& -%&. aris e5 di +
merupakan loop pada v( dan garis e5 juga merupakan loop pada v( di . 2aka +
merupakan subgraf.
b. + bukan merupakan subgraf karena meskipun ,%+& 7 ,%& 7 8v!, v(, v4; dan -%+&
7 -%& 7 8e!, e(, e4, e5;, tetapi garis e5 dalam + tidak menghubungkan titik yang
sama dengan garis e5 dalam . Dalam +, garis e5 merupakan loop di v4,
sedangkan dalam , garis e5 merupakan loop dalam v(.
c. #arena raf + 7 raf maka + merupakan subgraf .
d. ,%+& 7 8v!, v5; dan ,%& 7 8v!, v(, v4, v5; sehingga ,%+& ,%&.
-%+& 7 8e4; dan -%& 7 8e!, e(, e4; sehingga -%+& -%&. aris e4 menghubungkan
titik v! dengan v5. +al yang sama juga berlaku pada . 2aka + merupakan subgraf
. $erhatikan bah<a posisi titik tidaklah mempengaruhi.
Contoh 11
ambarlah semua subgraf yang mungkin dibentuk dari graf pada gambar !/.
Gambar 17
Penyelesaian:
terdiri dari ( titik dan ( garis. Subgraf yang mungkin dibentuk terdiri dari ! atau (
titik dan *, ! atau ( garis. Semua subgraf yang mungkin dibuat dapat digambarkan
pada gambar !A.
)umlah garis 7 *
e
(
e
!
,
(
v
!
e
!
e
(
v
(
v
!
e
(
v
(
v
(
v
!
v
!
v
(
v
(
v
!
e
!
e
(
v
(
v
!
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/15
)umlah garis 7 !
)umlah garis 7 (
Gambar 18
$.). Derajat
Definisi 7
2isalkan v adalah titik dalam suatu raf . Derajat titik v %simbol d%v&& adalah
jumlah garis yang berhubungan dengan titik v dan garis suatu loop dihitung dua kali.
Derajat total adalah jumlah derajat semua titik dalam .
Contoh 12
Tentukan derajat tiap-tiap titik dalam graf pada gambar !B. Berapa derajat totalnya E
Gambar 19
Penyelesaian :
d%v!& 7 5 karena garis yarag berhubungan dengan v! adalah e(, e4 dan loop e! yang
dihitung dua kali
d%v(& 7 ( karena garis yaag berhubungan dengan v( adalah e( dan e4.
d%v4& 7 d%v9& 7 ! karena garis yang berhubungan dengan v4 dan v9 adalah e5
d%v5& 7 ( karena garis yarag berhubungan dengan v5 adalah loop e9 yang dihitung ( kali.
d%v:&7 * karena tidak ada garis yang berhubungan dengan v:.
Derajat total 7
( )

=
= + + + + + =
6
1
10 0 1 2 1 2 4
i
i
v d
Teore'a $
Derajat total suatu graf selalu genap.
e
5
v
4
v
6
e
4
v
5
v
3
v
2
v
1
e
3
e
2
e
1
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/16
#ukti
2isalkan adalah suatu graf.
)ika tidak memiliki garis sama sekali berarti derajat totalnya 7 * yang merupakan
bilangan genap, sehingga teorema terbukti.
2isalkan mempunyai n buah titik v!, v(, ... , vn %n F *& dan k buah garis e!, e(, ... ,ek %k
F *&. "mbil sembarang garis ei. 2isalkan garis ei menghubungkan vi dengan vj. 2aka ei
memberikan kontribusi masing-masing ! ke penghitungan derajat vi dan derajat vj %hal
ini juga benar jika vi 7 vj karena derajat suatu loop dihitung ( kali&, sehingga ei memberi
kontribusi ( ke penghitungan derajat total. #arena ei dipilih sembarang, berarti semua
garis dalam memberi kontribusi ( dalam penghitungan derajat total. Dengan kata lain,
derajat total 7 ( kali jumlah garis dalam . #arena jumlah garis dalam merupakan
bilangan bulat, berarti derajat total merupakan bilangan genap.
Teore'a (
Dalam sembarang graf, jumlah titik yang berderajat ganjil adalah genap.
#ukti
2isalkan suatu graf.
)ika tidak mempunyai garis sama sekali berarti banyaknya titik yang berderajat ganjil
7 * yang merupakan bilangan genap sehingga teorema terbukti dengan sendirinya.
2isalkan mempunyai n buah titik vi, v(, ... , vn dan k buah garis e!, e(, ... , ek.
2isalkan di antara k garis tersebut ada ki buah garis yang berderajat ganjil dan k(7 k G
k! buah garis yang berderajat genap.




genap berderajat
yang garis k k
k k k
ganjil berderajat
yang garis k
k
e e e e e e
) (
2 1 2 1
1
1 1
1
, , , , , , ,

+ +
"kan dibuktikan bah<a k! adalah bilangan genap.
2isalkan - adalah jumlah derajat semua titik yang berderajat genap, * adalah jumlah
derajat semua titik yang berderajat ganjil, dan T adalah derajat total graf .
)ika @ 7 d%ei& C d%e(&C ... C d%
1
k
e
&.
dan - 7 d% 1
1
+ k
e
&C d% 2
1
+ k
e
&C ... C d%ek&.
maka T 7 - C @
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/17
2enurut Teorema (, maka T adalah bilangan genap. #arena d% 1
1
+ k
e
&C d% 2
1
+ k
e
&C ... C
d%ek& masing-masing berderajat genap, maka - 7 d% 1
1
+ k
e
&C d% 2
1
+ k
e
&C ... C d%ek& juga
merupakan bilangan genap.
Dari relasi T 7 - C @, berarti @ 7 T G -. #arena baik T maupun - merupakan bilangan-
bilangan genap maka @ 7 d%ei& C d%e(&C ... C d%
1
k
e
& juga merupakan bilangan genap.
$adahal menurut asumsi, d%e!&, d%e(&, ... ,d%
1
k
e
& masing-masing adalah bilangan ganjil.
)adi @ %bilangan genap& merupakan jumlahan dari k! buah bilangan ganjil. +al ini hanya
bisa terjadi kalau k! adalah bilangan genap.
Terbukti bah<a k! %jumlah titik yang berderajat ganjil& merupakan bilangan genap.
Contoh 13
ambarlah graf dengan spesifikasi di ba<ah ini %jika ada&.
a. raf dengan 5 titik yang masing-masing berderajat !,!, ( dan 4.
b. raf dengan 5 titik dengan masing-masing berderajat !, !, 4, dan 4.
c. raf dengan !* titik yang masing-masing berderajat !, !, (, (, (, 4, 5, 5, 5, dan :.
d. raf sederhana dengan 5 titik yang masing-masing berderajat !, !, 4, dan 4.
Penyelesaian :
a. Derajat total 7 ! C ! C ( C 4 7 / %ganjil&. 2enurut Teorema ( maka tidak ada graf
dengan derajat total ganjil.
b. Derajat total 7 ! C ! C 4 C 4 7 A %genp&. )adi, ada graf degna spesifikasi semacam
itu. Beberapa diantaranya tampak pada gambar (*.
Gambar 20
c. "da 4 titik yang berderajat ganjil %yaitu titik-titik yang berderajat !, !, dan 4&.
2enurut teorema 4, tidak mungkin ada graf dengan spesifikasi semacam itu.
$engecekan juga dapat dilakukan dengan menghitung derajat totalnya yang
merupakan bilangan ganjil.
d. Derajat total 7 ! C ! C 4 C 4 7 A %genap& sehingga mungkin buat graf dengan
spesifikasi tersebut. Tetapi, graf yang dapat dibuat adalah graf secar umum
%seperti soal %b&&, dan bukan graf sederhana. raf sederhana dengan spesifikasi
tersebut tidak mungkin dibuat. +al ini dibuktikan dengan kontradiksi sebagai
berikut :
2isalkan ada graf dengan 5 titik, masing-masing v! dan v( yang berderajat !, v4
dan v5 yang berderajat 4. karena v4 berderajat 4 dan grafnya adalah graf
v
3
v
2
v
4
v
1
v
4
v
3
v
2
v
1
v
3
v
2
v
4
v
1
v
4
v
3
v
2
v
1
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/18
sederhana %tidak boleh mengandung loop dan garis paralel&, maka v4 harus
dihubungkan ke 4 titik yang lain %v!, v(,v v5&. +al tersebut dapat dilihat pada gambar
(!.
Gambar 21
v5 juga mempunyai derajat 4, berarti v5 juga harus dihubungkan ketiga titik yang
lain. Didapatkan graf gambar ((.
Gambar 22
"kan tetapi, jika demikian halnya, v! dan v( mempunyai derajat (, yang
bertentangan dengan pengandaian mula-mula yang mengatakan bah<a v! dan v(
berderajat !. Dengan demikian, terbukti bah<a tidak ada graf dengan spesifikasi seperti
ini.
$.*. Pat" &an %irkuit
Definisi +
2isalkan adalah suatu graf. 2isalkan pula v dan < adalah ( titik dalam .
Suatu Halk dari v ke < adalah barisan titik-titik berhubungan dan garis secara
berselang-seling, dia<ali dari titik v dan diakhiri pada titik <.
Halk dengan panjang n dari v ke < dituliskan sebagai berikut: v* ei v! e( v(, I, vn-! en vn
dengan v* 7 vJ vn7 <J vj-i dan vi adalah titik-titik ujung garis ei.
$ath dengan panjang n dari v ke < adalah <alk dari v ke < yang semua garisnya
berbeda. $ath dari v ke < dituliskan sebagai v 7 v* e! v! e( v( ... vn-! en vn 7 < dengan ei
ej untuk i j.
$ath sederhana dengan panjang n dari v ke < adalah $ath dari v ke < yang semua
titiknya berbeda. $ath sederhana dari v ke < berbentuk v 7 v* e! v! e( v( ... vn-! en vn 7 <
dengan ei ej untuk i j dan vk vm untuk k m.
Sirkuit dengan panjang n adalah $ath yang dimulai dan diakhiri pada titik yang sama.
Sirkuit adalah path yang berbentuk v* e! v! e( v( ... vn-! en vn dengan v*7vn.
v
4
v
3
v
2
v
1
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/1
Sirkuit sederhana dengan panjang n adalah Sirkuit yang semua titiknya berbeda. Sirkuit
sederhana berbentuk v* e! v! e( v( ... vn-! en vn dengan ei ej untuk i j dan vk vm untuk
k m kecuali v* 7 vn.
Definisi A dapat dirangkum dalam diagram gambar (4
Gambar 23
Contoh 14
Tentukan mana di antara barisan titik dan garis pada gambar (5 yang merupakan <alk,
path, path sederhana, sirkuit dan sirkuit sederhana.
Gambar 24
a. v! e! v( e4 v4 e5 v4 e9 v9
b. v! e! v( e4 v4 e9 v5 e9 v4 e: v9
c. v( e4 v4 e9 v5 e!* v9 e: v4 e/ v: eA v(
d. v( e4 v4 e9 v5 e!* v9 eB v: eA v(
e. v!
Penyelesaian :
a. Semua garis berbeda %e!, e4, e5, dan e9 masing-masing muncul sekali&. Titik a<al
dan titik akhir tidak sama %titik a<al 7 v! dantitik akhir v5&. Disimpulkan bah<a
barisan tersebut merupakan $ath dari v! ke v5 dengan panjang 5.
Halk v <
v 7 v
*
e
!
v
!
e
(
v
(
. . . v
n-!
e
n
v
n
7 <
v
i-!
dan v
i
adalah titik-titik ujung garis ei
$ath v <
$ath sederhana v < Sirkuit
Sirkuit Sederhana
Semua garis berbeda
Semua titik berbeda Titik a<al dan akhir
sama %v
*
7 v
n
&
Titik a<al dan akhir sama
%v
*
7 v
n
&
Semua titik berbeda
kecuali %v
*
7 v
n
&
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/20
b. "da garis yang muncul lebih dari sekali, yaitu e9 %muncul ( kali& berarti barisan
tersebut merupakan <alk dari v! ke v9 dengan panjang 9.
c. Semua garisnya berbeda. "da titik berulang %v4 muncul ( kali&. Titik a<al dan
akhirnya sama, yaitu v(. berarti barisan tersebut merupakan sirkuit dengan panjang
:. Barisan tersebut bukan merupakan sirkuit sederhana dengan panjang 9.
d. #arena barisan hanya memuat satu titik saja, berarti tidak ada garis yang sama.
Barisan dia<ali dan diakhiri pada titik yang sama serta tidak mempunyai titik yang
sama diantaranya. 2aka disimpulkan bah<a barisan merupakan sirkuti sederhana
%sering kali disebut sirkuti trivial&.
"pabila tidak membingungkan, penulisan barisan dapat dipersingkat dengan cara
menuliskan titiknya saja atau garisnya saja. 2isalnya, contoh !4%b& dapat dituliskan
sebagai e! e4 e9 e9 e:, contoh !4%c& dapat dituliskan sebagai v( v4 v5 v9 v4 v: v(. "kan
tetapi, contoh !4%a& tidak dapat dituliskan sebagai v! v( v4 v4 v5 karena tidak jelas apakah
<alk dari v! ke v( melalui e! atau e(.
$.,. %irkuit Euer
Definisi -
2isalkan adalah suatu graf. Sirkuit -uler adalah sirkuit di mana setiap titik dalam
muncul paing se&ikit sekali dan setiap garis dalam muncul tepat satu kali.
Definisi B dibuat untuk mengenang ahli matematika 6eonhard -uler yang berhasil
memperkenalkan graf untuk memecahkan masalah / jembatan #onigsberg pada tahun
!/4:.
#ota #onigsberg dibangun pada pertemuan ( cabang sungai $regel. #ota tersebut
terdiri dari sebuah pulau ditengah-tengah dan / jembatan yang mengelilinginya %lihat
gambar (9&
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/21
Gambar 25
)! ... )/ adalah jembatan-jembatan yang menghubungkan ke 5 daerah %"...D&.
2asalahnya adalah : mungkinkah seseorang berjalan mengelilingi kota yang dimulai
dan diakhiri pada tempat yang sama., dengan melintasi ketujuh jembatan masing-
masing tepat satu kaliE
'ntuk memecahkan masalah tersebut, -uler merepresentasikannya dalam graf. Titik-
titik dalam graf menyatakan daerah-daerah, dan garis-garisnya menyatakan jembatan.
raf yang sesuai dengan masalah / jembatan #onigsberg tampak pada gambar (:.
Gambar 26
Sebagai graf, masalah / jembatan #onigsberg dapat dinyatakan sebagai berikut:
?"pakah ada cara untuk mengunjungi semua titik dalam graf %"..D& dengan dia<ali dan
diakhiri pada suatu titik tertentu, dan setiap garis %)!, ..., )/& dilalui tepat satu kaliE
"tau
?"pakah graf pada gambar (: merupakan sirkuit -ulerE>
Ternyata hal tersebut tidak dimungkinkan %pembaca dapat mencobanya&.
$... Graf Ter"u!ung &an Ti&ak Ter"u!ung
Definisi 1/
2isalkan adalah suatu graf
Dua titik v dan < dalam dikatakan terhubung bila dan hanya bila ada <alk dari v ke <
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/22
raf dikatakan terhubung bila dan hanya bila setiap ( titik dalam terhubung.
raf dikatakan tidak terhubung bila dan hanya bila ada ( titik dalam yang tidak
terhubung.
Contoh 8.15
2anakah di antara graf pada gambar (/ yang merupakan graf terhubungE
Gambar 27
Penyelesaian:
a. raf terhubung
b. raf tidak terhubung karena tidak ada <alk dari v9 ke v5
c. raf tidak terhubung karena tidak ada <alk dari v( ke v4. #ita harus hati-hati
terhadap visualisasi graf yang tampaknya terhubung, padahal sebenarnya tidak.
$erhatikan bah<a graf %c& berbeda dengan graf gambar (A.
Gambar 28
Teore'a )
2isalkan adalah graf terhubung.
adalah sirkuit -uler bila dan hanya bila semua titik dalam g mempunyai derajat
genap.
#ukti
"kan dibuktikan implikasi dari kiri ke kanan
2isalkan adalah graf terhubung yang merupakan sirkuit -uler.
"mbil sembarang titik v ,%&. #arena adalah sirkuit -uler, maka titik v harus dilalui
%paling sedikit sekali& dalam perjalanan kelilingnya. .ni berarti ada garis %sebutlah e!& dari
titik lain %misalkan <& yang menuju ke v dalam perjalanannya.
merupakan sirkuit -uler, sehingga perjalanan tidak boleh berhenti pada v. )adi,
setelah sampai pada titik v, perjalanan harus dilanjutkan dengan mengunjungi titik lain
v
5
e
4
e
3
e
2
e
1
v
4
v
3
v
2
v
1
(b) (a)
e
5
v
6
v
5
e
4
e
3
e
2
e
1
v
4
v
3
v
2
v
1
e
4
e
3
e
2
e
1
v
4
v
3
v
2
v
1
e
2
e
1
v
4
v
3
v
2
v
1
(c)
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/23
%misalnkan titik K&. Dalam mengunjungi titik K, perjalanan harus melalui garis e( e!.
%jikalau titik v adalah titik a<al perjalanan, berarti titik K adalah titik pertama yang
dikunjungi dalam perjalanan tersebut&. +al ini dilihat pad gambar (B
Gambar 29
)adi, setiap ada garis ei yang menuju titik v dalam perjalanannya, garis yang
berhubungan dengan v harus muncul berpasangan %masuk ke v dan keluar dari v&.
"kitbatnya, derajat v merupakan kelipatan (, atau derajat v adalah genap.
#arena v adalah titik sembarang dalam maka berarti bah<a setiap titik dalam
mempunyai derajat genap.
#ontraposisi teorema 5 adalah:
=)ika ada titik dalam yang berderajat ganjil, maka bukanlah sirkuit -uler>.
#enyataan ini memudahkan kita untuk menyelidiki graf yang bukan sirkuit -uler.
#ita kembali pada masalah / jembatan #onigsberg yang dinyatakan dalam graf
pada gambar (9. Titik ", B, 0 dan D mempunyai derajat ganjil sehingga menurut
kontraposisi terorema 5, berarti grafnya bukanlah sirkuit -uler.
Contoh 8.16
Tentukan mana diantara graf-graf pada gambar 4* yang merupakan sirkuit -uler. $ada
graf yang merupakan sirkuit -uler, carilah rute perjalanan kelilingnya.
Gambar 30
Penyelesaian:
a. d%v(& 7 d%v4& 7 d%v5& 7 d%v:& 7 d%v!*& 7 (
d%v9& 7 5
v
e
2
e
1
x
w
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/24
d%v/& 7 d%vA& 7 d%vB& 7 4
d%v!& 7 9
#arena ada titik yang berderajat ganjil, maka %a& bukanlah sirkuit -uler
b. 2eskipun semua titiknya berderajat ( %genap&, tetapi graf-nya tidak terhubung. )adi
%b& bukanlah sirkuit -uler
c. d%v!& 7 d%v4& 7 (
d%v(& 7 d%v5& 7 d%v9& 7 5
#arena graf %c& terhubung dan semua titiknya berderajat genap, maka %c&
merupakan sirkuit -uler.
Salah satu perjalanan kelilingnya adalah v! e! v( e4 v9 e: v5 e/ v9 e( v( e5 v4 e9 v5 eA
v!
Contoh 8.17
Denah ruangan dalam sebuah rumah beserta pintu yang menghubungkan ruangan-
ruangan tersebut tampak pada gambar 4!. $intu di sebelah kiri ruang "
menghubungkan rumah dengan halaman belakang, sedangkan pintu di sebelah kanan
ruang - adalah keluar rumah. 2ungkinkah bagi seseorang untuk keluar rumah %pintu
p!*& dan mengun
ci semua pintunya, dimulai dari pintu p! E $intu yang sudah pernah dikunci sebelumnya
tidak boleh dile<ati lagi.
Gambar 31
Penyelesaian :
p
10
p
9
p
8
p
7
p
6
p
5
p
4
p
3
p
2
A B C
D
E F
G
H
p
1
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/25
Denah rumah pada gambar 4! dapat dinyatakan sebagai suatu graf gambar 4(. $ada
graf tersebut, ruang %" ... +& dinyatakan sebagai titik dan pintu penghubung sebagai
garis.
Gambar 32
2isalkan ruang " dan - dihubungkan dengan pintu semu. 2aka masalah mula-
mula menjadi masalah apakah graf pada gambar 4( merupakan sirkuit -uler. )ika
demikian, maka kita harus, mencari rute kunjungan keliling yang dimulai dari ", dan titik
terakhir kunjungan %sebelum kembali ke "& adalah titik -.
#ecuali titik " dan -, semua titik-titik lain mempunyai derajat genap. #arena graf-nya
terhubung, maka berarti merupakan sirkuit -uler.
Lute kunjungan yang dimulai dari titik " adalah : "+B0D1-".
)adi untuk mengunci semua pintu dalam rumah tersebut dapat dilakukan melalui jalur
$! " p( + p/ p4 B p5 0 p9 D p: pA 1 pB - p!* %keluar rumah&
#unjungan terakhir %dari - ke "& dilakukan melalui pintu semu yang tidak dipakai dalam
penyelesaian masalah mula- mula.
$.+. %irkuit 0a'iton
Definisi 11
Suatu graf terhubung disebut Sirkuit +amilton bila ada sirkuit yang mengunjungi
setiap titiknya tepat satu kali %kecuali titik a<al yang sama dengan titik akhimya&
$erhatikan perbedaan sirkuit -uler dan sirkuit +amilton. Dalam sirkuit -uler,
semua garis harus dilalui tepat satu kali, sedangkan semua titiknya boleh dikunjungi
lebih dari satu kali. Sebaliknya, dalam sirkuit +amilton semua titik harus dikunjungi tepat
satu kali dan tidak harus melalui semua garisnya. Dalam sirkuit -uler, yang
dipentingkan adalah garisnya. Sebaliknya dalam sirkuit +amilton, yang dipentingkan
adalah kunjungan pada titiknya.
Contoh 18
+

1
-
D
0 B "
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/26
ambar 44 menyatakan peta beberapa kota %" ... & beserta jalan-jalan yang
menghubungkan kota-kota tersebut
Gambar 33
Seorang penjaja %salesman& hendak mengunjungi tiap kota masing-masing satu kali,
dimulai dari kota ". 0arilah jalan yang harus dilalui salesman tersebut.
Penyelesaian:
2asalah penjaja tersebut adalah mencari sirkuit +amilton yang dimulai dari titik ".
Dengan mencoba-coba, didapatkan beberapa jalur yang mungkin, misalnya:
"B1-0D", "B01-D"
Terlepas dari perbedaan antara sirkuit -uler dan +amilton, terdapat perbedaan
yang nyata tentang cara menentukan apakah suatu graf merupakan sirkuit -uler dan
apakah suatu graf merupakan sirkuit +amilton. Teorema 5 dengan jelas menentukan
syarat-syarat agar suatu graf merupakan sirkuit -uler. Sebaliknya, tidak ada syarat-
syarat yang pasti untuk menentukan apakah suatu graf merupakan sirkuit +amilton.
+anya saja ada suatu petunjuk untuk menentukan bah<a suatu graf bukan suatu sirkuit
+amilton.
)ika merupakan sirkuit +amilton, maka mempunyai subgraf + dengan sifat-
sifat sebagai berikut :
!. + terhubung
(. + memuat semua titik
4. + mempunyai jumlah garis yang sama dengan jumlah titiknya.
5. Setiap titik dalam + mempunyai derajat (
Syarat %!& dan %(& jelas menurut definisi sirkuit +amilton, yang mengharuskan
mengunjungi semua titik dalam . Syarat %5& ada sebagai akibat kunjungan semua titik
yang hanya boleh dilakukan sekali. Selama kunjungan, di setiap titik pasti ada satu garis
masuk dan satu garis keluar sehingga derajat setiap titik 7 (. #arena dalam sirkuit
+amilton, setiap dua titik dihubungkan dengan tepat satu garis, maka jumlah garis sama
dengan jumlah titiknya. +al ini dinyatakan dalam syarat %4&.
)ika salah satu dari ke-5 syarat tersebut tidak dipenuhi maka graf-nya bukanlah
graf +amilton.
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/27
Contoh 19
Buktikan bah<a graf gambar 45 bukanlah sirkuit +amilton

Gambar 34
Penyelesaian:
a. 2isalkan graf pada gambar 45%a& adalah sirkuit +amilton. 2aka mempunyai
subgraf + dengan sifat:
!. + memuat semua titik dalam %ada / titik yaitu a, b, ... , g&
(. )umlah garis dalam + sama dengan jumlah titiknya, yaitu 7/
4. Semua garis dalam + berderajat (.
Titik b berderajat 4 sehingga salah satu garisnya harus, dihilangkan. Demikian juga
dengan titik g. "kibatnya, ada ( garis yang harus dihilangkan dari . $adahal
jumlah garis dalam adalah A. Dengan penghilangan ( garis tersebut maka
jumlah garis dalam adalah :. "kibatnya tidak mungkin membuat subgraf + yang
memuat / garis.
)adi graf pada gambar 45%a& bukanlah sirkuit +amilton.
b. 2isalkan graf pada gambar 45%b& adalah sirkuit +amilton. Dengan cara yang
sama dengan penyelesaian %a&, maka subgraf + yang terbentuk haruslah
mempunyai jumlah garis 7 9 %sesuai dengan jumlah titik& dan tiap titik haruslah
berderajat 7 (.
Titik b berderajat 5 sehingga harus ada ( garis yang dihilangkan. "kan tetapi,
penghilangan satu garis saja akan menyebabkan suatu titik lain % a, c, d, atau e&
berderajat ! %ganjil&. )adi, tidak mungkin dibentuk subgraf + dengan sifat tersebut.
Berarti graf pada gambar 45%b& bukanlah sirkuit +amilton.
$.-. Iso'orfis'a
Dalam geometri, dua gambar disebut kongruen jika keduanya mempunyai sifat-
sifat geometri yang sama. Dengan cara yang sama, dua graf disebut isomorfis jika
keduanya menunjukkan ?bentuk? yang sama. #edua graf hanya berbeda dalam hal
(b)
(a)
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/28
pemberian label titik dan garisnya saja. Secara matematis, isomorfisma ( graf
didefinisikan dalam definisi !(.
Definisi 1$
2isalkan adalah suatu graf dengan himpunan titik ,%& dan himpunan garis -%&.
M adalah graf dengan himpunan titik ,%M& dan himpunan garis -%M&.
isomorfis dengan M bila dan hanya bila ada korespondensi satu-satu
g : ,%& ,%M& dan
h : -%& -%M&
Sedemikian hingga
% v, < ,%& dan e -%&&
v dan < adalah titik-titik ujung e g%v& dan g%<& adalah titik-titik ujung h%e&
Contoh 20
Tunjukkan bah<a graf dan M pada gambar 49 adalah isomorfis
Gambar 35
Penyelesaian:
'ntuk menunjukkan bah<a isomorfis dengan M, kita harus berusaha menemukan
korespondensi satu-satu titik dan garis kedua graf.
Dalam , v! berhubungan dengan v( dan v9, sedangkan dalam N, v! berhubungan
dengan v4 dan v(. 2aka fungsi g : M didefinisikan dengan g%v!& 7 v! J g%v(& 7 v4J
g%v9& 7 v(. 0ara yang sama dilakukan untuk semua semua titik. yang lain. Didapatkan
fungsi g pada gambar 4:.
N

Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/2


Gambar 36
e( -%& menghubungkan titik v( dan v4 . 1ungsi g memetakan v( ke v4 M
dan memetakan v4 ke v9 M. Dalam M, garis yang menghubungkan v4 dan v9
adalah e4 M. )adi dalam pembuatan fungsi h, e( dika<ankan dengan e4 M.
+al yang sama juga dilakukan pada semua titik yang lain.
+ingga saat ini belum ada teori yang dapat dipakai untuk menentukan apakah dua
graf dan M isomorfis. "kan tetapi, jika dan M isomorfis, maka terdapat beberapa
hal yang pasti dipenuhi:
!. jumlah titik 7 jumlah titik M
(. jumlah garis 7 jumlah garis M
4. jumlah garis dengan derajat tertentu dalam dan M sama.
2asalahnya, implikasi tersebut tidak berlaku ( arah. "da ( graf yang memenuhi
ketiga syarat tersebut, tetapi keduanya tidak isomorfis. Sebagai contoh adalah graf
dan M pada gambar 4/.
Gambar 37
Dalam , satu-satunya titik yang berderajat 4 adalah titik K. Titik K dihubungkan
dengan ( titik lain yang berderajat ! %titik y dan O&. Sebaliknya, dalam M, satu-satunya
titik yang berderajat 4 adalah v. Satu-satunya titik berderajat ! yang dihubungkan
dengan v hanyalah titik <, sehingga tidak mungkin isomorfis dengan M.
2eskipun implikasi syarat isomorfis hanya berlaku satu arah, paling tidak
kontraposisi dari implikasi tersebut bisa dipakai untuk menentukan bah<a ( buah graf
tidak isomorfis. )ika salah satu dari ketiga syarat tidak dipenuhi, maka graf dan M
tidak isomorfis.
(. Graf #erara" 1Digrap"2
raf yang dibahas dalam sub bab ( adalah graf tak berarah. Dalam graf tak
berarah, garis e yang menghubungkan titik v dan < tidaklah dipersoalkan apakah dari v
v
<
O
y
K
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/30
ke < ataukah sebaliknya. Dalam sub bab ini akan dibahas tentang raf Berarah %sering
disebut Digraph&. Dalam graf berarah, tiap garisnya mempunyai arah.
Definisi 1(
Suatu raf Berarah terdiri dari:
himpunan titik-titik ,%& : 8v!, v(, ... ;, himpunan garis-garis -%& : 8e!, e(, ... ;, dan suatu
fungsi yang menga<ankan setiap garis dalam -%& ke suatu pasangan berurutan titik
%vi, vj&.
)ika ek 7 %vi, vj& adalah suatu garis dalam , maka vi disebut titik a<al ek dan vj disebut
titik akhir ek. "rah garis adalah dari vi ke vj.
)umlah garis yang keluar dari titik vi disebut derajat keluar %out degree& titik vi %simbol d
C
%vi&&, sedangkan jumlah garis yang menuju ke titik vi disebut derajat masuk %in degree&
titik vi, yang disimbolkan sebagai d

%vi&.
Titik terasing adalah titik dalam di mana derajat keluar dan derajat masuk adalah *.
Titik pendan adalah titik dalam di mana jumlah derajat masuk dan derajat keluamya7
!
Dua garis berarah dikatakan paralel jika keduanya mempunyai titik a<al dan titik akhir
yang sama.
Contoh 21
$erhatikan graf berarah pada gambar 4A
Gambar 38
Tentukan :
a. +impunan titik-titik, himpunan garis-garis dan fungsi perka<anan .
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/31
b. Derajat masuk dan derajat keluar tiap-tiap titik.
c. Titik terasing dan titik pendan.
d. aris pararel.
Penyelesaian:
a. ,%& 7 8 v!, v(, v4, v5, v9, v: ;
-%& 7 8 e!, e(, e4, e5, e9, e:, e/, eA, eB;
1ungsi menga<ankan garis-garis dengan pasangan titik-titik sebagai berikut :
e! dengan %v!, v(&
e( dengan %v5, v!&
e4 dengan %v!, v5&
e5 dengan %v!, v4&
e9 dengan %v4, v4&
e: dengan %v4, v5&
e/ dengan %v4, v9&
eA dengan %v9, v5&
eB dengan %v9, v5&
b. d
C
%v!& 7 4 J d

%v!& 7 !
d
C
%v(& 7 * J d

%v(& 7 !
d
C
%v4& 7 4 J d

%v4& 7 (
d
C
%v5& 7 ! J d

%v5& 7 5
d
C
%v9& 7 ( J d

%v9& 7 !
d
C
%v:& 7 * J d

%v:& 7 *
$erhatikan bah<a dalam setiap graf berarah,
( ) ( )

+
=
i
i
i
i
v d v d
c. Titik terasing adalah v:. Titik pendan adalah v(.
d. aris pararel adalah eA dan eB
$erhatikan bah<a e( dan e4 bukanlah garis paralel karena arahnya berbeda.
(.1. Pat" #erara" &an %irkuit #erara"
$engertian <alk, path, sirkuit dalam graf berarah sama dengan <alk, path dan
sirkuit dalam graf tak berarah. +anya saja dalam graf berarah, perjalanan yang
dilakukan harus mengikuti arah garis. 'ntuk membedakan dengan graf tak berarah,
maka <alk, path dan sirkuit dalam graf berarah disebut <alk berarah, path berarah dan
sirkuit berarah.
Suatu graf berarah yang tidak memuat sirkuit berarah disebut "sklik.
Contoh 22
Tentukan path berarah terpendek dari titik v9 ke titik v( pada graf berarah gambar 4B.
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/32
Gambar 39
Penyelesaian:
"da beberapa path berarah dari v9 ke v( yang dapat dilakukan, misalnya: v9 v! v4 v5 v(,
v9 v! v(, . . . Pang terpendek adalah v9 v! v( dengan panjang 7 (.
Contoh 23
"da 5 macam golongan darah, masing-nasing ", B, "B dan @. Dan gol @ dapat
diberikan ke semua golongan. Darah golongan " dan B dapat diberikan ke golongannya
sendiri atau ke golongan "B. Darah golongan " hanya dapat diberikan pada pasien
dengan golongan "B. ambarlah graf berarah untuk menyatakan keadaan tersebut.
"nggaplah garis dari vi ke vj menyatakan bah<a darah dari vi dapat diberikan pada vj.
"pakah graf-nya "siklikE
Penyelesaian:
raf berarah pada gambar 5* menyatakan keadaan tranfusi darah yang mungkin
dilakukan. Tampak bah<a dalam graf berarah tersebut tidak ada sirkuit berarah
sehingga graf-nya "siklik.
Gambar 40
(.$. Graf #erara" Ter"u!ung
Suatu graf tak berarah disebut terhubung jika ada <alk yang menghubungkan
setiap ( titiknya. $engertian ini berlaku juga bagi graf berarah. Berdasarkan arah
garisnya, dalam graf berarah dikenal ( jenis keterhubungan, yaitu terhubung kuat dan
terhubung lemah.
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/33
Definisi 1)
2isalkan adalah suatu graf berarah dan v,< adalah sembarang ( titik dalam .
disebut terhubung kuat jika ada path berarah dari v ke <.
disebut terhubung lemah, jika tidak terhubung kuat, tetapi graf tak berarah yang
bersesuaian dengan terhubung.
Contoh 24
2anakah di antara graf-graf pada gambar 5! yang terhubung kuat dan terhubung
lemahE
Gambar 41
Penyelesaian:
Dalam !, setiap ( titik dapat dihubungkan dengan path berarah. 2aka graf berarah !
adalah graf terhubung kuat.
Sebaliknya dalam (, tidak ada path berarah yang menghubungkan v5 ke v4. "kan
tetapi, jika semua arah garis dihilangkan %sehingga ( menjadi, graf tidak berarah&,
maka ( merupakan graf yang terhubung. )adi ( merupakan graf terhubung lemah.
(.(. Iso'orfis'a &aa' Graf #erara"
$engertian isomorfisma dalam graf berarah sama dengan isomorfisma pada graf tak
berarah %lihat definisi !(&. +anya saja pada isomorfisma graf berarah, korespondensi
dibuat dengan memperhatikan arah garis.
Contoh 25
Tunjukkan bah<a graf ! pada gambar 5( isomorfis dengan (, sedangkan 4 tidak
isomorfis dengan !.

4
(

!
v
9 v
5
v
4
v
(
v
!
v
9
v
5
v
4
v
(
v
!
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/34
Gambar 42
Penyelesaian:
'ntuk membuktikan bah<a ! isomorfis dengan (, maka harus dibuat fungsi
g : ,%!& ,%(& dan
h : -%!& -%(&
yang mempertahankan titik-titik ujung serta arah garis
Dalam !, ada 5 garis yang keluar dari v4. Titik yang mempunyai sifat seperti itu dalam
( adalah titik v7!. 2aka dibuat fungsi g sedemikian hingga
g%v4& 7 v! J g%v!& 7 v( J g%v(& 7 v4 J g%v9& 7 v5 dan g%v5& 7 v9
fungsi h adalah sebagai berikut :
h%%v!, v(&& 7 %v(, v4& J h%%v(, v9&& 7 %v4, v5&
h%%v9, v5&& 7 %v5, v9& J h%%v5, v!&& 7 %v9, v(&
h%%v4, v!&& 7 %v!, v(& J h%%v4, v(&& 7 %v!, v4&
h%%v4, v9&& 7 %v!, v5& J h%%v4, v5&& 7 %v!, v9&
#arena fungsi g dan h dapat dibuat, maka ! isomorfis dengan (.
Selanjutnya akan dibuktikan bah<a 4 tidak isomorfis dengan !
Dalam 4, ada garis %v!, v5& dan %v5, v!&. )ika ! isomorfis dengan 4, maka harus ada
fungsi h : 4 ! sedemikian hingga h%v!, v5& dan h%v5, v!& merupakan garis-garis
dalam ! %dengan kata lain, ada titik vi dan vj dalam ! sedemikian hingga ada garis dari
v! ke vj dan dari vj ke vi&. Dalam ! tidak ada garis seperti itu. 2aka 4 tidak isomorfis
dengan !.
). Representasi Graf &aa' 3atriks
2atriks dapat digunakan untuk menyatakan suatu graf. +al ini sangat membantu
untuk membuat program komputer yang berhubungan dengan graf. Dengan
menyatakan graf sebagai suatu matriks, maka perhitungan-perhitungan yang diperlukan
dapat dilakukan dengan mudah.
#esulitan utama merepresentasikan graf dalam suatu matriks adalah keterbatasan
matriks untuk mencakup semua informasi yang ada dalam graf. "kibatnya, ada
bermacam-macam matriks untuk menyatakan suatu graf tertentu. Tiap-tiap matriks
tersebut mempunyai keuntungan yang berbeda-beda dalam menyaring informasi yang
dibutuhkan pada graf. Dalam sub-bab ini akan dibahas beberapa jenis matriks yang
sering dipakai untuk merepresentasikan graf, dimulai dari graf tak berarah.
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/35
).1. Representasi Graf Tak #erara" &aa' 3atriks
).1.1. 3atriks 0u!ung
2atriks +ubung %Adjacency Matrix& digunakan untuk menyatakan graf dengan cara
menyatakannya dalam jumlah garis yang menghubungkan titik-titiknya. )umlah baris
%dan kolom& matriks hubung sama dengan jumlah titik dalam graf.
Definisi 1*
2isalkan adalah graf tak berarah dengan titik-titik v! v( ... vn %n berhingga&. 2atriks
hubung yang sesuai dengan graf adalah matriks " 7 %aij& dengan aij 7 jumlah garis
yang menghubungkan titik vi dengan titik vj J i, j 7 !, (, ..., n.
#arena jumlah garis yang menghubungkan titik vi dengan vj selalu sama dengan jumlah
garis yang menghubungkan vj dengan vi, maka jelas bah<a matriks hubung selalu
merupakan matriks yang simetris %aij 7 aji i,j&
%a& %b&
%c& %d&
Gambar 43
Penyelesaian:
'ntuk mempermudah pemahaman, tiap-tiap baris dan kolom matriks diberi indeks vi
yang sesuai dengan titik grafnya. Sel pada perpotongan baris vi dan kolom vj
menyatakan banyaknya garis yang menghubungkan vi dengan vj.
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/36
a.

=
1 0 0 1
0 0 2 1
0 2 0 0
1 1 0 0
4
3
2
1
4 3 2 1
v
v
v
v
v v v v
A
b.

0 2 0 0 0 0 0
2 0 0 0 0 0 0
0 0 1 1 0 0 0
0 0 1 0 0 0 0
0 0 0 0 0 2 1
0 0 0 0 2 0 0
0 0 0 0 1 0 1
7
6
5
4
3
2
1
7 6 5 4 3 2 1
v
v
v
v
v
v
v
v v v v v v v
c.

0 0 1 1 1
1 1 1 1 1
1 1 0 0 0
1 1 0 0 0
1 1 0 0 0
5
4
3
2
1
5 4 3 2 1
v
v
v
v
v
v v v v v
d.

0 1 1 1
1 0 1 1
1 1 0 1
1 1 1 0
4
3
2
1
4 3 2 1
v
v
v
v
v v v v
"da beberapa hal yang bisa dicatat merepresentasikan graf dengan matriks hubung :
!. raf tidak mempunyai loop bila dan hanya bila semua elemen diagonal utamanya
7 *. 6oop pada titik v! bersesuaian dengan aij 7 !.
(. 2atriks hubung dapat dipakai untuk mendeteksi graf yang tidak terhubung secara
mudah. Suatu graf tidak terhubung terdiri dari k komponen bila dan hanya bila
matriks hubungnya berbentuk.

k
A O O
O A O
O O A

2
1
dengan adalah matriks yang semua elemennya 7 * dan "i adalah matriks bujur
sangkar yang merupakan matriks hubung komponen ke-i dari graf.
2atriks dalam penyelesaian contoh (: %b& merupakan matriks hubung yang terdiri
dari 4 komponen karena berbentuk
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/37

3
2
1
A O O
O A O
O O A
dengan

=
0 2 1
2 0 0
1 0 1
1
A
J

=
1 1
1 0
2
A
J dan

=
0 2
2 0
3
A
4. Derajat %degree& titik vi adalah jumlah semua komponen matriks baris3kolom ke-i
( )

= =
= =
n
i
ij
n
j
ij i
a a v d
1 1
Derajat graf adalah jumlah semua komponen matriks 7

i j
ij
a
5. raf adalah graf bipartite %#m,n& bila dan hanya bila matriks hubungnya berbentuk

O
O
n
m
1
1
dengan
7 matriks yang semua elemennya 7 *
!m 7 matriks berukuran m n yang semua elemennya 7 !
!n 7 matriks berukuran n m yang semua elemennya 7 !
2atriks pada penyelesaian contoh (: %c& merupakan graf bipartite
9. raf adalah graf lengkap bila dan hanya bila semua elemen dalam diagonal
utama 7 * dan semua elemen di luar diagonal utama 7 !. 2atriks pada
penyelesaian (9 %d& adalah graf lengkap.
2atriks hubung dapat dipakai untuk menghitung banyaknya kemungkinan <alk
dengan panjang tertentu antara ( titik. Dalam hal ini yang dapat dihitung adalah
banyaknya kemungkinan <alk, dan bukan <alknya sendiri.
2isalkan " 7 %aij& adalah matriks hubung graf . 2isalkan pula "
n
adalah hasil kali
matriks " dengan dirinya sendiri sebanyak n kali.
"
n
7 " " I "
n kali
Banyaknya kemungkinan <alk dengan panjang n dari titik vi ke titik vj adalah elemen aij
pada matriks "
n
%7 aij
n
&
Contoh 8.27
$erhatikan graf pada gambar 55. +itunglah jumlah <alk dengan panjang ( dari titik v!
ke titik v!
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/38
Gambar 44
Penyelesaian:
2atriks hubung yang sesuai dengan graf gambar 55 adalah

=
0 1 2
1 0 1
2 1 1
A
'ntuk menghitung jumlah <alk dengan panjang ( yang mungkin dilakukan, terlebih
dahulu dihitung "
(
.

= =
5 2 3
3 2 3
3 3 6
0 1 2
1 0 1
2 1 1
0 1 2
1 0 1
2 1 1
2
A A A
)umlah <alk dari v! ke v! dengan panjang ( yang dapat dilakukan adalah elemen
2
11
A ,
yaitu : buah. Halk tersebut didapat dengan coba-coba:
v! e! v! e! v! J v! e( v( e( v! J v! e5 v4 e5 v!
v! e4 v4 e4 v! J v! e4 v4 e5 v! J v! e5 v4 e4 v!
).1.$. 3atriks #iner
Definisi 1,
2isalkan adalah graf tanpa loop dengan n titik v!, v(, ... , vn dan k garis e!, e(, ..., ek.
2atriks Biner yang sesuai dengan graf adalah matriks " berukuran n k yang
elemennya adalah :
! jika titik vi berhubungan dengan garis ej
* jika titik vi tidak berhubungan dengan garis ej.
Qama matriks biner diambil dari sifat matriks yang hanya berisi bilangan * atau ! saja.
2atriks biner kadang-kadang disebut matriks %*G!& atau matriks insidensi %incidence
matriK&
a
ij
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/3
Contoh 28
Qyatakan graf pada gambar 59 dengan matriks biner yang sesuai. +itunglah derajat
masing-masing titik dan derajat totalnya D
Gambar 45
Penyelesaian :
"da : titik dan A garis dalam . 2aka matriks " yang sesuai dengan graf terdiri dari :
baris dan A kolom.

=
1 1 0 0 0 0 0 0
0 0 1 1 1 0 0 0
1 1 0 1 0 1 0 0
0 0 0 0 0 0 1 0
0 0 0 0 1 1 1 1
0 0 1 0 0 0 0 1
6
5
4
3
2
1
8 7 6 5 4 3 2 1
e
e
e
e
e
e
e e e e e e e e
A
Derajat titik vi adalah jumlah semua elemen pada baris ke-i.
( ) 2 0 0 1 0 0 0 0 1
8
1
1 1
= + + + + + + + = =

= j
j
a v d
Secara analog didapat
d%v(& 7 5 J d%v4& 7 ! J d%v5& 7 5 J d%v9& 7 4 J d%v:& 7 (
Derajat total adalah jumlah semua elemen dalam matriks " 7
( )

= = =
= + + + + + = =
6
1
6
1
8
1
16 2 3 4 1 4 2
i i
i
j
ij
v d a
"da beberapa hal yang bisa dicatat sehubungan dengan penggunaan matriks biner
untuk menyatakan suatu graf :
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/40
!. 2atriks biner dapat dipakai untuk menyatakan graf secara tepat. "da
korespondensi satu-satu antara graf dan matriks biner " yang sesuai
(. Setiap garis berhubungan dengan ( titik %karena tidak mempunyai loop&. 2aka
dalam matriks binemya, setiap kolom mempunyai tepat ( buah elemen !, dan
sisanya adalah elemen *.
4. )umlah elemen pada baris ke-i adalah derajat titik vi, sedangkan derajat total graf
adalah jumlah semua elemen dalam matriks binernya.
5. )ika semua elemen pada baris ke-i adalah *,maka titik vi merupakan titik terasing.
9. Dua kolom yang semua elemennya sama menyatakan garis yang paralel.
).1.(. 3atriks %irkuit
Definisi 1.
2isalkan adalah graf yang memuat R buah sirkuit sederhana dan e buah garis.
2atriks sirkuit " 7 %aij & yang bersesuaian dengan adalah matriks yang terdiri dari R
baris dan e kolom dengan elemen :
! jika sirkuit ke-i memuat garis ke-j
* jika sirkuit ke-i tidak memuat garis ke-j
Contoh 29
Qyatakan graf pada gambar 59 dengan matriks sirkuit yang sesuai
Penyelesaian :
raf pada gambar 59 mempunyai A garis %e!,..., eA& dan 5 sirkuit sederhana, masing-
masing : s! 7 e/ eA, s( 7 e4 e5 e9, s4 7 e! e5 e: dan s5 7 e! e4 e9 e:. 2aka matriks sirkuit
yang sesuai terdiri dari 5 baris dan A kolom.

=
0 0 1 1 0 0 0 1
0 0 1 0 1 0 0 1
0 0 0 1 1 0 0 0
1 1 0 0 0 0 0 0
8 7 6 5 4 3 2 1
4
3
2
1
s
s
s
s
A
e e e e e e e e
"da beberapa hal yang bisa dicatat sehubungan, dengan penggunaan matriks sirkuit
untuk menyatakan suatu graf:
a
ij
7
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/41
!. Setiap baris dalam matriks sirkuit berhubungan dengan suatu sirkut sederhana
dalam graf. aris-garis sirkuit sederhana yang terbentuk bersesuaian dengan
elemen ! dalam matriks sirkuit.
(. 2atriks sirkuit mampu mendeteksi adanya loop dalam graf. 6oop pada graf
bersesuaian dengan suatu baris dalam matriks yang berisi sebuah elemen ! dan
elemen-elemen lainnya 7 *.
4. )ika graf merupakan graf tidak terhubung yang terdiri dari ( komponen ! dan
(, maka matriks sirkuitnya dapat dituliskan dalam bentuk diagonal terbagi:

=
2
1
A O
O A
A
dengan "! adalah matriks sirkuti ! dan "( adalah matriks sirkuit (.
).$. Representasi Graf#erara" &aa' 3atriks
0ara menyatakan graf berarah dalam matriks sebenamya tidak jauh berbeda
dengan cara menyatakan graf tak berarah dalam suatu matriks. $erbedaannya hanya
terletak pada keikutsertaan informasi tentang arah garis yang terdapat dalam graf
berarah.
Dalam sub-bab ini akan dibahas tentang cara menyatakan graf berarah dalam
matriks hubung dan matriks sirkuit. $embaca dapat membandingkannya dengan matriks
hubung dan matriks sirkuit pada graf tak berarah.
).$.1. 3atriks 0u!ung
2atriks hubung untuk menyatakan suatu graf berarah banyak dipakai dalam
berbagai disiplin ilmu berbeda-beda sehingga mempunyai nama yang berbeda-beda
pula. Dalam teori automata, matriks hubung dikenal dengan nama matriks transisi,
dalam konsep relasi disebut matriks relasi dan dalam jaringan disebut matriks koneksi,
dan lain-lain.
Definisi 1+
2isalkan adalah graf berarah yang terdiri dari n titik tanpa garis paralel. 2atriks
+ubung yang sesuai dengan graf adalah matriks bujur sangkar nK n, " 7 %aij& dengan
! jika ada garis dari titik vi ke titik vj
* jika tidak ada garis dari titik vi ke titik vj
Contoh 8.30
Qyatakanlah graf ! dalam gambar 5( ke dalam matrik hubungD
Penyelesaian :
raf ! dalam gambar 5( terdiri dari 9 titik %v!,..., v9& sehingga matriks hubungnya
adalah matriks bujur sangkar 9 9 :
a
ij
7
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/42

=
0 1 0 0 0
0 0 0 0 1
1 1 0 1 1
1 0 0 0 0
0 0 0 1 0
5
4
3
2
1
5 4 3 2 1
v
v
v
v
v
v v v v v
A
"da beberapa hal yang bisa dicatat sehubungan dengan penggunaan matriks hubung
untuk menyatakan graf berarah :
!. Banyaknya garis yang keluar dari titik vi %out degree& bersesuaian dengan
banyaknya elemen ! pada baris ke-i matriks hubungnya.
(. Banyaknya garis yang menuju titik vi %in degree& bersesuaian dengan banyaknya
elemen ! pada kolom ke-i mariks hubungnya. Banyaknya keseluruhan garis graf
adalah banyaknya elemen ! pada matriks hubungnya.
4. raf tidak mempunyai loop bila dan hanya bila semua elemen diagonal utamanya
7 *. 6oop pada titik vi bersesuaian dengan aij 7 !.
5. Suatu graf tidak terhubung terdiri dari k komponen bila dan hanya bila
matriks hubungnya berbentuk

k
A O O
O A O
O O A

2
1
adalah matriks yang semua elemennya 7 *, dan "i adalah matriks bujur sangkar
yang merupakan matriks hubung komponen ke-i.
).$.$. 3atriks %irkuit
'ntuk menyatakan graf berarah ke dalam matriks sirkuit, perlu diperhatikan arah
garis pembentuk sirkuitnya.
Definisi 1-
2isalkan adalah graf berarah dengan e buah garis dan R buah sirkuit atau sirkuit
berarah. Sembarang arah orientasi %searah3berla<anan dengan arah jarum jam&
diberikan ke tiap-tiap sirkuit. 2atriks sirkuit yang bersesuaian dengan graf adalah
matriks " 7 %aij& dengan aij 7
! )ika sirkuit ke-i memuat garis ke-j, dan arah garis ke-j sama dengan arah orientasi
! )ika sirkuit ke-i memuat ke-j, dan arah garis ke-j berla<anan dengan arah orientasi
* )ika sirkuit ke-i tidak memuat garis ke-j
$erbedaan matriks sirkuit untuk menyatakan graf berarah dan tidak berarah
terletak pada tanda negatif pada elemen matriks, yang menyatakan bah<a garis yang
bersesuaian mempunyai arah yang berla<anan dengan arah orientasi yang
didefinisikan.
Ramos Somya, S.Kom., M.Cs./Matematika Diskrit/IT105/43
@rientasi yang diberlakukan pada tiap sirkuit dapat dibuat sembarang, sehingga
suatu graf berarah dapat dinyatakan dengan beberapa matriks sirkuit yang berbeda.
Contoh 8.31
Qyatakan graf berarah pada gambar 5: dengan matriks sirkuit
Gambar 46
Penyelesaian :
"da 5 sirkuit pada graf gambar 5:, masing-masing adalah
s! : v5 v: v5, s( : v( v5 v9 v(, s4 : v! v( v9 v!, dan s5 : v! v( v5 v9 v!.
2isalkan orientasi yang dipilih pada s( dan s4 sesuai dengan arah jarum jam, sedangkan
pada s! dan s5 berla<anan dengan arah jarum jam. 2aka matriks sirkuitnya adalah:


=
0 0 1 1 0 1 0 1
0 0 0 1 1 0 0 1
0 0 1 0 1 1 0 0
1 1 0 0 0 0 0 0
4
3
2
1
8 7 6 5 4 3 2 1
s
s
s
s
A
e e e e e e e e