Anda di halaman 1dari 21

ENDOKRINOLOGI REPRODUKSI

I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada umumnya reproduksi baru dapat berlangsung setelah hewan mencapai masa
pubertas atau dewasa kelamin, dan hal ini diatur oleh kelenjar-kelenjar endokrin dan
hormonyang dihasilkan dalam tubuh hewan. Hewan tingkat tinggi, termasuk ternak,
bereproduksi secara seksual, dan proses reproduksinya meliputi beberapa tingkatan fisiologik
yang meliputi fungsi-fungsi yang sangat komplek dan terintegrasi antara proses yang satu
dengan yang lainnya.
Hormon berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu Hormaein yang mempunyai arti yang
menimbulkan gairah. Definisi klasik hormon adalah suatu zat kimia organik yang diproduksi
oleh sel-sel khusus yang sehat, dirembeskan melalui aliran darah, dalam jumlah sedikit dan
dapat menghambat atau merangsang aktivitas fungsional dari target organ atau jaringan
(Luqman, 1999). Hormon adalah subtansi yang dihasilkan oleh sel atau kelompok sel yang
bergerak dalam aliran darah yang mengantarnya ke organ target atau jaringan dalam tubuh
yang memberikan suatu reaksi yang dapat menolong mengkoordinasi fungsi-fungsi dalam
tubuh (Sorensen, 1979).
Definisi hormon yang lain adalah suatu zat organik yang diproduksikan oleh sel-sel
khusus dalam tubuh dirembeskan ke dalam aliran darah dengan jumlah yang sangat kecil
dapat merangsang sel-sel tertentu untuk berfungsi (Darwisito, 2002). Hormon Adalah bahan
substansi biologis yang dihasilkan oleh kelenjar buntu organ tertentu, dalam jumlah kecil,
masuk aliran darah, mempunyai organ sasaran dan dapat mendorong atau menghambat fungsi
dari organ sasaran / target tersebut. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin, tetapi
sesungguhnya hormon dihasilkan hampir disetiap jenis sistem organ dan jaringan pada tubuh
hewan. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin yaitu Hypothalamus, Hypofisis, Thyroid,
Parathyroid, Pancreas (pulau Langerhan), Adrenal (medula dan korteks), Gonad (ovarium
dan testes), Plasenta, Thymus, Membran Mucosa Usus.
Reproduksi adalah suatu proses perkembangbiakan ternak yang diawali dengan
bersatunya sel telur dengan sel mani (sperma) sehingga terbentuk zigot, embrio, hingga fetus
dan diakhiri dengan kelahiran. Pada proses reproduksi menyangkut hewan betina dan jantan.
Salah satu faktor yang dapat menentukan ataupun menyebabkan baik ata buruknya suatu
performance atau produktvitas dari ternak adalah hormon. Karena perkembangan serta
pertumbuhan alat-alat reproduksi dipengaruhi oleh hormon. Pertumbuhan dan perkembangan
organ-organ kelamin betina maupun organ kelamin jantan sewaktu pubertas dipengaruhi oleh
hormon-hormon gonadotropin dan hormon- hormon gonadal.


Gambar 1. Hipofisa sebagi kelenjar endokrin yang melepaskan hormon FSH dan LH.

Fungsi Hormon:
1. Pelengkap sistem saraf yang mengatur aktivitas organ.
2. Mengintegrasi dengan kondisi lingkungan: salinitas, suhu, periode cahaya, untuk
osmoregulasi, metabolisme, reproduksi dan migrasi.
3. Biokatalisator terhadap aktivitas sistem Ensim sel atau organ sasaran.
4. Mengatur permeabilitas permukaan dinding sel.
5. Mengatur aktivitas gen (mendorong atau menghambat) dalam sintesa organik.
Klasifikasi hormon berdasarkan cara kerja
1) Hormon Reproduksi Utama
FSH, LH, ICSH (Interstitial cell stimulating hormone), LTH/Prolaktin, Oxytocin,
Testosteron, Estradiol, Progesteron, Relaxin, HCG, PMSG, Prostaglandin.
2) Hormon Reproduksi Sekunder
STH (Somatotropic hormone, TSH (Thyroid stimulating hormon), ACTH (
Adrenocotropic hormone), Triodothyronn, Thyrocalcitonin, Aldosteron, 17-OH corticoid
(crotison, cortisol, corticosteron), Insulin, Parathormon.
3) Faktor-Faktor Pelepas
GnRH, TRH, PIF (Prolactin inhibiting hormone), CRF (Corticotropin releasing
factor), STH-RF (Somatotropic hormone relesing factor).
Prinsip reproduksi dalam sistem endokrin:
1. Kelenjar Hipotalamus dan Pituitary (hipofisa) merangsang perkembangan gonad
(GnRH)dan GtH).
2. Gonad menghasilkan hormon (estrogen, progesteron dan testosteron) untuk
mengontrol (feed back mechanism) terhadap sekresi GnRH dan GtH.
Hormon reproduksi betina:
1. Hipotalamus: GnRH
2. Pitiutary: GtH 1 dan 2, Prolactin, GH.
3. Ovarium: Progesteron dan estrogen.
4. Lain: Tiroksin (tyroid) dan cortisol (kortex adrenal).
Hormon reproduksi jantan:
1. Hipotalamus: GnRH
2. Testis: Androgen, dihidroepiandrosteron (DHEA) dan androstenedion,
3. Estradiol.

















\
II. PEMBAHASAN
Hormon hormon reproduksi, organ yang memproduksi dan sifat / susunannya:






HORMON HIPOTALAMUS
1) Gonadotropin Releasing Hormon( GnRH)
Gonadotropin releasing hormon( GnRH) ini bertanggung jawab untuk pelepasan FSH
dan LH dari hipofisa anterior. GnRH dipertimbangkan sebagai neurohormon yaitu hormon
yang menghasilkan sel neuron spesifik dan dilepaskan pada terminal neuronnya. Daeran
utama produksi GnRH adalah pada preoptik area hipothamus, yaitu berisi kebanyakan neuron
yang mensekresikan GnRH. GnRH disekresikan pada pembuluh portal hipofisal pada median
eminence. Pembuluh darah yang membawa GnRH mengaktifkan reseptornya sendiri yakni
gonadotropin releasing hormone receptor (GnRHR) yang berlokasi dalam membran sel.
Terdapat sekresi berbeda GnRH pada hewan jantan dan betina. Pada jantan, GnRH
disekresikan dalam pulsa dengan frekuensi konstan, tetapi pada hewan betina frekuensi pulsa
bervariasi selama siklus estrus dan terdapat GnRH surge sesaat sebelum ovulasi.
GnRH berfungsi menstimulasi sintesis dan sekresi folikel stimulating hormon (FSH) dan
luteulizing hormon (LH).
Proses tersebut dikontol oleh ukuran dan frekuensi GnRH. Sekresi GnRH penting
untuk mengatur siklus reproduksi. Oleh karena itu , hormon tunggal GnRH mengontrol
proses kompleks seperti pertumbuhan folikel, ovulasi dan pemeliharaan kurpus luteum pada
hewan betina dan spermatogenesis pada hewan jantan. Pada hewan domestik, terdapat 3000-
4000 neuron GnRH. Regulasi reproduksi diatur terjadi melalui sekresi gonadotropin pituitari
yang melibatkan hormon LH dan FSH. Sekresi hormon ini diatur oleh feedbeck positif dan
feedback negatif tergantung pada fase siklus steroid gonad dan stimulasi pelepasan GnRH.
GnRH ( gonadotropin releasing hormone) juga dikenal sebagai luteulizing hormone
release ( LHRH) berfungsi sebagai menstimulasi sekresi LH dan FSH.
Diproduksi oleh hipothalamus
Bersifat / tersusun oleh polipeptida
deka peptida (10 aa)
Dapat diisolasi secara murni dibuat sintetis
BM : 2500
Aktivitas biologis : mendorong hipophisis mengeluarkan FSH dan LH, dengan organ
sasaran gonad (ovarium + testis).
Diproduksi secara pulsus
Kontrol sekresi :
o secara umpan balik (feed back)
o sinar terang : mendorong, gelap : menghambat
o stress : menghambat
o rangsangan seksual : mendorong

HORMON HIPOFISA
Glandula hipofisa berlokasi pada dasar otak. Glandula hipofisa ini terbagi atas 3 lobus yaitu
1. Lobus anterior.
2. Lobus intermedia.
3. Lobus posterior.
Lobus Anterior
Lobus ini mensekresi hormon yaitu hormon:
Folikel Stimulating Hormone ( FSH )
Folikel stimulating hormone ( FSH ) adalah hormon yang disintesis dan disekresikan
oleh gonadotrop dalam glandula hipofisa anterior. Didalam ovarium, FSH menstimulasi
perkembangan folikel de graaf immatur menjadi matur. Ketika folikel bertumbuh, folikel
melepaskan inhibin, yang berfungsi menekan produksi FSH. Pada hewan jantan, FSH
berfungsi meningkatkan protein androgen binding oleh sel sertoli testes dan perlu untuk
spermatogenesis..
Diproduksi oleh hipophisis pars anterior atas rangsangan Gn RH dari hypothalamus
Bersifat / tersusun oleh gluko protein (mengandung KH : 15%) dan asam sialik 15%
Jumlah aa belum diketahui
Belum dibuat secara sintetis
BM : 32.000
Dihasilkan oleh sel sel basofil
Disekresi secara datar
Aktivitas biologis :
: - merangsang pertumbuhan follikel
- bersama LH mendorong sintesa steroid
- merangsang sintesa protein
- merangsang sel sel granulosa menghasilkan inhibin
: - merangsang spermatogenesis
- merangsang pertumbuhan tubulus seminiferus
- sel sertoli inhibin, ABP dan aromatisasi testosterone menjadi estrogen
(estradiol 17 /E2) bersama enzim aromatase.
Kontrol sekresi : secara umpan balik negatif
: estrogen + inhibin
: Inhibin
Inhibin umpan balik melalui hipophisis, sedang estrogen melalui
hipothalamus

2) Luteinizing Hormone ( LH )
Luteinizing hormone (LH) adalah hormon yang disintesis dan disekresikan oleh
gonadotrop dalam glandula hipofisa anterior. Hormon ini merupakan salah satu hormon
untuk fungsi seksual. Selain hormon FSH, hormon LH juga disintesis dalam sel hipofisa yang
sama seperti FSH dan distimulasi oleh GnRH.
Fungsi dari LH adalah pada hewan betina, Lh surge sekitar pada saat estrus akan
memicu awal rupturnya folikel de Graaf dan ovulasi. Hormon LH juga menginduksi sisa sel
granulosa dan sel theca interna untuk menjadi korpus luteum. LH surge ini juga
menyebabkan oosit primer komplit mengalami miosis I dan memasuki miosis II melalui aksi
maturation promoting factor ( MPF ). Hal ini akan memicu aksi kolagenase yang
menghancurkan jaringan kolagen sekitar folikel. Selanjutnya, terjadi peningkatan level
prostaglandin yang menginduksi kontraksi otot lokal didalam diding ovarium. Sel sel theca
interna pada hewan betina respon terhadap LH melalui produksi androgen dan estrogen.
Pada hewan jantan, pada hewan jantan LH juga dikenal sebagai iterstitial cell stimulating
hormone( ICSH ). LH menstimulasi produksi seks steroid dari gonad. Respon LH terhadap
Sel sel leydig pada testes hewan jantan akan mensekresikan hormon testosteron.
Diproduksi dan sifat / susunannya sama dengan FSH
Jumlah aa : 216
BM : 30.000
Dihasilkan oleh sel sel basofil
Disekresikan secara pulsus
Aktivitas biologis :
: - merangsang steroidogenesis (progesteron dan
estradiol) pada CL dan sel theca folikel
- meningkatkan pemberian darah pada ovarium mendorong ovulasi
(mekanisme positif feed back) defisiensi LH kista folikel nimfomani
atau anestrus .
: - sel leydig steroidogenesis (testosteron)
- disebut juga ICSH / metakentrin
Kontrol sekresi :
: umpan balik negatif karena progesteron yang tinggi melalui hipothalamus dan
hipophisis.
: umpan balik negatif karena testosterone yang meningkat melalui hipothalamus
dan hipophisis.

3) Prolaktin ( PRL)
Struktur prolaktin adalah suatu protein dengan 198 asam amino. Hormon ini berperan
dalam membantu persiapan glandula mammae pada saat kebu tingan untuk menghasilkan
susu. Setelah lahir prolaktin membantu sintesis susu. Produksi prolaktin distimulasi oleh
TRH dan ditekan oleh estrogen dan dopamine. Selain itu bersama progesteron berperan
dalam pembentukan korpus luteum.
Fungsi dan sasaran LTH / Prolaktin :
Corpus luteum menghasilkan progesteron
Pertumbuhan dan perkembangan ambing (bersama estrogen dan progesteron)
Merangsang produksi cairan pada tembolok unggas mempermudah proses
pencernaan
Menimbulkan perilaku menyusui, mengeram dan sifat sifat keindukan yang lain
(insting melindungi anak)
Mendorong perilaku reproduksi pada hewan berdarah dingin
Mendorong sintesa air susu bersama insulin dan kortiko steroid
Pada jantan : meningkatkan peranan reseptor sel Leydig terhadap LH / ICSH. Bekerja
secara sinergi dengan testosteron dalam mengembangkan alat kelamin sekunder
(saluran saluran dan kelenjar kelenjar). Penyuntikan prolaktin menurunkan LH
dan diikuti penurunan testosteron testis mengecil dan libido menurun

Pengaturan lain dalam produksi prolaktin adalah :
1. Rangsangan pada puting susu (saat menyusui) getaran syaraf alveolus
meningkatkan produksi prolaktin.
2. Stress meningkatkan produksi prolaktin
o Kadar prolaktin wanita > pria : mudah emosi - menangis
o Pada saat tidur prolaktin meningkat produksi susu pagi meningkat
o Tempat penghancur prolaktin pada hati dan ginjal
o Paruh hidup < 40 jam

Lobus Posterior
Disebut juga neurohipofisa yang merupakan lobus posterior glandula hipofisa dan
bagian dari sistem endokrin. Lobus posterior terutama projeksi neuron ( axon ) yang
memanjang dari supraoptik dan nukleus paraventriculus hipothalamus yang mensekresikan
hormon peptida ke dalam kapiler sirkulasi hipofisa.
Hipofisa posterior terdiri dari 3 komponen, yaitu:
1. Pars nervosa
2. Infundibular stalk
3. Median eminence
Hormon yang secara klinis sebagai hormon hipofisa posterior disintesis oleh
hipothalamus. Hormon tersebut disimpan dan disekresikan oleh hipofisa posterior ke dalam
pembuluh darah. Hormon hormon hopofisa posterior adalah:

1) Oksitosin
Oksitosin adalah hormon golongan peptida dengan 9 asam amino. Oksitosin
bekakerja pada stimulasi kontraksi uterus pada saat kelahiran dan stimulasi pelepasan susu
ketika foetus mulai menyusui.
]Nama lain pitoksin
Dihasilkan oleh sel syaraf nukleus paraventricularis dari hipothalamus yang
sekresinya disalurkan melalui hipophisis pars posterior (neuro hipophisis)
Sifat / tersusun oleh : deka peptida (protein dengan 8 aa)
BM : 30.000.

Fungsi dan sasaran oksitosin :
1. Merangsang kontraksi otot polos (miometrium) saat partus dan kopulasi transport
spermatozoa di uterus menuju ampula
2. Kontraksi mioepithel dari kel. ambing bertanggung jawab terhadap = Milk Let
Down Reflex =
3. Mendorong terjadinya pengecilan (regresi corpus luteum
4. Mempercepat proses involusio uteri (uteus kembali mengecil setelah bunting /
melahirkan)
5. Mempercepat keluarnya selaput fetus (ari ari / secundinae).

Penggunaan oksitosin di lapangan :
1. Menggugurkan janin (abortus buatan)
2. Memperlancar dan memperbanyak produksi air susu
3. Menyembuhkan pembengkakan pada ambing
4. Mengatasi kasus retensi secundinae dan pyometra

Pembebasan oksitosin dari hipophisis posterior dapat disebabkan oleh :
1. Rangsangan saat kopulasi
2. Isapan dari bayi saat menyusui
3. Rangsangan saat memerah susu
4. Mendengar tangis bayi atau melihat bayi yang sedang menyusu.


2) Vasopresin ( Antidiuretic Hormon: ADH)
Hormon ini tidak berperan dalam proses reproduksi namun bekarja untuk stimulasi
retensi air atau peningkatan tekanan darah melalui kontraksi arteriole.

HORMON OVARIUM
Pada beberapa tahun lalu, telah dilakukan penelitian bahwa ovarium mensekresikan
hormon steroid yakni estradiol 17 dan pregesteron. Estradiol 17 pertama akli diekstraksi
dari cairan folikel babi. Selain itu ovarium juga mensintesis substansi non-steroid dengan aksi
hormonal seperti pengaruh fungsi sel sel lain. Struktur kimia beberapa hormon tersebut
telah diketahui seperti prostaglandin, relaksin dan oksitoksin. Kehadiran subtansi tersebut
diketahui dari aktivitas biologisnya seperti pada peran inhibin. Sebagian hormon hormon
ovarium disekresikan kedalam pembuluh darah melalui vena ovarium atau sistem limfatik,
sedangkan yang lain terutama beraksi secara lokal ke dalam ovarium.
1) Estrogen
Jenisnya :
o Estradiol 17 (E1)
o Estradiol 17 (E2) paling berpotensi
o Estrone
o Estriol
Sumber sumber estrogen
1. Ovarium sel sel granulosum & theca interna
2. Testis (sedikit)
3. Kel. Kortek adrenal (sedikit)
4. Plasenta (bunting)
o pertengahan kebuntingan : estriol
o akhir kebuntingan : estradiol 17 (E2)
5. Tanaman
6. Sintetis
Sasaran estrogen
1. Hipothalamus pusat emosi
2. Proses metabolisme
3. Saluran alat reproduksi. Mis : vulva, serviks, tuba falopii, vagina, uterus
4. Kelenjar ambing (kel. Susu).

Efek pada saluran reproduksi
1. Vulva : oedematos, temperatur naik dan memerah (3A : Abang, Abuh, Anget). Karena
: peningkatan aliran darah
2. Vagina : aktivitas kel. meningkat, memerah, cornifikasi sel sel epithel
3. Serviks : aktivitas kel. Meningkat, relaksasi / membuka
4. Uterus : kontraksi otot / myometrium, hiperplasia endometrium, saat partus :
meningkatkan sensivitas otot terhadap oksitosin dan prostaglandin.
5. Tuba fallopii : gerakan aktif silia, kontraksi otot tuba, gerakan aktif fibriae.
6. Kel ambing / kel. Susu / Gl. Mammae : pembentukan sistem saluran (ductus) bersama
dengan LTH (prolaktin).
Fungsi lain estrogen
Perkembangan seks sekunder
Pengendapan lemak sub-cutan
Pertumbuhan dan perkembangan kel. ambing
Memperluas pelvis.
Penggunaan estrogen di lapangan
Menimbulkan birahi hewan pemancing (untuk menampung sperma).
Membantu partus / abortus.
Mengeluarkan kotoran uterus
Pada kasus : piometra (nanah), hidrometra (cairan), mukometra (mukus), dan
mumifikasi (fetus mati yang mengeras)
Menyembuhkan radang uterus yang ringan (pasca melahirkan).

2) Progesteron
Dihasilkan oleh corpus luteum dan plasenta, glandula adrenal.
Produksi progesteron dikontrol oleh: LTH / prolaktin, LH, HCG dan laktogen
plasenta, Luteolisis oleh prostaglandin (PGF2).
Macam macam corpus luteum (CL)
1. C.L. Periodikulum pasca ovulasi
2. C.L. Gravidarum saat bunting
3. C.L. persisten defisiensi PGF2
4. C.L. sisticum kista
Keadaan normal bunting : progesteron tinggi, birahi : rendah.
Fungsi progesteron
1. Bersama estrogen, meningkatkan pertumbuhan dinding mukosa uterus
2. Bersama LTH / prolaktin merangsang pertumbuhan dan perkembangan alveolus kel.
ambing
3. Memelihara kebuntingan dengan mencegah kontraksi miometrium
4. Memblokir birahi dan ovulasi
5. Meningkatkan nafsu makan
6. Menimbulkan sifat keindukan.
Kegunaan di lapangan
1. Mencegah abortus
2. Pengobatan kista ovarium (anestrus estrus)

HORMON INHIBIN
Inhibin adalah hormon glikoprotein yang diproduksi oleh sel sertoli dalam tubulus
seminiferus dari testis hewan jantan dan oleh sel granulosa dari folikel pada ovarium hewan
betina. Sekresi inhibin oleh kedua jenis kelamin hewan ini dapat menghambat pelepasan FSH
dari hipofisa anterior tanpa mempengaruhi pelepasan LH. Ditinjau dari stuktur kimianya
inhibin adalah termasuk hormon glikoprotein dengan BM 32kDa dan mempunyai dua ikatan
peptida yang disebut sebagai subunit alpha dan beta.

HORMON TESTIS
1) Testosteron
Sumber penghasil : testis, ovarium, plasenta, cortex adrenal dan tumor cortex adrenal
banyak
Pemberian testosteron pada akan berakibat perubahan perilaku menjadi perilaku
jantan
Pada Sapi : kebuntingan kembar ( + ) mengakibatkan steril (kasus : free martin)
anastomosis jaringan plasenta.
Fungsi dan kerja testosteron
1. Fetus desensus testiculorum
2. Mengendalikan metamorfosis seluler (spermiogenesis)
3. Mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan saluran saluran kelamin dan kel.
Asesori.
4. Menimbulkan sifat sifat kel. sekunder seperti : jengger burung / ayam , bulu /
warna bulu burung / ayam , Warna pantat sapi.
5. Mendorong emosi pada hipothalamus perilaku pejantan
6. Mendorong dan meningkatkan perilaku seksual
7. Memelihara / pendewasaan spermatozoa di epidedimis
8. Merangsang pertumbuhan tulang dengan cara deposisi Ca pada epiphise.
9. Mengurangi deposisi lemak dalam tubuh dan memperbaiki pigmentasi kulit dan bulu
10. Meningkatkan anabolisme tubuh melalui retensi nitrogen pada ginjal
meningkatkan BB.
Penggunaan testosteron dilapangan
1. Pengobatan cryptorchidi
2. Memperbaiki spermatogenesis
3. Meningkatkan libido
4. Mencegah birahi pada anjing pembalap implan testosteron
Pemberian berturut turut dan jangka lama pada , berakibat: Hipertrofi clitoris,
Vaginitis, Terjadi proses masculinisasi.

2) Andogen
Andogen adalah hormon steroid yang berperan dalam merangsang dan pengendalian
pembangunan serta pemeliharaan karakteristik sifat kejantanan dengan meningkatkan
reseptor androgen. Androgen merupakan dasar dari anabolik steroid. Juga menjadi pelopor
dari semua estrogen.
3) Anti Androgen
Mencegah aktivitas biologi androgen pada sel sasaran (ikatan hormon reseptor)
Akibatnya : libido menurun, spermatogenesis menurun, kel. ass. mengecil,
menyerupai hewan kastrasi.
Ada 2 macam :
1. Siprosteron
2. Siprosteron acetat lebih baik.

HUMAN CHORIONIC GONADOTROFIN (HCG)
Di ketemukan th 1927 : urine orang hamil mengandung hormon gonadotriphin oleh
Zondek dkk HCG
HCG disuntikan pasa tikus terjadi pertumbuhan folikel dan terlihat bercak bercak
merah / perdarahan pada ovarium ovulasi
Dihasilkan oleh epithel chorion plasenta primata (manusia, kera sipanse dan
rhesus)
Pada awal kebuntingan sampai dengan 10 minggu (awal implantasi disusul plasentasi)
Sifat / susunan gluko protein, Terdiri dari 239 aa, KH : 33% BM : 38000
Efek biologis : LH, sedikit FSH. HCG lebih baik efek biologisnya daripada LH, sebab
paruh hidup lebih lama (LH : 8 jam, sedangkan HCG : 24 jam) disebabkan karena
KH / asam sialat lebih banyak.
Sudah dibuat sintetis
Tidak bersifat spesies spesifik
Dapat bekerja secara sinergi dengn FSH dan LH
Dapat mengganti peran LTH pada kebuntingan
Produksi HCG pada keadaan patologis :
1. Molla hidatiformis pada uterus (embrio mati tetapi masih mendapat nutrisi dari
induknya)
2. Chorio epithelioma : tumor dinding chorion
3. Kehamilan karena faktor rhesus
4. Karsinoma adrenal
5. Karsinoma mammae
6. Tumor testis.
Pemakaian HCG di lapangan :
Super ovulasi :
o Kombinasi dari PMSG dan HCG pertumbuhan folikel dan ovulasi. Paruh
hidup panjang
o Efek biologis sama dengan pemakaian FSH dan LH: Mahal (belum ada
sintetis), Paruh hidup pendek.
Kelemahan : Karena paruh hidupnya panjang, kombinasi PMSG-HCG, dapat terjadi
anovulated follikel (kista folikel). Akibatnya : estrogen tinggi, menganggu fertilisasi,
implantasi sulit karena kontraksi traktus genetalis.



PREGNANT MARES SERUM GONADOTROFIN (PMSG)
Mare = kuda betina
Diketemukan pada bangsa kuda / keledai oleh Cole & Hart (1930)
Pada kuda betina yang bunting 40 160 hari (lama kebuntingan kuda 330 hari)
terdapat hormon gonadotrofin disebut juga equine gonadotrofin
Dihasilkan oleh : sel sel epithel endometrium berbentuk mangkok (mukosa
endometrial cup) dari kuda bunting.
Sudah dapat dibuat sintetis
Bersifat tidak spesies spesifik
Efek biologis : FSH, sedikit LH (lebih baik daripada FSH, sebab paruh hidup lebih
lama)
Sifat / susunan gluko protein
- BM : 68.000 KH : 41 48%
- Mengandung asam sialat yang tinggi
- Paruh hidup : Domba : 21 jam Sapi 80 jam
- Sering disebut : equine chorionic gonadotrofin (ECG).
Fungsi PMSG :
1. Mempertahankan kebuntingan ( merangsang produksi progesteron)
2. Immuno proteksi bagi fetus
Pemakaian dilapangan: Super ovulasi kombinasi HCG, sinkronisasi birahi,
mempercepat datangnya birahi dan ovulasi yang belum waktunya.
Efek samping :
o Timbul folikel sistik
o Gangguan fertilisasi dan implantasi (estrogen tinggi)
o Mendorong pertumbuhan gonad pada fetus dan kelenjar assesories
Hewan yang anestrus pasca melahirkan, karena gangguan sekresi FSH dan LH
dapat diatasi dengan pemberian PMSG
Untuk menghambat efek PMSG (paruh hidup yang panjang) dapat digunakan preparat
anti PMSG seperti barbiturat
Fetus juga mempunyai peranan sekresi PMSG, artinya jika ada 2 fetus dalam
kebuntingan, maka akan dihasilkan PMSG 2x lipat.


III. KESIMPULAN
1. Hormon Adalah bahan substansi biologis yang dihasilkan oleh kelenjar buntu organ
tertentu, dalam jumlah kecil, masuk aliran darah, mempunyai organ sasaran dan dapat
mendorong atau menghambat fungsi dari organ sasaran / target tersebut.
2. Salah satu faktor yang dapat menentukan ataupun menyebabkan baik ata buruknya
suatu performance atau produktvitas dari ternak adalah hormon.
3. Perkembangan serta pertumbuhan alat-alat reproduksi dipengaruhi oleh hormon.
4. Hormon reproduksi berdasarkan cara kerja terbagi tiga yaitu, hormon reproduksi
primer, hormon reproduksi sekunder dan hormon reproduksi faktor-faktor pelepas.
5. Hormon reproduksi utama antara lain FSH, LH, strogen, rogesteron, testosteron,
progesteron, relaxin, HCG dan PMSG.
6. Hormon reproduksi sekunder meliputi STH, ACTH, ADH, Aldosteron, Parathormon,
insulin, hormon-hormon kelenjar tiroid.
7. Hormon faktor-faktor pelepas saperti GnRH, TRH, PIF, CRF, dan STH-RF.




















DAFTAR PUSTAKA

Anonimus. 2011. Endokrinologi Reproduksi. http://docs.google.com
biologi.fst.unair.ac.id/matkulSemester\Gasal.Reproduksi/Hewan/ENDOKRINOLO
GI/REPRODUKSI.ppt.Diunggah 22/02/2013.

Anonimus. 2011. Mengenal Hormon-hormon Reproduksi. http://iniblog-
koe.blogspot.com/2011/06/mengenal-hormon-hormon-reproduksi.html. Diunggah
22/02/2013.

Hermanto, Adi. 2011. Hormon-hormon Reproduksi. http://adi-
paterna.blogspot.com/2011/02/hormon-hormon-
reproduksi.html?zx=95bd90f10fa10397. Diunggah 22/02.2013.

Siregar, Tongku N. 2010. Fisiologi Reproduksi Hewan Betina. Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Toelihere. Mozes R. 2006. Ilmu Kebidanan pada Ternak Sapi dan Kerbau. Universitas
Indonesia (UI-PRESS), Jakarta.





















Tugas Ilmu Kebidanan dan Kemajiran

ENDOKRINOLOGI
REPRODUKSI

Oleh:

SARI RAMADHANI
1002101010046
Kelas A







FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2013