Anda di halaman 1dari 142

ANALISIS MENGENAI DAMPAK

LINGKUNGAN (AMDAL)
Instrumen Pengelolaan Lingkungan
Oleh
Amin Nugroho
Staf. Jurusan Teknik Kimia
Fakultas Teknik dan PPLH Lemlit
UNDIP

Environmental Impact Assessment (EIA)
diadop di Indonesia dengan nama AMDAL
lahir sejak NEPA (National Environmental
Policy Act) diundangkan oleh AS pada tahun
1969, dan mulai berlaku 1 Januari 1970
SEJARAH AMDAL
AMDAL timbul sebagai reaksi
masyarakat AS terhadap
kerusakan, degradasi &
pencemaran lingkungan serta
menurunnya nilai estetika alam
akibat makin meningkatnya
aktivitas manusia
Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan yang berusaha memenuhi kebutuhan
kita sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi
mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka

Konferensi
Stockholm
1972
Konferensi
Rio de Janeiro
1992
Rio +10/Konferensi
Johannessburg
2002
Menanggapi masalah
kerusakan lingkungan
Perlindungan lingkungan hidup,
pembangunan ekonomi, dan
sosial serta Pembangunan
berkelanjutan (Agenda 21)
Visi pembangunan
berkelanjutan,
kesepakatan global
dan kemitraan
antara seluruh
masyarakat di dunia
Selanjutnya .....
- Pencemaran (udara, tanah, air, laut)
- Cadangan SDA menipis
- Bencana alam (kekeringan, banjir, dll)
- Ketidakseimbangan iklim
Penurunan
Kualitas Lingkungan
Perlu Sinergisme antara
Pembangunan
dan Lingkungan Hidup
Pembangunan
Berkelanjutan
(WSSD)

Dampak Negatif
Pembangunan
3 Pilar Pembangunan Berkelanjutan
Lingkungan
Hidup
Ekonomi
Sosial
AKTIFITAS
MANUSIA
PEMB. EKONOMI
MANUSIA
KESEJAHTERAAN
MANUSIA
DAMPAK
LINGKUNGAN
(POSITIP/NEGATIP)
DAMPAK KEGIATAN DAMPAK
PEMBANGUNAN
SOSIAL,
EKONOMI,
BUDAYA
BIOFISIK
KENAIKAN
KESEJAHTERAAN
BIOFISIK
PRIMER
SOSIAL,
EKONOMI
BUDAYA
SEKUNDER
TUJUAN
Penerapan Kebijakan Pengelolaan
Lingkungan Hidup Indonesia
pre-emptive preventive proactive
Pengambilan
keputusan &
perencanaan
Pelaksanaan Tingkat produksi
Tata Ruang
AMDAL, UKL/UPL
ISO 14000
Audit Lingkungan
Studi Kelayakan
Pengawasan Baku Mutu
Insentif & Disinsentif
(Instrumen ekonomi)
Program PROPER
Perizinan PLB3
PERANAN AMDAL DALAM PERENCANAAN PROYEK
Peranan Dalam Pengelolaan Proyek
STUDI
KELAYAKAN
TEKNIS
STUDI
KELAYAKAN
EKONOMIS
STUDI
KELAYAKAN
LINGKUNGAN
(AMDAL)
PROYEK
BERJALAN
DAMPAK
LINGKUNGAN
PENGELOLAAN
LINGKUNGAN
Pengendalian Lingkungan dg pendekatan Limbah

KEBIJAKAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
NASIONAL

KEBIJAKAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
PROVINSI
KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

KEBIJAKAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
KABUPATEN KOTA

KEBIJAKAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
PEMRAKARSA KEGIATAN
AMDAL menurut PP. 27 tahun 2012
Kajian mengenai dampak besar dan penting
suatu usaha dan/atau kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang
diperlukan bagi proses pengambilan keputusan
tentang penyelenggaraan usaha dan/atau
kegiatan.

Dokumen AMDAL meliputi 3 (tiga) buku, yaitu :
1. KA (Kerangka Acuan)
2. ANDAL,
3. RKL - RPL

Batasan, Pengertian & Dasar Hukum
KA ruang lingkup kajian analisis mengenai
dampak lingkungan hidup yang merupakan hasil
pelingkupan.
ANDAL telaahan secara cermat dan
mendalam tentang dampak penting suatu rencana
usaha dan/atau kegiatan.
RKL - RPL upaya pengelolaan dampak penting
terhadap LH yang ditimbulkan akibat dari rencana
usaha dan/atau kegiatan dan upaya pemantauan
komponen LH yang terkena dampak penting akibat dari
rencana usaha dan/atau kegiatan.
KESATUAN RUANG DGN SEMUA BENDA TERMASUK DI
DALAMNYA MANUSIA DGN PERILAKUNYA YG
MEMPENGARUHI PERKEHIDUPAN DAN
KESEJAHTERAAN MANUSIA DAN MAKHLUK HIDUP
LAINNYA


UPAYA SECARA TERPADU DALAM
PEMANFAATAN, PENATAAN, PEMELIHARAAN,
PENGAWASAN, PENGENDALIAN, PEMULIHAN,
DAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN HIDUP

Rona Lingkungan Hidup
merupakan potret kondisi
lingkungan hidup,
baik dari aspek fisik-kimia,
biologi, sosial,
maupun kesehatan masyarakat.
Yang terlibat dalam Penilaian
Dokumen AMDAL adalah
Komisi penilai AMDAL berlisensi
yang terdiri dari instansi lingkungan
hidup, instansi terkait, pakar, LSM,
dan wakil masyarakat.
Penyusun Dokumen AMDAL adalah Pemrakarsa yang
bisa dibantu oleh Konsultan yang mempunyai register
AMDAL dari KLH atau perorangan yang mempunyai
sertifikasi kompetensi AMDAL dari KLH (minimal 3
orang salah satunya bersertifikat Ketua Tim Penyusun
AMDAL/KTPA, yang 2 orang bersertifikat Anggota Tim
Penyusun AMDAL/ATPA) dan dibantu dengan tim ahli
yang sesuai dengan bidang kegiatan seperti : ahli air,
udara, kebisingan, getaran,transportasi, hidrologi,
oseanografi, geologi, biologi, kesehatan masyarakat
dan lain-lain.
PENGUMUMAN
RENCANA USAHA
DAN KEGIATAN

PENGUMUMAN
PERSIAPAN
PENYUSUNAN AMDAL
SARAN, PENDAPAT,
DAN TANGGAPAN
(maks 10 hari)
KONSULTASI
PENYUSUNAN
KERANGKA ACUAN (KA)
SARAN, PENDAPAT,
DAN TANGGAPAN
PENILAIAN KA
OLEH KOMISI
(maks 30 hari)
PENILAIAN ANDAL,
RKL-RPL oleh KOMISI
(maks 75 hari)
KEPUTUSAN KELAYAKAN
LINGKUNGAN HIDUP
OLEH INSTANSI YANG
BERWENANG
PENYUSUNAN
ANDAL, RKL-RPL
SARAN, PENDAPAT,
DAN TANGGAPAN
Masyarakat
Berkepentingan
Instansi yang
Bertanggung Jawab
Pemrakarsa
PROSEDUR KETERLIBATAN MASYARAKAT
DALAM PROSES AMDAL

Penyusunan Dokumen
Kerangka Acuan (KA)
Pelingkupan
Dokumen Kerangka Acuan (KA)
Pengumuman, Sosialisasi Rencana
Kegiatan dan Konsultasi Publik
PengumRencana Kegiatan dan
Rona Lingkunganm Hidup
Awal (data sekunder)
Penyuunan Rona
Lingkungan Hidup Awal
detail malalui survey
lapangan (data primer)

Penyusunan
Prakiraan Dampak Penting

Penyusunan
Evaluasi Dampak Penting

Penyusunan Dokumen
RKL-RPL
Dokumen
ANDAL

Dokumen ANDAL
Dokumen
ANDAL

Dokumen RKL-RPL
survey, sampling, laboratorium, wawancara

Metoda Prakiraan Dampak

Metoda Evaluasi Dampak

Prinsip dasar pengelolaan dan pemantauan
LANGKAH PENYUSUNAN
DOKUMEN AMDAL






Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
latar belakang dilaksanakan kegiatan
terkait dengan wajib AMDAL, tujuan
dan manfaat kegiatan, peraturan
perundang-undangan yang terkait.
BAB I . PENDAHULUAN
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
status studi AMDAL terkait dengan studi
kelayakan teknis-ekonomis, kesesuaian
lokasi dengan tata ruang yang ada, uraian
rencana kegiatan penyebab dampak,
kegiatan di sekitar dan dampaknya, alternatif
rencana kegiatan (lokasi, desain, proses, tata
letak bangunan atau sarana pendukung),
lingkup rona lingkungan hidup awal, pelingkupan
kegiatan dan komponen lingkungan (proses
pelingkupan dan hasil proses pelingkupan),
lingkup wilayah studi dan batas waktu kajian.
BAB II . RUANG LINGKUP STUDI
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
metoda pengumpulan dan analisis data,
metoda prakiraan dampak penting, dan
metoda evaluasi dampak penting.
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
identitas pemrakarsa dan penyusun dokumen
Studi AMDAL, Biaya Studi, dan Waktu Studi.
BAB III . METODA STUDI
BAB IV . PELAKSANAAN STUDI
DAFTARA PUSTAKA
Pada bagian ini diutarakan
sumber data dan informasi
yang digunakan dalam penyusunan
Dokumen KA kegiatan terkait.
LAMPIRAN
Berisi antara lain : pengumuman
studi AMDAL, hasil sosialisasi dan
konsultasi publik, perijinan,
foto-foto kegiatan dan rona lingkungan,
cv penyusun, copy sertifikat (kompetensi,
AMDAL, dsb), peta-peta, dan data-data lain
Yang mendukung isi dokumen tersebut.
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
latar belakang dilaksanakan kegiatan
terkait dengan wajib AMDAL, tujuan
dan manfaat kegiatan, peraturan
perundang-undangan yang terkait.
BAB I . PENDAHULUAN
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
identitas pemrakarsa dan penyusun dokumen,
uraian rencana usaha dan/atau kegiatan
(batas kegiatan, hubungan kegiatan dengan
sumberdaya di sekitar, tata letak pabrik dan
hubungannyadengan kegiatan di sekitar,
tahap pelaksanaan kegiatan tiap tahapan
(prakonstruksi, konstruksi, operasi dan
pasca operasi), alternatif-alternatif yang
dikaji (lokasi, desain, proses, tata letak bangunan
dan sarana pendukung),keterkaitan kegiatan
dengan kegiatan lain di sekitar.
BAB II . RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
kondisi rona lingkungan hidup, baik aspek
fisik-kimia, aspek biologi, aspek sosial, maupun
aspek kesehatan masyarakat.
BAB III . RONA LINGKUNGAN HIDUP
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
hasil pelingkupan dalam dokumen KA terkait
dengan lingkup dampak penting yang ditelaah
(lingkup komponen kegiatan penyebab dampak
dan lingkup komponen lingkungan terkena
dampak), lingkup wilayah studi dan lingkup
batas waktu kajian.
BAB IV . RUANG LINGKUP STUDI
Pada bab ini akan diuraikan mengenai prakiraan
dampak besar dan penting yang akan terjadi,
baik pada tahap prakonstruksi, konstruksi,
operasi dan pasca operasi.
BAB V . PRAKIRAAN DAMPAK PENTING
Pada bab ini akan diuraikan mengenai
evaluasi dampak besar dan penting
pada tahap prakonstruksi, konstruksi,
operasi, dan pasca operasi yang meliputi :
telaahan terhadap dampak penting secara holistik,
pemilihan alternatif terbaik, telaahan
dampak penting sebagai arahan dasar
pengelolaan, dan rekomendasi penilaian
kelayakan lingkungan.
BAB VI . EVALUASI DAMPAK PENTING
DAFTARA PUSTAKA
Pada bagian ini diutarakan
sumber data dan informasi
yang digunakan dalam penyusunan
Dokumen ANDAL kegiatan terkait.
LAMPIRAN
Berisi antara lain : ringkasan teori dan
hasil perhitungan, tanggapan pemrakarsa
dan masukan Tim Komisi AMDAL, gambar,
peta, hasil kuesioner, perijinan,foto-foto
kegiatan dan rona lingkungan, data-data
Laboratorium, dan data-data lain
yang mendukung isi dokumen tersebut.
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
Maksud dan tujuan pelaksanaan RKL-RPL,
pernyataan kebijakan lingkungan (komitmen
Perusahaa ketentuan atau peraturan
perundang-undangan yang berlaku, kegunaan
dilaksanakannya RKL.
BAB I . PENDAHULUAN
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
pendekatan teknologi, pendekatan sosial-ekonomi,
dan pendekatan institusi.
BAB II . PENDEKATAN
PENGELOLAAN LINGKUNGAN
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
dampak penting dan sumber dampak penting
(komponen lingkungan terkena dampak,
sumber dampak), tolok ukur dampak,
tujuan RKL, pengelolaan lingkungan hidup,
lokasi pengelolaan lingkungan hidup,
periode pengelolaan lingkungan hidup,
dan institusi pengelolaan lingkungan hidup
(pelaksana, pengawas, pelaporan hasil).
BAB III . RENCANA
PENGELOLAAN LINGKUNGAN
DAFTARA PUSTAKA
Pada bagian ini diutarakan
sumber data dan informasi
yang digunakan dalam penyusunan
Dokumen RKL kegiatan terkait.
LAMPIRAN
Berisi antara lain : matriks ringkasan RKL,
gambar/peta lokasi pengelolaan,
data-data lain yang mendukung
isi dokumen tersebut.
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
latar belakang dilaksanakannya RPL,
tujuan dilaksanakannya RPL, kegunaan
dilaksanakannya RPL.
BAB I . PENDAHULUAN
Pada bab ini akan diuraikan mengenai :
dampak penting dan sumber dampak penting
Yang dipantau (komponen lingkungan dan
indikator dampak penting yang dipantau),
sumber dampak, parameter lingkungan
yang dipantau, tujuan RPL, metode pemantauan
lingkungan hidup (metode pengumpulan dan
analisis data, lokasi pemantauan, jangka waktu
Dan frekuensi pemantauan), dan institusi
pemantauan lingkungan hidup
(pelaksana, pengawas, pelaporan hasil).
BAB II . RENCANA
PEMANTAUAN LINGKUNGAN
DAFTARA PUSTAKA
Pada bagian ini diutarakan
sumber data dan informasi
yang digunakan dalam penyusunan
Dokumen RPL kegiatan terkait.
LAMPIRAN
Berisi antara lain : matriks ringkasan RPL,
gambar/peta lokasi pemantauan,
data-data lain yang mendukung
isi dokumen tersebut.
METODE STUDI

METODA
PENGUMPULAN DAN
ANALISIS DATA


METODA
PRAKIRAAN DAMPAK
PENTING



METODA STUDI

METODA
EVALUASI DAMPAK
PENTING
KOMP. FISIK - KIMIA
OBSERVASI, SURVAI,
PENGUKURAN, SAMPLING,
ANALISIS LABORATORIUM

KOMPONEN BIOLOGI
BIOTA DARAT : OBSERVASI,
PENCAAHAN, INV. JENIS, SENSUS TDK
LANGSUNG, DAN WAWANCARA
BIOTA AIR : SAMPLING, ANALISIS
LABORATORIUM, DAN WAWANCARA
METODA PENGUMPULAN DATA
KOMPONEN SOSIAL
OBSERVASI,WAWANCARA
MENGGUNAKAN KUESIONER



KOMPONEN KESMAS
OBSERVASI, WAWANCARA
MENGGUNAKAN
KUESIONER
LOKASI SAMPLING
UDARA DAN KEBISINGAN
TAPAK PROYEK : 1 TITIK
SEKITAR TAPAK PROYEK : 2 TITIK

GETARAN
TAPAK PROYEK : 1 TITIK
PERMUKIMAN SEKITAR TAPAK PROYEK : 1 TITIK

AIR
BADAN AIR DAN SUMUR : 1 TITIK DAN 2 TITIK
SUMUR PENDUDUK : 3 TITIK

LOKASI SAMPLING
LALU LINTAS
DI JALAN JALAN SEKITAR TAPAK KEGIATAN , SIMPANG
FLORA FAUNA DARAT
TAPAK PROYEK : 1 TITIK
SEKITAR TAPAK PROYEK : 2 TITIK

BIOTA AIR
PLANKTON, BENTHOS, NEKTON DI BADAN AIR PENERIMA : 1 TITIK
MIKROBA AIR DI SUMUR PENDUDUK : 2 TITIK

No. Kelurahan
Jumlah Responden
Tokoh
Formal
Tokoh
Informal
Masy.
Biasa
Total
1. Nama
Kelurahan/desa
? ? ? ?
Jumlah ? ? ? ?
LOKASI SAMPLING KOMPONEN SOSIAL DAN
KESEHATAN MASYARAKAT
PETA LOKASI SAMPLING
Pada bagian ini ditentukan lokasi
sampling aspek fisik kimia (udara, bising,
Getaran, air, dsb), aspek biologi (biota darat
dan biota air), aspek sosial (kependudukan,
Sosial-ekonomi, sosial-budaya), dan aspek
kesehatan masyarakat (10 besar penyakit,
Sarana-prasarana kesehatan yang ada, dsb)
KOMPONEN FISIK KIMIA
MEMBANDINGKAN
DENGAN BAKU MUTU
LINGKUNGAN DAN
STANDAR YANG ADA

KOMPONEN BIOLOGI
BIOTA DARAT : INDEKS
KEANEKARAGAMAN DAN KESERAGAMAN
FLORA FAUNA DARAT
BIOTA AIR : SAMPLING, ANALISIS
LABORATORIUM, DAN WAWANCARA
METODA ANALISIS DATA

KOMPONEN SOSIAL
ANALISIS
DESKRIPTIF KUALITATIF




KOMPONEN KESMAS
ANALISIS
DESKRIPTIF KUALITATIF
STUDI KASUS KA
RUMAH SAKIT
RENCANA PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT
DI JALAN SILIWANGI 143 SEMARANG

KELURAHAN KALIBANTENG KULON
KECAMATAN SEMARANG TENGAH
KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH




NOPEMBER 2012

KERANGKA ACUAN
PT. Belifina Sarana Medika

Penanggungjawab : Arliadi Hadid Mahadi

Jabatan : Direktur

Alamat Kantor : Gedung Equity Tower Lt.40 Unit F
SCBD Lot 9, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-54
Kebayoran Baru Jakarta Selatan

Alamat Rumah : Jl. Sangrila III No.88 Pertukangan
Selatan, Kecamatan Pesanggrahan
Jakarta Selatan


PEMRAKARSA KEGIATAN
PT. Belifina Sarana Medika
TIM PENYUSUN AMDAL
Ketua Tim : Ir. Amin Nugroho, MS.
Sertifikat AMDAL A & B.
Kompetensi KTPA,
No. 000175/SKPA/LSK-INTAKINDO/III/2010
Anggota Tim : Drs. Munawar
Sertifikat AMDAL A
Kompetensi ATPA / KTPA,
No. 000204/SKPA/LSK-INTAKINDO/VIII/2010
No. 000321/SKPA/LSK-INTAKINDO/XII/2010
Anggota Tim : Prioutomo Puguh Putranto, ST.MT.
Kompetensi ATPA,
No. 000317/SKPA/LSK-INTAKINDO/XII/2010
NARASUMBER / TENAGA AHLI
Ahli Fisik Kimia : Ir. Amin Nugroho, MS.
Ahli Sipil Transportasi : Prioutomo Puguh Putranto, ST.MT.
Ahli Biologi : Adi Sutedjo, SSi
Ahli Lingkungan : Agustina Maharani, ST
Ahli Sosial Ekonomi : Drs. Munawar
Ahli Sosial Budaya : Drs. Bambang Agus Windusancono, MA
Ahli Kes. Masyarakat : dr. Dodi Pramono, Msi.Med
TIM PENYUSUN AMDAL
PENDAHULUAN




PENINGKATAN KEBUTUHAN PELAYANAN
KESEHATAN KOTA SEMARANG
YANG CUKUP PESAT
MEMBUTUHKAN RUMAH SAKIT
YANG MEMADAI
PT. BELIFINA SARANA
MEDIKA
BERENCANA MEMBANGUN RUMAH SAKIT
BERLANTAI 3 DENGAN KAPASITAS 100 KAMAR
DI JALAN SILIWANGI 143 SEMARANG
BERDASARKAN PERMEN LH NOMOR 05 TAHUN 2012
tentang
RENCANA USAHA DAN / ATAU KEGIATAN YANG WAJIB
DILENGKAPI DENGAN DOKUMEN AMDAL

PEMBANGUNAN DGN LUAS BANGUNAN 10.000 M2
WAJIB MENYUSUN DOKUMEN AMDAL

LUAS BANGUNAN RUMAH SAKIT 12.449,1 M2,
SEHINGGA PEMRAKARSA WAJIB MENYUSUN
DOKUMEN AMDAL

Meningkatkan pelayanan kesehatan
masyarakat

Menunjang kegiatan pembangunan di
Kota Semarang
Memenuhi pelayanan publik di sektor
kesehatan, meningkatkan derajat kesehatan
dan kesejahteraan masyarakat
serta dapat memberikan kesempatan kerja
dan peluang berusaha bagi masyarakat
sekitar
RUANG LINGKUP STUDI

DI JALAN SILIWANGI 143 SEMARANG
KELURAHAN KALIBANTENG KULON
KECAMATAN SEMARANG BARAT
KOTA SEMARANG
PT. BELEFINA SARANA MEDIKA
STUDI AMDAL
PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT
DI JL. SILIWANGI NO.143 SEMARANG
PETA ADMINSTRASI
KOTA SEMARANG
KETERANGAN
: Batas Kota / Kabupaten
: Batas Kecamatan
: Batas Kelurahan
: Jalan
: Sungai
: Lokasi Studi AMDAL
I N S E T
SKALA
NO PETA HALAMAN
SUMBER : BAPPEDA KOTA SEMARANG
LOKASI RENCANA KEGIATAN
PT. BELEFINA SARANA MEDIKA
STUDI AMDAL
PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT
DI JL. SILIWANGI NO.143 SEMARANG
PETA ADMINSTRASI
KECAMATAN SEMARANG BARAT
KETERANGAN
: Batas Kota / Kabupaten
: Batas Kecamatan
: Batas Kelurahan
: Jalan
: Sungai
: Lokasi Studi AMDAL
INSET
SKALA
NO PETA HALAMAN
SUMBER : BAPPEDA KOTA SEMARANG
LOKASI RENCANA KEGIATAN
PT. BELEFINA SARANA MEDIKA
STUDI AMDAL
PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT
DI JL. SILIWANGI NO.143 SEMARANG
PETA ADMINSTRASI
KELURAHAN KALIBANTENG KULON
KETERANGAN
: Batas Kota / Kabupaten
: Batas Kecamatan
: Batas Kelurahan
: Jalan
: Sungai
: Lokasi Studi AMDAL
I N S E T
SKALA
NO PETA HALAMAN
SUMBER : BAPPEDA KOTA SEMARANG
LOKASI RENCANA KEGIATAN
PT. BELEFINA SARANA MEDIKA
STUDI AMDAL
PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT
DI JL. SILIWANGI NO.143 SEMARANG
PETA CITRA SATELITE
WILAYAH STUDI
KETERANGAN
: Batas Kota / Kabupaten
: Batas Kecamatan
: Batas Kelurahan
: Jalan
: Sungai
: Lokasi Studi AMDAL
I N S E T
SKALA
NO PETA HALAMAN
SUMBER : BAPPEDA KOTA SEMARANG
LOKASI RENCANA KEGIATAN
PETA LOKASI STUDI
KETERANGAN
NO. PETA

1
INSET PETA
AMDAL
PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT
DI JALAN SILIWANGI 143
KALIBANTENG KULON
SEMARANG
PT. BELEFINA SARANA MEDIKA
JUDUL GAMBAR
: Batas Kelurahan
: Batas Kecamatan
: Lokasi Renca Kegiatan
Lokasi
Pembangunan
Rumah Sakit
Rencana
Pengembangan
LOKASI RENCANA KEGIATAN
NO. Penggunaan Lahan
Luas
Lahan
(m2)
Luas
Bangunan
(m2)
A. Bangunan Rumah Sakit
1 Basement 3.441,0
2 Lantai Dasar 3.441,0
3 Lantai 1 3.350,6
4 Lantai 2 2.486,3
5 Roof Top 225,2
SubTotal 7.612 12.449,1
B. Lahan Kosong.
Sub.Total 9.500
Total 17.112
Sumber : PT. Belefina Sarana Medika, 2012.
Luas Lahan dan Bangunan Rumah Sakit

TAHAP PRAKONSTRUKSI

TAHAP KONSTRUKSI

TAHAP OPERASI

Survey Lapangan, Perijinan, Studi
Kelayakan, dan Perencanaan Teknis

Sosialisasi Rencana Kegiatan
dan Konsultasi Publik
1. Survey Lapangan, Perijinan, Studi Kelayakan
dan Perencanaan Teknis
Survey dilakukan dengan pengukuran dan
penyelidikan tanah untuk menentukan daya dukung
tanah, batas proyek, dan aksesibilitas


2. Kegiatan Sosialisasi dan Konsultasi Publik
Pada tgl 10 Oktober 2012, di Kelurahan Kalibanteng Kulon
telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi rencana kegiatan
dan konsultasi publik kepada masyarakat dengan maksud
untuk memberikan informasi tentang rencana kegiatan
rumah sakit kepada masyarakat dan menjaring aspirasi
dan harapan masyarakat terkait rencana kegiatan rumah
sakit
Perijinan : telah dan sedang dilakukan
Studi Kelayakan dan Perencanaan Teknis :
telah dilakukan dalam rangka untuk acuan
pembangunan rumah sakit

Rekruitmen Tenaga Kerja Konstruksi

Mobilisasi Peralatan dan Material

Pematangan Lahan

Pembangunan Fisik Bangunan

Mobilisasi Peralatan dan Tenaga Kerja

No Klasifikasi Pekerja Pendidikan
Jumlah

Keterangan
1 Site Manager S1/D3 Teknik 1
Tenaga kerja
diutamakan
penduduk
sekitar lokasi
rencana
kegiatan
sesuai dengan
kebutuhan
dan
ketrampilan
2 Mekanikal & Elektrical S1/D3 Teknik 20
3 Pelaksana Lapangan S1/D3 Teknik 20
4 Administrasi S1/D3 4
5
Operator & Helper Alat
Berat
D3/STM 10
4 Tukang Batu SLTP - SLTA 30
5 Tukang Las STM 30
6 Tukang kayu SLTP - SLTA 30
7 Kernet / Pembantu SLTP SLTA 45
8 Keamanan SLTP - SLTA 10
JUMLAH 200
Sumber : PT. Belefina Sarana Medika, 2012.
JUMLAH DAN KUALIFIKASI TENAGA KERJA KONSTRUKSI
No Jenis Peralatan Jumlah
Satuan
1 Dump Truck 8
unit
2 WaterPass 3
unit
3 Pick Up 5
unit
4 Truck 5
unit
5 Truck Tadano 2
unit
6 Beton Mollen/ Mixer 5
unit/hari
7 Crane 1
unit
8 Las Listrik 2
unit
9 Mini Pile 2
unit
10 Hydraulic Pile 2
unit
11 Meteran 5
unit
12 Scavolding 15
unit
13 Jaring Pengaman 5
unit
14 Pemotong Besi 5
unit
15 Peralatan tukang 60
set
16 Peralatan keselamatan 70
set
17 Gerobak Material 10
unit
18 Pompa Air 2
unit
19 Pompa Lumpur 2
unit
Sumber : PT. Belefina Sarana Medika, 2012.
JENIS DAN JUMLAH PERALATAN KONSTRUKSI
No. Jenis Kegiatan Jenis Material
A. Penyelesaian Fasad Kombinasi granite cladding, ACP cladding dan kaca
Fasad belakang dengan cat bertekstur
1. Penyelesaian lantai Lantai vitrified tiles di area publik, dikombinasi
dengan karpet
Area non-publik yang tertutup menggunakan
vitrified tile flooring dikombinasi dengan terrazzo
tiles
Vinil flooring untuk diagnostic/lab dan ruang bersih
2. Penyelesaian Interior Langit-langit dengan visual tile di area publik dan
langit-langit gypboard dan modular grid di area
tertutup
Tembok : plester semen dengan cat antibakteri
yang bisa dicuci
3. HVAC 3 x air coolers (chiller system)
VRV system, split units and exhaust system
Building management system dengan fitur yang
terintegrasi
JENIS KEGIATAN DAN MATERIAL KONSTRUKSI
Sumber : PT. Belefina Sarana Medika, 2012.
4. Listrik 11 kV yang diturunkan tegangannya ke 415V
3 phase 50 hz dengan 2 buah outdoor oil
filled transformator
Perkiraan beban puncak adalah 900 kw atau
1131 kva @ 0,8 PF
2 unit 415V, 625 kVa dan 1 unit 415V, 380
kVA prime rated Generator Diesel didalam
rumah genset yang CPCB approved
Pilihan wiring, kabel, lampu, saklar, dan lain-
lain yang bersertifikasi internasional
5. Sanitasi Tangki Air 40.000 gallon
4 x filter system, discharge water system
(grease trap)
Sewerage water treatment
6. Lift 2 x 3 landing level capacity dengan kapasitas
15 orang
7. Medical gas Medical gas plant with compressor and
vessels
8. High-End Generator diesel, chillwers, air-conditioning
ducting, electrical conduits to work stations
9. Pembangkit listrik Daya tersambung ke jaringan dengan 100%
power back-up (uninterrupted power supply)
JENIS KEGIATAN DAN MATERIAL KONSTRUKSI
Sumber : PT. Belefina Sarana Medika, 2012.
B. Struktur Balok. Kolom dan slab, barew RCC outer
walls rendered
1. Civil finishes Brickwork,blockworks, masonry dan
plester
2. Toilets Plumbing, sanitary works, exhaust system
C Provision for lift wells 2 lift wells
1. Facilities Connected power, connected water
supply and sanitary works
2. Electrical works Up to the main panel room (including
panels)
3. Peralatan Pemadam
Kebakaran
Hydrants, yard hydrants, sprinkler and fire
detector works
4. Air handling unit AHU piping up to the shaft
JENIS KEGIATAN DAN MATERIAL KONSTRUKSI
Sumber : PT. Belefina Sarana Medika, 2012.


1. PEMBERSIHAN LAHAN

2. PENGURUGAN LAHAN

3. PERATAAN LAHAN

4. PEMADATAN LAHAN





1. PEKERJAAN PONDASI BANGUNAN

2. PEKERJAAN KONSTRUKSI BANGUNAN

3. PEKERJAAN SARANA PENUNJANG

4. PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL

PERSPEKTIF
RUMAH SAKIT
PERSPEKTIF
INTERIOR
RUMAH SAKIT
DEMOBILISASI TENAGA KERJA KONSTRUKSI
Dengan selesainya kegiatan pada tahap konstruksi berarti
segera dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). PHK
dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku
DEMOBILISASI PERALATAN
Peralatan yang didemobilisasi meliputi peralatan yang
digunakan untuk kegiatan konstruksi
Rekruitmen Tenaga Kerja Operasi

Operasional Rumah Sakit

Pemeliharaan Rumah Sakit
Rekruitmen Tenaga Kerja Operasi :
dokter, tenaga administrasi, tenaga
medis, keamanan, office boy, dan
sebagainya

Total karyawan tetap : 348 orang
Karyawan tidak tetap : 100 orang





1. PELAYANAN MEDIS RAWAT JALAN

2. PELAYANAN MEDIS RAWAT INAP

3. PELAYANAN PENUNJANG MEDIS

4. PELAYANAN PENUNJANG NON MEDIS



1. UNIT GAWAT DARURAT
(UGD)

2. POLIKLINIK UMUM

3. PERAWATAN SPESIALIS
RAWAT JALAN




Pasien

Triage/Petugas

Bedah / Non
Bedah

Observasi
Rawat Jalan
Administrasi
Pulang


1. PENYAKIT DALAM, BEDAH UMUM, THT

2. KEBIDANAN & PENYAKIT KANDUNGAN

3. UROLOGI, MATA, ORTHOPEDI, KESEHATAN ANAK

4. JANTUNG, RADIOLOGI DAN ANESTESI

FASILITAS : HDU (HIGH DEPENDENCY UNIT)
ICU (INTENSIVE CARE UNIT)




Pasien

Triage/Petugas

Bedah / Non
Bedah

Observasi
Rawat Inap
Sembuh
Administrasi

Pulang


1. FISIOTHERAPI, RADIOLOGI, LABORATORIUM

2. KAMAR BERSALIN, KAMAR BEDAH, CSSD

3. PENGENDALIAN INFEKSI, PENYIMPANAN OBAT

4. FARMASI, REKAM MEDIS, DAN LAYANAN
AMBULANS







Limbah Padat
Infeksius dan
Limbah Padat
B3

Pengumpulan
Tempat
Penyimpanan
Sementara (TPS)

Diambil oleh Phak
ketiga Yang
memiliki Ijin dari
KLH

Limbah Cair

IPAL RUMAH
SAKIT

Badan Air Penerima
(Drainase sekitar RS)



1. DAPUR, KAFETARIA, LINEN

2. PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS

3. PERAWATAN DAN JASA TEKNIS

4. KEAMANAN, KEBERSIHAN DAN PERAWATAN
RUMAH TANGGA

5. KAMAR MAYAT SEMENTARA

6. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

7. ADMINISTRASI UMUM & KEPERAWATAN









Bahan
Makanan

Di Sortir dan
Dibersihkan
Diracik sesuai
Menu dan Diet
Pasien

Di Masak

Di Distribusi ke Pasien

Penampungan Linen
Kotor Non Infeksius
Penampungan Linen
Kotor Infeksius

Kereta Linen Non Infeksius / Infeksius
Bak Perendam Linen
Linen Non Infeksius
Bak Perendam Linen
Linen Infeksius
Disikat Terpisah

Dibilas Terpisah
Dicuci dengan Mesin Cuci
Dikeringkan
Disetrika
Didistribusi ke Ruang sesuai
Tanda Inventaris
Limbah Padat
Non Infeksius

Pengumpulan
Tempat
Pembuangan
Sementara (TPS)

Tempat
Pemrosesan
Akhir (TPA)
bekerjasama
dengan DTKP Kota
Semarang



1. RUANG SANTAI, RUANG GANTI PAKAIAN

2. KAMAR KECIL DAN MUSHOLA







No Bahan Satuan Kebutuhan Kemasan Bentuk
1 Deterjen Kg 250 Kantong plastik Serbuk
2 Kreolin L 75 Jerigen Cair
3 Gas O
2
Kg 3300 Tangki Air / Gas
4 Has N
2
O Tabung 4 Tabung metal Gas
5 Sabun krim deterjen Kg 50 Kantong plastik Pasta
6 Oli pelumas genset L 10 Jerigen Cair
7 Solar (BBM genset) L 50 Jerigen Cair
8 Bahan pemutih cucian L 1200 Botol Cair
Sumber : PT. Belefina Sarana Medika, 2012.
PENGGUNAAN BAHAN PENDUKUNG PER BULAN

Sumber Air : Sumur dan
PDAM
160 m3/hari

Rawat Inap : 32,5 m3
Pelayanan Operasional
: 10,5 m3
Pelayanan Persalinan :
20 m3
Pelayanan UGD :
15 m3
Laboratorium : 7,5 m3
Dapur : 20 m3
Laundry : 20 m3
Domestik : 25 m3
Taman : 10 m3
Sewage Treatment
Plant (STP) 150 m3
Resapan Air 10 m3

FASILITAS
PEMADAM
KEBAKARAN

Tandon Air : 150 m3
APAR
ALARM KEBAKARAN
Sprinkler Kebakaran
Tangga Darurat
Rambu dan Petunjuk
tentang keberadaan
pintu, tangga darurat,
alat pemadam
kebakaran, dan tanda
larangan
Pelatihan Karyawan
Antisipasi,
Pencegahan, dan
Penanggulangan
Kebakaran

KEGIATAN LAIN
YG ADA DI
SEKITAR RUMAH
SAKIT DAN
DAMPAKNYA


Permukiman Penduduk


Kawasan Militer


Transportasi, Fly Over,
dan Bandara Akhmad
Yani Semarang


Pertanian dan
Pertambakan


Gangguan lalu-Lintas
dan Limbah Domestik
(Padat dan Cair)


Gangguan lalu-Lintas


Penurunan kualitas
Udara, Kebisingan dan
Gangguan lalu-Lintas


Penurunan Kualitas Air

NO. JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN
1. Tahap Prakonstruksi 2012
2. Tahap Konstruksi 2013
3. Tahap Operasi 2014

Rona Lingkungan Hidup Awal
Lokasi Rencana Kegiatan
Jl Siliwangi 143 Semarang
Kel. Kalibanteng Kulon
Kec. Semarang Barat
Kegiatan yang ada
di sekitar lokasi
Bandara A.Yani
Kegiatan yang ada di sekitar lokasi
Museum Ronggowarsito
Pembangunan
Fly- Over Kalibanteng
Kegiatan yang ada
di sekitar lokasi
Kondisi Lalu Lintas Bundaran
Kalibanteng dan Jalan Siliwangi
SEBAGIAN BESAR ADALAH ILALANG,
YANG LAINNYA ANTARA LAIN
LAMMTORO, PISANG, DAN GLAGAH


LALAT, NYAMUK , LUWING, JANGKRIK, KUPU-KUPU,
CAPUNG, SEMUT, ULAR, KADAL, BURUNG GEREJA



DATA PRIMER SECARA DETAIL AKAN DIKUMPULKAN
SAAT PENYUSUNAN DOKUMEN ANDAL



Kelompok Umur Jumlah Persentase

0 4 658 8,55

5 9 631 8,19

10 14 596 7,74

15 19 643 8,35

20 24 640 8,31

25 29 615 7,98

30 34 626 8,13

35 39 654 8,49

40 55 1.087 14.12

56 79 1.539 19,98

80 + 10 0,13

Total 7.699 100.00
PENDUDUK KEL. KALIBANTENG
KULON MENURUT UMUR
No Matapencaharian Jumlah Persentase
1 Petani Penggarap 4 0,41
2 Pengusaha 3 0,31
3 Pengrajin 6 0,62
4 Buruh 122 12,61
5 Pedagang 197 20,37
6 PNS 363 37,54
7 ABRI 125 12,92
8 Pensiunan 137 14,16
9 Peternak 10 1,03
Jumlah 967 100.00
PENDUDUK KEL. KALIBANTENG KULON
MENURUT MATAPENCAHARIAN
No Pemeluk Agama Jumlah Persentase
1 Islam 6.869
89,21
2 Katholik 214
2,78
3 Protestan 559
7,26
4 Hindu 22
0,28
5 Budha 35
0,45
Jumlah 7.699 100.00
PENDUDUK KEL. KALIBANTENG
KULON MENURUT AGAMA
Respon sepintas di lapangan, dapat dikatakan bahwa
masyarakat setuju dengan adanya rumah sakit karena akan
terjadi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Respon yang baik tersebut juga disebabkan oleh harapan
masyarakat terhadap adanya kesempatan kerja dan peluang
berusaha, matapencaharian dan pendapatan. Disamping itu,
masyarakat juga berharap agar warga di sekitar rumah sakit
diperhatikan.

Namun masyarakat juga berharap agar dampak-dampak yang
ditimbulkan oleh adanya rumah sakit dapat ditangani dengan
baik seperti : adanya kekhawatiran penyakit menular, limbah
cair, genangan air, dan sebagainya.
PROSES PELINGKUPAN

HASIL PROSES PELINGKUPAN

BATAS WILAYAH STUDI

BATAS WAKTU KAJIAN
Deskripsi
Rencana
Kegiatan
Rona
Lingkungan
Hidup
Dampak
Potensial
Dampak
Penting
Hipotetik
Prioritas
Dampak
Penting
Hipotetik
Identifikasi
Dampak
Potensial
Evaluasi
Dampak
Potensial
Klasifikasi dan
Prioritas
DIAGRAM ALIR DAMPAK TAHAP PRAKONTRUKSI
Sumber Dampak

Survey, Perijinan,
Studi Kelayakan,
dan Perencanaan
Teknis


Sosialisasi
Rencana Kegiatan
dan Konsultasi
Publik

Dampak Langsung

Persepsi
Masyarakat

Dampak Tak Langsung
DIAGRAM ALIR DAMPAK TAHAP KONSTRUKSI
Sumber Dampak

Rekrutmen Tenaga
Kerja Konstruksi


Mobilisasi Perlatan
dan Material serta
Demobilisasi
Peralatan


Dampak Langsung
Kesempatan Kerja,
& Peluang
Berusaha
Dampak Tak Langsung

Persepsi
Masyarakat


Udara Bising,
Lalu-Lintas


Kenyamanan, &
Kesehatan

Matapencaharian &
Pendapatan

Kamtibmas

DIAGRAM ALIR DAMPAK TAHAP KONSTRUKSI
Sumber Dampak

Pematangan Lahan


Pembangunan Fisik
Bangunan

Dampak Langsung
Penurunan Kualitas
Udara, Kebisingan,
Air Larian
Dampak Tak Langsung

Persepsi
Masyarakat

Penurunan Kualitas
Udara, Kebisingan,
Getaran, Genangan
Air, Timbulan
Sampah, Lalu-
Lintas, Ruang dan
Lahan, dan K3

Kenyamanan &
Kesehatan

Kenyamanan,
Kesehatan &
Genangan Air
Hilangnya Flora
Darat dan
Gangguan Fauna
Darat
DIAGRAM ALIR DAMPAK TAHAP OPERASI
Sumber Dampak

Rekrutmen Tenaga
Kerja Operasi dan
Pemeliharan Rumah
Sakit


Operasional Rumah
Sakit

Dampak Langsung
Kesempatan Kerja,
& Peluang
Berusaha
Dampak Tak Langsung

Persepsi
Masyarakat

Penurunan Kualitas
Udara, Kebisingan,
Kualitas dan
Kuantitas Air,
Sanitasi, Timbulan
Sampah, Lalu-
Lintas, Perparkiran,
Kependudukan,
Kamtibmas, dan K3

Biota Air,
Kenyamanan, &
Kesehatan

Matapencaharian &
Pendapatan

No
Komponen Kegiatan
Pra
Konstruksi
Konstruksi Operasional
Komponen Lingkungan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
A FISIK-KIMIA
1. Kualitas udara V V V V V
2. Kebisingan V V V V V
3. Getaran V
4. Kualitas air V
5. Kuantitas air V
6. Genangan / banjir V V V
7. Ruang dan lahan V V
8. Timbulan Sampah V V
9. Lalu-lintas dan Parkir V V V
10. Air larian V
B BIOLOGI
1. Biota darat V
2. Biota air V
C SOSIAL
1. Kependudukan V
2. Kesempatan kerja V V V
3. Peluang berusaha V V V
4. Matapencaharian V V
5. Pendapatan masyarakat V V V
6. Kenyamanan V V V V V
7. Kamtibmas V V
8. Persepsi Masyarakat V V V V V V V V V V V
D KESEHATAN MASYARAKAT
1. Sanitasi lingkungan V
2. Kesehatan masyarakat V V V V V
3. K3 V V
Keterangan : V = ada interaksi antara komponen kegiatan dengan komponen lingkungan hidup
Tahap Prakonstruksi Tahap Konstruksi (K) Tahap Operasi (O)
1. Survey, Perijinan, SK, PT 3. Rekruitmen Tenaga Kerja 9. Rekruitmen Tenaga Kerja
2. Sosialisasi 4. Mobilisasi Alat & Material 10 Operasional RS
5. Pematangan Lahan 11 Pemeliharaan RS
6. Bangunan Fisik
7. Demobilisasi Alat
8. Demobilisasi Tenaga Kerja
Matriks Identifikasi Dampak Potensial Kegiatan Rumah Sakit

No
Komponen Kegiatan
Pra
Konstruksi
Konstruksi Operasional
Komponen Lingkungan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
A FISIK-KIMIA
1. Kualitas udara P P P P P
2. Kebisingan P P P P P
3. Getaran P
4. Kualitas air P
5. Kuantitas air P
6. Genangan / banjir P P P
7. Ruang dan lahan TP TP
8. Timbulan Sampah P P
9. Lalu-lintas dan Parkir P P P
10. Air larian TP
B BIOLOGI
1. Biota darat TP
2. Biota air P
C SOSIAL
1. Kependudukan TP
2. Kesempatan kerja P P P
3. Peluang berusaha P P P
4. Matapencaharian P P
5. Pendapatan masyarakat P P P
6. Kenyamanan P P P P P
7. Kamtibmas P P
8. Persepsi Masyarakat P P P P P P P P P P P
D KESEHATAN MASYARAKAT
1. Sanitasi lingkungan P
2. Kesehatan masyarakat P P P P P
3. K3 P P
Keterangan : V = ada interaksi antara komponen kegiatan dengan komponen lingkungan hidup
Tahap Prakonstruksi Tahap Konstruksi (K) Tahap Operasi (O)
1. Survey, Perijinan, SK, PT 3. Rekruitmen Tenaga Kerja 9. Rekruitmen Tenaga Kerja
2. Sosialisasi 4. Mobilisasi Alat & Material 10 Operasional RS
5. Pematangan Lahan 11 Pemeliharaan RS
6. Bangunan Fisik
7. Demobilisasi Alat
8. Demobilisasi Tenaga Kerja
Matriks Evaluasi Dampak Potensial Kegiatan Rumah Sakit
KOMPONEN
KEGIATAN RUMAH
SAKIT
PRAKONSTRUKSI
KONSTRUKSI
OPERASI

KOMP. FISIK KIMIA
1.UDARA,
2. BISING,
3. GETARAN
4.TATA RUANG & LAHAN
5. AIR LARIAN
6. GENANGAN AIR
7.LALU-LINTAS & PARKIR
8 KUALITAS AIR
9. KUANTITAS AIR
10. TIMBULAN SAMPAH

KOMP. BIOLOGI
11.FLORA-FAUNA DARAT
12.BIOTA AIR

KOMP. SOSIAL
13.KEPENDUDUKAN
14 KES-KERJA & USAHA
MP & PENDAPATAN
15. HILANGNYA
KESEMPATAN KERJA
16.KAMTIBMAS
17. KENYAMANAN
18. PERSEPSI

KOMP. KESMAS
19. K3
20. KESEHATAN
21. SANITASI LINGKUNGAN
RONA LINGKUNGAN
HIDUP AWAL
KOMP. FISIK - KIMIA
KOMP. BIOLOGI
KOMP. SOSIAL
KOMP. KESMAS
IDENTIFIKASI DAMPAK POTENSIAL
HASIL PROSES PELINGKUPAN RUMAH SAKIT
EVALUASI DAMPAK POTENSIAL
DAMPAK POTENSIAL
KLASIFIKASI & PRIORITAS
DAMPAK PENTING HIPOTETIK PRIORITAS DAMPAK
PENTING HIPOTETIK
1. PERSEPSI MASY
2. KES-KERJA & USAHA
MP & PENDAPATAN
3. HiILANGNYA KES.-KERJA
4. LALU-LINTAS & PARKIR
5. GANGGUAN KESEHATAN
6. KUALITAS CAIR
7. GENANGAN AIR
8. TIMBULAN SAMPAH
9.SANITASI LINGKUNGAN
10. BIOTA AIR
11. KUALITAS UDARA
12. KEBISINGAN
13. KENYAMANAN
14. KUATINTAS AIR
15. GETARAN
16. K3
17. KAMTIBMAS

KOMP. FISIK KIMIA
1.UDARA
2. BISING
3. GETARAN
4. GENANGAN AIR
5.LALU-LINTAS & PARKIR
6 KUALITAS AIR
7. KUANTITAS AIR
8. TIMBULAN SAMPAH

KOMP. BIOLOGI
9. BIOTA AIR

KOMP. SOSIAL
10 KES-KERJA & USAHA
MP & PENDAPATAN
11. HILANGNYA
KESEMPATAN KERJA
12.KAMTIBMAS
13. KENYAMANAN
14. PERSEPSI MASY

KOMP. KESMAS
15. K3
16. KESEHATAN
17. SANITASI LINGKUNGAN
MERUPAKAN RESULTANTE DARI BATAS PROYEK, BATAS
EKOLOGIS, BATAS SOSIAL, DAN BATAS ADMINISTRASI

BATAS PROYEK : LAHAN TAPAK PROYEK SELUAS 7.612 M2

BATAS EKOLOGIS : TAPAK PROYEK; RUTE TRANSPORTASI DI
SEKITAR TAPAK PROYEK; BADAN AIR PENERIMA; WILAYAH
DAMPAK SEBARAN UDARA, KEBISINGAN, DAN GETARAN

BATAS SOSIAL : PERMUKIMAN SEKITAR TAPAK PROYEK DALAM
WILAYAH KEL. KALIBANTENG KULON YANG DIPERKIRAKAN
AKAN TERKENA DAMPAK

BATAS ADMINISTRASI : WILAYAH ADMINISTRASI
KEL. KALIBANTENG KULON; KECAMATAN SEMARANG BARAT;
KOTA SEMARANG

BATAS WILAYAH STUDI
PT. BELEFINA SARANA MEDIKA
STUDI AMDAL
PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT
DI JL. SILIWANGI NO.143 SEMARANG
PETA BATAS WILAYAH STUDI
: Lokasi Studi AMDAL
I N S E T
SKALA
NO PETA HALAMAN
SUMBER : BAPPEDA KOTA SEMARANG
KETERANGAN
: Batas Proyek
: Batas Ekologi
: Batas Sosial
: Jalan
: Sungai
MERUPAKAN BATAS WAKTU YANG DIGUNAKAN UNTUK
MEMPERKIRAKAN DAMPAK YANMG BERLANGSUNG PADA TAHAP
PRAKONSTRUKSI, KONSTRUKSI, DAN OPERASI

TAHAP PRAKONSTRUKSI : 6 BULAN (SEBELUM KONSTRUKSI,
AGUSTUS 2012-
JANUARI 2013)

TAHAP KONSTRUKSI : 18 BULAN (PEBRUARI 2013 SD
AGUSTUS 2014)

TAHAP OPERASI : SELAMA KEGIATAN OPERASIONAL RUMAH
SAKIT BERLANGSUNG (DIMULAI AGUSTUS 2014)

BATAS WAKTU KAJIAN
METODE STUDI

METODA
PENGUMPULAN DAN
ANALISIS DATA


METODA
PRAKIRAAN DAMPAK
PENTING



METODA STUDI

METODA
EVALUASI DAMPAK
PENTING
KOMP. FISIK - KIMIA
OBSERVASI, SURVAI,
PENGUKURAN, SAMPLING,
ANALISIS LABORATORIUM

KOMPONEN BIOLOGI
BIOTA DARAT : OBSERVASI,
PENCAAHAN, INV. JENIS, SENSUS TDK
LANGSUNG, DAN WAWANCARA
BIOTA AIR : SAMPLING, ANALISIS
LABORATORIUM, DAN WAWANCARA
METODA PENGUMPULAN DATA
KOMPONEN SOSIAL
OBSERVASI,WAWANCARA
MENGGUNAKAN KUESIONER



KOMPONEN KESMAS
OBSERVASI, WAWANCARA
MENGGUNAKAN
KUESIONER
LOKASI SAMPLING
UDARA DAN KEBISINGAN
TAPAK PROYEK RUMAH SAKIT : 1 TITIK
SEKITAR JL. SILIWANGI : 1 TITIK
PERMUKIMAN SEKITAR TAPAK PROYEK : 1 TITIK

GETARAN
TAPAK PROYEK : 1 TITIK
PERMUKIMAN SEKITAR RUMAH SAKIT : 1 TITIK

AIR
BADAN AIR DAN SUMUR : 1 TITIK DAN 2 TITIK
SUMUR PENDUDUK : 3 TITIK

LOKASI SAMPLING
LALU LINTAS
DI JALAN JALAN SEKITAR TAPAK KEGIATAN : JL. SILIWANGI,
BUNDARAN KALIBANTENG, SIMPANG HANOMAN, SIMPANG
ANJASMORO

FLORA FAUNA DARAT
TAPAK PROYEK : 1 TITIK
SEKITAR TAPAK PROYEK : 2 TITIK

BIOTA AIR
PLANKTON, BENTHOS, NEKTON DI BADAN AIR PENERIMA : 1 TITIK
MIKROBA AIR DI SUMUR PENDUDUK : 2 TITIK

No. Kelurahan
Jumlah Responden
Tokoh
Formal
Tokoh
Informal
Masy.
Biasa
Total
1. Kalibanteng
Kulon
4 6 50 60
Jumlah 4 6 50 60
LOKASI SAMPLING KOMPONEN SOSIAL DAN
KESEHATAN MASYARAKAT
PT. BELEFINA SARANA MEDIKA
STUDI AMDAL
PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT
DI JL. SILIWANGI NO.143 SEMARANG
PETA SAMPLING
KETERANGAN
: Udara Ambien & Kebisingan
: Air Bersih
: Air Limbah
: Air Permukaan
: Flora & Fauna
: Sosekbud Kesmas
I N S E T
SKALA
NO PETA HALAMAN
SUMBER : BAPPEDA KOTA SEMARANG



















KOMPONEN FISIK KIMIA
MEMBANDINGKAN
DENGAN BAKU MUTU
LINGKUNGAN DAN
STANDAR YANG ADA

KOMPONEN BIOLOGI
BIOTA DARAT : INDEKS
KEANEKARAGAMAN DAN KESERAGAMAN
FLORA FAUNA DARAT
BIOTA AIR : SAMPLING, ANALISIS
LABORATORIUM, DAN WAWANCARA
METODA ANALISIS DATA

KOMPONEN SOSIAL
ANALISIS
DESKRIPTIF KUALITATIF




KOMPONEN KESMAS
ANALISIS
DESKRIPTIF KUALITATIF