Anda di halaman 1dari 24

PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 1

BAB I
PEMBAHASAN
A. Pendahuluan
Dalam bab yang lalu, telah dibahas bahwa kristal tersusun oleh atom-atom
yang diam pada posisinya di titik kisi. Sesungguhnya, atom-atom tersebut tidaklah
diam , tetapi bergetar pada posisi kesetim bangannya. Getaran atom-atom pada suhu
ruang adalah sebagai akibat dari energi termal, yaitu energi panas yang dim iliki atom-
atom pada suhu tersebut.
Getaran atom dapat pula disebabkan oleh gelombang yang merambat pada
kristal. Ditinjau dari panjang gelombang yang digunakan dan dibandingkan dengan
jarak antar atom dalam kristal, dapat dibedakan pendekatan gelombang pendek dan
pedekatan gelombang panjang. Disebut pendekatan gelombang pendek apabila
gelombang yang digunakan memiliki panjang gelombang yang lebih kecil dari pada
jarak antar atom. Dalam keadaan ini, gelombang akan melihat kristal sebagai
tersusun oleh atom-atom yang diskrit; sehingga pendekatan ini sering disebut
pendekatan kisi diskrit. Sebaliknya, bila dipakai gelombang yang panjang
gelombangnya lebih besar dari jarak antar atom, kisi akan nampak malar (kontinyu)
sebagai suatu media perambatan gelombang. Oleh karena itu, pendekatan ini sering
disebut sebagai pendekatan kisi malar.

B. Gelombang Elastik
Zat padat tersusun dari atom-atom yang terpisah dan pisahan ini harus di
perhitungkan dalam dinamika kisi ketika panjang gelombang zat padat dapat
diberlakukan dalam medium tak hingga. Dinamika seperti ini dinamakan gelombang
elastik.
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 2

Dalam pendekatan gelombang panjang, tinjau sebuah batang berpenampang A
dengan rapat massa , yang dirambati gelombang mekanik ke arah memanjang batang
x. Pada setiap titik x dalam batang terjadi perubahan panjang u (x) sebagai akibat
adanya tegangan (x) dari gelombang, lihat gambar

Gambar 2.1
Dapat dituliskan regangan pada batang :


karena tegangan yang memenuhi hukum Hooke sebagai berikut :

Dengan E menyatakan Modulus elastik atau Modulus Young. Selanjutnya, menurut
hukum kedua Newton, tegangan yang bekerja pada elemen batang dx menghasilkan
gaya sebesar :
{ }
akan menyebabkan massa elemen batang tersebut mendapatkan percepatan
sebesar


Sehingga

{ }

PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 3

Perhatikan lebih lanjut ruas kanan persamaan (2.4), dapat dijabarkan :


Masukkan kembali hasil (2.5) ke persamaan semula (2.4) memberikan :


yang dapat disederhanakan menjadi:


yaitu persamaan gelombang elastik. Dan bila dibandingkan dengan persamaan
gelombang umum :


akan diperoleh ungkapan bagi kecepatan gelombang elastik :


Jelas bahwa kecepatan gelombang mekanik dalam batang (secara umum pada
zat padat) bergantung pada besaran elastik bahan tersebut, yakni modulus Young.
Karena perambatan gelombang tersebut bergantung pada besaran elastik maka
gelombang yang bersangkutan disebut gelombang elastik.

C. Konsep Fonon
Dalam analisisnya, Debye memandang padatan sebagai kumpulan phonon
karena perambatan suara dalam padatan merupakan gejala gelombang elastis.
Spektrum frekuensi Debye yang dinyatakan pada persamaan (3.1) sering disebut
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 4

spektrum phonon. Phonon adalah kuantum energi elastik analog dengan photon yang
merupakan kuantum energi elektromagnetik.
Adapun persamaannyan adalah :
( )
) 1 . 3 (
1
3
3
/

= =
T
B
k E
hf
E
e
Nhf
E N E

Gelombang elastik pada zat padat ini dapat disebabkan baik oleh gelombang
mekanik (bunyi/ultrasonik) maupun oleh gelombang termal (inframerah). Kedua
gelombang tersebut dapat menyebabkan getaran kisi. Untuk selanjutnya, paket-paket
energi getaran kisi disebut fonon. Fonon dapat dipandang sebagai kuasi partikel
seperti halnya foton pada gelombang cahaya/elektromagnet. Melalui konsep yang
mirip dualisme partikel-gelombang ini, rambatan getaran kisi dalam zat padat dapat
dianggap sebagai aliran fonon.
Tabel 3.1. Beberapa konsep dualisme gelombang-pertikel
GELOMBANG PARTIKEL
Gelombang elektromagnetik
Gelombang elastik/kisi Kristal
Gelombang elektron kolektif
Gelombang magnetisasi
Gelombang electron+deformasi elastik
Gelombang polarisasi
Foton
Fonon
Plasmon
Magnon
Polaron
Eksiton

3.1. Momentum Fonon
Sebuah fonon dari vektor gelombang K akan berinteraksi dengan foton
neutron, dan seolah-olah memiliki K . Bagaimanapun, fonon tidak membawa
momentum fisik.
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 5

Alasan bahwa fonon dalam satu kisi tidak membawa momentum adalah
bahwa koordinat fonon melibatkan koordinat relatif dari atom. Sehingga dalam
molekul H2 koordinat getaran molekul terletak di r
1-
r
2
, yang merupakan koordinat
relatif dan tidak membawa momentum linier, koordinat pusat massa (r
1
+ r
2
)
sesuai dengan mode K = 0 dan dapat membawa momentum linier.
Momentum fisik dari kristal adalah
) 2 . 3 (

|
.
|

\
|
=
s
u
dt
d
M p
ketika kristal membawa Fonon K,
( )
( ) | |
( ) | |
) 3 . 3 (
exp 1
exp 1
exp
iKa
iNKa
dt
du
M
isKa
dt
du
M p
s

|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
=


dimana s berjalan di atas N atom. Digunakanlah deret
( )
( )
) 4 . 3 (
1
1
1
0
x
x
x
s N
s
s

=

Telah ditemukan bahwa nilai,
Na
r
K
t 2
= dimana r adalah integer. Sehingga
( ) , 0 2 exp = = r i iNKa t dan momentum kristal bernilai nol.
( ) ) 5 . 3 ( 0 exp =
|
.
|

\
|
=

s
isKa
dt
du
M p
Semua sama, untuk tujuan praktik fonon bertindak seolah-olah momentum
adalah K , dimana hal ini disebut momentum kristal. Dalam kristal terdapat aturan
seleksi vektor gelombang untuk memperbolehkan transisi antara keadaan kuantum.
Hamburan elastis dari foton sinar x oleh kristal diatur oleh aturan seleksi vektor
gelombang.
) 6 . 3 ( ' G k k + =
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 6

Dimana G adalah vektor dalam kisi timbal balik, k adalah vektor gelombang
dari foton yang diamati, dan k adalah vektor gelombang dari foton tersebar. Dalam
proses refleksi kristal semua akan mengalami momentum G , tetapi ini jarang
dianggap secara eksplisit.
Gelombang vektor total yang merupakan interaksi gelombang bersifat kekal
dalam kisi periodik, dengan penambahan yang mungkin dari vektor kisi resiprokal
G. Momentum keseluruhan selalu dijaga.
Jika hamburan foton bersifat inelastis, dengan membuat fonon dari vektor
gelombang K, maka aturan seleksi vektor gelombang menjadi
G k K k + = + '
Jika foton K yang diserap dalam proses, didapatkan persamaan
) 7 . 3 ( ' G K k k + + =
3.2. Penghamburan Fonon Tak-Elastik
Hubungan dispersi fonon sering dijelaskan dengan hamburan tak elastik
dari neutron dengan emisi atau absorpsi proton. Lebar sudut dari berkas neutron
yang tersebar memberi informasi tentang waktu hidup fonon.
Sebuah neutron berada pada kisi kristal akibat interaksi inti atom.
Hamburan kinematik neutron pada kisi kristal menggambarkan aturan seleksi
vektor gelombang secara umum.
) 8 . 3 ( ' K k G k = +
Dengan persyaratan konservasi energi. K merupakan vektor gelombang dari
foton yang dilepas (+) atau diserap (-) dalam suatu proses, dan G adalah vektor kisi
resiprokal. Untuk fonon, G sama seperti k, berada di zona Brillouin pertama.
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 7

Energi kinetik interaksi neutron adalah
n
M
p
2
2
, dimana
n
M adalah massa
neutron. Momentum p diberikan oleh k , dimana k adalah vektor gelombang dari
neutron. Energi kinetik dari interaksi neutron adalah
n
M
k
2
2 2

. Jika k adalah vektor


gelombang dari hasil interaksi neutron, maka energinya adalah
n
M
k
2
'
2 2

. Persamaan
konservasi energi adalah
) 9 . 3 (
2
'
2
2 2 2 2
e

=
n n
M
k
M
k

dimana e adalah energi fonon yang dilepaskan (+) atau diserap (-) selama proses
berlangsung.

D. Dinamika Kisi Monoatomik
Perhatikan kisi eka-atom (hanya tersusun oleh satu jenis atom) satu dimensi
seperti ditunjukkan oleh gambar 2.5. Pada keadaan seimbang atom-atom secara rata-
rata menduduk ititik kisi. Kemudian, atom-atom akan menyimpang dengan simpangan
sebesar .u
n-1
, u
n
, u
n +1
, ............dst.

Gambar 4.1. Kisi eka-atom satu dimensi dalam keadaan seimbang (atas) dan
dirambati gelombang longitudinal (bawah).
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 8

Menurut hukum kedua Newton, persamaan gerak atom ke-n dapat diungkapkan
sebagai berikut :

(4.1)
m massa atom, C tetapan elastik ikatan antar atom (semacam tetapan pegas), dan t
menyatakan waktu. Terhadap persamaan gerak itu dapat diambil penyelesaian
berbentuk :

(4.2)
A amplitudo dan x
n
adalah posisi atom ke-n terhadap pusat-pusat koordinat sembarang
dan dapat dituliskan :


n bilangan bulat dan a tetapan kisi. Masukkan solusi (4.2) ke dalam persamaan gerak
(4.1), dan memiliki ketergantungan terhadap waktu

[]

) (4.3)
dimana,

(4.4)
maka,

(4.5)
dan dengan menggunakan hubungan Euler :


PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 9

sehingga,

(1-

(1-
Turunkan ,


jadi,


Diperoleh solusi :

(4.6)
Dengan,


Hasil (4.6) menyatakan hubungan antara dan q, jadi jelas bahwa persamaan
tersebut menyatakan hubungan dispersi yang dalam kasus ini berbentuk/bersifat
sinusoida. Dalam pembahasan di atas secara implisit telah digunakan pendekatan
gelombang pendek, karena medium tampak sebagai deretan atom-atom diskrit. Dari
hasil dapat dikatakan bahwa untuk kisi diskrit atau pendekatan gelombang pendek,
hubungan dispersinya sinusoida (tidak linier); lihat gambar 4.2.

PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 10


Gambar 4.2. Hubungan dispersi, vs q, sinusoida dari kisi
diskrit (pendekatan gelombang pendek).


E. Dinamika Kisi Dwiatomik
Kisi dwi atom 1 dimensi merupakan kisi yang tersusun oleh dua atom dengan
massa berbeda yang diperlihatkan dalam satu dimensi. Massa M
1
bisa dianggap berada
pada titik kisi sedangkan massa 2 atau M
2
berada pada titik tengah suatu sel satuan.
Sehingga simpangan akibat adanya getaran yang menyebabkan atom-atom ini
bergerak dapat terukur dalam jangka waktu tertentu. Berikut gambar pergerakan atom
dalam kisi

Gambar 5.1: posisi atom pada sel primitive yang tersusun atas 2 atom, (a)
posisi atom setimbang, (b) perpindahan kontinyu

Gambar di atas menunjukkan apabila kisi dirambati gelombang maka atom-atom akan
menyimpang sejauh

dan seterusnya. Kita dapat menganggap atom-


PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 11

atom yang berdekatan atau tetangga terdekat akan dipengaruhi oleh potensial
tetangganya masing- masing sehingga Energi potensial yang dialami oleh atom-atom
dapat digambarkan secara matematis,yaitu:


Untuk mempermudah perhitungan kita dapat menganggap atom dengan massa lebih
kecil(m) bernomor ganjil sedangkan atom bermassa lebih besar (M) bernomor genap
maka

Gambar 5.2
Dari gambar diatas terlihat bahwa atom-atom baik itu atom bermassa kecil
maupun lebih besar akan memiliki perpindahan sebagai berikut:
Sesuai dengan hokum II Newton



Namun, karena massa dan pergerakan kedua atom ini berbeda sehingga kita
harus menuliskannya secara terpisah.
Persamaan perpindahan untuk atom bermassa lebih besar (M) atau atom
bernomor ganjil.


Persamaan perpindahan untuk atom bermassa lebih kecil (m) atau atom bernomor
genap


PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 12

Dengan adanya persamaan posisi ini maka kita harus mampumenyatakan
persamaan tersebut dalam bentuk persamaan gelombang yang mengandung q sebagai
bilangan gelombang dan sebagai frekuensi sudut gelombang.
Sehingga fungsi gelombangnya yaitu

[ ]

[ ]
Masuukkan ke persamaan posisi



Persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk matriks sebagai berikut:
[

] [

]
Persamaan ini akan bernilai tidaknoljika determinan matriks di atas sama dengan nol.
Jadi,
|

( )=0
4


Sehingga nilai frekuensi menjadi

) [(



PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 13

Dimana persamaan ini menghasilkan dua penyelesaian yaitu:

) [(


Persamaan ini disebut persamaan frekuensi cabang optic karena apabila dihitung,
frekuensi ini berada dibawah frekuensi gelombang inframerah atau optic.

) [(


Persamaan kedua ini disebut persamaan gelombang frekuensi cabang akustik karena
karakteristiknya mirip seperti gelombang bunyi yang mana apabila meningkat
maka q juga meningkat begitu pula sebaliknya.
Berikut pola gerakan atom akibat getaran yang terjadi di lihat dari Amplitudo baik itu
Amplitudo atom bernomor ganjil maupun genap. Yang didapat dari persamaan
berikut

[ ]

[ ]
Gambar 5.3. Dapat dilihat pada gambar bahwa cabang akustik untuk

dan

sefase
sedangkan untuk cabang optic tidak sefase
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 14

.
Gambar 5.4. Daerah frekuensi dan dispersi
Jika kita lihat dari gambar 5.4 bahwa daerah antara

dan

disebut celah frekuensi


yaitu daerah dengan interval

karena pada interval ini tidak ada


gelombang maka kisi dwi atomik tidak merambatkan gelombang tetapi meredamnya.
Hal ini memungkinkan kisi menjadi tapis lolos yakni mampu meredam maupun
merambatkan frekuensi tertentu.

F. Zone Brilouin Pertama
Konsep zona Brillouin dikembangkan oleh Lon Brillouin (1889-1969),
seorang fisikawan Perancis. Dalam matematika dan fisika zat padat, zona Brillouin
adalah sel satuan primitif dalam kisi resiprok. Batas-batas sel ini diberikan oleh bidang
yang berhubungan dengan titik pada kisi resiprokal. Sebuah zona Brillouin
didefinisikan sebagai sel Wigner-Seitz di kisi resiprokal. Garis yang menghubungkan
titik asal kisi ke titik-titik kisi tetangga sekarang merupakan vektor kisi resiprokal G
(Gambar 6.1). Daerah terkecil yang ditutupi oleh sel Weigner-Seitz (kuning) juga
dikenal sebagai zona Brillouin pertama.
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 15


Gambar 6.1. Zona Brillouin pertama

Ada juga zona Brillouin kedua, ketiga, dll, , berhubungan dengan rangkaian
daerah yang memisah (semua dengan volume yang sama) untuk meningkatkan jarak
terdekat dari asal, tetapi ini lebih jarang digunakan. Sehingga, zona Brillouin pertama
sering disebut sebagai zona Brillouin saja (Secara umum, zona Brillouin-n terdiri dari
himpunan titik-titik yang dapat dihubungkan dari asal dengan melintasi n-1 bidang
Bragg yang berbeda). Sebuah konsep yang terkait bahwa dari zona Brillouin dapat
diminimalkan, yang merupakan zona Brillouin pertama dikurangi dengan semua
simetri dalam kelompok titik kisi.

6.1. Zona Brillouin Kisi Satu Dimensi
Zona Brillouin juga dikatakan sebagai representasi tiga dimensi dari nilai k,
k adalah vektor bilangan gelombang yang searah dengan rambatan gelombang.
Nilai kritis bilangan gelombang k tergantung dari sudut antara datangnya
elektron dengan bidang kristal, . Oleh karena itu dalam kristal tiga dimensi
k
kritis
tergantung dari arah gerakan elektron relatif terhadap kisi kristal, dan
kemungkinan adanya susunan bidang kristal yang berbeda. Jika jarak antar ion
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 16

dalam padatan adalah , maka dari persamaan ||


, kita dapatkan
nilai kritis bilangan gelombang untuk kasus satu dimensi adalah


Daerah antara k
1
dan +k
1
disebut zona Brillouin pertama. Gambar 6.2
memperlihatkan situasi satu dimensi yang menggambarkan zona yang pertama.

Gambar 6.2. Gambaran satu dimensi Zona Brillouin pertama.

6.2. Zona Brillouin Kisi Dua Dimensi
Pada kasus dua dimensi kita melihat gambaran nilai-nilai batas k pada
sumbu koordinat x-y pada Gambar 6.3. Karena baik bidang vertikal maupun
horizontal dapat memantulkan elektron, maka kita memiliki hubungan



Gambar 6.3. Gambaran dua dimensi zona Brillouin pertama.

PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 17

6.3. Zona Brillouin Kisi Tiga Dimensi
Pada kasus tiga dimensi, kita melihat satu contoh Zona Brillouin untuk kisi
kristal kubus sederhana. Untuk kasus ini hubungannya (8.16) berubah menjadi


Gambar 6.4. memperlihatkan gambaran tiga dimensi zona Brillouin pertama pada
kisi kristal kubus sederhana.

Gambar 6.4. Zona Brillouin pertama kisi kristal kubus sederhana

Untuk BCC, kisi resiproknya adalah kisi FCC. Bekerja pada garis yang
sama dapat ditemukan bahwa kisi resiprokal dari kisi bcc adalah kisi yang face-
centred dan sesuai zona Brillouin pertama adalah berbentuk belah ketupat
dodecahedron.

PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 18


Gambar 6.5. Zona Brillouin BCC
Untuk FCC, kisi resiproknya adalah kisi BCC. Kisi resiprokal dari kisi fcc
adalah kisi yang body-centred dan sesuai zona Brillouin pertama adalah segi
delapan.


Gambar 6.6. Zona Brillouin FCC
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 19

BAB II
SOAL DAN PENYELESAIAN

1. Apa yang dimaksud dengan pendekatan kisi diskrit?
Penyelesaian
Pendekatan kisi diskrit adalah kata lain dari pendekatan gelombang pendek yakni
apabila gelombang yang digunakan dalam Kristal memiliki panjang gelombang
yang lebih kecil dari pada jarak antar atom. Ketika suatu keadaan saat gelombang
melihat kristal sebagai sesuatu yang tersusun oleh atom-atom yang diskrit; sehingga
pendekatan ini sering disebut pendekatan kisi diskrit.

2. Apa yang anda ketahui tentang gelombang elastik?
Penyelesaian
Gelombang elastik adalah dinamika kisi ketika panjang gelombang zat padat dapat
diberlakukan dalam medium tak hingga karena zat padat tersusun dari atom-atom
yang terpisah dan pisahan ini harus di perhitungkan. Gelombang elastik pada zat
padat ini dapat disebabkan baik oleh gelombang mekanik (bunyi/ultrasonik)
maupun oleh gelombang termal (inframerah). Kedua gelombang tersebut dapat
menyebabkan getaran kisi.

3. Sebutkan perbedaan dari fonon dan foton!
Penyelesaian
Fonon :
(1) rambatan getaran kisi dalam zat padat
(2) Termasuk gelombang elastik
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 20

Foton
Foton adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik.
Biasanya foton dianggap sebagai pembawa radiasi elektromagnetik, seperti
cahaya, gelombang radio, dan Sinar-X.
Foton memiliki baik sifat gelombang maupun partikel ("dualisme
gelombang-partikel").
- Sebagai gelombang, satu foton tunggal tersebar di seluruh ruang dan
menunjukkan fenomena gelombang seperti pembiasan oleh lensa dan
interferensi destruktif ketika gelombang terpantulkan saling
memusnahkan satu sama lain.
- Sebagai partikel, foton hanya dapat berinteraksi dengan materi dengan
memindahkan energi

4. Cari dan gambarkan persamaan (hubungan) dispersi antara dan q untuk kristal
berbasis satu atom (monoatomik) menurut hukum kedua Newton, dimana persamaan
gerak atom ke-n sebagai berikut :


Penyelesaian,
Menurut hukum kedua Newton, persamaan gerak atom ke-n dapat diungkapkan
sebagai berikut :

(4.1)
m massa atom, C tetapan elastik ikatan antar atom (semacam tetapan pegas), dan t
menyatakan waktu. Terhadap persamaan gerak itu dapat diambil penyelesaian
berbentuk :

(4.2)
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 21

A amplitudo dan x
n
adalah posisi atom ke-n terhadap pusat-pusat koordinat sembarang
dan dapat dituliskan :


n bilangan bulat dan a tetapan kisi. Masukkan solusi (4.2) ke dalam persamaan gerak
(4.1), dan memiliki ketergantungan terhadap waktu

[]

) (4.3)
dimana,

(4.4)
maka,

(4.5)
dan dengan menggunakan hubungan Euler :


sehingga,

(1-

(1-
Turunkan ,




PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 22

jadi,


Diperoleh solusi :

(4.6)
Dengan,


Sehingga hubungan dispersi antara dan q pada kristal berbasis satu atom
(monoatomik) dapat digambarkan sebagai berikut:

5. Turunkan persamaan disperse hubungan antara dan q pada kisi dwi atom.
Jawaan:


Dengan
PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 23

[ ]

[ ]
Sehingga


Atau dalam bentuk matriks
[

] [

]
Akan memiliki penyelesaian jika determinan matriks sama dengan 0
|

( )=0
4


Dapat diselesaikan dengan


Dengan

) [(




PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT |DINAMIKA KISI KRISTAL 24

DAFTAR PUSTAKA

Solyo, Jeno. 2007. Fundamental Of The Physics Of Solids. Germany: Springer.
Kittel, C. 1996. Introduction to Solid State Physics Seventh Editio. United States Of
America: John Willey & Sons.
Parno. 1999. Pendahuluan Fisika Zat Padat: Dinamika Kisi. Diakses melalui
http://elearning.unsri.ac.id/ pada tanggal 23 Mei 2013.
Sudaryatno, S dan Ning Utari S. 2012. Mengenal Sifat Material. Bandung: Darpublic.
Huang, Yuan Ming. - . Solid State Physics. Diakses melalui http://www.lcst-
cn.org/Solid%20State%20Physics/Ch24.html pada tanggal 25 Mei 2013.