Anda di halaman 1dari 3

1.

Campak (Morbili)
Etiologi : Morbili virus
Cara penularan : Penularan secara droplet dan kontak langsung
Perubahan patologi : bercak Koplik di mukosa bukalis pada akhir
stad.kataral dan 24 jam sebelum timbul enantem
Gejala spesifik : : Gejala mirip influenza : demam, malaise, batuk,
fotofobia, konjungtivitis..
Terapi diet : Asupan cairan dan kalori cukup. Makanan lunak. Vitamin A.
2. Bronko pneumonia
Etiologi :virus penyebab Bronchopneumonia,
Gejala :Nyeri Gejalanya seperti demam, anoreksia, napas cepat dan batuk.
Cara penularan : Doplet infection (infeksi tetes) melalui percikan mucus atau
saliva, Makanan dan minuman yang terkontaminasi, Peralatan pernapasan yang
terkontaminasi,Penggunaan alat bantu pernapasan secara bersama-sama
Perubahan patologi : Bakteri masuk paru, Konsolidasi, Resolusi
Terapi diet : Bila tdk terlalu sesak : makanan enteral bertahap melalui selang
nasogastrik.
3. Difteri
Etiologi : bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae.
Cara penularan : Kuman difteri disebarkan oleh menghirup cairan dari mulut
atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yang
terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita.
Gejala yang muncul ialah sakit tenggorokan, demam, sulit bernapas dan
menelan, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung,
Perubahan patologi :
terapi diet : Prinsip diet yang diberikan untuk penderita difteri adalah
memberikan diet tinggi kalori tinggi protein (TKTP) dan tinggi anti oksidan
serta cukup vitamin dan mineral
4. pertusis
etiologi : Bordetella pertussis
cara penularan : Penularan melalui droplet / inhalasi kuman
gejala pertusis : hidung ingusan (meler), sedikit demam (102
0
f atau lebih
rendah ), diare
peubahan patologi : Penyakit dapat berlangsung 6 minggu atau lebih, tdd 3 stadium
Stadium kataralis ,Stadium spasmodik , Stadium konvalesensi :
terapi diet : Makanan lunak.
5. tetanus
etiologo : kuman Clostridium tetani
cara penularan : C.tetani biasa memasuki tubuh melalui luka.
Gejala spesifik : kaku otot atau kejang otot mulut serta tinja berdarah, diare,
demam, sakit kepala, sensitif terhadap sentuhan, sakit tenggorokan, berkeringat
dan denyut jantung cepat.
Perubahan patologi :
Terapi diet : Diet TKTP. Bila trismus, makanan cair melalui pipa nasogastrik.
6. Demam dengue
GEJALA : Panas tinggi, Ingusan, batuk, mata merah, Sakit kepala, sakit pada
daerah sekitar mata, tulang belakang, seluruh persendian dan otot, Diare,
Kemerahan di kulit, Depresi.
etiologo : Infeksi oleh Virus Dengue melalui gigitan nyamuk Aedes.
Perubahan patologi :
Cara penularan : Virus yg dibawa nyamuk Aedes aegypti & A.albopictus Tubuh
manusia
Terapi diet : Tinggi Energi dan Tinggi Protein (TETP), Tinggi Cairan dan
Elektrolit
7. Hiv / aids
Etiologi : Human Immunodeficiency Virus,
Cara penularan : Lewat cairan darah:Lewat cairan sperma dan cairan
vagina,Lewat Air Susu Ibu :
Gejala : Gangguan saluran pernafasan Gangguan saluran PencernaanPenurunan
drastis berat badanGangguan Sistem SarafGangguan pada System Integument
(Jaringan kulit)Gangguan pada Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita
Perubahan patologi :
Cara penularan : Hubungan seksual, Kontak langsung dengan darah, Transmisi
secara vertikal dari ibu hamil pengidap kepada bayinya melalui plasenta
Terapi diet : TKTP
8. Tuberculosis
ETIOLOGI Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis.
Penularan melalui udara (droplet).
Batuk berdahak lebih dari 3 minggu, Batuk berdarah, Sesak napas, Nyeri
dada.Gejala lainnya adalah berkeringat pada malam hari, demam tidak tinggi
(meriang), dan penurunan berat badan.
Diet pasien TBC harus mengandung tinggi energi/kalori dan tinggi protein,
sedangkan lemak, karbohidrat dan vitamin serta mineral cukup dengan bentuk
makanan yang mudah cerna (Diet TETP/ TKTP)
Perubahan patologi :
9. Malaria
parasit sporozoa Plasmodium
ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles infektif, dapat melalui bawaan
lahir dari ibu ke anak, melalui jarum suntik, dan transfusi darah.
gejala : Pasien mengalami demam 37,5-40C, serta anemia (konjungtiva pucat).
Penderita sering disertai pembesaran limpa (splenomegali) dan pembesaran
hati (hepatomegali).
Perubahan patologis:
Diet:
10. Demam tifoid
ETIOLOGI Salmonela typhi, Salmonela paratyphi
Kuman masuk tbh manusia melalui makanan & air tercemar.
Demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual-muntah, obstipasi atau
diare, perasaan tidak enak di perut, dpt disertai batuk dan epistaksis.
Diet : Pertama diberi bubur saring, kmd bubur kasar, dan akhirnya nasi sesuai
tingkat penyembuhan.
Perubahan patologi :
11. Disentri basiler
ETIOLOGI Shigella dysentriae
Penularan secara oral melalui air, makanan yg tercemar oleh ekskreta
penderita.
Diet makanan lunak sampai berak-berak kurang dari 5 kali/hari, kemudian
diberikan makanan biasa bila ada kemajuan.
Gejala : Defekasi sedikit-sedikit, dapat terus menerus, sakit perut kolik
terutama sebelah kiri, muntah-muntah, sakit kepala
Perubahan patologi
12. Disentri amuba
ETIOLOGI Entamoeba histolytica.
Protozoa masuk melalui makanan dan minuman yg tercemar.
Gejala sesuai dengan tingkat penyakit.
Diet : Diet disesuaikan dengan beratnya penyakit.
Perubahan patologi :