Anda di halaman 1dari 15

Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 1



1. Pengertian
Dermaga curah adalah dermaga yang khusus digunakan untuk bongkar muat
barang curah yang biasanya menggunakan ban berjalan (conveyor belt). Barang
curah terdiri dari barang lepas dan tidak dibungkus/kemas, yang dapat dituangkan
atau dipompa ke dalam kapal. Bahan ini dapat berupa bahan pokok makanan
(beras, jagung, gandum, dsb) dan batu bara. Karena angkutan barang curah dapat
dilakukan lebih cepat dan biaya lebih murah dari pada dalam bentuk kemasan,
maka beberapa barang yang dulunya dalam bentuk kemasan sekarang diangkut
dalam bentuk lepas. Sebagai contoh adalah pengangkutan semen, gula, beras, dan
sebagainya.

2. Jenis Muatannya
Ditinjau dari jenis muatannya ada beberapa macam yaitu sebagai berikut:
Kapal pengangkut biji tambang yaitu kapal yang mengangkut muatan curah
berupa biji-bijian hasil tambang misalnya biji besi, chrom, mangaan, bauxit
dan sebagainya.
Kapal pengangkut biji tumbuh-tumbuhan yaitu kapal yang mengangkut
muatan curah berupa biji-bijian hasil tumbuhtumbuhan misal jagung, bulgur,
beras, kedele dan lain-lain.
Kapal pengangkut batubara atau sering disebut Collier yaitu kapal yang
mengangkut muatan curah berupa batubara, cokes atau coal.
Kapal pengangkut muatan curah umumnya dibuat single dek dan sistim
bongkar muatnya dilakukan dengan sistim isap untuk grain carrier. Tetapi untuk
ore atau coal dipakai grab (bucket) & conveyer. Khusus ore carrier biasanya
mempunyai double bottom tank top yang tinggi dengan maksud untuk
mempertinggi letak titik berat muatan, sehingga memperbaiki rolling periode
kapal, lagi pula gerak kapal tidak terlalu kaku. Umumnya letak kamar mesin di
belakang dengan maksud untuk mempermudah sistim bongkar muat
Barang curah dapat ditangani secara ekonomis dengan mengguakan belt
conveyor atau bucket elevator atu kombinasi dari keduanya. Barang cair dapat
diangkut dengan pompa. Sedang barang berupa bubuk, material butir halus semen
dan butiran atau material yang ringan dapat diangkut dengan alat penghisap (alat
Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 2

pneumatis). Belt conveyor adalah alat yang serbaguna untuk mengangkut berbagai
macam barang berbentuk bubuk, butiran dan kental. Alat tersebut dapat untuk
mengangkut material dalam jumlah besar untuk jarak jauh, baik secara horisontal
maupun naikatau turung dengan kemiringan 150 sampai 200. alat ini digunakan
untuk memindahkan material dari tempat penimbunan ke dalam kapal, dan
sebaliknya.

Muatan curah dapat dibedakan menjadi dua macam:
Muatan lepas yang berupa hasil tambang seperti batu bara, biji besi, bauxite,
dan hasil pertanian seperti beras, gula, jagung, dan sebagainya.
Muatan cair yang diangkut dalam kapal tangki seperti minyak bumi, minyak
kepala sawit, bahan kimia cair, dan sebagainya.
Terminal muatan curah harus dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan
muatan. Jenis fasilitas penyimpanannya tergantung pada jenis muatannya, yang
dapat berupa lapangan untuk mengangkut muatan, tangki - tangki untuk minyak,
silo atau gudang untuk material yang memerlukan perlindungan terhadap cuaca,
atau lapangan terbuka untuk menimbun batu bara, bijih besi, dan bauxit.
Barang curah dapat ditangani secara ekonomis dengan menggunakan belt
conveyor atau bucket elevator atau kombinasi dari keduanya. Barang cair dapat
diangkut dengan pompa. Untuk barang berupa bubuk, material berbutir halus
seperti semen serta butiran/material yang ringan dapat diangkut dengan alat
penghisap (alat pneumatic). Belt conveyor adalah alat yang paling serbaguna
untuk mengangkut berbagai macam barang berbentuk bubuk, butiran, dan kental.
Alat tersebut dapat mengangkut material dalam jumlah besar untuk jarak jauh,
baik secara horizontal maupun naik turun dengan kemiringan 15o 20o. Alat ini
digunakan untuk memindahkan material dari tempat penimbunan ke dalam kapal
dan sebaliknya. Bucket elevator mengangkut material secara vertikal atau yang
mempunyai kemiringan besar. Kapasitasnya lebih rendah daripada kapasitas belt
conveyor.

Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 3

3. Fasilitas Pelabuhan
Fasilitas umum meliputi :
- Tempat air bersih
- Fasilitas listrik
- Perkantoran
- Tempat supply bahan baker

Fasilitas khusus meliputi
1. Dermaga
Tidak perlu lebar sekali, Direncanakan sesuai dengan jenis barang yang akan
dibongkar dan dimuat.
2. Craine
- Diperlukan untuk mengangkat barang dan mengatur conveyor
- Bongkar muat barang dilakukan dengan alat conveyor atau bucket
3. Gudang
- Harus cukup dekat dengan dermaga
- Harus dekat dengan dermaga sehingga dapat menampung barang-barang yang
akan dibongkar dan dimuat
- Hubungan dengan jalan raya harus mudah

Sketsa denah pelabuhan curah padat


Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 4



Terminal Barang Curah ( Bulk Cargo Terminal )
Muatan barang curah dapat dibedakan atas dua jenis.
Muatan lepas yang berupa hasil tambang seperti batu bara,bihi besi,bauksit,dan
hasil pertanian seperti beras,gula,jagung,dan sebagainya
Muatan cair yang diangkat dalam kapal tangki seperti minyak bumi,minyak
kelapa sawit,bahan kimia cair dan sebagainya.
Terminal muatan curah harus dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan yang
sesuai dengan muatan. Fasilitas penyimpanan ini dapat berupa lapangan untuk
mengangkut muatan, tangki-tangki untuk minyak,silo atau gudang untuk
menyimpan material yang memerlukan perlindungan terhadap cuaca,serta
lapangan terbuka untuk menimbun batu bara,biji besi dan bauksit.
Barang curah dapat ditangani secara ekonomis dengan menggunakan belt
conveyor atau bucket elevator atau kombinasi dari keduanya. Barang cair dapat
diangkut dengan menggunakan pompa.Sedangkan barang bubuk diangkut dengan
mengunakan alat penghisap.
Belt conveyor adalah alat paling serbagunak yang dapat mengangkut
berbagai jenis barang berbentuk bubuk,butiran,dan kental. Alat tersebut dalap
mengangkat material dalam jumlah banyak untuk jarak yang cukup jauh.
Bucket elevator mengangkut material secara vertikal atau yang mempunyai
kemiringan besar. Pengunanan bucket elevator biasanyua untuk mengisi gudang.
Kran yang bergerak di sepanjang dermaga dengan menggunakan rel banyak juga
digunakan untuk bongkar muat barang curah. Pada kran ini digantungkan ember
yang dapat digerakan naik turun, ke depan dan ke belakang.
Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 5

4. Terminal barang tambang ( batu bara,biji besi dan bauksit )
Terminal untuk barang curah hasil tambang dapat dibedakan menjadi dua
macam yaitu terminal untuk pemuatan dan pembongkaran. Operasi pemuatan
curah ke kepal ( eksport ) berbeda dengan pemuatan dari kapal ( import ).
Terminal pemuatan berada di daerah pengahasil barang tambang yang mengirim
muatan ke daerah yang membutuhkan. Terminal muatan curah unutk kapal-kapal
besar dibuat tanpa mengunakan dermaga. Dalam hal ini kapal ditambatkan di
lepas pantai dengan menggunakan pelampung penambat atau jangkar,dan bongkar
muat dilakukan dengan penggunaan pippa atau alat pembawa lainnya seperti belt
conveyor.
Untuk terminal pembongkaran dilengkapi dengan kran yang terletak
sepanjang dermag dengan menggunakan rel. Pada kran tersebut akan digantugkan
ember yang dapat dinaik turunkan di kapal untuk mengeruk muatan. Kemudian
hasil dari ember tersebut akan dituangkan ke lapangan penimbunan,atau langsung
ke alat pengangkut di darat.

4.1. Terminal muatan biji-bijian
Untuk biji-bijian seperti beras,tepung,gula dan sebagainya, bongkar muat barang
dapat dilakukan dengan menggunakan alat khusus yakni berupa suata penghisap
atau dengan elevator. Muatan tersebut kemudian disimpan di dalam silo, yaitu
suatu tabung besar yang tinggi dan terbuat dari beton. Silo ini kemudian
dihubungkan dengan peralatan yang ada di dermaga dengan menggunakan belt
conveyor atau bucket elevator. Dari silo ini muatan akan dipindahkan ke truk atau
gerbong kereta api.

4.2. Terminal minyak
Pada umumnya fasilitas penambatan berupa jetty menjorok ke laut yang
dilengkapi dengan dolphin penahan dan dolphin penambat. Bongkar muat banyak
dilakukan dengan menggunakan tenaga pompa melalui pipa-pipa yang sudah
dipasang pada jetty,dan menghubungkan kapal dengan tangkin penyimpanan.
Tangki ini terbuat dari baja dan dapat di bangun diatas tanah,maupun di bawah
tanah. Untuk kapal tangker raksasa yang mempunyai draft besar sehingga tidak
Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 6

bisa masuk ke pelabuhan yang ada,maka penambatan dilakukan di lepas pantai.
Bongkar muat muatan dilakukan dengan menggunakan pipa bawah laut dan
memindahkan muatan ke dalam kapal yang lebih kecil, kemudian membawanya
ke pelabuhan.

5. Fasilitas Penanganan Barang
Ada beberapa macam alat yang dipergunakan untuk melakukan bongkar muat
barang potongan, antara lain :
1. Derek Kapal
Derek kapal digunakan untuk mengangkat muatan yang tidak terlalu berat dengan
radius kecil antara 6 meter dari lambung kapal. Derek kapal ini terdiri dari lengan,
kerekan dan kabel baja yang digerakan ( dilepas dan ditarik ) dengan bantuan
winch. Pada sebuah kapal biasanya terdapat beberapa buah derek kapal dengan
kapasitas 0.5 ton, 2.5 ton, 5 ton yang tergantung dari besar kecilnya kapal.

2. Kran Darat
Kran darat adalah alat untuk bongkar muat dengan lengan yang cukup panjang
yang ditempatkan di atas dermaga pelabuhan, dipinggir permukaan perairan
pelabuhan. Kran ini mempunyai roda dan dapat berpindah sepanjang rel kereta
api. Daya angkut kran darat bermacam-macam, yaitu : 2.5 ton, 5 ton, 10 ton, atau
lebih.

3. Kran Terapung
Kran terapung adalah pesawat bongkar muat yang mempunyai mesin sendiri
untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat lainnya. Tetapi ada juga kran jenis ini
yang tidak menggunakan mesin. Perpindahannya ditarik oleh kapal tunda. Kran
terapung dapat mengangkat beban mulai dari 50 ton 200 ton. Penggunaan kran
terapung dapat membahayakan stabilitas kapal.

Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 7

4. Alat pengangkut muatan di atas dermaga
Ada beberapa alat mengangkat dan mengangkut muatan barang diatas dermaga.
Beberapa diantaranya adalah fork lift,kran mobil,dan gerobag yang ditarik oleh
traktor.
Fork lift banyak digunakan untuk mengangkat barang dari apron dan
membawanya ke gudang laut,dan bisa menumpuknya sampai ketinggian 6
meter. Penumpukan barang ini membuat kemungkinan untuk penggunaan
ruangan secara lebih efisien.
Kran mobil memiliki kelebihan dapat beroperasi di ruangan yang lebih
sempit. Kran mobil memiliki derek lengan yang dapat diatur secara hidraulis.
Gerobag digunakan apabila jarak antara tempat penyimpanan barang dari
kapal ke gudang cukup jauh.

6. Jenis Jenis Pelabuhan
Dintinjau dari sudut teknis :
1. Pelabuhan alam adalah suatu daerah yang terbentuk secara alami yang
menjurus ke dalam terlindung dari suatu pulau. Contoh Dumai, Cilacap, New
York, Hamburg, dsb
2. Pelabuhan buatan adalah suatu daerah yang dibuat manusia sedemikian
sehingga terlindung terhadap ombak, badai, arus yang memungkinkan kapal
dapat merapat. Contoh Tanjung Priok, Colombo, dsb.
3. Pelabuhan Semi Alam adalah suatu daerah yang memang terbentuk secara
alami dan sebagian lain disbuat oleh manusia. Contoh Palembang

Ditinjau dari sudut bina Penguasaan / Manajemen Pelabuhan :
1. Pelabuhan golongan (a) ditinjau dari jenis pemungutan jasa - jasa meliputi :
Pelabuhan yang diusahakan ialah pelabuhan dalam pembinaan pemerintah
yang sesuai dengan kondisi kemampuan dan pengembangan potensinya,
diusahakan menurut azas hokum perusahaan
Pelabuhan yang tidak diusahakan ialah pelabuhan dalam pembinaan
pemerintah yang sesuai kondisi kemampuan dan pengembangan potensinya
masih sesuai kondisi kamampuan dan pengembangan potensinya masih
Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 8

menonjol sifat overheid zog (perongsokan, eksploitasi, dan pengeluaran
tambahan)
Pelabuhan otonom ialah pelabuhan yang disewakan wewenangnya untuk
mengatur diri sendiri.
2. Pelabuhan golongan (b) ditinjau dari perdagangan, meliputi :
Pelabuhan sungai (local) ialah pelabuhan yang terbuka bagi jenis
perdagangan di lingkungan sungai / daerah setempat
Pelabuhan pantai (interinsuler) ialah pelabuhan yang terbuka bagi jenis
perdagangan dalam negeri
Pelabuhan laut (internasional) ialah pelabuhan yang terbuka untuk jenis
perdagangan dalam dan luar negeri yang menganut (UU Pelayaran Indonesia,
UU No 17 Tahun 2008 dan PP No. 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhan)
3. Pelabuhan golongan (c) ditinjau dari jenis pelayanan kepada kapal dan
muatannya, meliputi :
Pelabuhan utama (mayor port) yaitu merupakan pelabuhan yang melayani
kapal kapal besar dan merupakan pelabuhan pengumpul / embagi muatan.
Pelabuhan cabang (feeder port) yaitu merupakan pelabuhan yang melayani
kapal kapal kecil yang mendukung pelabuhan utama.

Ditinjau dari kegiatan khusus, meliputi :
Pelabuhan umum yaitu merupakan pelabuhan yang diselenggarakan untuk
kepentingan masyarakat yang secara teknis dikelola oleh badan usaha
Pelabuhan industry yaitu merupakan pelabuhan sebagai bongkar muat barang
industry
Pelabuhan minyak / tambang yaitu pelabuhan yang digunakan untuk bongkar
muat minyak / barang tambang
Pelabuhan militer yaitu merupakan pelabuhan yang diselenggarakan untuk
kepentingan militer yang secara teknisdikelola oleh militer

Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 9

7. Pembangunan Pelabuhan PULAI BAAI BENGKULU CURAH
PADAT
Pelabuhan Pulau Baai merupakan satu-satunya pelabuhan laut yang terbuka untuk
umum dan merupakan Pelabuhan Samudera di daerah Provinsi Bengkulu.
Posisinya sangat strategis dan terbuka untuk perdagangan dalam negeri maupun
dalam negeri, sebagai pelabuhan alam yang sangat terlindung dari gangguan
gelombang laut karena kolam pelabuhan dengan laut dibatasi oleh lidah pasir yang
lebarnya antara 800-1000 meter.
Pelabuhan ini memiliki areal tanah daratan seluas 1192,6 Ha dan kolam
pelabuhan dengan perairan dalam seluas 1000 ha dan perairan luar seluas 2183,47
ha.

7.1. Lokasi Pelabuhan
Pelabuhan Pulau Baai terletak di ibu kota Provinsi Bengkulu yang jaraknya
dari Kota Bengkulu kurang lebih 20 km ke arah selatan. Pelabuhan ini berada di
kecamatan Selebar tepatnya pada posisi antara 03
0
4730 LS dan 102
0
1504 BT.

7.2. Sarana dan Prasarana
1. Alur Pelayaran
Alur Pelayaran merupakan jalur yang berfungsi untuk mengarahkan kapal-
kapal yang akan ke luar masuk pelabuhan, alur yang dibangun dengan cara
menembus lidah pasir yang secara alami melindungim kolam pelabuhan. Alur
pelayaran pelabuhan Pulai Baai memiliki panjang 1000 meter dan luas 400 meter
serta kedalaman berdasarkan rancangan 10 M LWS untuk dapat menampung
kapal yang masuk dengan kapasitas sampai 35000 DWT.
2. Kolam Pelabuhan
Kolam Pelabuhan merupakan daerah perairan dimana kapal berlabuh untuk
melakukan bongkar muat, melakukan gerakan untuk memutar (di kolam putar).
Kolam pelabuhan harus terlindungi dari gangguan gelombang dan mempunyai
kedalaman yang cukup. Secara alami kolam pelabuhan terlindungi oleh lidah pasir
sehingga kapal-kapal yang masuk dan berlabuh akan aman dari gangguan
gelombang. Luas kolam pelabuhan Pulau Baai ini sekitar 1000 ha dengan adanya
Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 10

kolam pelabuhan yang luas menjadi salh satu kelebihan yang dimiliki pelabuhan
karena kapal-kapal dapat berlabuh melakukan aktivitas bongkar muat dan
melakukan gerakan memutar dengan aman.
3. Dermaga
Dermaga merupakan bangunan pelabuhan yang digunakan untuk
merapatkan kapal dan menambatkannya pada waktu bongkar muat barang.
Komoditi ekspor utama dari daerah Bengkulu adalah batu bara, sehingga untuk
mendukung aktivitas muat tersebut dermaga ini dilengkapi fasilitas conveyor belt.
Konstruksi bangunan dermaga ini terdiri dari tiang pancang pipa baja dan lantai
dermaga merupakan konstruksi beton bertulang.
4. Gudang dan Lapangan Penumpukan
Gudang dan Lapangan Penumpukan di Pelabuhan Pulai Baai memiliki
fasilitas gudang yang terdapat di belakang dermaga untuk menyimpan barang-
barang yang harus menunggu pengapalan.
5. Peralatan Bongkar Muat Barang
Peralatan Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Pulau Baai seperti kran darat
berupa mobil crane sejumlah 1 unit dengan kapasitas 25 ton, selain itu terdapat
juga kendaraan untuk mengangkat atau memindahkan barang seperti forklift
berjumlah 3 unit dengan kapasitas angkut 2 ton dan 3 ton. Fasilitas yang tersedia
yang mendukung aktifitas pelabuhan yaitu alat menambat. Pelabuhan Pulau Baai
memiliki 1 unit kapal tunda (tug boat) bernama K.T Selat Bunga Laut yang
digunakan untuk menambatkan kapal pada waktu rapat ke dermaga maupun
menunggu di perairan sebelum merapat ke dermaga.
6. Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP)
Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) merupakan sarana bantu navigasi
pelayaran berupa menara suar yang terdapat dibeberapa wilayah yaitu Kd limun (1
unit), Pulau Tikus (1 unit), Pulau Enggano (1 unit), Manna Bengkulu Selatan (1
unit), Bengkulu Selatan (1 unit). Selami mercusuar, terdapat pula lampu penuntun
kapal (2 unit), Lampu merah dan hijau (2 unit), Rambu suar (2 unit), pelampung
penuntun (1 unit), tanda silang (4 unit), dan anak pelampung (4 unit).

Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 11

7. Mooring buoy
Sebuah pelampung adalah jenis objek yang mengapung dalam air dan
digunakan di tengah laut sebagai pencari atau sebagai titik peringatan bagi
kapal. Pelampung umumnya terang (neon) dalam warna. Mooring buoy adalah
jenis pelampung, yang, kapal bisa berlabuh di daerah laut dalam.Sebuah mooring
buoy beratnya lebih dari jenis umum pelampung.
Pelampung mooring dirancang dengan cara yang ada lebih berat terletak
tepat di dasar laut. Berat ini adalah seperti sebuah jangkar memegang pelampung
mengapung di dalam air. Sebuah mooring buoy memiliki loop atau rantai yang
melekat pada puncaknya yang mengapung di atas air. Rantai ini disediakan
sehingga kapal atau perahu dapat secara efektif tertambat kepada mereka. Seluruh
aplikasi pelampung mooring bekerja sedemikian rupa bahwa pelampung
mengambang sementara kapal tertambat untuk dukungan yang sangat kuat tanpa
menggunakan sistem jangkar menghentikan kapal. Di beberapa bagian dunia,
mooring buoy juga digunakan untuk perahu dan kapal tegalan jauh dari daerah di
mana terumbu karang berkembang.

Kapal menggunakan mooring buoy untuk melindungi terumbu karang
melakukannya karena ketika jenis tradisional jangkar yang digunakan, mereka
cenderung untuk menggali dan mencabut karang yang terletak jauh di bawah
permukaan air. Hal ini akan menyebabkan kerugian besar bagi ekosistem
laut. Dengan menggunakan pelampung tambatan, dua tujuan dilayani - kapal
tertambat tepat dan kehilangan ke laut bentuk kehidupan dicegah. Mooring buoy
Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 12

tersebut di daerah terumbu karang terutama berada di Australia, Asia dan juga di
beberapa bagian Amerika Serikat.
Para tanker pengiriman menggunakan mooring buoy harus mengikuti
peraturan yang ditetapkan oleh Perusahaan Minyak International Marine Forum
(OCIMF). Ini adalah sebuah asosiasi resmi dan sukarela perusahaan yang terlibat
terutama dalam ekstraksi minyak dan pengiriman seluruh dunia.


Tanker minyak menggunakan mooring buoy karena mereka stabil dan
mudah ketika datang untuk bongkar muat kargo yang terkandung dalam
kapal. Alih-alih sebuah kapal tanker pergi ke sebuahrig minyak untuk memuat
kontainer minyak, lebih baik jika prosedur ini dilakukan di laut tinggi sehingga
keterlambatan tidak disebabkan dalam transportasi kargo ke daerah yang
dibutuhkan.
Sebuah buoy mooring sedang lebih disukai dengan jenis tradisional jangkar
di masa sekarang ini.Pada hari-hari yang akan datang, karena peningkatan
kesadaran terhadap perlindungan lingkungan, sistem pelampung mooring akan
menjadi alat yang paling relevan dalam industri pelayaran.
8. Break Water
Breakwater merupakan bangunan penahan gelombang yang sangat efektif
untuk digunakan sebagai pelindung pantai terhadap erosi dengan menghancurkan
energi gelombang sebelum mencapai pantai. Sebuah bangunan penahan
gelombang harus didesign sesuai dengan kondisi lingkungan daerah yang akan
Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 13

dibangun. Bangunan penahan gelombang juga digunakan untuk melindungi
daerah-daerah pariwisata. Submerge breakwater adalah bangunan pelindung
pantai dimana seluruh strukturnya tercelup air atau berada di bawah permukaan
air. Selain menghindarkan pantai dari erosi akibat hempasan gelombang laut,
penggunaan submerge breakwater tidak menghalangi pemandangan sehingga
tidak mengurangi keindahan laut sehingga tetap bisa menjaga aspek-aspek
keindahan pantai. Secara teknis penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
redaman gelombang yang terjadi pada submerged breakwater kantong pasir,
dimana seluruh strukturnya tenggelam. Simulasi model dilakukan dengan
software FLOW 3D untuk mendapatkan nilai tinggi gelombang transmisi (Ht) dan
nilai tinggi gelombang datang (Hi) dengan variasi lebar puncak serta freeboard
breakwater, kemudian membandingkan nilai-nilai gelombang tersebut untuk
mendapatkan nilai koefisien transmisi (Kt) terkecil. Adapun untuk mengetahui
pengaruh wave steepness dilakukan perubahan pada tinggi gelombang dan
periodenya. Dari hasil perbandingan tersebut, lebar puncak dan freeboard terkecil
yang memberikan redaman terbesar.
9. Breasting Dolphin
Breasting dolphin (berthing dolphin) diletakkan berhadapan langsung atau
menempel dengan badan kapal pada saat kapal bersandar. Mooring dolphin
diletakkan dibelakang berthing line atau garis sandar kapal, dengan jarak 34,5-
49,5 m supaya mooring line tidak terlalu kendor.
Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 14


10. Conveyor Belt
Belt conveyor digunakan untuk menghantarkan material angkut. Material
angkut dikirimkan bersama dengan material lain yang tercampur selama proses
pengiriman. Material angkut memiliki karakteristik yang berbeda, sebagian
diantaranya berbentuk halus dan sebagian lainnya berbentuk kasar, dan lain-
lainnya. Bentuk luar dari metrial tersebut memiliki pengaruh yang besar dalam
mendesain conveyor. Oleh sebab itu, awalnya sangat dibutuhkan pemahaman dan
pengertian tentang sifat-sifat asli dari material angkut yang akan dikirim.
Pengetahuan ini dapat membantu dalam mendesain conveyor yang tepat,
ekonomis dan optimal dengan minimal masalah dalam pengoperasian.

Konstruksi Bangunan Sipil Pelabuhan Curah Padat/Kering

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung 15

PENYUSUN
Iha Saadah, Rachma Yanti Dewi & Ardy Lafiza:
1 Pengertian
2 Jenis Muatannya
3 Fasilitas Pelabuhan
4 Terminal Batang Tambang

Rendy Adithya F. & Tegar Pribadi E. C. :
5 Fasilitas Penanganan Barang
6 Jenis-Jenis Pelabuhan

M. Haris Alkik :
7 Pembangunan Pelabuhan Pulai Bengkulu
Curah Padat
Editor