Anda di halaman 1dari 21

Artritis Reumatoid

ABDUL GAFUR ZULKARNAIN


10542 0059 09

Pembimbing
dr. Zakaria Mustari Sp.PD
REFERAT
DEFINIS
Artritis Reumatoid adalah penyakit inflamasi sistemik
yang kronis dan terutama menyerang persendian
perifer serta otot-otot, tendon, ligamen, dan
pembuluh darah yang ada disekitarnya. Penyakit ini
adalah salah satu penyakit rematik inflamatorik yang
tersering dan ditandai oleh terjadinya proliferasi
inflamatorik kronik lapisan dalam sinovium sendi
yang menyebabkan kerusakan tulang rawan dan
erosi tulang progresif
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi AR adalah sekitar 1 persen populasi (berkisar
antara 0,3-21 persen) di Amerika Serikat
Perempuan terkena sekitar tiga kali lebih sering daripada
laki-laki.
AR ditemukan diseluruh dunia dan mengenai semua ras.
Awitan umumnya terjadi selama dekade keempat dan kelima
dalam hidup, dengan 80 persen pasien menderita penyakit
antara usia 35 dan 50 tahun.
ETIOLOGI
faktor penyebab artritis reumatoid yang sebenarnya hingga kini belum
diketahui dengan pasti
Aktivasi imun yang abnormal (terjadi pada individu yang secara genetik
memiliki kerentanan) sehingga timbul inflamasi
agen infeksi seperti Mycoplasma, Virus Eipstein-Barr, sitomegalovirus,
parvovirus, dan virus rubella.
Pembentukan antibodi imunoglobulin (Ig) M terhadap IgG tubuh sendiri
(yang dinamakan faktor reumatoid)
PATOFISIOLOGI
Sinovitis kongesti dan edema pada membran sinovial serta
kapsula sendi.


Infiltrasi oleh limfosit makrofag dan neutrofil membuat respon inflamasi
lokal terus berlanjut. Sel-sel ini, disamping sel-sel sinovial mirip fibroblas
menghasilkan enzim yang membantu menguraikan tulang dan kartilago.
Gejala Klinis
poliartritis yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada
rawan sendi dan tulang disekitarnya. Kerusakan ini
terutama mengenai sendi perifer pada tangan dan kaki yang
umumnya bersifat simetris.
Dikatakan menderita AR jika memenuhi sekurang-
kurangnya kriteria 1 sampai 4 yang diderita sekurang-
kurangnya 6 minggu sesuai Kriteria American Rheumatism
Association untuk Artritis Reumatoid Revisi Tahun 1987

DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan berdasarkan
Anamnesis dan pemeriksaan klinis

Gambaran konstitusi yang mengisyaratkan sifat meradang
dari penyakit ini, misalnya kaku sendi pada pagi hari,
menyongkong diagnosis.
Pembuktian adanya nodus subkutis juga membantu
diagnosis.
faktor rematoid, cairan sinovium yang meradang disertai
peningkatan jumlah leukosit polimorfonukleus.
temuan radiografik berupa demineralisasi tulang erosi sendi
yang terkena menyongkong diagnosis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Evaluasi radiografik berupa foto rontgen pembengkakan jaringan lunak
(stadium awal), perubahan kartilago serta penyempitan rongga sendi dan
akhirnya destruksi kartilago serta tulang, dan erosi, subluksasio, serta
deformitas
Pembengkakan jaringan lunak
erosi
erosi
Osteoporosis periartikular
Titer faktor reumatoid positif pada 75% hingga 80%
pasien (titer 1:160 atau lebih tinggi)

Analisis cairan sinovial memastikan adanya artritis
meradang

Laju endap darah dan kadar C-reaktif protein yang
memperlihatkan kenaikan pada 85% hingga 90%
pasien

Hitung darah lengkap
Penatalaksanaan

Konsep pengobatan pada pasien pada pasien AR
ditujukan untuk.
3

Menghilangkan gejala inflamasi aktif baik lokal
maupun sistemik
Mencegah destruksi jaringan
Mencegah terjadinya deformitas dan memelihara
fungsi persendian agar tetap dalam keadaan baik.
Mengembelikan kelainan fungsi organ dan persendian
yang terlibat agar sedapat mungkin menjadi normal
kembali.

Penatalaksanaan medis AR terdiri dari tiga pendekataan umum

obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengobati AR. Obat
tersebut antara lain adalah etodolak, fenoprofen, ibuprofen,
indometasin, ketoprofen, nabumeton, meklofenamat, diklofenak,
piroksikam, oksaprosin, , dan flurbiprofen

Obat lain yaitu antimalaria, D-penisilamin, dan sulfasalazin. Obat
ini memiliki efek analgesik atau antiinflamasi non spesifik

Prednison dosis rendah (kurang dari 7,5 mg/dL) di anjurkan
sebagai terapi tambahan untuk mengontrol gejala, tetapi berbagai
percobaan tidak dapat membuktikan efikasi obat ini

Obat imunosupresif azatioprin dan siklofosfamid terbukti efektif
dalam pengobatan AR dan memiliki efek serupa dengan yang
diperlihatkan oleh DMARD
Metotreksat, suatu antagonis asam folat, yang diberikan dengan
dosis rendah intermiten (7,5 sampai 15 mg sekali seminggu),
mungkin juga berguna dalam terapi AR

Pembedahan
Prognosis
Prognosis penyakit tersebut bervariasi,
sebagian besar penderita membaik dengan
terapi standar dalam tahun pertama.
Sebagian kecil menjadi cacat total walupun
diberikan semua terapi
Diagnosis Banding
Osteoartritis
Sebagai bentuk artritis yang umum ditemukan. Osteoartritis (sering
disebut pula dengan istilah penyakit degeneratif sendi) merupakan
keadaan kronis yang menyebabkan degenerasi kartilago tulang dan
pembentukan tulang baru sebagai reaksi atas degenerasi tersebut
didaerah tepi serta daerah subkondrium sendi. Biasanya osteoartritis
menyerang sendi-sendi yang menyangga berat tubuh atau weight
bearing joint (sendi lutut, sendi kaki, sendi paha, vertebra lumbalis).
Gout
Gout, juga disebut artritis gout, merupakan penyakit metabolik yang ditandai
oleh pengendapan senyawa urat di dalam sendi sehingga timbul
peradangan sendi yang nyeri. Penyakit ini terutama ditemukan pada kaki,
khususnya ibu jari kaki, pergelangan kaki dan kaki bagian tengah tetapi
dapat mengenai setiap sendi. Penyakit ini berkembang menjadi kronis,
disertai pembentukan tofus dan terjadi nefropati. Pirai di bagi atas bentuk
primer 90% dan yang sekunder 10%.

SYUKRON