Anda di halaman 1dari 15

JEMBATAN RANGKA BAJA

7.2. Langkah-Langkah Perancangan Struktur Jembatan Rangka Baja


Langkah perancangan bagian-bagian jembatan rangka baja adalah sbb:
a. Penetapan data teknis jembatan
b. Perancangan pelat lantai kendaraan jembatan, dilakukan dengan
menggunakan metode M. Pigeaud
c. Perancangan trotoar dan kerb jembatan
d. Perancangan gelagar memanjang
e. Perancangan gelagar melintang
f. Perancangan rangka utama :
1) Pembebanan rangka
2) nalisis struktur rangka
!) Perancangan dimensi batang pen"usun struktur rangka
g. Perancangan ikatan angin
h. Perancangan peletakan
7.. !"nt"h Perancangan Jembatan Rangka Baja
a. #ata Tekn$% Jembatan
#embatan dirancang menggunakan rangka baja sbg struktur $atas) utama dng data:
Panjang bentang !%,%% m
Lebar total &,%% m "ang terdiri dari ',%% m perkerasan, dan 2 ( 1,%% m trotoar
Macam konstruksi "ang dipakai adalah jembatan rangka baja ustralia tipe
Warren Truss, seperti pada )ambar '.1
Lantai jembatan beton bertulang dengan tebal 2% cm
Lapis aus aspal beton dengan tebal * cm
+istem pembebanan digunakan PP##, 1&-' dengan tipe beban jembatan kelas
$1%% % .M)
Ge&agar me&$ntang berjum&ah 7 buah' ma%$ng-ma%$ng berjarak ( m
Ge&agar memanjang berjum&ah ( buah' ma%$ng-ma%$ng berjarak 2 m
/////////////////// bentang jembatan )m /////////////////
Gambar 7.*. Struktur Rangka +tama Jembatan
1
/////////////////// bentang jembatan )m /////////////////
,,,,,,,,,,,,,, &ebar jembatan - mt ,,,,,,,,,,,,
Gambar 7.2. Skema Pen.ebaran Ga.a
Gambar 7.. Pe&at Lanta$ Ken/araan
a. Ge&agar Memanjang
2
Gambar 7.0. 1/ea&$%a%$ Struktur Ge&agar Memanjang
b.Ge&agar Me&$ntang
Gambar 7.(. 1/ea&$%a%$ Struktur Ge&agar Me&$ntang
!
7.*. Langkah-Langkah Perancangan Struktur Jembatan Rangka Baja
Langkah perancangan bagian-bagian jembatan rangka baja adalah sebagai
berikut:
a. Penetapan data teknis jembatan
b. Perancangan pelat lantai kendaraan jembatan, dilakukan dengan
menggunakan metode M. Pigeaud
c. Perancangan trotoar dan kerb jembatan
d. Perancangan gelagar memanjang
e. Perancangan gelagar melintang
f. Perancangan rangka utama :
1) Pembebanan rangka
2) nalisis struktur rangka
!) Perancangan dimensi batang pen"usun struktur rangka
g. Perancangan ikatan angin
h. Perancangan peletakan
7.2. !"nt"h Perancangan Jembatan Rangka Baja
b. 0ata 1eknis #embatan
#embatan dirancang menggunakan struktur rangka baja sebagai struktur
atas utama dengan data teknis sebagai berikut :
Panjang bentang !%,%% m
Lebar total &,%% m "ang terdiri dari ',%% m perkerasan, dan 2 ( 1,%% m
trotoar
Macam konstruksi "ang dipakai adalah jembatan rangka baja ustralia tipe
Warren Truss, seperti pada )ambar 2.1
Lantai jembatan beton bertulang dengan tebal 2% cm
Lapis aus aspal beton dengan tebal * cm
+istem pembebanan digunakan PP##, 1&-' dengan tipe beban jembatan kelas
$1%% % .M)
)elagar melintang berjumlah ' buah, masing-masng berjarak * m
)elagar memanjang berjumlah * buah, masing-masing berjarak 2 m
2.K&a%$2$ka%$ Jembatan Rangka Baja.
#embatan baja dapat diklasifikasikan menurut :
3
bentuk tampang $cross section)
bentuk batang utama penahan beban
bentuk struktur batang utama penahan beban
tipe sambungan.
Klasifikasi menurut bentuk tampang
a. 0456 .,70)4 8 #embatan lantai atas
Deck bridge adalah jembatan "ang han"a berupa lantai penahan beban
"ang le9at diatasn"a, "ang didukung oleh balok-balok dasar atas, tidak
ada batang pengikat $batang-ikat)8pertambatan angin, batang-atas,dll.
b. 1:,;<): .,70)4
Through bridge "aitu jika jembatan tersebut lantain"a dihubungkan
dengan bagian ba9ah batang penahan beban, kemudian batang-ikat ada
di atas lalu lintas.
c. +4M7 1:,;<): .,70)4 atau P;=> 1,<++ .,70)4
Semi through bridge "aitu jika tidak ada batang pengikat pada
bagian-atas, sedangkan utama pen"angga beban setingkat dengan
lantai jembatan.
Klasifikasi menurut bentuk batang utama penahan beban
a. 7-beam bridge : jembatan balok - 7.
"aitu balok bentuk -7 sebagai batang utama penahan beban.
b. Plate-Girder bridge : #embatan gelegar plat.
c. Truss bridge : #embatan rangka.
d. Suspension bridge : #embatan gantung.
Klasifikasi menurut kenampaan struktur batang utama penahan beban.
a. 1,<++ .,70)4
b. )7,04, .,70)4
c. .4M .,70)4
Klasifikasi menurut jenis sambungan
a. Paku keling
b. Las
c. .aut
d. +ambungan sendi
7.*.2. S1STEM LANTA1 JEMBATAN BAJA
*
+istem lantai jembatan-baja terdiri dari lapis atas dan batang pendukung,
"ang memindahkan beban ke struktur utama.
+istem ini dapat diklasifikasikan sesuai dengan jenis lalu lintas "ang
didukung, $misal : lantai untuk jalan ra"a atau jalan rel) dan sesuai dengan
bahan8 material utama "ang digunakan $misal : baja, ka"u, beton, atau bata).
atau sesuai dengan struktur "ang bekerja, "aitu :
lantai tunggal,
lantai ganda,
beton kompasit atau lantai plat baja antrotropik.
Pemilihan sistem lantai jembatan untuk jembatan khusus, ditentukan
berdasarkan pertimbangan-pertimbangan :
kualitas permukaan jalan-ra"an"a,
sistem drainase,
berat lantai,
9aktu "ang dibutuhkan untuk pelaksanaan,
bia"a total, termasuk pemeliharaan.
Jembatan Jalan Raya
6ualitas "ang memenuhi untuk sistem lantai #embatan #alan ,a"a
mungkin dapat diperoleh dengan beton kon?ensionil atau beton aspaltik, atau
lantai baja grid terbuka, "ang memberikan keuntungan-keuntungan : tahan
lama, tahan gelincir, dan permukaan halus.
Jembatan Jalan Rel
lalu lintas harus stabil dan mudah pera9atann"a, kadang-kadang harus
dapat mengurangi getaran-getaran dan kebisingan se9aktu ada lalu lintas.
kondisi akhir umumn"a selalu dibutuhkan @ballasA di ba9ah balok track.
Lantai #embatan harus baik untuk drainasi agar air dapat pindah
secepat-cepatn"a $misal : dengan lantai baja grid terbuka tanpa perlu sistem
drainasi "ang khusus).
9aktu pengerjaan lantai jembatan harus secepat-cepatn"a.
beban "ang dihemat dalam sistem lantai jembatan : mengurangi beban
mati total dan jumlahn"a lebih ringan.
Lantai jembatan "ang kon?ensional : didukung oleh balok-balok "g
bersambungan B disebut : balok hubung "ang umumn"a ditempatkan dalam
arah bentangan. .alok hubung didukung oleh balok trans?ersal "ang disebut
balok-lantai, dan "ang kemudian dihubungkan dengan batang utama penahan
beban.
.alok-lantai hampir selalu dihubungkan atau disambung secara kaku
dengan batang ?ertikal dari struktur rangka atau ke balok-hubung utama,
2
sehingga memberikan kekakuan lateral pada jembatan secara men"eluruh.
Meskipun balok-lantai tidak didukung secara sederhana $bukan simple-
beam), untuk memudahkan dalam analisa - selalu direncanakan sebagai
tumpuan sederhana.
.eban hidup di atas balok-lantai, dihitung dari reaksi-reaksi balok-
lantai "ang dihasilkan oleh balok-balok hubung. #arak arah melintang
kendaraan untuk #embatan ,el itu sudah tetap, sedangkan untuk #embatan
#alan ,a"a : mungkin ber?ariasi. Peranan plat-lantai, balok-hubung dan
balok-lantai dalam mendukung beban terhadap rangka-utama atau gelagar -
selalu diabaikan dalam perencanaan.
7.*.. S1STEM PENG+AT JEMBATAN
#embatan sesungguhn"a adalah struktur ruang, "ang tidak han"a mendukung
beban ?ertikal ga"a tarik bumi ke pier, pendukung dan abutmen, tetapi juga harus menahan
ga"a lateral dan longitudinal, seperti "ang diakibatkan oleh angin, dan lain-lain. <ntuk
mendapatkan kekakuan arah lateral dan longitudinal dari jembatan dibutuhkan batang
pengikat horisontal dan trans?ersal. nalisa perencanaan jembatan, karena itu,
disederhanakan dengan anggapan sebagai bentuk planar $bidang) dan komponen linier,
seperti rangka-utama, balok-lantai, balok-hubung dan batang pengikat rangka.
7.*.0. BATANG #AN BENT+K RANGKA
<mumn"a bentuk #embatan rangka baja adalah rangka C,,4=.
.atang penghubung menahan momen lentur, batang diagonal menahan ga"a geser,
batang ?ertikal menahan beban panel - dan dapat direncanakan secara lebih ekonomis.
#embatan rangka "ang ekonomis mempun"ai perbsndingan antara tinggi terhadap
panjang adalah 1:2-1:- ber?ariasi menurut tipe rangka, pembebanan, panjang-bentang
dsb.
+udut batang diagonal optimum : 3*
#ika bentangan-rangka bertambah panjang, harga akan bertambah besar. #adi, baik
rangka tipe C,,4= maupun P,11 akan lebih baik dan ekonomis $untuk bentangan
panel "ang panjang) jika sudut batang diagonal8 inklinasi 3*

7.*.(. PEMBAL1KAN #AN PENG+LANGAN TEGANGAN
.eberapa masalah akan timbul apabila batang-batang dari rangka mengalami
pembalikan tegangan.
pertama : batang-batang dan sambungann"a harus direncanakan sehingga dapat
menahan kedua-duan"a.
kedua : baha"a terhadap patah-lelah juga harus dipertimbangkan.
1egangan "ang turun-naik, meskipun patah-lelah dari batang atau sambungann"a.
Pada tegangan-tegangan rendah jika dibanding-kan dengan terhadap beban statis "ang
menimbulkan tegangan "ang lebih besar. kegagalan seperti ini mula-mula disebabkan
karena konsentrasi tegangan "ang dikenali dengan detail struktur.
+eluruh detail struktur harus direncanakan agar menghindari sejauh mungkin
terjadin"a konsentrasi tegangan "ang terjadi pada sudut-sudut "ang tajam dan secara
mendadak berubah dalam luas tampangn"a.
'
da dua macam pendekatan "ang umum untuk mengurangi pengaruh patah lelah:
mengurangi tegangan kerja "ang di ijinkan.
meningkatkan 8 memperbesar ga"a-ga"a "ang dihitung, tergan tung pada : naik 8
turunn"a tegangan $range-rangen"a), jumlah pengulangan, mutu-baja dan sambungan.

7.*.3. PERLETAKAN +J+NG #AN SEN#1
Perletakan ujung dan sambungan persendian untuk jembatan dapat diklasifikasi
kan menjadi 3 macam :
a) perletakan jepit
b) perletakan sendi
c) sliding atau perpanjangan perletakan $geser)
d) sendi-rol.
7.*.7. JEMBATAN BAJA T1PE TR+SS A+STRAL1A
1russ ustralia untuk jembatan baja "ang akan direncanakan jalan kendaraan ini
asaln"a adalah hasil rancangan Mc, Millan, .ritton B 6ell, Pt". Ltd, ustralia. +emua
komponen rangka terdiri atas profil-profil "ang sama. 0i antara berbagai komponen itu
terdapat kemampuan untuk dipertukarkan "ang luas, bahkan mencakup pemasangan terbaik
atau pemasangann"a terputar. Lendutan jembatan akan dicapai dengan jarak penempatan
lubang pada pelat-pelat buhul. Lendutan itu terdapat pada lengkungan "ang membulat
dengan radius "ang sama untuk semua bentangan. )elagar lintang dirancang sebagai
komposit sehingga menghasilkan pengurangan bobot "ang besar untuk mempertahankan
batas bobotn"a. +ebagai penghubung dipakai baut-baut berkekuatan tinggi.
a. 6elas jembatan rangka baja ustralia <ntuk jenis jembatan rangka baja ustralia ada
beberapa kelas jembatan, "aitu :
1) kelas dua jalur, lebar jalan kendaraan ',% m dengan tempat untuk pejalan kaki 1
m pada setiap sisi,
2) kelas . dua jalur, lebar jalan kendaraan 2,% m dengan tempat untuk pejalan kaki
tetapi mempun"ai pinggiran jalan %,* meter pada setiap sisi,
!) kelas 5 jalur tunggal, lebar jalan kendaraan 3,* m tanpa tempat untuk berjalan kaki
tetapi mempun"ai pinggiran jalan %,* meter pada setiap sisi.
b. .entangan-bentangan jembatan rangka baja ustralia
<ntuk panjang bentang jembatan rangka baja tipe ustralia ini ada beberapa
seri panjang bentangan, "aitu :
<ntuk kelas dan . telah dirancang dalam seri "ang dinamakan seri + dan L. $ +D
short, pendek, LD long, panjang).
<ntuk kelas 5 han"a dirancang pada seri + $ pendek ) saja.
.entangan-bentangan "ang disediakan adalah : !% m, !* m, 3% m, 3* m, *% m.
dan 2% m. Perbedaan utama antara seri + dan L adalah ukuran dari bentang-bentang
datar dan diagonal, plat-plat simpul, gelagar silang, plat pen"ambung dan unit titik
simpul perletakan "ang mempun"ai lubang baut "ang berbeda. Perbedaan-
perbedaan ini dengan mudah dikenali oleh lebarn"a batang-batang datar, diagonal dan
unit titik simpul, bearing seri + adalah !* cm lebar, dan seri L adalah 3% cm lebar.
c. Perletakan jembatan elastomerik
Perletakan jembatan elastomerik ini bersifat seperti sendi dan rol, "ang
digunakan sebagai pengganti jembatan rangka baja pada umumn"a "an berupa sendi-
rol. +elain itu juga digunakan blok-blok penahan seismik lateral dan seismik ujung.
-
Penempatan-n"a diletakkan pada tiap titik sudut sistem rangka baja.Pada bagian alas
akan terpasang portal-portal ujung sehingga membuat suatu rangka gelang "ang
dirancang sebagai rangka kaku.
Pada portal ujung dirancang untuk men"erap pembebanan hidup lateral pada
pelat sambungan puncak dari portal seban"ak 2,*E sebagaimana diharuskan menurut
kode ustralia, dengan demikian akan dapat dipastikan bah9a batang-batang pada
kedua sisi tersebut han"a akan mempun"ai ga"a aksial pada pembebanan "ang
bagaimana-pun.
d. )elagar lintang jembatan
)elagar lintang jembatan tipe ustralia dirancang sebagai bagian "ang
komposit dengan lantai jalan. 0engan cara ini akan menghasilkan penghematan besar
dalam ukuran dari gelagar lintang, "aitu hampir 2*E menurut bobot baja. Pada rangka
ustralia ini, hal "ang penting adalah akan terjadin"a ga"a kerja komposit antara
lantai beton dengan gelagar lintangn"a. 6alau tidak demi-kian maka kira-kira 2%E dari
kapasitas struktural jembatan terse-but akan hilang. Pada tipe jembatan ini tidak akan
terjadi retak-retak pada lantai jembatan melalui gelagar lintangn"a.
e. Perancangan +lab beton
+lab beton sebagai lantai kendaraan direncanakan secara komposit dengan
gelagar rangka bajan"a. 0engan cara kerja komposit "ang demikian itu, maka
kebutuhan akan gelagar stringer akan dapat dihilangkan. :al ini akan berbeda
seandain"a slab beton tidak direncanakan bekerja secara komposit, seperti pada tipe
jembatan rangka baja lama. 0engan adan"a penghematan dalam segi bobot baja,
disamping mengurangi akan kebutuhan baja "ang harus disediakan, juga akan
mengurangi bobot "ang jauh lebih rendah untuk perencanaan konstruksi ba9ahn"a
$fondasi). +ehingga secara keseluruhan pemakaian sistem komposit pada jembatan
rangka baja ustralia ini sangat menguntungkan dan ekonomis.
7.. Langkah-Langkah Perancangan Struktur Jembatan Rangka Baja
Langkah perancangan bagian-bagian jembatan rangka baja adalah sebagai berikut:
a. Penetapan data teknis jembatan
b. Perancangan pelat lantai kendaraan jembatan, dilakukan dengan menggunakan metode M.
Pigeaud
c. Perancangan trotoar dan kerb jembatan
d. Perancangan gelagar memanjang
e. Perancangan gelagar melintang
f. Perancangan rangka utama :
1) Pembebanan rangka
2) nalisis struktur rangka
!) Perancangan dimensi batang pen"usun struktur rangka
g. Perancangan ikatan angin
h. Perancangan peletakan
7.0. !"nt"h Perancangan Jembatan Rangka Baja
c. 0ata 1eknis #embatan
#embatan dirancang menggunakan struktur rangka baja sebagai struktur atas utama
dengan data teknis sebagai berikut :
Panjang bentang !%,%% m
Lebar total &,%% m "ang terdiri dari ',%% m perkerasan, dan 2 ( 1,%% m trotoar
Macam konstruksi "ang dipakai adalah jembatan rangka baja ustralia tipe Warren Truss,
&
seperti pada )ambar 2.1
Lantai jembatan eton bertulang dengan tebal 2% cm
Lapis aus aspal beton dengan tebal * cm
+istem pembebanan digunakan PP##, 1&-' dengan tipe beban jembatan kelas $1%% % .M)
)elagar melintang berjumlah ' buah, masing-masng berjarak * m
)elagar memanjang berjumlah * buah, masing-masing berjarak 2 m
Gambar 7.3. Struktur Rangka +tama Jembatan
Gambar 7.7. Pe&at Lanta$ Ken/araan
Gambar 7.4. Skema Pen.ebaran Ga.a
2. Perancangan Pelat Lantai 6endaraan #embatan
Pembebanan pelat dan cara perancangan dengan Metode M. Pigeaud bisa dilihat pada .ab
7F.
!. Perancangan )elagar
)elagar direncanakan sebagai sistem komposit dengan pelat lantai.
1%
a. )elagar Memanjang
Gambar 7.-. 1/ea&$%a%$ Struktur Ge&agar Memanjang
1). Pembebanan untuk gelagar memanjang bagian tengah
<ntuk perhitungan ditinjau 1 gelagar permeter searah panjang jembatan.
.4.= M17
.eban mati pada balok baja sebelum terjadi aksi komposit $G
0+
) :
- Pelat beton bertulang : %,2 ( 2 ( 1 ( 2,* D 1 t8m
- 1aksiran berat sendiri gelagar : %,1 t8m
- 1aksiran berat shear connector : %,%2 t8m
- Lain-lain : %,%1 t8m
G
0+
D 1,1! t8m
.eban mati pada balok setelah terjadi aksi komposit $G
05
) :
- Lapis aus : %,%* ( 2 ( 1 ( 2,2 D %,22 t8m
- )enangan air hujan : %,%* ( 2 ( 1 ( 1 D %,1% t8m
G
05
D%,!2 t8m
.4.= :70<P
- <ntuk L D !% m , beban terbagi rata G D 2,2 t8m
- .eban garis P D 12 ton
- 6oefisien kejut 6 D 1 H 2% 8 $*% H !%) D 1,2*
#adi beban hidup "ang diterima gelagar :
G
LL
D 2,2 8 2,'* ( 1 ( 2 D 1,2 t8m
P
LL
D 12 8 2,'* ( 1 ( 2 ( 1,2* D 1%,&1 ton
+elanjutn"a dilakukan analisis struktur gelagar terhadap beban-beban "ang bekerja. :asil
dari analisis struktur digunakan untuk perancangan dimensi gelagar. 5ara perancangan
bisa dilihat pada .ab F.
2). Pembebanan untuk gelagar memanjang bagian tepi
0itinjau 1 gelagar permeter searah panjang gelagar melintang.
.4.= M17
.eban mati pada balok baja sebelum terjadi aksi komposit $G
0+
) :
- Pelat beton bertulang : %,2 ( $%,* H 1) ( 1 ( 2,* D %,'* t8m
- 1aksiran berat sendiri gelagar : %,1 t8m
- 1aksiran berat shear connector : %,%2 t8m
- Lain-lain: %,%1 t8m
G
0+
D %,-- t8m
.eban mati pada balok setelah terjadi aksi komposit $G
05
) :
11
- Lapis aus: %,%* ( 1,* ( 1 ( 2,2D %,12* t8m
- )enangan air hujan : %,%* ( 1,* ( 1 ( 1 D %,%'* t8m
- +andaran : %,%! t8m
- .eton siklop trotoar : %,1* ( %,- ( 1 ( 2,2 D %,223 t8m
- Pelat beton penutup trotoar : %,1 ( %,& ( 1 ( 2,2 D %,1&- t8m
G
05
D %,'!2 t8m
.4.= :70<P
a). .eban 0
G
LL
D $2,282,'* ( 1 ( %,2*) H $*%E ( 2,282,'* ( 1 ( %,'*) D %,* ton8m
P
LL
D $1282,'*(1(%,2*(1,2*)H$*%E(1282,'*(1(%,'*(1,2*) D !,3%& ton
b). .eban hidup pada trotoar
Menurut PPP##, 1&-', dalam memperhitungkan kekuatan gelagar, pengaruh beban
hidup pada trotoar diperhitungkan sebesar 2%E.
G D 2%E ( *%% ( 1,% D !%%kg8m D %,! t8m
b. )elagar Melintang
Pembebanan )elagar Melintang
1). .eban Merata
.4.= M17
.eban mati pada balok baja sebelum terjadi aksi komposit $G
0+
):
- Pelat beton bertulang : %,2 ( 2 ( 1 ( 2,* D 1 t8m
- sumsi berat sendiri gelagar : %,%2 t8m
- sumsi berat shear connector : %,%1 t8m
- Lain-lain : %,%1 t8m
G
0+
D 1,2! t8m
Gambar 7.*). 1/ea&$%a%$ Struktur Ge&agar Me&$ntang
.eban mati pada balok setelah terjadi aksi komposit $G
05
) :
- Lapis aus : %,%* ( 2 ( 1 ( 2,2 D %,22 t8m
- )enangan air hujan : %,%* ( 2 ( 1 ( 1 D %,1 t8m
G
05
D %,!2 t8m
.4.= :70<P
G
LL
D 2,2 8 2,'* ( 1 ( 2 D 1,2 t8m
2). .eban 1erpusat
.eban terpusat diambil dari reaksi peletakan hasil analisis struktur gelagar
memanjang $P1 dan P2).
3. Perancangan ,angka
a. Pembebanan ,angka
12
1). .eban mati, dihitung untuk pias * m pada arah memanjang :
- .erat pelat lantai : & ( %,2 ( 2,* ( * D 22,* ton
- Lapis aus : ' ( %,%* ( 2,2 ( * D !,-* ton
- .erat trotoar : 2 I$%,- ( %,1*) H $%,1 ( %,&)J ( * ( 2,2 D 3,22 ton
- +andaran : 2 ( %,%! ( * D %,! ton
- )enangan air hujan : ' ( %,%* ( 1 ( * D 1,'* ton
- 1aksiran berat sendiri rangka : 12,%% ton
- .erat gelagar : $*(%,1(*) H $&(%,2) D 3,! ton
- Shear connector : $*(%,%2(*) H $%,%2(&) D%,2- ton
- 7katan angin : 1 ton
- Lain-lain : %,2* ton
1otal : **,2* ton
.eban mati tiap join pada masing-masing rangka : 2',22* ton.
2). .eban hidup $.eban 0)
- .eban garis untuk lebar lantai kendaraan ' m adalah sebagai berikut :
<ntuk lebar *,* m, P D 12 ton
<ntuk lebar di luar *,* m $2 ( %,'* m), P D %,* ( 12 ton
1otal beban garis "ang bekerja untuk tiap pias :
$*,* ( 12 8 2,'*) H $2 ( %,'* ( %,* ( 12 8 2,'*) D 2',2' ton
.eban untuk tiap join pada masing-masing rangka : 2',2' 8 2 D 1!,2!2 ton
6oefisien kejut, 6 D 1 H 2% 8 $*% H !%) D 1,2*
:asil kali beban dengan koefisien kejut, P D 1!,2!2 ( 1,2* D 1',%3* ton
- .eban terbagi rata D 2,2 t8m
G D 2,2 8 2,'* D %,- t8m
!). .eban angin
.eban angin diperhitungkan sebesar 1*% kg8m
2
, bekerja horisontal terbagi rata, dan
dihitung untuk dua kondisi :
a). 6eadaan tanpa beban hidup
Luas bidang ?ertikal "ang terkena angin :
I!%E ( $!%H2*)82 ( 2,*J HI1*E ( $!%H2*)82 ( 2,*J D -%,3!'* m
2
)a"a angin horisontal : 1*% ( -%,3!'* D 12%2*,22* kg D 12,%2*2 ton,
dengan titik tangkap !,2* m di atas dasar rangka.
b). 6eadaan dengan beban hidup
Luas bidang rangka "ang diperhitungkan :
*%E ( -%,3!'* D 3%,21-' m
2
)a"a angin,
1
D 1*% ( 3%,21-' D 2%!2,- kg
K% Luas bidang muatan hidup : 2 ( !% D 2%m
2
)a"a angin,
2
D 2% ( 1*% D &%%% kg,
dengan titik tangkap : 1 H %,2 H %,!*% D 1,** m di atas dasar rangka.
)a"a angin total $pada kondisi dengan beban hidup) :
2%!2,- H &%%% D 1*%!2,- kg D 1*,%!2- ton L 12,%2*2 ton
.eban angin "ang menentukan adalah kondisi dengan beban hidup.
)a"a ?ertikal pada rangka baja akibat beban angin :
kibat
1
D 2%!2,-(!2*8$&%%H12,*H12,*) D211&,2 kg D 2,11&2 ton
kibat
2
D &%%%(12*,-8$&%%H12,*H12,*) D 121!,2 kg D 1,21!2 ton
)a"a ?ertikal tiap titik buhul pada masing-masing rangka :
ton %,!11%*
2 ( 2
21!2 , 1 11&2 , 2
=
+
3). )a"a akibat suhu
<ntuk baja, perbedaan suhu dipakai 1*
o
5.
1!
1m D 4 ( ( t D 2,1.1%
2
( 12.1%
-2
( 1* D !'- kg8cm
2
0engan : 4 D modulus elastisitas
D koefisien muai panjang
t D perbedaan suhu
*). )a"a rangkak susut
)a"a rangkak susut dianggap senilai dengan ga"a "ang timbul akibat turunn"a suhu
sebesar 1*
o
5.
+, D 4 ( ( t D 2,1.1%
2
( 12.1%
-2
( 1* D !'- kg8cm
2
2). )a"a rem
Pada tiap titik buhul masing-masing rangka :
,m D *E $PM0M H L.GM0M) D *E $12,2!2 H !% ( 2,*) D 3,3!1- ton
0engan titik tangkap D 1,- H %,2 H %,!*% D 2,!* m
,m1 D 3,3!1- ( 2,!* 8 2,* D 1,2%2! ton
,m2 D 3,3!1- ( 3,1* 8 2,* D 2,-2&* ton
'). .eban gempa bumi
)a"a horisontal eki?alen akibat gempa :
)h D 6h ( M
6h D 6r ( f ( p ( b
0engan : 6h D koefisien gempa
M D muatan mati
6r D koefisien respon gabungan $dari Petunjuk Perencanaan 1ahan )empa
untuk #embatan #alan ,a"a 1&-2)
f D faktor konstruksi
p D faktor kepentingan
b D faktor bahan
pada kasus ini :
f D 1 $bangunan atas terpisah dengan bangunan ba9ah)
p D %,- $untuk jalan 9ila"ah)
b D 1 $untuk jembatan baja)
6h D %,1* ( 1 ( %,- ( 1 D %,12
untuk lantai jembatan : $pada tiap titik buhul masing-masing rangka)
)h1 D 6h ( M1 D %,1* ( $2 ( %,* ( **,2*) D 23,-22* ton
dengan titik tangkap %,!*% H %,282 D%,3* m dari dasar rangka.
untuk rangka jembatan :
)h2 D 6h ( M2 D %,1* ( 2 ( - D ',2 ton
dengan titik tangkap !,2* m dari dasar rangka.
,1 D $23,-22* ( %,3* 8 2,*) H $',2 ( !,2* 8 2,*)
D *,!21! ton
,2 D $23,-22* ( 2,%* 8 2,*) H $',2 ( !,2* 8 2,*)
D 22,'31! ton
-). )a"a akibat gesekan tumpuan bergerak, diperhitungkan akibat beban mati. .esarn"a
ditentukan berdasarkan koefisien gesek tumpuan.
)g D M ( k D 1%3,3!'* ( %,%1 D 1,%333 ton
$M D reaksi tumpuan akibat beban mati)
+elanjutn"a dilakukan analisis struktur dengan kombinasi pembebanan seperti dis"aratkan,
dengan pola-pola pembebanan seperti pada )ambar '.2
13
a. .eban Mati
b. )a"a ngin
c. )a"a )empa
d. .eban ,em
e. )a"a kibat )esekan 1umpuan .ergerak
Gambar 7.3. P"&a-P"&a Pembebanan
1*