Anda di halaman 1dari 12

KOMPETENSI MAHASISWA 1

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA


Bab I
Pendahuluan


1.1 Latar belakang
Perkembangan dunia memasuki era globalisasi memberikan dampak bagi
perkembangan teknologi yang semakin canggih dan efisien. Globalisasi tidak hanya
berdampak bagi perkembangan teknologi melainkan ikut memberikan dampak bagi
tenaga kerja Indonesia yang harus bersaing tidak hanya tenaga kerja dalam negeri
melainkan dari berbagai negara. Pertumbuhan ekonomi yang meningkatkan lapangan
kerja bagi calon tenaga kerja. Go (2013) mengatakan bahwa setiap kenaikan satu
persen pertumbuhan ekonomi akan membuka lapangan kerja sekitar 400.000 orang
dan pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan memanfaatkan calon tenaga kerja
yang produktif dan memiliki kerterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan kerja.
Hal tersebut sejalan dengan yang dikemukakan oleh Yuliana (n.d) bahwa sumber
daya manusia yang memiliki berbagai kemampuan dapat mengembangkan dirinya
menjadi pribadi yang tangguh sehingga dapat menghadapi tantangan yang kompleks
dalam dunia kerja. Go (2013) menambahkan bahwa tenaga kerja yang memiliki
keterampilan, pengetahuan, kesehatan, serta etos kerja akan meningkatkan
produktivitas dirinya sehingga dapat digunakan dalam menghadapi permasalahan di
dunia kerja.
Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan bahwa terjadi penurunan angkatan
kerja di Indonesia sebesar 2 juta orang jika dibandingkan pada pada bulan Agustus
sejumlah 117,4 juta orang dengan bulan Februari 2011 sebesar 119,4 juta orang
(Badan Pusat Statistik, 2011). Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan tingkat
penggangguran di Indonesia mencapai 6.56 persen atau sekitar 850 ribu orang.
Angkatan tenaga kerja Indonesia pada bulan Februari 2013 mencapai 121.2 juta
tenaga kerja, dimana terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu tingkat SD (sekolah
dasar) kebawah sebanyak 54,6 juta orang (46,90 %) dan SMP (Sekolah Menengah
Pertama) sebanyak 20,3 juta (17,80 %); Menengah atas yaitu SMA/SMK mencapai
27,1 juta orang (24,52 %); berpendidikan tinggi yaitu diploma 3,2 juta orang (2,82 %)
dan universitas mencapai 8,0 juta orang (6,96 %).
Tingginya keluhan pengguna tenaga kerja kepada tenaga kerja Indonesia
mengenai kinerja yang rendah menghadapi tantangan yang kompleks, kemampuan
KOMPETENSI MAHASISWA 2
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
dalam beradaptasi dalam sistem kerja, dan kemampuan komunikasi lisan maupun
tulisan formal (Khayati, 2009). Hal ini sejalan dengan Sudji (n. d) mengatakan bahwa
tenaga kerja Indonesia tidak dapat bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain
dikarenakan faktor daya saing tenaga kerja Indonesia yang rendah. Sudji (n. d)
mengatakan bahwa tenaga kerja dituntut untuk mengikuti perkembangan dunia
dengan mengintergrasikan pengetahuan dan mengaplikasikan pengetahuan untuk
menghadapi permasalahan di dunia kerja. Sebuah survey yang dilakukan oleh NACE
(National Association of Collage and Employers) pada tahun 2011 menunjukkan
terdapat lima keahlian kerja soft skills yaitu kemampuan bekerja dalam tim,
komunikasi verbal, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan memperoleh dan
mengolah informasi, kemampuan untuk membuat rencana dan membuat prioritas
(Koncz, 2011).
Perubahan tidak hanya diresponi oleh calon tenaga kerja itu sendiri, melainkan
perguruan tinggi dan pemerintah dengan tujuan membentuk calon- calon tenaga kerja
yang berkualitas yang tidak hanya ahli dalam merancang melainkan dapat
merealisasikan apa yang dirancang (Khayati, 2009). Pemerintah dengan
mengeluarkan kebijakan untuk pengembangan kebijakan untuk pengembangan
kemampuan soft skills di perguruan tinggi merupakan suatu respon yang membuat
perubahan arah pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki banyak
kemampuan dan dapat mengembangkan potensi dalam dirinya secara maksimal
(Utama, Suprapati, Wartini, & Widyatmika, 2009). Pengembangan kompetensi
diharapkan lulusan perguruan tinggi dapat menintergrasikan pengetahuan dan
keterampilan terapan secara menyeluruh sehingga dapat menyelesaikan permasalah
yang kompleks di dunia kerja (Evers et al, 1998). Kompetensi adalah kombinasi dari
pengetahuan, kemampuan, dan karakteristik yang dibutuhkan dalam pekerjaan
(DIKTI, 2012).
Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) telah memulai mengembangkan
kompetensi secara khusus dalam hal soft skills sejak tahun 2009. Program soft skills di
UKRIDA bernama Being Transformed Ukridian (BTU). Program BTU diharapkan
dapat membawa perkembangan yang secara terus menerus untuk membentuk
kepribadian mahasiswa yang unggul (Panduan Manual Softskills, 2013). Mekanisme
program tersebut mewajibkan mahasiswa untuk mengumpulkan 100 poin dengan
mengikuti tema program di setiap tahunnya. . Tema kompetensi UKRIDA yang
mengadopsi tema Evers et al adalah pada tahun pertama mahasiswa diberikan tema
KOMPETENSI MAHASISWA 3
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
managing self, tahun kedua communicating, tahun ketiga managing people and task,
dan tahun keempat mobilizing innovation and change. Penerapan program soft skills
di UKRIDA direalisasikan dengan seminar, workshop, kompetisi, pelatihan public
speaking, kegiatan kepemimpinan, dan kegiatan pelayanan masyarakat.
Teori yang digunakan penelitian ini adalah teori kompetensi The Bases of
Competence dari Evers, Rush, dan Berdrow (1998). The Bases of Competence terdiri
dari managing self (mengelola diri), communicating (komunikasi), managing people
and task (mengelola orang dan tugas), dan mobilizing innovation and change
(mobilasi inovasi dan perubahan) (Evers et al., 1998). Empat kompetensi dalam The
Bases of Competence saling berintergrasi antara kegunaan pengelolaan klasikal
dengan kontemporer sehingga membentuk tenaga kerja yang dapat beradaptasi
dengan sistem kerja, inovasi dalam menyelesaikan masalah yang kompleks, dapat
bekerja sama dalam kelompok, dan mampu menerapkan tidak hanya sebatas
menciptakan desain kerja (Evers et al., 1998). Penelitian Evers et al (1998)
menggunakan pendekatan the bases of competence yang berlandaskan pada penelitian
Making the match (MTM) oleh Corporate higher education forum di Kanada.
Penelitian Evers et al (1998) mengukur kompetensi sekitar 816 mahasiswa dari lima
perguruan tinggi di Ontario, 794 lulusan perguruan tinggi yang bekerja di dua puluh
perusahaan dan dari lima tingkatan perkembangan yaitu early university, student early
in the program, pregraduate, job entrant, job change, dan stabilized pada tahun
pertama hingga tahun ketiga.
Pengukuran kompetensi mahasiswa sebelumnya oleh Evers, dilakukan
kembali dalam penelitian Garey dan Selly (2012) yang mengukur kompetensi
mahasiswa 2011 di tahun pertama perkuliahan di Universitas Kristen Krida Wacana.
Hasil penelitian dari Garey dan Selly (2012) menunjukkan bahwa kompetensi
mobilisasi, inovasi dan perubahan, serta kompetensi orang dan tugas lebih tinggi
dibandingkan mengelola diri dan komunikasi. Hasil penelitian Garey dan Selly (2012)
konsisten dengan penelitian dari Evers et. al., (1998). Penelitian ini melanjutkan
penelitian evans dan Selly (2012) yang mengukur kompetensi mahasiswa di UKRIDA
di tahun ketiga. Bagaimana pola kompetensi pada mahasiswa di UKRIDA di tahun
ketiga? Maka dari itu peneliti ingin mengukur kompetensi mahasiswa apakah
konsisten dengan kompetensi di tahun pertama.


KOMPETENSI MAHASISWA 4
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
1.2 Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kompetensi mahasiswa UKRIDA
angkatan 2011 pada tahun ketiga.

1.3 Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1. Pola pengembangan program kompetensi soft skills UKRIDA ditinjau dari
peningkatan kompetensi dari tahun pertama hingga tahun ketiga sehingga
membentuk lulusan yang semakin berkualitas sesuai dengan peningkatan kualitas
pengembangan program soft skills.
2. Dapat memberikan sumbangan bagi psikologi perkembangan dan psikologi
pendidikan dalam hal pengembangan program kompetensi soft skills.






















KOMPETENSI MAHASISWA 5
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
Bab II
Tinjauan Pustaka


2.1 The Bases of Competence
2.1.1 Definisi
Evers et al (1998) mengemukakan sebuah teori yang menjelaskan bahwa
pentingnya kompetesi yang dimiliki seorang mahasiswa yang akan bekerja di dunia
pekerjaan. Kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh calon tenaga kerja yaitu
komunikasi, kerja sama tim, kemampuan pemecahan masalah, dan pengambilan
keputusan. Teori kompetensi The Bases of Competence memiliki empat kompetensi
yaitu: (1). Managing self atau mengelola diri, (2). Communicating atau komunikasi,
(3). Managing People and Task atau mengelola orang dan tugas, dan (4). Mobilizing
Innovation and Change atau memobilisasi inovasi dan perubahan. Evers, Rush, &
Berdrow (1998) mengatakan bahwa keempat kompetensi merupakan suatu integrsi
antara fungsi manajerial klasikal dengan kontemporer yang terdapat pada tenaga kerja
yang bekerja di perusahaan dan organisasi yang tinggi.

2.1.2 Dimensi The Bases of Competence
The Bases of Competence (Evers et al, 1998) terdiri dari empat kompetensi,
yaitu: (1). Managing self atau mengelola diri, (2). Communicating atau komunikasi,
(3). Managing People and Task atau mengelola orang dan tugas, dan (4). Mobilizing
Innovation and Change atau memobilisasi inovasi dan perubahan.
Managing self atau mengelola diri, adalah kompetensi yang mengembangkan
tingkah laku sehari-hari dengan tujuan memaksimalkan kemampuan seseorang untuk
beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Kemampuan yang diukur antara lain:
(1). Belajar adalah suatu kemampuan untuk memperoleh informasi dan
mengembangkan potensi diri, (2). Pengelolaan diri dan waktu adalah kemampuan
untuk mengatur bagaimana memprioritaskan tugas yang harus dikerjakan terlebih
dahulu dan menyelesaikan tugas tersebut sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,
(3). Kekuatan pribadi adalah berbagai tingkah laku yang dilakukan individu untuk
menyelesaikan permasalahan yang timbul di pekerjaan sehari-hari, (4). Pemecahan
masalah yaitu kemampuan untuk mencari solusi dalam menentukan suatu
permasalahan yang timbul secara individu maupun secara kelompok.
KOMPETENSI MAHASISWA 6
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
Communicating atau komunikasi, adalah kompetensi untuk berinteraksi dua
arah antara individu dengan individu lain atau individu dengan kelompok secara
efektif untuk mengumpulkan, mengintegrasikan, dan merangkai informasi dalam
bentuk verbal maupun tulisan. Kemampuan yang diukur antara lain: (1). Interpersonal
yaitu kemampuan untuk bekerja baik dengan orang lain seperti atasan, teman, maupun
bawahan dan dapat memahami kebutuhan yang ada dan dapat mengembangkan rasa
simpati dengan orang lain, (2). Mendengarkan yakni kemampuan untuk
memperhatikan dan merespon ketika orang lain berbicara dan terhadap komentar
orang lain dalam percakapan, (3). Komunikasi oral yaitu kemampuan untuk
memberikan informasi secara verbal seperti presentasi, (4). Komunikasi tertulis yaitu
kemampuan menulis secara formal maupun non formal secara efektif dan mampu
berkomunikasi dalam bisnis.
Managing People and Task atau mengelola orang dan tugas, adalah
kompetensi bagaimana mahasiswa untuk menyelesaikan tugas suatu masalah dengan
merencanakan, mengelola, mengkoordinasi, dan mengendalikan baik orang maupun
sumber daya yang tersedia. Kemampuan yang diukur antara lain: (1). Koordinasi
adalah kemampuan untuk mengatur pekerjaan teman sebaya dan bawahan dan
mendorong hubungan positif dalam kelompok, (2). Pengambilan keputusan adalah
kemampuan untuk membuat keputusan dengan dasar pemikiran yang berjangka
panjang dan berjangka pendek, (3). Kepemimpinan adalah kemampuan untuk
memberikan arahan dan bimbingan untuk orang lain. Kompetensi ini diharapkan
dapat memberikan motivasi kerja kepada teman kerja yang lain., (4). Mengelola
konflik yakni kemampuan untuk mengenali sumber konflik antara lain diri sendiri,
dan orang lain.
Mobilizing Innovation and Change atau memobilisasi inovasi dan perubahan
adalah kompetensi mahasiswa untuk mengkonseptualisasi serta bagaimana cara
mereka untuk mengelola perubahan. Kemampuan yang diukur diantaranya: (1).
Kemampuan untuk mengkonseptualisasi yakni kemampuan mengkombinasikan
informasi yang relevan dari sejumlah sumber, serta mengintergrasikan informasi yang
lebih luas, dan dapat menerapkan informasi yang diperoleh, (2).
Kreativitas/inovasi/perubahan yakni kemampuan untuk beradaptasi dengan
perubahan, (3). Pengambilan resiko yaitu kemampuan untuk mengambil resiko dalam
pekerjaan dengan mengenali suatu cara alternatif untuk mencapai tujuan, (4).
Visioning yaitu kemampuan untuk mengkonseptualisasi masa depan.
KOMPETENSI MAHASISWA 7
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA



2.2 Kompetensi mahasiswa
Mahasiswa adalah sebutan akademis untuk siswa yang telah menempuh
pendidikan tertentu (Parapat, 2010). Bobbi de Porter mendefinisikan mahasiswa yaitu
terdiri dari maha yang berarti tinggi dan siswa yang berarti subyek pembelajaran,
beliau juga mengatakan bahwa dari segi bahasa mahasiswa dapat diartikan sebagai
pelajar yang tinggi atau seseorang yang menempuh ilmu di perguruan
tinggi/universitas (dalam Parapat, 2010).
Kompetensi adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan suatu
pekerjaan yang berdasarkan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja (Dikti, 2011).
Peneliti menyimpulkan bahwa kompetensi mahasiswa adalah kemampuan
berupa pengetahuan, keterampila, dan sikap kerja yang dimiliki siswa yang
menempuh pendidikan tertentu.

2.2.1 Dimensi kompetensi mahasiswa
Kompetensi mahasiswa (Sutardi & Budiasih, 2010) terdiri dari knowledge atau
pengetahuan, skill atau kemampuan, dan attitude atau sikap.
Knowledge atau pengetahuan adalah dasar yang harus dimiliki oleh
mahasiswa. Pengetahuan dasar yang harus dimiliki yaitu (1) mengetahui landasan
atau sumber materi pelajaran (2) setelah mengetahui sumber materi yang digunakan
mahasiswa juga dituntut untuk memahami sistem perkuliahan. Transisi dari sistem
sekolah dengan sistem kuliah menuntut mahasiswa harus mempelajari karena terdapat
perbedaan yang signifikan dari segi sistem pengajaran yang tenaga pengajar/dosen
tidak akan menuntut anak-anak untuk mengerjakan tugas dan mahasiswa dituntut
untuk lebih aktif, dan sistem waktu pemberian materi yang berbeda dengan sekolah
yang mahasiswa hanya datang kuliah dengan jadwal kuliah. (3) Mengetahui cara
bagaimana belajar yang efektif dan efisien. Mahasiswa diharapkan memahami
bagaimana cara belajar dengan cara auditori, visual,atau kinestetik untuk
memudahkan mahasiswa dalam belajar. (4) Mengetahui untuk apa belajar di
perguruan tinggi. Perlunya mahasiswa untuk memahami alasan untuk menempuh
kegiatan belajar di perguruan tinggi apakah diperguruan tinggi lebih dapat
memberikan pengetahuan yang dibutuhkan dibandingkan dengan institusi lain. (5)
KOMPETENSI MAHASISWA 8
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
Mengetahui kegunaan ilmu pengetahuan yang di peroleh. Ketika mahasiswa
mendapatkan pengetahuan yang diinginkan, tahap selanjutnya bagaimana mahasiswa
menggunakan pengetahuan yang dimilikinya apakah untuk digunakan dalam dunia
kerja ataupun digunakan untuk hal yang lain.
Skill atau kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa adalah (1) Kemampuan
bagaimana mahasiswa berbicara dan presentasi di depan umum. (2) Kemampuan
bagaimana mahasiswa mendengarkan arahan sehingga dapat berguna ketika di dunia
kerja. (3) Kemampuan untuk berani bertanya ketika kita tidak memahami arahan yang
diberikan. Karena seperti yang kata pepatah malu bertanya sesat di jalan. (4)
Kemampuan menggabungkan berbagai fakta yang berkaitan untuk dapat mencari
penyelesaian. (5) Kemampuan menggunakan pola pikir kreatif dan berfokus pada apa
yang menjadi tugas kita. (6) Kemampuan bermimpi sehingga menjadi motivasi
mahasiswa untuk merealisasi mimpinya. (7) Kemampuan merencanakan studi lebih
lanjut dan dapat memutuskan apa yang akan dilakukan rencana selanjutnya. (8)
Kemampuan bagaimana mahasiswa peka dan cermat pada kondisi lingkungan
kehidupan masyarakat disekitarnya. (8) Kemampuan berorganisasi sehingga
mahasiswa dapat memiliki jiwa kepemimpinan untuk memberikan arahan ataupun
belajar untuk mendengarkan arahan.
Attitude atau sikap yang harus dimiliki mahasiswa adalah (1). Mahasiswa
diharapkan memiliki kejujuran. (2). Rajin dan giat belajar. (3) Pantang Menyerah
ketika mengalami kesulitan. (4). Kritis. (5). Ramah, sopan, dan santun. (5).
Menghormati sesama mahasiswa dan dosen. (6). Menghargai pendapat orang lain. (7).
Ceria dan tidak banyak mengeluh. (8). Mendahulukan kepentingan bersama
dibandingkan kepentingan individu.

2.3 Dinamika Penelitian
Keberhasilan perusahaan ditentukan oleh dari kualitas sumber daya manusia
yang dimiliki. Peerusahaan mencari calon-calon tenaga kerja yang beradaptasi
dengan cepat dengan sistem dan llingkungan tempat kerja, memiliki berbagai
kemampuan untuk menghadapi permasalahan yang kompleks di dunia kerja, dan
memiliki kompetensi untuk mengembangkan potensi-potensi pada dirinya secara
maksimal(>>>>>). Bradshaw mengemukakan bahwa seorang lulusan perguruan
tinggi yang akan bekerja di dunia industry harus memiliki kompetensi seperti,
komunikasi, kerjasama tim, dan kemampuan pemecahan masalah (dalam Evers, Rush,
KOMPETENSI MAHASISWA 9
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
& Berdrow, 1998). Kompetensi berlandaskan teori kompetensi The Bases of
Competence dan diukur menggunakan kuesioner Making The Match (MTM).
Teori kompetensi The Bases of Competence memiliki empat kompetensi
yaitu: (1). Managing self atau mengelola diri, (2). Communicating atau komunikasi,
(3). Managing People and Task atau mengelola orang dan tugas, dan (4). Mobilizing
Innovation and Change atau memobilisasi inovasi dan perubahan. Dari keempat
kompetensi yang di jelaskan di atas terdapat 18 kemampuan. Kompetensi mengelola
inovasi dan perubahan terdapat tiga kemampuan seperti: Kemampuan untuk
konseptualisasi; kreativitas, inovasi, dan perubahan; pengambilan resiko; dan
kemampuan membuat visi. Kompetensi mengelola orang dan tugas terdapat lima
kemampuan seperti: melakukan koordinasi; pengambilan keputusan; kepemimpinan
dan pengaruh; mengelola konflik; merencanakan dan mengelola. Kompetensi
komunikasi terdapat empat kemampuan seperti: interpersonal; mendengarkan;
komunikasi oral; dan komunikasi tertulis. Kompetensi mengelola diri terdapat empat
kemampuan seperti: kemampuan belajar; pengelolaan diri dan manajemen waktu;
kekuatan interpersonal; dan pemecahan masalah dan analitis. Hasil penelitian yang
diharapkan konsisten dengan penelitian evers et. al., (1998) yaitu kompetensi
mobilisasi, inovasi, dan perubahan dan kompetensi mengelola orang dan tugas lebih
tinggi dibandingkan kompetensi komunikasi dan kompetensi mengelola diri pada
tahun ketiga.













Kompetensi Mahasiswa tahun
pertama
Kompetensi Mahasiswa
Tahun Ketiga
1. Mobilisasi inovasi
dan perubahan
2. Mengelola orang dan
tugas
3. Komunikasi
4. Mengelola diri
?
KOMPETENSI MAHASISWA 10
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA


































KOMPETENSI MAHASISWA 11
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA






Bab III
Metode Penelitian

3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan
deskriptif untuk melihat gambaran kompetensi mahasiswa di Universitas Kristen
Krida Wacana (UKRIDA) dengan menggunakan pendekatan teori Bases of
Competences. Peneliti menganalisis dan mengolah data dengan metode statistika
deskriptif. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan secara sistematik
karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang trtentu dengan
menggumpulkan data yang bersifat deskriptif.

3.2 Definisi Operasional
Teori kompetensi The Bases of Competence memiliki empat kompetensi
yaitu: (1). Managing self atau mengelola diri, (2). Communicating atau komunikasi,
(3). Managing People and Task atau mengelola orang dan tugas, dan (4). Mobilizing
Innovation and Change atau memobilisasi inovasi dan perubahan.

3.3 Populasi dan Sampel
Penelitian ini populasi yang digunakan adalah seluruh mahasiswa UKRIDA.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, karena
peneliti memiliki pertimbangan tertentu yang bertujuan dengan penelitian yang
mengukur kompetensi mahasiswa. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa UKRIDA
angkatan 2011 dari jurusan kedokteran sejumlah 272 partisipan, 89 jurusan ekonomi,
jurusan teknik dan informatika sejumlah 58 partisan, dan 20 jurusan psikologi.

3.4 Teknik Pengumpulan Data
KOMPETENSI MAHASISWA 12
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yaitu kuesioner
Making The Match (MTM). Kuesioner ini terdiri dari 63 item. Kuesioner MTM ini
mengukur kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa. Skala ini terdiri dari 5 kategori,
yaitu: 1= sangat tinggi, 2= tinggi, 3= rata-rata, 4= rendah, 5= sangat rendah. Semakin
kecil nilai semakin tinggi kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut.


3.5 Validitas dan Reliabilitas
Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstruk,
karena peneliti ingin melihat kesesuaian hasil tes dengan konstruk teori yang hendak
diukur. Reliabilitas alat ukur ini menggunakan pendekatan konsistensi internal
(Cronbachs alpha coefficient), karena peneliti menggunakan suatu bentuk tes yang
hanya membutuhkan satu kali pengenaan pada sekelompok individu sebagai subjek
penelitian dengan tujuan melihat konsistensi antar item. Alat ukur ini telah digunakan
sebelumnya di Kanada dan hasilnya menunjukkan bahwa alat ukur ini cukup reliabel.

3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic deskriptif, karena
hasil kesimpulan berdasarkan analisa dari perhitungan mean, standar deviasi, dan
presentasi.