Anda di halaman 1dari 23

BAN

Sejarah Pembentukan Ban


Ban adalah bagian penting dari kendaraan darat, dan digunakan
untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan
jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan
kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan
dan mempermudah pergerakan.
Pada tahun 1839, Charles Goodyear berhasil menemukan teknik
ulkanisasi karet. !ulkanisasi sendiri berasal dari kata !ulkan yang
merupakan de"a api dalam agama orang roma"i. Pada mulanya
Goodyear tidak menamakan penemuannya itu dengan nama ulkanisasi
melainkan karet tahan api. #ntuk menghargai jasanya, nama Goodyear
diabadikan sebagai nama perusahaan karet terkenal di $merika %erikat
yaitu Goodyear &ire and 'ubber company yang didirikan oleh (rank
%eiberling pada tahun 1898. Goodyear &ire ) 'ubber Company mulai
berdiri di tahun 1898 ketika (rank %eiberling membeli pabrik pertama
perusahaan ini dengan menggunakan uang yang dia pinjam dari salah
seorang iparnya.
Pada tahun 18*+ &homson dan ,unlop menciptakan ban atau pada
"aktu itu disebut ban hidup alias ban berongga udara. %ehingga &homson
dan ,unlop disebut Bapak Ban. ,engan perkembangan teknologi Charles
-ingston .elch menemukan ban dalam, sementara .illiam /rskine
Bartlett menemukan ban luar.
Karet Alam dan Karet Sintesis
1
-edua jenis karet ini memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing0masing. -aret alam memiliki daya elastis atau daya lenting yang
sempurna, memiliki plastisitas yang baik, tidak mudah panas dan memiliki
daya tahan yang tinggi terhadap keretakan. -aret sintetis lebih tahan
terhadap berbagai bahan kimia dan harganya relati1 stabil.
#ntuk mengubah si1at 1isik dari karet dilakukan proses ulkanisasi.
!ulkanisasi adalah proses pembentukan ikatan silang kimia dari rantai
molekul yang berdiri sendiri, meningkatkan elastisitas dan menurunkan
plastisitas. %uhu adalah 1aktor yang cukup penting dalam proses
ulkanisasi, namun tanpa adanya panas pun karet tetap dapat
diulkanisasi.
%ejak Goodyear melakukan percobaan memanaskan karet dengan
sejumlah kecil sul1ur, proses ini menjadi metode terbaik dan paling praktis
untuk merubah si1at 1isik dari karet. Proses ini disebut ulkanisasi.
(enomena ini tidak hanya terjadi pada karet alam, namun juga pada karet
sintetis. &elah diketahui pula bah"a baik panas maupun sul1ur tidak
menjadi 1aktor utama dari proses ulkanisasi. Banyak pula bahan yang
tidak mengandung sul1ur tapi dapat memulkanisasi karet. Bahan ini
terbagi dua yaitu o2idi3ing agents seperti selenium, telurium dan
peroksida organik. %erta sumber radikal bebas seperti akselerator,
senya"a a3o dan peroksida organik.
Komposisi ban
Innerliner
4erupakan lapisan terdalam yang ber1ungsi sebagai pengganti ban
dalam. 5apisan ini memiliki pori0pori yang sangat rapat sehingga udara
tidak dapat menembus keluar
Ply Cord
5apisan yang dibuat dari benang polyester ini ber1ungsi untuk
menahan beban maupun kecepatan.
Apex
-aret keras yang ber1ungsi untuk menjaga stabilitas saat menikung
sekaligus sebagai tumpuan beban.
Bead Wire
-a"at yang diberi lapisan karet dan ber1ungsi sebagai pemegang
pelek.
%ide"all compound
6
Bagian dinding ban yang dibuat dari kompon khusus sehingga
tahan terhadap benturan samping namun tetap empuk sehingga ber1ungsi
juga sebagai suspensi. %ide"all ini sangat berpengaruh terhadap
keempukan sebuah ban.
Rim Cushion
5apisan karet khusus untuk melindungi bead "ire di area pelek.
5apisan ini bersentuhan langsung dengan pelek.
Belt layer
$da dua lapis yang terbuat dari steel cord. Ber1ungsi untuk
menjaga stabilitas dan ketahanan di kecepatan tinggi termasuk menjaga
agar permukaan ban tetap rata saat menikung.
Capply
Bahan khusus untuk melindungi steel cord dari panas saat ban
berputar cepat.
Under tread compound
Berada di antara tread compound dan capply. Ber1ungsi sebagai
perekat.
&read Coumpound
5apisan terluar yang menapak langsung ke jalan. Bahan ini dituntut
memiliki tingkat keausan yang kecil, namun tetap empuk.
Jenis-jenis Ban
Ban Bias
Ban dengan struktur bias adalah yang paling banyak dipakai.
,ibuat dari banyak lembar cord yang digunakan sebagai rangka dari ban.
Cord ditenun dengan cara 3ig03ag membentuk sudut *7 sampai 8+ derajat
sudut terhadap keliling lingkaran ban.
Gambar9 Ban bias
-omposisi ban bias9
- &elapak -embang Ban : &read
- 5apisan Benang : Ply
- 5apisan Pelindung : Bead .rapping
- $lur0$lur -embang Ban
3
Ban Radial
#ntuk ban radial, konstruksi carcass cord membentuk sudut 97
derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. ;adi dilihat dari samping
konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap pusat atau cro"n dari
ban. Bagian dari ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan
diperkuat oleh semacam sabuk pengikat yang dinamakan <Breaker< atau
<Belt<. Ban jenis ini hanya menderita sedikit de1ormasi dalam bentuknya
dari gaya sentri1ugal, "alaupun pada kecepatan tinggi. Ban radial ini juga
mempunyai <'olling 'esistance< yang kecil.
Gambar9 Ban radial
-omposisi ban radial9
- %abuk Penguat &elapak : Breaker Cord
- Ban radial tekstil menggunakan benang 1iber sintetis, sedangkan ka"at
baja digunakan untuk menambah kekuatan
- 5apisan Benang 'adial : 'adial Plies
- -anpas disusun melingkar dari ka"at ke ka"at
Ban Tubless
Ban &ubeless adalah ban yang dirancang tanpa mempunyai ban
dalam. Ban tubeless ini diciptakan sekitar tahun 1997.
Perbedaan ban bias dan radial adalah pada ban radial benangnya
lebih kuat sehingga mempunyai tahanan gelinding lebih rendah dan
keausan kembang ban lebih kecil. 4enikung bisa lebih tajam karena
1leksibilitas radial ply lebih besar dibanding bias ply. =amun
pengendaraannya terasa lebih keras sedikit dari ban bias di jalan kasar
pada kecepatan rendah.
*
Bagian-bagian Ban
Tread
&read adalah bagian telapak ban yang ber1ungsi untuk melindungi
ban dari benturan, tusukan obyek dari luar yang dapat berusak ban. &read
dibuat banyak pola yang disebut Pattern.
Breaker dan Belt
Breaker dan Belt adalah bagian lapisan benang >pada ban biasa
terbuat dari tekstil, sedangkan pada ban radial terbuat dari ka"at? yang
diletakkan diantara tread dan casing. Ber1ungsi untuk melindungi serta
meredam benturan yang terjadi pada &read agar tidak langsung diserap
oleh Casing.
Cashing
Casing adalah lapisan benang pembentuk ban dan merupakan
rangka dari ban yang menampung udara bertekanan tinggi agar dapat
menyangga ban.
Bead
Bead adalah bundelan ka"at yang disatukan oleh karet yang keras
dan ber1ungsi seperti angkur yang melekat pada Pelek.
Bahan Dasar Pembuatan Ban
1. Benang:ka"at baja, nylon, aramid 1iber, rayon, 1iberglass, atau
polyester >biasanya bahan kombinasi, misalnya benang polyester
pada lapisan ban dan ka"at baja pada bagian sabuk baja dan bead
yang umumnya terdapat pada ban mobil penumpang radial?
6. -aret alam dan sintetis >terdapat ratusan jenis karet:polimer?
3. Campuran kimia 0 -arbon black, silica, resin
*. $nti0degradants 0 antioksidan, o3onan, para1in "a2
+. $dhesion promoters 00 cobalt salt, brass untuk ka"at baja,resin dan
benang
8. Curaties 00 cure accelerators, actiators, sul1ur
@. Processing aids 00 minyak, tacki1ier, pepti3er, so1tener
+
Proses Pembuatan Ban
ixing
Anilah a"al proses pembuatan ban. Berbagai bahan seperti karet
alam, karet sintetik, bahan kimia, karbon hitam dan minyak tertentu diaduk
menjadi satu pada suhu sekitar 177B Celcius. Bentuk campuran ini
menyerupai adonan kue yang sangat kental.
#ntuk mengaduk adonan karet ini dibutuhkan mesin mi2er yang
sangat kuat. 4isalnya mi2er milik pabrik ban /P &yres yang konsumsi
listriknya ChanyaD 1.+77.777 .att. &ak hanya "ujud adonan karet ini saja
yang seperti kue, namun aroma yang tercium di bagian ini pun tak jauh
berbeda dari pabrik roti. %uhu udara di areal mi2ing ini cukup panas,
sekitar 38B Celcius.
Easil dari proses mi2ing adalah compound yang masih empuk
berbentuk lembaran >sheet gum?. Berbagai komposisi dibuat untuk
dijadikan bagian0bagian ban yang berbeda.
!xtruding
$donan hasil mi2ing tadi dibuat menjadi tread dan side"all.
Prosesnya adalah injeksi dan e2truding hingga terbentuk pro1il.

Calender
%alah satu proses setelah mi2ing adalah pembuatan innerliner
dengan mengubah adonan menjadi lembaran tipis setebal 1,6 mm.
$donan untuk ini memang khusus sehingga dihasilkan innerliner yang
memiliki pori0pori rapat sehingga tak dapat ditembus udara.
%elain innerliner, pada seksi calender ini juga dibuat lapisan lain
seperti belt layer, capply, dan plycord dengan membuat lembaran seperti
anyaman benang polyester yang dibuat silang untuk menambah kekuatan.

Bead
%ementara proses calender berjalan, di bagian lain ada pembuatan
bead "ire yaitu melapisi ka"at baja dengan karet. Proses ini berjalan
otomatis dan begitu keluar dari mesin, bead "ire sudah berbentuk
lingkaran sesuai dengan ukuran rim.

Cutting
Berbahagialah pekerja di bagian cutting. %ebab ruangan di bagian
ini dilengkapi $C. ,i sini proses yang dilakukan adalah pemotongan hasil
8
dari seksi calender. 5embaran dipotong presisi seesuai dengan ukuran
ban.
Building
4asih di ruang ber0$C, di sini hasil dari seksi0seksi sebelumnya
disatukan. 4eski prosesnya menggunakan mesin secara otomatis, namun
masih diperlukan bantuan manusia. &idak mungkin proses building bisa
dilakukan mesin secara 1ully otomatis.
,ari mesin ini, dihasilkan ban utuh namun masih mentah.
Bentuknya menggembung seperti donat tanpa kembangan di bagian luar.
;ika diperhatikan permukaannya seperti ban slick.

Curing
&idak seperti proses building, di bagian ini suhu ruangan mencapai
*1 derajat Celcius. Proses curing merupakan akhir dari proses pembuatan
ban.
,i sini ban mentah dicetak dengan suhu sekitar 1@8B Celcius
selama kira0kira 8 menit, tergantung ukuran bannya. -eluar dari mesin
curing, ban sudah terbentuk termasuk pro1il, tulisan merek, tipe, ukuran
ban dan semua in1ormasi yang ada di dinding ban.
"inishing#$uality control
%etelah selesai, ban diperiksa secara isual apakah ada cacat atau
tidak. Proses ini tentu saja tidak menggunakan mesin, jadi ketelitian
pekerja sangat dibutuhkan. %elain isual, kontrol juga dilakukan dengan
pemeriksaan balance dan menggunakan sinar F.
Ban tidak mungkin bisa 177G balance seperti pelek, namun ada
batasannya. ;ika melebihi batas, berarti ada kesalahan pada proses
produksi. %elain itu, kami juga memiliki laboratorium untuk memeriksa
sampel ban yang diambil secara acak demi menjaga kualitas.
Persentase Campuran Antara Karet Alami dan
Sintesis
Campuran umum antara bahan karet sintetis dan karet alam
menurut jenis ban adalah 9
- Ban 4obil Penumpang ++G *+G
- Ban &ruk -ecil +7G +7G
- Ban 4obil Balap 8+G 3+G
- Ban H110&he0'oad >giant:earthmoer? 67G 87G
@
Tahap dalam Pembuatan Ban
8

Proses Pembuatan Ban radial
1? Proses pembuatan ban radial dimulai dari berbagai macam bahan
baku, 3at "arna, bahan kimia, 37 macam bahan karet, benang ka"at,
dan sebagainya. Proses dimulai dengan pencampuran dari bahan
karet alam, minyak, bahan karbon, 3at "arna, anti0oksidan, $kselerator
dan bahan kimia lainnya, yang menghasilkan bahan yang disebut
compound. Campuran bahan bahan tersebut dicampur dalam blender
raksasa yang disebut mas Banbury yang dioperasikan dalam suhu dan
tekanan yang sangat tinggi. Bahan campuran ber"arna hitam, lembek
) panas tersebut di proses dalam blender raksasa secara berulang
kali.
6? -emudian setelah bahan campuran karet didinginkan, proses
selanjunya adalah proses pemilahan berbagai macam compound
menurut jenis dan peruntukannya, mulai dari compound untuk dinding0
samping, telapak ban sampai bagian ban lainnya.,alam tahap ini juga
dilakukan pelapisan benang dengan karet yang nantinyadipakai
sebagai <tulang< ban. ,ari gulungan benang raksasa tersebut seperti
halnya bahan compound juga akan dibuat menjadi bermacam0macam
bahan untuk keperluan setiap bagian dari ban. Beragam benang
dipakai seperti polyester, rayon atau nylon. Pada umumnya untuk ban
mobil penumpang sekarang telah memakai benang polyester.
3? -omponen lainnya berbentuk gulungan disebut bead yang terbuat
dari ka"at baja high0tensile yang ber1ungsi sebagai pelindung ban
terhadap tekanan elg mobil. -a"at baja tersebut dilapisi dengan karet
kemudian digulung dan diikat untuk selanjuntnya disatukan dengan
bagian ban lainnya. Ban radial dibuat pada satu atau dua mesin untuk
membuat innerliner atau lapisan karet sintentis khusus pada bagian
dalam ban tipe tubeless yang ber1ungsi mencegah angin agar tidak
dapat keluar.
*? %elanjutnya proses pembuatan dua lapisan benang cord, dua
lapisan karet $pe2 untuk melapisi bead dan sepasang lapisan cha1er
yang melindungi daerah bead terhadap tekanan elg mobil. Bahan0
bahan untuk ban radial tersebut akan disatukan secara teliti dan akurat
didalam mesin tire building sebelum kemudian menuju ke mesin cetak
atau mold.
+? Pada proses pembuatan ban di bagian mesin tire bulding
selanjutnya ditambahkan sabuk ka"at baja yang ber1ungsi melapisi
9
dan melindungi ban terhadap tusukan ) benturan serta ban agar
dapat menapak rata di permukaan jalan. &elapak ban adalah bagian
terakhir yang kemudian disatukan dalam proses ini. %etelah kemudian
mesin tire bulding akan menyatukan bagian bagian ban tersebut
menjadi satu secara otomatis, maka jadilah ban yang belum di masak
yang disebut green tire.
8? Proses pembuatan ban berakhir di mesin cetak untuk dimasak atau
yang yang disebut proses ulkanisasi. Proses ini akan mencetak pola
telapak ban dan tulisan pada dinding0samping seperti nama ban )
pembuat ban dan juga tulisan tulisan yang berkenaan dengan
peraturan hukum. Ban tersebut dimasak selama 16 sampai 6+ menit
dalam temperature lebih dari 1+7 derajat celcius tergantung dari
ukuran ban. %etelah mesin cetak terbuka maka keluarlah ban jadi yang
kemudian menuju coneyor panjang untuk proses pemeriksaan
terakhir.
@? ;ika dalam pemeriksaan terakhir ditemukan kesalahan atau
kerusakan maka ban tersebut akan ditolak. Beberapa kerusakan dapat
ditemukan oleh para inspektor yang terlatih, sisa kerusakan lainnya
akan ditemukan oleh mesin khusus. Pemeriksaan tidak hanya
dilakukan terhadap permukaan ban saja, beberapa ban akan diba"a
menuju alat F0ray untuk diperiksa apakah ada kesalahan atau
kerusakan pada bagian dalam ban. %elain itu, petugas Iuality control
secara berkala akan memotong ban secara acak untuk diperiksa dan
dipelajari setiap detil bagian ban untuk memastikan unsur per1orma,
kenyamanan dan keamanannya.
8? Atulah proses dimana semua bagian ban disatukan mulai dari
telapak ) dinding0samping ban, benang, dan ka"at baja. $papun itu,
pada dasarnya bahan pokok ban adalah sama yaitu ka"at baja,
benang, karet ditambah oleh proses kerja keras, keseriusan, desain
dan rekayasa yang matang.
17
Ukuran ban
%ode ban
,imensi atau ukuran sebuah ban dapat dinyatakan sebagai berikut9& '() #
)) #*R+, &
-eterangan dimensi atau ukuran ban tersebut dapat dinyatakan sebagai
berikut9
67+ 9 5ebar telapak ban >mm?
++ 9 aspek ratio untuk ketebalan ban >G? dari lebar telapak ban
J' 9 kode limit kecepatan
16 : diameter velg ( inch )
Contoh-
%ode Ban etric +'(#.(/+. ,.0
1. +'( menunjukkan kode untuk lebar ban <dalam satuan milimeter<
6. .( menunjukkan kode perbandingan tinggi ban terhadap lebar
ban. 7 berarti juga perbandingan tinggi ban 97G dari lebarnya
sesungguhnya. $pabila lebar ban +'( mm, maka tinggi ban tersebut
adalah .( 1 x +'( mm atau K 2)3' mm. $spect ratio kecil pada sebuah
ban akan meningkatkan kemampuan stabilitas serta handling kendaraan.
3. +. menunjukkan kode 4iameter 5elg#rim dalam satuan > & ? inchi.
*. ,. menunjukkan kode untuk beban maximum yang diperbolehkan dari
> load inde2 : 5A ?. 5A 8@ berarti 9 beban maksimum yang dapat ditanggung
oleh sebuah ban sebesar 37@ kg.
+. 0 menunjukkan batas kecepatan pemakaian >sama seperti pada
contoh diatas?
11
6U6P!N6I
S!"ST#$ SUSP#%S" PADA K#%DA&AA%
Chassis pada mobil meliputi suspensi yang menopang a2le, kemudi
untuk mengatur arah kendaraan, roda, ban dan rem untuk menghentikan
jalannya kendaraan. %istem system berpengaruh langsung terhadap
kenikmatan berkendaraan, stabilitas dan lain sebagainya. %istem rem
digunakan untuk mengurangi atau menghentikan jalannya kendaraan dan
mempertahankan posisi kendaraan pada saat diparkir.
'( SUSP#%S"

%istem suspensi terletak diantara body kendaraan dan roda0roda, dan
dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga
menambah kenikmatan dan stabilitas berkendaraan serta memperbaiki
kemampuan cengkram roda terhadap jalan. %uspensi terdiri dari pegas,
shock absorber, stabili3er dan sebagainya. Pada umumnya suspensi
dapat digolongkan menjadi suspensi tipe rigid >rigid a2le suspension? dan
tipe bebas >independent suspension?. %uspensi menghubungkan body
kendaraan dengan roda0roda dan ber1ungsi sebagai berikut 9
1. 4enyerap getaran, kejutan dari permukaan jalan, sehingga
menambah kenyamanan bagi penumpangnya..
6. 4emindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body
melalui gesekan antara jalan dengan roda0roda.
3. 4enopang body pada a2le dan memelihara letak geometris
antara body dan roda0roda.

16
)( K*$P*%#% UTA$A
P#+AS
Pegas ber1ungsi menyerap kejutan dari jalan dan getaran roda0roda
agar tidak diteruskan ke body kendaraan secara langsung. ,isamping itu
untuk menambah kemampuan cengkram ban terhadap permukaan jalan.
$da tiga tipe pegas, yaitu
1. Pegas Koil (Coil Spring), dibuat dari batang baja khusus dan berbentuk
spiral.
2. Pegas Daun (Leaf Spring), dibuat dari bilah baja ang bengkok dan
lentur.
13
!. Pegas "atang #orsi (torsion bar spring), dibuat dari batang baja ang
elastis terhadap puntiran.
S,*CK ABS*&B#&
1*
$pabila pada suspensi hanya terdapat pegas, kendaraan akan cenderung
beroskilasi naik turun pada "aktu menerima kejutan dari jalan. $kibatnya
berkendaraan menjadi tidak nyaman. #ntuk itu shock absorber dipasang
untuk meredam oskilasi dengan cepat agar memperoleh kenikmatan
berkendaraan dan kemampuan cengkeram ban terhadap jalan.,i dalam
shock absorber telescopic terdapat cairan khusus yang disebut minyak
shock absorber. Pada shock absorber tipe ini, gaya redamnya dihasilkan
oleh adanya tahanan aliran minyak karena melalui ori1ice >lubang kecil?
pada "aktu piston bergerak.

Tipe Sho-k Absorber
%hock absorber dapat digolongkan menurut cara kerjanya, kontruksi, dan
medium kerjanya.
1? 4enurut Cara -erjanya
1. %hock absorber kerja tunggal >single action?, /1ek meredam
hanya terjadi pada "aktu shock absorber berekspansi. %ebaliknya
pada saat kompresi tidak terjadi e1ek meredam.
6. %hock absorber kerja ganda. >4ultiple action?, Baik saat
ekspansi maupun kompresi absorber selalu bekerja meredam.
Pada umumnya kendaraan sekarang menggunakan tipe ini.
6? 4enurut -onstruksi
1. %hock absorber tipe t"in tube, di dalam shock absorber tipe ini
terdapat pressure tube dan outer tube yang membatasi "orking
chamber >silinder dalam? dan reseroir chamber >silinder luar?.
6. %hock absorber tipe mono0tube di dalam shock absorber
hanya terdapat satu silinder >atau tanpa reseroir?.
3? 4enurut 4edia -erjanya
1. %hock absorber tipe hidraulis, di dalamnya hanya terdapat
minyak shock absorber sebagai medium kerja.
6. %hock absorber berisi gas adalah absorber hidraulis yang diisi
dengan gas. Gas yang biasanya digunakan adalah nitrogen.
1+
Ball joint menerima beban ertikal maupun lateral. ,isaamping itu
juga ber1ungsisebagai sumbu putaran roda pada saat kendaraan
membelok. ,i bagian dalam ball joint terdapat gemuk untuk
melumasi bagian yang bergesekan. Pada setiap interal tertentu
gemuk harus diganti dengan tipe molibdenum disul1ide lithium
base.
P$%#&%'
(ntuk )ena)bah ge)uk, lepaskan s*re+ plug ke)udian
pasangkan fitting ge)uk Setelah pengislan ge)uk selesal,
pastikan gantl fitting ge)uk dengan s*re+ plug. Pada tipe ball ,oint
ang )enggunakan dudukan dari resin, tidak diperlukan
penggantian ge)uk.
6TABI7I*!R BAR
%tabili3er bar ber1ungsi untuk mengurangi kemiringan kendaraan akibat
gaya sentri1ugal pada saat kendaraan membelok. ,isamping itu untuk
meningkatkan traksi ban. #ntuk suspensi depan, stabili3er bar biasanya
dipasang pada kedua lo"er arm melalui bantalan karet dan linkage. Pada
bagian tengah diikat ke 1rame atau body pada dua tempat melalui
bushing. Bila roda kanan dan kiri bergerak ke atas dan ke ba"ah secara
bersamaan dengan arah dan jarak yang sama, stabili3er bar harus bebas
dari puntiran. #mumnya pada saat kendaraan membelok, pegas roda
bagian luar >outer spring? tertekan dan pegas roda bagian dalam >inner?
mengembang. $kibatnya stabili3er bar akan terpuntir karena salah satu
ujungnya tertekan ke atas dan ujung lainnya bergerak ke ba"ah. Batang
stabili3er cenderung menahan terhadap puntiran. &ahanan terhadap
puntiran ini ber1ungsi mengurarg body roll dan memelihara body dalam
18
batas -emiringan yang aman. %eperti diperlihatkan pada gambar di
ba"ah, salah satu ujung strut bar dipasang pada lo"er suspension arm
dan ujung lainnya diikat ke bracket strut bar yang diikatkan ke body atau
cross member melalui bantalan karet. %trut bar ber1ungsi untuk menahan
lo"er arm agar tidak bergerak maju atau mundur pada saat menerima
kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata atau dorongan akibat
terjadinya pengereman.
1@
7AT!RA7 C8NTR87 R84
5ateral control rod dipasang diantara a2le dan body kendaraan. &ujuannya
untuk menahan a2le pada posisinya terhadap beban dari samping.
BU$P#&
18
Pada saat kendaraan melalui jalan yang berlubang atau tonjolan besar,
pegas mengerut dan mengembang secara berlebihan. -eadaan ini dapat
menyebabkan kerusakan komponen lainnya. #ntuk itu bounding dan
rebounding bumper dipasang sebagai pelindung 1rame, a2le, shock
absorber dan lain0lain pada "aktu pegas mengerut dan mengembang di
luar batas maksimumnya.

93 86%I7A6I B84:
PITC0IN;
Pitching adalah gerakan atau bergoyang bagian depan dan belakang
kendaraan ke atas dan ke ba"ah terhadap titik pusat gra1itasi kendaraan.
Gejala ini terjadi ketika kendaraan melalui jalan yang bertonjolan atau
lubang. ,isamping itu pitching mudah terjadi pada kendaraan yang
pegasnya lemah.

R877IN;
Bila kendaraan membelok atau melalui tonjolan jalan, maka pegas pada
satu sisi kendaraan mengembang dan pegas pada sisi lainnya mengerut.
-eadaan ini mengakibatkan body rolling pada arah samping >sisi ke sisi?.

B8UNC0IN;
Bounching adalah gerakan naik turun body kendaraan secara
keseluruhan. Gejala ini mungkin terjadi pada kecepatan kendaraan tinggi
dan pada jalan bergelombang, demikian pula bila pegas suspensi lemah.

:AWIN;
La"ing adalah gerakan body kendaraan mengarah memanjang ke kanan
dan ke kiri terhadap titik berat kendaraan. La"ing kemungkinan terjadi
pada jalan yang menyebabkan pitching.
19
T"P# DA% KA&AKT#&"ST"K SUSP#%S"
4enurut konstruksinya suspensi dapat digolongkan menjadi dua tipe.
1. 'igid suspension. Pada suspensi tipe rigid, roda kiri dan kanan
dihubungkan oleh a2le tunggal.
6. Andependent suspension.
Pada suspensi model bebas >independent suspension?, masing0masing
pada roda kiri dan kanan bergerak bebas >independen?.
Pada suspensi rigid a2le >rigid a2le suspension?, roda kiri dan kanan
dihubungkan oleh a2le tunggal. $2le dihubungkan ke body dan 1rame
melalui pegas >pegas daun atau pegas koii?. %uspensi rigid banyak
digunakan pada roda depan dan belakang bus dan truck dan pada roda
belakang mobil penumpang. Eal ini karena konstruksinya kuat dan
sederhana.Pada suspensi model bebas >independent suspension, roda
kiri dan kanan tidak dihubungkan secara langsung pada a2le tunggal.
-edua roda dapat bergerak secara bebas tanpa saling mempengaruhi.
Biasanya suspensi model bebas ini digunakan pada roda depan mobil
penumpang dan truck kecil. %ekarang suspensi model bebas digunakan
juga pada roda belakang mobil penumpang. Perbedaan besar antara
suspensi depan dan belakang disebabkan roda depan dapat membelok.
67
-etika kendaraan membelok atau melalui jalan yang tidak rata, roda0
rodanya menerima gaya dari permukaan jalan. %uspensi ber1ungsi
menyerap gaya0gaya ini agar kendaraan berjalan sesuai dengan arah
yang diinginkan. ,isamping itu untuk mencegah roda bergoyang, bergerak
ke arah depan, belakang, samping, secara berlebihan, atau merubah
kemiringan roda, hal ini akan mempengaruhi kestabilan kendaraan.
-arena 1aktor inilah suspensi model bebas sering digunakan pada roda
depan. %ebagai contoh suspensi model bebas adalah tipe 4acpherson
strut dan tipe double "ishbone.
TIP! ACP!0!R68N 6TRUT
%uspensi tipe ini banyak digunakan pada roda depan. -onstruksi dari
suspensi tipe strut adalah 9 lo"er arm, strut bar, stabili3er bar dan strut
assembly. #jung lo"er arm dipasang pada suspension member melalui
bushing karet dan dapat bergerak naik turun. #jung lainnya dipasang ke
steering knuckle arm melalui ball joint. %ebagai bagian dari suspension
linkage, shock absorber ber1ungsi menyerap kejutan dari jalan dan
menopang berat kendaraan. Bagian atasnya dipasang pada 1ender apron
melalui bantalan karet dan bearing. Bagian ba"ah strut diikat dengan baut
pada steering knuckle
61
T"P# $ACP,#&S*% ST&UT D#%+A% .*/#& A&$ B#&B#%TUK .
$da beberapa macam bentuk lo"er arm yang digunakan untuk menopang
roda dan bodi kendaraan. ,iantaranya adalah bentuk lo"er arm berbentuk
5. bentuk ini ada yang digunakan pada kendaraan yang mesinnya di
depan dan penggeraknya roda depan. 5o"er arm bentuk 5 inM diikat pada
body pada dua tempat melalui bushing dan ke steering knuckle melalui
ball joint. -euntungannya dapat menahan gaya dari arah samping
maupun arah depan belakang sehingga tidak perlu menggunakan strut
bar.
T"P# D*UB.# /"S,B*%# D#%+A% P#+AS K*".
%uspensi model bebas ini banyak digunakan pada roda depan mobil
penumpang dan truck kecil. -onstruksinya adalah roda dipasang pada
body melalui dua lengan suspensi >upper dan lo"er arm?. %hock absorber
dan pegas koil dipasang diantara kedua arm tersebut di atas, steering
66
knuckle dan 1rame. %alah satu ujung arm dipasang pada body atau 1rame
melalui bushing, dan ujung lainnya pada steering knuckle melaui ball joint.
Bagian atas shock absorber diikat pada body atau 1rame, dan bagian
ba"ahnya ke lo"er arm. Pegas koil terletak diantara lo"er arm dan body.
63