Anda di halaman 1dari 29

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum. Wr. Wb.


Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nyakepada kita semua. Tak lupa shalawat serta
salam kepada junjungan besar Rasulullah SAW beserta para sahabatnya sehingga
penulis dapat menyelesaikan referat yang berjudul WAWANCARA PSIKIATRI.
Referat ini disusun dalam rangka menyelesaikan tugas Kepaniteraan lmu Kesehatan
!iwa di Rumah Sakit !iwa dr. S"ehart" #eerdjan.
Selain itu penulis ingin mengu$apkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada d"kter pembimbing% dr. Ayesha &e'ina% Sp.K! yang telah banyak membantu
dalam penyusunan referat ini.
&emikian referat ini disusun dengan segala keterbatasan kemampuan penulis
masih banyak kekurangannya. (ntuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran
sifatnya membangun untuk perbaikan di masa mendatang. Akhir kata% sem"ga referat
ini dapat bermanfaat bagi pemba$a semuanya.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
!akarta% )aret *+,-
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
*
lmu ked"kteran jiwa atau ilmu Psikiatri adalah suatu $abang spesialistik di
bidang ilmu ked"kteran yang mempunyai kedudukan dan sifat yang khusus% dalam
arti ilmu ini tidak seluruhnya terletak di bidang ilmu ked"kteran fisik% tetapi se$ara
primer mempunyai $"rak spesifik yaitu mempelajari kesatuan fungsi"nal yang khas
pada tiap diri manusia yang disebut kepribadian atau fungsi mental.
Psikiatri adalah $abang ilmu ked"kteran yang mempelajari segala segi
kejiwaan dari manusia dalam keadaan sehat maupun sakit dengan tujuan untuk
meneliti pr"ses terjadinya% menegakkan diagn"sa% meren$anakan dan melaksanakan
pengel"laan dan peng"batan dari segala ma$am gangguan dan penyakit jiwa
termasuk segala tingkah laku manusia serta bertujuan untuk melakukan pen$egahan%
diagn"sa dini dan peng"batan% serta rehabilitasi dari penderita dengan tujuan untuk
meningkatkan taraf kesehatan jiwa manusia.
Walaupun psikiatri merupakan $abang dari ilmu ked"kteran di mana $ara
pemeriksaan yang digunakan untuk menegakkan diagn"sa berbeda dengan $ara
pemeriksaan pada ilmu ked"kteran fisik pada umumnya karena adanya penekanan
pada fungsi mental atau kepribadian tanpa menga$uhkan keadaan kesehatan fisik
dalam diri pribadi tersebut% sehingga diagn"sa pada pasien psikiatri berbeda dalam
beberapa hal dengan diagn"sa dari pasien-pasien dengan masalah kesehatan fisik.
&iagn"sa dalam bidang psikiatri jarang sekali didasarkan pada eti"l"gi melainkan
berped"man pada te"ri-te"ri yang berusaha menjelaskan keluhan-keluhan
berdasarkan te"ri dasar dari perilaku-perilaku umum yang diterima "leh masyarakat.
#al ini tentu saja berbeda dengan $ara diagn"sa dari ked"kteran fisik yang
menekankan eti"l"gi dari gangguan-gangguan fisik yang dialami "leh setiap manusia
serta tidak adanya pat"kan-pat"kan eksternal yang sah dalam diagn"sa psikiatri%
sedangkan pada ked"kteran fisik diagn"sa didasarkan pada pat"kan-pat"kan yang
sah dan telah disepakati bersama "leh k"munitas ked"kteran di dunia.
Tujuan dari pemeriksaan psikiatri adalah untuk memper"leh inf"rmasi yang
dapat digunakan "leh pemeriksa untuk menegakkan diagn"sis pemeriksaan ini dapat
dilakukan dengan melakukan wawan$ara terhadap pasien .aut"anamnesis/ maupun
dengan "rang lain yang dekat dengan pasien .all"anamnesia/ ataupun dengan
0
"bser'asi terhadap keadaan% perilaku maupun tingkah lakunya di mana semuanya
memberikan makna yang penting dalam hal penegakan suatu diagn"sis. &engan
ditegakkannya suatu diagn"sis maka se"rang d"kter dapat membuat suatu perkiraan
mengenai pr"gn"sis suatu penyakit dan tentu saja menentukan resp"n d"kter tersebut
terhadap jenis dan ma$am peng"batan yang akan diberikan terhadap suatu pasien.
(ntuk meng"bati se"rang pasien psikiatri se$ara efektif maka se"rang
psikiatri harus membuat diagn"sis yang akurat dan dapat diper$aya. &an untuk
menyusun sebuah diagn"sis yang baik% maka d"kter tersebut haruslah belajar
mengenai pengaruh-pengaruh genetika% temperamental% bi"l"gi% perkembangan s"$ial
dan psik"l"gis. Se"rang psikiatri juga haruslah mampu untuk menyampaikan
keprihatinan% empati% rasa h"rmat% dan kemampuan kepada pasien untuk men$iptakan
suatu hubungan .rap"rt/% keper$ayaan yang memungkinkan pasien untuk berbi$ara
jujur dan akrab. &engan persiapan diatas maka se"rang psikiatri dapat membuat
sebuah wawan$ara yang baik yang dapat digunakan untuk membuat suatu diagn"sis
se$ara tepat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 TEKNIK WAWANCARA DALAM PSIKIATI
-
2.1.1 Pengertin Te!ni! W"n#r
(ntuk meng"bati se"rang pasien psikiatrik% se$ara efektif% apakah dengan
medikasi% manipulasi lingkungan atau psik"terapi-psik"dinamika% maka se"rang
d"kter psikiatrik harus membuat diagn"sis yang akurat dan dapat diper$aya. &an
untuk menyusun sebuah diagn"sis yang baik% maka d"kter tersebut haruslah belajar
mengenai pengaruh-pengaruh genetika% temperamental% bi"l"gi% perkembangan
s"sial% dan psik"l"gis. Se"rang d"kter psikiatrik seharusnya mampu untuk
menyampaikan keprihatinan% empati% rasa h"rmat% dan men$iptakan suatu rapp"rt dan
keper$ayaan yang memungkinkan pasien untuk berbi$ara se$ara jujur dan akrab.
Wawan$ara psikiatrik adalah suatu wawan$ara yang dilakukan "leh se"rang
d"kter dan pasien psikiatik yang bertujuan untuk mengumpulkan inf"rmasi penting
untuk menilai k"ndisi pasien dan membentuk hubungan terapetik antara d"kter dan
pasien. &alam wawan$ara psikiatrik biasanya pasien mengungkapkan hal-hal yang
bersifat pribadi dan intim tentang penderitaan dan kehidupannya kepada d"kter.
Wawan$ara ini dapat menjadi sulit karena tidak semua pasien psikiatri se$ara
sukarela men$ari pert"l"ngan d"kter% sehingga keinginan untuk bekerja sama
terganggu% misalnya pada se"rang psikiatrik yang diantar "leh p"lisi atau
keluarganya. &engan demikian maka sebagian besar waktu d"kter untuk
mendengarkan% pengamatan% dan interpretasi yang sangat penting untuk menegakkan
diagn"sis yang tepat.
&"kter psikiatrik harus mengembangkan keterampilan dan teknik wawan$ara
paling efektif yang memungkinkan pasien menggambarkan tanda dan gejala yang
se$ara bersama-sama berperan dalam berbagai sindr"ma yang kemungkinan dapat
dijelaskan dan di"bati. Pasien-pasien terentang dari mereka yang pandai berbi$ara
dengan jelas% dan mudah untuk diikutsertakan sampai mereka yang mengalami
gangguan berpikir% paran"id% beresp"n terhadap stimuli internal% dan mengalami
dis"rganisasi yang berat. Wawan$ara itu sendiri mungkin ber'ariasi% tergantung pada
tantangan spesifik yang ditemukan pada tiap-tiap pasien. 1eberapa teknik adalah
berlaku uni'ersal pada semua situasi% teknik lain terutama dapat diterapkan pada jenis
wawan$ara tertentu.
2
Nan$y Anders"n dan &"nald 1la$k telah menuliskan ,, teknik yang sering
pada sebagian besar situasi wawan$ara psikiatrik.
,. &apatkan rapp"rt seawal mungkin pada wawan$ara
*. Tentukan keluhan utama pasien
0. 3unakan keluhan utama untuk mengembangkan diagn"sis banding sementara
-. Singkirkan atau masukkan berbagai kemungkinan diagn"sti$ dengan
menggunakan pertanyaan yang terpusat dan terperin$i
2. kuti jawaban yang samar-samar atau tak jelas dengan $ukup gigih untuk
menentukan dengan akurat jawaban atas pertanyaan
4. 1iarkan pasien berbi$ara dengan $ukup bebas untuk mengamati bagaimana
kuatnya pikiran berkaitan
5. 3unakan $ampuran pertanyaan terbuka dan tertutup
6. !angan takut untuk menanyakan tentang t"pi$ yang anda atau pasien rasakan
sulit atau memalukan
7. Tanyakan tentang pikiran atau ide bunuh diri
,+. 1erikan pasien kesempatan untuk menanyakan pertanyaan pada akhir
wawan$ara
,,. Simpulkan wawan$ara awal dengan mendapatkan rasa keper$ayaan% dan jika
mungkin harapan.
&engan persiapan-persiapan di atas maka se"rang d"kter psikiatri dapat
membuat sebuah wawan$ara yang baik% memper"leh keper$ayaan dari pasien% yang
dapat digunakan untuk membuat suatu diagn"sis yang tepat.
2.1.2 W!t$ Pent%!&nn W"n#r
(ntuk sebuah k"nsultasi awal hendaklah suatu wawan$ara berkisar antara 0+
menit hingga , jam% tergantung pada keadaan. Wawan$ara dengan pasien psik"tik
atau pada pasien dengan penyakit medis biasanya singkat% hal ini dikarenakan "leh
4
pasien yang mungkin merasakan bahwa wawan$ara adalah suatu hal yang
menegangkan. Wawan$ara yang panjang mungkin diperlukan di ruang gawat darurat.
Kunjungan yang kedua maupun kunjungan selanjutnya beserta wawan$ara psikiatrik
yang terus menerus juga ber'ariasi dalam lamanya.
Penatalaksanaan waktu perjanjian juga mengungkapkan aspek penting dari
kepribadian dan penanganan. Seringkali% pasien datang lebih awal baik beberapa
menit maupun jam dan mungkin sangat awal. &ari sini kita menggali suatu
kesimpulan apakah pasien sedang mengalami suatu ke$emasan ataupun suatu
kebutuhan yang mendesak .dalam hal ini dapat dianggap sebagai suatu petunjuk berat
ringannya suatu keluhan/. &an jika pasien terlambat atau bahkan absen maka dapat
pula ditanyakan penyebab keterlambatannya apakah karena lupa ataupun disebabkan
suatu keengganan untuk berkunjung dan ber"bat ke d"kter.
1agi d"kter psikiatrik itu sendiri waktu juga merupakan suatu hal yang
penting di dalam wawan$ara. !ika se"rang d"kter psikiatrik sungguh-sungguh tidak
dapat menghindarkan keterlambatan untuk suatu wawan$ara% sebaiknya d"kter dapat
mengungkapkan penyesalannya. #al ini berguna untuk menjaga sebuah hubungan
yang baik antara pasien dengan se"rang d"kter.
Pada umumnya setelah wawan$ara yang pertama% wawan$ara yang berikutnya
memungkinkan se"rang pasien untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan inf"rmasi
yang telah diberikan pada kesalahan pertama. (ntuk itu perlu untuk ditanyakan
apakah ia telah berpikir mengenai wawan$ara yang pertama. Pada umumnya% saat
rasa nyaman dan akrab pasien dengan d"kter meningkat% mereka menjadi semakin
mampu untuk mengungkapkan perin$ian tentang kehidupan mereka.
2.1.' S$&$nn Te()t D$*$! $nt$! W"n#r
8ara kursi disusun di tempat periksa d"kter psikiatrik dapat mempengaruhi
wawan$ara. Kedua kursi harus kira-kira sama tingginya% sehingga tidak ada yang
melihat ke bawah untuk melihat lawan bi$aranya. Sebagian besar d"kter psikiatrik
5
berpikir bahwa lebih disukai untuk menyusun kursi tanpa adanya perab"t lain di
antara d"kter dan pasien. !ika terdapat beberapa kursi% maka d"kter psikiatrik
menentukan kursinya sendiri dan selanjutnya membiarkan pasien memilih kursi di
mana ia akan merasa paling nyaman.
!ika pasien yang sedang diwawan$ara adalah se"rang yang kira-kira
berbahaya% maka pintu ruang wawan$ara harus dibiarkan terbuka% d"kter psikiatrik
harus duduk di tempat yang paling dekat dengan pintu% tanpa ada sesuatu yang
menghalangi gerak d"kter menuju pintu% dan jika diperlukan "rang ketiga harus
diminta untuk berdiri di luar atau bahkan di dalam ruangan% untuk berjaga-jaga jika
terdapat masalah.
2.1.+ Te()t Peri!& D,!ter P&i!itri!
Se"rang d"kter psikiatrik tidak b"leh tidak dikenal sama sekali "leh
pasiennya. 9leh karena itu perlu bagi se"rang d"kter psikiatrik untuk membangun
sebuah image yang baik kepada pasien mengenai kepribadiannya. #al ini dapat
dibangun antara lain melalui suasana tempat pemeriksaan. Sebagai $"nt"h% kerapihan%
kebersihan ruangan% keserasian antara warna dinding ruangan% lukisan% perab"tan dan
tanaman% f"t" pribadi serta dipl"ma di dinding. #al ini se$ara tidak langsung
menggambarkan sebagian mengenai diri d"kter psikiatrik walaupun tidak
diungkapkan se$ara 'erbal.
2.1.- Me(.$t Cttn
(ntuk alasan legalitas dan medis% suatu $atatan tertulis yang adekuat tentang
tiap-tiap pasien harus dibuat. 8atatan pasien juga membantu ingatan d"kter psikiatrik
mengenai riwayat penyakit dan peng"batan pasien. Tiap-tiap klinisi harus membuat
suatu sistem penyimpanan $atatan dan memutuskan inf"rmasi mana yang akan
di$atat.
2.1./ Sit$&i $nt$! Me%!$!n W"n#r
6
Wawan$ara dilakukan tergantung pada keadaan di mana wawan$ara
dilakukan% tujuan wawan$ara% kekuatan% kelemahan dan diagn"sis pasien tertentu.
Pasien yang mempunyai diagn"sis psikiatrik yang berbeda adalah berbeda dalam
kemampuannya untuk berperan serta dalam wawan$ara dan berbeda dalam tantangan
yang diberikannya pada d"kter psikiatrik yang melakukan wawan$ara. Tema tertentu
yang k"nsisten seringkali terlihat dalam wawan$ara dengan pasien tertentu yang
mempunyai diagn"sis yang sama% walaupun% bahkan dengan diagn"sa yang sama%
pasien mungkin memerlukan strategi wawan$ara yang $ukup berbeda. 8"nt"hnya
pada pasien dengan depresi dan kemungkinan bunuh diri tentu saja $ara
penanganannya berbeda dengan pasien yang diduga menderita gangguan afek
maniakal ataupun ski:"frenia. Teknik ini juga membutuhkan kepekaan hati dari
se"rang psikiatri untuk menyelami hati se"rang pasien dan melihat ke dasar hatinya
mengenai penderitaan yang dialaminya sehingga kita dapat membangun sebuah
hubungan yang baik dengan pasien dengan $ara membangun keper$ayaan dengan
pasien sehingga pasien dapat men$eritakan dengan sejujurnya apa yang menjadi
bebannya% penderitaan dan ketidakmampuannya sehingga memudahkan bagi se"rang
psikiatri untuk menemukan penyebab apa yang dikeluhkan "leh pasien tersebut.
a. Pasien depresi dan kemungkinan bunuh diri
Pasien depresi seringkali tidak mampu untuk ber$erita se$ara sp"ntan
dan adekuat mengenai penyakitnya karena fakt"r-fakt"r tertentu seperti
retardasi psik"m"t"r dan keputusasaan. &"kter psikiatrik harus siap untuk
bertanya se$ara spesifik pada sese"rang yang mengalami depresi tentang
riwayat dan gejala yang berhubungan dengan depresi. termasuk pertanyaan
tentang ide bunuh diri% di mana pasien pada awalnya tidak sukarela. Alasan
lain untuk bersikap spesifik dalam bertanya kepada pasien depresi adalah
bahwa pasien mungkin tidak menyadari bahwa gejala tertentu seperti berjalan
selama malam atau meningkatnya keluhan s"matik adalah berhubungan
dengan gangguan depresi.
7
Salah satu aspek yang paling sulit dalam menghadapi pasien depresi
adalah mengalami keputusasaannya. 1anyak pasien yang mengalami depresi
berat per$aya bahwa perasaanya yang sekarang akan terus tidak terbatas dan
tidak ada harapan. &"kter psikiatrik harus berhati-hati untuk tidak
menentramkan pasien tersebut se$ara prematur bahwa segala sesuatu akan
menjadi baik% karena pasien kemungkinan akan merasakan penentraman
tersebut sebagai suatu indikasi bahwa d"kter psikiatrik tidak mengerti derajat
penderitaan yang mereka rasakan. Pendekatan yang tepat bagi d"kter
psikiatrik adalah menyatakan bahwa ia merasakan betapa sulitnya perasaan
pasien% bantuan tersebut tentu dimungkinkan dan pada saat itu dapat
dimengerti bahwa pasien tidak per$aya bahwa mereka akan dit"l"ng. Selain
itu% d"kter psikiatrik harus memperjelas bahwa ia memutuskan untuk
membantu pasien agar merasa lebih baik. Tiap "rang yang mengalami depresi
berharap se$ara disadari maupun tidak disadari% bahwa d"kter psikiatrik akan
se$ara ajaib dan segera menyembuhkan mereka% tetapi sebagian besar "rang
yang mau mengikuti jalur terapetik bahkan jika sebagian dari mereka per$aya
bahwa tidak ada harapan. &"kter psikiatrik yang melakukan wawan$ara harus
berhati-hati untuk tidak membuat janji bahwa peng"batan spesifik adalah
peme$ahannya. !ika peng"batan tersebut ternyata tidak bekerja pada pasien%
keke$ewaan akan menghilangkan harapan terakhir pasien.
Permasalahan khusus saat mewawan$arai pasien yang mengalami
depresi adalah kemungkinan untuk bunuh diri. ngatlah bahwa kemungkinan
bunuh diri adalah sangat penting% jika melakukan wawan$ara pada setiap
pasien depresi% bahkan jika tidak tampak resik" bunuh diri.
b. Pasien kasar
Pasien yang kasar tidak b"leh diwawan$arai sendirian. Sekurangnya
satu "rang lainnya harus selalu ada. &i dalam situasi tertentu "rang tersebut
,+
harus dijaga "leh se"rang petugas keamanan atau p"lisi. Tindakan berjaga-
jaga lainnya adalah dengan membiarkan pintu ruang wawan$ara terbuka dan
pewawan$ara duduk diantara pasien dan pintu% sehingga pewawan$ara
mempunyai jalan keluar yang tidak terhalangi jika diperlukan. &"kter harus
memperjelas dengan $ara yang tegas tetapi tidak dengan dengan kemarahan%
bahwa pasien b"leh mengatakan atau merasakan sesuatu tetapi tidak bebas
untuk bertindak dengan $ara kekerasan.
c. Pasien dengan waham
Waham dari se"rang pasien tidak b"leh ditentang se$ara langsung.
Waham mungkin merupakan pikiran sebagai suatu strategi pertahanan dan
perlindungan diri pasien% walaupun maladaptif yaitu untuk melawan an$aman
ke$emasan% penurunan harga diri dan kebingungan.
)enantang suatu waham dengan menegaskan bahwa hal tersebut tidak
benar atau tidak mungkin hanya meningkatkan ke$emasan pasien dan
seringkali menyebabkan pasien yang teran$am mempertahankan
keyakinannya bahkan se$ara mati-matian. Tidak dianjurkan untuk berpura-
pura memper$ayai waham pasien.
2.2 01RMULASI LAP1RAN PSIKIATRIK
;"rmulasi psikiatrik adalah suatu susunan < rangkaian lap"ran yang di
dalamnya termuat hal-hal yang penting dalam pemeriksaan psikiatri baik dari
wawan$ara maupun "bser'asi terhadap pasien. Pemeriksaan psikiatri dan status
mental sangat berperan penting dalam hal penegakan diagn"sa "leh karena itu kedua
bagian ini haruslah dibuat dan dilap"rkan dengan sedetail dan seinf"rmatif mungkin
agar memudahkan para d"kter psikiatri untuk menarik kesimpulan dari hasil
pemeriksaan psikiatri serta menyingkirkan diagn"sa-diagn"sa pembanding sehingga
didapatkan suatu diagn"sa yang tepat dan dapat pula dilakukan peng"batan ataupun
terapi yang tepat agar pasien dapat menjalani lagi kehidupannya dengan lebih baik.
,,
&engan selesainya suatu wawan$ara dan "bser'asi maka hasil dari pemeriksaan
tersebut dapat dituangkan dalam suatu lap"ran yang disebut lap"ran psikiatrik. =ap"ran ini
berisi riwayat psikiatrik dan hasil dari pemeriksaan mental dari pasien. =ap"ran ini mengikuti
garis besar dari riwayat psikiatrik dan pemeriksaan status mental dasar. &i dalam lap"ran
psikiatrik ini pemeriksa melap"rkan hal-hal sebagai berikut >
,. Pengungkapan pertanyaan penting% tentang pemeriksaan diagn"sa lanjutan
yang harus dilakukan.
*. Penambahan suatu ringkasan tentang temuan p"sitif dan negatif.
0. )embuat suatu diagn"sis multiaksial sementara.
-. )emberikan pr"gn"sis.
2. )emberikan f"rmulasi psik"dinamika.
4. )emberikan suatu kumpulan anjuran penatalaksanaan.
&alam penyusunan suatu lap"ran psikiatrik diperlukan suatu f"rmulasi yang
baku yang telah disepakati "leh suatu k"munitas ked"kteran dunia sehingga
memudahkan para d"kter psikiatri untuk men$ari data dan mengumpulkan inf"rmasi
yang membantu d"kter tersebut untuk dalam menegakkan diagn"sis.
2.' K1MP1NEN PEMERIKSAAN PSIKIATRIK
2.'.1 Ri"2t P&i!itri
Riwayat psikiatri adalah suatu $atatan mengenai kehidupan pasien. 8atatan ini
memungkinkan se"rang psikiater untuk memahami siapa pasiennya% dari mana pasien
berasal% dan kemana kemungkinan pasien pergi di masa yang akan datang. Riwayat
adalah suatu $erita kehidupan dari pasien yang di$eritakannya kepada psikiater
dengan menggunakan bahasa dari pasien sendiri serta berdasarkan sudut pandang dari
pasien itu sendiri. Seringkali% riwayat ini juga mengandung inf"rmasi yang tidak
hanya diper"leh dari pasien sendiri tetapi juga berasal dari sumber-sumber yang lain%
seperti "rang tua% pasangan hidup dari pasien% ataupun dari teman-teman pasien.
)emper"leh suatu $erita yang lengkap yang berasal dari pasien dan bila perlu berasal
dari sumber-sumber yang inf"rmati'e dan dapat diper$aya adalah amat sangat
penting untuk membuat diagn"sis yang tepat dan menyusun ren$ana peng"batan yang
,*
efektif dan spesifik. Seperti telah disebutkan diatas bahwa riwayat psikiatrik dengan
riwayat yang didapat pada ked"kteran umum sedikit berbeda karena yang digali pada
riwayat ked"kteran psikiatri adalah suatu keadaan yang men$eritakan kebiasaan
hidup% perilaku sehari-hari dari pasien sampai pada keadaan saat dia sakit% sedangkan
riwayat pada ked"kteran umum men$eritakan mengenai keadaan fisik se"rang pasien
serta perubahan-perubahan yang terjadi se$ara fisik pada tubuh pasien yang
berhubungan dengan penyakit yang dideritanya. Riwayat psikiatrik memberikan
gambaran mengenai riwayat karakteristik kepribadian pasien se$ara indi'idual
termasuk di dalamnya adalah kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan dari
pasien tersebut.
1erikut adalah keterangan mengenai garis besar dari riwayat psikiatrik >
. Dt I*enti3i!&i
&i dalam data identifikasi diberikan ringkasan dem"grafi yang ringkas
mengenai nama pasien% usia% jenis kelamin% status perkawinan% agama% status
pendidikan% alamat% n"m"r telep"n% pekerjaan dan sumber inf"rmasi. &ata
identifikasi ini dapat memberikan suatu gambaran sekilas mengenai
karakteristik dari pasien yang mempunyai kemungkinan mempengaruhi
diagn"sis% pr"gn"sis% perawatan dan k"mplikasinya.
.. Ke%$4n Ut(
Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan "leh pasien yang
menyebabkan ia datang atau dibawa untuk mendapatkan pert"l"ngan.
Keluhan ini biasanya dikatakan dengan kata-kata pasien sendiri% ataupun jika
pasien tidak mampu untuk berbi$ara dengan baik maka gambaran tentang
"rang yang memberikan inf"rmasi juga harus dimasukkan.
#. Ri"2t Pen2!it Se!rng
&idalamnya di$eritakan se$ara lengkap mengenai kr"n"l"gi peristiwa
yang menjadi penyebab ataupun memi$u keadaan pasien menjadi seperti pada
saat ini. 1agian ini mungkin merupakan bagian dari riwayat psikiatri yang
paling penting dan menentukan dalam membuat suatu diagn"sis. &i dalam
bagian ini di$eritakan mengenai perkembangan gejala dari "nset penyakit
,0
sampai keadaan saat ini% hubungannya dengan kejadian-kejadian dalam
hidupnya% adanya stres"r% penggunaan "bat dan taraf-taraf perubahan dari
fungsi yang n"rmal.
*. Ri"2t Pen2!it D4$%$
Riwayat penyakit dahulu adalah suatu transisi dari riwayat penyakit
sekarang dan riwayat pribadi pasien. &i sini di$eritakan keadaan < epis"de
sakit baik dalam hal psikiatri maupun kesehatan umum. 3ejala-gejala pada
pasien baik adanya suatu inkapasitas% jenis peng"batan yang telah diterima%
tempat perawatan < ber"bat pasien sebelumnya dan derajat kepatuhan pasien
terhadap peng"batan sebelumnya harus di$atat dan digali se$ara kr"n"l"gis.
Perhatian khusus pada bagian ini harus diberikan pada epis"de yang
menandakan "nset dari suatu penyakit% karena epis"de tersebut sering
memberikan suatu data yang penting mengenai peristiwa-peristiwa pen$etus%
kemungkinan-kemungkinan diagn"sis dan kemampuan untuk mengatasi
penyakit tersebut. )engingat pada riwayat medis% se"rang psikiatri
seharusnya mendapatkan tinjauan medis mengenai gejala dan men$atat tiap
penyakit medis atau bedah dan trauma berat% khususnya yang memerlukan
perawatan di rumah sakit yang dialami "leh pasien.
e. Ri"2t Pri.*i
&alam rangka untuk mempelajari penyakit pasien sekarang dan situasi
kehidupan saat ini% se"rang psikiater membutuhkan pemahaman yang
menyeluruh mengenai masa lalu dari pasien dan hubungannya dengan
masalah mental sekarang. &isini di$atat setiap perubahan em"si dari setiap
peri"de kehidupan. Riwayat pribadi terdiri dari saat >
e.i Ri"2t Prent% *n Perint%
Se"rang psikiatri harus memperhitungkan keadaan dan situasi rumah
di mana pasien dilahirkan dan apakah pasien adalah anak yang diren$anakan
dan diinginkan untuk dilahirkan. Keadaan persalinan juga harus ditanyakan
apakah $ukup bulan atau tidak% ma$am persalinan .sp"ntan atau $esarian/%
"bat yang diminum selama kehamilan% ada < tidaknya k"mplikasi saat lahir
,-
dan defek saat bayi lahir. #al- hal di atas adalah pertanyaan yang harus
ditanyakan "leh psikiatri untuk mengetahui riwayat pribadi pasien pada saat
kelahiran.
e.ii M& An!5An! A"% 6&e7! %4ir &()i $&i ' t4$n8
Peri"de ini merupakan masa anak-anak awal yang terdiri dari 0 tahun
pertama kehidupan pasien. Pada masa ini hal-hal yang perlu diamati adalah
mengenai hubungan antara ibu dan anak .interaksi melalui pemberian
makanan dan pengajaran ke t"ilet/% ada < tidaknya gangguan dalam hal tidur
dan makan% bagaimana sifat anak tersebut .pemalu% "'eraktif% menarik diri%
senang belajar % takut-takut% senang bepergian% ramah < tidak/% perilaku yang
aneh ada < tidak .membenturkan kepala ke temb"k/% ada < tidaknya pengasuh
yang lain selain ibu kandung% dan perkembangan awal baik dalam hal
berjalan% berbi$ara% berbahasa% perkembangan fisik% perkembangan m"t"rik%
p"la tidur% dan sebagainya.
e.iii M& An!5An! Perteng4n 6$&i ' t4$n 5 11 t4$n8
Pada masa ini psikiater dapat memusatkan perhatian pada hal-hal
penting antara lain bagaimana $ara pemberian hukuman pada pasien di rumah%
bagaimana pr"ses identifikasi jenis kelamin% ada tidaknya riwayat sakit dan
trauma serta pengalaman tentang sek"lah awal dari pasien% khususnya
bagaimana pasien pertama kali berpisah dengan ibunya. #al penting lainnya
yang tidak b"leh dilupakan adalah bagaimana $ara dia bergaul dan
membawakan peran dalam pergaulannya% apakah dia sebagai se"rang
pemimpin% pemalu% lebih gemar bermain sendirian% serta p"pularitasnya di
kalangan teman-teman sepermainannya. Perilaku anak tersebut juga harus
diperhatikan apakah suka menyiksa hewan% mimpi malam yang buruk% f"bia%
ng"mp"l% tindakan yang menimbulkan bahaya kebakaran% dan riwayat
masturbasi yang harus digali.
e.i9 M& An!5An! A!4ir 6)$.ert& &()i (& re(78
Selama masa ini% anak-anak $enderung untuk mengembangkan
kemandirian dari "rang tua mereka .pemisahan diri/ yang ditunjukkan dalam
,2
hubungan dengan teman sebaya% dan di dalam akti'itas kel"mp"k bermain.
Pada fase ini anak-anak biasanya mempunyai s"s"k figur yang diid"lainya
dan hal ini perlu untuk diketahui "leh d"kter. #al-hal yang perlu diperhatikan
pada masa ini adalah "nset dari pubertas% prestasi akademik% bagaimana
akti'itas diluar sek"lah ."lah raga dan klub/% jenis kegiatan yang diminatinya%
keterlibatan hal-hal seksual% ketertarikannya pada lawan jenis dan pengalaman
seksual .masturbasi% berhubungan seks dan mimpi basah/% pengalaman
bekerja% riwayat penggunaan alk"h"l dan penggunaan :at psik"aktif serta
ada < tidaknya gejala-gejala pada saat puber .m""d% ketidakteraturan dalam
makan dan tidur% bagaimana dia bertengkar dan berargumentasi/.
e.9 M& De"&
a. Riwayat pekerjaan
Pada bagian ini se"rang psikiatri mendeskripsikan pilihan
pekerjaan pasien% keperluan pelatihan dan persiapannya% k"nflik yang
berhubungan dengan kerja% dan ambisi serta tujuan jangka panjang.
Psikiatri juga harus menggali perasaan pasien terhadap pekerjaan yang
dilakukannya sekarang apakah ia merasa senang% terpaksa% jenuh
ataupun tidak puas atas pilihan pekrjaannya tersebut. &isamping itu
perlu juga ditanyakan riwayat pekerjaannya % lama ia bekerja% apakah
pernah pindah kerja% bila ya tanyakan juga alasannya% frekuensinya
serta hubungannya dengan teman sekerjanya.
b. Riwayat perkawinan dan persahabatan.
&i dalam bagian ini d"kter menggambarkan setiap status
pernikahan% sah <sesuai dengan hukum adat yang berlaku. #ubungan
yang bermakna yang terjalin antara d"kter dengan pasiennya juga
haruslah ditanyakan. Riwayat perkawinan atau hubungan jangka
panjang yang dideskripsikan haruslah memberikan gambaran tentang
perkembangan hubungan% dimulai saat pasien baru menikah sampai
keadaan pasien saat ini.
$. Riwayat agama
,4
Se"rang psikiater juga perlu untuk menggali lebih dalam
mengenai latar belakang agama kedua "rang tua pasien% pasien sendiri
serta bagaimana pelaksanaannya di dalam keluarga. Sikap pasien dan
keluarganya tersebut apakah l"nggar% ketat% dan apakah terdapat
k"nflik keagamaan antara "rang tua pasien dan pasien sendiri dan
bagaimana mereka mengatasinya.
d. Akti'itas s"sial
&"kter psikiatrik haruslah menggambarkan kehidupan s"sial
pasien dan sifat persahabatan% dengan penekanan pada kualitas
kedalaman hubungan manusia. !enis hubungan yang dimiliki pasien
bersama teman-temannya% apa kegiatan mereka selama ini dan apakah
terdapat saling perhatian diantara mereka.
3. Ri"2t )&i!,&e!&$%
Se"rang d"kter psikiatri perlu untuk menanyakan riwayat seksual dari
pasien. #al ini diperlukan untuk mengetahui apakah adanya kelainan dari
perkembangan seksual pasien sampai pada saat ini. 1anyak riwayat seksual
infantil yang tidak diungkapkan pemeriksaan psikiatri yang disebabkan "leh tidak
diperhatikannya riwayat tersebut% karena kesulitan mendapatkan inf"rmasi. !uga
perlu ditanyakan riwayat seksual $"nt"hnya pertama kali melakukan "nani <
masturbasi% apakah memper"leh kepuasan atau tidak% frekuensinya% kualitas
hubungan seksnya dan apakah ia puas dengan itu atau terdapat penyimpangan dari
perilaku seksualnya. Semua hal tersebut perlu digali se$ara mendalam sebab
seringkali memberikan arti yang penting dalam hal pengumpulan data psikiatri dan
penyimpulan diagn"sis dari suatu pasien.
g. Ri"2t Ke%$rg
Sebuah lap"ran yang singkat dan jelas mengenai tiap penyakit psikiatrik%
perawatan keluarga di rumah sakit serta peng"batan angg"ta keluarga dekat pasien
harus dimasukkan ke dalam bagian dari lap"ran ini juga. Perlu ditanyakan juga ada
atau tidaknya riwayat penggunaan alk"h"l atau :at-:at yang lain ataupun perilaku
antis"sial yang terdapat dalam keluarga. &i samping itu riwayat keluarga juga
,5
harus memberikan gambaran mengenai riwayat psikiatrik% kesehatan umum dan
penyakit genetik pada ayah% ibu% dan kerabat yang lainnya. Perlu juga ditanyakan
mengenai sikap keluarga terhadap keadaan sakit pasien% apakah mereka
mendukung terhadap peng"batan pasien atau tidak. Kalau perlu ditanyakan
keadaan finansial keluarga% siapa yang bekerja dan apakah $ukup untuk keluarga.
Semua penjelasan singkat tersebut diatas adalah hal-hal mengenai riwayat
psikiatri pasien yang perlu ditanyakan se$ara lengkap% detail sehingga dapat
memberikan gambaran yang jelas mengenai pasien dan keadaan kehidupannya serta
saat sakitnya. #al ini akan membantu kita sebagai se"rang psikiater untuk memahami
se"rang pasien sebagai se"rang manusia se$ara utuh baik jasmani maupun fisik.
#al lain yang dapat membantu mengenai pemahaman kita akan keadaan sakit
pasien adalah dengan melakukan pemeriksaan mental yang kemudian di$atat dalam
status pemeriksaan mental. Status pemeriksaan mental adalah bagian dari
pemeriksaan klinis yang menggambarkan jumlah t"tal "bser'asi pemeriksa dan kesan
atau impresi tentang pasien psikiatri saat wawan$ara. Pada status mental ini kita
melakukan pemeriksaan terhadap k""rdinat psikiatri < fungsi mental < fungsi
kepribadian yaitu kesadaran% alam pikiran% alam perasaan dan perilaku pasien. (ntuk
melakukannya dan mendapatkan hasil yang "ptimal diperlukan "bser'asi se$ara
$ermat dan menyeluruh mengenai pasien juga tidak dilupakan adalah teknik
wawan$ara yang digunakan untuk menemukan kelainan-kelainan dalam fungsi
mental pasien.
2.+ PEMERIKSAAN STATUS MENTAL
2.+.1 G(.rn U($(
Adalah gambaran tentang penampilan pasien dan kesan fisik se$ara
keseluruhan yang di$erminkan "leh sikap% p"stur perawakan% pakaian% perawatan diri
dan dandanan. #al lain yang perlu dinilai adalah apakah tampak sesuai usia% tampak
sehat atau sakit% tenang% bingung% tidak ramah% kekanak-kanakan% sikap saat berbi$ara%
kesadarannya baik se$ara neur"l"gis .$"mp"s mentis sampai k"ma/% psik"l"gis
,6
.men$iut atau berubah/ ataupun kesadaran se$ara s"sial .baik atau tidak/ dan tingkah
laku saat wawan$ara .terdapatnya tik% stere"tipi% mannerisme% agitasi% melawan%
hiper<hip"akti'itas% stup"r% dsb./. Semua hal diatas haruslah diperhatikan saat
wawan$ara dengan melakukan "bser'asi terhadap pasien se$ara teliti.
2.+.2 Ke*n 3e!ti3 *n Hi*$) E(,&i
Keadaan afektif didefinisikan sebagai em"si yang menetap% berlangsung lama%
internal% dan mempengaruhi persepsi < perilaku sese"rang tentang dunia sekitarnya.
Se$ara "bjektif dapat dilihat dari $ara berbi$aranya% ekspresi wajahnya% gerak-gerik
tubuhnya% nada suaranya apakah euthym% dysthym% hiperthym% hip"thym% dsb.
#idup em"si adalah resp"ns em"si"nal se$ara eksternal% yang tampak pada
saat wawan$ara% em"si yang sesaat < jangka pendek? tampak dari reaksi yang timbul
setelah membi$arakan sesuatu hal. Pemeriksaan hidup em"si ini didasarkan "bser'asi
pada stabilitas% pengendalian% empati% e$ht < une$ht% dalam < dangkal% skala
diferensiasi% dan serasi < tidaknya.
2.+.' Bi#r
1i$ara adalah gagasan% pikiran% perasaan yang diekspresikan melalui bahasa?
k"munikasi melalui penggunaan kata-kata dan bahasa. 1agian ini adalah bagian dari
lap"ran psikiatri yang menggambarkan karakteristik saat pasien berbi$ara. @ang
dinilai dalam hal bi$ara ini adalah baik dalam kuantitas maupun kualitatifnya. Se$ara
kuantitas yang dimaksud adalah dari jumlah pembi$araannya apakah pasien banyak
atau sedikit pembi$araan yang terjadi khususnya pasien% sedangkan se$ara kualitas
adalah dapat dilihat dari isi bi$aranya% apakah memberikan inf"rmasi yang banyak
atau sedikit. &isamping itu juga perlu diperhatikan adanya gangguan dalam berbi$ara
misalnya > disartria% dyps"pr"dy% gagap% gangguan pada afasia %dsb.
,7
2.+.+ Gngg$n )er&e)&i
Persepsi adalah daya mengenal kualitas% hubungan serta perbedaan suatu
benda% melalui pr"ses mengamati% mengetahui dan mengartikan. )emindahkan
stimuli fisik menjadi inf"rmasi psik"l"gik% sehiingga stimulus sens"ris berada dalam
genggamannya. 3angguan ini dapat berupa dist"rsi sens"rik dan desepsi sens"rik.
1entuk-bentuk dist"rsi sens"rik antara lain terjadi perubahan intensitas% perubahan
kualitas% perubahan bentuk < dismegal"psia. Sedangkan desepsi sens"rik adalah
gangguan sens"rik berupa mun$ulnya persepsi baru dengan atau tanpa "bjek luar%
$"nt"hnya adalah halusinasi dan ilusi. 3angguan ini dapat melibatkan berbagai sistem
sens"rik dalam tubuh kita antara lain penglihatan% pembauan% pendengaran% taktil dan
pen$iuman. Keadaan halusinasi dan "nset dari halusinasi terjadi adalah penting
karena itu wajib untuk digali dan diketahui "leh para d"kter psikiatri yang
bersangkutan.
2.+.- Pi!irn
Pikiran adalah suatu aliran gagasan% as"siasi dan symb"l yang mengarah pada
tujuan% dimulai dari adanya masalah atau tugas dan mengarah pada kesimpulan yang
ber"rientasi kenyataan serta terjadi dalam urutan yang l"gis. &isini% gangguan pada
pikiran dibagi menjadi * yaitu gangguan pr"ses pikir < bentuk pikir dan gangguan isi
pikir. 8"nt"h gangguan pada pr"ses berpikir adalah adanya gangguan dalam hal
pr"dukti'itas% k"ntinuitas pikiran dan hendaya berbahasa. Sedangkan gangguan pada
isi pikir adalah terdapatnya pre"kupasi dan waham. Pada bagian ini pemeriksa dapat
menemukan adanya gangguan dalam hal berpikir antara lain terdapatnya waham yang
biasanya sering mun$ul pada "rang dengan gangguan jiwa% juga dapat diketemukan
pula adanya pembi$araan yang tak berujung pangkal atau juga adanya suatu
ketidaksinambungan antara jawaban pasien dengan pertanyaan yang diberikan "leh
*+
kita sebagai se"rang psikiatri. Pasien juga dapat memberikan penjelasan se"lah-"lah
bahwa pikirannya dapat diba$a "rang lain% sepreti disiarkan atau juga dised"t
sehingga pikirannya menjadi k"s"ng. )a$am-ma$am keanehan ini dapat diper"leh
"leh psikiatri dengan $ara mengadakan wawan$ara dan melakukan "bse'asi dengan
baik.
2.+./ 1rient&i
9rientasi adalah kemampuan pasien untuk mengenali dirinya dan keadaan
sekitarnya. Terdiri dari >
Orientasi Waktu% @aitu kemampuan pasien untuk mengenal waktu sekarang
ini.
Orientasi terhadap Orang, @aitu kemampuan pasien untuk mengenali "rang-
"rang yang ada disekitarnya.
Orientasi Tempat% @aitu kemampuan pasien untuk mengenali tempat
keberadaan pasien
Namun kesemuanya itu bersifat situasi"nal.
2.+.: In3,r(&i U($( *n D2 Ingt
nf"rmasi umum didapatkan dengan $ara menanyakan pasien pertanyan-
pertanyaan spesifik berdasar t"pik yang ada sekarang ini% seperti nama-nama lima
presiden terakhir% kejadian-kejadian aktual% ataupun inf"rmasi tentang sejarah atau
ge"grafi. (ntuk mendapatkan inf"rmasi umum dari pasien haruslah disesuaikan
dengan tingkat pendidikan pasien. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui
kemungkinan terjadinya demensia pada pasien.
*,
;ungsi daya ingat .mem"ri/ biasanya dibagi menjadi empat bidang > ingatan
jauh .rem"te mem"ry/% daya ingat masa lalu yang belum lama .re$ent mem"ry/% dan
penyimpanan daya ingat segera .immediate retenti"n and re$all/.
,
&aya ingat yang baru saja dapat diperiksa dengan bertanya pada pasien
tentang bagaimana nafsu makan mereka selanjutnya bertanya pada pasien apa yang
mereka makan sabagai sarapan atau makan malam pada kemarin malam. )eminta
pasien untuk mengulangi enam angka maju dan selanjutnya mundur untuk
pemeriksaan daya ingat segera.
&aya ingat jauh dapat diperiksa dengan bertanya pada pasien tentang
inf"rmasi masa kanak-kanak mereka selanjutnya dapat diperjelas. )intalah pada
pasien untuk mengingat peristiwa-peristiwa baru yang penting dari beberapa bulan
terakhir untuk menilai daya ingat masa lalu yang belum lama.
2.+.; 0$ng&i Inte%e!t$%
1agian dari pemeriksaan status mental ini men$ari petunjuk fungsi "rgan
"rganik% intelegensia pasien% kapasitas berpikir abstrak dan tilikan dan perkembangan.
&isini dinilai antara lain daya ingat pasien% pengetahuan pasien% gambaran dia
berpikir abstrak serta bagaimana kemampuan dia dalam men"l"ng dirinya sendiri.
&isini se"rang psikiatri dapat melakukan tes dengan $ara memberikan pertanyaan
yang sederhana dan biasanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari pasien. &apat
juga dilakukan tes A dengan bantuan psikiatri bila kita $urigai adanya gangguan
pada perkembangan mental pada pasien tersebut. K"nsentrasi dan perhatian pada
pasien ini juga perlu diuji% $"nt"hnya dengan menggunakan se'en serial tes.
Sedangkan untuk daya berpikir abstrak maka pasien dapat dinilai dari gambar yang
diberikan "leh kita kepada pasien untuk dilukis dan kemudian kita minta pasien untuk
menginterpretasikan gambar hasil lukisan tersebut.
**
2.+.< Perti(.ngn *n Ti%i!n
Selama pr"ses menggali riwayat penyakit% d"kter psikiatrik harus mampu
menilai banyak aspek kemampuan pasien dalam hal pertimbangan s"sial. )aksudnya
adalah apakah pasien dapat mengerti akibat perilaku atau perbuatannya terhadap
"rang lain. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan memberikan $"nt"h pengandaian
suatu keadaan %mis > Bbila di taman ada "rang yang pingsan apa yang akan kamu
lakukanCD pertanyaan ini akan meman$ing pendapat dari pasien dan hal inilah yang
akan kita nilai.
Tilikan adalah derajat kesadaran dan pengertian pasien bahwa mereka sakit.
Pasien mungkin menunjukkan penyangkalan penyakitnya sama sekali atau mungkin
menunjukkan kesadaran bahwa mereka sakit tetapi melemparkan kesalahan pada
"rang lain% fakt"r eksternal atau bahkan fakt"r "rganik yang lain.Tilikan dibagi
menjadi 4 derajat% yaitu>
- ti%i!n *er7t 1 menyangkal bahwa dirinya sakit
- ti%i!n *er7t 2 )engakui dan menyangkal bahwa dirinya sakit pada saat yang
bersamaan.
- ti%i!n *er7t ' menyalahkan "rang lain<fakt"r eksternal sebagai penyebab
sakitnya
- ti%i!n *er7t + sadar bahwa sakitnya disebabkan "leh sesuatu yang tidak
diketahui dalam dirinya
- ti%i!n *er7t - sadar bahwa dirinya sakit tetapi tidak bisa menerapkan dalam
mengatasinya .tilikan intelektual/
- ti%i!n *er7t / sadar bahwa dirinya sakit dan sudah bisa menerapkannya
sampai kesembuhannya .tilikan em"si"nal sejati/
*0
2.+.1= Re%i.i%it&
1agian ini adalah bagian terakhir dari status pemeriksaan mental. 1agian ini
menyimpulkan kesan d"kter psikiatrik terhadap reliabilitas pasien dan kemampuan
pasien untuk melap"rkan situasi dan keadaannya dengan tepat. 1agian ini merupakan
penilaian d"kter terhadap pada kebenaran dan kejujuran pasien. Karena itu d"kter
psikiatri harus berhati-hati pada kasus-kasus tertentu yang memungkinkan pasien
untuk lebih sering berb"h"ng baik karena malu ataupun tidak ingin keburukannya
diketahui "rang lain.
&ari kedua buah lap"ran diatas kita dapat memper"leh sebagian besar
inf"rmasi yang kita perlukan untuk memper"leh suatu diagn"sa. Tetapi untuk lebih
memastikan suatu diagn"sis dan menyingkirkan diagn"sa pembanding dapat pula
dilakukan pemeriksaan lab"rat"rium $"nt"hnya > f"t" r"entgen% tes "bat-"batan% dll
yang dilakukan sesuai dengan indikasi yang diharapkan. !uga perlu dilakukan pula
pemeriksaan fisik pada pasien untuk mengetahui ada < tidaknya hubungan sakit
mental pada pasien dengan sakitnya se$ara fisik% $"nt"hnya pada penyakit typhus
dapat timbul suatu keadaan yang disebut dengan delirium% keadaan ini adalah suatu
penurunan kesadaran yang disertai dengan gejala mirip gejala pada penyakit
gangguan mental.
2.- PEMERIKSAAN DIAGN1STIK LANJUTAN
*.2., Status nternus
Status internus adalah pemeriksaan fisik se$ara umum sesuai dengan bidang
penyakit dalam untuk mengetahui penyakit-penyakit yang diderita pasien.
Pemeriksaan fisik umum harus mengikuti f"rmat standar yang berlaku% meliputi
sistem-sistem per "rgan di tubuh mulai dari kepala hingga kaki.
*-
*.2.* Status neur"l"gis
Status neur"l"gis adalah pemeriksaan fisik di bidang neur"l"gi. E'aluasi
neur"l"gis se$ara detail% umumnya penting pada pasien psikiatrik untuk mengetahui
f"kal sign yang mungkin dikeluhkan "leh pasien.
*.2.0 Wawan$ara diagn"stik lanjutan
*.2.- Wawan$ara dengan angg"ta keluarga% teman atau tetangga "leh pekerja s"sial
*.2.2 Tes psik"l"gis% neur"l"gis% atau lab"rat"rium sesuai indikasi> seperti?
elektr"ensefal"gram% s$an t"m"grafi $"mputer pen$itraan res"nansi magnetik% tes
untuk gangguan medis lainnya% tes pemahaman memba$a dan menulis% tes untuk
afasia% tes psik"l"gi pr"yektif% tes supresi deksametas"ne% tes urine *- jam untuk
int"ksikasi l"gam berat.
2./ DIAGN1SIS
Klasifikasi diagn"stik dibuat menurut edisi empat BAmerican Psychiatric
Associations Diagnosis dan Statistical anual o! ental Disorder .&S)-F/D.
&S)-F menggunakan suatu skema klasifikasi multiaksial yang terdiri dari lima
aksis% masing-masing harus di$antumkan dalam diagn"sis.
,. A!&i& I% terdiri dari semua sindr"ma klinis .$"nt"h > gangguan suasana
perasaan% ski:"frenia% gangguan ke$emasan umum/ dan k"ndisi lain yang
merupakan pusat perhatian klinis.
*. A!&i& II% terdiri dari ganguan kepribadian dan retardasi mental.
0. A!&i& III% terdiri dari tiap penyakit medis .$"nt"h > epilepsi% penyakit
kardi"'askuler% penyakit gastr"intestinal% gangguan end"krin/.
*2
-. A!&i& I?% dimaksudkan pada masalah psik"l"gi dan lingkungan .$"nt"h >
per$eraian% kematian "rang yang di$intai%dll/.
2. A!&i& ?% berhubungan dengan penilaian gl"bal yang ditunjukkan "leh pasien
selama wawan$ara .$"nt"h> fungsi s"sial% pekerjaan% dan psik"l"gis/>
digunakan skala ranking yang berurutan dari ,++ .berfungsi superi"r/ sampai ,
.fungsi sangat terganggu/.
2.: PR1GN1SIS
Pr"gn"sis adalah suatu pendapat tentang kemungkinan perjalanan segera dan
di masa datang% tingkat dan akibat gangguan. ;akt"r pr"gn"sis yang baik dan buruk%
seperti yang telah diketahui dan dituliskan.
2.; 01RMULASI PSIK1DINAMIKA
;"rmulasi psik"dinamika adalah suatu ringkasan dari pengaruh psik"l"gis
yang diajukan pada masalah yang menyebabkan gangguan pasien? pengaruh-
pengaruh dalam kehidupan pasien yang berperan dalam penyakit sekarang? fakt"r
lingkungan dan kepribadian yang rele'an dalam menentukan gejala pasien dan
bagaimana pengaruh-pengaruh tersebut telah berinteraksi dengan susunan genetika%
temperamental% dan bi"l"gis pasien? tujuan primer dan sekunder. Suatu garis besar
tentang mekanisme pertahanan utama yang digunakan harus dituliskan.
2.< ANJURAN5ANJURAN
&alam menyusun ren$ana peng"batan% d"kter harus men$atat apakah pasien
membutuhkan peng"batan psikiatrik pada saat itu dan jika demikian pada masalah
dan gejala sasaran mana peng"batan ditunjukkan% jenis peng"batan atau k"mbinasi
peng"batan mana yang harus diterima pasien% dan lingkungan peng"batan mana yang
tampaknya paling sesuai. Sebagai $"nt"h% pemeriksa menilai peranan medikasi%
peng"batan rawat jalan ataupun rawat inap% frekuensi sesi% kemungkinan lama terapi
dan jenis psik"terapi. Tujuan spesifik dari peng"batan harus di$atat. !ika dianjurkan
perawatan di rumah sakit% d"kter harus menyebutkan alasan perawatannya di rumah
*4
sakit tersebut% jenis perawatan yang diindikasikan% dan mendesaknya kebutuhan
pasien untuk dirawat% dan kemungkinan lama perawatan rawat inap. &"kter harus
memperkirakan lamanya peng"batan. !ika baik pasien maupun angg"ta keluarga
tidak mau menerima anjuran peng"batan dan d"kter berpikir bahwa pen"lakan
tersebut dapat mempunyai akibat yang serius% pasien .atau "rangtua< penjaganya/
harus menandatangani suatu pernyataan bahwa anjuran peng"batan telah dit"lak.
BAB III
KESIMPULAN
Tujuan dilakukannya pemeriksaan psikiatrik dengan baik termasuk
wawan$ara psikiatrik adalah untuk mendapatkan keper$ayaan dari pasien dan
*5
keluarganya% sehingga d"kter dapat mengetahui pasien se$ara keseluruhan% dan dapat
menentukan diagn"sis serta peng"batan yang paling tepat kepada pasien.
K"mp"nen utama dalam melakukan pemeriksaan psikiatri dengan baik adalah
dengan melakukan wawan$ara% "bser'asi% dan pemeriksaan status mental se$ara
benar. #al ini perlu didukung "leh kemampuan d"kter sebagai ahli psikiatri.
)enangani pasien se$ara h"listik dapat memudahkan d"kter untuk mendapat
gambaran pasien se$ara keseluruhan% sehingga d"kter dapat mengetahui berbagai
riwayat kehidupan pasien% dapat menggali fakt"r pen$etus untuk penyakitnya% dan
fakt"r-fakt"r lain yang berkaitan seperti lingkungan. &engan adanya data yang
lengkap% akan sangat membantu d"kter dalam menentukan langkah diagn"sis dan
terapi yang tepat. Peng"batan yang lengkap meliputi peng"batan fisik% psik"l"gis dan
s"si"budaya yang tidak hanya tertuju pada "bat-"batan saja% namun juga terapi yang
memang dibutuhkan pasien% yang sesuai dengan penyebab timbulnya penyakit pada
pasien% sehingga kemungkinan untuk berulangnya penyakit akan semakin ke$il.
DA0TAR PUSTAKA
,. 3rebb% !a$k A. Kaplan% #ar"ld % Sad"$k% 1enjamin !. *+++. "eha#ioural
Sciences $linical psychiatry% se'en editi"n. )aryland% (SA> William G
Wilkins.
*6
*. Ameri$an Psy$hiatri$ Ass"$iati"n. *++6. Diagnostic and Statistical anual
o! ental Disorder% f"urth editi"n. Washingt"n &8> Ameri$an Psy$hiatri$
Ass"$iati"n.
0. W.; )aramis. *++7. $atatan %lmu &edokteran 'iwa. Surabaya> Penerbit
Airlangga (ni'ersity Press.
-. Rusdi E. *++4. "uku Panduan &epaniteraan %lmu &edokteran 'iwa. !akarta >
Rumah Sakit !iwa slam Klender.
2. 1a$htiar =ubis G Syl'ia &. *++2. Penuntun wawancara psikodinamik dan
psikoterapi. !akarta> ;K(.
4. 3itayanti #adisukant" G Syl'ia &. *+,+. "uku A(ar Psikiatri. !akarta> ;K(.
*7