Anda di halaman 1dari 2

1.

Tes Termal
Indikasi vitalitas pulpa dapat diperoleh melalui tes termal. Sebagai tambahan
gigi yang akan direstorasi dengan casting, evaluasi pulpa harus dilakukan.
Untuk melakukan tes termal, tip applicator kapas disemprotkan dengan agen
pendingin (HistoFreeze , Fisher Brand, Fisher Scientific , Pittsburgh , PA
15219 ) atau gutta-percha panas yang langsung diaplikasikan ke gigi. Nyeri
yang berlangsung selama 10-15 detik atau kurang dari itu setelah stimulasi
dengan panas atau dingin menunjukkan hiperemia, inflamasi yang dapat
hilang (reversible) dengan dihilangkannya iritasi. Rasa nyeri yang intens
dengan durasi yang lama dari panas atau dingin biasanya menunjukkan
pulpitis irreversible yang hanya dapat diatasi dengan terapi endodontic atau
ekstraksi. Kekuranagna respn respon panas atau dingin dapat mengindikasikan
pulpa yang nekrosis. Gigi yang berdekatan atau gigi yang kontralateral yang
tidak terinfeksi harus dites juga sebagai pebandingan dasar karena durasi rasa
nyeri bisa berbeda di tiap gigi. Test vitalitas baik secara termis maupun
elektris sedikit manfaatnya dan diragukan pada gigi sulung dalam memberi
gambaran tentang tingkat peradangan pulpa karena anak belum dapat
membedakan rangsangan ditambah adanya rasa takut dari si anak.
2. Tes Pulpa Elektrik
Tes elektrik pulpa juga bisa menilai vitalitas pulpa. Penguji elektrik pulpa
ditempatkan pada gigi dan bukan pada bagian rsetorasi. Arus listrik kecil akan
dikirim ke gigi yang menyebabkan adanya sensasi kesemutan ketika pulpa
masih vital, namun ketika pulpa tidak vital maka tidak akan ada respon.
Penting untuk mengamati gigi yag berdekatan atau gigi kontralateral sehingga
gigi yang menjadi objek pemeriksaan dapat dievaluasi terhadap respon gigi
lainnya. Tes elektrik pulpa dapat memberikan informasi tambahan , ketika
dikeombinasikan dengan penemuan lain, yang dapat menunjang diagnosis.
Tes elektrik pulpa terkadang tidak possible jika dilakukan pada gigi dengan
restorasi yang besar atau full-coverage restorastions Test pulpa elektris sulit
dilakukan pada anak karena anak belum dapat membedakan rangsangan test
elektris. Anak memberi reaksi karena anak dalam keadaan takut sehingga
merasa sakit. Selain itu saluran atau orifis pulpa pada gigi sulung lebih besar
dibanding pada gigi tetap sehingga perjalaran infeksi lebih cepat terjadi dan
tidak membutuhkan waktu yang lama, sehingga anak cenderung tidak
merasakan rasa sakit.