Anda di halaman 1dari 25

I.

IDENTITAS PASIEN
Nama : Nn. S
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 28 tahun
Alamat : Tangerang
Status : Belum Menikah
Pendidikan : SLTA
Pekeraan : Tidak Bekera
Suku : Sunda
Agama : !slam
"atang ke #SJS$ : % April 2&'(
N#M : )))))))
#i*a+at Pera*atan
'. Tanggal % April , '2 April 2&'( dira*at di #SJS$ ruang -empaka
2. Tanggal '2 April 2&'( dira*at di #SJS$ di ruang Kenanga .saat ini/
II. RIWAYAT PSIKIATRI
All0anamnesis
Tanggal '1 April 2&'(2 pukul '2.&&. memalui tele30n dengan N+. S .Sepupu
ipar pasien2 umur 4( tahun2 pendidikan terakhir S"2 pekeraan !5u #umah
Tangga/
Aut0anamnesis
Tanggal '' April 2&'(2 pukul ''.(&2 di ruang -empaka #SJS$
A. Keluhan Utama
Pasien marah6marah dan menghalang6menghalangi kendaraan +ang le*at seak 2
minggu SM#S
B. Riwayat Gangguan Sekarang
Pasien di5a*a ke !7" #SJS$ karena marah6marah dan menghalang6menghalangi
kendaraan +ang le*at seak 2 minggu SM#S. Keluhan sudah disadari 0leh pihak keluarga
seak 4 tahun +ang lalu. Keluhan 5erupa 5i8ara ka8au2 pergi kelu+uran2 sulit mera*at diri2
dan dengan tingkah laku +ang tidak *aar seperti men8ium 5arang65arang +ang 5erada di
sekelilingn+a atau 8ara 5eralan +ang terkadang terhenti tanpa se5a5. Pasien uga mengaku
terkadang seperti ada malaikat +ang mem5isikin+a untuk melakukan hal6hal tertentu
hingga segera mati saa. Se5elumn+a2 4 tahun +ang lalu2 pasien pernah dira*at di #umah
Sakit Ji*a "harma*angsa2 namun aki5at ketidak8ukupan uang2 akhirn+a pasien di5a*a
pulang 0leh pihak keluarga. Sampai akhirn+a saat ini pasien di ra*at di #SJS$.
Keluarga men8eritakan a*aln+a pasien sering sedih dan menangis sendiri seak 9 2
tahun +ang lalu seak 8al0n suami pasien meninggal karena sakit saluran pen8ernaan.
Keluarga mengatakan seak ke8il pasien selalu dituruti kemauann+a 0leh 0rang tuan+a
se5agai anak perempuan +ang paling disa+ang. Sekitar a*al tahun 2&'2 pasien sering
marah6marah dan 5erkata kasar terhadap keluargan+a2 namun tidak sampai 5er5uat kasar.
Pasien sering pergi dari rumah dan 5aru kem5ali '62 hari 5erikutn+a. $al ini sering
dilakukan sampai akhirn+a pasien menunukan tingkah laku +ang tidak *aar.
Karena keluhan pasien terse5ut dirasakan semakin mem5uruk2 pasien diantar keluarga
pada '2 April dan pasien di5a*a ke #SJS$.
. Riwayat Gangguan Se!elumnya
". Gangguan P#ikiatrik
Pasien pernah mengalami geala seperti ini dan di ra*at di #SJ "harma*angsa pada
tahun 2&&:
$. Riwayat Gangguan %e&ik
Pasien tidak pernah mengalami sakit +ang serius saat ke8il
'. Riwayat Penggunaan (at P#ik)akti*
Pasien tidak pernah menggunakan ;at psik0akti3
+. Riwayat Gangguan Se!elumnya
,
D. Riwayat Kehi&u-an Pri!a&i
". Riwayat Prenatal &an Perinatal
Pasien merupakan anak ke 4 dari 1 5ersaudara2 lahir sp0ntan dit0l0ng 5idan2 8ukup 5ulan2
dengan 5erat lahir 8ukup. #i*a+at trauma2 in3eksi2 dan keang selama hamil disangkal.
Pasien merupakan anak +ang diinginkan.
$. Riwayat Perkem!angan Ke-ri!a&ian
a. Riwayat %a#a Kanak Awal ./,' tahun0
Pasien diasuh 0leh 0rang tua pasien. Pertum5uhan dan perkem5angan pasien sesuai
dengan teman6teman se5a+an+a.
5. #iwayat %a#a Kanak Pertengahan .',"" tahun0
Pasien tinggal 5ersama 0rang tua pasien. <rang tua pasien sangat memanakan pasien.
1. Riwayat %a#a Kanak Akhir .Pu!erta# &an Rema2a0
Pasien merupakan se0rang +ang luas pergaulann+a. Pasien masih dimanakan 0leh i5u
pasien dan tidak pernah dipukul sama sekali.
&. Riwayat %a#a Dewa#a
Pergaulan pasien 5aik dan pasien 5erpa8aran tidak sampai satu tahun kemudian 5eren8ana
untuk menikah. Namun pernikahan terse5ut 5atal karena 8al0n suami pasien meninggal
karena sakit saluran pen8ernaan.
'. Riwayat Pen&i&ikan
Pasien 5ersek0lah hingga selesai pendidikan SMP. Alasan tidak melanutkan
pendidikan karena 5ia+a.
4.Riwayat Peker2aan
Setelah tidak 5ersek0lah pasien tidak 5ekera 5ekera2 han+a mem5antu pekeraan 0rang
tua dirumah.
3. Riwayat Pernikahan
Pasien 5elum menikah.
4. Riwayat Kehi&u-an Beragama
Pasien 5eragama !slam. Pasien men+atakan rain dalam 5eri5adah.
5. Riwayat Pelanggaran 6ukum
Pasien tidak pernah melakukan pelanggaran hukum.
E. Riwayat Keluarga
Pasien adalah anak keempat dari lima 5ersaudara. Anak6anak pasien tum5uh dengan
n0rmal dan tidak ada +ang menampilkan geala +ang serupa dengan pasien.
7en0gram
Keterangan :
: angg0ta keluarga laki6laki
: angg0ta keluarga perempuan
: angg0ta keluarga +ang menderita gangguan i*a
: pasien
: tinggal satu rumah
7.Situa#i Kehi&u-an S)#ial Ek)n)mi Sekarang
Pasien tinggal di rumah 0rang tua pasien2 +ang dihuni 0leh ( 0rang termasuk dirin+a2 dan
0rang tua kandungn+a. Luas rumah tinggal kira6kira (&m
2
2 lantai rumah ter5uat dari
semen2 dan 3asilitas air minum serta kamar mandi adalah milik sendiri. !nteraksi pasien
dengan 0rang serumah tidak 5egitu 5aik. Kesan k0ndisi s0sial ek0n0mi keluarga adalah
menengah ke5a*ah2 dan peng05atan pasien di5antu dengan Jaminan Kesehatan
Mas+arakat.
G. Per#e-#i Pa#ien tentang Diri &an Kehi&u-annya
Pasien tidak merasa dirin+a sakit apalagi merasa dirin+a sakit i*a. Pasien merasa keluargan+a
han+a salah paham akan k0ndisi dirin+a. Pasien menurut untuk meminum 05at karena disuruh
suster namun tidak tahu tuuann+a untuk apa. Sesekali pasien sering men+atakan
keinginann+a untuk pulang karena tidak merasa sakit.
III. PE%ERIKSAAN STATUS %ENTA8
."ilakukan pada tanggal '' April 2&'(/
A. De#kri-#i Umum
Kesadaran Neur0l0gis: -0mp0s Mentis
Kesadaran Psikiatri : Tidak tampak terganggu .perilaku2sikap dan gerak
gerik tenang2 tidak gelisah/
Tanda =ital
Tekanan "arah : '&&>?& mm$g
Nadi : 8&)> menit
Suhu : (%2:
0
-
Perna3asan : 2&)> menit
". Penam-ilan
Se0rang perempuan2 5erpenampilan sesuai usian+a2 5erpakaian ka0s dan 8elana
tanggung menggunakan sandal epit. Pasien duduk tenang di hadapan
pe*a*an8ara dengan k0ntak mata kurang namun k0nsentrasi 5aik.
$. Perilaku &an Akti9ita# P#ik)m)t)r
Se5elum *a*an8ara: pasien 5erdiri m0ndar mandir di ruang -empaka.
Selama *a*an8ara: pasien duduk dengan tenang di depan pemeriksa. K0ntak
mata kurang namun k0nsentrasi 5aik. Pasien dapat mena*a5 pertan+aan dengan
5aik2 namun sesekali memnunukkan tingkah laku aneh2 seperti menghidu mea.
'. Sika- Terha&a- Pemerik#a
Pasien mem5erikan keterangan se8ara elas2 ter5uka2 dan tidak 5er5elit65elit.
Sikap pasien terhadap pemeriksa k00perati3.
+. Pem!i1araan
Lan8ar2 pasien mena*a5 semua pertan+aan +ang diaukan2 kuantitas 8ukup.
Bi8ara pasien sp0ntan int0nasi 8ukup elas dan nada suara 8ukup. Ja*a5an
pasien kurang k0nsisten pada tiap *a*an8ara. Tidak terdapat henda+a atau
gangguan 5er5i8ara.
B. %))& &an A*ek
". %))& : euth+m
$. A*ek : luas
'. Ke#era#ian : serasi
. Gangguan Per#e-#i
Tidak ada gangguan persepsi
D. Pikiran
". Pr)#e# Pikir:Bentuk Pikir
a. Pr0dukti3itas : 8ukup
5. K0ntinuitas : 3light 03 idea .6/
8. $enda+a 5er5ahasa : tidak ada
$. I#i Pikir
a. Pre0kupasi : tidak ada
5. @aham : *aham 5i;ar .tidak elas/
8. <5sesi : tidak ada
d. A05ia : tidak ada
e. 7agasan ruukan : tidak ada
3. 7agasan pengaruh: tidak ada
E. Ke#a&aran &an K)gni#i
". Tara* Ke#a&aran &an Ke#iga-an
K0mp0s Mentis. Pasien memiliki kesan sigap 5ila ada 5aha+a +ang akan datang
pada pasien.
$. ;rienta#i
@aktu:5aik .pasien dapat men+e5utkan hari2 tanggal2 5ulan/
Tempat: 5aik .pasien mengetahui tempat pasien 5erada saat *a*an8ara dan
letak rumah pasien/
<rang: 5aik .pasien dapat men+e5utkan nama pemeriksa dan 0rang +ang
mengantarn+a ke rumah sakit/
'. Daya Ingat
<angka -an2ang : 5aik .pasien masih ingat masa ke8iln+a ketika S"2
pasien uga ingat pengalaman6pengalamann+a semasa kanak6kanak/
<angka #e&ang : 5aik .pasien masih ingat hal6hal +ang mem5a*a
pasien datang ke rumah sakit dan 0rang60rang +ang mengantar pasien ke
rumah sakit/
<angka -en&ek : 5aik .pasien ingat akan menu makan pagin+a dan
nama pe*a*an8ara/
Segera : 5aik .pasien dapat men+e5utkan dua ma8am 5enda
+ang dise5utkan 0leh pemeriksa/
+. K)n#entra#i &an Perhatian
Baik. Pasien dapat mempertahankan k0nsentrasin+a saat di*a*an8arai .
3. Kemam-uan %em!a1a &an %enuli#
Baik. Pasien dapat mem5a8a dan menulis sesuai permintaan.
4. Kemam-uan =i#u)#-a#ial
Baik. Pasien dapat menggam5ar rumah dengan 5aik
5. Pikiran A!#trak
Baik. Pasien dapat mengartikan peri5ahasa Blempar 5atu sem5un+i tanganC
dengan 5erkata Bha5is lempar dia ngumpetC
>. Inteligen#i &an Kemam-uan In*)rma#i
-enderung 5aik.
?. Kemam-uan %en)l)ng Diri Sen&iri
Baik .pasien dapat makan2 minum2 mandi sendiri/
7. Pengen&alian Im-ul#
Baik. Pasien tidak menuukkan agresiDitas selama di*a*an8ara.
G. Daya Nilai &an Tilikan
". Daya Nilai S)#ial@ 5aik .pasien mengatakan tidak pernah ingin men+usahkan
0rang lain/.
$. U2i Daya Nilai@ 5aik2 pasien akan mengem5alikan 5arang +ang tertinggal pada
pemilikn+a ika tersedia keterangan +ang elas.
'. Penilaian Realita@ terganggu
+. Tilikan@ "eraat ' .Pasien tidak merasa 5ah*a dirin+a sakit2 dan tidak tahu
kenapa ia dira*at dan men+atakan 5ah*a ia makan 05at karena disuruh suster/.
6. Tara* Da-at Di-er1aya
Se8ara umum dapat diper8a+a meskipun keterangan pasien suka 5eru5ah6ru5ah.
I=. PE%ERIKSAAN 7ISIK
A. Statu# Generali#
Keadaan umum : Sakit ringan
Kesadaran : k0mp0s mentis
Tekanan darah : '&&>?& mm$g
Arekuensi nadi : 8&) > menit
Arekuensi napas : 2&) > menit
Suhu : a3e5ris
Kepala : de30rmitas .6/2 ram5ut hitam2 tidak mudah di8a5ut
Mata : k0nungtiDa pu8at 6>62 sklera ikterik 6>62 re3leks pupil
5aik
T$T : de30rmitas .6/2 serumen .6>6/
Leher : pem5esaran kelenar getah 5ening .6/
Mulut : 0ral higiene 8ukup2 tampak gigi pasien +ang 0mp0ng
Jantung : BJ !>!! n0rmal2 murmur .6/2 gall0p .6/
Paru : Desikuler2 rh0nki .6>6/2 *hee;ing .6>6/
A5d0men : datar lemas2 n+eri tekan .6/2 5ising usus .E/ n0rmal
Fkstremitas : simetris2 akral hangat2 edema 6>62 per3usi peri3er
8ukup2 needle tract .6/2 scar di tungkai distal dekstra .E/
B. Statu# Neur)l)giku#
a. 7eala rangsang selaput 0tak .6/
5. Pupil 5ulat2 is0k0r2 (mm>(mm2 #-L E>E dan #-TL E>E
8. #e3leks 3isi0l0gis n0rmal
d. NerDus kranialis: kesan paresis .6/2 nistagmus .6/
e. #e3leks pat0l0gis .6/
e. Pemeriksaan M0t0rik : 1 1
1 1
3. 7eala ekstrapiramidal :
6 ga+a 5eralan tersedat6sendat
6 sta5ilitas p0stur tu5uh n0rmal
6 rigiditas ekstremitas tidak ada
6 gangguan keseim5angan dan trem0r .6/
g. Pemeriksaan Sens0rik
Sensi5ilitas : parestesia di kaki6tangan kiri dan kanan .6/
h. Pemeriksaan Sara3 <t0n0m
!nk0ntinensia alDi dan urin.6/2 anhidr0sis.6/
=. IK6TISAR PENE%UAN BER%AKNA
Telah diperiksa se0rang perempuan2 Nn. S 28 tahun2 5ertempat tinggal di Tangerang2
suku Sunda2 agama !slam2 status 5elum menikah2 pendidikan terakhir SMP. Pada saat
*a*an8ara mengenakan ka0s dan 8elana tanggung menggunakan sandal epit. Pasien duduk
tenang di hadapan pe*a*an8ara namun k0ntak mata dan k0nsentrasin+a 5aik.
"ua minggu +ang lalu pasien marah , marah dan 5ertingkah laku tidak *aar hingga
di5a*a ke #SJS$. Pasien merasa dirin+a 5aik65aik saa tetapi 5an+ak 0rang +ang tidak
men+ukai tingkah lakun+a. Pasien terkadang mendengar suara malaikat untuk melakukan
hal6hal tertentu.
"ari pemeriksaan psikiatri didapatkan : Kesadaran neur0l0gisn+a 80mp0s mentis.
$alusinasi.6/2 *aham 5i;ar.E/ kurang elas2 3light 03 idea .6/. "a+a nilai realitan+a terganggu
.adan+a *aham/. Tilikann+a deraat '. Pemeriksaan status internus2 neur0l0gis dalam 5atas
n0rmal.
=I. 7;R%U8ASI DIAGN;STIK
Pada pasien ditemukan sindr0m atau p0la perilaku atau psik0l0gis +ang 5ermakna se8ara
klinis dan menim5ulkan penderitaan .distress/ dan henda+a .disability/ dalam 3ungsi
pekeraan dan aktiDitas sehari6hari pasien. <leh karena itu2 dapat disimpulkan 5ah*a pasien
mengalami suatu gangguan i*a sesuai dengan de3inisi +ang ter8antum dalam PP"7J !!!.
"iagn0sis Aksis ! : Gangguan Klini# &an K)n&i#i Klini# yang %en2a&i 7)ku# Perhatian
Khu#u#
Berdasarkan anamnesis tidak ditemukan adan+a ri*a+at trauma kepala +ang dapat
men+e5a5kan gangguan intrakranial.. Pada pemeriksaan 3isik uga tidak ditemukan adan+a
tanda6tanda +ang mengarah pada gangguan intrakranial sehingga adan+a gangguan 0rganik
.A&/ pada pasien dapat disingkirkan.
Pada pasien didapatkan henda+a dalam menilai realita2 0leh se5a5 itu gangguan i*a
pada pasien dimasukkan ke dalam g0l0ngan 5esar psik0tik. "ari hasil anamnesis dan
pemeriksaan status mental2 ditemukan 5e5erapa geala psik0pat0l0gi +aitu:
'. @aham 5i;ar .merasa di5isiki 0leh malaikat/
2. Keadaan gaduh gelisah .mengamuk2 menendang/
Menurut PP"7J !!!2 gangguan psik0sis ini adalah ski;03renia.
Ski;03renia ini dig0l0ngkan kedalam ski;03renia paran0id karena:
Memenuhi kriteria umum untuk diagn0sis ski;03renia
Tidak memenuhi kriteria untuk diagn0sis ski;03renia2 he5e3renik atau
katat0nik
Tidak memenuhi kriteria untuk diagn0sis ski;03renia residual atau depresi6
pas8a ski;03renia
"iagn0sis Aksis !! : Gangguan Ke-ri!a&ian &an Retar&a#i %ental
Tidak terdapat gangguan keperi5adian dan retardasi mental .
"iagn0sis Aksis !!! : K)n&i#i %e&i# Umum
Tidak ada diagn0sis.
"iagn0sis Aksis != : Pr)!lem P#ik)#)#i#al &an 8ingkungan
Pasien mengalami masalah ek0n0mi dimana pemasukan pasien 5erkurang 8ukup drastis seak
pasien terkena penerti5an di stasiun tempat ia 5ekera.
"iagn0sis Aksis = : Penilaian 7ung#i Se1ara Gl)!al
Pada aksis =2 dinilai kemampuan pen+esuaian diri pasien dengan menggunakan 7AA
.Global Assessment of Functioning/.
7AA saat masuk : 1'6 %&
7AA 8urrent : %'6?&
=II. DA7TAR %ASA8A6
'. ;rgan)!i)l)gi#@ Tidak diketemukan kelainan 0rganik maupun 3akt0r herediter
2. P#ik)l)gi#@ @aham 5i;ar
'. 8ingkungan &an #)#ial ek)n)mi@
Masalah ek0n0mi: pasien menadi tulang pungggung perek0n0mian keluarga
Masalah keluarga: tidak akur dengan mertuan+a.

=III. E=A8UASI %U8TIAKSIA8
Aksis ! : Ski;03renia Paran0id .A 2&.'/
Aksis !! : Tidak terdapat gangguan keperi5adian dan retardasi mental
Aksis !!! : Tidak ada diagn0sis.
Aksis != : Masalah ek0n0mi2 keluarga
Aksis = : 7AA saat masuk: 1'6%&
7AA Current : %'6?&

IA. PR;GN;SIS
Gu0 ad Ditam : 50nam
Gu0 ad 3un8ti0nam : 50nam
Gu0 ad sana8ti0nam : du5ia ad 50nam
Aakt0r63akt0r +ang !er-engaruh -)#iti* terhadap peralanan pen+akit pasien:
"ukungan keluarga
Tidak ada 3akt0r herediter
Aakt0r63akt0r +ang !er-engaruh negati* terhadap peralanan pen+akit pasien:
tilikan deraat !
A.PENATA8AKSANAAN
'. #a*at !nap
"engan indikasi:
6 Untuk tuuan diagn0stik.
6 Untuk mensta5ilkan medikasi.
6 Perilaku +ang ka8au dan em0si +ang tidak sta5il.
6 Keluarga tidak sanggup menangani pasien dirumah.
2. Psik03armaka
#isperid0n 2)2 mg ta5 per 0ral.
#isperid0n dapat di5erikan selama masih ada geala p0siti3 pada pasien. Pada
pasien ini masih terdapat geala p0siti3 .*aham/ dan dipakai d0sis se5an+ak
4mg>hari. !ni sesuai dengan d0sis 0ptimal se5agai d0sis terapi untuk risperid0n
+aitu 264mg>hari. #isperid0n e3ekti3 untuk kasus +ang 5aru. "0sis risperid0n
dapat diturunkan sampai geala pada pasien hilang. Pem5erian risperid0n uga
5isa diganti ika tidak e3ekti3 menurunkan geala.
Merl0pam 2 ) ' mg
T$P 2 ) 2 mg
AI. PE%BA6ASAN KASUS
'.Pem5erian Terapi
#isperid0n 2)2 mg ta5 per 0ral
"i5erikan 2 , % mg > hari per 0ral2 di5erikan selama masih ada geala p0siti3
pada pasien. "0sis risperid0n dimulai dengan d0sis 2)' mg .d0sis terendah/ dan dapat
dinaikkan se8ara 5ertahap ika tidak terdapat per5aikan dengan menggunakan prinsip
start low go slow. Pada *aktu ini2 dapat diperhatikan kemungkinan e3ek samping
+ang 5isa teradi pada pasien. <5at dapat diturunkan sampai geala pada pasien
hilang. Pem5erian risperid0n uga 5isa diganti ika tidak e3ekti3 menurunkan geala.
#isperid0n merupakan antipsik0tik atipikal kedua setelah 8l0;apin.F3ek
terapeutik pada d0sis rendah2 pada d0sis tinggi dapat teradi FPS. "0sis risperid0n
dimulai dengan ' mg>hari2 selama 5e5erapa hari2 kemudian 5ila kurang atau 5elum
ada resp0n dapat dinaikan menadi 2 mg>hari2 kemudian dapat terus dinaikkan2 tetapi
pada d0sis 4 , % minggu perlu dilakukan eDaluasi selama 2 , ( minggu. "0sis 0ptimal
pada d0sis terapi adalah 2 , 4 mg>hr. "0sis masksimal +ang dianurkan % mg>hr.
F3ekti3 digunakan pada kasus +ang 5aru atau pada kasus +ang sudah kr0nis
dari ski;03renia."apat memper5aiki ski;03renia +ang gagal terapi dengan AP7 '
tetapi hasil peng05atan tidak se5aik 8l0;apin. F3ek samping +ang sering teradi adalah
FPS2 peningkatan pr0laktin .gangguan menstruasi2 galakt0rea2 dis3ungsi seksual/2
sindr0ma neur0leptik maligna2 dan peningkatan 5erta 5adan. F3ek samping lainn+a
5erupa sedasi2 pusing2 k0nstipasi dan takikardi.
E*ek #am-ing )!at
Sindr0m ekstrapiramidal +ang diaki5atkan e3ek samping dari antipsik0tik dan
penatalaksanaann+a.
a/ Akut
i. Parkins0nism +ang diinduksi karena 05at
Mani3estasi klinis : gerakan sp0ntan +ang menurun .5radikinesia/2
meningkatkan t0nus 0t0t .mus8ular rigidit+/2 dan resting trem0r.
Sindr0m parkins0nism mun8ul ' , ( minggu setelah peng05atan a*al.
Sering pada pasien +ang menggunakan AP7 '.
Terapi : penurunan d0sis antipsik0tik2 di5eri terapi dengan antik0linergik
seperti trihe)+phenid+l .T$P/2 4 6 % mg per hari selama 4 , % minggu.
Setelah itu dilakuakn tapering 033 2mg setiap minggu. Penghentian
antik0linergik se8ara 5ertahap untuk men8egah teradi cholinergic
rebound.
ii. "ist0nia
Sering dise5a5kan karena AP7 ' dengan high p0tensi2 dan umumn+a
teradi pada a*al peng05atan .5e5erapa am sampai 5e5erapa hari
peng05atan/ atau pada peningkatan d0sis se8ara 5ermakna.
7eala : gerakan dist0nik +ang dise5a5kan 0leh k0ntraksi atau spasme
0t0t2 0nset +ang ti5a , ti5a dan terus ,menerus hingga teradi k0ntraksi
0t0t +ang tidak terk0ntr0l. <t0t +ang sering terkena 0t0t leher2 0t0t
rahang2 lidah. Atau pada seluruh 0t0t tu5uh. "ist0nia gl0s03aringeal
men+e5a5kan disartria2dis3agia2 kesulitan 5erenapas hingga sian0sis.
Terapi : antik0linergik seperti 5en;0tr0pine ' 62 mg atau di3enhidramin
1& mg in im.
iii. Akatisia
Mani3estasi : 5erupa su5ekti3 kegelisahan .restlessness/ +ang panang2
dengan gerakan +ang gelisah2 umumn+a kaki +ang tidak 5isa tenang.
Terapi : antipsik0tik diturunkan hingga d0sis minimal. Pem5erian
pr0pan0l0l (& 6'2& mg>hari.
5/ Kr0nik .late/
i. TardiDe d+skinesia
7erakan inD0lunter dari mulut2 lidah2 5atang tu5uh dan ekstremitas +ang
a5n0rmal dan k0nsisten. 7erakan 0ral 3a8ial melliputi menge8ap , e8ap
5i5ir2 menghisap dan mengerutkan 5i5ir. 7erakan lain seperti
k0re0atet0id dari ari tangan dan kaki.
Teradi setelah penggunaan antipsik0tik minimal ( 5ulan atau
penghentian penggunaan selama 4 minggu untuk 0ral.
ii. TardiDe dist0nia
7erakan dist0nik adalah lam5at2 5eru5ah terus , menerus dan inD0lunter
serta mempengaruhi daerah tungkai dan lengan.
iii. Lain , lain : Sindr0m Neur0leptik Maligna
Manis3estasi : ketidaksta5ilan 0t0n0m seperti hipertermia2 takikardi2
hipertensi2 atau takipnu. "apat disertai dengan rigiditas 0t0t2 penurunan
kesadaran.
Terapi : hentikan antipsik0tik dan atas geala +ang ada seperti k0reksi
8airan dan elektr0lit.
Ski;03renia adalah pen+akit paradigmatik psikiatri dimana sindr0m klinis Daria5el
namun sangat mengganggu psik0pat0l0gi2 +ang meli5atkan pikiran2 persepsi2 em0si2 gerakan2
dan perilaku. Fkspresi geala 5erDariasi di seluruh pasien dan dari *aktu ke *aktu2 tetapi e3ek
kumulati3 dari pen+akit selalu parah dan 5iasan+a tahan lama
'
.
Ada 5e5erapa pendapat tentang pengertian ski;03renia +aitu menurut 7unadi2
ski;03renia 5erasal dari 5ahasa Hunani2 Bs8hi;einC +ang 5erarti BterpisahC atau Bpe8ahC2 dan
BphrenC +ang artin+a Bi*aC. Pada ski;03renia teradin+a pe8ahn+a atau ketidakserasian
antara a3eksi2 k0gniti3 dan perilaku. Jadi2 ski;03renia menga8u kepada pepe8ahan eg06aspek
rasi0nal dalam i*a6sehingga penderitan+a tidak lagi dapat mem5edakan antara alam kha+al
dan alam riil. Menurut Kraepelin ada men+e5utkan2 Bdementia pre 808kC karena ski;03renia
mengalami kemunduran intelengensi se5elum *aktun+a.Bleuler menggunakan istilah
ski;03renia 5erarti pikiran>i*a +ang ter5elah>terpe8ah. Bleuler le5ih menekankan p0la
perilaku +aitu tidak adan+a integrasi 0tak +ang mempengaruhi pikiran2 perasaan2 dan a3eksi.
"engan demikian2 tidak ada kesesuaian antara pikiran dan em0si antara persepsi terhadap
ken+ataan +ang se5enarn+a
%
.
Pen+e5a5 ski;03renia sampai saat ini 5elum diketahui dengan pasti2 *alaupun 5egitu
5an+ak ahli +ang men805a mengemukakan 5e5erapa te0rin+a. Menurut A0rtinash2 pen+e5a5
ski;03renia se5agai 5erikut
%
:
'. Aakt0r 5i0l0gi .te0ri , te0ri s0mat0genesis/
a. Aakt0r , 3akt0r geneti8 .keturunan/
Ber5agai penelitian menunukkan 5ah*a gen +ang di*arisi sese0rang sangat
kuat mempengaruhi resik0 sese0rang mengalami ski;03renia.
5. Bi08hemistr+ .ketidakseim5angan kimia*i 0tak/
Be5erapa 5ukti memunukkan 5ah*a ski;03renia mungkin 5erasal dari
ketidakseim5angan kimia*i 0tak +ang dise5ut neur0transmitter +aitu kimia*i
0tak +ang memungkinkan neur0n , neur0n 5erk0munikasi satu sama lain.
Be5erapa ahli mengatakan 5ah*a ski;03renia 5erasal dari neur0transmitter
d0pamine +ang 5erle5ihan di 5agian , 5agian tertentu 0tak atau dikarenakan
sensiDitas +ang a5n0rmal terhadap d0pamine.
8. Neur0anat0m+ .a5n0rmalitas struktur 0tak/
Ber5agai teknik imaging2 seperti M#! telah mem5antu para ilmu*an untuk
menemukan a5n0rmalitas stru8tural spesi3ik pada 0tak pasien.
2. Te0ri m0del keluarga
Be5erapa p0la asuh kelurga mem+e5a5kan gangguan perkem5angan anak.
(. Te0ri 5uda+a dan lingkungan
Ski;03renia dapat teradi pada semua status s0asial ek0n0mi tetap seringkali le5ih
5an+ak ditemukan pada kel0mp0k dengan s08ial ek0n0mi rendah.
4. Te0ri 5elaar
Perilaku2 perasaan dan 8ara 5erpikir sese0rang diper0leh dari 5elaar.
Ge2ala
Menurut Ka+ et mem5agi s+mpt0m ski;03renia atas
1
:
'. Simt0m p0siti3:
a. @aham
5. Keka8auan pr0ses pikir
8. Perilaku halusinasi
d. 7aduh gelisah
e. @aham>ide ke5esaran
3. Ke8urigaan>kearan
g. Permusuhan
2. Simpt0m negati3:
a. A3ek tumpul
5. Penarikan em0si0nal
8. Kemiskinan rapp0rt
d. Penarikan diri dari
hu5ungan s08ial se8ar
pasi3>apatis
e. Kesulitan dalam pemikiran
a5strak
3. Kurangn+a sp0ntanitas dan
arus per8akapan
g. Pemikiran stere0tipik
(. Simpt0m psik0pat0l0gi umum:
a. Kekha*atiran s0mati8
5. Ansietas
8. #asa 5ersalah
d. Ketegangan .tensi0n/
e. Mannerism dan sikap tu5uh
3. "epresi
g. #etardasi m0t0rik
h. Ketidakk00perati3an
i. !si pikiran +ang tidak 5iasa
. "is0rientasi
k. Perhatian 5uruk
l. Kurangn+a da+a nilai dan
da+a tilikan
m. 7angguan d0r0ngan
kehendak
n. Pengendalian impuls +ang
5uruk
0. Pre0kupasi
p. Penghindaran s08ial se8ara
akti3
$.4 Kriteria &iagn)#tik
Ped0man Pengg0l0ngan dan "iagn0sis 7angguan Ji*a di !nd0nesia edisi
ketiga .PP"7J !!!/ mengkel0mp0kkan simpt0m
4
:
$arus ada sedikitn+a satu geala 5erikut ini +ang amat elas.dan 5iasan+a dua
geala atau le5ih 5ila geala , geala kurang taam atau kurang elas/
a/ Th0ught e8h02 th0ught inserti0n2 th0ught *ithdra*al dan th0ught
5r0ad8asting.
5/ @aham dikendalikan2 *aham dipengaruhi2 atau passiDit+ +ang elas
meruuk pada pergerakan tu5uh atau pergerakan angg0ta gerak2 atau
pikiran2 per5uatan atau perasaan khusus dan persepsi delusi0nal.
8/ Suara halusinasi audit0rik +ang 5erk0mentar se8ara terus6menerus
terhadap perilaku pasien atau mendiskusikan perihal pasien di antara
mereka sendiri2 atau enis suara halusinasi lain +ang 5erasal dari satu
5agian tu5uh.
d/ @aham , *aham memnetap enis lain +ang menurut 5uda+an+a
dianggap tidak *aar seta sama sekali mustahil2 seperti misaln+a
mengenai identitas keagamaan atau p0litik2 atau kekuatan dan
kemampuan manusia super .misaln+a mampu mengendalikan 8ua8a2
atau 5erk0munikasi dengan mahkluk asing dari dunia lain/.
Atau paling sedikit dua geala di 5a*ah ini +ang harus selalu ada se8ara elas:
e/ $alusinasi +ang menetap dalam setiap m0dalitas2 apakah disetai 5aik
0leh *aham +ang mengam5ang>mela+ang maupun +ang setengah
5er5entuk tanpa kandungan a3ekti3 +ang elas2 ataupun 0leh ide6ide
5erle5ihan +ang menetap atau apa5ila teradi setiap hari selama
5erminggu6minggu atau 5er5ulan65ulan terus6menerus.
3/ arus pikiran +ang terputus atau +ang mengalami sispan +ang 5eraki5at
ink0herensi atau pem5i8araan +ang tidak releDan atau ne0l0gisme.
g/ Perilaku katat0nik2 seperti keadaan gaduh gelisah2 sikap tu5uh tertentu2
atau 3leksi5ilitas 8erea2 negatiDism2 mutisme dan stup0r.
h/ geala negati3 seperti sikap apatis2 pem5i8araan terhenti2 dan resp0ns
em0si0nal +ang menumpul atau tidak *aar2 5iasan+a mengaki5atkan
penarikan diri dari pergaulan s08ial dan menurunn+a kinera s08ial2
1
tetapi harus elas 5ah*a semua hal terse5ut tidak dise5a5kan 0leh
depresi atau medikasi neur0leptika.
Adan+a geala , geala khas terse5ut diatas telah selama kurun *aktu satu
5ulan atau le5ih.
Suatu peru5ahan +ang k0nsisten dan 5ermakna dalam mutu keseluruhan dari
5e5erapa aspek perilaku per0rangan2 5ermani3estasi se5agai hilangn+a minat2
tak 5ertuuan2 sikap malas2 tak 5ertuuan2 sikap 5erdiam diri2 dan penarikan
diri se8ara s08ial.
Su5tipe ski;03renia +ang umum pada !-"6'& dan "SM6!=:
Paran0id
Katat0nik
$e5e3renik.dis0rgani;ed/
Tak terin8i.undi33erentiated/
#esidual
SkiB)*renia Tak Terin1i
Suatu tipe +ang seringkali diumpai pada ski;03renia. Pasien +ang elas
ski;03renik tidak dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam salah satu tipe
dimasukkan dalam tipe ini.
PP"7J !!! mengklasi3ikasikan pasien terse5ut se5agai tipe tidak terin8i.
Kriteria diagn0sti8 menurut PP"7J !!! +aitu
4
:
Memenuhi kriteria umum diagn0sis ski;03renia
Tidak memenuhi kriteria untuk diagn0sis ski;03renia paran0id2 he5e3renik2
atau
katat0nik.
Tidak memenuhi kriteria untuk ski;03renia residual atau depresi pas8a
ski;03renia.
Kriteria diagn0sti8 menurut "SM6!= +aitu
(
:
Suatu tipe ski;03renia di mana ditemukan geala +ang memenuhi kriteria A tetapi
tidak memenuhi kriteria untuk tipe paran0id2 terdis0rganisasi atau katat0nik.
Kriteria "iagn0stik A:
2
7eala karakteristik: dua atau le5ih 5erikut2 masing , masing ditemukan untuk
5agian *aktu +ang 5ermakna selama peri0de ' 5ulan .atau kurang ika di05ati
dengan 5erhasil/:
'/ @aham
2/ $alusinasi
(/ Bi8ara terdis0rganisasi .misaln+a sering men+impang atau
ink0heren/
4/ Perilaku terdis0rganisasi atau katat0nik +ang elas
1/ 7eala negatiDe +aitu2 pendataran a3ekti32 al0gia atau tidak ada
kemauan.aD0liti0n/
-atatan: han+a satu geala 8riteria A +ang diperlukan ika *aham
adalah ka8au atau halusinasi terdiri dari suara +ang terus menerus
mengk0mentari perilaku atau pikiran pasien2 atau dua atau le5ih suara
+ang saling 5er8akap satu sama lainn+a.
Terdapat dua kaedah peng05atan ski;03renia +aitu
(
:
a. Medikasi antipsik0tik
5. !nterDensi psik0s0sial
@alaupun medikasi antipsik0tik adalah inti dari peng05atan ski;03renia2
penelitian telah menemukan 5ah*a interDensi psik0s0sial dapat memperkuat
per5aikan klinis.
Antipsik0tik
Pemilihan 05at
(
:
Tiga kelas 05at +ang utama2 +aitu antag0nis resept0r d0pamine2 risperid0ne
dan 8l0;apine.
'/ Antag0nis resept0r d0pamine
Merupakan 05at antipsik0tik +ang klasik dan e3ekti3 dalam peng05atan
ski;03renia. <5at ini memiliki dua kekuranganI pertama2han+a
seumlah ke8il pasien kemungkinan 21J 8ukup tert0l0ng. Kedua205at
ini disertai dengan e3ek +ang merugikan +ang menggangu dan serius
.paling utama ataksia dan geala mirip parkins0nisme 5erupa trem0r
dan rigitas/. -0nt0h antag0nis resept0r d0pamine adalah rem0)ipiride
2/ #isperid0ne
(
<5at antipsik0tik dengan aktiDitas antag0nis 5ermakna pada resept0r
ser0t0nin tipe 2 .1 $T2/ dan pada resept0r d0pamine tipe 2 ."2/. <5at
ini menadi lini pertama dalam peng05atan ski;03renia.
(/ -l0;apine
<5at antipsik0tik +ang e3ekti3 dan suatu antag0nis lemah terhadap
resept0r "2 tetapi antag0nis kuat terhadap resept0r "4. <5at ini
peng05atan lini kedua.
Terapi psik0s0sial
'. Terapi perilaku
Menggunakan hadiah ek0n0mi dan latihan keterampilan s08ial untuk
meningkatkan kemampuan s08ial2 kemampuan memenuhi diri s08ial2
latihan praktis dan k0munikasi interpers0nal.
2. Terapi 5er0rientasi6keluarga
Terapi keluarga dapat diarahkan kepada 5er5agai ma8am penerapan
strategi menurukan stress dan mengatasi masalah dan pengli5atan
kem5ali pasien ke dalam aktiDitas.
(. Terapi kel0mp0k
Biasan+a memusatkan pada ren8ana2 masalah dan hu5ungan dalam
kehidupan n+ata. F3ekti3 dalam menurunkan is0lasi s08ial2
meningkatkan rasa persatuan2 dan meningkatkan tes realitas.
4. Psik0terapi indiDidual
Terapi adalah mem5antu dan menam5ah e3ek terapi 3armak0l0gis.
Ter5agi kepada psik0terapi sup0rti3 dan psik0terapi 5er0rientasi6
tilikan.
Pr0gn0sis
Pr)gn)#i# !aik Pr)gn)#i# !uruk
<nset lam5at <nset muda
Aakt0r pen8etus +ang elas Tidak ada 3akt0r pen8etus
<nset akut <nset elas
#i*a+at s08ial2 seksual dan pekeraan
pram0r5id +ang 5aik
#i*a+at s08ial2 seksual dan pekeraan
pram0r5id +ang 5uruk
7eala gangguan m00d.terutama gangguan
depresi/
Perilaku menarik diri2 autisti8
Menikah Tidak menikah2 5er8erai atau anda>duda
4
#i*a+at keluarga gangguan m00d #i*a+at keluarga ski;03renia
S+stem pendukung +ang 5aik S+stem pendukung +ang 5uruk
7eala p0siti3 7eala negatiDe
Tanda dan geala neur0l0gis
#i*a+at trauma perinatal
Tidak ada remisi dalam tiga tahun
Ban+ak relaps
#i*a+at pen+erangan
1
DA7TAR PUSTAKA
'. Sadd08k B.J.2 Sadd08k =.A. S8hi;0phrenia. !n: Kaplan K Sadd08kLs S+n0psis 03
Ps+8hiatr+ BehaDi0ral S8ien8es> -lini8al Ps+8hiatr+. '&
th
ed. Lippin80tt @illiams
K @ilkins Pu5lishers2 2&&?.
2. Ste3an M.2 TraDis M.2 Murra+ #.M. Fpidemi0l0g+ and #isk Aa8t0rs. !n: An Atlas
03 S8hi;0phrenia.USA: The Parthen0n Pu5lishing 7r0up2 2&&2. p.286(&.
(. Maslim #. "iagn0sis 7angguan Ji*a #uukan #ingkas dari PP"7J6!!!. 2&&'.
p.4%61&.
4. @ardana P.A.K.$u5ungan Pengetahuan "an Sikap Keluarga tentang Ski;03renia
dengan Kekam5uhan pasien Ski;03renia di Unit #a*at Jalan #S.Ji*a Pusat
"r.S0ehart0 $eerdan Jakarta tahun 2&&: . ADaila5le 3r0m:
http:>>***.li5rar+.upnD.a8.id>pd3>2s'kepera*atan>2&1('2&('>5a52.pd3
MA88essed 0n: 22 August 2&'2N
%