Anda di halaman 1dari 108

PT.

Beads Flower Jombang 1



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Aksesoris merupakan suatu pernak pernik atau hiasan yang biasanya sering
dipakai oleh seorang perempuan dengan tujuan untuk mempercantik dirinya atau agar
terlihat lebih menarik. Oleh karena itu banyak sekali perempuan yang tertarik dan
berminat untuk mengkoleksi aksesoris aksesoris yang lucu, unik dan model yang
bagus. Ada berbagai macam aksesoris aksesoris yang sering digunakan, seperti
anting, gelang, kalung, bros, jepit rambut, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Oleh karena aksesoris banyak diminati, disukai dan digemari banyak orang,
merintis usaha baru dengan membuka toko aksesoris merupakan suatu pilihan usaha
yang diharapkan dapat mendatangkan keuntungan yang cukup lumayan bagi
pemiliknya. Hal ini dikarenakan, aksesoris banyak diminati oleh sebagian besar
perempuan sehingga permintaan akan barang aksesoris tersebut juga banyak
Aksesories bisa dibuat dengan cara merangkai manik-manik menjadi aksesoris
dan barang-barang lainnya seperti toples, keranjang buah, tempat tissue, bros, serta
tempat permen. Semua kegiatan itu hanyalah sebagai kegiatan penyaluran hobi yang
ditujukan untuk mengisi waktu luang yang ada. Ternyata aksesoris dan barang-barang
lainnya yang telah dihasilkan menarik perhatian konsumen.
Bisnis Kreasi Manik-manik ini jika dikembangkan memiliki potensi dan peluang
bisnis dimasa depan yaitu pada saat ini pengunaan aksesoris di masyarakat telah
menjadi suatu hal umum yang dikenakan oleh setiap orang, khususnya para anak
remaja, anak kuliah dan ibu-ibu rumah tangga yang menyukai keindahan pernak-
pernik dan aksesoris yang ada. Dari segi desain Kreasi Manik memberikan produk
inovasi baru, yaitu dengan cara mengkreasikan dan merangkai manik-manik menjadi
suatu produk yang benar-benar merupakan inovasi baru yang di desain dan dibuat
khusus untuk menarik perhatian calon pembeli.
PT. Beads Flower Jombang 2


Manik-manik juga merupakan hasil karya seni budaya yang secara turun-temurun
yang diwariskan oleh nenk moyang. Sebagi generasi yang sadar budaya. Contoh
budaya yang ada untuk manik-manik yang ada di desa Gudo Jombang adalah warisan
budaya dari kerajaan Mojopahit. Keunikan dari produk Kreasi Manik ini adalah dari
model dan bentuk barangnya yang desainnya menggunakan desain wariasan dari
Kerajaan Mojopahit dibuat secara khusus dengan menggunakan manik-manik aklirik
yang memiliki berbagai macam warna dan bentuk mulai dari model manik-manik dari
yang memiliki dimensi tiga warna. Salah satu UKM yang masih terus bergerak dalam
bidang manik-manik adalah PT. Beads Flower Jombang yang berdiri sejak tahun
1990. PT. Beads Flower Jombang berada dibawah pimpinan H. Wakit yang selama
ini menjalankan bisnis manik-mnaik Beads Flower.
PT. Beads Flower merupakan satu-satu UKM yang memproduksi manik-manik
yang ada di Wilayah Jombang yang masih terus beroperasi hingga saat ini. Dalam
pemasarannya PT. Beads Flower memasarkan produknya tak hanya di dalam negri
saja tetapi juga hingga ke luar negri.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan Studi Kelayakan Bisnis
(SKB) Analisis Kelayakan Investasi Usaha PT. Beads Flower Jombang.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian
sebagai berikut:
1. Bagaimana kelayakan aspek pemasaran PT. Beads Flower Jombang?
2. Bagaimana kelayakan aspek operasional PT. Beads Flower Jombang?
3. Bagaimana kelayakan aspek sumber daya manusia PT. Beads Flower Jombang?
4. Bagaimana kelayakan aspek keuangan PT. Beads Flower Jombang?
5. Bagaimana kelayakan aspek pendukung PT. Beads Flower Jombang?

PT. Beads Flower Jombang 3

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk memahami dan menganalisis kelayakan aspek pemasaran PT. Beads Flower
Jombang.
2. Untuk memahami dan menganalisis kelayakan aspek operasional PT. Beads Flower
Jombang.
3. Untuk memahami dan menganalisis kelayakan aspek sumber daya manusia PT. Beads
Flower Jombang.
4. Untuk memahami dan menganalisis kelayakan aspek PT. Beads Flower Jombang.
5. Untuk memahami dan menganalisis kelayakan aspek pendukung PT. Beads Flower
Jombang.


D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Bagi Mahasiswa
a. Dapat membandingkan antara teori dengan kenyataan yang ada tentang kelayakan
bisnis suatu usaha.
b. Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana cara
menjalankan usaha.
c. Dapat mengetahui tentang penerapan aspek-aspek dalam suatu usaha.
d. Untuk mengadakan suatu evaluasi seberapa jauh usaha itu layak atau tidak layak
untuk dilaksanakan.
2. Bagi Fakultas Ekonomi
Untuk menambah referensi bagi kemajuan Fakultas Ekonomi khususnya Jurusan
Manajemen.
3. Bagi Perusahaan
a. Untuk menambah pengetahuan bagi Perusahaan agar dapat memajukan usahanya.
b. Untuk mengetahui aspek-aspek yang perlu dikembangkan agar diperoleh
profitabilitas usaha yang optimal.
PT. Beads Flower Jombang 4

c. Untuk pedoman terhadap langkah-langkah yang harus segera diambil oleh pihak
yang berwenang di lapangan guna menentukan sistem dan mekanisme yang tepat,
agar diperoleh hasil kerja dan manfaat seoptimal mungkin.
PT. Beads Flower Jombang 5

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Studi Kelayakan Bisnis
Pengertian Studi Kelayakan Bisnis (SKB) adalah suatu kegiatan yang memepelajari
secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang dijalankan, dalam rangka menentukan
layak atau tidak usaha tersebut dijalankan.
Mempelajari secara mendalam maksudnya meneliti secara sungguh-sungguh data dan
informasi yang ada, kemudian diukur, dihitung, dan dianalisis hasil penelitian tersebut
dengan menggunakan metode-metode tertentu. Penelitian ini dilakukan terhadap usaha yang
akan dijalankan dengan ukuran tertentu, sehingga diperoleh hasil maksimal dari penelitian
tersebut.
Adapun pengertian bisnis adalah usaha yang dijalankan yang tujuan utamanya untuk
memperoleh keuntungan. Keuntungan yang dimaksud adalah keuntungan financial. Namun,
dalam praktiknya perusahaan non profit pun perlu dilakukan Studi Kelayakan Bisnis karena
keuntungan yang diperoleh bukan hanya dalam bentuk finansialnakan tetapi juga non
financial. Jadi, dengan dilakukannya Studi kelayakan Bisnis akan dapat memberikan
gambaran apakah usaha atau bisnis yang diteliti layak atau tidak untuk dijalankan.
Untuk menentukan layak atau tidaknya suatu usaha diukur dari beberapa aspek. Setiap
aspek untuk dapat dikatakan layak harus memiliki suatu standar nilai tertentu, namun
keputusan penilaian tidak hanya dilakukan pada salah satu aspek saja. Penilaian untuk
menentukan kelayakan harus didasarkan kepada seluruh aspek yang akan dinilai nantinya.
Aspek yang diteliti diantaranya meliputi : aspek pemasaran, aspek operasional, aspek
sumber daya manusia, aspek keuangan, dan aspek pendukung.
Penelitian selanjutnya adalah untuk menilai manfaat ekonomi dan sosial yang
dijalankannya bisnis tersebut bagi masyarakat. Yang terakhir adalah untuk menilai dampak
lingkungan yang ditimblkan nantinya, apakah bila bisnis tersebut dijalankan termasuk
metode penanggulangannya.
PT. Beads Flower Jombang 6

B. Penilaian Aspek Operasional, MSDM, Pemasaran, Keuangan, dan Pendukung
1. ASPEK PEMASARAN
Pemasaran merupakan suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok
mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain
(Kotler, 2005:10). Menurut Peter Drucker dalam Kotler (2005:10) tujuan pemasaran
adalah mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau
jasa itu cocok dengan pelanggan dan selanjutnya menjual dirinya sendiri. Dapat
disimpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu sistem kegiatan bisnis secara total yang
dirancang sedemikian rupa untuk merencanakan jenis barang yang dijual, menetapkan
harga, promosi dan pendistribusian barang-barang dan jasa-jasa yang dapat memuaskan
konsumen potensial.
Sebagai seorang pemasar kita harus selalu terlebih dahulu mengetahui pasar yang
akan dimasuki, baik besarnya pasar yang ada, pasar potensial, struktur, sampai tingkat
persaingan yang ada termasuk besarnya market share yang akan direbut dan market
share pesaing. Keputusan konsumen untuk membeli suatu produk, situasi pembelian,
proses pembelian yang dibuat konsumen merupakan hal yang harus diperhatikan oleh
pemasar. Pemasar harus mempunyai komitmen dalam memberikan kepuasan kepada
konsumen di atas pesaing serta harus menentapkan strategi pemasaran yang sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Menurut Kottler (2005:339) seluruh strategi pemasaran dibangun berdasarkan STP
(Segmentation, Targeting, Positioning). Perusahaan mencari sejumlah kebutuhan dan
kelompok yang berbeda di pasar, membidik kebutuhan dan kelompok yang dapat
dipuaskannya dengan cara yang unggul, dan selanjutnya memposisikan tawarannya
sedemikian rupa sehingga pasar sasaran mengenal tawaran dan ciri khas perusahaan
tersebut. Jika perusahaan tidak melakukan penetapan posisi dengan baik, maka pasarnya
akan bingung. Untuk bisa masuk dan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen,
pemasar dapat menggunakan bauran pemasaran (Marketing Mix) yang didefinisikan
sebagai seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus
mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran (Kotler, 2005:17). McCarthy dalam
PT. Beads Flower Jombang 7

Kotler mengklasifikasikan alat-alat itu menjadi empat kelompok besar, yang disebut 4 P
tentang pemasaran yaitu produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan
tempat (place).
Untuk memaksimumkan volume penjualan maka produksi serta penjualan pun juga
harus ditingkatkan. Untuk menentukan besarnya produksi dikaitkan dengan permintaan
yang akan datang dan untuk mengetahui besarnya permintaan dilakukan dengan
peramalan pasar. Alat untuk peramalan pasar dilakukan dengan beberapa metode
peramalan / forecasting. Peramalan atau prediksi merupakan kegiatan untuk
memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang pada saat sekarang
(Kasmir, 2006:81). Untuk itu harus ditetapkan suatu konsep yang jelas dalam
pemasaran. Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan
organisasi yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif
dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan
nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih (Kotler, 2007:19).
Hal-hal yang di analisis dalam aspek pemasaran yaitu :
1. Segmentasi Pasar (Market Segmentation)
Pasar terdiri dari berbagai macam jenis pelanggan (segmen) yang memiliki
perbedaan dalam kebutuhan mereka. Dari banyak segmen, banyak perusahaan
menerapkan pasar sasaran agar dapat melayani kebutuhan pelanggan dengan baik.
Pasar terdiri dari pembeli individu dan pembeli kelompok, mereka
mempunyai perbedaan dan persamaan dalam satu atau beberapa hal. Perbedaan dan
persamaan tersebut berupa lokasi, keinginan, gaya hidup, usia, dan lainnya.
Segmentasi adalah proses membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok
pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang
berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda.
(Kotler, 2001:285)
Sedangkan segmentasi menurut Tjiptono (2008:69) adalah proses membagi
pasar keseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat heterogen ke dalam beberapa
segmen, dimana masing-masing segmennya cenderung bersifat homogeny dalam
segala aspek.
PT. Beads Flower Jombang 8

Jadi kesimpulannya segmentasi adalah strategi perusahaan untuk membagi
suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda dan memilih satu
atau lebih segmen yang dituju melalui bauran pemasaran yang berbeda.
Segmentasi pasar perlu dilakukan mengingat didalam suatu pasar terdapat
banyak pembeli yang berbeda keinginan dan kebutuhannya. Oleh karena setiap
perbedaan memiliki potensi untuk menjadi pasar tersendiri.
Dalam melakukan segmentasi pasar, seorang pemasar harus mengevaluasi
segmen-segmen tersebut berdasarkan :
a. Wilayah/daerah yang akan dijangkau, meliputi daftar wilayah yang menjadi pasar
sasaran.
b. Struktur daerah, adalah struktur daerah dari pasar sasaran yang berupa kabupaten,
kecamatan, kelurahan, dll.
c. Luas daerah, adalah luas derah yang potensial sebagai pasar sasaran.
d. Jumlah penduduk, menurut kelompok umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan
dan demografi lainnya.
2. Pasar Sasaran (Market Targeting)
Setelah segmentasi pasar dilakukan, maka terdapat beberapa segmen yang layak
untuk digarap karena dianggap paling potensial. Secara umum pengertian menetapkan
pasar sasaran adalah mengevaluasi keaktifan setiap segmen, kemudian memilih salah
satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani. Menetapkan pasar sasaran dengan cara
mengembangkan ukuran dan daya tarik segmen kemudian memilih segmen sasaran
yang diinginkan.
Kegiatan menetapkan pasar sasaran meliputi :
1) Evaluasi segmen pasar
a. Ukuran dan pertumbuhan segmen seperti data tentang penjualan terakhir
(dalam rupiah), proyeksi laju pertumbuhan dan margin laba dari setiap
segmen. Yang dipilih adalah penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan dan
margin laba dari setiap segmen.
b. Struktural segmen yang menarik dilihat dari segi profitabilitas. Kurang menarik
apabila terdapat pesaing yang kuat dan agresif.
PT. Beads Flower Jombang 9

c. Sasaran dan sumber daya perusahaan. Memerhatikan energy yang dimiliki
perusahaan, yaitu ketersediaan sumber daya manusia termasuk keterampilan yang
dimiliki.
2) Memilih segmen, yaitu menentukan satu atau lebih segmen yang memiliki nilai
tinggi bagi perusahaan, menentukan segmen mana dan beberapa banyak yang dapat
dilayani :
a. Pemasaran serbasama, melayani semua pasar dan tawaran pasar dalam arti tidak
ada perbedaan. Mencari apa yang sama dalam kebutuhan konsumen.
b. Pemasaran serbaaneka, merancang tawaran untuk semua pendapatan, tujuan, atau
kepribadian.
c. Pemasaran terpadu, khusus untuk sumber daya manusia yang terbatas.
3. Posisi Pasar (Market Positioning)
Menurut Tjiptono (2008:109), istilah penentuan posisi (positioning) dipopulerkan
pertama kali oleh Al Ries dan Jack Trout pada tahun 1972. Strategi positioning
merupakan strategi yang berusaha menciptakan diferensiasi yang unik di benak
pelanggan sasaran, sehingga terbentuk citra merek atau produk yang lebih unggul
dibandingkan merek atau produk pesaing.
Kotler dan Keller (2009:374-375) mendefinisikan positioning sebagai tindakan
merancang tawaran dan citra perusahaan sehingga menempati posisi yang khas
(dibandingkan para pesaing) di dalam benak pelanggan sasarannya.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa strategi
positioning adalah suatu strategi yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan
diferensiasi yang unik agar terbentuk citra merek dan memiliki posisi yang khas di
benak pelanggan yang menjadi sasaran.
Posisi produk adalah bagaimana suatu produk yang didefinisikan oleh konsumen
atas dasar atribut-atributnya. Tujuan penetapa posisi pasar (market positioning) adalah
untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang
dihasilkan ke dalam benak konsumen.
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan
a) Faktor Pendukung
PT. Beads Flower Jombang 10

Faktor-faktor pendukung ini berhubungan dengan bauran pemasaran, yaitu
seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus menerus
mencapai tujuan pemasaran di pasaran.
Terdapat empat unsur dari bauran pemasaran, yang bisa disebut empat P
(4P), yaitu:
1) Product (Produk)
Produk merupakan bentuk penawaran perusahaan yang ditujukan untuk
mencapai tujuan perusahaan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan
pelanggan.
2) Price (Harga)
Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan
sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. Menurut Merius
(1999:177) dalam Sudayat, menyatakan tujuan penetapan harga adalah :
a) Mendapatkan laba maksimal.
b) Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian
pada penjualan bersih.
c) Mencegah atau mengurangi persaingan.
d) Mempertahankan atau memperbaiki harga perlembar saham.
3) Place (Tempat)
Keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap produk bagi
para pelanggan potensial. Kemudahan akses seperti keputusan pemilihan lokasi
yang mudah diakses pelanggan potansial.
4) Promotion (Promosi)
Promosi adalah bentuk komunikasi pemasar kepada pelanggan potensial
dan aktual. Metode-metode promosi tersebut terdiri atas periklanan, promosi
penjualan, direct marketing, personal selling, dan public relations.
Selain bauran pemasaran, faktor pendukung lainnya meliputi :
1) Image positif
Suatu perusahaan yang telah lama berdiri dan telah dikenal masyarakat
secara luas akan memiliki kesempatan besar untuk membangun image positif
yang kuat di benak konsumen.
PT. Beads Flower Jombang 11

2) Pelayanan yang memuaskan
Pelayanan dari karayawan yang langsung berhubungan dengan konsumen
merupakan hal yang penting dalam mendukung penjualan perusahaan.
3) Pangsa pasar yang kuat
Penguasaan pasar yang kuat dalam segmen sasaran merupakan salah satu
keunggulan yang dapat mendorong pemasaran suatu perusahaan.
4) Gaya hidup masyarakat
Menurut Minor dan Mowen (2002: 282), gaya hidup adalah menunjukkan
bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana
mengalokasikan waktu.
b) Faktor Penghambat
Faktor-faktor penghambat ini adalah segala sesuatu yang dapat menghambat
kemajuan pemasaran dari perusahaan. Berikut macam-macam faktor penghambat dalam
suatu usaha :
1) Pesaing
Banyaknya jumlah perusahaan yang bergelut di salah satu bidang usaha dalam
wilayah tertentu akan semakin mengurangi dan memperkecil pangsa pasar suatu
perusahaan.
2) Sifat konsumen
Sifat konsumen yang sering berpindah-pindah merek karena ingin mencari variasi
bisa menghambat pemasaran perusahaan.
3) Cuaca dan kondisi alam yang tidak menentu
Pada beberapa perusahaan yang memproduksi barang yang tegantung dengan
cuaca, akan sangat dipengaruhi oleh perubahan cuaca yang tidak menentu ini
sehingga dapat mengganggu proses produksi.
4) Kurangnya dukungan pemerintah
Pemerintah kurang mendukung dalam hal sarana pemasaran bagi para perusahaan
yang bergerak dalam suatu bidang usaha dapat menghambat proses pemasaran
perusahaan.
5. Estimasi / Perkiraan Jumlah Penjualan
a) Permintaan potensial
PT. Beads Flower Jombang 12

Yaitu permintaan yang tidak selalu didukung oleh daya beli masyarakat.
b) Permintaan riil
Yaitu permintaan yang didukung dengan daya beli masyarakat yang
mempunyai uang untuk membeli produk tersebut. Perkiraan Jumlah Penjualan
dapat diukur dengan garis trend metode Least Squares dengan rumus :
Y = a + bX
dimana :
n
Y
a


2
X
XY
b


Keterangan :
Y = Prediksi penjualan
X = Jumlah tahun ( Waktu Penjualan )

PT. Beads Flower Jombang 13

2. ASPEK OPERASIONAL
1) Pengertian Manajemen Operasi
Manajemen operasi adalah suatu pengelolaan proses pengubahan atau proses
konversi dimana sumber-sumber daya yang berlaku sebagai input diubah menjadi
barang dan atau jasa Sumayang (2003:7). Produk barang dan atau jasa ini disebut
output.
Manajemen produksi dan operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara
optimal penggunaan sumber daya-sumber daya (atau sering disebut faktor-faktor
produksi) yang meliputi tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan
sebagainya. Dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi
berbagai produk atau jasa. Para manajer produksi dan operasi mengarahkan berbagai
masukan (input) agar dapat memproduksi berbagai keluaran (output) dalam jumlah,
kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen
(Handoko, 2000:2).
Aspek teknis atau operasi juga dikenal sebagai aspek produksi. Penilaian
terhadap aspek ini juga penting untuk dilakukan sebelum suatu usaha dijalankan.
Penentuan kelayakan teknis atau operasi perusahaan menyangkut hal-hal yang
berkaitan dengan teknis/operasi, sehingga jika tidak dianalisis dengan baik, maka
akan berakibat fatal pada perusahaan dikemudian hari (Kasmir,2006:217).
Hal-hal yang diperhatikan dalam aspek ini adalah masalah penentuan lokasi, luas
produksi, tata letak atau lay-out, penyusunan peralatan pabrik dan proses produksinya
termasuk pemilihan teknologi (Kasmir,2006:217). Ruang lingkup manajemen
produksi antara lain :
a. Aspek struktural
Aspek ini memperlihatkan konfigurasi komponen yang membangun sistem
manajemen operasi dan interaksinya satu sama lain.
b. Aspek fungsional
Aspek ini berkaitan dengan manajemen dan organisasi komponen struktural
maupun interaksinya mulai pada tahap perencanaan, penerapan, pengendalian,
maupun perbaikan agar diperoleh kinerja optimum.
c. Aspek lingkungan
PT. Beads Flower Jombang 14

Aspek ini memberikan dimensi lain pada sistem manajemen operasi yang
berupa pentingnya memperhatikan perkembangan dan kecenderungan yang terjadi
diluar sistem, misalnya kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan masyarakat,
pemerintah, teknologi, ekonomi dan politik.
Manajemen operasi dapat digambarkan sebagai berikut (Sumayang, 2003:8):






2) Fungsi Operasi
Fungsi operasi merupakan suatu acuan menyeluruh yang merupakan kerangka
kerja dan tanggung jawab dari manajemen operasi yang terdiri dari antara lain sebagai
berikut (Sumayang, 2003:10) :
a. Fungsi operasi menjamin mutu dengan cara menentukan standar mutu, penelitian
terhadap produk yang dihasilkan, memberikan umpan balik sebagai bahan
pertimbangan pengembangan dan perbaikan sehingga akan tercipta pengendalian
mutu terpadu dan berkesinambungan.
b. Fungsi operasi dalam pengelolaan proses konversi dengn cara menentukan
teknologi cepat guna, penjadwalan, penggunaan peralatan, pengaturan tata ruang,
dan penentuan tahapan dan jenis arus kerja.
c. Fungsi operasi dalam menentukan besar kapasitas yang mengacu pada proyeksi
pemasaran. Penentuan besar kapasitas akan menentukan rancang bangun fasilitas
jangka panjang, sedangkan apabila ada perubahan-perubahan kapasitas jangka
pendek dapat dilakukan dengan kerjasama dengan pihak-pihak diluar perusahaan.
d. Fungi operasi dalam pengelolaan persediaan atau inventori, menentukan jenis
material yang akan dipesan, jumlahnya serta pemakaian pada waktu yang tepat.
Pengelolaan ini akan meliputi pengeloalaan bahan baku, barang dalam proses dan
barang jadi. Disamping itu juga, kebijaksanaan penyimpanan dan distribusi
material.
Input
Tanah
Buruh
Modal
Manajemen

Proses
konversi
Output
Barang dan
atau jasa
Umpan balik
Pengaruh Lingkungan
PT. Beads Flower Jombang 15

e. Fungsi operasi dalam pengelolaan sumber daya manusia, antara lain seperti
perekrutan, pendidikan/pelatihan, pengawasan dan pemberian kompensasi.

3) Tujuan Aspek Operasi
Menurut Kasmir (2006;220) secara umum, ada beberapa tujuan yang hendak
dicapai dalam penilaian aspek operasi, yaitu :
a) Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik,
gudang, cabang, maupun kantor pusat.
b) Agar perusahaan dapat menentukan lay-out yang sesuai dengan proses produksi
yang dipih, sehingga dapat memberikan efisiensi.
c) Agar perusahaan dapat menentukan teknologi yang paling tepat dalam menjalankan
produksinya.
d) Agar perusahaan dapat menentukan metode persediaan yang paling baik untuk
dijalankan sesuai dengan bidang usahanya.
e) Agar dapat menentukan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan sekrang dan di masa
yang akan datang.
3. ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA
1) Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen kekaryawanan dan sumber daya manusia sangat penting bagi
perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat
berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. Sumber daya
manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan
antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan organisasi. Dengan
pengaturan sumber daya manusia secara profesional, diharapkan karyawan dapat
bekerja secara produktif (Mangkunegara, 2005:1).
Manajemen sumber daya manusia didefinisikan sebagai suatu pengelolaan dan
pendayagunaan sumber daya yang ada pada individu atau karyawan (Mangkunegara,
2005:2). Sedangkan menurut Handoko (2000:4), manajemen sumer daya manusia
(manajemen personalia) adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan
penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai baik tujuan individu maupun
PT. Beads Flower Jombang 16

organisasi. Manajemen sumber daya manusia berhubungan dengan sistem rancangan
formal dalam suatu organisasi untuk menentukan efektifitas dan efisiensi dilihat dari
bakat seseorang untuk mewujudkan sasaran suatu organisasi (Mathis dan Jackson,
2001:4).
2) Perencanaan Sumber Daya Manusia
Handoko (2000:53) menyatakan bahwa perencanaan dapat diibaratkan sebagai inti
manajemen, karena perencanaan membantu untuk mengurangi ketidakpastian di
waktu yang akan datang, dan oleh karena itu memungkinkan para pengambil
keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang terbatas secara efisien dan
efektif.
Perencanaan SDM berarti mengestimasi secara sistematik permintaan (kebutuhan)
dan suplai tenaga kerja organisasi di waktu yang akan datang. Hal ini memungkinkan
departemen personalia untuk dapat menyediakan tenaga kerja secara lebih tepat
sesuai dengan kebutuhan organisasi (Handoko, 2000:53).
3) Struktur Organisasi dan Deskripsi Pekerjaan
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta
posisi yang ada pada suatu organisasi atau dalam menjalankan kegiatan operasional
untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan
kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan
aktivitas dan fungsi dibatasi.
Menurut Drs. Moekijat (1989), terdapat beberapa tipe struktur organisasi
(http://digilib.unimus.ac.id) antara lain :
a. Struktur organisasi lini (organisasi vertikal)
Struktur organisasi lini adalah tipe organisasi yang paling umum
digunakan dalam perusahaan dimana garis-garis otoritas langsung dari bagian
puncak sampai bagian terbawah perusahaan. Setiap pimpinan memikul tanggung
jawab tertentu untuk seksinya dalam perusahaan. Otoritas dan tanggung jawab
terbesar berada pada tingkat puncak manajemen.
b. Struktur organisasi fungsional (organisasi horizontal)
PT. Beads Flower Jombang 17

Struktur organisasi fungsional adalah organisasi dimana ahli-ahli
ditempatkan dan dibebani dengan suatu macam pekerjaan tertentu di seluruh
organisasi.
c. Struktur organisasi lini dan fungsional
Struktur organisasi lini dan fungsional adalah gabungan antara organisasi
fungsional dan lini. Karyawan-karyawan lini adalah karyawan pimpinan yang
bertanggung jawab atas seksi-seksi perusahaannya dan karyawan-karyawan
fungsional untuk memberikan saran mengenai pelaksanaan kerja mereka.
d. Struktur organisasi staf
Struktur organisasi staf adalah organisasi dimana beban pengurus dibantu
oleh sejumlah panitia penasehat yang tetap.
4) Pengadaan Tenaga Kerja
a. Rekrutmen
Menurut Mangkunegara (2005:33), penarikan (rekrutmen) adalah suatu
proses atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan
tambahan karyawan yang melalui tahapan yang mencakup identifikasi dan
evaluasi sumber-sumber penarikan karyawan, menentukan kebutuhan karyawan
yang diperlukan perusahaan, proses seleksi, penempatan, dan orientasi karyawan.
Tujuan dari perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan tenaga kerja
yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi (Mathis dan Jackson,
2001:13).
b. Seleksi
Proses seleksi sangatlah menekankan pada pemilihan orang yang
memenuhi kriteria persyaratan (qualified) untuk mengisi pekerjaan yang lowong
(Mathis dan Jackson, 2001:13).
5) Latihan dan Pengembangan
Menurut Mangkunegara (2005:44), pelatihan ditujukan kepada karyawan
pelaksana dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis,
sedangkan pengembangan diperuntukkan bagi karyawan tingkat manajerial dalam
rangka meningkatkan kemampuan konseptual, kemampuan dalam pengambilan
keputusan, dan memperluas human relation. Pengembangan semua tenaga kerja
PT. Beads Flower Jombang 18

diperlukan untuk menyiapkan organisasi menghadapi tantangan ke depan (Mathis dan
Jackson, 2001:13).
Tujuan pelatihan dan pengembangan menurut Mangkunegara (2005:45) antara
lain :
a. Meningkatkan penghayatan jiwa dan ideologi.
b. Meningaktkan produktivitas kerja.
c. Meningkatkan kualitas kerja.
d. Meningkatkan ketetapan perencanaan sumber daya manusia.
e. Meningkatkan sikap moral dan semangat kerja.
f. Meningkatkan rangsangan agar karyawan mampu berprestasi secara maksimum.
g. Meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja.
h. Menghindari keusangan (obsolescence).
i. Meningkatkan perkembangan karyawan.

6) Penilaian Prestasi Kerja
Mangkunegara (2005:69) mengemukakan suatu proses penilaian prestasi kerja
karyawan yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan
pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.
Andrew E. Sikula (1981) dalam Mangkunegara (2005:73) mengemukakan bahwa
ruang lingkup pengukuran kinerja mensakup 5W + 1H, yaitu :
a. Who (siapa); Pertanyaan ini mencakup siapa yang harus dinilai dan siapa yang
harus menilai.
b. What (apa); yaitu apa yang harus dinilai. Hal ini mencakup penilaian dari segi
objek/materi, seperti hasil kerja, kemampuan kerja, kepenmimpinan kerja, dan
motivasi kerja serta dimensi waktu, seperti kinerja yang dicapai sata ini dan potensi
yang dapat dikembangkan pada waktu yang akan datang.
c. Why (mengapa), yaitu mengapa penilaian kinerja itu harus dilakukan. Hal ini untuk
memelihara potensi kerja, menentukan kebutuhan pelatihan kerja, dasar
pengembangan karir, dan dasar promosi jabatan.
d. When (bilamana), yaitu waktu pelaksanaan penilaian kinerja, yang dapat dilakukan
secara formal (periodik) dan informal (secara terus menerus dan setiap saat).
PT. Beads Flower Jombang 19

e. Where (dimana), merupakan tempat dilakukannya penilaian kinerja karyawan,
yakni di tempat kerja dan di luar tempat kerja.
f. How (bagaimana), yakni tentang bagaimana penilaian kinerja tersebut dilakukan,
mencakup metode tradisional (rating scale dan employee comparison) dan metode
modern (management by objective/MBO).
7) Pemberian Kompensasi
Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas
jasa untuk kerja mereka (Handoko, 2000:155). Kompensasi diberikan kepada tenaga
kerja yang melakukan kerja organisasi, seperti dengan pembayaran (pay), insentif, dan
keuntungan (Mathis dan Jackson, 2001:13).
Kompensasi yang diberikan kepada karyawan sangat berpengaruh pada tingkat
kepuasan kerja dan motivasi kerja, serta hasil kerja. Perusahaan yang menentukan
tingkat upah dengan mepertimbangkan standar kehidupan normal, akan
memungkinkan karyawan bekerja dengan penuh motivasi. Hal ini karena motivasi
kerja karyawan banyak dipengaruhi oleh terpenuhi atau tidaknya kebutuhan minimal
kehidupan karyawan dan keluarganya (Mangkunegara, 2005:84).
8) Pola Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
Karyawan merupakan aset penting dalam suatu organisasi karena merupakan
penggerak dari organisasi tersebut dan merupakan salah satu faktor penentu
keberhasilan perusahaan. Oleh karena itu, perlu diberdayakan sebaik mungkin.
Dengan adanya pemberdayaan karyawan, maka dapat memperbaiki dan
meningkatkan kinerja organisasi.

9) Pemeliharaan Tenaga Kerja
Menurut Edwin B. Flippo mengatakan the maintenance function of personnel is
concerned primarily with preserving the physical, mental, and emotional condition of
employees. Karyawan adalah aset (kekayaan) utama setiap perusahaan, yang selalu
ikut aktif berperan dan paling menentukan tercapai tidaknya tujuan perusahaan. Oleh
karena itu, keamanan dan keselamatannya perlu mendapat pemeliharaan sebaik-
baiknya dari pimpinan perusahaan.
PT. Beads Flower Jombang 20

Pengertian pemeliharaan (maintenance) menurut Hasibuan (2000;176), adalah
usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap
karyawan, agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya
tujuan perusahaan.
Adapun tujuan pemeliharaan karyawan adalah sebagai berikut :
1. Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
2. Meningkatkan disiplin dan menurunkan absensi karyawan.
3. Meningkatkan loyalitas dan menurunkan turn-over karyawan.
4. Memberikan ketenangan, keamanan, dan kesehatan karyawan.
5. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
6. Memperbaiki kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan.
7. Mengurangi konflik serta menciptakan suasana yang harmonis.
8. Mengefektifkan pengadaan karyawan.
4. ASPEK KEUANGAN
1. Pengertian Aspek Keuangan
Kajian dalan aspek keuangan memerlukan informasi yang berkaitan dengan
aspek-aspek sebelumnya. Bisnis yang berorientasi keuntungan maupun yang tidak
berorientasi keuntungan tetap harus memperhatikan aspek keuangan. Bisnis yang
berorientasi keuntungan akan memutuskan untuk menjalankan sebuah ide bisnis jika
bisnis tersebut menguntungkan secara finansial, sedangkan bisnis yang tidak
berorientasi keuntungan untuk menentukan apakah ide bisnis tersebut dapat terus
berjalan.
Dalam praktek pembiayaan suatu usaha bersumber dari dana yang diperoleh
secara gabungan antara modal sendiri dengan modal pinjaman. Masalah yang perlu
memperoleh perhatian berkaitan dengan perolehan modal adalah masa pengembalian
modall dalam jangka waktu tertentu. Tingkat pengembalian ini tergantung dari
perjanjian dan estimasi keuntungan yang akan diperoleh pada masa-masa mendatang.
estimasi keuntungan diperoleh dari selisih pendapatan dengan biaya dalam suatu
periode tertentu. Besar kecilnya keuntungan sangat berperan dalam pengembalian
dana suatu usaha.
PT. Beads Flower Jombang 21

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aspek keuangan merupakan aspek
yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek
keuangan sama pentingnya dengan aspek yang lainnya, karena dari aspek ini
tergambar jelas hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, sehingga
merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti kelayakannya.
Menurut Suliyanto (2010), Secara keseluruhannya penilaian dalam aspek
keuangan meliputi hal-hal seperti :
a. Kebutuhan biaya investasi
b. Sumber-sumber dana yang akan diperoleh.
c. Arus Kas
d. Kriteria Penilaian investasi

2. Kebutuhan Biaya Investasi
Investasi dilakukan dalam berbagai bentuk dan digunakan untuk membeli
aset-aset yang dibutuhkan usaha tersebut. Aset-aset ini biasanya berupa aset tetap
yang dibituhkan perusahaan mulai dari pendirian sampai bias dioperasikan. Oleh
karena itu, sebelum melakukan investasi terlebih dahulu harus membuat biaya
kebutuhan investasi. Komponen yang terkandung dalam biaya kebutuhan investasi
biasanya disesuaikan dengan jenis usaha yang dijalankan.

3. Sumber Dana yang Akan Diperolah
Terdapat sumber-sumber permodalan yang dapat digunakan untuk menjalankan
ide bisnis. Dilihat dari segi sumber asalnya, modal dibagi 2 macam, yaitu :
a.) Modal Asing (Modal Pinjaman)
Modal asing atau modal pinjaman merupakan modal yang diperoleh dari
pihak luar perusahaan dan biasanya secara pinjaman. Keuntungan modal
pinjaman adalah jumlahnya yang relatif tidak terbatas. Sumber dana dari modal
asing dapat diperoleh antara lain dari :
1. Perbankan
- Bank umum baik konvensional maupun syariah.
- Bank Perkreditan Rakyat baik konvensional maupun syariah
PT. Beads Flower Jombang 22

2. Lembaga Keuangan Bukan Bank
- Lembaga pembiayaan : leasing, factoring, modal ventura, kartu kredit,
pembiayaan konsumen
- Asuransi
- Dana Pensiun
- Pasar Modal
- Pegadaian
3. Lembaga Finansial Mikro yang di luar sistem financial
- Koperasi Simpan Pinjam
- Rentenir
b.) Modal Sendiri
Modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham
baik secara tertutup atau terbuka, dapat pula diperoleh dari laba di tahan. Keuntungan
menggunakan modal sendiri untuk membiayai suatu usaha adalah tidak adanya beban
bunga seperti modal pinjaman. Kelemahan menggunakan modal sendiri adalah
perusahaan dihadapkan pada pilihan untuk digunakan sendiri atau digunakan untuk
hal lain yang lebih menguntungkan, misalnya untuk berinvestasi di bisnis lain yang
lebih menguntungkan.

4. Arus Kas
Penilaian kelayakan investasi didasarkan pada aliran kas dan bukan pada
keuntungan. Hal ini disebabkan untuk menghasilkan keuntungan tambahan, perusahaan
harus mempunyai kas untuk ditanmkan kembali.
Cash flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu
periode tertentu. Cash flow menggambarkan berapa uang yang masuk (cash in)
keperusahaan dan jenis-jenis pemasukan tersebut. Cash flow juga menggambarkan berapa
uang yang keluar (cash out) serta jenis-jenis yang dikeluarkan.
Jadi arus kas adalah jumlah uang yang masuk dan keluar dalam suatu perusahaan
mulai dari investasi yang dilakukan sampai dengan berakhirnya investasi tersebut.
Terdapat dua macam aliran kas, yaitu :
PT. Beads Flower Jombang 23

a. Aliran kas keluar neto (net outlow of cash), yaitu aliran kas yang diperlukan untuk
investasi baru
b. Aliran kas masuk neto tahunan (net annual inflow of cash), yaitu aliran kas sebagai
hasil dari investasi tersebut. Aliran ini sering pula disebut net cash proceeds.

5. Kriteria Penilaian Investasi
Untuk menentukan layak tidaknya suatu investasi ditinjau dari aspek keuangan
dapat di ukur dengan beberapa kriteria. Ada beberapa kriteria untuk menentukan apakah
suatu usaha layak atau tidak dijalankan ditinjau dri aspek keuangan. Kriteria ini sangat
tergantung dari kebutuhan masing-masing perusahaan dan metode mana yang akan
digunakan.
Adapun kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatu usaha
atau investasi adalah :
a) Payback period (PP)
Metode Payback Period (PP) merupakan metode yang digunakan untuk
menghitung lama periode yang diperlukan untuk mengembalikan uang yang telah
diinvestasikan dari aliran kas masuk tahunan yang dihasilkan oleh proyek investasi
tersebut. Cara penghitungan Payback Period adalah sebagai berikut :





Keterangan
PP : Payback Period
I
0
: Investasi awal
t :Tahun terakhir dimana jumlah arus kas
kumulatifnya belum menutup investasi awal
c : Arus kas kumulatif pada tahun ke-t
d : Jumlah kumulatif arus kas pada tahun t+1

c d
c I
t PP
0


PT. Beads Flower Jombang 24

Metode Payback Period sebagai alat analisis untuk menentukan tingkat
pengembalian investasi memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

Kelebihan Kekurangan
1. Mudah dihitung, tidak
memerlukan data yang banyak
2. Berdasarkan pada cash basis,
bukan accrual basis
3. Cukup akurat untuk mengukur
nilai investasi yang
diperbandingkan untuk beberapa
kasus dan bagi pembuat
keputusan
4. Dapat dipergunakan untuk
melihat hasil-hasil yang dapat
diperbandingkan dan
mengabaikan alternatif-alternatif
investasi yang buruk
5. Menekankan pada alternatif
investasi yang memiliki periode
pengambilan lebih cepat
1. Tidak mampu memberikan
informasi tentang tingkat
profitabilitas investasi
2. Tidak memperhitungkan nilai
waktu uang
3. Sulit membuat kesimpulan jika
terdapat dua peluang investasi atau
lebih yang memiliki umur ekonomis
yang tidak sama
4. Tidak memperhitungkan
pengembalian investasi setelah
melewati waktu payback period

b) Net Present Value (NPV)
Net Present Value (NPV) digunakan untuk mengurangi kekurangan-kekurangan
yang terdapat pada metode Payback Period. Metode NPV merupakan metode yang
dilakukan dengan cara membandingkan nilai sekarang dari aliran kas masuk bersih
dengan nilai sekarang dari biaya pengeluaran suatu investasi
Rumus yang biasa digunakan dalam menghitung NPV adalah sebagai berikut :

NPV =



investasi
r
KasbersihN
r
Kasbersih
r
Kasbersih
n

1
.......
1
2
1
1
2

PT. Beads Flower Jombang 25


NPV positif, maka investasi diterima.
NPV negatif, maka investasi ditolak.
Metode Net Present Value (NPV), sebagai alat analisis untuk menentukan tingkat
pengembalian investasi, mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

Kelebihan Kekurangan
1. Memperhitungkan tingkat bunga
yang sebenarnya
2. Mudah diterapkan karena tidak
menggunakan pendekatan trial
dan error
3. Mudah menyesuaikan dengan
resiko, yaitu dengan
menggunakan tingkat bunga
yang berbeda untuk tahun-tahun
berikutnya
1. Sulitnya menentukan rate minimum
yang diinginkan
2. Tidak menunjukkan rate of return
sebenarnya
3. Adanya asumsi bahwa semua aliran
kas masuk bersih segera dapat
diinvestasikan kemmbali pada rate
yang dipilih
4. Metode ini tidak sesederhana
metode ARR dan PP

c) Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return (IRR) merupakan metode untuk menghitung tingkat
bunga yang dapat menyamakan antara present value dari semua aliran kas masuk
dengan aliran kas keluar dari suatu investasi proyek. Rumus yang digunakan untuk
menghitung IRR adalah :

IRR = 1 + i i
NPV NPV
NPV

1
2 1
1

Dimana :
i1 = tingkat bunga 1 (tingkat diskon rate yang menghasilkan NPV1)
i2 = tingkat bunga 2 (tingkat diskon rate yang menghasilkan NPV 2)
NPV1 = net present value 1
NPV 2 = net present value 2
PT. Beads Flower Jombang 26

Kesimpulan :
Jika IRR > bunga pinjaman, maka diterima
Jika IRR < bunga pinjaman, maka ditolak

d) Profitability Index (PI)
Profitability Index (PI) merupakan rasio perbandingan antara nilai sekarang
penerimaan kas bersih di masa yang akan datang dengan nilai sekarang investasi.
Rumus yang digunakan untuk mencari PI adalah sebagai berikut :

PI = % 100

i PVinvestas
h PVKasBersi

Kesimpulannya :
Apabila PI > 1 maka diterima
Apabila PI < 1 maka ditolak

Kelebihan Kekurangan
1. Memperhitungkan tingkat bunga
yang sebenarnya
2. Mudah diterapkan karena tidak
menggunakan pendekatan trial and
error
3. Mudah menyesuaikan dengan resiko
yaitu dengan menggunakan tingkat
bunga yang berbeda untuk tahun-
tahun berikutnya
1. Sulit menentukan rate minimum yang
diinginkan
2. Tidak menunjukkan rate of return yang
sebenarnya
3. Adanya asumsi bahwa semua aliran kas
masuk bersih segera dapat
diinvestasikan kembali pada rate yang
dipilih
4. Metode ini tidak sesederhana metode
ARR maupun PP
5. Para umumnya hasil analisis metode
NPV dan PI selalu konsisten. Dengan
kata lain, jika NPV menyimpulkan
layak maka PI juga akan menyimpulkan
laya. Demikian sebaliknya. Namun,
PT. Beads Flower Jombang 27

untuk menghitung PI, NPV harus
dihitung terlebih dahulu sehingga jika
NPV telah dihitung maka perhitungan
NPV kurang bermanfaat


5. ASPEK PENDUKUNG
1. Aspek Hukum
Bisnis sering kali mengalami kegagalan karena terbentur masalah hukum atau
tidak memperoleh izin dari pemerintah daerah setempat. Oleh karena itu, sebelum ide
bisnis dilaksanakan, analisis mendalam terhadap aspek hukum perlu dilakukan agar
dikemudian hari bisnis yang akan dilaksanakan tidak gagal karena terbentur
permasalahan hukum dan perizinan.
Aspek hukum mengkaji ketentuan hukum yang harus dipenuhi sebelum
menjalankan usaha. Ketentuan hukum untuk setiap jenis usaha berbeda-beda,
tergantung pada kompleksitas bisnis tersebut.
1.1 Tujuan Analisis Aspek Hukum
Analisis aspek hukum dilakukan dengan tujuan menjawab pertanyaan,
Apakah bisnis yang akan dijalankan dapat memenuhi ketentuan hukum dan
perizinan di suatu wilayah? Berdasarkan aspek hukum, suatu ide bisnis
dinyatakan layak jika sesuai dengan ketentuan hukum dan mampu memenuhi
segala persyaratan perizinan di wilayah tersebut. Secara spesifik tujuan analisis
aspek hukum adalah :
- Menganalisis legalitas usaha yang akan dijalankan
- Menganalisis ketepatan bentuk badan hukum dengan ide bisnis yang akan
dilaksanakan
- Menganalisis kemampuan bisnis yang akan diusulkan dalam memenuhi
persyaratan perizinan
- Menganalisis jaminan-jaminan yang bisa disediakan jika bisnis akan dibiayai
dengan pinjaman
1.2 Jenis Badan Usaha
PT. Beads Flower Jombang 28

Kegiatan bisnis tidak dapat dilepaskan dari bentuk badan usaha dan perizinan. Pemilihan
badan usaha didasarkan oleh beberapa pertimbangan sebagai berikut :
- Besarnya modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis
- Tingkat kemampuan dan tanggung jawab hukum dan keuangan
- Bidang industry yang dijalankan
- Persyaratan perundang-undangan yang berlaku
Terdapat beberapa bentuk badan hukum, dimana masing-masing memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing. Berikut ini adalah beberapa bentuk badan hukum :
1.2.1 Perusahaan Perorangan
Perusahaan perorangan merupakan bentuk badan usaha tanpa ada pembedaan
pemilikan antara hak milik pribadi dengan hak milik perusahaan. Dengan tidak adanya
pemisahan pemilikan antara hak milik probadi dengan milik perusahaan maka harta benda
pribadi juga merupakan kekayaan perusahaan. Dalam perusahaan perorangan tidak ada
peraturan untuk pendiriannya, yang diperlukan hanya izin permohonan dari kantor
perizinan setempat.
Terdapat kelebihan dan kekurangan pada badan usaha perorangan sebagai berikut :
Kelebihan Kekurangan
1. Memiliki kebebasan dalam bergerak
2. Pajak rendah karena pemerintah tidak
memungut pajak perusahaan, tetapi
hanya kepada pemilik
3. Penguasaan sepenuhnya terhadap
keuntungan yang diperoleh
4. Rahasia perusahaan terjamin
5. Motivasi usaha yang tinggi
6. Proses pengambilan keputusan dapat
dilakukan dengan cepat
7. Penanganan aspek hukum yang minimal
1. Mengandung tanggung jawab hukum dan
keuangan yang tak terbatas keterbatasan
kemampuan keuangan
2. Keterbatasan kemampuan keuangan
3. Keterbatasan kemampuan manajerial
4. Kontinuitas kerja karyawan terbatas

1.2.2 Firma
PT. Beads Flower Jombang 29

Firma merupakan perserikatan beberapa pengusaha swasta menjadi satu kesatuan
untuk mengelola usaha bersama dengan memakai nama bersama. Ketentuan tentang firma
diatur dalam pasal 16 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang yang bunyinya Perseroan di
bawah firma adalah suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan di bawah nama
bersama. Peraturan tersebut diperkuat pula dalam kitab UU Hukum Perdata pasal 16 dan
18 yang menyatakan bahwa persekutuan adalah suatu perjanjian, di mana dua orang atau
lebih sepakat untuk bersama-sama mengumpulkan sesuatu dengan maksud laba yang
diperoleh dibagi diantara mereka. Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dari Firma,
yaitu :
Kelebihan Kekurangan
1. Penguasaan terhadap keuntungan
tinggi, meskipun harus dibagi dengan
anggota kongsi yang lain
2. Motivasi usaha yang tinggi, meskipun
tidak setinggi perusahaan perseorangan
3. Penanganan aspek hukum minimal,
meskipun sedikit lebih rumit dibanding
perusahaan perorangan karena harus
ada kesepakatan antar anggota kongsi
1. Sering terjadi konflik antaranggota kongsi
2. Mengandung tanggung jawab keuangan tak
terbatas
3. Keterbatasan kemampuan keuangan
4. Keterbatasan kemampuan manajerial
5. Kontinuitas kerja karyawan terbatas

1.2.3 Perserikatan Komanditer
Perserikatan Komanditer (CV) merupakan perserikatan beberapa pengusaha swasta
menjadi satu kesatuan untuk mengelola usaha bersama, dimana sebagian anggota
merupakan anggota aktif, sedangkan anggota lain merupakan anggota pasif. Anggota aktif
merupakan anggota yang mengelola usahanya serta bertanggungjawab penuh terhadap
utang perusahaan. Sedangkan anggota pasif merupakan anggota yang hanya menyetorkan
modalnya saja dan tidak ikut mengelola perusahaan, bertanggungjawab sebatas pada modal
yang disetorkan saja.
Ketentuan-ketentuan tentang Perserikatan Komanditer (CV) diatur dalam Pasal 19
Kitab Undang-undang Hukum Dagang yang bunyinya, Persekutuan secara melepas yang
dinamakan persekutuan komanditer didirikan antara satu orang atau beberapa sekutu yang
PT. Beads Flower Jombang 30

secara tanggung-menanggung bertanggungjawab untuk seluruhnya pada pihak satu dan
satu orang atau lebih sebagai pelepas uang pada pihak lain . Badan usaha ini memiliki
kekurangan dan kelebihan sebagai berikut :

Kelebihan Kekurangan
1. Penguasaan terhadap keuntungan tinggi
2. Motivasi usaha tinggi
3. Penanganan aspek hukum minimal,
sedikit lebih rumit dibanding
perusahaan perorangan
1. Mengandung tanggung jawab keuangan
sekutu aktif tak terbatas
2. Status hukum CV belum badan hukum
sehingga sulit untuk mendapatkan proyek
besar
3. Tidak dapat dengan mudah mengumpulkan
modal dari para sekutunya
4. Nama CV sering sama antara satu dengan
yang lain


1.2.4 Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas merupakan perserikatan beberapa pengusaha swasta menjadi
satu kesatuan untuk mengelola usaha bersama, di mana perusahaan memberikan
kesempatan kepada masyarakat luas untuk menyertakan modalnya ke perusahaan dengan
cara membeli saham perusahaan.
Peraturan tentang perseroan terbatas diatur dalam UU Republik Indonesia Nomor
1 Tahun 1995 yang menyatakan bahwa Perseroan terbatas yang selanjutnya disebut
perseroan adalah badan usaha yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan
usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham, dan memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam UU ini serta peraturan pelaksanaannya. Badan Usaha
ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :
Kelebihan Kekurangan
1. Memiliki masa hidup tak terbatas
2. Pemisahan kekayaan dan utang-utang
pemilik dengan kekayaan dan utang-
1. Pajak besar karena PT merupakan subyek
pajak tersendiri
2. Penanganan aspek hukum yang rumit
PT. Beads Flower Jombang 31

utang perusahaan
3. Kemampuan keuangan sangat besar
4. Kemampuan manajerial yang tinggi
5. Kontinuitas kerja karyawan panjang
3. Biaya pembentukan yang relative tinggi
4. Kerahasiaan perusahaan kurang terjamin
karena setiap aktivitas harus dilaporkan
kepada pemegang saham

1.2.5 Yayasan
Pengertian yayasan menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang
yayasan, Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan
diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu di bidan sosial, keagamaan, dan
kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota.


1.2.6 Koperasi
Koperasi berarti kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan
bersama. Sedangkan pengertian koperasi menurut pasal 1 ayat 1 Undang-undang Nomor 25
Tahun 1992 tentang perkoperasian, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan
orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya bedasarkan
prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas
kekeluargaan.

2. Aspek Lingkungan
Analisis aspek lingkungan tidak hanya membahas tentang kesesuaian lingkungan dengan
bisnis yang akan dijalankan, tetapi juga membahas tentang dampak bisnis terhadap
lingkungan serta pengaruh perubahan lingkungan yang akan datang terhadap bisnis. Oleh
karena itu, analisis pada aspek lingkungan memerlukan kemampuan analisis yang lebih
komprehensif.
2.1 Tujuan
Analisis aspek lingkunan dilakukan untuk menjawab pertanyaan Apakah
lingkungan setmepat sesuai dengan ide bisnis yang akan dijalankan dan apakah manfaat
bisnis bagi lingkungan lebih ebsar dibandingkan dampak negatifnya? Suatu ide bisnis
PT. Beads Flower Jombang 32

dinyatakan layak berdasarkan aspek lingkungan jika kondisi lingkungan sesuai dengan
kebutuhan ide bisnis. Secara spesifik analisis aspek lingkungan bertujuan untuk :
- Menganalisis kondisi lingkungan operasional (pesaing, pemasok, pelanggan, kreditor)
- Menganalisis kondisi lingkungan industri (kekuatan pembeli, kekuatan pemasok,
barang substitusi )
- Menganalisis kondisi lingkungan jauh (lingkungan ekonomi, social, politik,
teknologi)
- Menganalisis dampak positif maupun dampak negatif bisnis terhadap lingkungan
- Menganalisis usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif
bisnis terhadap lingkungan
2.2 Ruang Lingkup Lingkungan
Lingkungan memiliki pengertian yang luas sehingga analisis aspek lingkungan
dalam studi kelayakan bisnis dapat dibagi menjadi beberapa ruang lingkup lingkungan.
Meskipun aspek lingkungan terdiri dari beberapa lingkup, namun dalam prakteknya tidak
semua ruang lingkup bisnis harus dianalisis secara mendalam. Berikut ruang lingkup yang
harus dipahami dalam analisis aspek lingkungan :
2.2.1 Lingkungan Bisnis
Dalam menjalankan bisnis, perusahaan menggunakan input, baik berupa bahan
baku, modal, tenaga kerja yang berasal dari luar perusahaan, kemudian
mentransformasikan input tersebut menjadi produk berupa barang atau jasa sebagai output
untuk dipasarkan ke lingkungan kembali. Kondisi di luar perusahaan sangat
mempengaruhi kondisi bisnis. Namun kondisi di luar perusahaan tersebut tidak dapat
dikendalikan oleh pelaku bisnis untuk mencapai tujuan perusahaan. Hal yang dapat
dilakukan oleh pelaku bisnis adalah mengambil kondisi lingkungan sebagai peluang bisnis
atau mengantisipasi kondisi lingkungan jika menjadi ancaman bagi bisnis.
Lingkungan bisnis dapat didefinisikan sebagai semua unsure yang ada diluar
perusahaan dan tidak dapat dikendalikan oleh pelaku bisnis yang dapat mempengaruhi
kinerja perusahaan. Lingkungan perusahaan dibedakan menjadi 3 kategori yaitu
lingkungan operasional, lingkungan industri, dan lingkungan jauh.
2.2.2 Lingkungan Operasional
PT. Beads Flower Jombang 33

Lingkungan operasional merupakan lingkungan yang memiliki kaitan langsung
dengan aktivitas operasional perusahaan. Dengan kata lain lingkungan operasional
merupakan lingkungan yang paling dekat dengan aktivitas perusahaan. Lingkungan
operasional meliputi :
Lingkungan pesaing : meliputi perusahaan dalam industri yang sama
Lingkungan pelanggan : para pembeli produk yang dihasilkan perusahaan
Lingkungan pemasok : perusahaan penyedia bahan baku bagi perusahaan
Lingkungan kreditor : pihak pendukung perusahaan di bidang keuangan
Lingkungan karyawan : lingkungan pekerja dalam perusahaan
2.2.3 Lingkungan industri
Setiap bisnis yang didirikan akan senantiasa menghadapi persaingan. Terdapat 5
kekuatan yang menentukan tingkat persaingan dalam industri, yaitu :
Pendatang baru
Ancaman produk substitusi
Kekuatan pembeli
Kekuatan pemasok
Persaingan antar pesaing
Pendatang baru dalam pasar persaingan sempurna akan mudah untuk masuk ke
pasar sehingga persaingan dalam pasar akan semakin ketat. Kondisi persaingan yang ketat
mengharuskan penyusunan strategi harus didasarkan pada analisis masing-masing sumber.
2.2.4 Lingkungan Jauh
Lingkungan jauh mencakup faktor-faktor yang bersumber dari luar operasional
perusahaan. Analisis lingkungan jauh digunakan perusahaan untuk menyerang maupun
bertahan terhadap faktor-faktor lingkungan jauh tersebut dengan merumuskan strategi
yang memanfaatkan peluang atau meminimalkan ancaman.
Lingkungan ekonomi
Faktor kondisi ekonomi menentukan keberhasilan bisnis pada perekonomian suatu
wilayah yang sedang tumbuh sehingga daya beli masyarakat akan meningkat. Kondisi
ekonomi suatu wilayah yang sangat baik memungkinkan perusahaan mencapai
tingkat pengembalian yang telah diprediksi.
PT. Beads Flower Jombang 34

Lingkungan sosial dan budaya
Faktor sosbud berdampak besar pada semua produk, pasar, dan pelanggan. Faktor
sosial yang mempengaruhi suatu perusahaan adalah kepercayaan, nilai, sikap, opini,
dan gaya hidup di lingkungan eksternal perusahaan, yang berkembang dari pengaruh
budaya, ekologi, demografi, agama, pendidikan, dan etnik.
Lingkungan politik
Kondisi politik suatu daerah menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Daerah dengan
politik tidak stabil memiliki resiko yang tinggi untuk melakukan bisnis, demikian
sebaliknya.
Lingkungan teknologi
Penemuan teknologi dalam bidang bisnis seringkali memiliki pengaruh dramatis
terhadap perusahaan. Analisis teknologi sangat penting untuk mengantisipasi peluang
dan ancaman bisnis pada masa datang.
Lingkungan ekologi
Kegiatan produksi akan menghasilkan limbah yang harus ditangani dengan baik agar
tidak menimbulkan masalah lingkungan. Karena itulah harus ada analisis pada aspek
lingkungan agar tidak ada masalah sehingga sebuah usaha dapat ditutup karena dinilai
merusak lingkungan.
Lingkungan global
Era globalisasi ditandai dengan batas ekonomi antarnegara yang semakin tidak jelas,
arus informasi yang sangat cepat, transformasi budaya yang dapat menyebabkan
perubahan perekonomian suatu Negara akan berdampak pada perekonomian di
Negara lain. Semakin terbukanya perekonomian Negara, semakin penting peranan
analisis lingkungan global.

2.3 Langkah-langkah Mendirikan Perusahaan Perseorangan
1) Persiapan
Menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pihak yang akan mendirikan perusahaan
perseorangan
Menentukan calon nama perusahaan
Menentukan tempat kedudukan perusahaan
PT. Beads Flower Jombang 35

Menentukan maksud dan tujuan yang spesifik dari perusahaan perseorangan tersebut
2) Pendaftaran ke notaris
Setelah semua perlengkapan tersebut terpenuhi, langkah selanjutnya adalah
mendaftar ke notaris tentang pendirian perusahaan perseorangan.



PT. Beads Flower Jombang 36

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Unit Analisis
Unit analisis dalam studi kelayakan bisnis ini adalah PT. Beads flower Jombang
mengenai aspek pemasaran, operasional, SDM, keuangan, dan pendukung.

B. Lokasi
Penelitian ini dilakukan di PT. Beads flower Jombang yang beralamatkan di Ds.
Plumbon Gambang Dsn. Gambang Kec.Gudo Jombang.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17-20 Oktober 2013 dan dilaksanakan pada
semester gasal 2013-2014.

C. Teknik Pengumpulan Data
Kegiatan pengumpulan data dalam penelitian merupakan suatu hal yang penting.
Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuesioner
(angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya (Sugiyono, 2009:193).
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan
dengan tahap-tahap sebagai berikut :
1. Observasi, dilakukan untuk melaksanakan pengamatan secara langsung pada PT. Beads
flower Jombang. Tujuan observasi ini adalah untuk mengetahui gambaran nyata
mengenai lokasi perusahaan dan kegiatan operasional pada perusahaan ini.
2. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data primer. Wawancara dilakukan pada
pimpinan dan semua karyawan PT. Beads flower Jombang untuk mendapatkan data
mengenai aspek pemasaran dan sumber daya manusia.
3. Dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data yang dipergunakan untuk mencari data
mengenai literatur, dokumen, dan beberapa sumber lainnya yang diperlukan. Data
dokumentasi ini diperoleh dari pimpinan PT. Beads flower Jombang.

D. Teknik Analisis
PT. Beads Flower Jombang 37

Teknik analisis yang digunakan dalam penyusunan laporan ini baik aspek pemasaran,
operasional, SDM, keuangan, dan pendukung. menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu
menganalisis data dengan cara mendeskrisikan atau menggambarkan data yang telah
terkumpul sebagaimana adanya (Sugiyono, 2010:147).


PT. Beads Flower Jombang 38

BAB IV
PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan
Pada awal mulanya pemilik perusahaan bernama Nur Wakit, selaku pemilik UKM.
Bapak Nur wakit mengenal manik-manik menginjak Sekolah Menengah Atas, sebagai pembuat
dan memasarkan manik-manik. Setelah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas. Karena tidak
tetap di dalam bekerja, sulitnya mencari pekerjaan dan keinginan untuk menyediakan lapangan
pekerjaan serta memberikan manfaat bagi orang banyak, akhirnya pada tahun 1990 dengan
persiapan seadanya tercipta pemikiran untuk membuat manik-manik sendiri dan dipasarkan
sendiri.
Perusahaan BeadsFlower ini berdiri pada tahun 1990. Beads Flower adalah perusahaan
yang memproduksi berbagai kerajinan manik-manik bermotif bunga dan lain-lain yang terbuat
dari kaca dan limbah. Terletak di Desa Plumbon, Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten
Jombang Provinsi Jawa Timur. Tepatnya sekitar 10 km sebelah selatan kota Jombang,
Kecamatan Gudo telah lama dikenal sebagai pusat produksi dan kerajinan manik-manik.
Pada tahun 1997 Bali adalah pusat pasar manik-manik terbesar di Indonesia bagi produk
bead flower, beads flower memiliki arti manik-manik bermotif bunga, daun, pohon, buah,
pelangi, macan tutul, etnis dan lain-lain, dari kata tersebut perusahaan memutuskan beads flower
sebagai nama perusahaan.

PROFIL PERUSAHAAN
1. Nama perusahaan : Beads Flower
2. Alamat perusahaan
a. Alamat Kantor : Ds. Plumbon Gambang Dsn. Gambang Kec.Gudo
Jombang
Telepon : 0321 850941,866492
Fax : 0321 866492
PT. Beads Flower Jombang 39

b. Alamat Pabrik : Ds. Plumbon Gambang Dsn. Gambang Kec.Gudo
Jombang

Telepon : 0321 850941,866492
Fax : 0321 866492
3. Akte pendirian perusahaan
a. Nomor Akte : -
b. Tanggal : -
4. NPWP : 08.537.475.9-602.000
5. SIUP : 503.2.2/2791/415.31/2006
6. Pemilik Perusahaan : Nur Wakit
7. Contact Person
a. Nama : Nur Wakit
b. Jabatan : Pimpinan
c. Telepon : 081 331 879 001
8. Jenis Produk : 1.Kalung
2.Gelang
3.Tasbih
4.Gantungan Kunci
5.Sabuk
6.Bros
7.Topi adat
9. Jenis/ sektor industri (ISIC) : Manik-Manik Kaca
Daerah pemasaran
PT. Beads Flower Jombang 40

a. Domestik ( Dalam Negri ) : 80%

b. Ekspor (Luar Negeri) : 20%

Motto :
Motto perusahaan kami adalah tradisional mapan Yang artinya melestarikan kerajinan
tradisional dengan dikerjakan secara manual dan bisa mensejahterakan rakyat.

Visi :
Dengan melestarikan kerajinan tradisional membuat manik - manik dengan kualitas
global, untuk berkembang di pasar global dan menjadi perusahaan manik - manik yg terkenal di
pasar internasional / dunia.

Misi :
1. Melayani pesanan dengan kualitas dan layanan yang terbaik.
2. Mengelola perusahaan dengan kekeluargaan.
3. Berwirasusaha dengan dedikasi yang tinggi.

PT. Beads Flower Jombang 41

B. PEMBAHASAN
1. ASPEK PEMASARAN
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan inti yang dilakukan pemasar dalam
usaha mempertahankan kelangsungan usahanya, mengembangkan dan mendapatkan
laba. Pemasar harus memahami mengapa dan bagaimana konsumen bereaksi dalam
situasi konsumsi sehingga pemasar dapat mengembangkan produk, menetapkan hatga,
mengadakan promosi dan mendistribusikan prosuknya sesuai dengan kebutuhan dan
keinginan konsumen.
Hal-hal yang dianalisis dalam aspek pemasaran pada penelitian di PT. Beads
Flower Jombang, yaitu :
1) Produk yang dipasarkan
a. Deskripsi Produk
PT. Beads Flower Jombang memproduksi dua macam produk. Produk
yang diproduksi adalah berupa manik-manik dan aksesories yang terbuat dari
manik-manik, meliputi: kalung, gelang, ikat pinggang, tasbih, bros, gantungan
kunci dan topi adat.
a. Ketersediaan Produk
PT. Beads Flower Jombang memproduksi produk setiap hari baik ada
maupun tidak ada pesanan untuk memenuhi stok barang. Jadi ketersediaan produk
tetap ada meskipun tidak ada pesanan.
b. Positioning
PT. Beads Flower Jombang ini memposisikan produk batiknya sebagai
produk batik yang berkualitas dengan menggunakan corak dan motif kerajaan
Mojopahit sebagai ciri khasnya.

Di bawah ini merupakan penjelas analisis SWOT pada usaha PT. Beads Flower
Jombang:
A. Kekuatan (strengths),
a) Beads flower dikenal oleh masyarakat luas sebagai satu-satunya ukm yang
bergerak dibidang manik-manik yang ada di Jawa Timur.
PT. Beads Flower Jombang 42

b) Bahan yang digunakan merupakan bahan daur ulang yng ramah lingkungan.
Secara tidak langsung Beads flower merupakan perusahaan yang sadar akan
lingkungan.
c) Produk yang dihasilkan oleh Beads flower memiliki keunikan/ciri khas
tersendiri dibanding produk pesaing.
d) Produk Beads flower memiliki kualitas yang tinggi, dimana setiap
pengerjaan itemnya dilakukan secara teliti satu persatu dimulai dari
pembuatan manik-manik hingga mneyusunya menjadi pola yang menarik
untuk digunakan.
e) Memiliki tenaga kerja yang kompeten dibidangnya.
f) Kerjasama antar bagian sangat erat, dibuktikan dengan adanya saling tolong
menolong dalam pengerjaan produknya.
g) Memiliki banyak anugrah penghargaan yang diberikan pada perusahaan,
salah satunya adalah penghargaan yang diberikan oleh Bapak Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) selaku presiden RI sebagai perusahaan yang
menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan ikut
melestarikan serta menjaga kebudayaan bangsa.
B. Kelemahan (weaknesses)
a) Kurangnya media pemasaran sebagai bentuk promosi yang digunakan untuk
memperkenalakan produk Beads flower.
b) Sistem pendistribusian yang kuarang dalam memasarkan produknya.
Khususnya pendistribusian ke manca negara (eksport).
c) Produk yang dihasilkan hanya bisa dijangkau oleh masyarakat dari kalangan
menengah keatas karena harga produk yang ditawarkan cukup tinggi
tergantung dari kerumitan dalam proses pengerjaannya.
d) Produk memiliki kalangan konsumen tersendiri, yakni hanya konsumen
yang mengerti akann keindahan dan nilai seni serta budaya yang terkandung
dalam produk Beads flower.
e) Kurangnya tenaga kerja dalam menangani proses administrasi.
f) Sistem administrasi yang masih belum terperinci dan terarah.
g) Alat yang digunakan dalam pengerjaan produk Beads flower masih manual.
PT. Beads Flower Jombang 43

h) Kurangnya peralatang yang digunakan untuk memproduksi manik-manik.
i) Kurangnya modal untuk dapat membiayai pemesanan yang bersekala besar.
j) Letak toko yang kurang strategis yaitu berada di tengah sawah.
C. Peluang (opportunities).
a) Sebagai satu-satunya perusahaan manik-manik di Jawa timur yang
memasarkan produknya hingga ke luar negri. Sehingga peluang pasar yang
ada semakin luas.
b) Masih banyak pasar lokal yang belum menjadi target pasar bagi pemasaran
manik-manik.
c) Perusahaan yang bergerak dibidang manik-manik masih sangat sedikit.
d) Banyaknya dukungan yang ada dari berbagai pihak, seperti; pemerintah
daerah, pengamat budaya, para ahli seni di bidang manik-manik.
D. Ancaman (threats)
a) Ketersediaan bahan baku yang terbatas.
b) Keterbatas jumlah SDM yang benar-benar menengerti tentang nilai seni.
c) Keterbatasan keahlian yang dimiliki pekerja karena semakin sedikit pekerja
yang tidak mau menekuni di bidang ini.
d) Pesaing dari daerah luar seperti bali dan kalimantan.

Matrik SWOT
Setelah mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhadap
kelangsungan perusahaan, tahap selanjutnya adalah memanfaatkan semua
informasi tersebut dalam model-model kuantitatif perumusan strategi. Dalam hal
ini digunakan model matrik SWOT.
Analisis SWOT adalah indentifikasi berbagai faktor secara sistematika
untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis didasarkan pada logika yang
dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) den peluang (Opportunities), namun
secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses), dan ancaman
(Threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan
pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian
perencana strategi (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis
PT. Beads Flower Jombang 44

perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada
saat ini.
Memilih alternatif strategi dilakukan setelah perusahaan mengetahui
terlebih dahulu posisi perusahaan untuk kondisi sekarang berada pada kuadran
mana dari ke-4 kuadran yang tersedia. Matrik ini dapat menggambarkan secara
jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat
disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.
Penyesuaian faktor-faktor penentu sukses eksternal dan internal ini
merupakan salah satu kunci efektif untuk menghasilkan strategi alternatif dan
resultan strategi yang dapat dikelompokkan menjadi empat strategi yaitu:
a. Strategi SO (SO = Strength Opportunity)
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan
memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang
sebesar-besarnya.
b. Strategi WO (WO = Weakness Opportunity)
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan
cara meminimalkan kelemahan yang ada.
c. Strategi ST (ST = Strength Threat)
Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan
untuk mengatasi ancaman.
d. Strategi WT (WT = Weakness Threat)
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha
meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
Berdasarkan analisa lingkungan internal dan eksternal yang telah
dilakukan sebelumnya, matriks TOWS dari PT. Beads Flower Jombang dapat
digambarkan seperti berikut :




PT. Beads Flower Jombang 45

Gambar 2.4
Matrik SWOT Batik Batik Saraswati
IFAS










EFAS
STRENGTH (S)
a) Beads flower dikenal oleh
masyarakat luas sebagai
satu-satunya ukm yang
bergerak dibidang manik-
manik yang ada di Jawa
Timur.
b) Bahan yang digunakan
merupakan bahan daur
ulang yng ramah
lingkungan. Secara tidak
langsung Beads flower
merupakan perusahaan
yang sadar akan
lingkungan.
c) Produk yang dihasilkan
oleh Beads flower
memiliki keunikan/ciri
khas tersendiri dibanding
produk pesaing.
d) Produk Beads flower
memiliki kualitas yang
tinggi, dimana setiap
pengerjaan itemnya
dilakukan secara teliti satu
persatu dimulai dari
pembuatan manik-manik
hingga mneyusunya
menjadi pola yang menarik
WEAKNESS (W)
a) Kurangnya media
pemasaran sebagai
bentuk promosi yang
digunakan untuk
memperkenalakan
produk Beads flower.
b) Sistem pendistribusian
yang kuarang dalam
memasarkan
produknya. Khususnya
pendistribusian ke
manca negara
(eksport).
c) Produk yang dihasilkan
hanya bisa dijangkau
oleh masyarakat dari
kalangan menengah
keatas karena harga
produk yang
ditawarkan cukup
tinggi tergantung dari
kerumitan dalam
proses pengerjaannya.
d) Produk memiliki
kalangan konsumen
tersendiri, yakni hanya
konsumen yang
mengerti akann
PT. Beads Flower Jombang 46

untuk digunakan.
e) Memiliki tenaga kerja
yang kompeten
dibidangnya.
f) Kerjasama antar bagian
sangat erat, dibuktikan
dengan adanya saling
tolong menolong dalam
pengerjaan produknya.
g) Memiliki banyak anugrah
penghargaan yang
diberikan pada perusahaan,
salah satunya adalah
penghargaan yang
diberikan oleh Bapak
Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) selaku
presiden RI sebagai
perusahaan yang
menyediakan lapangan
pekerjaan bagi masyarakat
sekitar dan ikut
melestarikan serta menjaga
kebudayaan bangsa.
keindahan dan nilai
seni serta budaya yang
terkandung dalam
produk Beads flower.
e) Kurangnya tenaga
kerja dalam menangani
proses administrasi.
f) Sistem administrasi
yang masih belum
terperinci dan terarah.
g) Alat yang digunakan
dalam pengerjaan
produk Beads flower
masih manual.
h) Kurangnya peralatang
yang digunakan untuk
memproduksi manik-
manik.
i) Kurangnya modal
untuk dapat membiayai
pemesanan yang
bersekala besar.
j) Letak toko yang
kurang strategis yaitu
berada di tengah
sawah.
OPPORTUNITY (O)
a) Sebagai satu-satunya
perusahaan manik-
manik di Jawa timur
yang memasarkan
STRATEGI SO
a) Tetap terus melakukan
inovasi-inovasi untuk
dapat mempertahankan
pelanggan dan menarik
STRATEGI WO
a) Meningkatkan media
promosi.
b) Melakukan perekrutan
tenaga kerja yang ahli.
PT. Beads Flower Jombang 47

produknya hingga ke
luar negri. Sehingga
peluang pasar yang
ada semakin luas.
b) Masih banyak pasar
lokal yang belum
menjadi target pasar
bagi pemasaran
manik-manik.
c) Perusahaan yang
bergerak dibidang
manik-manik masih
sangat sedikit.
d) Banyaknya dukungan
yang ada dari
berbagai pihak,
seperti; pemerintah
daerah, pengamat
budaya, para ahli seni
di bidang manik-
manik.
perhatian calon
konsumen.
b) Tetap mempertahankan
kekuatan yang ada.
c) Memperbaiki sistem
administrasi
d) Memilih letak toko
yang strategis
THREAT (T)
a) Ketersediaan bahan
baku yang terbatas.
b) Keterbatas jumlah
SDM yang benar-benar
menengerti tentang
nilai seni.
c) Keterbatasan keahlian
yang dimiliki pekerja
karena semakin sedikit
STRATEGI ST
a) Melakukan perekrutan
tenaga kerja yang ahli
dibidang yang dibutuhkan.
b) Mencari pemasok bahan
baku lainnya untuk dapat
memenuhi kurangnya bahan
baku yang dibutuhkan.
c)
d)
STRATEGI WT
a) Memberikan peltihan
tenaga kerja untuk
mendapatkan skill yang
dibutuhkan.
b) Menjalankan fungsi-
fungsi manajemen agar
perusahaan dapat
berjalan dengan baik.
c) Memikirkan cara untuk
PT. Beads Flower Jombang 48

pekerja yang tidak mau
menekuni di bidang ini.
d) Pesaing dari daerah
luar seperti bali dan
kalimantan.
menggunakan peralan
yang efektif agar dapat
menekan harga sehingga
harga produk yang
ditawarkan tidak terlalu
tinggi.

a.Lokasi dan jaringan usaha
PT. Beads Flower yang berlokasi di Ds. Plumbon Gambang Dsn.
Gambang Kec.Gudo Jombangmerupakan tempat strategis karena dekat dengan
jalan raya dan pusat Kota Surabaya. Jaringan usaha pada perusahaan manik-
manik Beads flower menjadi kelemahan perusahaan, karena tidak mudah untuk
menjumpai produk Beads flower kecuali di outlet resminya di Desa Gudi-
jombang.
2) Segmentasi dan Targeting
a. Wilayah/daerah yang akan dijangkau
Peneliti mendapatkan keterangan bahwa lingkup daerah pemasarannya
meliputi :
1. Wilayah Kota Surabaya dan Jawa Timur (Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro,
Tuban, Banyuwangi, Kediri, Malang, Blitar).
2. Kota-kota besar di Indonesia (Semarang, Solo, Yogyakarta, Bandung, Jakarta,
Medan, Aceh, Denpasar, beberapa kota di Kalimantan dan Sulawesi).
3. Luar negri meliputi pasar Asia (Malaysia, singapura,Jepang,) dan Australia.
b. Struktur daerah
Berikut analisa mengenai struktur daerah yang dilayani oleh Perusahaan ini :
1) Umumnya daerah yang menjadi wilayah pemasaran adalah Kota
Surabaya dan daerah yang berada di Jawa Timur. Hal itu dimaksudkan
agar konsumen tidak asing atau mudah mengenal dengan motif-motif yang
menjadi ciri Khas Kota Surabaya. Sehingga banyak konsumen yang
menerima kehadiran manik-manik Beads flower.
2) Selain itu kota-kota besar di Indonesia yang dituju kebanyakan
PT. Beads Flower Jombang 49

adalah ibukota propinsi yang menjadi pusat ekonomi, pendidikan,
kebudayaan, dan pemerintahan. Hal ini dimaksudkan agar sosialisasi
manik-manik Beads flower lebih cepat diterima oleh masayarakat.
c. Luas daerah
Luas daerah yang dijangkau oleh Perusahaan ini, dalam pendistribusian
produksi adalah 80% di kota-kota besar wilayah Indonesia, sisanya di pasarkan di
luar negri 20%.
d. Jumlah penduduk (menurut kelompok umur, pendidikan, pekerjaan,
penghasilan dan demografi lainnya)
Sesuai dengan segmen dan target pasar perusahaan, ditujukan untuk semua
kelompok umur. Sementara pendidikan ditujukan untuk pendidikan tinggi karena
cenderung orang yang jenjang pendidikan tinggi sangat menghargai seni dan
kualitas produk.
Ditujukan untuk konsumen dari Beads flower ada dua tingkat yaitu untuk
tingkat yang pertama,tingkat pendapatan yang relatif tinggi (menengah ke atas),
komunitas ibu-ibu rumah tangga (arisan perumahan elite), pecinta manik-manik.
Untuk tingkat yang kedua yaitu kalangan menengah kebawah dimana harga yang
ditawarkan relatif rendah.
Sedangkan untuk demografinya ditujukan untuk konsumen yang berada di
Kota Jombang dan daerah yang berada di Jawa Timur. Hal itu dimaksudkan agar
konsumen tidak asing atau mudah mengenal dengan motif-motif yang menjadi
ciri Khas Kota Jombang. Sehingga banyak konsumen yang menerima kehadiran
manik-manik Beads flower.
e. Kelompok/ceruk pasar sasaran
Dalam kegiatan penelitian yang dilakukan peneliti pada PT. Beads flower
Jombang, target dari perusahaan ini mencakup konsumen dari Beads flower ada
dua tingkat yaitu untuk tingkat yang pertama,tingkat pendapatan yang relatif
tinggi (menengah ke atas), komunitas ibu-ibu rumah tangga (arisan perumahan
elite), pecinta manik-manik. Untuk tingkat yang kedua yaitu kalangan menengah
kebawah dimana harga yang ditawarkan relatif rendah.

PT. Beads Flower Jombang 50


PT. Beads Flower Jombang 51

f. Jumlah ceruk dalam wilayah
Konsumen Beads flower adalah dari masyarakat yang berada di Indonesia
sebanyak 80% dan sisanya di Luar negri 20 % dengan berbagai segmen
masyarakat hal ini disebabkan karena barang yang diproduksi ditargetkan untuk
pemenuhan kebutuhan semua segmen sesuai kebutuhan konsumen khususnya
segmen menengah keatas. Jika pemasar bisa fokus pada ceruk pasar, maka
pemasar dapat membuat strategi pemasaran yang efektif tanpa ada energi yang
terbuang sia-sia. Kelompok atau ceruk pasar yang dilayani oleh PT. Beads flower
Jombang adalah sebagai berikut untuk kalung, gelang, tasbih, tas, ikat pinggang,
gantungan kunci, serta bros di tujukan untuk konsumen dari Beads flower ada dua
tingkat yaitu untuk tingkat yang pertama,tingkat pendapatan yang relatif tinggi
(menengah ke atas), komunitas ibu-ibu rumah tangga (arisan perumahan elite),
pecinta manik-manik. Untuk tingkat yang kedua yaitu kalangan menengah
kebawah dimana harga yang ditawarkan relatif rendah.

g. Kelompok/ceruk pasar sasaran
Dalam kegiatan penelitian yang dilakukan peneliti pada PT. Beads flower
Jombang, target dari perusahaan ini mencakup konsumen dari Beads flower ada
dua tingkat yaitu untuk tingkat yang pertama,tingkat pendapatan yang relatif
tinggi (menengah ke atas), komunitas ibu-ibu rumah tangga (arisan perumahan
elite), pecinta manik-manik. Untuk tingkat yang kedua yaitu kalangan menengah
kebawah dimana harga yang ditawarkan relatif rendah.
Jumlah ceruk dalam wilayah
Konsumen Beads flower adalah dari masyarakat yang berada di Indonesia
sebanyak 80% dan sisanya di Luar negri 20 % dengan berbagai segmen
masyarakat hal ini disebabkan karena barang yang diproduksi ditargetkan untuk
pemenuhan kebutuhan semua segmen sesuai kebutuhan konsumen khususnya
segmen menengah keatas. Jika pemasar bisa fokus pada ceruk pasar, maka
pemasar dapat membuat strategi pemasaran yang efektif tanpa ada energi yang
terbuang sia-sia. Kelompok atau ceruk pasar yang dilayani oleh PT. Beads flower
Jombang adalah sebagai berikut untuk kalung, gelang, tasbih, tas, ikat pinggang,
PT. Beads Flower Jombang 52

gantungan kunci, serta bros di tujukan untuk konsumen dari Beads flower yaitu
untuk tingkat yang pertama,tingkat pendapatan yang relatif tinggi (menengah ke
atas), komunitas ibu-ibu rumah tangga (arisan perumahan elite), pecinta manik-
manik. Untuk tingkat yang kedua yaitu kalangan menengah kebawah dimana
harga yang ditawarkan relatif rendah.
h. Focus ceruk pasar
Ceruk pasar adalah segmen kecil dari populasi yang memiliki kesamaan
karekteristik, kepentingan, kebiasaan berbelanja dan sebagainya. Jika pemasar
bisa fokus pada ceruk pasar, maka pemasar dapat membuat strategi pemasaran
yang efektif tanpa ada energi yang terbuang sia-sia. Fokus ceruk pasar dari
manik-manik Beads flower adalah konsumen dari Beads flower ada dua tingkat
yaitu untuk tingkat yang pertama,tingkat pendapatan yang relatif tinggi
(menengah ke atas), komunitas ibu-ibu rumah tangga (arisan perumahan elite),
pecinta manik-manik. Untuk tingkat yang kedua yaitu kalangan menengah
kebawah dimana harga yang ditawarkan relatif rendah.

i. Mengukur daya tarik segmen
Cara perusahaan mengukur daya tarik segmen adalah dengan
meningkatkan kualitas produk sesuai dengan harga yang relatif bersaing serta
motif/desain yang senantiasa up to date sesuai dengan perkembangan fashion .
aksesories dan trend. Selain itu warna-warna yang digunakan adalah warna-
warna yang terkesan anggun dan tidak mencolok, hal itu bertujuan untuk menarik
minat calon konsumen.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan
a) Faktor-faktor pendukung
(1) Jaminan kualitas barang
Perusahaan ini berusaha untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan.
Untuk menunjang usaha peningkatan pendapatan serta mempertahankan
konsumen dan produk di pasaran. Usaha yang dilakukan oleh perusahaan ini,
antara lain :
PT. Beads Flower Jombang 53

a. Membuat desain dan model yang menarik dan sesuai dengan permintaan
konsumen sesuai dengan trend dan fashion yang up to date. Motif-motif
yang digunakan sesuai dengan ciri khas Kota Jombang yang dulunya
sebagai wilayah kerajaan Mojopahit. Bahan baku untuk satu jenis produk
menggunakan beberapa varian (warna, motif, dan jenis bahan).
b. Dalam proses produksi juga mengadakan pengawasan terhadap kualitas
bentuk manik-manik yang dihasilakan dan desain dari produk itu sendiri
harus lulus uji kelayakan produk. Uji kelayakan produk dar Beads flower
adalah:
a) Perangkaian dari manik-manik harus sesuai dan seirama dengan
bentuk desain dan warna yang dihasilkan.
b) Tali yang digunakan harus rapi.
c) Tahap penyelesaian yaitu penyortiran dari setiap produk yang
dihasilkan, apakah ada kawat atau benang yang tak rapi, manik-
manik yang terlepas dan lain sebagainya.

(2) Harga bersaing
Analisis penentuan harga produksi pembuatan manik-manik oleh PT.
Beads flower Jombang ini sudah sesuai dengan analisis di atas. Jenis dan
ukuran barang yang berbeda akan berpengaruh terhadap harga jual barang itu
sendiri. Analisis penentuan harga produksi pembuatan manik-manik oleh PT.
Beads flower Jombang ditentukan berdasarkan beberapa hal yaitu pemilihan
bahan baku untuk produksi, tenaga kerja, dan tingkat kesulitan. Kisaran harga
ini sudah mencakup bahan baku, jenis, ukuran, dan tingkat kerumitan
motif/desain yang PT. Beads flower Jombang. Selain itu juga tujuan jangka
panjang yang akan diambil adalah untuk memperluas pasar sehingga
penetapan harga juga bertujuan untuk usaha dalam memperbesar market
share. Berikut daftar harga dengan kisaran harga terendah dan harga tertinggi
:
no Kode jenis barang
harga/unit
(dalam rupiah)
PT. Beads Flower Jombang 54

1 AA LIMAS 20000
2 BA MLINJO 20000
3 CA WARU 40000
4 DA MENTOS 40000
5 EA KOTAK PIPIH 40000
6 FA PLUNTIR KECIL 40000
7 GA PLUNTIR BESAR 40000
8 HA KENDANG POLOS 30000
9 IA MANIK KERANG 30000
10 JA MENTOS TANGGUNG 30000
11 KA BLIMBING KECIL 30000
12 LA LAYANG-LAYANG 30000
13 MA BAMBU 20000
14 NA MENTOS KECIL 30000
15 OA KOIN TANGGUNG 30000
16 PA KOIN KECIL 30000
17 QA PENYOL 30000
18 RA BIJI SALAK 30000
19 SA BLIMBINGAN 30000
20 TA LIMAS KECIL 20000
21 UA BATANGAN 20000
22 VA BENIK 20000
23 WA BAMBU KECIL 40000
24 XA BULAT POLOS 45000
25 YA BALING-BALING 40000
26 ZA TETES AIR 100000
27 ANA KERANG 75000
28 ANB STIKER 75000
29 ANC MELATI 75000
30 AND BULAT PASIR MAS 75000
PT. Beads Flower Jombang 55

31 ANE BULAT SERBUK 75000
32 ANG BATANGAN SERBUK 75000
33 ANH GENDANG KECIL 50000
34 ANI MATA DEWA 100000
35 ANJ MLINJO KEMBANG 50000
36 ANK BAMBU KECIL KEMBANG 50000
37 ANL BAMBU PANJANG 50000
38 ANM MATA TIUNG 100000
39 ANN KENDANG KEMBANG 50000
40 ANO BULAT TEMPEL 100000
41 ANP SEGI ENAM TEMPEL 100000
42 ANQ MENTOS KEMBANG 50000
43 ANR SRIKOYO 50000
44 ANS BANIK ULIT 45000
45 ANT MANIK HURUF 75000
46 ANU BLIMBING KEMBANG 60000
47 ANV MLINJO TEMPEL 100000
48 ANW KENDANG TEMPEL 100000
49 ANX BAMBU TEMPEL 100000
50 ANY BULAT ULIT 50000
51 ANZ CUNCUM 50000
52 KLA GRADASI KRISTAL 50000
53 KLB KALUN TALI MAJAPAHIT 75000
54 KLC GRADASI ANTIK 200000
55 KLD TALI DADU 50000
56 KLE MENTOS KAWAT 45000
57 KLF CUNCUM 40000
58 KLG GRADASI MODERN 80000
59 KLH ANTIK GADING 120000
60 KLI KALUNG MONTE PLUNTIR 50000
PT. Beads Flower Jombang 56

61 KLJ KALUNG GRADASI POLOS 50000
62 KLK KALUNG KAWAT MENTOS 50000
63 KLL
KALUNG GRADASI
BLIMBING MENTOS 50000
64 KLM
GRADASI BLIMBING 2
WARNA 50000
65 KLN KALUNG TALI NILON 75000
66 KLO KALUNG TALI DADU 75000
67 KLP KALUNG TALI KOTAK PIPIH 75000
68 KLQ KALUNG BAMBU CATUR 75000
69 KLR
KALUNG TALI CAMPUR-
CAMPUR 100000
70 KLS KALUNG TALI ANTIK 125000
71 KLT
KALUNG TALI KOTAK
BLARAK 125000
72 KLU KALUNG TALI KOIN BESAR 70000
73 KLV KALUNG PANJANG 50000
74 KLW
KALUNG MLINJO
KOMBINASI 75000
75 KLX
KALUNG KOTAK MOTIF
BLARAK 75000
76 KLY
KALUNG KERANG DUA
WARNA 50000
77 KLZ KALUNG KAWAT BENGKOK 50000
78 BFG GELANG MODERN 50000
79 BFH GELANG ANTIK 75000
80 GLN
GELANG KOMBINASI
PERAK 75000
81 MNL
GELANG KOMBINASI
MONEL 75000
PT. Beads Flower Jombang 57

82 GK GANTUNGAN KUNCI 35000
83 BFN KALUNG MODERN 70000
84 AX KALUNG BAMBU ANTIK 85000
85 YK KOMBINASI STRIP 100000
86 BX ANTIK KLASIK 150000
87 AR KOMBINASI RANTAI ANTIK 150000
88 MB MONTE BULAT 40000
89 KN
KALUNG MANIK
GELEMBUNG 175000
90 SP GELANG SPIRAL LILIT 5 75000
91 KMB KALUNG MONTE BANDUL 40000
92 B.1 ANTIK BIJIAN 10000
93 B.2 TOPI 450000
94 B.3 SABUK MOTE 100000
95 B.4 TIRAI 50000
96 B.5 BIJIAN MOTIF IKAN 5000
97 B.6 BIJIAN MOTIF KUCING 5000
98 B.7 BIJIAN MOTIF KURA-KURA 5000
99 B.8
BIJIAN MOTIF
KALIMANTAN 15000
100 B.9 IKET KALIMANTAN 300000

(3) Promosi
Promosi adalah semua kegiatan untuk memperkenalkan produk dan
bertujuan agar target pasar tertarik untuk membelinya. Selama ini PT. Beads
flower Jombang menggunakan metode-metode promosi yang terdiri atas
promosi penjualan (sales promotion), direct selling, dan WOM (Word of
Mouth). Bentuk promosi yang dilakukan PT. Beads flower adalah sebagai
berikut ini :
a. Penjualan langsung (Direct selling)
PT. Beads Flower Jombang 58

PT. PT. Beads flower Jombang menggunakan bentuk promosi
berupa penjualan langsung dengan sarana galeri manik-manik Beads
flower yang terletak di desa Gudo-Jombang. Dalam penjualan langsung
ini, PT. Beads flower mefollow up (menelpon) calon konsumen.
b. Promosi penjualan ( Sales promotion)
Promosi penjualan yang pernah dilakukan oleh PT. Beads flower
Jombang yaitu mengikuti pameran di daerah Surabaya, Jawa Timur, dan
Jakarta.
c. WOM (Word of Mouth)
Promosi penjualan juga dilakukan lewat mulut ke mulut yaitu
penyebaran informasi oleh konsumen seputar keunggulan dan kualitas
manik-manik Beads flower. Pelanggan yang puas akan
merekomendasikannya kepada keluarga, teman, kerabat, rekan kerja, dan
lain sebagainya.
Namun perusahaan ini masih memiliki kekurangan dalam promosi yang
dilakukan khususnya promosi melalui media cetak dan media elektronik.
(4) Saluran distribusi yang kuat
Dalam menyalurkan atau memasarkan hasil produksi perusahaan ini
menggunakan saluran distribusi langsung dan tidak langsung baik untuk
pemasaran di wilayah Indonesia atau luar negri.
Perusahaan ini tidak mempunyai agen atau distributor resmi untuk
mendistribusikan produknya ke tangan konsumen. Jadi konsumen membeli
secara langsung di perusahaan ini. Lalu setelah itu produk yang dibeli
konsumen dalam jumlah besar itu dijual kembali.

Data sumber diolah oleh peneliti tahun 2013
PT. Beads
Flower
Jombang
agen
pengiriman
barang
retailer konsumen
PT. Beads Flower Jombang 59

(5) Image positif
PT. Cipta Beads flower ini berusaha untuk menjaga image positif itu
dapat dibangun dengan cara memberikan jaminan kualitas produk yang sesuai
dengan standar yang ada, perusahaan juga memberlakukan strategi harga
bersaing, melakukan promosi dan menggunakan saluran distribusi agar
konsumen dapat mengenal hasil produksi dari perusahaan ini.
Selain itu, PT. Beads flower ini dikenal sebagai satu-satunya produsen
manik-manik yang mengusung icon atau ciri khas budaya manik-mnaik dari
Kerajaan Mojopahit sebagai motif produknya. Sehingga Kota Jombang
dengan beberapa cirri khasnya dapat dikenal oleh semua kalangan. Image
positif ini merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan,
semakin baik image positif yang dibangun, maka semakin kuat kepercayaan
konsumen untuk melakukan keputusan pembeliaan terhadap produk yang
ditawarkan.
(6) Brand (Merek Barang)

Dalam PT. Beads flower produk yang limited edition diberi label
Beads Flower. Adapun tujuan dari pemberian merek itu sendiri adalah sebagai
identitas, yang bermanfaat dalam diferensiasi atau membedakan produk suatu
perusahaan dengan produk pesaingnya. Memudahkan konsumen untuk
mengenalinya saat berbelanja dan saat melakukan pembeliaan ulang.

(7) Pelayanan
PT. Beads Flower Jombang 60

PT. Beads flower ini berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik
terhadap konsumen oleh penjual. Hal ini berkaitan dengan masalah
kemudahan bagi konsumen untuk membawa produk yang dibeli dan
merupakan suatu hal yang tidak dapat diabaikan, meskipun telah ada merek.
Oleh karena itu, mengenai pelayanan pemasaran meliputi :
a. Pelayanan penawaran produk
Pelayanan dalam menawarkan produk yaitu pemimpin dan
karyawan selalu memberikan informasi mengenai corak, budaya (histori),
bahan, desain (motif), dan warna dari manik-manik yang akan ditawarkan
kepada pelanggan.
b. Pelayanan dalam penjualan
yaitu pemimpin dan karyawan selalu ramah tamah dan terbuka
dalam menerima calon pembeli manik-manik Beads Flower.
c. Pelayanan waktu penjualan
yaitu pemimpin dan karyawan selalu berusaha mengerjakan
pesanan secara profesional agar dapat memproduksi Beads flower sampai
di tangan pelanggan tepat waktu.
Selain pelayanan yang prima, diperlukan juga atribut untuk mendukung
pelayanan ini agar memberikan suasana yang mendukung penjualan produk
dari perusahaan tersebut.
(8) Gaya hidup masyarakat
Selain itu karena batik ini berhubungan erat dengan fashion, yang mana
fashion tersebut mempbutuhkan aksesories tambahan untuk gaya tren busana
adalah sesuatu yang cepat berubah-ubah, maka diperlukan suatu inovasi yang
terus menerus agar konsumen tidak bosan dan terus membeli batik dari
Perusahaan ini.
b) Faktor-faktor penghambat
(1) Pesaing
Pesaing, berasal dari perusahaan/UKM manik-manik lainnya yang
berada di seluruh Indonesia yang memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri.
(2) Sifat Konsumen
PT. Beads Flower Jombang 61

Sifat konsumen yang suka berganti-ganti produk (variety seeking) juga
dapat menurunkan permintaan karena tidak bisa memilih sesuai dengan
keinginanya. Keinginan konsumen yang menginginkan produk dengan model
tertentu yang sulit dilayani. Hal ini disebabkan karena desain dan warna
tidak bisa di prediksi sebelumnya. Akibatnya beberapa konsumen memilih
alternatif aksesories manik-manik lainnya.
Selain itu, sifat konsumen yang menuntut serba cepat dalam
pemesanannya sementara dalam pengerjaan untuk pemesanan tersebut
membutuhkan waktu lebid dalam pengerjaanya karena kerumitan desain yang
dipesan.
c. Perkiraan Jumlah Permintaan Potensial dan Riil
a) Perkiraan jumlah permintaan potensial
Permintaan potensial yaitu jumlah permintaan yang tidak selalu didukung
oleh daya beli masyarakat. Sedangkan permintaan riil yaitu permintaan yang
didukung dengan daya beli masyarakat yang mempunyai uang untuk membeli
produk tersebut. Pasar potensial dari PT. Beads flower Jombang, sesuai dengan
ceruk pasarnya, yaitu masyarakat Indonesia dan luar negeri dengan kriteria
sebagai berikut :
Tabel 4.5 Perkiraan Jumlah Permintaan Potensial
No. Tahun Jenis Produk
Jumlah Permintaan
Potensial
1. 2011
Kalung
10.300 unit
Gelang
17.000 unit
Tasbih
12.800 unit
Bros
10.300 unit
Gantungan kunci
13.000unit
Jumlah 2011 63.400 unit
2. 2012
Kalung
11.000 unit
Gelang
16.000unit
PT. Beads Flower Jombang 62

Tasbih
12.500 unit
Bros
10.400 unit
Gantungan kunci
12.750 unit
Jumlah 2012

62.650 unit
3. 2013
Kalung
11.000 unit
Gelang
16.500 unit
Tasbih
13.000 unit
Bros
10.900 unit
Gantungan Kunci
13.000 unit
Jumlah 2013 64.400 unit
Jumlah 190.450 Unit
Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti, 2013.
b) Perkiraan jumlah permintaan riil
Perkiraan permintaan riil adalah permintaan yang didukung dengan daya
beli masyarakat yang mempunyai uang untuk membeli produk tersebut. Pada
kenyataanya, permintaan lebih banyak pada permintaan dalam negri, tetapi
permintaan ini juga datang dari luar negri. Adapun perkiraan permintaan riil dari
produk PT. Beads Flower setiap bulannya diperkirakan sebagai berikut :
Tabel 4.6 Perkiraan Jumlah Permintaan Riil
No. Tahun Jenis Produk
Jumlah
Permintaan
Potensial
Jumlah
Permintaan Riil
1. 2011
Kalung
10.300 unit 10.125 Unit
Gelang
17.000 unit 15.750 Unit
Tasbih
12.800 unit 12.100 Unit
PT. Beads Flower Jombang 63

Bros
10.300 unit 10.275 Unit
Gantungan kunci
13.000unit 12.500 Unit
Jumlah 2011 63.400 unit 60.750 Unit
2. 2012
Kalung
11.000 unit 10.150 Unit
Gelang
16.000unit 15.800 Unit
Tasbih
12.500 unit 12.250 Unit
Bros
10.400 unit 10.340 Unit
Gantungan Kunci
12.750 unit 12.550 Unit
Jumlah 2012

62.650 unit 61.090 Unit
3. 2013
Kalung
11.000 unit 10.800 Unit
Gelang
16.500 unit 16.200 Unit
Tasbih
13.000 unit 12.960 Unit
Bros
10.900 unit 10.800 Unit
Gantungan kunci
13.000 unit 12.960 Unit
Jumlah 2013 64.400 unit 63.720 Unit
Jumlah 190.450 unit 185.560 Unit
Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti, 2013.

d. Perkiraan Jumlah Penjualan
Perkiraan penjualan produk oleh PT. Beads Flower dapat ditentukan dengan
perhitungan trend. Kenaikan permintaan produk PT. Beads Flower tiap tahun
diasumsikan 10% dan kenaikan harga per unit diasumsikan sebesar 5%.
Untuk proyeksi dari masing-masing produk adalah sebagai berikut :
tahu Permintaan X.y4
x.y5 X
PT. Beads Flower Jombang 64

n

X X.y1 X.y2 X.y3
2
kalung
(y1)
gelang
(y2)
tasbih
(y3)
bros
(y4)
gantun
gan
kunci
(y5)


201
1 10.125 15.750 12.100
10.27
5 12.500 -1
-
10.12
5
-
15.75
0
-
12.10
0
-
10.27
5
-
12.5
00
1
201
2 10.150 15.800 12.250
10.34
0 12.550 0 0 0 0 0
0 0
201
3 10.800 16.200 12.960
10.80
0 12.960 1
10.8
00
16.2
00
12.9
60
10.8
00
12.9
60
1
juml
ah 31.075 47.750 37.310
31.41
5 38.010 0 675 450 860 525
460 2





Sumber : Data Diolah Oleh Penulis, 2013.
Untuk proyeksi 5 tahun ke depan digunakan Metode Regresi Least Square,
didasarkan pada suatu persamaan :
Y = a + bX
dimana :
n
Y
a


2
X
XY
b


Keterangan :
Y = Prediksi penjualan
X = Nilai Variabel bebas yang diketahui
n = Jumlah tahun dalam pengamatan

Dari tabel diatas dapat dilakukan perhitungan berdasarkan rumus sebagai
berikut :
PT. Beads Flower Jombang 65

1. kalung (y
1
)
a
1
=

= 10.358
b
1
=

= 225
Dengan demikian diketahui persamaannya untuk kalung adalah :
Y = 10.358+ 225X
Dari persamaan yang sudah diketahui, dapat dihitung perkiraan penjualan
untuk tahun berikutnya, yaitu tahun 2014-2018 adalah sebagai berikut :
2014 (X=2) = 10.358+ 225 (2) = 10.808
2015 (X=3) = 10.358+ 225 (3) = 11.033
2016 (X=4) = 10.358+ 225 (4) = 11.258
2017 (X=5) = 10.358+ 225 (5) = 11.483
2018 (X=6) = 10.358+ 225 (6) = 11.708
2. Gelang (y
2
)
a
2
=

= 15.917
b
2
=

= 150
Dengan demikian diketahui persamaannya untuk Gelang adalah :
Y = 15.917 + 150X
Dari persamaan yang sudah diketahui, dapat dihitung perkiraan penjualan
untuk tahun berikutnya, yaitu tahun 2014 - 2018 adalah sebagai berikut :
2014 (X=2) = 15.917 + 150 (2)= 16.217
2015 (X=3) = 15.917 + 150 (3)= 16.367
PT. Beads Flower Jombang 66

2016 (X=4) = 15.917 + 150 (4)= 16.517
2017 (X=5) = 15.917 + 150 (5)= 16.667
2018 (X=6) = 15.917 + 150 (6)= 16.817
3. Tasbih
a
3
=

= 12.437
b
3
=

= 287
Dengan demikian diketahui persamaannya untuk Tasbih adalah :
Y =12.437 + 287X
Dari persamaan yang sudah diketahui, dapat dihitung perkiraan penjualan
untuk tahun berikutnya, yaitu tahun 2014-2018 adalah sebagai berikut :
2014 (X=2) = 12.437 + 287 (2) = 13.011
2015 (X=3) = 12.437 + 287 (3) = 13.298
2016 (X=4) = 12.437 + 287 (4) = 13.588
2017 (X=5) = 12.437 + 287 (5) = 13.872
2018 (X=6) = 12.437 + 287 (6) = 14.519
4. Bros (y3)
a
3
=

= 10.472
b
3
=

= 175
Dengan demikian diketahui persamaannya untuk Tasbih adalah :
Y =10.472 + 175X
PT. Beads Flower Jombang 67

Dari persamaan yang sudah diketahui, dapat dihitung perkiraan penjualan
untuk tahun berikutnya, yaitu tahun 2014-2018 adalah sebagai berikut :
2014 (X=2) = 10.472 + 175 (2) = 10.822
2015 (X=3) = 10.472 + 175 (3) = 10.997
2016 (X=4) = 10.472 + 175 (4) = 11.172
2017 (X=5) = 10.472 + 175 (5) = 11.347
2018 (X=6) = 10.472 + 175 (6) = 11.522
5. Gantungan Kunci
a
3
=

= 12.670
b
3
=

= 153
Dengan demikian diketahui persamaannya untuk Tasbih adalah :
Y =12.670 + 153X
Dari persamaan yang sudah diketahui, dapat dihitung perkiraan penjualan
untuk tahun berikutnya, yaitu tahun 2014-2018 adalah sebagai berikut :
2014 (X=2) = 12.670 + 153 (2) = 12.976
2015 (X=3) = 12.670 + 153 (3) = 13.129
2016 (X=4) = 12.670 + 153 (4) = 13.282
2017 (X=5) = 12.670 + 153 (5) = 13.435
2018 (X=6) = 12.670 + 153 (6) = 13.588




PT. Beads Flower Jombang 68

Tabel 4.8 Proyeksi Penjualan






























Tahun Jenis Produk
Permintaan
(unit)
Harga per
unit
(Rp)
Penjualan
(Rp)
2014


Kalung 10808 75.000 810.600.000
Gelang 16.217 10.000 162.170.000
Tasbih 13.011 25.000 325.275.000
Bros 10.822 30.000 324.660.000
Gantungan Kunci 12.976 10.000 129.760.000
2015


Kalung 11.033 75.000 827.475.000
Gelang 16.367 10.000 163.670.000
Tasbih 13.298 25.000 332.450.000
Bros 10.997 30.000 329.910.000
Gantungan Kunci 13.129 10.000 131.290.000
2016


Kalung 11.258 75.000 844.350.000
Gelang 16.517 10.000 165.170.000
Tasbih 13.588 25.000 339.700.000
Bros 11.172 30.000 335.160.000
Gantungan Kunci 13.282 10.000 132.820.000
2017


Kalung 11.483 75.000 861.225.000
Gelang 16.517 10.000 165.170.000
Tasbih 13.588 25.000 339.700.000
Bros 11.347 30.000 340.410.000
Gantungan Kunci 13.435 10.000 134.350.000
2018


Kalung 11.708 75.000 878.100.000
Gelang 16.817 10.000 168.170.000
Tasbih 14.513 25.000 362825.000
Bros 11.522 30.000 345.660.000
Gantungan Kunci 13.588 10.000 135.880.000
Sumber : Data Diolah Oleh Peneliti, 2013.
PT. Beads Flower Jombang 69




ASPEK OPERASIONAL
1. Sistem dan Prosedur Operasi
a. Proses dan Desain produksi
Proses desain adalah suatu proses yang berulang. Berdasarkan desain yang
ditetapkan, perencanaan proses manufaktur dilakukan dengan menetapkan rincian
spesifikasi proses yang dibutuhkan serta urutannya secara cermat (Husein Umar,
2000:119). Berikut ini adalah proses dan desain produksi dari Perusahaan manik-manik
Beads Flower :
Flow Process dari bahan baku menjadi produk














Kaca
Pewarnaa
n
Peleburan
Dijadikan kaca batangan
Proses pencetakakan
Perakitan
PT. Beads Flower Jombang 70


Ket: Foto diatas menunjukkan proses dimana bahan baku berupa kaca sudah dileburkan
dan bagi sesuai warna dan dijadikan kaca batangan

Ket: Foto di atas menunjukkan proses setelah bahan baku dilebur menjadi kaca batangan
kemudian batangan kaca tersebut satu persatu di ubah kambali menjadi butiran manik-
manik sesuai bentuk, model, ukuran dan warna.

Ket: Setelah manik-manik dipisah sesuai bentuk, model, ukuran dan warna kemudian
direndam atau didinginkan

PT. Beads Flower Jombang 71


Ket: Manik-manik dijemur sebelum proses terakhir yaitu perangkaian

Ket: Manik-manik yang sudah siap dirangkai



Ket: Manik-manik mulai dirangkai menjadi produk kalung, gelang, bros, tasbih,
gantungan kunci, dll.
PT. Beads Flower Jombang 72


Ket: manik-manik siap dipasarkan.

b. Penjadwalan Produksi
Proses produksi dilakukan oleh pekerja borongan mulai jam 07.00 sampai jam
16.00 karena mereka mempunyai target dalam menyetor barang.
1. Proses Persiapan
Proses persiapan dilakuakan saat pekerja/karyawan akan memulai
pekerjaannya yaitu mempersiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang akan
digunakan dalam proses pembuatan manik-manik sampai perangkaian
manik-manik.
2. Proses Peleburan Bahan Baku
Setelah mempersiapkan bahan bakunya yaitu kaca dari limbah kemudian
dileburkan menjadi batangan kaca dan dibagi sesuai warnanya
menggunakan mesin pemanas
3. Proses Pembentukan Manik-manik
Setelah menjadi batangan kaca yang berwarna warni kemudian dibentuk
menjadi manik-manik menggunakan mesin pemanas lagi dan manik-
manik dibentuk sesuai ukuran, model, bentuk, dan warna.
4. Proses Pendinginan
Proses pendinginan dilakukan setelah manik-manik tersebut selesai
dibentuk. Pendinginan dilakukan dengan merendam manik-manik selama
sehari.
PT. Beads Flower Jombang 73

5. Proses Penjemuran
Penejemuran dilakukan setelah manik-manik direndam, hal ini bertujuan
agar setelah direndah dan dicuci bersih manik-manik bisa terlihat lebih
mengkilap dan mudah dirangkai menjadi produk jadi.
6. Proses Merangkai Manik-manik
Setelah didinginkan manik-manik siap dirangkai sesuai model yang
diinginkan yaitu menjadi kalung, gelang, bros, sabuk, gantungan kunci,
tirai, tasbih, sampai tas.
2. Kapasitas Produksi
a. Penghitungan skala produksi yang ekonomis
Perusahaan Beads Flower mampu memproduksi 100 sampai 200 biji manik-
manik per hari dikalikan 5 pekerja, jadi sehari perusahaan ini bisa memproduksi
sekitar 500 1000 manik-manik dengan berbeda motif dan model. Sehingga bila
dijadikan produk seperti kalung perusahaan ini bisa menghasilkan sekitar 5 10
kalung dalam sehari. Tidak hanya pembuatan kalung juga namun model lain seperti
gelang, tasbih, bros, sabuk dan gantungan kunci menghasilkan sekitar 5 10 unit
bahkan bisa lebih apabila ada pesanan dengan waktu yang sudah ditentukan
pengerjaannya. Jadi dalam sebulan perusahaan dapat menghasilkan sekitar 150 300
unit perbulan sesuai jenis produknya.
Kapasitas produksi rata-rata per tahun perusahaan Beads Flower adalah sebagai
berikut :


Kapasitas Produksi /thn = 1000 unit /bln X 12 bulan
= 3000 unit /tahun
Hal ini bisa jadi lebih dari 3000 unit /tahun dan bisa meningkat apabila ada
pesanan.
3. Manajemen Persediaan
Kapasitas Produksi /thn = Hasil Produksi /bln X 1 tahun
PT. Beads Flower Jombang 74

Persediaan adalah suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau
sumber daya-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi dalam antisipasinya terhadap
pemenuhan permintaan.
a. Ketersediaan Bahan Baku
Bahan baku utama dari produk manik-manik ini adalah kaca. Kaca yang
digunakan sebagai bahan baku adalah kaca limbah yang didaur ulang menjadi manik-
manik. Seperti kaca dari piring, botol parfum, doralet, dll. Bahan baku kaca di dapat
dari limbah-limbah perusahaan seperti limbah dari PT. Kedawung dang PT Ikhlas
dan juga dari pemulung-pemulung yang memdapatkan serpihan-serpihan kaca.
Bahan Baku Produksi
No. Nama Bahan Baku Harga ecer Jumlah Total
1. Kaca 1kw = Rp
1100.000
3kw 3.300.000
2. Pigmen 1kg = 300.000 3kg 900.000

b. Bahan Baku Utama dan pendukung
Perusahaan Beads Flower memproduksi manik-manik menjadi produk jadi yaitu
kalung, gelang, sabuk, gantungan kunci, bros, tirai, dan tas. Perusahaan juga
menyediakan manik-manik setengah jadi yaitu manik-manik yang belum melalui
proses perangkaian menjadi produk akhir sehingga konsumen dapat merangkai
sendiri manik-manik menjadi produk yang diinginkan dengan model dan sesuai
dengan selera konsumen. Bahan baku utama pembuatan manik-manik adalah kaca.
Dan bahan pendukungnya adalah benang.
c. Penentuan Biaya Produksi
Biaya produksi dapat diklasifikasikan menjadi biaya bahan baku dan biaya
overhead pabrik. Berikut besarnya biaya produksi pada tahun 2012 :
Biaya Bahan Baku
a. Gelang:
Kaca : 20% x 39.600.000 = 7.920.000
PT. Beads Flower Jombang 75

Pigmen: 20% x 3600.000 = 720.000
Total = 8.640.000
b. Kalung
Kaca : 30% x 39.600.000 = 11.880.000
Pigmen: 30% x 3.600.000 = 1.080.00
Total = 12.960.000
c. Gantungan Kunci
Kaca : 15 % x 39.600.000 = 5.940.000
Pigmen 15 % x 3.600.000 = 540.000
Total = 6.480.000
d. Tasbih
Kaca : 20 % x 39.600.000 = 7.920.000
Pigmen : 20 % x 3.600.000 = 720.000
Total : 8.640.000
e. Bros
Kaca : 15 % x 39.600.000 = 5.940.000
Pigmen 15 % x 3.600.000 = 540.000
Total = 6.480.000
Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik (OHP) pada tahun 2011 sampai tahun 2013
diperkirakan Rp 10.000.000,00
Sedangkan biaya overhead pabrik (OHP) pada tahun 2013 sampai tahun
2017 diperkirakan Rp 12.000.000

d. Penghitungan Eqonomic Order Quantity (EOQ)
Secara teoritis, persediaan dapat berjalan baik jika memenuhi syarat EOQ
yaitu menghitung Economic Order Quantity untuk menentukan jumlah pembelian
pesanan yang ekonomis. Perhitungan ini memerlukan data penyimpanan (holding
PT. Beads Flower Jombang 76

cost) dan biaya pemesanan (ordering cost) yang terdiri dari biaya penyimpanan
bahan baku per tahun (holding cost) dan biaya pemesanan bahan baku per tahun
(ordering cost).
Menurut Baroto (2002:58), model EOQ ini dapat diterapkan dengan syarat
sebagai berikut :
a. Permintaan diketahui dengan pasti dan konstan selama periode persediaan.
b. Semua item yang dipesan diterima seketika, tidak bertahap.
c. Jarak waktu pesan sampai pesanan datang (lead time) pasti.
d. Semua biaya diketahui dan bersifat pasti.
e. Kekurangan persediaan (stock out) tidak diizinkan.
f. Tidak ada diskon dalam tingkat kuantitas persediaan.

e. Proyeksi Usaha
Kapasitas produk di perusahaan kami macam dan jenisnya dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari grafik dibawah ini :
4. Fasilitas dan Sarana Produksi
a. Kebutuhan-kebutuhan pegawai
Dalam proses prosuksi tentunya setiap pegawai membutuhkan alat dan
peralatan sesuai bidangnya masing-masing. keamanan dalam beroperasinal harus
terjamin apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan kerja, dan
bahan baku yang dapat tepat waktu tanpa harus menunggu bahan baku yang sudah
tersedia habis. Maka dari itu perusahaan akan memesan kembali atau batas waktu
pemesanan kembali dengan melihat jumlah minimal persediaan yang ada, hal ini
biasa disebut dengan Reorder Point (ROP).
b. Tata ruang dan denah
Perusahaan Beads Flower berlokasi di Desa Plumbon Jln. Raya gambang Kec.
Gudo Kab. Jombang. Di tempat tersebut tersedia galeri sekaligus tempat
pembuatan/pabriknya.
Berikut ini adalah lay out dan denah Perusahaan Beads Flower :
PT. Beads Flower Jombang 77













Keterangan gambar denah :
1. Galeri
Digunakan untuk menyimpan atau memajang hasil produksi baik produk yang sudah jadi
maupun setengah jadi
2. Office
Ruang kerja pemilik home insdustri
3. Teras
Tempat bagi para karyawan yang bertugas merakit dan merangkai hasil manik-manik
menjadi produk jadi
4. Halaman
Tempat menjemur manik-manik
5. Peleburan
Tempat para karyawan memproses bahan baku dari kaca menjadi manik-manik
c. Alat-alat yang diperlukan
Alat-alat yang diperlukan untuk proses operasional selama 1 tahun adalah :

H
A
L
A
M
A
N
TAMAN
G
A
L
E
R
I
OFF
ICE
P
E
L
E
B
U
R
A
N
K
M
TOI
LE
T
H
A
L
A
M
A
N
T
E
R
A
S
PT. Beads Flower Jombang 78

NO TIPE MESIN DAN PERALATAN HARGA
PER UNIT
KAPASITAS
PRODUKSI
JUMLAH
(UNIT)
1 Kompor 200.000 5 10
2 LPG 17.000 10 10
3 Kompor Oplos 125.000 1 1
4 Kompor Sentrong 150.000 1 1
5 Kawat 650 200 200

Berdasarkan data diatas mengenai operasioanal produksi, pabrik ini sudah layak
dalam merencanakan proses produksi. Hal ini di dukung juga oleh perlengkapan dan
peralatan yang memadahi serta bahan baku yang mudah didapat. Yang sesuai dengan
standart yang ditetapkan, serta jenis Berdasarkan paparan di atas mengenai perencanaan
operasional/produksi, Pabrik ini memiliki kelayakan dalam merencanakan produksi. Hal
ini didukung oleh peralatan dan perlengkapan yang memadai, bahan baku yang mudah
didapat dan sesuai dengan standar yang ditetapkan, serta jenis dan sifat produksi yang
dapat dijalankan dengan baik oleh karyawan. Produksi dapat dijalankan dengan baik oleh
para karyawan.
3. ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA
1. Sumber Daya Manusia PT. Beads Flower
PT Beads Flower saat ini memiliki 30 karyawan, dengan 10 karyawan laki-laki
dan 20 karyawan perempuan. Karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut sebagian
besar adalah perempuan dan hanya sebagaian karyawan laki-laki. Tingkat kedisiplinan
karyawan di perusahaan ini sangat tinggi, terbukti dengan kedatangan karyawan yang
selalu tepat waktu. Selain itu, hubungan antar karyawan dan hubungan karyawan dengan
pimpinan juga cukup baik karena adanya sikap saling menghormati satu sama lain.
Karyawan pada perusahaan ini sebagian besar adalah warga sekitar perusahaan yang
termasuk dari keluarga dan juga tetangga.
2. Struktur Organisasi dan Deskripsi Pekerjaan
PT. Beads Flower Jombang 79

Dalam organisasi perusahaan perlu adanya kerjasama dan koordinasi dari bagian-
bagian yang terlibat didalamnya. Wewenang dan tugas masing-masing karyawan dalam
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya supaya dapat menimbulkan suatu kesatuan
dalam melaksanakan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan
perusahaan. Jadi struktur organisasi sangat penting karena organisasi yang jelas akan
memudahkan karyawan dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
Adapun struktur organisasinya adalah :











Deskripsi pekerjaan untuk masing-masing dalam struktur organisasi PT. Beads
Flower manik-manik antara lain :
a. Owner (pemilik atau pemimpin)
Pemilik PT. Beads Flower manik-manik ini adalah Bapak Nur Wakit yang
berperan sebagai penanggung jawab, juga bertindak sebagai pemimpin usaha, dan
berwenang dalam perusahaan.
Tugas dan wewenang pemilik adalah :
- Menentukan kebijaksanaan pokok pada bidang perencanaan, pengarahan,
pengorganisasian, pengawasan serta penggunaan dana milik perusahaan.
Pimpinan
Nur Wakit
Produksi
Sakur
Pemasaran
Yatiman
Pembuat
Adik
Umum
Efendi
Keuangan
Anik
Perakit
Nur .H
Promosi
Yono
Penjualan
Titik


Transportasi
Candra
Personalia
Kasan


Bendahara
Bianto
PT. Beads Flower Jombang 80

- Mengadakan dan menandatangani segala perjanjian dengan pihak lain dalam
rangka pengembangan usaha.
- Melakukan pembelian bahan baku serta alat-alat yang digunakan dalam proses
produksi.
- Mencari informasi untuk mengetahui bahan yang mempunyai kualitas baik
dengan harga yang relatif murah.
- Melayani konsumen dan mengurus pengiriman barang.
- Melaksanakan penjualan atas hasil produksi.
- Menganalisa dan mempelajari keadaan pasar.
- Mempromosikan barang yang sudah jadi kepada konsumen.
- Membuat model (corak) yang akan diproduksi.
- Menginovasi produk.
- Menilai dan menentukan harga jual untuk setiap hasil produksi.
- Menentukan gaji karyawan.
- Mengawasi pekerjaan karyawan.

b. Departemen Administrasi
Jabatan ini dipegang satu orang yang merupakan karyawan tetap.
Adapun tugas dan wewenangnya sebagai berikut :
- Mencatat transaksi pembelian dan penjualan.
- Menyimpan data-data pembukuan.
- Mempersiapkan laporan keuangan.
c. Departemen Produksi
PT. Beads Flower Jombang 81

Bagian produksi dibedakan menjadi empat jenis sesuai dengan tahap
pembuatan manik-manik, yaitu bagian peleburan sesuai dengan warna, bagian
pembentukan kaca batangan, bagian pencetakan, dan bagian perakitan atau
perangkaian.
Deskripsi pekerjaan tersebut antara lain :
- Bagian peleburan sesuai dengan warna
Pada bagian ini proses peleburan kaca sekaligus proses pewarnaan.
- Bagian pembentukan kaca batangan
Setelah proses peleburan kaca dibuat menjadi panjang atau batangan yang
dibagi sesuai warnanya agar mudah dalam mengerjakan proses selanjutnya.
- Bagian Pencetakan
Setelah menjadi batangan kaca yang warna-warni yang dibentuk menjadi
manik-manik menggunakan mesin pemanas lagi dan manik-manik dibentuk
sesuai model, ukuran, bentuk, dan warna.
- Bagian perakitan atau perangkaian
Pada bagian ini setelah menjadi manik-manik kemudian dirangkai sesuai model
yang diinginkan, seperti menjadi kalung, gelang, bros, gantungan kunci, dan
tasbih.
3. Pengadaan Tenaga Kerja
Adapun proses pengadaan tenaga kerja meliputi rekrutmen, seleksi, dan
penempatan karyawan.
a. Proses rekrutmen SDM
PT. Beads Flower Jombang 82

Proses rekrutmen dilakukan untuk mengatasi kurangnya tenaga kerja yang
disebabkan oleh banyaknya permintaan. Untuk kurangnya tenaga kerja maka
perusahaan mengambil tenaga kerja yang ada ditempat sekitar perusahaan baik
tetangga, saudara, ataupun pengangguran setempat. Proses perekrutan ini dapat
melalui informasi dari orang ke orang. Namun, tidak semua orang dapat bekerja pada
perusahaan ini, karena tenaga kerja yang digunakan adalah tenaga kerja yang sudah
ahli dalam bidangnya masing-masing seperti meleburkan kaca sampai proses
perakitan atau merangkai manik-manik sampai menjadi barang jadi.
Dalam proses perekrutan sumber daya manusia, tidak ada persyaratan khusus
untuk menjadi karyawan perusahaan ini. Pemilik tidak membatasi usia dan tingkat
pendidikan pekerja. Selama karyawan dinilai masih mampu bekerja dan memenuhi
syarat maka karyawan diperbolehkan untuk bekerja.
Berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan pemilik perusahaan merekrut
karyawan dari warga setempat termasuk saudara dan tetangga yang masih mampu
dan layak dipekerjakan.
b. Seleksi
Diperusahaan Beads Flower ini seleksi karyawan dibutuhkan agar karyawan
yang dipekerjakan sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Proses seleksi seperti
wawancara tentang keahlian yang ada pada seseorang tersebut.


c. Penempatan
PT. Beads Flower Jombang 83

Setelah melalui proses seleksi yaitu wawancara, pemilik perusahaan dapat
mengetahui dibagian mana karyawan tersebut layak ditempatkan.

4. Latihan dan Pengembangan
Karyawan yang telah direkrut merupakan tenaga ahli yang kurang lebih sudah
mengerti dalam proses pengerjaannya, sehingga tidak dilakukan pelatihan ulang terhadap
karyawan tersebut. Pelatihan pada karyawan yang baru hanya mencakup pengenalan
tenaga kerja pada perusahaan serta penjelasan mengenai pekerjaan masing-masing.
Namun, baik karyawan lama maupun karyawan baru tidak ada perbedaan dalam
mengenai tugas atau pemberian informasi mengenai bahan baku yang akan digunakan.

5. Penilaian Prestasi Kerja
Prestasi kerja karyawan pada perusahaan ini dilakukan melalui penilaian hasil
kerja karyawan, yaitu hasil produksi karyawan selama sehari. Penilaian prestasi kerja
didasarkan pada kualitas produk dan banyaknya produk yang dihasilkan pekerja. Adanya
sistem penilaian ini, karyawan dapat termotivasi untuk menghasilkan karya yang lebih
baik. Tetapi apabila karyawan tersebut melakukan kesalahan, maka akan mendapat
teguran dari pimpinan agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali.
Penilaian prestasi karyawan berguna untuk meningkatkan kinerja dan memberi semangat
para pekerja supaya lebih giat serta dapat bekerja dengan maksimal.
Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Andrew E. Sikula (1981) dalam
Mangkunagara (2005:73), maka penerapan penilaian kinerja karyawan pada perusahaan
ini adalah :
PT. Beads Flower Jombang 84

a. Who (siapa)
Penilaian hasil kerja dan pengawasan terhadap aktivitas kerja seluruh karyawan
dilakukan oleh pimpinan atau pemilik perusahaan sendiri.
b. What (apa)
Penilaian dilakukan dengan melihat hasil kerja karyawan pembuat manik-manik.
c. Why (mengapa)
Penilaian kinerja sangat penting untuk dilakukan dalam setiap perusahaan. Karena
dengan adanya penilaian kinerja yang berguna untuk memelihara potensi kerja,
menentukan kebutuhan pelatihan kerja, dan dasar sebagai pengembangan karir.
d. When (kapan)
PT. Beads Flower manik-manik, penilaian kinerja karyawan dilakukan secara
terus menerus karena hal ini berkaitan dengan kualitas produk yang dihasilkan.
Dengan adanya penilaian tersebut maka diharapan karyawan tidak akan teledor
dalam bekerja.
e. Where (dimana)
Penilaian prestasi karyawan pada perusahaan ini dilakukan di tempat kerja, yaitu
di tempat produksi manik-manik Beads Flower, yang beralamat di Desa Plumbon Jl.
Raya Gambang, Kec. Gudo Kab. Jombang.
f. How (bagaimana)
Penilaian kinerja pada perusahaan Beads Flower diukur secara intern oleh
perusahaan. Biasanya dinilai dengan tercapai atau tidaknya target penjualan.


PT. Beads Flower Jombang 85

6. Pemberian Kompensasi
Diluar gaji pokok yang diberikan setiap bulan, PT. Beads Flower manik-manik
juga memberikan kompensasi kepada karyawan, berupa bonus.
Berikut rinciannya gaji pokok karyawan :
Jabatan
Gaji Pokok/Bulan
Tetap Tidak Tetap
Pelebur Rp. 1.500.000 Rp. 500.000
Produksi Rp. 1.500.000 Rp. 500.000
Perakit Rp. 1.500.000 Rp. 500.000
Penjualan Rp. 750.000 -
Bagian Umum Rp. 750.000 -
Pembelian (order) Rp. 750.000 -
Administrasi Rp. 1.500.000 -

Sedangkan kompensasi berupa bonus diberikan kepada semua karyawan saat perusahaan
menerima pesanan dalam jumlah besar. Pemberian kompensasi ini dilakukan sebagai
bentuk terima kasih perusahaan atas kerja keras karyawan.
Sistem gaji yang dilakukan oleh PT. Beads Flower manik-manik dinilai sudah cukup
baik. Gaji yang diberikan sesuai dengan beban kerja yang ditanggung karyawan dan juga
memperoleh bonus saat ada banyak pesanan dari konsumen, serta adanya kenaikan gaji
setiap tahunnya.



PT. Beads Flower Jombang 86



7. Pola Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
Pola pemberdayaan sumber daya manusia PT. Beads Flower manik-manik
meliputi penggunaan jam dan hari kerja.
Hari : Senin Jumat
Libur : Sabtu dan Minggu
Jam : 07.00 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 13.00 WIB
Apabila terdapat karyawan tidak masuk kerja jika ada keperluan yang sifatnya mendesak
maka pemilik perusahaan memberi ijin terhadap karyawan tersebut. Jadi apabila terdapat
karyawan yang sakit atau ijin maka harus menyampaikannya terlebih dahulu kepada
pemimpin. Sistem absensi yang digunakan masih secara manual, yakni pencatatan pada
buku absensi yang dilakukan oleh perseorangan dan diserahkan kepada bagian
administrasi.

8. Pemeliharaan Karyawan
Pemeliharaan karyawan dilakukan untuk menjaga hubungan baik antara karyawan
dan perusahaan. Dalam perusahaan ini, upaya pemeliharaan karyawan dilakukan dengan :
a. Jaminan Kecelakaan Kerja
Pada perusahaan Beads Flower, keselamatan pekerja merupakan hal yang
utama. Oleh karena itu, pemilik selalu menyediakan kotak P3K yang dapat langsung
digunakan ketika diperlukan. Apabila terjadi kecelakaan kerja yang cukup serius,
PT. Beads Flower Jombang 87

pemimpin perusahaan akan segera membawa karyawan tersebut ke puskesmas atau
rumah sakit terdekat. Biaya rumah sakit sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan.
Jaminan tenaga kerja ini terhitung mulai dari karyawan berangkat kerja sampai tiba
kembali di rumah.
b. Tunjangan Hari Raya (THR)
Tunjangan ini diberikan kepada semua karyawan dalam satu tahun sekali. Hal
ini dilakukan sebagai bentuk perhatian dan rasa terima kasih pemilik perusahaan
kepada karyawan.
c. Pemeliharaan Hubungan SDM
Dalam perusahaan Beads Flower komunikasi dan kerjasama yang baik
merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk menjaga hubungan baik antara
pimpinan dengan karyawan ataupun karyawan dengan karyawan lainnya. Kerja sama
yang terjalin dengan baik akan berdampak positif bagi kelancaran dalam pengerjaan
tugas-tugas karyawan dan mempermudah pengawasan yang dilakukan pimpinan atas
kinerja karyawan-karyawannya.
d. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Sejauh ini, PT. Beads Flower belum pernah melakukan Pemutusan Hubungan
Kerja (PHK) pada karyawannya. Karyawan yang melakukan kesalahan dalam
menjalankan tugasnya, akan mendapat teguran dari pimpinan. Tetapi apabila terdapat
karyawan yang melakukan tindak kriminal misalnya pencurian maka pemimpin akan
memutuskan hubungan kerja atau karyawan tersebut akan di PHK.


PT. Beads Flower Jombang 88

3. ASPEK KEUANGAN
1. Sumber Dana atau Modal
Modal merupakan salah satu aset yang diperlukan untuk mendirikan sebuah
usaha, modal dapat diperoleh dari modal pribadi maupun modal pinjaman dari bank dan
atau lembaga keuangan lainnya.
Analisis aspek keuangan dilakukan untuk menjawab pertanyaan Bagaimana
kesiapan permodalan yang akan digunakan untuk menjalankan bisnis dan apakah bisnis
yang akan dijalankan dapat memberikan tingkat pengembalian yang menguntungkan?
suatu ide dikatakan layak berdasarkan aspek keuangan juka sumber dana untuk
membiayai ide bisnis tersebut tersedia serta bisnis tersebut mampu memberikan tingkat
pengembalian yang menguntungkan dengan berdasarkan asumsi-asumsi yang logis.
Penilaian aspek keuangan meliputi penilaian sumber dana yang diperoleh, kebutuhan
biaya investasi, estimasi pendapatan, dan biaya investasi selama beberapa periode
termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi, proyeksi
neraca dan laporan laba rugi untuk beberapa periode ke depan, kriteria penilaian investasi
yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.
Untuk pemenuhan biaya, modal dapat dicari dari beberapa sumber, yaitu apakah
dengan modal sendiri atau modal pinjaman yang penggunaannya berdasarkan dengan
tujuan penggunaan serta jangka waktunya. Pada perusahaan Beads Flower, pembiayaan
usaha menggunakan modal sendiri. Menurut narasumber, modal awal diperkirakan
sekitar Rp 600.000.000,-
2. Jumlah Kebutuhan Dana

a) Kebutuhan dana investasi

PT. Beads Flower Jombang 89



PT. Beads Flower
Kebutuhan Dana atas Aktiva
No. Jenis Aktiva Jumlah
1. Tanah dan Bangunan Rp 1,300,000,000

2. Peralatan
a. Kompor biasa (10 unit) Rp 2,000,000.00
b. Kompor oplos (1 unit) Rp 125,000.00
c. Kompor sentrong (1 unit) Rp 150,000.00
d. LPG Rp 170,000.00
e. Kawat Rp 130,000.00
f.Etalase (3 unit) Rp 6.000.000.00
g.Komputer Rp 2.500.000.00
h.Meja kasir Rp 1.000.000.00
i.AC Rp 1.500.000.00
Rp 13.575.000
Rp 1,313.575.000

b) Jumlah Kebutuhan Dana Operasional

PT. Beads Flower
Kebutuhan Dana untuk Modal Kerja
No. Jenis Modal Kerja
Jumlah Tiap Tahun
2011 2012 2013
1. Biaya bahan baku (BBB) Rp 38,650,000.00 Rp 40,950,000.00 Rp 41,860,000.00
2. Biaya tenaga kerja (BTK) Rp 200,075,000.00 Rp 232,000,000.00 Rp 276,000,000.00
3. Biaya Overhead Pabrik (BOP) Rp 10,000,000.00 Rp 10,000,000.00 Rp 10,000,000.00
Jumlah Rp 248,725,000.00 Rp 282,950,000.00 Rp 327,860,000.00



PT. Beads Flower Jombang 90



c) Pendapatan

PT. Beads Flower
Pendapatan
Tahun 2011 2013
Tahun No. Jenis Barang
Volume
Penjualan Harga Per Unit Jumlah
(unit)
2011 1. Kalung 10.125 Rp 75,000.00 Rp 759,375,000.00
2. Gelang 15.750 Rp 10,000.00 Rp 157,500,000.00
3. Tasbih 12.100 Rp 25,000.00 Rp 302,500,000.00
4. Bros 10.275 Rp 30,000.00 Rp 308,250,000.00
5. Gantungan kunci 12.500 Rp 10,000.00 Rp 125,000,000.00
Rp 1,542,625,000.00
2012 1 Kalung 10/hr 10.150 Rp 75,000.00 Rp 761,250.000.00
2 Gelang 15/hr 15.800 Rp 10,000.00 Rp 158,000,000.00
3 Tasbih 12/hr 12.250 Rp 25,000.00 Rp 306,250,000.00
4 Bros 10/hr 10.340 Rp 30,000.00 Rp 310,200,000.00
5 Gantungan kunci 12.550 Rp 10,000.00 Rp 125,500,000.00
Rp 1,661,200,000.00
2013 1 Kalung 10/hr 10.800 Rp 75,000.00 Rp 810,000,000.00
2 Gelang 15/hr 16.200 Rp 10,000.00 Rp 162,000,000.00
3 Tasbih 12/hr 12.960 Rp 25,000.00 Rp 324,000,000.00
4 Bros 10/hr 10.800 Rp 30,000.00 Rp 324,000,000.00
5 Gantungan kunci 12.960 Rp 10,000.00 Rp 129,600,000.00
Rp 1,749,600,000.00
PT. Beads Flower Jombang 91



d) Penyusutan

N
ama Barang
Jumlah Total
Umur
Ekonomis
Biaya Penyusutan/ tahun
Bangunan Rp. 1.300.000.000,00 40 th Rp. 32,500,000,00
Peralatan
Kompor biasa 10 unit Rp. 2,000,000.00 3 th Rp 666,666,00
Kompor oplos 1 unit Rp. 125,000.00 3 th Rp 41,666,00
Kompor
sentrong
1 unit
Rp. 150,000.00
3 th Rp 50.000,00
LPG 10 unit Rp. 170,000.00 5 th Rp 34.000,00
Kawat
200
meter
Rp. 130,000.00
2 th Rp 65.000,00
f.Etalase (3 unit) 3 unit 6.000.000.00 5 th Rp 1.200.000.00
g.Komputer 1 unit 2.500.000.00 4 th Rp 625.000.00
h.Meja kasir 1 unit 1.000.000.00 5 th Rp 200.000.00
i.AC 1 Unit 1.500.000.00 5 th Rp 300.000.00
Rp. 35.707.332.00

3. Proyeksi Neraca dan Proyeksi Laba Rugi
a) Proyeksi Neraca
PT. Beads Flower
Neraca
Tahun 2014
Aktiva Passiva
Aktiva Lancar Hutang Rp 255,252,332
Kas Rp 576.250.000
Piutang Rp -
Persediaan
-Persediaan BB Rp 106.286.650
PT. Beads Flower Jombang 92

-Persediaan BDP Rp 107.300.200
-Persediaan Barang Jadi Rp 111.566.000
Rp 901.402.850
Modal Rp 1.995.432.850
Aktiva Tetap
Tanah Rp 1.300.000.000
Peralatan Rp 13.575.000
Akumulasi Depresiasi Rp 35.707.332
Rp 1.349.282.332
Total Aktiva Rp 2.250.685.182
Total
Passiva Rp 2.250.685.182


PT. Beads Flower
Neraca
Tahun 2015
Passiva
Hutang Rp 280.777.566
Kas Rp 633.875.000
Piutang Rp -
Persediaan
-Persediaan BB Rp 116.915.315
-Persediaan BDP Rp 118.030.220
-Persediaan Barang Jadi Rp 122.722.600
Rp 991.543.135
Modal Rp 2.194.976.135
Aktiva Tetap
Tanah Rp 1.430.000.000
Peralatan Rp 14.932.500
PT. Beads Flower Jombang 93

Akumulasi Depresiasi Rp 39.278.066
Rp 1.484.210.566
Total Aktiva Rp 2.475.753.701 Total Passiva Rp 2.475.753.701



PT. Beads Flower
Neraca
Tahun 2016
Passiva
Hutang Rp 308.855.322
Kas Rp 697.262.500
Piutang Rp -
Persediaan
-Persediaan BB Rp 128.606.847
-Persediaan BDP Rp 129.833.242
-Persediaan Barang Jadi Rp 134.994.860
Rp 1.090.697.449
Modal Rp 2.414.473.749
Aktiva Tetap
Tanah Rp 1.573.000.000
Peralatan Rp 16.425.750
Akumulasi Depresiasi Rp 43.205.872
Rp 1.632.631.622
Total Aktiva Rp 2.723.329.071 Total Passiva Rp 2.723.329.071




PT. Beads Flower Jombang 94



PT. Beads Flower
Neraca
Tahun 2017
Passiva
Hutang Rp 339.740.854
Kas Rp 766.988.750
Piutang Rp -
Persediaan
-Persediaan BB Rp 141.467.532
-Persediaan BDP Rp 142.816.566
-Persediaan Barang Jadi Rp 148.494.346
Rp 1.199.767.194
Modal Rp 2.655.921.124
Aktiva Tetap
Tanah Rp 1.730.300.000
Peralatan Rp 18.068.325
Akumulasi Depresiasi Rp 47.526.459
Rp 1.795.894.784
Total Aktiva Rp 2.995.661.978 Total Passiva Rp 2.995.661.978







PT. Beads Flower Jombang 95



PT. Beads Flower
Neraca
Tahun 2018
Passiva
Hutang Rp 373.714.940
Kas Rp 843.687.625
Piutang Rp -
Persediaan
-Persediaan BB Rp 155.614.852
-Persediaan BDP Rp 157.098.223
-Persediaan Barang Jadi Rp 163.343.781
Rp 1.319.74.913
Modal Rp 2.921.513.236
Aktiva Tetap
Tanah Rp 1.903.330.000
Peralatan Rp 19.875.158
Akumulasi Depresiasi Rp 52.279.105
Rp 1.975.484.262
Total Aktiva Rp 3.295.228.176 Total Passiva Rp 3.295.228.176
PT. Beads Flower Jombang 96

b) Proyeksi Rugi-Laba
PT. Beads Flower
Laporan Laba-Rugi
Tahun 2014 -2018
No. Keterangan
Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
1. Penjualan Rp1.752.465.000 Rp 1.784.795.000 Rp 1.817.200.000 Rp 1.840.855.000 Rp 1.890.635.000
2. HPP


a. BBB Rp 43.534.400 Rp 45.275.776 Rp 47.086.807 Rp 48.970.297 Rp 50.929.090

b. BTK Rp 309.120.000 Rp 309.120.000 Rp 309.120.000 Rp 309.120.000 Rp 309.120.000

c. BOP Rp 10.000.000 Rp 10.000.000 Rp 10.000.000 Rp 10.000.000 Rp 10.000.000
3. Laba Kotor Rp1.389.810.600 Rp 1.420.399.224 Rp 1.450.993.193 Rp 1.472.764.703 Rp 1.520.585.910
4. Beban Administrasi Rp 30.000.000 Rp 30.230.000 Rp 30.362.500 Rp 30.574.980 Rp 31.200.000
5. Beban Lain-lain Rp 6.460.000 Rp 6.980.000 Rp 7.134.800 Rp 7.460.000 Rp 7.870.700
6. Laba Bersih Sebelum Pajak Rp1.353.350.600 Rp1.383.189.224 Rp 1.413.495.893 Rp 1.434.729.723 Rp1.481.515.210
7. Pajak (12,5%) Rp 169.168.825 Rp 172.898.653 Rp 176.686.987 Rp 179.341.215 Rp 185.189.401
8. Laba Setelah Pajak Rp1.184.181.775 Rp 1.210.290.571 Rp 1.236.808.906 Rp.1.255.388.508 Rp 1.296.325.809

c) Arus Kas
PT. Beads Flower
Arus Kas (Cash Flow)
Tahun 2014 -2018
Keterangan
Tahun
2013 2014 2015 2016 2017
Laba Setelah Pajak Rp1.184.181.775
Rp
1.210.290.571
Rp
1.236.808.906
Rp.1.255.388.508
Rp
1.296.325.809
Penyusutan

35.707.332.00
.
35.707.332.00
35.707.332.00 35.707.332.00 35.707.332.00
1.148.474.443 1.174583239 1.201.101.574 1.219.681.176 1.260.618.477

















1
2
3

PT. Beads Flower Jombang 97

4. Analisis Kebutuhan Investasi

a) Payback Period


PT. Beads Flower
Analisa Kelayakan
Metode Payback Period
Investasi Aliran Kas Bersih Aliran Kas Kumulatif
0 Rp.

2.250.685.182 Rp (2.250.685.182)
1 Rp. 1.148.474.443 (1.102.210.739)
2 Rp. 1.174583239 2.276.793.978
3 Rp. 1.201.101.574 3.477.895.552
4 Rp. 1.219.681.176 4.697.576.728
5 Rp. 1.260.618.477 5.958.195.205


Payback Period = 1 +
239 . 583 . 174 . 1
739 . 210 . 102 . 1
= 1,938 tahun

Dari perhitungan di atas, didapatkan payback periodnya kurang lebih 1,938 tahun. Sedangkan
dari investasi, pemilik menginginkan pengembalian investasi dalam waktu 5 tahun. Jadi dapat
disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode payback period, tingkat pengembalian
investasi PT. Beads Flower Jombang dapat dikatakan layak. Hal ini dikarenakan tingkat
pengembalian lebih cepat daripada tingkat pengembalian yang diisyaratkan


b) Net Present Value

PT. Beads Flower
Analisa Kelayakan
Perhitungan Present Value
Tahun Arus Kas Bersih DF (r = 10%) PV
2014 1.148.474.443 0,9091 1.044.078.116
2015 1.174.583.239 0,8264 970.675.589
2016 1.201.101.574 0,7513 902.387.613
2017 1.219.681.176 0,6830 833.042.243
2018 1.260.618.477 0,6209 782.718.012
Total PV 4.532.901.573
Nett Investment 2.250.685.182
NPV 2.282.216.391



PT. Beads Flower Jombang 98

Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa besarnya NPV Rp.
1,418,012,234 maka dapat ditentukan bahwa metode NPV layak karena
NPV > 0.

c) Internal Rate of Return (IRR)

PT. Beads Flower
Analisa Kelayakan
Perhitungan Present Value
Tahun Arus Kas Bersih DF (r = 15%) PV
2014 1.148.474.443 0,8695 998.598.528
2015 1.174.583.239 0,7561 888.102.387
2016 1.201.101.574 0,6575 789.724.285
2017 1.219.681.176 0,5717 697.291.728
2018 1.260.618.477 0,4971 626.653.445
Total PV 4.000.370.373
Nett Investment 2.250.685.182
NPV 1.749.685.191

IRR = i
1
+
2 1
2 1
1
i i
TPV TPV
NPV


IRR = 10% + % 10 % 15
373 . 370 . 000 . 4 573 . 901 . 532 . 4
391 2.282.216.


IRR = 10% + 21%
IRR = 31%
Dari perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa metode IRR layak karena
hasil perhitungannya sebesar 31% sedangkan biaya modal sebesar 10%.
d) Profitability Index (PI)






PI =
182 2.250.685.
573 4.532.901.


PI = 2,01

PT. Beads Flower Jombang 99

Dari perhitungan di atas, diperoleh PI sebesar 2,01 dan artinya lebih dari 1
maka usulan diterima (layak).

ASPEK PENDUKUNG
1. ASPEK HUKUM
` Salah satu aspek pedukung yang sangat penting sebelum usaha tersebut
dijalankan, yang berkaitan dengan izin dan prosedur atau berbagai persyaratan lain
yang harus dipenuhi. Untuk penilaian kelayakan suatu bisnis dokumen yang perlu
diteliti keabsahan, kesempurnaan, dan keasliannya meliputi badan hukum, perizinan
yang dimiliki, sertifikat tanah maupun dokumen pendukung lainnya. Keabsahan
bentuk usaha sampai izin-izin yang diperlukan karena hal ini merupakan dasar hukum
yang dipegang apabila seatu saat timbul masalah.
Analisis aspek hukum meliputi legalitas dan kelengkapan atas data ijin usaha
dimana dokumennya meliputi :
a. NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak )
b. Surat Tanda Daftar Perusahaan Perseorangan
c. SIUP
d. Surat tanda daftar industri baru
Pada perusahaan Bead Flower ini yang merupakan perusahaan perorangan
terdapat kelengkapan legalitas perusahaan.
Berikut adalah kelengkapan data ijin lokasi pendirian, meliputi:
a. Surat Tanda Daftar Perusahaan (STDP)

b. Surat Izin Usaha Perdagangan
PT. Beads Flower Jombang 100


c. Tanda Daftar Industri Baru


d. NPWP
PT. Beads Flower Jombang 101


2. Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL)
Perusahaan Beads Flower merupakan perusahaan home industri. Perusahaan
ini memproduksi manik-manik yang berbahan baku kaca. Dimana kaca tersebut
didapat dari limbah yang akan didaur ulang lagi menjadi produk manik-manik yang
khas. Bahan baku kaca yang di digunakan didapat dari limbah-limbah perusahaan dan
juga dari pengepul. Limbah kaca yang digunakan contohnya mangkuk/piring hadiah
Ajinomoto, botol parfum dan doralet.
Produk dari perusahaan ini tergolong ramah lingkungan karena berbahan dasar
kaca yang sudah tidak dipakai yang kemudian didaur ulang dan diproduksi menjadi
manik-manik yang cantik, sehingga membantu lingkungan sekitar memberikan solusi
dalam menjaga kebersihan lingkungan dan global warming. Perusahaan ini bisa
dibilang tidak menghasilkan limbah, karena limbah yang dihasilkan hanya berupa air
dari proses perendaman manik-manik yang kemudian dimanfaatkan untuk menyiram
tanaman di sawah sekitar perusahaan.
Selain itu, perusahaan ini melakukan pemberdayaan terhadap warga sekitar
dengan cara merekrut beberapa tenaga kerja yang berasal dari lingkungan sekitar
perusahaan, yaitu warga Gambang , Jombang. Dengan demikian, terjadi hubungan
yang saling menguntungkan antara warga sekitar dengan perusahaan. Warga
memperoleh pekerjaan yang layak dan pemilik/pemimpin memperoleh tenaga kerja
PT. Beads Flower Jombang 102

yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Hal tersebut juga dapat
mempererat silaturahmi antara kedua belah pihak.

PT. Beads Flower Jombang 103

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari uraian di atas mengenai Studi Kelayakan Bisnis dari PT. Beads Flower
Jombang, yang bergerak dalam bidang produksi manik-manik dan aksesories atas
beberapa aspek dapat disimpulkan bahwa :
1. Aspek Pemasaran
Ditinjau dari aspek pemasaran perkembangan prospek pasar cukup
memiliki peluang, terutama di kota-kota besar di Indonesia misalnya. Dilihat dari
potensi permintaan, diperkirakan terjadi peningkatan setiap tahunnya. Sehingga PT.
Beads Flower ini dinilai layak dipertahankan dan dikembangkan untuk masa
mendatang. Tetapi disisi lain aspek pemasaran ini perlu dikaji ulang karena masih
banyak memiliki beberapa kekurangan antara lain untuk memperkenalkan
produknya hanya melalui pameran saja sehingga promosi kurang maksimal sehingga
bnyak masyarkat yang belum tahu tentang produk Beads Flower, kurangnya
pendistribusian produk Beads Flower.
2. Aspek Operasional
PT. Beads Flower dilihat dari segi Sistem dan desain produksi, PT. Beads
Flower sudah dikatakan layak karena terdapat penataan layout yang layak, sehingga
mempermudah gerak/kinerja karyawan, begitu juga dari sistem produksinya. Selain
itu biaya produksi dari tahun 2011 sampai 2013 mengalami kenaikan yang cukup
signifikan, hal itu menandakan semakin naik permintaan pelanggan dan proses
produksinya bertambah. Jenis usaha pabrik ini adalah memproduksi setiap hari dan
menerima pesanan.
PT. Beads Flower Jombang 104

Produksi perusahaan Beads Flower ini semakin meningkat dikarenakan
adanya permintaan eksport dari luar negeri yang dapat memperluas jangkauan
pemasarannya. Untuk memaksimalkan pengerjaan produksi dan produk yang
dihasilkan, perusahaan selalu memantau proses pengerjaan produksinya dari awal
pembelian bahan baku, pengolahan sampai hasil akhir. Sehingga produk yang
dihasilkanpun mempunyai kualitas yang tidak bagus dan tidak megecewakan
konsumen.
Sedangkan dari segi bahan baku, berdasarkan data diatas mengalami
peningkatan setiap tahunnya baik dari produk kain biasa, kain sutra, maupun
pakaian jadi dilihat dari pemakaian bahan baku dari tahun 2010 sampai 2012.
Sedangkan proyeksi 5 tahun kedepan menggunakan perkiraan 10%. Sedangkan
BOP perkiraan dari tahun 2010-2012 adalah Rp.10.000.000,00 dan perkiraan
proyeksi tahun 2013-2017 adalah Rp. 12.000.000,00 per tahun.
Kebutuhan pegawai pun terpenuhi, karena perusahaan ini menggunakan
sistem Safety Stock (SS) dan Re-Order Point (ROP) sehingga pekerjaan karyawan
tidak tertunda dan bisa menimilasir adanya ancaman (keterlamatan bahan baku)
pada startegi SWOT.
3. Aspek Sumber Daya Manusia
Ditinjau dari Aspek sumber daya manusia pada PT. Beads Flower dapat
dikatakan sudah layak karena PT. Beads Flower cukup mempertimbangkan
kesejahteraan karyawannya. Hal ini dapat dilihat dari besarnya gaji yang diberikan
kepada karyawan sesuai dengan beban kerja yang ditanggung. Selain itu, karyawan
juga mendapatkan kompensasi tertentu dan kenaikan gaji setiap tahunnya.
Hubungan antara karyawan dengan pimpinan atau pemilik dan hubungan antar
sesama karyawan juga terjalin dengan baik. Terbukti dengan adanya karyawan yang
PT. Beads Flower Jombang 105

saling bertegur sapa, baik dengan karyawan lain maupun dengan pimpinan
perusahaan.
Adanya gaji dan hubungan yang baik akan mendukung kelancaran usaha dan
loyalitas karyawan pada perusahaan tersebut. Sampai saat ini PT. Beads Flower
manik-manik memiliki 30 orang karyawan dimana 10 karyawan laki-laki dan 20
karyawan perempuan.

4. Aspek Keuangan
Pada dasarnya pencatatan pembukuan sesuai dengan prosedur sehingga
dinilai layak. Ditinjau dari aspek keuangan usaha ini layak dengan menggunakan
perhitungan metode Net Present Value (NPV) Rp. 1,418,012,234 maka dapat
ditentukan bahwa metode NPV layak karena NPV > 0, dengan menggunakan
Profitability Index (PI) sebesar 1,22 dan artinya lebih dari 1 maka usulan diterima
(layak) dan dengan menggunakan metode Payback Period kurang lebih 3,19 tahun.
Sedangkan dari investasi, pemilik menginginkan pengembalian investasi dalam
waktu 5 tahun. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode payback
period, tingkat pengembalian investasi Batik Dewi Saraswati Surabaya dapat
dikatakan layak. Hal ini dikarenakan tingkat pengembalian lebih cepat daripada
tingkat pengembalian yang diisyaratkan.. Sedangkan dengan menggunakan metode
IRR layak karena hasil perhitungannya sebesar 17,7% sedangkan biaya modal
sebesar 10%.
5. Aspek Pendukung
Perusahaan ini dapat dikatakan layak dari segi hukum, karena telah
memenuhi syarat-syarat didirikannya perusahaan. Sebagai bentuk kataatan terhadap
hukum yang berlaku, maka pemiilik/pemimpin mendaftarkan perusahaannya ke
PT. Beads Flower Jombang 106

Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan setiap lima tahun sekali melakukan
perpanjangan perijinan tersebut, yang mencakup SIUP dan STDP.
Selain dari segi hukum, perusahaan ini juga berupaya menghindari
pencemaran lingkungan dengan mengelola limbah terlebih dahulu sebelum
dikembalikan ke alam agar tidak terjadi pencemaran lingkungan. Perusahaan juga
merekrut tenaga kerja yang merupakan warga sekitar untuk menjalin kerjasama dan
silaturahmi yang baik.

B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan hasil perhitungan yang diperoleh maka dapat
disampaikan saran-saran untuk PT. Beads Flower, yaitu sebagai berikut antara lain :
1. Sebaiknya PT. Beads Flower ini, dapat memperluas wilayah pemasaran sehingga
dapat meningkatkan jumlah penjualan untuk tahun-tahun mendatang. Memperluas
daerah pemasaran dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut :
a. Membuka investor asing yang akan menanamkan modalnya.
b. Membuka gerai atau anak cabang di berbagai tempat, khususnya kota-kota besar
di Indonesia.
c. Melakukan pemasaran secara online, sehingga produk dapat dikenal oleh
masyarakat baik domestik maupun internasional. Misalnya dengan membuat
website, blog, atau media internet lainnya.
d. Menjadi sponsor event budaya-budaya.
2. Untuk menambah alat promosi, tetapi dapat menggunakan alat publikasinya lain,
seperti banner, reklame, brosur, pamflet, iklan di media cetak, radio dan televisi
sehingga promosi dapat lebih maksimal.
PT. Beads Flower Jombang 107

3. Untuk tempat produksi lebih lebih diperbaiki lagi, sehingga kondisi kerja dapat lebih
kondusif yaitu penataan ruang yang tepat dan efektif.
4. Perlu adanya penambahan departemen pemasaran yang bertugas menangani masalah
pemasaran dan melaksanakan penjualan hasil produksi kepada konsumen, yang
selama ini dikerjakan sendiri oleh pemimpin/pemilik. Selain itu, penambahan jumlah
keryawan juga dilakukan pada divisi administrasi, akuntansi, pemotifan dan
perangkaian. Perlu diadakan program pengembangan karyawan untuk meningkatkan
kualitas hasil produksi dan produktivitas karyawan.
5. Untuk menjaga agar efektivitas kinerja dapat tercipta dalam PT. Beads Flower ini,
seharusnya pemilik lebih jelas lagi dalam menganalisis pekerjaan yang dibutuhkan.
Dan melakukan job Specification.
6. Untuk mempertahankan agar karyawan lebih kreatif lagi dalam bekerja dan
hubungan kekeluargaan semakin tercipta seharusnya pemilik benar-benar
memperhatikan kompensasi bagi karyawannya, mengingat kerumitan yang terjadi
pada saat proses pembuatan manik-manik dan perangkaiannya.
7. Sebaiknya pemilik usaha melakukan pencatatan yang lebih spesifik atau lebih rinci
lagi terhadap masalah pengeluaran dan pemasukan kas, Pencatatan lebih baik lagi
pada aktiva tetap dan membuka investasi bagi investor asing.
8. PT. Beads Flower sebaiknya menyusun lebih terperinci laporan keuangan misalnya
dalam pengeluaran biaya untuk pembelian bahan baku tetap maupun pendukung
setiap tahunnya.
9. Perusahaan harus lebih memaksimalkan promosi produk manik-manik jadi dan lebih
meng-up to date gaya acsesories terkini agar produk yang dipasarkan diminati calon
costumer maupun pelanggan, sehingga biaya produksi dan permintaan pada produk
pakaian jadi akan meningkat setiap tahunnya
PT. Beads Flower Jombang 108