Anda di halaman 1dari 6

A.

Pendekatan Peningkatan Kinerja


Untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, manusia (SDM) merupakan
unsur yang paling penting, karena manusia-lah yang mendesign, menjalankan
dan merawat sistem di dalam organisasi.
Bagi organisasi keseluruhan yang dibutuhkan bukanlah manusia yang
termotivasi secara individu, melainkan manusia yang termotivasi secara
kelompok, dalam pengertian tersebut hal-hal positif yang ingin diperoleh
karyawan dalam bekerja tidaklah semata-mata bersifat finansial (financial
income), tetapi juga hal-hal yang bersifat psikologis (psychological income).
Salah satu cara yang dapat digunakan dengan pendekatan psychological income
adalah dengan memperbaiki metode kerja secara ergonomics (design kerja secara
ergonomics), seperti :
1. Job Enrichment
Membuat pekerjaan lebih berarti, lebih menarik dan memberikan tantangan.
Memberikan otonomi kepada karyawan untuk melakukan perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan sendiri.
2. Job Enlargment
Membuat pekerjaan lebih bervariasi, sehingga dapat melakukan inovasi tanpa
menuntut kemampuan yang lebih tinggi, tetapi mampu mencapai hasil yang
diinginkan.
3. Job Rotation
Memberikan kesempatan secara bergilir untuk melakukan pekerjaan lain,
sehingga karyawan dapat memahami pekerjaan orang lain.
4. Job Socio-Technic Approach
Membuat teamwork, dengan menyeimbangkan aspek sosial dan aspek teknik,
sehingga diperoleh rasa kebersamaan.
5. Job Engineering
Motion and Time Study (studi gerak dan waktu). Menemukan cara yang
paling efisien dalam bekerja, menggunakan peralatan dan alat bantu yang
sesuai dengan pemakai (ergonomics).
6. Goal Setting
Membuat tujuan kerja, feedback, incentive ke dalam pekerjaan, adanya
kesempatan berhubungan dengan orang lain (membentuk suatu
persahabatan).
Dr. Tarry G. Scusher, pada Bectel Incorparated San Fransisco, mengajukan konsep
rencana produktivitas yang bersaing dalam rangka meningkatkan efisiensi dan
produktivitas SDM (dengan konsep ini dapat dihindari proses dehumanisasi), yang
terdiri dari :
1. Job Design (Design Kerja)
Langkah 1 : Analisis jabatan
Langkah 2 : Menghimpun tugas-tugas yang hampir sama atau saling
berhubungan ke dalam suatu pekerjaan tunggal.
Langkah 3 : Evaluasi pekerjaan baru.
2. Job Training (Latihan Kerja)
Melatih karyawan sesuai dengan standar prestasi yang diinginkan.
3. Team Design (Design Kelompok)
Pengelompokkan karyawan didasarkan atas jenis pekerjaan yang sejenis atau saling
berhubungan work smarter not harder (bekerja lebih baik bukan lebih keras).
4. Team Supervisor (Pengawasan Kelompok)
Tugas seorang supervisor dan manager harus dievaluasi sama seperti kita
mengevaluasi karyawan lainnya.
5. Management Development (Pengembangan Manajemen)
Tugas manager, pertama menyiapkan tanggung jawab dan kedua membagi tanggung
jawab dan wewenang yang lebih besar kepada supervisor.