Anda di halaman 1dari 20

1.

Memahami dan Menjelaskan MKEK dan MKDKI


1.1. MAJELIS KEHORMATAN ETIK KEDOKTERAN (MKEK)
MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) adalah badan otonom IDI yang bertanggung
jawab mengkoordinasi kegiatan internal organisasi dalam pengembangan kebijakan, pembinaan
pelaksanaan dan pengawasan penerapan etika kedokteran.
Dalam hal pengembangan dan pelaksaaan kebijakan yang bersifat nasional dan strategis,
MKEK wajib mendapat persetujuan dalam forum Musyawarah impinan usat.
MKEK dibentuk pada tingkat pusat, wilayah, dan !abang. MKEK di tingkat !abang dibentuk
apabila dianggap perlu atas pertimbangan dan persetujuan dari MKEK wilayah. MKEK bertanggung
jawab kepada muktamar musyawarah wilayah dan musyawarah !abang sesuai dengan tingkat
kepengurusan. Masa jabatan MKEK sama dengan " IDI Kepengurusan MKEK sekurang#kurangnya
terdiri dari ketua, sekretaris, dan anggota. MKEK wilayah dan !abang mengadakan koordinasi dengan
pengurus wilayah dan pengurus !abang, sesuai dengan tingkat kepengurusan.
$ugas dan wewenang
Melaksanakan isi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta semua keputusan yang
ditetapkan muktamar.
Melakukan tugas bimbingan, pengawasan dan penilaian dalam pelaksanaan etik kedokteran,
termasuk perbuatan anggota yang melanggar kehormatan dan tradisi luhur kedokteran.
Memperjuangkan agar etik kedokteran dapat ditegakkan di Indonesia.
Memberikan usul dan saran diminta atau tidak diminta kepada pengurus besar, pengurus
wilayah dan pengurus !abang, serta kepada Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia.
Membina hubungan baik dengan majelis atau instansi yang berhubungan dengan etik profesi,
baik pemerintah maupun organisasi profesi lain.
"ertanggung jawab kepada muktamar, musyawarah wilayah dan musyawarah !abang.
Manfaat edoman MKEK
edoman MKEK ini merupakan jabaran dan pedoman pelaksanaan dari %nggaran Dasar dan
%nggaran &umah $angga IDI tentang MKEK dalam rangka pengaturan substansi etika kedokteran
bagi setiap pengabdian profesi dokter di Indonesia, penegakan, pengawasan, bimbingan, penilaian
pelaksanaan, penjatuhan sanksi etika, rehabilitasi (pemulihan hak#hak profesi), dan interaksi
kelembagaan MKEK dengan sesama perangkat dan jajaran internal IDI atau lembaga etika lainnya di
luar IDI.
'tatus MKEK(
o 'ebagai badan otonom IDI
o 'egala keputusannya di bidang etika tidakdipengaruhi pengurus IDI
o Keputusan MKEK mengikat pengurus IDI
Kewajiban MKEK
)) MKEK wajib ikut mempertahankan hubungan dokter * pasien sebagai hubungan
keper!ayaan.
1
+) MKEK usat mempertanggungjawabkan kinerja dari program kerjanya kepada Muktamar,
MKEK ,ilayah kepada Musyawarah ,ilayah IDI dan MKEK -abang ke &apat %nggota
-abang IDI setempat
.) MKEK wajib menyimpan kerahasiaan medik kasus yang disidangkannya apabila se!ara
eksplisit diminta oleh pasien pengadu.
/) MKEK usat dalam batas kemampuannya wajib meningkatkan kapasitas pengetahuan, sikap
dan ketrampilan anggota MKEK ,ilayah dan -abang yang memerlukannya.
0ungsi
erkara yang dapat diputuskan di majelis ini sangat ber1ariasi jenisnya. Di MKEK IDI
,ilayah DKI 2akarta diputus perkara#perkara pelanggaran etik dan pelanggaran disiplin profesi, yang
disusun dalam beberapa tingkat berdasarkan derajat pelanggarannya
utusan MKEK tidak ditujukan untuk kepentingan peradilan, oleh karenanya tidak dapat
dipergunakan sebagai bukti di pengadilan, ke!uali atas perintah pengadilan dalam bentuk permintaan
keterangan ahli. 'alah seorang anggota MKEK dapat memberikan kesaksian ahli di pemeriksaan
penyidik, kejaksaan ataupun di persidangan, menjelaskan tentang jalannya persidangan dan putusan
MKEK. 'ekali lagi, hakim pengadilan tidak terikat untuk sepaham dengan putusan MKEK.
Eksekusi utusan MKEK ,ilayah dilaksanakan oleh engurus IDI ,ilayah dan3atau
engurus -abang erhimpunan rofesi yang bersangkutan. Khusus untuk 'I, eksekusinya
diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. %pabila eksekusi telah dijalankan maka dokter teradu
menerima keterangan telah menjalankan putusan.
$ata!ara engelolaan
a. Ketua MKEK dipilih dan ditetapkan dalam muktamar, musyawarah wilayah dan musyawarah
!abang.
b. engurus MKEK adalah anggota biasa.
!. Ketua MKEK tingkat pusat dipilih dalam sidang khusus MKEK di muktamar dan dikukuhkan
dalam sidang pleno muktamar.
d. MKEK segera menjalankan tugas#tugasnya setelah selesainya muktamar, musyawarah
wilayah, dan musyawarah !abang.
e. MKEK dapat melakukan kegiatan atas inisiatif sendiri ataupun atas usul serta permintaan.
f. MKEK mengadakan pertemuan berkala sesama pengurus ataupun dengan pihak lain yang
ditentukan sendiri oleh MKEK.
1.2. MAJELIS KEHORMATAN DISILIN KEDOKTERAN INDONESIA (MKDKI)
MKDKI adalah lembaga yang berwenang untuk (
). Menentukan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter dan dokter gigi dalam
penerapan disiplin ilmu kedokteran dan kedokteran gigi.
+. Menetapkan sanksi disiplin.
'esuai dengan 44 &%D5K 65.+7 $ahun +88/ asal 99 ayat ()) yang berisi :Menegakkan
disiplin dokter dan dokter gigi dalam penyelenggaraan praktil kedokteran.
$ujuan penegakan disiplin adalah (
). Memberikan perlindungan kepada pasien.
2
+. Menjaga mutu dokter3dokter gigi.
.. Menjaga kehormatan profesi kedokteran3kedokteran gigi.
Kedudukan dan Keanggotaan MKDKI
MKDKI sebagai lembaga otonom dari Konsil Kedokteran Indonesia. Majelis ini dibentuk ditingkat
pusat dan pro1insi. %nggota MKDKI terdiri dari . orang dokter dari organisasi profesi, ) orang dokter
dari asosiasi rumah sakit (dalam hal ini E&'I), dan . orang sarjana hukum. %nggota#anggota dalam
majelis ditetapkan oleh menteri atas usulan organisasi profesi. Masa bakti MKDKI adalah 9 tahun dan
dapat diusulkan kembali untuk ) kali masa jabatan lagi.
Tugas MKDKI :
a. menerima pengaduan, memeriksa, dan memutuskan kasus pelanggaran disiplin
dokter dan dokter gigi yang diajukan dan
b. menyusun pedoman dan tata cara penanganan kasus pelanggaran disiplin dokter
atau dokter gigi.
Dalam melaksanakan tugas MKDKI mempunyai wewenang(
a) menerima pengaduan pelanggaran disiplin dokter dan dokter gigi
b) menetapkan jenis pengaduan pelanggaran disiplin atau pelanggaran etika atau bukan
keduanya
!) memeriksa pengaduan pelanggaran disiplin dokter dan dokter gigi
d) memutuskan ada tidaknya pelanggaran disiplin dokter dan dokter gigi
e) menentukan sanksi terhadap pelanggaran disiplin dokter dan dokter gigi
f) melaksanakan keputusan MKDKI
g) menyusun tata !ara penanganan kasus pelanggaran disiplin dokter dan dokter gigi
h) menyusun buku pedoman MKDKI dan MKDKI#
i) membina, mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas MKDKI#
j) membuat dan memberikan pertimbangan usulan pembentukan MKDKI# kepada Konsil
Kedokteran Indonesia
k) mengadakan sosialisasi, penyuluhan, dan diseminasi tentang MKDKI dan dan MKDKI#
men!atat dan mendokumentasikan pengaduan, proses pemeriksaan, dan keputusan MKDKI.
Disiplin Kedokteran
Disiplin kedokteran berarti kepatuhan menerapkan aturan#aturan atau ketentuan penerapan
keilmuan dalam pelaksanaan pelayanan. ;ebih khusus lagi yaitu kepatuhan menerapkan kaidah#
kaidah penatalaksanaan klinis yang men!akup penegakan diagnosis, tindakan pengobatan,
menetapkan prognosis, dengan standar atau indikator dari 'tandar Kompetensi, 'tandar erilaku Etis,
'tandar %suhan Medis dan 'tandar Klinis
$ujuan enegakan Disiplin Kedokteran
$ujuan utama adalah untuk proteksi pasien. $ujuan lainnya yaitu untuk menjaga mutu dokter
atau dokter gigi dan juga untuk menjaga kehormatan profesi kedokteran atau kedokteran gigi.
elanggaran Disiplin
'esuai putusan KKI 6o. )<3KKI3KE3=III3+88>
). Kegagalan penatalaksanaan pasien oleh karena(
- Ketidak!akapan (In!ompeten!e)
3
- Kelalaian (?ross 6egligen!e)
+. erilaku ter!ela (menurut ukuran profesi)
.. Ketidaklayakan fisik dan mental (4nfit to pra!ti!e)
%tau dengan kata lain
$idak memenuhi(
). 'tandard of !are, -lini!al 'tandard
+. 'tandard of !ompeten!e
.. 'tandard of professional atitude
"entuk elanggaran Disiplin Kedokteran
). $idak kompeten
+. $idak merujuk
.. Dokter atau dokter gigi pengganti tidak diberitahu ke pasien, $idak memiliki 'I
/. $idak layak praktik (kesehatan fisik dan mental)
9. Kelalaian dalam penatalaksanaan pasien
>. emeriksaan dan pengobatan berlebihan
<. $idak memberikan informasi yang jujur
@. $idak ada informed !onsent
7. $idak membuat atau menimpan rekam medis
)8. enghentian kehamilan tanpa indikasi medis
)). Euthanasia
)+. enerapan pelayanan yang belum diterima ilmu kedokteran
).. enelitian klinisi tanpa persetujuan etis.
)/. $idak memberi pertolongan darurat.
)9. Menolak atau menghentikan pengobatan tanpa alasan yang sah
)>. Membuka rahasia medis tanpa iAin
)<. Membuat keterangan medis tidak benar
)@. Ikut serta tindakan penyiksaan
)7. eresepan obat psikotropik3narkotik tanpa indikasi
+8. ele!ehan seksual, initimidasi, dan kekerasan
+). enggunaan gelar akademik atau profesi palsu
++. Menerima komisi terhadap rujukan atau resepan
+.. engiklanan diri yang menyesatkan
+/. '$&, 'I, 'ertifikan kompetensi tidak sah
+9. Imbalan jasa tidak sesuai tindakan.
roses engaduan elanggaran
elanggaran disiplin kedokteran adalah pelanggaran terhadap aturan#aturan dan3atau
ketentuan dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran3kedokteran gigi. Dokter3dokter gigi dianggap
melanggar disiplin kedokteran bila (
). Melakukan praktik dengan tidak kompeten
+. $idak melakukan tugas dan tanggung jawab profesionalnya dengan baik (dalam hal ini tidak
men!apai standar#standar dalam praktik kedokteran)
.. "erperilaku ter!ela yang merusak martabat dan kehormatan profesinya
Bang termasuk pelanggaran disiplin kedokteran3kedokteran gigi antara lain ketidakjujuran
dalam berpraktik, berpraktik dengan ketidakmampuan fisik dan mental, membuat laporan medis yang
tidak benar, memberikan Cjaminan kesembuhanC kepada pasien, menolak menangani pasien tanpa
alasan yang layak, memberikan tindakan medis tanpa persetujuan pasien3keluarga, melakukan
pele!ehan seksual, menelantarkan pasien pada saat membutuhkan penanganan segera,
mengistruksikan atau melakukan pemeriksaan tambahan3pengobatan yang berlebihan, bekerja tidak
sesuai standar asuhan medis, dsb

'uatu pengaduan diputuskan menjadi kewenangan MKDKI apabila (


). Dokter3dokter gigi yang diadukan telah terregistrasi di Konsil Kedokteran Indonesia.
+. $indakan medis yang dilakukan oleh dokter3dokter gigi yang diadukan terjadi setelah tanggal
> 5ktober +88/ (setelah diundangkannya 44 6omor +7 $ahun +88/ tentang raktik
Kedokteran)
.. $erdapat hubungan profesional dokter#pasien dalam kejadian tersebut
/. $erdapat dugaan kuat adanya pelanggaran disiplin kedokteran3kedokteran gigi
2ika keempat kriteria tersebut terpenuhi, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Majelis
emeriksa Disiplin (MD)
Dalam formulir pengaduan, terdapat beberapa informasi yang harus diberikan, antara lain (
). Identitas pengadu3pelaporD
+. Identitas pasien (jika pengadu bukan pasien)D
.. 6ama dan tempat praktik dokter3dokter gigi yang diadukanD
/. ,aktu tindakan dilakukanD
9. %lasan pengaduan dan kronologisD
>. ernyataan tentang kebenaran pengaduan, dsb
'etelah semua kelengkapan data pengaduan diterima, %nda akan mendapatkan tanda terima
pengaduan (berisi nomor register pengaduan). 'etelah dilakukan 1erifikasi, pengaduan akan ditangani
oleh Majelis emeriksa %wal ataupun Majelis emeriksa Disiplin.
'esuai 44 raktik Kedokteran, sanksi disiplin dalam keputusan MKDKI dapat berupa(
). emberian peringatan tertulis
+. &ekomendasi pen!abutan 'urat $anda &egistrasi ('$&) atau 'urat IAin raktik ('I)D
dan3atau
.. Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran atau
kedokteran gigi
MKDKI dapat menangani permintaan ganti rugi3kompensasi yang diajukan terhadap dokter
teradu(
). MKDKI berwenang untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran disiplin oleh dokter3dokter
gigi
+. MKDKI berwenang menetapkan sanksi disiplin kepada dokter3dokter gigi yang dinyatakan
melanggar disiplin kedokteran3kedokteran gigi
.. MKDKI tidak menangani sengketa antara dokter dan pasien3keluarganya
/. MKDKI tidak menangani permasalahan ganti rugi yang diajukan pasien3keluarganya
Keputusan MKDKI bersifat final dan mengikat dokter3dokter gigi yang diadukan, KKI,
Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten3Kota, serta instansi terkait. Dokter3dokter gigi
yang diadukan dapat mengajukan keberatan terhadap keputusan MKDKI kepada Ketua MKDKI
dalam waktu selambat#lambatnya .8 hari sejak diba!akan atau diterimanya keputusan tersebut dengan
mengajukan bukti baru yang mendukung keberatannya
2.Memahami dan Menjelaskan Mal!"ak#ek
2.1. De$inisi
Malpraktik atau malpra!ti!e berasal dari kata EmalE yang berarti buruk dan Epra!ti!eEyang
berarti suatu tindakan atau praktik, dengan demikian malpraktek adalah suatu tindakanmedis buruk
yang dilakukan dokter3tenaga kesehatan dalam hubungannya dengan pasien.Malparaktik adalah setiap
kesalahan profesional yang diperbuat oleh dokter3tenagakesehatan pada waktu melakukan pekerjaan
profesionalnya, tidak memeriksa, tidak menilai,tidak berbuat atau meninggalkan hal#hal yang
diperiksa, dinilai, diperbuat atau dilakukanoleh dokter pada umumnya didalam situasi dan kondisi
!
yang sama ("erkhouwer F =orsman,)798).
Menurut Goekema, )7@) malpraktik adalah setiap kesalahan yang diperbuat oleh dokter
karena melakukan pekerjaan kedokteran dibawah standar yang sebenarnya se!ara rata#rata dan masuk
akal, dapat dilakukan oleh setiap dokter dalam situasi atau tempat yang sama,dan masih banyak lagi
definisi tentang malparaktik yang telah dipublikasikan.Kelalaian medik.
2.2. Jenis
Kelalaian dapat terjadi dalam . bentuk, yaitu malfeasan!e, misfeasan!e dan nonfeasan!e(
" Malfeasance berarti melakukan tindakan yang melanggar hokum atau
tidak tepat3layak (unlawful atau improper), misalnya melakukan tindakan medis tanpaindikasi
yang memadai.
" Misfeasance berarti melakukan pilihan tindakan medis yang tepat tetapi dilaksanakandengan
tidak tepat (improper performan!e), yaitu misalnya melakukan tindakan medisdengan
menyalahi prosedur
" Nonfeasance adalah tidak melakukan tindakan medis yang merupakan
kewajiban baginya. "entuk#bentuk kelalaian di atas sejalan dengan
bentuk#bentuk error (mistakes, slips and lapses), namun pada kelalaian harus memenuhi keempat
unsur kelalaian dalam hukum khususnya adanya kerugian, sedangkan error tidak selalu
mengakibatkan kerugian.
Demikian pula adanya latent error yang tidak se!ara langsung menimbulkan dampak buruk .'uatu
perbuatan atau sikap dokter atau dokter gigi dianggap lalai apabila memenuhiempat unsur di bawah
ini, yaitu(
). Duty atau kewajiban dokter dan dokter gigi untuk melakukan sesuatu tindakan atauuntuk tidak
melakukan sesuatu tindakan tertentu terhadap pasien tertentu pada situasidan kondisi yang
tertentu.
+. Dereliction of the duty atau penyimpangan kewajiban tersebut.
.. Damage atau kerugian, yaitu segala sesuatu yang dirasakan oleh pasien sebagaikerugian
akibat dari layanan kesehatan3kedokteran yang diberikan oleh pemberilayanan.
/. Direct causal relationship atau hubungan sebab akibat yang nyata. Dalam hal ini harus
terdapat hubungan sebab akibat antara penyimpangan kewajiban dengan kerugianyang setidaknya
merupakan HproIimate !auseE.
In#estigasi
'eorang dokter atau dokter gigi yang menyimpang dari standar profesi dan
melakukankesalahan profesi belum tentu melakukan malpraktik medis yang dapat dipidana,
malpraktik medis yang dipidana membutuhkan pembuktian adanya unsur !ulpa lata atau kalalaian
berat dan pula berakibat fatal atau serius (%meln, 0red, )77)). Gal ini sesuai dengan ketentuan pasal
.97 K4G, pasal .>8, pasal .>) K4G yang dibutuhkan pembuktian !ulpa lata daridokter atau
dokter gigi. Dengan demikian untuk pembuktian malpraktik se!ara hukum pidana meliputi unsur (
1$ Tela% menyimpang dari standar pro&esi kedokteran'
2$ Memenu%i unsur culpa lata atau kelalaian (erat' dan
3$ Tindakan menim(ulkan aki(at serius, &atal dan melanggar pasal 3!), pasal 3*+,
K,-../dapun unsur-unsur dari pasal 3!) dan pasal 3*+ se(agai (erikut :
1$ /danya unsur kelalaian 0culpa$.
2$ /danya 1ujud per(uatan tertentu .
3$ /danya aki(at luka (erat atau matinya orang lain.
$ /danya %u(ungan kausal antara 1ujud per(uatan dengan aki(at kematian orang
*
lain itu.
Tiga tingkatan culpa:
a. 2ulpa lata : sangat tidak (er%ati-%ati 0culpa lata$, kesala%an serius, sem(rono
0gross&ault or neglect$
(. 2ulpa le#is : kesala%an (iasa 0ordinary &ault or neglect$
!. Culpa levissima ( kesalahan ringan (slight fault or negle!t) ("la!k )7<7 hal. +/)).
Dalam pembuktian perkara perdata, pihak yang mendalilkan sesuatu harus mengajukan bukti#
buktinya.
Dalam hal ini dapat dipanggil saksi ahli untuk diminta pendapatnya. 2ika kesalahan yang
dilakukan sudah demikian jelasnya ( res ipsa loJuitur, thething speaks for itself ) sehingga tidak
diperlukan saksi ahli lagi, maka beban pembuktiandapat dibebankan pada dokternya.
3
2E6I'#2E6I' M%;&%K$EK
"erpijak pada hakekat malpraktek adalan praktik yang buruk atau tidak sesuai dengan standar
profesi yang telah ditetepkan, maka ada berma!am#ma!am malpraktek yang dapat dipiah dengan
mendasarkan pada ketentuan hukum yang dilanggar, walaupun kadang kala sebutan malpraktek
se!ara langsung bisa men!akup dua atau lebih jenis malpraktek. 'e!ara garis besar malprakltek dibagi
dalam dua golongan besar yaitu mal praktik medik (medical malpractice) yang biasanya juga meliputi
malpraktik etik (etichal malpractice) dan malpraktek yuridik (yuridical malpractice). 'edangkan
malpraktik yurudik dibagi menjadi tiga yaitu malpraktik perdata (civil malpractice), malpraktik
pidana (criminal malpractice) dan malpraktek administrasi 6egara (administrative malpractice).
1. Mal!"ak#ik Medik (medical malpractice)
2ohn.D."lum merumuskan( Medical malpractice is a form of professional negligence in
whice miserable injury occurs to a plaintiff patient as the direct result of an act or omission by
defendant practitioner. (malpraktik medik merupakan bentuk kelalaian professional yang
menyebabkan terjadinya luka berat pada pasien 3 penggugat sebagai akibat langsung dari perbuatan
ataupun pembiaran oleh dokter3terguguat).
'edangkan rumusan yang berlaku di dunia kedokteran adalah Professional misconduct or
lack of ordinary skill in the performance of professional act, a practitioner is liable for demage or
injuries caused by malpractice. (Malpraktek adalah perbuatan yang tidak benar dari suatu profesi atau
kurangnya kemampuan dasar dalam melaksanakan pekerjaan. 'eorang dokter bertanggung jawab atas
terjadinya kerugian atau luka yang disebabkan karena malpraktik), sedangkan junus hanafiah
merumuskan malpraktik medik adalah kelalaian seorang dokter untuk mempergunakan tingkat
keterampilan dan ilmu pengetahuan yang laAim dipergunakan dalam mengobati pasien atau orang
yang terluka menurut lingkungan yang sama.
2. Mal!"ak#ik E#ik (ethical malpractice)
Malpraktik etik adalah tindakan dokter yang bertentangan dengan etika kedokteran,
sebagaimana yang diatur dalam kode etik kedokteran Indonesia yang merupakan seperangkat standar
etika, prinsip, aturan, norma yang berlaku untuk dokter.
%. Mal!"ak#ik &'"idis (juridical malpractice)
Malpraktik yuridik adalah pelanggaran ataupun kelalaian dalam pelaksanaan profesi
kedokteran yang melanggar ketentuan hukum positif yang berlaku.
Mal!"ak#ik &'"idik meliputi(
a. malpraktik perdata ( civil malpractice0
Malpraktik perdata terjadi jika dokter tidak melakukan kewajiban (ingkar janji) yaitu tidak
memberikan prestasinya sebagaimana yang telah disepakati. $indakan dokter yang dapat
dikatagorikan sebagai melpraktik perdata antara lain (
a. $idak melakukan apa yang menurut kesepakatan wajib dilakukan
4
b. Melakukan apa yang disepakati dilakukan tapi tidak sempurna
!. Melakukan apa yang disepakati tetapi terlambat
d. Melakukan apa yang menurut kesepakatan tidak seharusnya dilakukan
b. Malpraktik idana ( criminal malpractice )
Malpraktik pidana terjadi, jika perbuatan yang dilakukan maupun tidak dilakukan memenuhi
rumusan undang#undang hukum pidana. erbuatan tersebut dapat berupa perbuatan positif
(melakukan sesuatu) maupun negati1e (tidak melakukan sesuatu) yang merupakan perbuatan ter!ela
(actus reus), dilakukan dengan sikap batin yang slah (mens rea) berupa kesengajaan atau kelalauian.
-ontoh malpraktik pidana dengan sengaja adalah (
a. Melakukan aborsi tanpa tindakan medik
b. Mengungkapkan rahasia kediKokteran dengan sengaja
!. $idak memberikan pertolongan kepada seseorang yang dalam keadaan darurat
d. Membuat surat keterangan dokter yang isinya tidak benar
e. Membuat 1isum et repertum tidak benar
f. Memberikan keterangan yang tidak benar di pengadilan dalan kapasitasnya sebagai ahli
-ontoh malpraktik pidana karena kelalaian(
a. Kurang hati#hati sehingga menyebabkan gunting tertinggal diperut
b. Kurang hati#hati sehingga menyebabkan pasien luka berat atau meninggal
!. Malpraktik %dministrasi 6egara administrative malpractice)
Malpraktik administrasi terjadi jika dokter menjalankan profesinya tidak mengindahkan
ketentuan#ketentuan hukum administrasi 6egara. Misalnya(
a. Menjalankan praktik kedokteran tanpa ijin
b. Menjalankan praktik kedokteran tidak sesuai dengan kewenangannya
!. Melakukan praktik kedokteran dengan ijin yang sudah kadalwarsa.
d. $idak membuat rekam medik.
2.%. en(e)ahan
1. *!a+a !en(e)ahan mal!"ak#ek dalam !ela+anan keseha#an
Dengan adanya ke!enderungan masyarakat untuk menggugat tenaga medis karena adanya
malpraktek diharapkan tenaga dalam menjalankan tugasnya selalu bertindak hati#hati, yakni(
$idak menjanjikan atau memberi garansi akan keberhasilan upayanya, karena perjanjian
berbentuk daya upaya (inspaning 1erbintenis) bukan perjanjian akan berhasil (resultaat
1erbintenis).
'ebelum melakukan inter1ensi agar selalu dilakukan informed !onsent.
Men!atat semua tindakan yang dilakukan dalam rekam medis.
%pabila terjadi keragu#raguan, konsultasikan kepada senior atau dokter.
Memperlakukan pasien se!ara manusiawi dengan memperhatikan segala kebutuhannya!
Menjalin komunikasi yang baik dengan pasien, keluarga dan masyarakat sekitarnya!
2.*!a+a men)hada!i #'n#'#an h'k'm
%pabila upaya kesehatan yang dilakukan kepada pasien tidak memuaskan sehingga perawat
menghadapi tuntutan hukum, maka tenaga kesehatan seharusnyalah bersifat pasif dan pasien atau
keluarganyalah yang aktif membuktikan kelalaian tenaga kesehatan.
%pabila tuduhan kepada kesehatan merupakan !riminal malpra!ti!e, maka tenaga kesehatan dapat
melakukan (
a. Informal defen!e, dengan mengajukan bukti untuk menangkis3 menyangkal bahwa tuduhan
)
yang diajukan tidak berdasar atau tidak menunjuk pada doktrin#doktrin yang ada, misalnya
perawat mengajukan bukti bahwa yang terjadi bukan disengaja, akan tetapi merupakan risiko
medik (risk of treatment), atau mengajukan alasan bahwa dirinya tidak mempunyai sikap
batin (men rea) sebagaimana disyaratkan dalam perumusan delik yang dituduhkan.
b. 0ormal3legal defen!e, yakni melakukan pembelaan dengan mengajukan atau menunjuk pada
doktrin#doktrin hukum, yakni dengan menyangkal tuntutan dengan !ara menolak unsur#unsur
pertanggung jawaban atau melakukan pembelaan untuk membebaskan diri dari pertanggung
jawaban, dengan mengajukan bukti bahwa yang dilakukan adalah pengaruh daya paksa.
"erbi!ara mengenai pembelaan, ada baiknya perawat menggunakan jasa penasehat hukum,
sehingga yang sifatnya teknis pembelaan diserahkan kepadanya.
ada perkara perdata dalam tuduhan !i1il malpra!ti!e dimana perawat digugat membayar ganti
rugi sejumlah uang, yang dilakukan adalah mementahkan dalil#dalil penggugat, karena dalam
peradilan perdata, pihak yang mendalilkan harus membuktikan di pengadilan, dengan perkataan lain
pasien atau penga!aranya harus membuktikan dalil sebagai dasar gugatan bahwa tergugat (perawat)
bertanggung jawab atas derita (damage) yang dialami penggugat.
4ntuk membuktikan adanya !i1il malpra!ti!e tidaklah mudah, utamanya tidak diketemukannya
fakta yang dapat berbi!ara sendiri (res ipsa loJuitur), apalagi untuk membuktikan adanya tindakan
menterlantarkan kewajiban (dereli!tion of duty) dan adanya hubungan langsung antara
menterlantarkan kewajiban dengan adanya rusaknya kesehatan (damage), sedangkan yang harus
membuktikan adalah orang#orang awam dibidang kesehatan dan hal inilah yang menguntungkan
tenaga perawatan.
2.,. As!ek H'k'm dan Sanksi
). 4ndang#4ndang &epublik Indonesia nomor +. tahun )77+ tentang Kesehatan
+. asal .97 * .>8 K4G idana
asal .97 K4G
"arang siapa karena kesalahan (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, dian!am
dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu
tahun
asal .>8 K4G
()) "arang siapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain mendapat luka#luka bert,
dian!am dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu
tahun
(+) "arang siapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain luka#luka sedemikian rupa
sehingga timbul penyakit atau halangan menjadikan pekerjaan jabatan atau pen!arian
selama waktu tertemtu, dian!am dengan pidana penjara paling lama 'embilan bulan atau
denda paling tinggi tiga ratus rupiah.
.. 4ndang# 4ndang &epublik Indonesia 6omor +7 tahun +88/ tentang raktik Kedokteran
%.Memahami dan Menjelaskan Rekam Medis
%.1. De$inisi
5ekam medis adala% (erkas yang (erisikan catatan dan dokumen tentang identitas
pasien, pemeriksaan, pengo(atan, tindakan dan pelayanan lain yang tela% di(erikan kepada
pasien.
2atatan adala% tulisan yang di(uat ole% dokter atau dokter gigi tentang segala
1+
tindakan yang dilakukan kepada pasien dalam rangka pem(erian pelayanan kese%atan.
Dokumen adala% catatan dokter, dokter gigi, dan6atau tenaga kese%atan tertentu, laporan
%asil pemeriksaan penunjang, catatan o(ser#asi dan pengo(atan %arian dan semua
rekaman, (aik (erupa &oto radiologi, gam(ar pencitraan 0imaging$, dan rekaman elektro
diagnostik
%.2. T'j'an
T'j'an Rekam Medis adalah untuk menunjang ter!apainya tertib administrasi dalam rangka
upaya peningkatan pelayanan kesehatan . $anpa didukung suatu siste pengelolaan rekam medis yang
baik dan benar , maka tertib administrasi tidak akan berhasil.
%.%. Man$aa#
). %spek %dministrasi
'uatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi , karena isinya menyangkut tindakan
berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga mdis dan perawat dalam
men!apai tujuan pelayanan kesehatan
+. %spek Medis
-atatan tersebut dipergunakan sebagai dasar untuk meren!anakan pengobatan3perawatan
yang harus diberikan kepada pasien
-ontoh (
- Identitas pasien L name, age, se", address, marriage status, etc!
- %namnesis L #fever$ L how long, every time, continuously, periodic%%%
- Physical diagnosis L head, neck, chest, etc!
- &aboratory e"amination, another supporting e"amination! 'tc
.. %spek Gukum
Menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan , dalam rangka
usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk menegakkan keadilan
/. %spek Keuangan
Isi &ekam Medis dapat dijadikan sebagai bahan untuk menetapkan biaya pembayaran
pelayanan . $anpa adanya bukti !atatan tindakan 3pelayanan , maka pembayaran tidak dapat
dipertanggungjawabkan
9. %spek enelitian
"erkas &ekam medis mempunyai nilai penelitian , karena isinya menyangkut data3informasi
yang dapat digunakan sebagai aspek penelitian .
>. %spek endidikan
"erkas &ekam Medis mempunyai nilai pendidikan , karena isinya menyangkut data3informasi
tentang kronologis dari pelayanan medik yang diberikan pada pasien.
<. %spek Dokumentasi
Isi &ekam medis menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai
bahan pertanggungjawaban dan laporan sarana kesehatan
"erdasarkan aspek#aspek tersebut , maka rekam medis mempunyai kegunaan yang sangat
luas yaitu (
'ebagai alat komunikasi antara dokter dengan tenaga kesehatan lainnya yang ikut ambil
bagian dalam memberikan pelayanan kesehatan
'ebagai dasar untuk meren!anakan pengobatan3perawatan yang harus diberikan kepada
seorang pasien
'ebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan , perkembangan penyakit dan
11
pengobatan selama pasien berkunjung3dirawat di &umah sakit 'ebagai bahan yang berguna
untuk analisa , penelitian dan e1aluasi terhadap program pelayanan serta kualitas pelayanan
-ontoh ( "agi seorang manajer (
# "erapa banyak pasien yang dating ke sarana kesehatan kita M baru dan lama M
# Distribusi penyakit pasien yang dating ke sarana kesehatan kita
# -akupan program yang nantinya di bandingkan dengan target program
Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, sarana kesehatan maupun tenaga kesehatan yang
terlibat
Menyediakan data dan informasi yang diperlukan untuk keperluan pengembangan program ,
pendidikan dan penelitian
'ebagai dasar di dalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan kesehatan
Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan serta bahan pertanggungjawaban dan
laporan
Manfaat &ekam Medis(
%. engobatan asien
&ekam medis bermanfaat sebagai dasar dan petunjuk untuk meren!anakan dan menganalisis
penyakit serta meren!anakan pengobatan, perawatan dan tindakan medis yang harus diberikan
kepada pasien.
". eningkatan Kualitas elayanan
Membuat &ekam Medis bagi penyelenggaraan praktik kedokteran dengan jelas dan lengkap
akan meningkatkan kualitas pelayanan untuk melindungi tenaga medis dan untuk pen!apaian
kesehatan masyarakat yang optimal.
-. endidikan dan enelitian
&ekam medis yang merupakan informasi perkembangan kronologis penyakit, pelayanan
medis, pengobatan dan tindakan medis, bermanfaat untuk bahan informasi bagi
perkembangan pengajaran dan penelitian di bidang profesi kedokteran dan kedokteran gigi.
D. embiayaan
"erkas rekam medis dapat dijadikan petunjuk dan bahan untuk menetapkan pembiayaan
dalam pelayanan kesehatan pada sarana kesehatan. -atatan tersebut dapat dipakai sebagai
bukti pembiayaan kepada pasien.
E. 'tatistik Kesehatan
&ekam medis dapat digunakan sebagai bahan statistik kesehatan, khususnya untuk
mempelajari perkembangan kesehatan masyarakat dan untuk menentukan jumlah penderita
pada penyakit#penyakit tertentu.
0. embuktian Masalah Gukum, Disiplin dan Etik
&ekam medis merupakan alat bukti tertulis utama, sehingga bermanfaat dalam penyelesaian
masalah hukum, disiplin dan etik.
%.,. Jenis
"erdasarkan perkembangannya rekam medis memiliki dua jenis, yaitu kon1ensional dan
elektronik.
(enis konvensional merupakan jenis yang masih banyak dipergunakan di setiap rumah
sakit seperti pen!atatan se!ara langsung oleh tenaga kesehatan.
(enis elektronik merupakan sistem pen!atatan informasi dengan menggunakan peralatan
yang modern seperti komputer atau alat elektronik lainnya.
%.-. Isi
Isi rekam medis untuk pasien ra1at jalan sekurang-kurangnya:
12
a. Identitas pasien
(. Tanggal dan 1aktu
c. -asil anamnesis, mencakup sekurang-kurangnya kelu%an dan ri1ayat penyakit
d. -asil pemeriksaan &isik dan penunjang medik
e. Diagnosis
&. 5encana penatalaksanaan
g. .engo(atan dan6atau tindakan
%. .elayanan lain yang tela% di(erikan kepada pasien
i. ,ntuk pasien kasus gigi dilengkapi dengan odontogram klinik dan
j. .ersetujuan tindakan yang diperlukan.
Isi rekam medis untuk pasien ra1at inap dan pera1atan satu %ari:
a. .oint a-g
(. .ersetujuan tindakan (ila diperlukan
c. 2atatan o(ser#asi klinis dan %asil pengo(atan
d. 5ingkasan pulang 0disc%arge summary$
e. 7ama dan tanda tangan dokter, dokter gigi, atau tenaga kese%atan tertentu yang
mem(erikan pelayanan kese%atan.
&. .elayanan lain yang dilakukan ole% tenaga kese%atan tertentu dan
g. ,ntuk pasien kasus gigi dilengkapi dengan odontogram klinik
.enyimpanan, pemusna%an, dan kera%asiaan
# 5ekam medis pasien ra1at inap di 58 1aji( disimpan sekurang-kurangnya untuk
jangka 1aktu ! ta%un ter%itung dari tanggal terak%ir pasien (ero(at atau
dipulangkan.
# 8etela% (atas ! ta%un, rekam medis dapat dimusna%kan, kecuali ringkasan pulang
dan persetujuan tindakan medik.
# 5ingkasan pulang dan persetujuan tindakan medik %arus disimpan dalam jangka
1aktu 1+ ta%un ter%itung dari tanggal di(uat ringkasan terse(ut.
# 5ekam medis pada sarana pelayanan kese%atan non 58 1aji( disimpan sekurang-
kurangnya untuk jangka 1aktu 2 ta%un ter%itung dari tanggal terak%ir pasien (ero(at.
8etela% (atas 1aktu terse(ut rekam medis dapat dimusna%kan.
In&ormasi tentang identitas, diagnosis, ri1ayat penyakit, ri1ayat pemeriksaan dan ri1ayat
pengo(atan dapat di(uka dalam %al:
a. ,ntuk kepentingan kese%atan pasien
(. Memenu%i permintaan aparatur penegak %ukum dalam rangka penegakan %ukum
atas perinta% pengadilan.
c. .ermintaan dan6atau persetujuan pasien sendiri
d. .ermintaan institusi6lem(aga (erdasarkan ketentuan perundang-undangan dan
e. ,ntuk kepentingan penelitian, pendidikan, dan audit medis, sepanjang tidak
menye(utkan identitas pasien.
8e(elum dimusna%kan, (erkas terse(ut %arus:
a. Diam(il in&ormasi-in&ormasi utama
(. Menyimpan (erkas anak-anak %ingga (atas usia tertentu sesuai dengan ketentuan
yang (erlaku.
c. Menyimpan (erkas rekam medik65M sesuai dengan ketentuan yang (erlaku di
13
Inggris, Departemen Kese%atan merekomendasikan masa retensi 5M, minimun:
5M o(stetri 2! ta%un.
5M anak-anak dan usia muda disimpan sampai ulang ta%un ke-2! atau 4
ta%un sesuda% kunjungan terak%ir.
5M pasien gangguan mental, 2+ ta%un sesuda% dokter yang mera1at
menyatakan suda% sem(u%.
5M yang lain, 4 ta%un dan resume ak%ir di(uat.
%... As!ek H'k'm dan Sanksi
Rekam medis dalam *ndan)/'ndan) N0.21 Tah'n 222, Ten#an) "ak#ik Ked0k#e"an
Rekam Medis
Pasal )*
()) 'etiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam
medis.
(+) &ekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat ()) harus segera dilengkapi setelah pasien selesai
menerima pelayanan kesehatan.
(.) 'etiap !atatan rekam medis harus dibubuhi nama, waktu, dan tanda tangan petugas yang
memberikan pelayanan atau tindakan.
Pasal )+
()) Dokumen rekam medis sebagaimana dimaksud dalam asal /> merupakan milik dokter, dokter
gigi, atau sarana pelayanan kesehatan, sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien.
(+) &ekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat ()) harus disimpan dan dijaga kerahasiaannya oleh
dokter atau dokter gigi dan pimpinan sarana pelayanan kesehatan.
(.) Ketentuan mengenai rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat ()) dan ayat (+) diatur dengan
eraturan Menteri.
,. Memahami dan Menjelasakan In$0"med 30nsen#
,.1. De$inisi
In&ormed 2onsent adala% persetujuan tindakan kedokteran yang di(erikan ole%
pasien atau keluarga terdekatnya setela% mendapatkan penjelasan secara lengkap
mengenai tindakan kedokteran yang akan dilakukan ter%adap pasien terse(ut..ersetujuan
yang ditanda tangani ole% pasien atau keluarga terdekatnya terse(ut, tidak mem(e(askan
dokter dari tuntutan jika dokter melakukan kelalaian. Tindakan medis yangdilakukan tanpa
persetujuan pasien atau keluarga terdekatnya, dapat digolongkan se(agai tindakan
melakukan penganiayaan (erdasarkan K,-. .asal 3!1.
Informasi3keterangan yang wajib diberikan sebelum suatu tindakan kedokteran dilaksanakan
adalah(
). Diagnosa yang telah ditegakkan.
+. 'ifat dan luasnya tindakan yang akan dilakukan.
.. Manfaat dan urgensinya dilakukan tindakan tersebut.
/. &esiko resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi daripada tindakan kedokteran tersebut.
9. Konsekwensinya bila tidak dilakukan tindakan tersebut dan adakah alternatif !ara pengobatan yang
lain.
>. Kadangkala biaya yang menyangkut tindakan kedokteran tersebut.
1
"E6$4K I605&MED -56'E6$
1. Im!lied 30ns#"'(#i4e 30nsen# (Keadaan 5iasa)
$indakan yang biasa dilakukan, telah diketahui, telah dimengerti oleh masyarakat umum,
sehingga tidak perlu lagi dibuat tertulis. Misalnya pengambilan darah untuk laboratorium,
suntikan, atau he!ting luka terbuka.
2. Im!lied Eme")en(+ 30nsen# (Keadaan 6a7a# Da"'"a#)
"ila pasien dalam kondiri gawat darurat sedangkan dokter perlu melakukan tindakan segera
untuk menyelematkan nyawa pasien sementara pasien dan keluarganya tidak bisa membuat
persetujuan segera. 'eperti kasus sesak nafas, henti nafas, henti jantung.
%. E8!"essed 30nsen# (5isa Lisan9Te"#'lis 5e"si$a# Kh's's)
ersetujuan yang dinyatakan baik lisan ataupun tertulis, bila yang akan dilakukan melebihi
prosedur pemeriksaan atau tindakan biasa. Misalnya pemeriksaan 1aginal, pen!abutan kuku,
tindakan pembedahan3operasi, ataupun pengobatan3tindakan in1asi1e.
,.2. T'j'an
$ujuan dari informed consent adalah agar pasien mendapat informasi yang !ukup untuk dapat
mengambil keputusan atas terapi yang akan dilaksanakan. Informed !onsent juga berarti mengambil
keputusan bersama. Gak pasien untuk menentukan nasibnya dapat terpenuhi dengan sempurna apabila
pasien telah menerima semua informasi yang ia perlukan sehingga ia dapat mengambil keputusan
yang tepat. Keke!ualian dapat dibuat apabila informasi yang diberikan dapat menyebabkan
gun!angan psikis pada pasien.
Dokter harus menyadari bahwa informed !onsent memiliki dasar moral dan etik yang kuat.
Menurut ,merican College of Physicians- 'thics Manual, pasien harus mendapat informasi dan
mengerti tentang kondisinya sebelum mengambil keputusan. "erbeda dengan teori terdahulu yang
memandang tidak adanya informed !onsent menurut hukum penganiayaan, kini hal ini dianggap
sebagai kelalaian. Informasi yang diberikan harus lengkap, tidak hanya berupa jawaban atas
pertanyaan pasien.
,.%. Man$aa#
Informed -onsent bermanfaat untuk (
)) Melindungi pasien terhadap segala tindakan medik yang dilakukan tanpa sepengetahuan
pasien. Misalnya tindakan medik yang tidak perlu atau tanpa indikasi, penggunaan alat
!anggih dengan biaya tinggi dsbnya.
+) Memberikan perlindungan hukum bagi dokter terhadap akibat yang tidak terduga dan bersifat
negatif. Misalnya terhadap resiko pengobatan yang tidak dapat dihindari walaupun dokter
telah bertindak seteliti mungkin.

Dengan adanya informed !onsent maka hak autonomy perorangan di kembangkan, pasien dan
subjek dilindungi, men!egah terjadinya penipuan atau paksaan, merangsang profesi medis untuk
mengadakan introspeksi, mengajukan keputusan#keputusan yang rasional dan melibatkan masyarakat
dalam memajukan prinsip autonomy sebagai suatu nilai sosial serta mengadakan pengawasan dalam
penelitian biomedik.
1!
,.,. e"se#'j'an
"entuk persetujuan atau penolakan
&umah sakit memiliki tugas untuk menjamin bahwa informed !onsent sudah didapat. Istilah
untuk kelalaian rumah sakit tersebut yaitu Efraudulent !on!ealmentE. asien yang akan menjalani
operasi mendapat penjelasan dari seorang dokter bedah namun dioperasi oleh dokter lain dapat saja
menuntut malpraktik dokter yang tidak mengoperasi karena kurangnya informed !onsent dan dapat
menuntut dokter yang mengoperasi untuk kelanjutannya.
"entuk persetujuan tidaklah penting namun dapat membantu dalam persidangan bahwa
persetujuan diperoleh. ersetujuan tersebut harus berdasarkan semua elemen dari informed !onsent
yang benar yaitu pengetahuan, sukarela dan kompetensi.
"eberapa rumah sakit dan dokter telah mengembangkan bentuk persetujuan yang merangkum
semua informasi dan juga rekaman permanen, biasanya dalam rekam medis pasien. 0ormat tersebut
ber1ariasi sesuai dengan terapi dan tindakan yang akan diberikan. 'aksi tidak dibutuhkan, namun
saksi merupakan bukti bahwa telah dilakukan informed !onsent. Informed !onsent sebaiknya dibuat
dengan dokumentasi naratif yang akurat oleh dokter yang bersangkutan.
5toritas untuk memberikan persetujuan
'eorang dewasa dianggap kompeten dan oleh karena itu harus mengetahui terapi yang
diren!anakan. 5rang dewasa yang tidak kompeten karena penyakit fisik atau kejiwaan dan tidak
mampu mengerti tentu saja tidak dapat memberikan informed !onsent yang sah. 'ebagai akibatnya,
persetujuan diperoleh dari orang lain yang memiliki otoritas atas nama pasien. Ketika pengadilan
telah memutuskan bahwa pasien inkompeten, wali pasien yang ditunjuk pengadilan harus mengambil
otoritas terhadap pasien.
ersetujuan pengganti ini menimbulkan beberapa masalah. 5toritas seseorang terhadap
persetujuan pengobatan bagi pasien inkompeten termasuk hak untuk menolak perawatan tersebut.
engadilan telah membatasi hak penolakan ini untuk kasus dengan alasan yang tidak rasional. ada
kasus tersebut, pihak dokter atau rumah sakit dapat memperlakukan kasus sebagai keadaan gawat
darurat dan memohon pada pengadilan untuk melakukan perawatan yang diperlukan. 2ika tidak !ukup
waktu untuk memohon pada pengadilan, dokter dapat berkonsultasi dengan satu atau beberapa
sejawatnya.
2ika keluarga dekat pasien tidak setuju dengan perawatan yang diren!anakan atau jika pasien,
meskipun inkompeten, mengambil posisi berlawanan dengan keinginan keluarga, maka dokter perlu
berhati#hati. $erdapat beberapa indikasi dimana pengadilan akan mempertimbangkan keinginan
pasien, meskipun pasien tidak mampu untuk memberikan persetujuan yang sah. ada kebanyakan
kasus, terapi sebaiknya segera dilakukan ()) jika keluarga dekat setuju, (+) jika memang se!ara medis
perlu penatalaksanaan segera, (.) jika tidak ada dilarang undang#undang.
-ara terbaik untuk menghindari risiko hukum dari persetujuan pengganti bagi pasien dewasa
inkompeten adalah dengan membawa masalah ini ke pengadilan.
Kemampuan memberi perijinan
erijinan harus diberikan oleh pasien yang se!ara fisik dan psikis mampu memahami
informasi yang diberikan oleh dokter selama komunikasi dan mampu membuat keputusan terkait
dengan terapi yang akan diberikan. asien yang menolak diagnosis atau tatalaksana tidak
menggambarkan kemampuan psikis yang kurang. aksaan tidak boleh digunakan dalam usaha
persuasif. asien seperti itu membutuhkan wali biasanya dari keluarga terdekat atau yang ditunjuk
1*
pengadilan untuk memberikan persetujuan pengganti.
2ika tidak ada wali yang ditunjuk pengadilan, pihak ketiga dapat diberi kuasa untuk bertindak
atas nama pokok#pokok kekuasaan tertulis dari penga!ara. 2ika tidak ada wali bagi pasien inkompeten
yang sebelumnya telah ditunjuk oleh pengadilan, keputusan dokter untuk memperoleh informed
!onsent diagnosis dan tatalaksana kasus bukan kegawatdaruratan dari keluarga atau dari pihak yang
ditunjuk pengadilan tergantung kebijakan rumah sakit. ada keadaan dimana terdapat perbedaan
pendapat diantara anggota keluarga terhadap perawatan pasien atau keluarga yang tidak dekat se!ara
emosional atau bertempat tinggal jauh, maka dianjurkan menggunakan laporan legal dan formal untuk
menentukan siapa yang dapat memberikan perijinan bagi pasien inkompeten.
ihak Bang "erhak Menyatakan ersetujuan(
). asien sendiri (bila telah berumur +) tahun atau telah menikah)
+. "agi pasien di bawah umur +) tahun diberikan oleh mereka menurut hak sebagai berikut( ())
%yah3ibu kandung, (+) 'audara#saudara kandung.
.. "agi yang di bawah umur +) tahun dan tidak mempunyai orang tua atau orang tuanya
berhalangan hadir diberikan oleh mereka menurut urutan hak sebagai berikut( (l) %yah3ibu
adopsi, (+) 'audara#saudara kandung, (.) Induk semang.
/. "agi pasien dewasa dengan gangguan mental, diberikan oleh mereka menurut urutan hak
sebagai berikut( ()) %yah3ibu kandung, (+) ,ali yang sah, (.) 'audara#saudara kandung.
9. "agi pasien dewasa yang berada dibawah pengampuan (!uratelle), diberikan menurut urutan
hak sebagai berikut( ()) ,ali, (+) -urator.
>. "agi pasien dewasa yang telah menikah3orang tua, diberikan oleh mereka menurut urutan hak
sebagai berikut( a. 'uami3istri, b. %yah3ibu kandung, !. %nak#anak kandung, d. 'audara#
saudara kandung.
,ali( yang menurut hukum menggantikan orang lain yang belum dewasa untuk mewakilinya dalam
melakukan perbuatan hukum atau yang menurut hukum menggantikan kedudukan orang tua. Induk
semang ( orang yang berkewajiban untuk mengawasi serta ikut bertanggung jawab terhadap pribadi
orang lain seperti pimpinan asrama dari anak perantauan atau kepala rumah tangga dari seorang
pembantu rumah tangga yang belum dewasa.
,.,. Isi
Dalam ermenkes 6o. 9@9 tahun )7@7 tentang ersetujuan $indakan Medik dinyatakan bahwa
dokter harus menyampaikan informasi atau penjelasan kepada pasien 3 keluarga diminta atau tidak
diminta, jadi informasi harus disampaikan.
Mengenai apa yang disampaikan, tentulah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyakit pasien.
$indakan apa yang dilakukan, tentunya prosedur tindakan yang akan dijalani pasien baik diagnosti!
maupun terapi dan lain#lain sehingga pasien atau keluarga dapat memahaminya. Ini men!angkup
bentuk, tujuan, resiko, manfaat dari terapi yang akan dilaksanakan dan alternati1e terapi (Ganafiah,
)777).
'e!ara umum dapat dikatakan bahwa semua tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien
yang harus diinformasikan sebelumnya, namun iAin yang harus diberikan oleh pasien dapat berbagai
ma!am bentuknya, baik yang dinyatakan ataupun tidak. Bang paling untuk diketahui adalah
bagaimana iAin tersebut harus dituangkan dalam bentuk tertulis, sehingga akan memudahkan
pembuktiannya kelak bila timbul perselisihan.
'e!ara garis besar dalam melakukan tindakan medis pada pasien, dokter harus menjelaskan
beberapa hal, yaitu(
)) ?aris besar seluk beluk penyakit yang diderita dan prosedur perawatan 3 pengobatan yang
akan diberikan 3 diterapkan.
13
+) &esiko yang dihadapi, misalnya komplikasi yang diduga akan timbul.
.) rospek 3 prognosis keberhasilan ataupun kegagalan.
/) %lternati1e metode perawatan 3 pengobatan.
9) Gal#hal yang dapat terjadi bila pasien menolak untuk memberikan persetujuan.
>) rosedur perawatan 3 pengobatan yang akan dilakukan merupakan suatu per!obaan atau
menyimpang dari kebiasaan, bila hal itu yang akan dilakukan Dokter juga perlu
menyampaikan (meskipun hanya sekilas), mengenai !ara kerja dan pengalamannya dalam
melakukan tindakan medis tersebut (%!hadiat, +88<).
Informasi3keterangan yang wajib diberikan sebelum suatu tindakan kedokteran dilaksanakan
adalah(
). Diagnosa yang telah ditegakkan.
+. 'ifat dan luasnya tindakan yang akan dilakukan.
.. Manfaat dan urgensinya dilakukan tindakan tersebut.
/. &esiko resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi daripada tindakan kedokteran
tersebut.
9. Konsekwensinya bila tidak dilakukan tindakan tersebut dan adakah alternatif !ara
pengobatan yang lain.
>. Kadangkala biaya yang menyangkut tindakan kedokteran tersebut.
&esiko resiko yang harus diinformasikan kepada pasien yang dimintakan persetujuan
tindakan kedokteran (
&esiko yang melekat pada tindakan kedokteran tersebut.
&esiko yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya.
Dalam hal terdapat indikasi kemungkinan perluasan tindakan kedokteran, dokter yang akan
melakukan tindakan juga harus memberikan penjelasan ( asal )) %yat ) ermenkes 6o +78 3
Menkes 3 E& 3 III 3 +88@ ). enjelasan kemungkinan perluasan tindakan kedokteran sebagaimana
dimaksud dalam %yat ) merupakan dasar daripada persetujuan (%yat +).
enge!ualian terhadap keharusan pemberian informasi sebelum dimintakan persetujuan
tindakan kedokteran adalah(
Dalam keadaan gawat darurat (emergen!y), dimana dokter harus segera bertindak
untuk menyelamatkan jiwa.
Keadaan emosi pasien yang sangat labil sehingga ia tidak bisa menghadapi situasi
dirinya.Ini ter!antum dalam erMenKes no +783Menkes3er3III3+88@.
KE$E6$4%6 I605&MED -56'E6$
Ketentuan persetujuan tidakan medik berdasarkan 'K Dirjen elayanan Medik
6o.G&.88.8>...9.)@>> $anggal +) %pril )777, diantaranya (
) ersetujuan atau penolakan tindakan medik harus dalam kebijakan dan prosedur ('5) dan
ditetapkan tertulis oleh pimpinan &'.
+ Memperoleh informasi dan pengelolaan, kewajiban dokter
.. Informed -onsent dianggap benar (
a. ersetujuan atau penolakan tindakan medis diberikan untuk tindakan medis yang
dinyatakan se!ara spesifik.
b. ersetujuan atau penolakan tindakan medis diberikan tanpa paksaan (1aluentery)
!. ersetujuan dan penolakan tindakan medis diberikan oleh seseorang (pasien) yang sehat
mental dan memang berhak memberikan dari segi hukum
d. 'etelah diberikan !ukup (adekuat) informasi dan penjelasan yang diperlukan
/ Isi informasi dan penjelasan yang harus diberikan (
a. $entang tujuan dan prospek keberhasilan tindakan medis yang ada dilakukan (purhate of
14
medi!al pro!edure)
b. $entang tata !ara tindakan medis yang akan dilakukan (!onsenpleated medi!al pro!edure)
!. $entang risiko
d. $entang risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi
e. $entang alternatif tindakan medis lain yang tersedia dan risiko *risikonya (alternati1e
medi!al pro!edure and risk)
f. $entang prognosis penyakit, bila tindakan dilakukan
g. Diagnosis
9. Kewajiban memberi informasi dan penjelasan
o Dokter yang melakukan tindakan medis tanggung jawab
o "erhalangan diwakilkan kepada dokter lain, dengan diketahui dokter yang bersangkutan
>. -ara menyampaikan informasi
o ;isan
o $ulisan
<. ihak yang menyatakan persetujuan
a. asien sendiri, umur +) tahun lebih atau telah menikah
b. "agi pasien kurang +) tahun dengan urutan hak (
%yah3ibu kandung
'audara saudara kandung
!. "agi pasien kurang +) tahun tidak punya orang tua3berhalangan, urutan hak (
%yah3ibu adopsi
'audara#saudara kandung
Induk semang
d. "agi pasien dengan gangguan mental, urutan hak (
%yah3ibu kandung
,ali yang sah
'audara#saudara kandung
e. "agi pasien dewasa dibawah pengampuan (!uratelle) (
,ali
Kurator
f. "agi pasien dewasa telah menikah3orangtua
'uami3istri
%yah3ibu kandung
%nak#anak kandung
'audara#saudara kandung
@. -ara menyatakan persetujuan
$ertulisD mutlak pada tindakan medis resiko tinggi
;isanD tindakan tidak beresiko
7. 2enis tindakan medis yang perlu informed !onsent disusun oleh komite medik ditetapkan
pimpinan &'.
)8. $idak diperlukan bagi pasien gawat darurat yang tidak didampingi oleh keluarga pasien.
).. 0ormat isian informed !onsent persetujuan atau penolakan
o Diketahui dan ditandatangani oleh kedua orang saksi, perawat bertindak sebagai salah
satu saksi
o Materai tidak diperlukan
o 0ormulir asli harus dismpan dalam berkas rekam medis pasien
o 0ormulir harus ditandatangan +/ jam sebelum tindakan medis dilakukan
o Dokter harus ikut membubuhkan tanda tangan sebagai bukti telah diberikan informasi
o "agi pasien3keluarga buta huruf membubuhkan !ap jempol ibu jari tangan kanannya
)/. 2ika pasien menolak tandatangan surat penolakan maka harus ada !atatan pada rekam
medisnya.
1)
,... As!ek H'k'm dan Sanksi
). asal ).+8 K4Gerdata syarat syahnya persetujuan
o 'epakat mereka yang mengikatkan diri
o Ke!akapan untuk berbuat suatu perikatan
o 'uatu hal tertentu
o 'uatu sebab yang halal
+. asal ).+) tiada sepakat yang syah apabila sepakat itu diberikan karena kehilafan atau
diperlukan dengan paksaan atau penipuan
.. K4Gidana pasal .9)
o enganiayaan dihukum dengan hukum penjara selama#lamanya dua tahun delapan
bulan.
o Menjadikan luka berat hukum selama#lamanya 9 tahun (K4G +8)
o Membuat orang mati hukum selam#lamanya < tahun (K4G ..@)
/. 44 6o. +.3)77+ tentang kesehatan pasal 9.
o $enaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan
tugas sesuai dengan profesinya
o $enaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi
standar profesi dan menghormati hak pasien
o Gak pasien antara lain D hak informasi, hak untuk memberikan persetujuan, hak atas
rahasia kedokteran dan hak atas pendapat kedua (se!ond opinion).
9. 44 6o. +73+88/ tentang raktik Kedokteran pasal /9 ayat ()), (+), (.), (/), (9,) (>)
'etiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau dokter
gigi terhadap pasien harus mendapat persetujuan
>. ermenkes 6o. 9@93)7@7 tentang persetujuan tindakan medis
Dokter melakukan tindakan medis tanpa informed !onsent dari pasien atau keluarganya saksi
administratif berupa pen!abutan surat ijin prakteknya.
DA:TAR *STAKA
%gus M. %lgoAi. .ekam Medis Departemen /lmu 0edokteran 1orensik dan Medikolegal. 0K 46%I&#
&'. D&. 'oetomo. 'urabaya.
%bouNahr), -arla F "oerma),$ies ! 2ealth information systems3 the foundations of public health in
4ulletin of the 5orld 2ealth 6rgani7ation %ugust +889, @. (@)
-hadha,.=ijay.)779./lmu 1orensik dan 8oksikologi.2akarta(,idya Medika Indonesia.
Departemen Kesehatan &I., Pedoman 9istem Pencatatan .umah 9akit .ekam medis:Medical
.ecord , )77/
Ganafiah M2, %mir %mri. 'tika 0edokteran dan 2ukum 0esehatan Edisi .. 2akarta( E?- . )77@
6ational -an!er Institute. % ?uide to 4nderstanding Informed -onsent. %1ailable
at(wwww.!an!er.go13-lini!al$rials
,orld Gealth 5rganiAation, Medical .ecords Manual , % ?uide for De1eloping -ountries, +88>
Diakses dari http(33www.ilunifk@..!om3t)/.#informed#!onsent
2+