Anda di halaman 1dari 26

Search

Juliana Maisyara
Miracle can be happen anytime & anywhere
Home
Manajemen SOSRO dari Hulu Hingga Hilir
I. PENDAHULUAN
Masyarakat Indonesia sangat menyukai minuman teh. Hasil survei oleh berbagai lembaga riset
antara lain AC Nielsen, MARS dan SWA, sejak tahun 1999 hingga kini menunjukkan, tingkat
penetrasi pasar untuk teh mencapai lebih dari 95 persen. Itu artinya, minuman teh nyaris telah
atau pernah dikonsumsi oleh setiap anggota masyarakat. Bahkan riset dari MARS di lima kota
besar di Indonesia yakni Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, dan Semarang, menunjukkan,
penetrasi pasar oleh minuman teh lebih tinggi dari minuman kopi yang hanya dikonsumsi oleh
79 persen penduduk Indonesia khususnya di perkotaan. Meski belum ada data atau statistik yang
pasti, namun persentase terbesar dari penjualan teh masih dipegang oleh teh bubuk, lalu disusul
oleh teh dalam kemasan botol dan selanjutnya teh dalam kemasan lain seperti teh celup, teh
instan,dan lain-lain. Membicarakan produk teh dalam kemasan botol, selama hampir satu dekade
hanya ada satu nama yang melekat, yaitu Sosro. Kontribusi terbesar bagi pemasukan PT. Sinar
Sosro berasal dari penjualan teh botol. Sulit mendapatkan statistik yang pasti, namun dengan
fakta di lapangan di mana hampir setiap toko semuanya menjual produk teh botol, diperkirakan
lebih dari 90 persen pemasukan Sosro berasal dari teh botol. Distribusi Sosro mencakup hampir
seluruh wilayah nasional mulai dari Batam, Jabotabek, Jabar, Jatim, hingga Kalimantan dan
Sulawesi. Bahkan teh dalam kemasan botol Sosro diekspor ke Australia, Vietnam, Brunei
Darussalam dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, pada makalah ini akan dibahas mengenai Teh
Botol Sosro (profil perusahaan, industri hulu dan hilir, produk utama dan produk pesaing).
II. PEMBAHASAN
2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
Merk Sosro yang telah dikenal oleh masyarakat sebenarnya merupakan penggalan dari nama
pendirinya yaitu Sosrodjojo yang mulai merintis usaha teh wangi melati pada tahun 1940 di kota
kecil Slawi, Jawa Tengah. Teh wangi melati yang diperkenalkan pertama kali bermerk Cap
Botol.
Pada tahun 1965, teh wangi melati merk Cap Botol yang sudah terkenal di daerah Jawa mulai
diperkenalkan di Jakarta. Pada saat itu, teknik mempromosikan teh wangi melati merk Cap Botol
di Jakarta dinamakan strategi promosi Cicip Rasa yang dilakukan dengan cara mendatangi
tempat-tempat keramaian untuk membagikannya secara cuma-cuma kepada penonton. Selain itu,
juga dilakukan demo cara menyeduh teh wangi melati tersebut yang kemudian dibagikan agar
dapat dicicipi langsung oleh penonton sehingga mereka yakin bahwa ramuan teh wangi melati
merk Cap Botol adalah teh yang memiliki mutu dan kualitas yang baik.
Teknik merebus teh langsung di tempat keramaian tersebut dipandang tidak efektif karena
membutuhkan waktu yang cukup lama dalam penyeduhan teh, sehingga menimbulkan kendala.
Penonton yang sudah berkumpul menjadi tidak sabar dan banyak yang meninggalkan arena
demo sebelum sempat mencicipi seduhan teh tersebut. Untuk menanggulangi kendala tersebut,
maka Bapak Sosrodjojo menempuh cara lain yaitu penyeduhan teh dilakukan di kantor dan
dimasukkan ke dalam panci dan kemudian dibawa dengan kendaraan menuju tempat-tempat
keramaian untuk dipromosikan.
Ternyata teknik kedua tersebut juga masih mengalami kendala, yaitu air teh yang dibawa dalam
panci banyak yang tertumpah sewaktu dalam perjalanan karena kondisi kendaraan dan jalan-
jalan di Jakarta pada saat itu belum sebaik sekarang. Akhirnya ditempuh cara lain, yaitu air teh
yang telah diseduh di kantor kemudian ditaruh di dalam botol-botol bekas limun atau kecap yang
telah dibersihkan terlebih dahulu untuk selanjutnya dibawa ke tempat-tempat kegiatan promosi
Cicip Rasa berlangsung. Ternyata cara yang ketiga ini berjalan baik dan terus dipakai selama
bertahun-tahun.
Setelah bertahun-tahun dilakukan teknik promosi Cicip Rasa, akhirnya pada tahun 1969 muncul
gagasan menjual air teh siap minum dalam kemasan botol dengan merk Teh Botol Sosro (TBS).
Merk tersebut dipakai untuk mendompleng merk Teh seduh Cap Botol yang sudah lebih dulu
populer dan mengambil bagian dari nama belakang keluarga Sosrodjojo.
Desain botol pertama adalah pada tahun 1970 dan desain botol tidak berubah lebih dari dua
tahun. Untuk desain botol kedua yaitu pada tahun 1972 juga bertahan sampai dengan dua tahun.
Pada tahun 1974, dengan didirikannya PT. Sinar Sosro di kawasan Ujung Menteng, maka desain
botol TBS berubah dan bertahan sampai sekarang. Pabrik tersebut merupakan pabrik teh siap
minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan di dunia.
Seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, maka sejak Tanggal 27 November 2004, PT
Sinar Sosro dan PT Gunung Slamat bernaung dibawah perusahaan induk (holding company)
yakni PT Anggada Putra Rekso Mulia (Grup Rekso) .

2.2 Lokasi dan Tata Letak Perusahaan
PT. Sinar Sosro mempunyai perkebunan teh afiliasi yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa
Barat dengan total luas lahan mencapai 1.587 hektare. Rinciannya; (1) Garut dengan luas 455 ha
dengan ketinggian 1.000-1.250 meter di atas permukaan laut; (2) Cianjur dengan luas 400 ha
dengan ketinggian 1.000-1.250 meter di atas permukaan laut; (3) dan Tasikmalaya dengan luas
732 ha dengan ketinggian 800-950 meter di atas permukaan laut. Di Garut dan Cianjur,
perkebunan ini dikelola lewat bendera PT Agropangan Putra Mandiri. Sementara di
Tasikmalaya, lewat bendera PT Sinar Inesco. Sosro memiliki beberapa pabrik yang tersebar,
yaitu :
1. Pabrik Produk Teh Botol Sosro, berada di Jakarta ( Cakung ), Pandeglang Jawa Barat,
Ungaran Jawa Tengah, Surabaya Jawa Timur, Medan Sumatera Utara, Gianyar
Bali, dan Cibitung Jawa Barat.
2. Pabrik Peracikan Teh Wangi Melati, berada di Slawi Jawa Tengah.
3. Pabrik Kemasan Tetra, Kaleng dan Air Mineral berada di Tambun Bekasi.
2.3 Visi dan Misi Perusahaan
a. Visi perusahaan
Menjadi perusahaan minuman yang dapat melepaskan rasa dahaga konsumen, kapan saja,dimana
saja, serta memberikan nilai tambah kepada semua pihak terkait (Total Beverage Company).
b. Misi perusahaan
1. Membangun merk Sosro sebagai merek teh yang alami, berkualitas, dan unggul.
2. Melahirkan merk dan produk minuman baru, baik yang berbasis teh maupun non-teh, dan
menjadikannya pemimpin pasar dalam kategorinya masing-masing.
3. Membangun dan memimpin jaringan distribusi.
4. Menciptakan dan memelihara komitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang, baik dalam
volume penjualan maupun penciptaan pelanggan.
5. Membangun sumber daya manusia dan melahirkan pemimpin yang sesuai dengan nilai-nilai
utama perusahaan.
6. Memberikan kepuasan kepada para pelanggan.
7. Menyumbang devisa bagi negara.

2.4 Produk Yang Dihasilkan
Sejalan dengan perkembangan perusahaan, produk yang dihasilkan tidak hanya produk minuman
berbasis teh. Gambar 2.1 menunjukkan produk yang telah dihasilkan oleh PT. Sinar Sosro di
Indonesia :

Gambar 2.1 Produk PT. Sinar Sosro
2.5 Teh Botol Sosro dari Hulu ke Hilir
1. Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan Teh Botol Sosro adalah teh kering, gula pasir, dan
air.
a. Teh Kering
Teh kering yang digunakan untuk produksi TBS adalah Teh SPRR atau lebih dikenal dengan
jasmine tea. Teh SPRR merupakan jenis teh yang dalam proses pengolahannya menjadi teh
kering tidak melalui tahap fermentasi dan diberi aroma bunga melati. Superior dalam tingkat
kualitas teh menunjukkan bahwa teh tersebut adalah grade pertama, meskipun standar superior
sendiri berbeda untuk masing-masing perkebunan. Secara lebih spesifik jenis teh yang digunakan
memiliki perbandingan tertentu antara lain jenis peko, jikeng dan tulang. Teh SPRR yang
digunakan di PT. Sinar Sosro berasal dari Gunung Slamat Slawi, yang merupakan bagian grup
Sosro. Teh SPRR dikemas dengan kemasan dua lapis. Pada bagian luar memakai karung goni
sedangkan pada bagian dalam memakai kantong plastik. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi
teh kering dari air dan udara lembab. Setiap karung Teh SPRR beratnya adalah 25,5 kg.
b. Gula pasir
Gula berfungsi untuk memberikan rasa manis pada produk yang dihasilkan (TBS). Gula pasir
yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan proses produksi merupakan gula pasir terbaik
yang diimpor dari Thailand karena gula tersebut memiliki keunggulan dibandingkan dengan gula
lokal terutama dalam hal warna dan kesadahannya. Untuk kesadahannya, gula impor memiliki
kesadahan yang rendah dibanding dengan gula lokal. Hal ini dikarenakan, kesadahan yang tinggi
akan membuat warna sirup gula menjadi keruh dan menimbulkan endapan.
c. Air
Air yang digunakan oleh PT. Sinar Sosro berasal dari air bawah tanah. Kebutuhan akan air di
sekitar lingkup perusahaan terlebih dahulu dilakukan pengolahan dalam unit pengolahan air
(WT) agar diperoleh air yang standar.
2. Bahan Pengemas
a. Crown cork
Crown cork terbuat dari logam dan didalamnya dilapisi dengan PVC. Crown cork berfungsi
sebagai penutup botol agar produk aman dari pengaruh udara luar dan dapat juga digunakan
sebagai identitas suatu produk. Crown cork dikemas dalam kardus dengan jumlah 10000 tiap
kardus. Penyimpanannya diletakkan di gudang penyimpanan Crown cork yang luasnya setengah
dari gudang penyimpanan gula. Untuk menghindari kontak langsung antara lantai dengan crown
cork (mencegah kontaminasi), maka lantainya dilapisi dengan pallet. Setiap pallet terdapat 45
kardus crown cork, dengan 5 tumpukan untuk setiap palletnya. Penumpukan crown cork di
dalam gudang disusun berdasarkan sistem FIFO. Masuk dan keluarnya crown cork dari gudang
dilakukan menggunakan forklift. Crown cork ini disuplai dari PT. Indonesia Multi Colour
Printing (IMCP) dan PT. ATP.
b. Botol
Botol merupakan bahan pengemas yang langsung kontak dengan produk. Botol yang digunakan
terbuat dari bahan kaca yang tahan panas. Volume kemasan dalam botol untuk masing-masing
produk berbeda. Volume untuk produk TBS adalah sebesar 220 ml. Sebelum botol digunakan
untuk proses produksi, botol disimpan dalam gudang peti botol (PB). Supplier untuk botol TBS
yaitu PT. Mulia Industrindo dan PT. Iglass.
c. Krat
Krat terbuat dari plastik berwarna merah. Krat merupakan bahan pengemas yang tidak langsung
kontak dengan produk, melainkan hanya berfungsi melindungi botol supaya tidak pecah ketika
pengangkutan. Krat digunakan untuk memuat botol-botol baik botol kosong maupun botol isi.
Satu krat memuat 24 botol. Selama krat masih dalam keadaan baik, krat tersebut masih terus
dipakai.
Dalam pengembangan bisnisnya, PT. Sinar Sosro telah mendistribusikan produknya ke seluruh
penjuru Nusantara, melalui lebih dari 150 kantor cabang penjualan, serta beberapa Kantor
Penjualan Wilayah (KPW). Selain mendistribusikan, kantor penjualan juga bertugas dalam
penarikan kembali botol botol kosong (returnable glass bottle).
Di bawah kantor penjualan, selanjutnya jalur distribusi memiliki tiga tingkat :
(1) Agen / Sub-distributor / Wholesaler yang dilingkungan Sinar Sosro disebut Dister.
(2) Sub-Wholesaler, yang sering juga disebut sub agen
(3) Retailer (pengecer) untuk tingkat Dister dikenal Dister Aktif (DA) dan Dister Pasif (DP). DA
tidak hanya menunggu pembeli dating ke tempatnya, tapi juga mendistribusikan produk hingga
tingkat pengecer. Sedangkan DP hanya menunggu pembeli datang ke tempatnya.
Di Indonesia, jumlah Dister terbanyak berada di Jakarta, mencapai 60 Dister. Adapun untuk level
pengecer, Sinar Sosro menyegmentasikan dalam 7 segmen (dalam istilah mereka klasifikasi
outlet) yaitu : kantin / kafe, lokasi makan (resto), street market (toko, warung, PKL),
supermarket, hotel dan tempat hiburan, nstitusi (koperasi), dan end user. Diperkirakan jumlah
gerainya mencapai lebih dari 600 ribu. Melalui jalur jalur distribusi itulah produk Sinar Sosro
dipasarkan hingga end user. Sepintas pola seperti ini terkesan sangat sederhana dan mudah
ditiru, tetapi nyatanya kompetitor sangat sulit menerapkan pola seperti itu.
Selain di dalam negeri, produk PT. Sinar Sosro sudah merambah pasar Internasional dengan
upaya mengekspor produk-produk dalam kemasan kotak dan kaleng ke beberapa Negara seperti
Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, sebagian Timur Tengah, Afrika, Australia, dan
Amerika.

2.6 Strategi Sosro Melawan Produk Pesaing
Sebelum sosro hadir, ada sebuah perusahaan asing yang ingin mengeluarkan produk teh dalam
botol seperti yang dilakukan sosro saat ini. Saat itu sebuah perusahaan menyewa jasa sebuah biro
riset pemasaran untuk menguji kelayakan dan prospek produk tersebut di Indonesia. Setelah
meneliti dan mengamati kebiasaan minum teh di masyarakat sang biro pun menyimpulkan
bahwa produk ini tidak memiliki prospek bagus untuk dipasarkan di Indonesia. Biro itu beralasan
bahwa budaya minum teh pada bangsa Indonesia umumnya dilakukan pagi hari dalam cangkir
dan disajikan hangat sehingga kehadiran teh dalam kemasan botol justru akan dianggap sebuah
keanehan. Namun Sosrodjojo berpikir sebaliknya.
Dari awal produk ini ditargetkan untuk konsumen yang sering melakukan perjalanan seperti
supir dan pejalan kaki. Sosro menyadari bahwa segmen konsumen ini memiliki keinginan
hadirnya minuman yang dapat menghilangkan dahaga di tengah kelelahan dan kondisi panas
selama perjalanan. Atribut kepuasan ini dicoba untuk dipenuhi dengan menghadirkan minuman
teh dalam kemasan botol yang praktis dan tersedia di kios-kios sepanjang jalan. Untuk
menambah nilai kepuasan teh botol ini disajikan dingin dengan menyediakan boks-boks es pada
titik-titik penjualannya (penggunaan kulkas pada saat itu belum lazim).
Dari sisi penguasaan pasar, Bambang Bhakti, pengamat pemasaran, menaksir PT. Sinar Sosro
menguasai 90% industri minuman teh dalam kemasan di lingkup domestik. Di industri minuman
dalam kemasan, teh sendiri mengambil porsi 30%, sementara sisanya dikuasai air mineral (40%)
dan carbonated softdrink (20%). Semenjak diluncurkan pada tahun 1970, produk teh botol sosro
baik rasa, kemasan logo maupun penampilan tidak mengalami perubahan sama sekali. Bahkan
ketika perusahaan multinational Pepsi dan Coca cola masuk melalui produk teh Tekita dan
Frestea, Sosro tetap tak bergeming. Alih-alih merubah produknya, dengan cerdas sosro justru
melakukan counter branding dengan mengeluarkan produk S-tee dengan volume yang lebih
besar. Strategi ini ternyata lebih tepat, kedua perusahaan multinasional itu pun tak berhasil
berbuat banyak untuk merebut hati konsumen Indonesia.
Dalam melakukan pengembangan brand PT. Sinar Sosro menerapkan beberapa strategi.
diantaranya adalah :
1. Line Extension dengan mengeluarkan produk Fruit Tea dengan pangsa pasar generasi
muda, dan juga peluncuran produk Tebs untuk menarik minat pelanggan yang
mengkonsumsi minuman berkarbonasi. Kedua produk ini dapat meraih sukses di pasar,
terutama untuk produk Fruit Tea yang kemudian mulai menggerogoti pasar dari minuman
berkarbonasi. Akibat dari itu, maka kemudian produk ini diikuti oleh Coca Cola yang
merasa terancam dengan mengeluarkan produk Fruitcy. Kesuksesan produk ini adalah
karena kekuatan saluran distribusi dari PT. SInar Sosro, dan dengan produk Fruit Tea dan
Tebs sekali lagi PT. Sinar Sosro menghadirkan inovasi dan menjadi pioneer dengan
menyajikan produk teh dengan rasa buah dan produk teh yang mengandung soda.
2. Brand Extension dengan meluncurkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
dengan merek PRIMA. Walaupun dengan dukungan saluran distribusi yang baik namun
PRIMA tidak dapat merebut pasar AMDK yang sudah dikuasai oleh AQUA.
Brand equity Sosro sudah sangat kuat di masyarakat. Di Bandung Selatan ada produk yang mirip
TBS, baik dari segi rasa maupun kemasan. Namanya, Teh Bintang, keluaran PT Bevera Makmur
Cemerlang (BMC) yang beroperasi dari daerah Holis-Cimahi. Dari sisi desain hampir mirip, di
atas kanan tulisan Teh Bintang ada gambar bintang berwarna merah yang memuat tulisan
SOBO. Sementara di sebelah kirinya ada tulisan label Halal. Adapun di bagian bawah
tercantum tulisan Tanpa Bahan Pewarna. Kendati model botolnya tidak sama, sekilas hampir
mirip karena ukurannya sama. Keberadaan dan penetrasi pasar Teh Bintang ini diakui salah
seorang tim penjualan Sinar Sosro cukup merepotkan dan menggerogoti pasarnya. Terutama di
kawasan Bandung Selatan. Banyak warung di daerah Soreang dan sekitarnya yang menjual Teh
Bintang ini. Sayangnya, ketika dikonfirmasi ke BMC, perusahaan yang dikembangkan Rudy
Sumawidjaja sejak 1994 ini keberatan memaparkan kinerjanya. Yang jelas, ia mengklaim
pertumbuhan Teh Bintang cukup bagus, sanggup menghidupi 200 karyawan, dan mampu
bersaing dengan pemain-pemain teh botol kecil yang jumlahnya cukup banyak di Bandung,
seperti Teh Putri Gunung dan Teh Gincu. Akan tetapi, hal ini tidak mampu menggoyahkan posisi
Teh Botol Sosro dari pasaran karena didukung oleh distribusi market yang luas, loyalitas
konsumen, jumlah persediaan botol di pasaran, dan lain-lain.
Pesaing lain yang mengancam posisi Teh Botol Sosro adalah Freshtea dari PT. Coca Cola. Untuk
menjangkau segmen konsumen yang lebih besar lagi, di akhir tahun 2002 Coca-Cola
menyediakan Freshtea dalam kemasan kotak yang diistilahkan sebagai kemasan santai. Bambang
Chriswanto, National Corporate Affairs Manager PT Coca-Cola Amatil Indonesia mengatakan,
tujuan pihaknya menyediakan Freshtea dalam kemasan santai tak lain ingin memberikan
alternatif pilihan bagi konsumen terutama konsumen yang memiliki karakteristik aktif dan kerap
melakukan perjalanan.Awalnya kita memang hanya menyediakan Freshtea dalam kemasan isi
ulang atau botol. Namun seiring dinamika kebutuhan konsumen yang memiliki karakteristik
seperti disebutkan di atas, kami melihat bahwa konsumen perlu diberi alternatif, katanya. Dari
10 pabrik yang memproduksi Freshtea, baru pabrik di Cibitung, Bekasi, yang menghasilkan
kemasan santai dengan kapasitas produksi 1000 kemasan per menit. Bambang mengatakan,
respon konsumen terhadap Freshtea dalam kemasan santai cukup baik, yang terefleksi pada
pertumbuhan penjualan yang cukup tinggi kendati belum bisa menyamai penjualan Freshtea
dalam kemasan isi ulang. Namun ini katanya semata-mata hanya masalah waktu. Soalnya,
kemasan isi ulang lebih dulu hadir ketimbang kemasan santai. Ke depan, bukan tidak mungkin
keduanya akan sama besarnya, kata Bambang. Boleh dikata, kini Coca Cola bersaing head to
head dengan Sosro yang mengusung teh botol dan Fruit Tea. Distribusi atau ketersediaan
(availability) menjadi kunci sukses pemasaran. Sosro dikenal memiliki jaringan distribusi yang
sangat mengakar. Survei AC Nielsen beberapa waktu lalu menemukan availability Sosro
mencapai 100 persen. Namun Coca-Cola juga tidak kalah kuat dalam saluran distribusi. Database
Coca-Cola diketahui memiliki ratusan ribu warung pinggir jalan yang siap menjajakan produk
Coca-Cola termasuk Freshtea.

III. KESIMPULAN
1. Industri hulu Sosro sudah bagus karena Sosro memiliki perkebunan teh sendiri sehingga
mempraktiskan supply chain. Akan lebih bagus lagi bila suplai gula diperoleh dari dalam
negeri dengan pertimbangan kualitas gula dalam negeri sama dengan gula impor,
sehingga dapat mengurangi jumlah impor gula di Indonesia.
2. Distribusi pasar yang dimiliki Sosro sudah bagus. Dengan demikian sistem distribusi
harus dipertahankan sebagai dasar yang kuat bagi Sosro dan memperbaiki kekurangan
yang dimiliki, misalnya dengan memberi denda pada Dister yang mengembalikan botol
kosong dalam keadaan pecah. Selain itu diharapkan Sosro dapat menjalin kerja sama atau
partnership yang lebih baik lagi dengan distributor yang ada.
3. Diharapkan Sosro lebih memperhatikan market yang ada dengan tidak hanya
memperbesar jumlah penjualannya tetapi juga dilihat dari harga dan selera konsumen.
Dan diharapkan pula Sosro bisa melihat pasar yang ada dengan segmentasi, target, dan
positioning yang lebih kuat lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. http://www.sosro.com.
Anonim. 2010. Studi Kasus Strategi Bersaing pada PT. Sosro. Dalam
http://aslam91.blogspot.com/2010/06/study-kasus-strategi-bersaing-pada-pt.html.
Fransisca, J. 2006. Strategi Sosro dalam Mempertahankan Eksistensinya dalam Persaingan.
Universitas Kristen Krida Wacana.
Maisyara, Juliana. 2009. Proses Produksi Teh Botol Sosro di PT Sinar Sosro Ungaran. Laporan
Kerja Praktek Program Studi Teknik Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Tidak
Diterbitkan.
Pambudi,T. Sosro, Mengalir Sampai Jauh. Dalam http://meiditami.blogspot.com/

Karya Tulis PT. Sinar Sosro Document Transcript
1. LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRIPT. SINAR SOSRO, CAKUNGLAPORAN
INI DISUSUN SEBAGAI SALAH SATUTUGAS WAJIB UNTUK SELURUH
SISWA/SISWI KELAS XIOleh1. Eko Waluyo Prasetya ( 10 )2. Feviana Hanum ( 11 )3.
Indriana Puspaningrum ( 14 )4. Selvi Sumardin ( 30 )Kelas XI IPA 2Th. Ajaran
2012/2013SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1WONOSARI-KLATEN2013
2. iLAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRIPT. SINAR SOSRO, CAKUNGLAPORAN
INI DISUSUN SEBAGAI SALAH SATUTUGAS WAJIB UNTUK SELURUH
SISWA/SISWI KELAS XIOleh1. Eko Waluyo Prasetya ( 10 )2. Feviana Hanum ( 11 )3.
Indriana Puspaningrum ( 14 )4. Selvi Sumardin ( 30 )Kelas XI IPA 2Th. Ajaran
2012/2013SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1WONOSARI-KLATEN2013
3. iiLEMBAR PENGESAHANPembina IIWakasek KesiswaanDRS. SURYO LELONO
SUHARDINIP. 19640218 199403 1 004MenyetujuiMengetahuiKepala SekolahSMA
Negeri 1 WonosariDRS. H. SUPARDI, S.H, M.PDNIP. 19540520 198304 1
003Wonosari, 31 Maret 2013Pembina IWali KelasENY WIDYASTUTI, S.PDNIP.
19690615 199802 2 003
4. iiiMOTTO1. Uang tidak dapat dimakan, uang tidak dapat dikembangkan, dan
uangtidak dibawa ke liang lahat. Jadi, jangan bergantung pada uang.2. Envy never
enriched someone.3. Budaya itu keanekaragaman. Keanekaragaman itu bukan hal yang
harusmemecah belah, melainkan suatu kekayaan yang pantas dibanggakan.4. Perjalanan
hidup manusia itu dinamis. Jangan dibuat statis.5. Honestly is the best policy.6. Visi
tanpa misi adalah mimpi disiang bolong. Misi tanpa visi adalahmimpi buruk dimalam
yang gelap.7. Di mata manusia, cantik, baik, kaya, itu relatif. Tapi di mata Tuhan,
semuasama.8. Nothing is more valuable to someone than courstesy9. Kesalahan memang
manusiawi, tapi penghapus juga akan habisseiringdengan kesalahan yang dilakukan.10.
To speak without thinking is to shoot without butt.11. Wisdom is only found in truth.
5. ivPERSEMBAHANKarya tulis ini dipersembahkan penulis kepada:1. ALLAH SWT
yang telah memberikan segala kenikmatan kepada hamba-Nya.2. Orang tua penulis yang
telah memberikan dukungan, baik materi maupunnon materil.3. Bapak Drs. H. Supardi
Moertopo, SH, M.Pd, selaku Kepala Sekolah SMANegeri 1 Wonosari, yang telah
memberi semangat dan tak henti-hentinyamendukung siswa/siswinya untuk maju.4.
Bapak Drs. Suryo Lelono Suhardi, selaku Wakasek Kesiswaan dan gurubidang studi
Kimia yang telah memberikan teori kepada penulis danmembimbing penulis dalam
melaksanakan Kunjungan Industri.5. Ibu Eny Widyastuti, selaku Wali Kelas XI IPA 2
dan sebagai guru bidang studiFisika yang telah memberikan pelajaran dan bimbingan
kepada penulisdalam kegiatan Kunjungan Industri dan membimbing
terselesaikannyaKarya Tulis ini.6. Teman-teman sekeluarga besar XI IPA 2
(GENIUSCIEDA), yang selalubersama menimba ilmu di SMA Negeri 1 Wonosari dan
telah membantudalam penyusunan karya tulis ini.7. Kakak kelas XII dan adik kelas X
yang telah member dukungan.
6. vKATA PENGANTARAssalamualaikum Wr. Wb.Puji syukur kehadirat Allah SWT
karena rahmat dan karunia-Nya kamidapat menyelesaikan laporan Kunjungan Industri
ini. Laporan ini ditulis untukmemenuhi tugas wajub bagi seluruh siswa/siswi kelas
XI.Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan karyailmiah ini.
Maka dari itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yangmembangun dari pembaca.
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada :1) Bapak kepala sekolah, serta
bapak/ibu guru serta staf karyawan SMA N 1WONOSARI yang telah mendukung
terlaksanakannya program studilapangan ini.2) Ibu Eny Widyastuti, S.Pd, M.Pd selaku
wali kelas XI IPA 2 yang telahmembimbing dan mendidik kami dengan sebaik
mungkin.3) Orang tua yang telah memberikan bantuan moril kepada kami4) Segenap staf
CV.Persada Indah Tour yang telah mengantar kami ke tempattujuan dengan selamat
tanpa halangan suatu apapun.5) PT. sinar sosro yang telah mengijinkan kami
mengunjungi perusahaanya.Akhir kata, penulis berharap semoga karya tulis ini dapat
bermanfaat sertadapat menambah pengetahuan bagi kita semua.Wassalamualaikum
wr.wbWonosari, 31 Maret 2013Penulis
7. viDAFTAR ISIHALAMAN
JUDUL........................................................................................ iLEMBAR
PENGESAHAN ............................................................................. iiMOTTO
...........................................................................................................
iiiPERSEMBAHAN............................................................................................ ivKATA
PENGANTAR ..................................................................................... vDAFTAR
ISI.................................................................................................... viBAB I
PENDAHULUAN................................................................................ 11.1 Latar Belakang
..................................................................................... 11.2 Rumusan
Masalah................................................................................ 21.3 Tujuan
.................................................................................................. 21.4 Manfaat
................................................................................................ 31.5 Ruang
Lingkup..................................................................................... 41.6 Sumber
Data......................................................................................... 51.7 Metode
Penulisan................................................................................. 51.8 Sistematika Penulisan
.......................................................................... 5BAB II TINJAUAN UMUM
........................................................................... 72.1 Lokasi PT. Sinar
Sosro......................................................................... 72.2 Sejarah Singkat Berdirinya PT.
Sinar Sosro ........................................ 72.3 Visi Misi PT. Sinar
Sosro..................................................................... 92.4 Jenis Usaha (Produk
Keluaran)............................................................ 92.5 Struktur Organisasi di Pabrik
............................................................... 172.4.1 Bagan Organisasi
........................................................................ 172.4.2 Tugas dan Fungsi Masing Masing
Jabatan................................. 182.6 Sistem Manajemen
............................................................................... 182.5.1 Cara Perekrutan Karyawan
......................................................... 182.5.2 Sistem
Penggajian....................................................................... 182.5.3 Sistem Pengembangan
Tenaga Kerja ......................................... 19BAB III
PROSES............................................................................................. 203.1 Peralatan yang
digunakan..................................................................... 20
8. vii3.2 Bahan dan Cara Pengadaannya ............................................................ 203.3
Proses Pembuatan................................................................................. 223.4
Pengemasan.......................................................................................... 243.5 Pemasaran
dan Distribusi..................................................................... 253.6 Sistem Sanitasi
..................................................................................... 363.6.1 Jenis
Limbah............................................................................... 363.6.2 Cara Penanganan
Limbah ........................................................... 36BAB IV PENUTUP
......................................................................................... 414.1
Kesimpulan........................................................................................... 414.2 Kritik dan
Saran ................................................................................... 41DAFTAR PUSTAKA
...................................................................................... viiiLAMPIRAN
DOKUMENTASI....................................................................... ix
9. 1BAB IPENDAHULAN1.1 Latar Belakang MasalahDewasa ini, banyak ditemukan
produk makanan dan minuman yangmengandung bahan-bahan yang tidak layak
konsumsi dan berbahaya bagikesehatan. Selain itu, limbah hasil proses pembuatan
makanan/minumanjuga banyak mencemari lingkungan yang akan berdampak sangat
burukterhadap keseimbangan alam.Sebagai pelajar Sekolah Menengah Atas, khususnya
jurusan IlmuPengetahuan Alam, siswa/siswi sudah sangat banyak mendapat
materipelajaraan yang berkenaan dengan ilmu Matematika, Fisika, Kimia, danBiologi
yang mempelajari hal-hal menyangkut permasalahan-permasalahan seperti yang
disebutkan di atas. Sudah selayaknya bagipelajar SMA, tidak hanya ditempa dengan teori
dan rumus yang ada. Olehkarena itu, sekolah mengadakan kegiatan Kunjungan Industri
yangdiharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan siswa/siswi dalammenerapkan
teori-teori yang telah dipelajari di sekolah dengan melakukanpengamatan langsung di
lapangan melalui kegiatan Kunjungan Industri.Selain itu, dunia kerja dan perindustrian
adalah dua hal mutlak yangperlu diketahui dalam menerapkan berbagai ilmu pengetahuan
yang telahdipelajari. Maka dari itu, lunjungan industri ini sangat dibutuhkan
untukmembentuk generasi dan atau alumni sekolah yang mempunyai bekal danmental
yang baik untuk menembus dunia kerja di masa yang akan datangdan juga untuk
memberi motivasi yang dapat meningkatkan semangatdalam belajar.Pada kesempatan
kali ini, pihak sekolah mengadakan kegiatanKunjungan Industri di Provinsi DKI Jakarta,
tepatnya industri PT. SinarSosro.
10. 21.2 Rumusan MasalahSesuai dengan latar belakang yang mendasari Kunjungan
Industri ke PT.Sinar Sosro, maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah
sebagaiberikut:1. Pelajaran apa yang dapat dipetik dari sejarah berdirinya PT.
SinarSosro?2. Apa saja produk keluaran PT. Sinar Sosro dan apa bahan bakunya?3.
Bagaimana proses pembuatan produk-produk PT. Sinar Sosro,khususnya Teh Botol
Sosro?4. Bagaimana struktur organisasi di PT. Sinar Sosro dan bagaimana gariskomando
atau garis koordinasinya?5. Bagaimana sistem manajemen (cara perekrutan
karyawan,penggajian, dan pengembangan tenaga kerja) di PT. Sinar Sosro?6. Bagaimana
sistem pemasaran dan distribusi produk keluaran Sosro?7. Bagaimana sistem sanitasi di
PT. Sinar Sosro, mencakup apa sajakahjenis limbah yang dihasilkan PT. Sinar Sosro,
dampak apakah yangditimbulkan limbah tersebut dan bagaimana penanganan
limbahtersebut?1.3 TujuanSesuai dengan rumusan masalah yang telah dibuat maka tujuan
dariKunjungan Industri ini, yaitu:1. Untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam
mempelajari bab yangsesuai dengan jurusan IPA tidak hanya sebatas teori, dan
praktiksederhana, tapi juga dengan praktik langsung di lapangan.2. Untuk mempelajari
penerapan ilmu pengetahuan yang telah dipelajarisebelumnya di sekolah.3. Sebagai
bahan utama pembuatan laporan Kunjungan Industri yangwajib untuk siswa/siswi kelas
XI.
11. 34. Agar dapat menambah wawasan mengenai dunia perindustrian yangbertaraf
internasional sebagai bekal untuk menembus dunia kerja dimasa yang akan datang.5.
Menanamkan motivasi belajar kepada masing-masing siswa, agarterpacu untuk
bergabung dengan industri-industri berkelas yang telahdikunjungi.6. Untuk mempelajari
lebih lanjut mengenai teh yang sudah menjadibagian dari masyarakat pada umumnya.7.
Untuk memahami sejarah singkat, jenis usaha termasuk produk-produk yang dipasarkan,
pendistribusian produk, proses pembuatanproduk-produk minuman yang diproduksi oleh
PT. Sinar Sosro,khususnya teh.8. Melihat secara nyata budaya industri bertaraf
internasional yangmenggunakan instrumen dan alat-alat modern yang berskala besar.1.4
ManfaatBerdasarkan latar belakang dan tujuan diharapkan setelah KunjnganIndustri
terlaksana, maka siswa/siswi akan memperoleh manfaat sebagaiberikut:1. Terpenuhinya
kebutuhan siswa dalam mempelajari bab yang sesuaidengan jurusan IPA tidak hanya
sebatas teori, dan praktik sederhana,tapi juga dengan praktik langsung di lapangan yang
sudah berskalainternasional.2. Mendapatkan pemahaman lebih setelah melakukan
penerapanlangsung dari berbagai macam ilmu yang telah diperoleh sebelumnyadi
sekolah.3. Mendapatkan bahan utama pembuatan laporan Kunjungan Industriyang wajib
dibuat oleh seluruh siswa/siswi kelas XI.4. Mendapatkan kontribusi utama berupa
tambahan wawasan mengenaidunia perindustrian yang bertaraf internasional sebagai
bekal untukmenembus dunia kerja di masa yang akan datang.
12. 45. Mendapatkan pelajaran mengenai sepak-terjang perindustrian yangberguna
sebagai motivasi belajar bagi masing-masing siswa, agar bisabergabung dengan industri-
industri berskala besar yang telahdikunjungi.6. Menambah wawasan siswa/siswi
mengenai teh yang sudah menjadibagian dari masyarakat Indonesia.7. Mengetahui
sejarah singkat, jenis usaha termasuk produk-produk lainyang dipasarkan, pendistribusian
produk, dan proses pembuatanproduk-produk keluaran PT. Sinar Sosro.8. Mampu
melihat dan memahami secara nyata mengenai budayaindustri bertaraf internasional yang
menggunakan instrumen dan alat-alat modern yang berskala besar.1.5 Ruang
LingkupBerdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, tujuan yang ingin dicapaiserta
manfaat yang diharapkan, maka perlu pengkajian hal-hal pokokberikut ini:1. Mengenali
lokasi pabrik.2. Mengenali sejarah berdirinya PT. Sinar Sosro.3. Mengidentifikasi
struktur organisasi di pabrik dari pegawai denganjabatan tertinggi sampai dengan
pegawai jabatan terendah.4. Mengidentifikasi sistem manajemen terkait masalah
perekrutankaryawan, sistem penggajian, dan pengembangan tenaga kerja.5.
Mengidentifikasi produk-produk keluaran PT. Sinar Sosro.6. Mengidentifikasi bahan-
bahan baku yang digunakan untuk produksi.7. Mengidentifikasi sumber atau asal-muasal
bahan baku yangdigunakan untuk produksi.8. Mengidentifikasi dan mengolah informasi
mengenai alat-alat yangdigunakan selama proses produksi.9. Mengidentifikasi proses
produksi sampai tahap pengemasan produk-produk keluaran PT. Sinar Sosro.
13. 510. Mengidentifikasi sistem distribusi dan pemasaran oleh PT. SinarSosro.11.
Mengidentifikasi dampak dari konsumsi produk-produk keluaran PT.Sinar Sosro.12.
Mengidentifikasi sistem sanitasi lingkungan terkait masalah limbahdan
penanganannya.13. Mengidentifikasi dan mengolah informasi terkait SDM di pabrik.14.
Mengidentifikasi sikap masyarakat terhadap produk-produk keluaranPT. Sinar Sosro.1.6
Sumber Dataa. Studi KepustakaanDalam hal ini pengumpulan data yang dilakukan
dengan caramenggunakan dan mempelajari buku-buku, internet, atau media lainyang ada
hubungannya dengan masalah karya tulis ini.b. Penelitian LapanganDalam hal ini
pengumpulan data yang dilakukan dengan caraobservasi (meninjau dan mengamati)
secara langsung. Selain itupenulis juga memanfaatkan kesempatan tanya-jawab yang
diberikanpihak industri/pabrik untuk melakukan interview (wawancara)
secaralangsung.1.7 Metode PenulisanMetode yang digunakan penulis dalam Kunjungan
Industri ini ialahmetode pendekatan deskriptif.1.8 Sistematika PenulisanPenulis membagi
Laporan Kunjungan Industri ini menjadi empat bab.Pada BAB I penulis mengemukakan
latar belakang, rumusan masalah,tujuan dan manfaat, ruang lingkup, sumber data, metode
penulisan dansistematika penulisan Selanjutnya, BAB II merupakan tinjauan umum
14. 6meliputi lokasi pabrik, sejarah berdirinya, produk-produk keluaran,struktur
organisasi, dan sistem manajemen di PT. Sinar Sosro. Pada BABIII, penulis akan
memberikan pembahasan terkait rumusan masalah yangbelum terjawab pada bab
sebelumnya. Terakhir, BAB IV yaitu penutup,penulis memberikan kesimpulan yaitu
jawaban atas rumusan masalah.Selain itu, pada BAB ini, penulis juga memberikan kritik
dan sarannya.
15. 7BAB IITINJAUAN UMUM2.1 Lokasi PabrikJl. Sultan Agung Km. 28 Kelurahan
Medan Satria Bekasi 171322.2 Sejarah Singkat Berdirinya PT. Sinar SosroCikal bakal
PT. Sosro bermula dari usaha keluarga Sosrodjojo yangmenjual teh wangi pada tahun
1940 di Kabupaten Slawi, Propinsi JawaTengah. Setelah 25 tahun menjual teh wangi,
keluarga Sosorodjojo mulaimengembangkan bisnis di Cakung. Kemudian pada tahun
1974, didirikanPT. Sinar Sosro yang bergerak di bidang minuman teh dalam botol.
PT.Sinar Sosro cabang Deli Serdang merupakan salah satu cabang perusahaanyang
diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bapak KaharuddinNasution, pada tanggal 28
Juli 1984. PT. Sinar Sosro pernah beberapa kaliberganti nama. Pada awal berdiri bernama
PT. Toba Sosro Kencono,kemudian berganti nama menjadi PT. Reksobudi Adijaya pada
tahun1995. Pada tahun 2000 berubah lagi menjadi PT. Sinar Sosro yangmemiliki visi
untuk menjadi perusahaan beverage yang memimpin dipasar lokal dan internasional. PT.
Sinar Sosro memiliki filosofi yaitu niatbaik terhadap konsumen dan lingkungan.Produk-
produk yang dihasilkan PT. Sinar Sosro tidak menggunakan3P (Pewarna, Pengawet dan
Pemanis Buatan) sehingga aman dikonsumsioleh semua usia tanpa efek samping. Selain
itu, proses produksi yang tidakmenimbulkan limbah yang dapat mencemari lingkungan
karena telahdiolah dengan baik, salah satu contoh adalah pengolahan ampas tehmenjadi
pupuk. Hal ini membuat PT. Sinar Sosro banyak mendapatkanpiagam dan penghargaan
sebagai bukti, SOSRO selalu menjaga 3K danRL (Peduli terhadap Kualitas, Kemanan,
Kesehatan, serta Ramah
16. 8Lingkungan), SOSRO mendapatkan penghargaan Sertifikat dan Awardantara lain
sebagai berikut :1. Sertifikat ISO 9000:2000, yaitu sertifikat system management
mutuuntuk menjamin kualitas pengolahan dan hasil produk2. Sertifikat ISO 14.000, yaitu
sertifikat system lingkungan untukmenjamin keamanan lingkungan3. Sertifikat HALAL,
yang dikeluarkan oleh LPPOM MUI (LembagaPengkajian Pangan, Obat-obatan &
Kosmetika MUI) bekerjasamadengan Departemen Agama, BPPOM dan Balai POM
Daerah untukmenjamin kehalalan bahan baku, proses dan produknya4. Sertifikasi SNI
(Standar Nasional Indonesia), dikeluarkan olehlembaga Sertifikasi Produk Departemen
Perindustrian5. Sertifikasi HACCP, yaitu sertifikat system management
keamananmakanan untuk menjamin produk yang aman bagi konsumen.6. Sertifikat
HIGIENE and SANITARY, sebagai salah satupersyaratan untuk eksport yang
dikeluarkan oleh Badan PengawasObat & Makanan.Adapun cabang-cabang PT. Sinar
Sosro adalah:a. PT. Sinar Sosro Cakung (kantor Pusat), Cakung Jakarta Timur.b. PT.
Sinar Sosro Pabrik Tambun, Bekasi Jawa Barat.c. PT. Sinar Sosro Pabrik Cibitung,
Jawa Barat.d. PT. Sinar Sosro Pabrik Ungaran, Semarang Jawa Tengah.e. PT. Sinar
Sosro Pabrik Gresik, Surabaya Jawa Timur.f. PT. Sinar Sosro Pabrik Pandeglang,
Banten.
17. 9g. PT. Sinar Sosro Pabrik Gianyar, Gianyar Bali.h. PT. Sinar Sosro Palembang.i.
PT. Sinar Sosro Mojokerto.j. PT. Sinar Sosro Pabrik Deli Serdang, Tanjung Morawa
SumatraUtara.2.3 Visi dan Misi PT. Sinar SosroVISI : Mengutamakan agar produk-
produknya dapat sampai padakonsumen dimanapun mereka beradaMISI : Meningkatkan
jaringan distribusi (baik Nasional atauInternasional) dengan memasarkan produk baru
dibidangminuman.2.4 Jenis Usaha (Produk Keluaran)Keterangan untuk produk PT. Sinar
Sosro :Teh botol Sosro menggunakan bahan baku : air, gula industridan teh hijau yang
dicampur dengan bunga melati dan bungagambir (dikenal dengan teh wangi).Fruit Tea
menggunakan bahan baku yakni : air, gula industri,teh hitam dan konsentrat sari buah
asli.Joy Tea Green menggunakan bahan baku : air, gula industridan teh hijau.
18. 101. Teh Botol SosroSalah satu produkunggulan PT. SINAR SOSROadalah Tehbotol
Sosrokemasan botol beling atausering disebut RGB(Returnable Glass Bottle).Tehbotol
Sosro kemasan botolbeling merupakan produk tehsiap minum yang pertama diIndonesia
dan di Dunia yang sudah diluncurkan sejak Tahun 1974.Untuk memenuhi kebutuhan
pencintanya dimanapunberada,Tehbotol Sosro dengan inovasinya sampai dengan saat
initelah memiliki banyak pilihan kemasan produk yaitu :Kemasan botol beling (
Returnable Glass Bottle ) denganvolume 220mlKemasan kotak (Tetra Pak ) dengan
volume 1 Liter, 250 ml,200ml.Kemasan pouch dengan volume 150mlKemasan PET
dengan volume 500mlInovasi terbaru dari produk Tehbotol Sosro adalah TehbotolSosro
Less Sugar yang telah diluncurkan pada tanggal 20 Agustus2008.Produk ini tersedia
dalam kemasan PET volume 500ml dankemasan kotak ( Tetra Pak ) volume 250ml. Dan
untuk TehbotolSosro regular kini hadir dalam kemasan baru yaitu kemasan PET500ml.2.
Joy Green TeaSosro Joy Green Tea adalah produk terbaru dari PT. SINARSOSRO yang
diluncurkan pada tanggal 26 Oktober 2007. Salahsatu bahan dasar produk ini adalah Teh
Hijau atau Green Tea,
19. 11dimana Teh Hijau jugamengandung Antioksidanyang berguna untukkesehatan.
Saat ini SosroJoy Green Tea hadir dalamkemasan yaitu :Joy Green Tea kemasan botol
beling (Returnable GlassBottle) dengan volume 234ml.Joy Green Tea kemasan PET 300
ml rasa Jasmine danjasmine less sugar.Joy Green Tea kemasan PET 500 ml Rasa
Jasmine, HoneyLemon dan Jasmine less sugar.3. Teh Celup SosroTeh CelupSosro
merupakanproduk teh siap sajiyang dihasilkan olehPT. GUNUNGSLAMAT
(sistercompany dari PT.Sinar Sosro) dengan varian produknya antara lain adalah:Teh
Celup Sosro isi 5, 10, 15, 30, 50 dan 100 sachetTeh Celup Sosro kemasan Batik isi 25
sachet denganpilihanTeh Hitam (Black Tea), Teh Hijau (Green Tea), dan TehMelati
(Jasmine Tea)4. Fruit TeaDengan bertujuan untuk pengembangan produk, maka
PT.SINAR SOSRO pada Tahun 1997 mengeluarkan produk minuman
20. 12teh berbasis buah-buahan yaitu FruitTea Sosro dengan target
segmenREMAJA.Produk ini cukup sukses dipasarsehingga pada tahun 2004
memperolehIndonesia Best Brand Award sebagaiMost Potential Brand In Non-
Carbonated Drink Category.5. TebsTEBS Adalah kategori Minuman Teh
berkarbonasiyang Launching pada bulan November tahun 2004 dengankemasan botol
beling (Returnable Glass Bottle) dalamvolume 230 ml yang kemudian disusul dengan
kemasankaleng (Can) dengan volume 318 ml. PT. SINAR SOSROtelah mendapatkan
penghargaan The Best Client dariJC&K Advertising sebagai hasil kerjasamanya yang
telahterjalin dengan baik dengan pihak agency.6. S-teePada tahun 90-an, untukmemenuhi
kebutuhan konsumen terhadapproduk teh dengan harga lebih terjangkaudan volume yang
lebih banyak, maka PT.SINAR SOSRO meluncurkan produk tehdalam kemasan botol
beling (ReturnableGlass Bottle) dengan merk S-TEEbervolume 318 ml.7. Happy
JusUntuk kategori minuman Jus, PT. SINAR SOSROmenghadirkan produk HAPPY JUS
yang launching pada awal
21. 13tahun 2005. Produk inilebih banyak diminatioleh anak-anak. Saat iniHappy Jus
hadir dalamkemasan yaitu:Happy Jus dalam kemasan genggam ( Tetra Pack )
volume200ml dengan varian rasa: Apel, Cherry-B, Apel berry,Jeruk dan Anggur.Happy
Jus kemasan PET 300 ml dengan varian rasa Apelberry dan Anggur.8. Prim-APada tahun
90-an, PT. SINARSOSRO juga memproduksi airminum dalam kemasan. Merknyapada
saat pertama kali dikeluarkanadalah Air SOSRO. Pada Tahun1999, Air SOSRO berganti
namadengan Prim-A. Air minum Prim-Ahadir dalam kemasan cup 240ml,botol plastik
330ml, 600ml dan 1.5 liter, dan dalam kemasan galon.Dan hingga sekarang sejak tahun
2011 PT Sinar Sosro tidakhanya menghasilkan produk minuman kemasan
saja,namunmelebarkan sayap ke bidang produksi makanan.9. Country ChoicePT.SINAR
SOSRO juga menghadirkan produk COUNTRYCHOICE dalam kategori jus pada akhir
tahun 2008. COUNTRYCHOICE merupakan real juice kaya manfaat untuk kecukupan
gizidan nutrisi setiap hari dengan cara praktis dan hemat. Denganvarian rasa:
22. 14Favorit Flavor. Guava : High Antioksidan, Orange : Highvit C & Calcium, Apple :
High Fiber, Apple pulp: Highfolat, Mango: High Vit A, C, EGold Fruit. Goji berry: Rich
Antioxidant (Jus Goji pertamadi Indonesia ).2.5 Struktur Organisasi di PabrikStruktur
organisasi PT. Sinar Sosro berbentuk gabungan lini danfungsional dimana kebijakan dan
wewenang diberikan oleh pimpinankepada bawahan sesuai dengan tugas dan tanggung
jawab masing-masing. Pimpinan setiap departemen dapat memberikan perintahkepada
semua staf dan anggota yang ada sesuai dengan bidang kerjanya.2.5.1 Bagan
OrganisasiBerikut bagan organisasi PT. Sinar
SosroGeneralManagerManagerQualityControlAnalisManager Produksidan Maintenance
(PM)KepalaBagianPembelian3
KepalaDivisi/Supervisor.KepalaGudangManagerPersonaliadan
UmumSupervisorPersonaliadan UmumKemananManagerAccounting
danFinansialSupervisorAccounting danFinansialKasir
23. 152.5.2 Tugas dan Fungsi Masing Masing JabatanPembagian pekerjaan pada PT.
Sinar Sosro dibagi menurut fungsiyang telah ditetapkan. Setiap personil diberikan tugas
dantanggung jawab sesuai dengan dasar kualifikasinya. Adapun tugasdan tanggung jawab
serta wewenang di PT. Sinar Sosro adalahsebagai berikut:1. General Manager,
merupakan pimpinan tertinggi perusahaan.Bertanggung jawab kepada Direktur Operasi.
Tugasnya sebagaiberikut:a. Menentukan garis kebijakan umum dari program
kerjaperusahaan.b. Bertanggung jawab ke dalam dan ke luar perusahaan.c. Mengarahkan
dan meneliti kegiatan perusahaan.d. Menerapkan, menyebarkan kebijakan serta
mengawasipelaksanaannya.e. Menyebarkan dan menerapkan kebijaksanaan
sertamengawasi pelaksanaannya.f. Melaksanakan kontrak kerja dengan pihak luar.g.
Mengkoordinir dan mengawasi tugas-tugas yangdidelegasikan kepada manager dan
menjalin hubungan kerjayang baik.h. Bersama manager lain membuat rencana produksi
pertriwulan.2. Manager Produksi dan Maintenance (PM), bertanggung jawabkepada
General Manager. Tugasnya sebagai berikut:a. Merencanakan dan mengatur jadwal
produksi produk agartidak terjadi kekurangan dan kelebihan persediaan.b. Mengadakan
pengendalian produksi agar produk sesuaidengan spesifikasi dan standar mutu yang
ditentukan.c. Membuat laporan produksi secara periodik untuk mengenaipamakaian
bahan dan jumlah produksi.
24. 16d. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan produksi untukmengetahui kekurangan
dan penyimpangan sehingga dapatdilakukan perbaikan.e. Mengatur kegiatan perawatan
mesin.f. Membuat rencana produksi sesuai dengan permintaanpemasaran.3. Manager
Personalia dan Umum, bertanggung jawab kepadaGeneral Manager dan atas segala hal
yang berhubungan dengankegiatan yang bersifat umum baik yang berhubungan ke
luarmaupun ke dalam perusahaan. Tugasnya sebagai berikut:a. Membantu direktur dalam
hal kegiatan administrasi.b. Mengawasi penggunaan data, barang dan peralatan
padamasing-masing departemen.c. Merekrut dan melatih pegawai baru yang
dibutuhkanperusahaan.d. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas darikepala-
kepala bagian.e. Mengerjakan administrasi kepegawaian.4. Kepala Bagian Pembelian,
bertanggung jawab kepada ManagerProduksi dan PM. Tugasnya adalah sebagai
berikut:a. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan kegiatanpembelian.b. Mengawasi
kegiatan administrasi pembelian.c. Melakukan pembelian barang yang diminta oleh
departemenlain.5. Manager Accounting dan Finance, bertanggung jawab kepadaGeneral
Manager. Tugasnya sebagai berikut:a. Membuat laporan keuangan kepada atasan secara
berkalatentang penggunaan uang.b. Mengendalikan budget pendapatan dari belanja
perusahaansesuai dengan hasil yang diharapkan.
25. 17c. Bertanggung jawab atas penentuan biaya perusahaan sepertibiaya administrasi.6.
Kepala Divisi/Supervisor.Untuk produk Teh Botol Sosro terdapat3 orang supervisor yang
bergantian menurut shift, bertanggungjawab kepada Manager Produksi dan Maintenance.
Tugasnyaadalah sebagai berikut:a. Memimpin dan mengendalikan kegiatan di bidang
produksi.b. Menyiapkan laporan yang dibutuhkan Manager Produksimengenai data
produksi, jumlah batch produksi, pemakaianbahan dan lain-lain.c. Bertanggung jawab
penuh atas masalah yang timbul dikemudian hari atas produk yang dihasilkan.d.
Menyusun jadwal dan rotasi kerja bagi karyawan produksiyang dipimpinnya.7. Kepala
Gudang, bertanggung jawab kepada Supervisor. Tugasnyaadalah sebagai berikut:a.
Mengkoordinir dan mengawasi pengelolaan persediaan bahanbaku.b. Membuat laporan
penerimaan, persediaan dan pengeluaranbahan.c. Mengontrol persediaan bahan.d.
Memesan bahan bila telah habis.8. Manager Quality Control, bertanggung jawab kepada
GeneralManager. Tugasnya adalah sebagai berikut:a. Mengkoordinir dan mengawasi
pengendalian mutu produk.b. Memberi saran-saran kepada kepala bagian
produksimengenai mutu produk dan keadaan mesin/peralatan yangdigunakan dalam
proses produksi.9. Kasir, bertanggung jawab kepada Supervisor Accounting danFinance.
Tugasnya adalah sebagai berikut:
26. 18a. Membayar gaji karyawan perusahaan setiap hari, baik waktuberjalan produksi
maupun tidak.b. Membantu atasan dalam hal penerimaan maupun pembayaranperusahaan
yang berhubungan dengan keuangan.c. Mencatat dan melaporkan uang masuk dan keluar
kepadaatasannya.10. Keamanan, bertanggung jawab kepada Supervisor Personalia
danUmum. Tugasnya adalah sebagai berikut:a. Menjaga keamanan perusahaan setiap
hari, baik waktuberjalan produksi maupun tidak.b. Mengawasi dan mencatat tamu yang
berkunjung keperusahaan.11. Analis, bertanggung jawab kepada manajer QC. Tugasnya
adalahsebagai berikut:a. Melakukan pengukuran mutu produk baik sebelum
diprosesmaupun setelah diproses.b. Memberikan saran dan langkah berikutnya yang
dilakukanatas pengukuran mutu.2.6 Sistem Manajemen2.6.1 Cara Perekrutan
KaryawanLangkah rekruitmen tenaga kerja seperti rekruitmen tenagakerja pada
umumnya, yaitu melalui test tertulis, wawancara, testpsikologi, test kesehatan. Setelah
lolos seleksi, tenaga kerja akanmenjalani masa orientasi selama 6 bulan. Serta karyawan
wajibmempunya NPWP.2.6.2 Sistem PenggajianUpah akan diberikan kepada karyawan
setiap akhir bulan. Upahyang diberikan terdiri dari:
27. 19a. Upah/gaji bulanan diberikan kepada pekerja tetap dimanabesarnya tetap setiap
bulannya sesuai denganjabatan/jobdesk masing-masing.b. Upah Lembur, diberikan
kepada tenaga kerja yang bekerjamelebihi jam kerja biasa,Selain upah, juga terdapat
tunjangan yang diberikan kepadakaryawan. Tunjangan tunjangan tersebut, terdiri dari:a.
Tunjangan jabatanb. Tunjangan akhir tahunc. Tunjangan perjalanan dinas, yang diberikan
kepadapegawai yang melakukan perjalanan dinas perusahaan.Biayabiaya yang
dikeluarkan selama perjalanan akandikembalikan melalui formulir surat
pertanggungjawaban.d. Tunjangan hari rayae. Tunjangan meninggal duniaf. Uang
penghargaan masa kerja (UPMK)2.6.3 Sistem Pengembangan Tenaga KerjaGrup Sosro
punya 11 kantor cabang dan 146 kantor di kota dankabupaten di seluruh Indonesia.
Kapasitas pabrik Sosro lebih dari 1trilyun liter, dengan jumlah karyawan 8.480 orang.
Tenaga kerjayang berjumlah 8.480 orang tersebut tersebar diseluruh unit unit PT.Sinar
Sosro, rata-rata berasal dari penduduk setempat.
28. 20BAB IIIPROSES3.1 Peralatan yang digunakanBerikut ini alat-alat yang digunakan
dalam proses pembuatan teh dari PT.Sinar Sosro.1. Alat water treatment yang terdiri dari
3 tangki yang masing-masingberisi pasir kuara, karbon, dan softener.2. Tangki teh3.
Tangki gula4. Tangki filtrox5. Mesin filter6. Roller yang terhubung dengan konveyor7.
Mesin crater8. Bottle washer9. Air caustic10. EBI optiscan11. Filter12. Pasteurizer13.
Tutup crown14. Mesin video jet15. Mesin decrater3.2 Bahan dan Cara
PengadaannyaBahan baku teh untuk produk-produk PT. SINAR SOSROdisuplai oleh PT.
GUNUNG SLAMAT, sedangkan bahan baku tehtersebut dikelolah oleh PT. AGRO
PANGAN selaku sister company.Bahan baku teh untuk PT. Sinar Sosro berasal
dari:Perkebunan Teh Gunung Rosa di CianjurPerkebunan Teh Gunung Manik di Cianjur
29. 21Perkebunan Teh Gunung Cempaka di CianjurPerkebunan Teh Gunung Satria di
GarutPerkebunan Teh Daerah Neglasari di GarutPerkebunan Teh Daerah Cukul di
PangalenganPerkebunan Teh Daerah Sambawa di Tasikmalayaa. Teh KeringTeh kering
yang digunakan untuk produksi TBS adalah TehSPRR atau lebih dikenal dengan jasmine
tea. Teh SPRR merupakanjenis teh yang dalam proses pengolahannya menjadi teh kering
tidakmelalui tahap fermentasi dan diberi aroma bunga melati. Superiordalam tingkat
kualitas teh menunjukkan bahwa teh tersebut adalahgrade pertama, meskipun standar
superior sendiri berbeda untukmasing-masing perkebunan.Secara lebih spesifik jenis teh
yang digunakan memilikiperbandingan tertentu antara lain jenis peko, jikeng dan tulang.
TehSPRR yang digunakan di PT. Sinar Sosro berasal dari PT. GunungSlamet Slawi, yang
merupakan bagian grup Sosro. Teh SPRR dikemasdengan kemasan dua lapis. Pada
bagian luar memakai karung gonisedangkan pada bagian dalam memakai kantong plastik.
Hal tersebutbertujuan untuk melindungi teh kering dari air dan udara lembab.Setiap
karung Teh SPRR beratnya adalah 25,5 kg.b. Gula pasirGula berfungsi untuk
memberikan rasa manis pada produk yangdihasilkan (TBS). Gula pasir yang digunakan
sebagai bahan bakupembuatan proses produksi merupakan gula pasir terbaik
yangdiimpor dari Thailand karena gula tersebut memiliki keunggulandibandingkan
dengan gula lokal terutama dalam hal warna dankesadahannya. Untuk kesadahannya,
gula impor memiliki kesadahanyang rendah dibanding dengan gula lokal. Hal ini
dikarenakan,kesadahan yang tinggi akan membuat warna sirup gula menjadi keruhdan
menimbulkan endapan.
30. 22c. AirAir yang digunakan oleh PT. Sinar Sosro berasal dari air bawahtanah.
Kebutuhan akan air di sekitar lingkup perusahaan terlebihdahulu dilakukan pengolahan
dalam unit pengolahan air (WT) agardiperoleh air yang standar.3.3 Proses
PembuatanDaun teh diambil dari perkebunan pribadi milik Rekso Group yangtedapat di
Jawa Barat (Garut, Cianjur, Tasikmalaya, Pangalengan) laludiolah menjadi teh kering.
Kemudian teh diseduh di PT Gunung Slamet(Slawi, Tegal) dan diproses menjadi teh
botol di PT Sinar Sosro cakungSalah satu proses produksi di PT. Sinar Sosro yang
menjadi pokoktinjauan kali ini adalah :1. Teh Botola. Proses Pemasakan Teh Manis
CairAir tanah, sebagai bahan baku utama, diambil darikedalaman 200 m di bawah
tanah kemudian disterilkan melaluiproses water treatment. Air yang mengalami proses
watertreatment mengalami tiga perlakuan yaitu air disaring denganpasir kuarsa di tangki
1, kemudian dialirkan ke tangki 2 yangberisi karbon, setelah itu dimasukkan ke tangki 3
yang berisisoftener. Setelah melalui proses water treatment, air dimasakhingga 1000C.Air
panas tersebut dialirkan ke tangki teh untuk menyeduhteh wangi yang telah dimasukkan
ke dalam tangki teh. Air panasjuga dialirkan ke tangki yang berisi gula untuk melarutkan
gulamenjadi sirup gula. Setelah diseduh, teh dialirkan ke tangkifiltrox untuk memisahkan
ekstrak teh dari ampas teh. Dari tangkifiltrox ekstrak teh dialirkan ke tangki
pencampuran. Pada saatyang sama, sirup gula juga dialirkan ke tangki pencampuran.
31. 23Hasil campuran antara ekstrak teh dan sirup gula menjadi tehmanis cair yang siap
diisi ke dalam botol melalui mesin filler.b. Proses Pencucian BotolBotol-botol kosong
yang telah kembali dari pasar harusdicuci terlebih dahulu. Krat-krat botol kosong
dilewatkan melaluiroller yang terhubung dengan conveyor untuk diangkat olehmesin
crater ke lintasan conveyor menuju bottle washer. Botol-botol yang telah melewati mesin
crater menuju bottle washerharus disortir oleh operator pos I untuk mengambil botol-
botolyang pecah atau gumpil, botol-botol yang terlalu kotor dansampah seperti sedotan
yang ikut terangkat.Kemudian botol-botol dicuci pada mesin bottle washerdimana botol-
botol tersebut direndam pada air caustic dengansuhu hingga 90oC untuk membunuh
bakteri sekaligusmembersihkan botol. Pada saat akan dikeluarkan dari mesinbottle
washer, botol-botol disemprot dengan hot water untukmembilas botol dari sisa-sisa air
caustic. Setelah itu, botol-botolbergerak melalui conveyor menuju mesin EBI optiscan.
MesinE.B.I scan berfungsi untuk mendeteksi benda asing yang masihmenempel di bagian
dalam dinding botol.Kemudian botol-botol melewati pos II, dimana operator posII
bertugas untuk mengambil botol-botol gumpil dan kusam yangterlewat dari pos I dan
mesin bottle washer. Botol-botol yangtelah melalui pos II akan menuju ke filler,
sementara itu tehmanis cair dialirkan melalui pipa menuju pasteurizer.
Pasteurizerberfungsi untuk memanaskan kembali teh manis cair untukmembunuh bakteri
yang terikut pada saat dialirkan melalui pipa.Kemudian, botol-botol diisi dengan teh
manis cair olehmesin filler dan ditutup dengan crown. Kemudian botol-botolyang telah
terisi teh dan ditutup crown akan melewati mesinvideo jet untuk diberikan barcode
tanggal dan jam produksi.
32. 24Setelah itu, produk jadi tersebut melalui pos III untuk disortirapakah tutup crown
telah rapat dan baik, produk yang tidakterkena barcode. Seteleh melewati pos III, produk
kemudiandiangkat melalui mesin decrater ke crate. Produk yang telah jadiharus
diinkubasi selama tiga hari sebelum dipasarkan.3.4 PengemasanDalam produksinya
dibagi menjadi 4 department, yaitu : departmentbottling, department kitchen, department
water treatment, dandepartment boiller. Departemen yang memiliki proses terpanjang
adalahdepartment bottling. Di department bottling ini lebih fokus terhadapkualitas produk
fisiknya.Sedangkan di department kitchen dan water treatment lebih fokus kekualitas isi
produknya. Sisanya yaitu department boiller fokus terhadappenyediaan steam untuk
proses pemasakan.Usaha perbaikan lini produksi dilakukan secara terus-menerus
denganharapan dapat meminimalisir produk cacat dan memperlancar jalannyaproses
produksi. Sistem one piece flow, system andon dan otomasihampir di setiap lini telah
diterapkan disini. Sistem andon bertujuan untukmeminimalisir produk cacat dan
menganalisa penyebab terjadinyabreakdown atau kemacetan dalam lini produksi,
sehingga terdapat banyaksekali sensor dan lampu andon di lini produksinya yang
berfungsi untukmengidentifikasi cacat produk dan member tanda adanya masalah di
mesintersebut. PT. Sinar Sosro merupakan perusahaan yang sangatmemperhatikan
kualitas produknya. Namun demikian cacat danbreakdown masih saja terjadi.Breakdown
yang terjadi selama 4 bulan pengamatan pada bulan Mei,Juni, Juli dan Agustus tahun
2008 terdapat 177 breakdown. Dengankomposisi di washer 44%, pos 1 2%, Pos 2 14%,
filler 14%, crowner 5%,cratter 5%, pos 3 1% dan lain-lain 15%. Dengan demikian,
breakdownterbesar terletak pada mesin bottle washer yaitu sebesar 44%. Hal ini
33. 25berarti masalah yang perlu kita atasi terlebih dahulu adalah permasalahanyang
terjadi di mesin bottle washer.Sedangkan data efisiensi mesin, depalletizer 100%,
decrater 99,97%,washer 99,95%, filler 99,98% dan pos 3 99,96%. Terlihat bahwa
mesinbottle washer memiliki presentase cacat terbesar yaitu 0.05%.3.5 Pemasaran dan
DistribusiDalampengembangan bisnisnya, PT. SINAR SOSRO telah
mendistribusikanproduknya ke seluruh penjuru Nusantara, melalui lebih dari 150
kantorcabang penjualan, serta beberapa Kantor Penjualan Wilayah (KPW).Selain itu,
produk PT. Sinar Sosro sudah merambah pasar Internasionaldengan upaya mengekspor
produk-produk dalam kemasan kotak dankaleng ke beberapa Negara seperti Malaysia,
Singapura, BruneiDarussalam, sebagian Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Amerika.a.
MARKET DRIVEN STRATEGY SOSRODasar pemikiran utama yang penting dalam
market drivenstrategy adalah menjadikan pasar dan konsumen sebagai titik awaldalam
memformulasikan strategi.PT. Sinar Sosro pada awalnya memperkenalkan minuman
siapsaji dalam kemasan botol, Sosro memiliki target pasar yang jelas,
34. 26dengan target orang yang sedang melakukan perjalanan . Sosromemandang bahwa
ketika orang sedang melakukan perjalanan dan iakehausan pasti membutuhkan sebuah
penghilang dahaga yang praktisdan mudah di dapat, berangkat dari pengalaman ketika
melakukanpromo, tempat yang praktis dan aman untuk digunakan sebagai wadahteh
adalah botol.Sosro juga memiliki keunggulan dan keunikan dalam pemasaran.sebelum
sosro hadir, ada sebuah perusahaan asing yang inginmengeluarkan produk teh dalam
botol sepert i yang dilakukan sosrosaat ini. Kala itu sang perusahaan menyewa jasa
sebuah biro risetpemasaran untuk menguji kelayakan dan prospek produk tersebut
diIndonesia. Setelah meneliti dan mengamati kebiasaan minum teh dimasyarakat sang
biro pun menyimpulkan bahwa produk ini tidakmemiliki prospek bagus untuk dipasarkan
di Indonesia. Biro ituberalasan bahwa budaya minum teh pada bangsa Indonesia
umumnyadilakukan pagi hari dalam cangkir dan disajikan hangat sehinggakehadiran teh
dalam kemasan botol justru akan dianggap sebuahkeanehan.Sosrodjojo, pendiri
perusahaan sosro, justru berpikir sebaliknya.Awalnya ide kemasan botol berasal dari
pengalaman tes cicip (onplace test) di pasar-pasar tradisional terhadap teh tubruk cap
botol.Pada demonstrasi pertama teh langsung diseduh di tempat dandisajikan pada calon
konsumen yang menyaksikan. Namun caratersebut memakan waktu lama sehingga calon
konsumen cenderungmeninggalkan tempat. Kemudian pada uji berikutnya teh telah
diseduhdari pabrik dan kemudian dimasukkan ke dalam tong-tong dan dibawadengan
mobil. Akan tetapu cara ini ternyata membuat banyak tehtumpah selama perjalanan
karena saat itu struktur jalan belum sebaiksekarang. Akhirnya sosro mencoba untuk
memasukkannya padakemasan-kemasan botol limun agar mudah dibawa. Berangkat dari
itumerekaberpikir bahwa penggunaan kemasan botol adalah alternatif
35. 27yang paling praktis dalam menghadirkan kenikmatan teh lansung kekonsumen.Dari
awal produk ini ditargetkan untuk konsumen yang seringmelakukan perjalanan seperti
supir dan pejalan kaki sosro . Sosromenyadari bahwa segmen konsumen ini memiliki
keinginan hadirnyaminuman yang dapat menghilangkan dahaga di tengah kelelahan
dankondisi panas selama perjalanan. Atribut kepuasan ini dicoba untukdipenuhi dengan
menghadirkan minuman teh dalam kemasan botolyang praktis dan tersedia di kios-kios
sepanjang jalan. Untukmenambah nilai kepuasan teh botol ini disajikan dingin
denganmenyediakan boks-boks es pada titik-titik penjualannya (penggunaankulkas pada
saat itu belum lazim).SOSRO selalu menjaga kualitas produknya dan selalu
menjagaketersediaan produknya dipasaran, Bahan bakunya pun dari teh yangberkualitas
pilihan, karena sosro memiliki perkebunan teh sendiri.Semenjak diluncurkan pada tahun
1970, produk teh botol sosro baikrasa, kemasan logo maupun penampilan tidak
mengalami perubahansama sekali. Bahkan ketika perusahaan multinational Pepsi dan
Cocacola masuk melalui produk teh Tekita dan Frestea, Sosro tetap takbergeming. Alih-
alih merubah produknya, dengan cerdas sosro justrumelakukan counter branding dengan
mengeluarkan produk S-teedengan volume yang lebih besar. Strategi ini ternyata lebih
tepat,kedua perusahaan multinasional itu pun tak berhasil berbuat banyakuntuk merebut
hati konsumen Indonesia.b. STRATEGI INTERNAL1. Segmentasi ProdukPT. Sinar
Sosro merupakan salah satu perusahaan yangbergerak di bidang agro industri yang
memproduksi berbagaimacam produk dengan menggunakan pucuk daun teh sebagaisalah
satu bahan baku utamanya, dimana salah satu produknya
36. 28adalah Teh Botol Sosro. Teh Botol Sosro merupakan produk tehsiap minum
pertama di Indonesia yang di kemas dalam botol dantelah dikenal oleh masyarakat
luas.Persaingan yang begitu ketat dari banyaknya teh dalamkemasan botol yang beredar
di pasaran. Berdasarkan data padaPT. Sinar Sosro terdapat tujuh merek teh dalam
kemasan botolyang beredar di Indonesia, yaitu Teh Botol Sosro, Fruit Tea,TEBS, S-tee,
Frestea, Tekita.PT. Sinar Sosro pada saat ini dihadapkan pada berbagaisaingan produk
minuman ringan yang tidak hanya dari pesainglokal, namun juga pesaing asing.
Persaingan berbagai merek tehdalam kemasan botol membuat perusahaan lebih berhati
hatidalam merancang strategi pemasarannya.Perusahaan akan berhasil memperoleh
pelanggan dalamjumlah yang banyak apabila dinilai memiliki citra baik dalambenak
konsumen. Terciptanya citra baik dalam benak konsumenakan menumbuhkan kepuasan
pelanggan yang dapat memberikanbeberapa manfaat.Keberhasilan Sosro tidak lepas dari
brand teh botol yangdidapatkannya, persis seperti aqua menjadi brand pada air
putih.Berikutnya Sosro semakin kuat karena jaringan distribusi TehBotol yang sangat
kuat sampai di titik akhir pelosok. Persisseperti Aqua dengan air putihnya, pemain lain
terlambat masuk disegmen teh dalam botol, karena menganggap lalu ide air tehmasuk
dalam botol.Yang masih kurang dari Teh Botol adalah upaya upayamempertahankan
image secara above the line. Upaya iklan dimedia massa, event, maupun promosi yang
akan terus membuatteh botol tertancap di kepala konsumen masih jarang
dilakukan.Terkesan Teh Botol merasa sudah besar dan yakin dengan
37. 29penetrasi produk yang telah dilakukannya sehingga tidak perlulagi melakukan
promosi above the line secara intensif.2. TargettingIdentifikasi target pasar adalah
merupakan langkah awal yangdibutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan
strategipemasaran. Dalam situasi dimana konsumen menghadapi banyakpilihan, maka
kesuksesan pemasaran produk akan banyakditentukan oleh kesesuaian produk.Target dari
teh botol ini adalah yang menyukai rasa asli teh(non fruity) dan praktis, para supir atau
pejalan kaki. Diberikanlahkemasan botol yang praktis dan disediakan di kios kios
yangada di pinggir jalan. Jadi jika ada yang haus, ya tinggal minumsosro. Plus
ditempatkan dalam boks es, sehingga menjadi dingin.Sosro memiliki target pasar yang
jelas, dengan target orang yangsedang melakukan perjalanan. Pada waktu itu, strategi
promosiyang dilakukan juga baik dengan menetapkan harga tidak lebihdari biaya parker
pada waktu itu (mengingat target adalah orangyang sedang melakukan perjalanan). Pada
waktu pengenalanproduk, Sosro juga memiliki keunggulan kompetitif karenamerupakan
teh siap minum dalam kemasan botol yang dipasarkanpertama kali di Indonesia.3.
PositioningSosro melakukan positioning dengan mengedukasimasyarakat agar tidak
merasa aneh untuk meminum teh dalamkemasan botol dan dengan diasajikan dingin.
Karena pada awalkemunculan produk, masyarakat Indonesia masih terbiasa untukminum
teh yang disajikan panas. Ternyata proses diferensiasiyang dilakukan Sosro membuahkan
hasil baik, sehingga Sosrodikenal sebagai minuman teh dalam kemasan botol yang
dapatmemberikan kesegaran. Dalam perkembangannya, untuk bersaingdengan
competitor Sosro mulai melakukan kampanye bahwa
38. 30dengan mengkonsumsi teh akan membuat tubuh menjadi sehat,karena teh
mengandung anti oksidan. Hal ini menambahkeunggulan kompetitif dari Sosro.c.
STRATEGI BERSAING1. SellingTeh Botol Sosro didistribusikan ke pelosok pelosok
daerah.Konsumen menjadi tidak sulit membeli teh botol sosro karenamudah Marketing
MixProduk : rasa teh aslidi cari dan harganya terjangkau. yang kini bervariasi
denganditambahkan aroma buah buahan dan daunteh melati.Harga : antara Rp 2000,00
hingga Rp 15000,00.Place : Supermarket, Karakteristikminimarket bahkan
warungkecil dan gerobak. KonsumenDemografiUsia : Anak anak (usia 9 sampai
12tahun), Remaja (usia 13 sampai 18tahun) dan Dewasa.Jenis Kelamin : Pria dan
WanitaPekerjaan : Semua orang yang mempunyaipekerjaanPendidikan : Semua golongan
masyarakatPsikografisOrang yang menyukai minuman teh yang mempunyairasa alami
dan berkualitas.Geografis
39. 31Wilayah pemasaran untuk konsumen adalah seluruhwilayah Indonesia baik di kota
kota besar maupundaerah daerah.DeferensiasiProduk Teh Botol Sosro berbeda dari
yang lain karenateh ini di kemas dalam botol dan rasa khas tehnya sangatkuat. Ditambah
lagi dengan aroma buah-buahan danmelati.d. PRODUCT STRATEGY / BRAND
STRATEGYSosro melakukan positioning dengan mengedukasi masyarakatagar tidak
merasa aneh untuk meminum teh dalam kemasan botol dandengan diasajikan dingin.
Karena pada awal kemunculan produk,masyarakat Indonesia masih terbiasa untuk minum
teh yang disajikanpanas. Ternyata proses diferensiasi yang dilakukan Sosromembuahkan
hasil baik, sehingga Sosro dikenal sebagai minuman tehdalam kemasan botol yang dapat
memberikan kesegaran. Dalamperkembangannya, untuk bersaing dengan competitor
Sosro mulaimelakukan kampanye bahwa dengan mengkonsumsi teh akanmembuat tubuh
menjadi sehat, karena teh mengandung anti oksidan.Hal ini menambah keunggulan
kompetitif dari Sosro.Brand Sosro telah terbentuk melalui proses yang panjang.
Sosrotelah berhasil mengembangkan merek Teh Botol Sosro menjadi merekdengan brand
equity yang kuat. Beberapa hal yang dapat dicermatidalam pembentukan brand equity ini
adalah :Brand Awareness yang dimiliki Teh Botol Sosro dapat dikatakantelah memasuki
tingkatan top of mind. Hal ini dapat dilihat dari TehBotol Sosro dapat menjadi pemimpin
pasar dalam kategori teh siapminum dalam kemasan botol.
40. 32Perceived Quality dari Teh Botol Sosro telah terbukti selamapuluhan tahun. PT.
Sinar Sosro telah berhasil menjaga kualitas produkini sehingga mendapat anggapan baik
dari konsumen.Brand Association dari Teh Botol Sosro kuat, dapat dilihat bahwaketika
orang menyebut teh botol kemudian yang menjadi maksud dariteh botol itu sendiri adalah
Teh Botol Sosro.Brand Loyalty dari Teh Botol Sosro juga kuat. Ini merupakanhasil dari
pengembangan saluran distribusi, menjaga kualitas, danstrategi promosi yang dilakukan
dengan jargon apapun makanannyaminumannya teh botol sosro.Hasil dari brand equity
yang kuat ini telah dirasakan oleh Sosroyaitu memudahkan PT. Sinar Sosro untuk
melakukan pengembanganpasar dengan mengenalkan produk Fruit Tea untuk kalangan
mudadan Tebs untuk pengkonsumsi minuman berkarbonasi, selain itu PT.Sinar Sosro
juga menikmati profit margin yang lebih besar, yangterlihat dari profit margin antara
agen dan distributornya .Ada Hal menarik untuk brand Teh Botol Sosro karena
denganpenggunaan kata Teh Botol kemudian memberikan asosiasi padaSosro sendiri,
yang menjadi keunggulan dari brand ini, sehingga tidakmenjadi merek biasa. Selain itu
kekuatan brand equity harus dijagaagar tetap bisa menghadapi kompetisi yang semakin
ketat, karenaketika sebuah poduk dari sebuah produsen berhasil maka kemudianprodusen
lain akan mengeluarkan produk serupa. Hal ini terjadi padamunculnya teh dalam botol
dari bermacam-macam produsen sepertitekita dan frestea yang di produksi oleh coca cola
dan pepsi .Dalam melakukan pengembangan brand PT. Sinar Sosromenerapkan beberapa
strategi. Diantaranya adalah :Line Exten s ion dengan mengeluarkan produk Fruit Tea
denganpangsa pasar generasi muda, dan juga peluncuran produk Tebs untukmenarik
minat pelanggan yang mengkonsumsi minumanberkarbonasi. Kedua produk ini dapat
meraih sukses di pasar,
41. 33terutama untuk produk Fruit Tea yang kemudian mulai menggerogotipasar dari
minuman berkarbonasi. Akibat dari itu, maka kemudianproduk ini diikuti oleh Coca Cola
yang merasa terancam denganmengeluarkan produk Fruitcy. Kesuksesan produk ini
adalah karenakekuatan saluran distribusi dari PT. SInar Sosro, dan dengan produkFruit
Tea dan Tebs sekali lagi PT. Sinar Sosro menghadirkan inovasidan menjadi pioneer
dengan menyajikan produk teh dengan rasa buahdan produk teh yang mengandung
soda.Brand Exten s ion dengan meluncurkan produk Air Minum DalamKemasan
(AMDK) dengan merek PRIMA. Walaupun dengandukungan saluran distribusi yang baik
namun PRIMA tidak dapatmerebut pasar AMDK yang sudah dikuasai oleh AQUA.e.
DISTRIBUTION STRATEGYDistribusi (penempatan) adalah bagian dari bauran
pemasaranyang mempertimbangkan cara menyampaikan produk-produk dariprodusen ke
konsumen. Perusahaan harus membuat keputusanmengenai saluran (channel) yang akan
digunakan dalammendistribusikan produk-produk mereka. PT Sinar Sosro
merupakansalah satu contoh perusahaan terbaik yang sukses mengolah minumanringan
(soft drink) teh, salah satu produk yang dihasilkan adalah tehdalam kemasan botol
dengan merek Teh Botol Sosro. Suksespemasaran produk dan besarnya keuntungan yang
diraih perusahaantidak terlepas dari strategi distribusi yang jitu dalam menjangkaupasar.
Strategi penjualan yang dilakukan Sosro adalah denganmengembangkan saluran
distribusi secara luas dan terus menerus.Mengutamakan availability dan kualitas produk
sehingga berbuahpada kesetiaan pelanggan.Distribusi Sosro mencakup hampir seluruh
wilayah nasionalmulai dari Batam, Jabotabek, Jabar, Jatim, hingga Kalimantan
danSulawesi. Bahkan teh dalam kemasan botol Sosro diekspor ke
42. 34Australia, Vietnam, Brunei Darussalam dan Amerika Serikat. Sosrodikenal
memiliki jaringan distribusi yang sangat mengakar. Keputusanmengenai pergudangan
dan pengendalian persediaan juga merupakankeputusan distribusi. Ketersediaan
(availability) menjadi kunci suksespemasaran. Pihak Sosro selalu memantau outlet-outlet
Sosro daripengaruh pesaing (competitor) yang berniat menggantikan Teh BotolSosro.
Survei AC Nielsen beberapa waktu lalu menemukanavailability Sosro mencapai 100
persen. Namun Coca-Cola juga tidakkalah kuat dalam saluran distribusi. Database Coca-
Cola diketahuimemiliki ratusan ribu warung pinggir jalan yang siap menjajakanproduk
Coca-Cola termasuk Freshtea. Kini Coca Cola bersaing headto head dengan Sosro yang
mengusung teh botol dan Fruit Tea. Makamenarik melihat persaingan di antara kedua
pemain besar ini.Pengembangan proses yang dilakukan oleh Sosro adalah
denganmengintegrasikan supply chain, seperti memiliki kebun teh sendiri.berbeda
dengan proses distribusi produk dilakukan dengan bekerjasama dengan banyak agen
penjualan untuk memperluas cakupandistribusi dari Sosrof. PRICING
STRATEGYPertama kali mengenalkan teh siap minum dalam kemasan botol,Sosro
memiliki target pasar yang jelas, dengan target orang yangsedang melakukan perjalanan.
Pada waktu itu, strategi promosi yangdilakukan juga baik dengan menetapkan harga tidak
lebih dari biayaparkir pada waktu itu (mengingat target adalah orang yang
sedangmelakukan perjalanan). Pada waktu pengenalan produk, Sosro jugamemiliki
keunggulan kompetitif karena merupakan teh siap minumdalam kemasan botol yang
dipasarkan pertama kali di Indonesia.g. PROMOTION STRATEGY
43. 35Kesuksesesan sosro dalam merebut hati konsumen Indonesiasesungguhnya dilihat
dari aspek pemasaran cukup unik. Sosro,dalambeberapa hal, telah mengabaikan hukum-
hukum umum yang terdapatdi ilmu pemasaran. Misalnya saja mengenai perlunya riset
pasarsebelum meluncurkan produk. Konon kabarnya sebelum sosro hadir,ada sebuah
perusahaan asing yang ingin mengeluarkan produk tehdalam botol sepert i yang
dilakukan sosro saat ini. Kala itu sangperusahaan menyewa jasa sebuah biro riset
pemasaran untuk mengujikelayakan dan prospek produk tersebut di Indonesia. Setelah
menelitidan mengamati kebiasaan minum teh di masyarakat sang biro punmenyimpulkan
bahwa produk ini tidak memiliki prospek bagus untukdipasarkan di Indonesia. Biro itu
beralasan bahwa budaya minum tehpada bangsa Indonesia umumnya dilakukan pagi hari
dalam cangkirdan disajikan hangat sehingga kehadiran teh dalam kemasan botoljustru
akan dianggap sebuah keanehan.Sosrodjojo, pendiri perusahaan sosro, justru berpikir
sebaliknya.Awalnya ide kemasan botol berasal dari pengalaman tes cicip (onplace test) di
pasar-pasar tradisional terhadap teh tubruk cap botol.Pada demonstrasi pertama teh
langsung diseduh di tempat dandisajikan pada calon konsumen yang menyaksikan.
Namun caratersebut memakan waktu lama sehingga calon konsumen
cenderungmeninggalkan tempat. Kemudian pada uji berikutnya teh telah diseduhdari
pabrik dan kemudian dimasukkan ke dalam tong-tong dan dibawadengan mobil. Akan
tetapu cara ini ternyata membuat banyak tehtumpah selama perjalanan karena saat itu
struktur jalan belum sebaiksekarang. Akhirnya sosro mencoba untuk memasukkannya
padakemasan-kemasan botol limun agar mudah dibawa. Beranglkat dari
itumerekaberpikir bahwa penggunaan kemasan botol adalah alternatifyang paling praktis
dalam menghadirkan kenikmatan teh lansung kekonsumen.
44. 36Dari awal produk ini ditargetkan untuk konsumen yang seringmelakukan
perjalanan seperti supir dan pejalan kaki sosro . Sosromenyadari bahwa segmen
konsumen ini memiliki keinginan hadirnyaminuman yang dapat menghilangkan dahaga
di tengah kelelahan dankondisi panas selama perjalanan. Atribut kepuasan ini dicoba
untukdipenuhi dengan menghadirkan minuman teh dalam kemasan botolyang praktis dan
tersedia di kios-kios sepanjang jalan. Untukmenambah nilai kepuasan teh botol ini
disajikan dingin denganmenyediakan boks-boks es pada titik-titik penjualannya
(penggunaankulkas pada saat itu belum lazim).Kini SOSRO telah menjadi perusahaan
minuman yang besar danotomatis strategi pemasaran yang dipakai pun semakin
besarpula. Promosinya kini bukan menggunakan metode cicip rasatetapi kini banyak
iklan-iklan sosro yang terlihat di berbagaistasiun televisi, internet, majalah, surat kabar,
radio, danberbagai acara-acara besar maupun kecil. Berikut berbagaisemboyan iklan
SOSRO dari tahun ke tahun.1975 Pelepas Dahaga Asli1985 Hari-Hari Teh Botol1994
Hari-Hari Teh Sosro1996 Aslinya Teh1997 Ahlinya Teh2002 Apapun Makanannya,
Minumnya Teh2012 Asli Segarnya3.6 Sistem Sanitasi3.6.1 Jenis Limbah1. Limbah
Cair2. Limbah Padat3.6.2 Cara Penanganan Limbah
45. 37Pengolahan LimbahDi PT. Sinar Sosro Cakung, Jakarta Timur ada 2 jenis
limbahindustri yang di hasilkan, berikut pengolahannya:1. Limbah caira. Preatreatment
adalah pengolahan awal limbah cair teh yangbaru di buang dari pabrik sebelum
memasuki prosestahapan utama. Berikut ini tahapan pengolahan awaltersebut:1) Screen
pressAlat ini digunakan untuk menyaring, menyeleksi danmembuang kotoran- kotoran
dan padatan, sepertisampah pabrik, pipet, kertas, dan lainnya darilimbah.2) Sump
pitSump pit adalah bak penampung sementara limbahdari screen press yang memiliki 2
unit pompa(influent pump) yan bertugas memompakan limbahke bak equalisasi.3)
Cooling towerLimbah cair yang masuk ke bak equalisasi oleh unitini didinginkan terlebih
dahulu.4) Bak equalisasi dan agitatorBak ini adalah tempat menghomogenkan kualitas
dankuantitas air limbah yang masuk ke dalam bak iniserta sebagai tempat untuk prosesasi
difikasi melaluifermentasi.Untuk mempercepat homogenisasi maka digunakanagitator.
Penambahan bahan nutrisi juga di lakukanuntuk makanan bakteri yaitu pupuk urea atau
sumbernitrogen dan pupuk super phosphate (sumber posfat).5) Limbah
46. 38Limbah dari bak equalisasi di pompakan di MUR(methane Upilow reactor) setelah
melalui 2 tahapyaitu penetralan pH limbah dan tahap homogenisasi.b. Pengolahan
Limbah secara aerobic1) Bak AerasiLimbah yang keluar dari proses anaerobic
memilikikualitas limbah yang begitu baik, sehingga bak initerjadi proses penyempurnaan.
Limbah mengalamipengolahan oleh bakteri lumpur aerob, dimanabaktteri pengolah
materi-materi sisa yangterbiodegradasi pada proses aerobic menjadi CO2 dansel bakteri
baru.2) Final clarifierPada bak ini prosesnya adalah pengendapan dimanaActivated ludge
dipisahkan dari air limbah yangbersih, lumpur aktif yang mengendap disirkulasi kebak
aerasi, ataupun bila di perlukan disirkulasikembali ke bak equalisasi. Kotoran-kotoran
yangmelayang tersapu masuk ke bak effluent untuk dibuang, sementara itu, air limbah
bersih mengalirsecara overflow ke kolam indikator.3) Kolam indikatorPada kolam ini
diisikan dengan ikan sebagaiindikatorkualitas air. Setelah dialirkan ke kolomindikator, air
dibuang ke saluran pembuangan sepertiselokan atau sungai. Dari proses tersebut
dapatterlihat sesuai lampiran bahwa air yang kotordibuang kembali ke alam dalam
keadaan bersihdengan proses pengolahan yang baik.
47. 392. Limbah Padata. Thermofil yaitu pengolahan dengan menggunakan jamur
danbakteri thermofil.Proses pengolahan limbah padat ini adalahsebagai berikut:1) Ampas
tehAmpas teh dari sisa penyeduhan di letakkan pada bakatau tempat khusus yang telah
disediakan.2) PendinginanAmpas teh yang telah dibiarkan di tanah akan didinginkan
selama satu hari.3) PenguraianPenguraian dengan penanaman mikroorganisme
padaproses ini diberikan mikroorganisme untukmenguraikan ampas teh atau
zatorganic.4) PembalikanSetelah melalui proses di atas maka dilanjutkandengan proses
pembalikan dengan waktu seminggusekali.5) KomposSetelah pembalikan ampas teh di
biarkan membusukselama 1 bulan dan kemudian akan menjadi kompos.b. Fertilisasi
kompos adalah pengolahan limbah menggunakanbantuan organisme yaitu cacing. Ada
dua jenis cacing yangdigunakan dalam proses tersebut yaitu cacing local dancacing impor
(Prancis). Cacing Prancis dianggap palingrakus dalam mengkonsumsi ampas teh
sehinggapenggunaannya diharapkan dapat mempercepat prosespengolahan limbah ampas
teh. Proses tersebut adalah :1) Ampas tehAmpas teh dari sisa penyeduhan di letakkan
pada bakatau tempat khusus yang telah disediakan.
48. 402) PendinginanAmpas teh yang telah dibiarkan di tanah akan didinginkan selama
satu hari.3) FertilisasiCacing dimasukkan pada bak atau tempat khususyang berisi ampas
teh yang telah didinginkan.Mereka akan menyelam ke dasar bak danmengkonsumsi
ampas teh tersebut dari dasar.Cacing-cacing itu akan berekskresi dan kotorancacing
itulah yang menjadi kompos. Pupuk kompossiap dipanen jika cacing-cacing tersebut
telah sampaike permukaan bak.
49. 41BAB IVPENUTUP4.1 KesimpulanSetelah diadakannya kunjungan industri ini,
penulis mampumemahami secara langsung bagaimana sistem produksi yang
dilakukanoleh PT. Sinar Sosro. Suatu industri yang bermula dari seorang pencetuside teh
dalam kemasan botol. Yang sekarang sudah menjadi industri besardan dikenal hingga ke
mancanegara. Dengan berbekal filosofi niat baik,PT. Sinar Sosro selalu
mengedepankan kualitas dan ramah lingkungan.Karena proses produksi yang dilakukan
terbukti steril dan yang terpentingadalah limbah yang dihasilkan terbukti mampu
dikembalikan pada alam.Harapan penulis kedepannya yaitu semoga dengan
diadakannyakunjungan industri di PT. Sinar Sosro ini dapat menambah pengetahuankita
tentang kegiatan sistem produksi. Dan semoga laporan ini dapatbermanfaat bagi pihak
yang membutuhkan.4.2 Kritik dan SaranSetelah melakukan pengamatan langsung ke
pabrik PT. Sinar Sosro,penulis hanya menyarankan agar PT. Sinar Sosro tetap berusaha
menjadiperusahaan yang mampu mengolah pasar lokal maupun internasional.Karena
dengan begitu, maka penulis tidak lagi khawatir akan konsumsimasyarakat terhadap
minuman siap saji berharga terjangkau yang banyakberedar di pasar.
50. viiiDAFTARPUSTAKAArman Maulana, Penanggulangan Dampak Limbah Industri
Tekstil di Sleman.Tugas Tata Tulis Karya Ilmiah, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah
Mada,Yogyakarta, 2010.http://www.sosro.com, diakses pada Sabtu, 30 Maret
2013http://noretz-area.blogspot.com, diakses pada Sabtu, 30 Maret
2013http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22691/4/Chapter%20II.pdf,diakses
pada Sabtu, 30 Maret 2013http://www.scribd.com/dedi35/d/20646086/20-A-METODE-
OBSERVASI-pengamatan diakses pada Sabtu, 30 Maret
2013http://riamaryani.wordpress.com, diakses pada Minggu, 31 maret
2013http://yanhasiholan.wordpress.com, diakses pada Minggu, 31 Maret 2013