Anda di halaman 1dari 7

Obat-Obat

Anti Obsesif-Kompulsif
Sinonim : drug used in obsessive compulsive disorders
Obat acuan : clomipramine

Obat anti obsesif kompulsif trisiklik
Clomipramine (anafranil)
Obat anti-obsesif kompulsif SSRI
Sertraline (Zoloft)
Faroxetine (Seroxat)
Fluvoxamine (Luvox)
Fluoxetine (Prozac)
Citalopram (Cipram)
Indikasi Penggunaan
Gejala sasaran : Sindrom obsesif-kompulsif
Paling sedikit 2 minggu dan hampir setiap hari,
mengalami gejala obsesif-kompulsif dgn :
Diketahui/disadari impuls dari diri sendiri
Merupakan pengulangan yg tidak menyenangkan
Tindakan yg dilakukan sekedar memberikan perasaan lega
dari ketegangan dan cemas
Paling sedikit ada 1 tindakan yg masih tidak dapat dilawan

Respon penderita seringkali hanya pengurangan gejala
sekitar 30-60%, perlu disertai terapi perilaku
Mekanisme Kerja
Berdasarkan pada hipotesis bahwa sindrom
obsesif-kompulsif berkaitan dgn
hipersensitivitas dari serotonin receptor di
sistem saraf pusat

Sehingga mekanisme kerja obat anti-obsesif
kompulsif adalah sebagai serotonin reuptake
blockers (menghambat re-uptake
neurotransmiter serotonin), sehingga
hipersensitivitas tersebut berkurang

Cara Penggunaan
Pemilihan Obat
Clomipramine
dari golongan
trisiklik masih
dianggap obat
yg paling efektif
(paling bersifat
serotonin
selective)
Pada pasien yg
peka terhadap
efek samping
golongan
trisiklik,
biasanya beralih
ke golongan SSRI
Pengaturan Dosis
Dimulai dgn
dosis rendah
untuk
penyesuaian
efek
25-50mg/hari,
dinaikan secara
bertahap
25mg/hari
Max 200-
300mg/hari
Sangat
bergantung
pada toleransi
pasien
Lama
pemberian
Sampai 2-3
bulan dgn
dosis 75-
225mg/hari
Meskipun
perbaikan
sudah tampak
Batas lamanya
bersifat
individual (6
bulan-
tahunan)

Efek Samping
Efek antihistaminergik
(sedasi, kantuk, waspada
kurang, kognitif turun)
Efek antikolinergik
(mulut kering, keluhan
lambung, retensi urin,
disuria, gg fungsi seksual)
Efek antiadrenergik
(perubahan EKG, hipotensi)
Efek neurotoksis
(tremor halus, kejang,
agitasi, insomnia)
Untuk pecegahan penting
dilakukan px. fisik dan lab
dgn teliti
Efek tidak berat
ditoleransi sekitar 3
minggu
lethal dose lebih dari 1-
2gr/hari
Pemberian obat dosis
besar, sebaiknya tidak
lebih dari dosis seminggu
Interaksi Obat
Clomipramine + Haloperidol/Phenotiazine dapat mengurangi
kecepatan ekskresi dari Clomipramine, sehingga kadar dalam plasma
meningkat, sebagai akibatnya terjadi potensiasi efek samping
antikolinergik

Obat anti obsesif kompulsif Trisiklik/ SSRI + CNS Depressants (alkohol,
opioida,dll) menyebabkan potensiasi efek sedasi dan penekanan thd
pusat pernapasan

Obat anti obsesif kompulsif Trisiklik/ SSRI + Obat simpatomimetik
(derifat amfetamin) dapat membahayakan kondisi jantung

Obat anti obsesif kompulsif Trisiklik/ SSRI + MAOI, tidak boleh
diberikan bersamaan, dapat terjadi Serotonin Malignant Syndrome.
Pemberian bersama obat anti obsesif kompulsif SSRI dan Trisklik,
umumnya meningkatkan kadar Trisiklik dalam plasma sehingga mudah
terjadi gejala overdosis (intoksikasi trisiklik )