Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ian Manuel Purba

NIM : 11010111130439
Kelas : I

Apakah penelitian itu? Untuk menjawab pernyataan tersebut, alangkah baiknya jika
seorang peneliti mencari masalah yang berkaitan dengan realitas penelitian yang biasanya
dijabarkan dalam bahasan penelitian.
Secara etimologis metodologi penelitian terdiri dari dua kata yaitu metodologi dan
penelitian. Metode berasal dari kata Yunani, methodos yang berarti cara, dan logos yang berarti
ilmu, sehingga metodologi penelitian dapat diartikan dengan suatu disiplin yang berhubungan
dengan metode , peraturan, kaedah yang diikuti dalam ilmu pengetahuan. Penelitian berasal dari
bahasa inggris research, re berarti kembali dan search berarti mencari kembali. Penelitian adalah
suatu kegiatan yang dilaksanakan dengan suatu sistematika. Penelitian adalah suatu kegiatan
untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya.
Metodologi penelitian adalah ilmu tentang cara cara yang sistemaris untuk menambah
pengetahuan baru atas pengetahuan yang sudah ada, untuk memperkuat atau menyangkal teori
yang sudah ada itu dengan cara yang dapat dinilai kembali kebenarannya.
Buku yang akan saya bahas adalah sebuah buku karangan dari Sulistyowati Irianto
dengan judul Perempuan di Antara Berbagai Pilihan Hukum ( studi mengenai srategi
perempuan Batak Toba untuk mendapatkan akses kepada harta waris melalui proses
penyelesaian sengketa). Buku ini pertama kali diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia anggota
IKAPI DKI Jakarta pada april 2003, edisi kedua terbit pada mei 2005.
Secara garis besar penelitian ini menjelaskan mengenai bagaimanakah budaya hukum dan
subbudaya hukum (kepentingan) masyarakat Batak Toba pada umumnya, yang tidak
menempatkan perempuan sebagai ahli waris dengan berbagai dampaknya bagi perempuan,
menyebabkan kelompok perempuan tertentu menciptakan budaya hukum dan subbudaya
hukumnya sendiri, hal mana tercermin melalui cara perempuan memilih institusi peradilan dalam
proses penyelesaian sengketa waris.
Para pihak yang terlibat dalam sengketa dan para hakim menggunakan hukum adat dan
hukum Negara secara bergantian. Dengan demikian sebenarnya para pihak tunduk sebagian pada
institusi hukum Negara, dan sebagian pada hukum adat, atau kadang kadang mengemas
substansi hukum adat melalui institusi hukum negara.
Nama : Ian Manuel Purba
NIM : 11010111130439
Kelas : I

Tujuan dari penelitian yang diungkapkan di dalam buku ini adalah untuk menjelaskan
pentingnya untuk melihat permasalahan hukum tidak hanya dengan pendekatan yang legistis
saja, tetapi juga menempatkan permasalahan tersebut dalam konteks sosial yang lebih luas
(buaya, politik, dan ekonomi). Dalam rangka itu, penelitian di dalam buku ini memberikan suatu
kritik terhadap pendekatan legal centralism, yang menyatakan bahwa keadilan selalu bersumber
pada otoritas terpusat, yaitu Negara.
Penulis dalam melakukan penelitiannya menggunakan metode kasus sengketa yang
klasik, yang diajukan oleh seorang antropolog hukum Amerika. Metode tersebut digunakan
untuk memperoleh keterangan mengenai hukum apa yang senyatanya dianut oleh masyarakat
dengan cara menganalisis kasus-kasus sengketa. Meskipun tujuan dari metode tersebut adalah
untuk menemukan substansi hukum, tetapi cara metode tersebut dalam mendapatkan data, dapat
digunakan untuk menemukan bagaimana proses suatu sengketa berlangsung, yaitu mencari sebab
sebab perselisihan, siapa siapa saja yang tetlibat , kemudian ditelusuri sejarah dari kasus tersebut,
bagaimana proses penyelesaiannya, dan terakhir bagaimana dampak dari hasil penyelesaian
sengketa tersebut bagi masyarakat yang bersangkutan.
Buku ini merupakan rangkuman yang menggambarkan perkembangan hukum bagi orang
Batak Toba, secara khusus dalam akses perempuan terhadap harta warisan. Buku ini dapat juga
dikategorikan sebagai karya antropologi feministic. Dengan pendekatan kritis penulis
mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi di belakang relasi pria dan dan perempuan atau relasi
gender dalam masyarakat Batak Toba, suatu hal yang masih asing bagi Antropologi Hukum.
Buku ini juga membahas kedudukan perempuan secara universal, tidak hanya dibidang
pewarisan tetapi juga konsep gender dan kedudukan perempuan dalam keluarga. Hal ini
merupakan suatu kelebihan yang tidak dimiliki buku lain.
Akan tetapi masalah pewarisan berdasarkan hukum adat masyarakat Batak Toba serta
kedudukan perempuan di dalamnya kurang mendapat pembahasan yang menyeluruh dan
kompleks. Pembahasan hal tersebut ini lebih banyak terpaku pada penyelesaian di lingkungan
proses penyelesaian sengketa di pengadilan. Sumber penelitian yang menjadi bahan dasar dalam
penulisan buku ini juga dirasa kurang banyak, sehingga terasa dangkal dalam pembahasan. Akan
tetapi secara keseluruhan, buku ini dapat menjawab pertanyaan mengenai kedudukan perempuan
Nama : Ian Manuel Purba
NIM : 11010111130439
Kelas : I

dalam system pewarisan masyarakat Batak Toba, serta langkah langkah perempuan dalam
mendapatkan pewarisan melalui jalur penyelesaian sengketa di pengadilan. Hal ini sesuai dengan
isi dari deklarasi hak-hak asasi manusia sedunia, yaitu bahwa laki-laki dan perempuan sama dan
berhak atas kebebasannya.