Anda di halaman 1dari 4

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan meneliti tentang penderita skizofrenia teritpu, yang memperlihatkan delusiya
kepada individu dengan ekspresi wajah conoh marah, takut. Desain dari penelitian ini menggunakan
metode Non-acak dengan metode penelitian menggunakan 50 pisychiatric sehat sebagai indeks ideation
delusi. Hasil dari penelitian ini adalah sangan khayalan rawan individu ditampilkan penunndaan yang
signifikan dalam pengolahan ekspresi dibandingkan skor PDI.
PENDAHULUAN
Dari pembahasan latarbelakang dijelaskan bahwa penelitian ini meneliti adanya bias seperti dalam
khayalan rawan individu, untuk menguji peran yang mungkin dalam pengembangan keyakinan
delusional. Penelitian terbaru menggungkapkan bahwa persepsi gerakan komunikatif interpersonal yang
mungkin sangant rentan terhadap bias perhatian selektif (Dudley, John, Muda, & Atas, 1997).
Selain itu, penderita skizofrenia menderita delusi persecutory telah terbukti untuk menghindari, menatap,
mengancam daerah adegan amnigu (Philip, Senior & David, 2000) dan menghabiskan lebih banyak waku
melihat foto-foto yang menggambarkan ancaman langsung dan tersembunyi, dibandingkan dengan happy
dan berpotensi mengancam (Freeman, Garety & phillips, 2000).
Hasil penelitian pengolahan wajah mendukung ertengkaran menyimpang ancaman persepsi dalam
skizofrenia, sehingga peneliti melakukan penelitian mengacu tentang individu yang memiliki tingkat
tinggi ideatin delusi akan menunnjukan latency respon kemudian mengidentifikasi ekspresi wajah-
ancaman yang berkaitan (misalnya marah dan takut).
METODE
Pada penelitian ini menggunakan test IQ (NART, tingkat ideation delusi, dan gambar wajah) yang nanti
akan diikuti oleh 50 peserta dari mahasiswa program pendidikan di University of New England. Prosedur
penelitian ini dilakukan dengan menyuruh peserta duduk sekita 60 cm dari computer dan memegang
kotak respon. Kemudian nantinya responden akan dijelaskan instruksi menggunakan rubrik standar.
Setiap prosedur mempunyai arti dan tujuannya masing-masing.
HASIL
Dari hasil penelitian menggungkapkan bahwa pada tes kelompok T menunjukkan bahwa tidak ada
perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dalam hal usia. Pada tes sampel T independen
menunjukan tidak ada perbedaan dalam jumlah emosi diidentifikasi dengan benar dengan vs tinggi skor
rendah pada PDI. Pada kecepatan pengolahan menunjukan bahwa tidak ada perbeda yang ditemukan
antara kontrol dan kelompok eksperimen dalam waktu reaksi rata-rata (RT) di seluruh rangkaian stimuli.
RT berarti mempengaruhui khusus untuk kelompok eksperimen dan kontrol.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bias ini aktif sebelum timbulnya keyakinan delusional
disfungsional, sehingga melibatkan perannya dalam pembentukan delusi. Ini mengacu pada pendapat
chapman & chapman, 1987 bahwa pandangan terakhir dapat ditarik dari laporan yang menunjukkan
bahwa hanya sebagian kecil dari psikosis rawan individu benar-benar menderita pengalaman psikotik
menyimpang. Pada penelitin ini peneliti mengusulkan bias attentional diusulkan dapat berkontribusi
untuk pembentukan delusi maladaptif.















RESUME JURNAL KEPERAWATAN JIWA
Tentang
PROCESSING OF THREAT-RELATED AFFECT IS DELAYED
IN DELUSION-PRONE INDIVIDUALS


Oleh
DWI REZTI REFDITA
DWI FAJRI NOVFITRI
DEBBY OKTAVIA
ERMAYENTI
GEMA PHANUTRY
SUCI NURHUSADA HS
SITY HALIMAH
RIO VERDIANSYAH
WINDA


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS PADANG
2014