Anda di halaman 1dari 7

V.

PEKERJAAN DINDING
1. Pasangan Bata Merah Tebal bata 1pc : 4ps

Dengan aturan pemasangan batu merah kita menghubungkan batu merah masing-masing
bersama mortar menjadi suatu kesatuan yang juga dapat menerima beban. Siar-siar vertikal
selalu diusahakan agar tidak merupakan satu garis, harus bersilang, seperti terlihat pada gambar
berikut. Siar vertikal pada umumnya kita pilih sebesar 1 cm dan siar horisontal setebal 1,5 cm.

Sebelum pemasangan pemasangan perlu dibasahi lebih dahulu atau direndam sebentar di
dalam air
Sesudah lapisan pertama pada lantai atau pondasi dipasang, maka disiapkan papan mistar
yang menentukan tinggi lapisan masing-masing, sehingga dapat diatur seragam
Kemudian untuk lapisan kedua dan yang berikutnya pada batu masing-masing diletakkan
adukan (mortar) pada dinding yang sudah didirikan untuk siar yang horisontal dan pada batu
merah yang akan dipasang pada sisi sebagai siar vertical
Batu bata merah dipasang menurut tali yang telah dipasang menurut papan mistar sampai batu
bata merah terpasang rapat dan tepat
Dengan sendok adukan, mortar yang tertekan keluar siar-siar dipotong untuk digunakan
langsung untuk batu merah berikutnya
Pada musim hujan dinding-dinding pasangan batu merah yang belum kering harus dilindungi
terhadap air hujan

2. Plesteran 1pc : 4ps tebal 15mm

Plesteran adalah proses yang dilakukan dalam pekerjaan konstruksi yang meliputi pekerjaan
penempatan bahan adukan perekat terhadap suatu bidang kasar yang ditujukan supaya
permukaan menjadi rata. Sehingga umumnya plesteran pada dinding mempunyai fungsi sebagai
finishing dinding yang dengan didapatkan dinding yang rata dan indah, sebagai pendahuluan
untuk melakukan finshing berupa cat dinding yang baik dan sebagai lapisan pelindung dari
pengaruh cuaca luar berupa panas atau hujan. Bahan plesteran yang umum digunakan adalah
menggunakan mortar yang juga sering disebut dengan plesteran. Pekerjaan plesteran
membutuhkan ketelitian dan keterampilan sebagai lapisan luar bagian dinding atau tembok.

Plesteran berguna untuk merapikan sekaligus untuk meratakan permukaan dinding bata yang
telah dipasang agar kelihatan rapi dan baik. Plesteran juga berfungsi sebagai penutup lubang-
lubang yang ada pada pasangan dinding dan sebagai pelindung dari cuaca, karena apabila
pasangan batu bata tidak dplester maka dinding yang berada disisi luar akan cepat rusak atau
keropos karena terkena air hujan. Saat pengerjaan plesteran ini harus rapi dan rata tidak boleh
bergelombang atau retak-retak. Jika terjadi kelainan saat pengerjaan plesteran ini harus segera
diperbaiki.
Seluruh plesteran dinding batu bata merah dengan asuk campuran 1pc : 4ps, kecuali pada
dinding bata traseram atau rapat air
Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada direksi pengawas untuk
mendapatkan persetujuan, lengkap dengan ketentuan atau persyaratan pabrik yang
bersangkutan. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material yang mutunya
sesuai dengan yang disyaratkan tanpa biaya tambahan
Untuk dinding belakang gunakan seni tekstur kasar pada permukaan
Untuk setiap pertemuan permukaan dalam satu bidang datar yang berbeda jenisnya
misalnya dengan kosen dan lain-lain, harus diberi atau dibuat naat (tali air)

3. Acian
Sebelum memulai maka dilakukan pembersihan dinding plesteran yang masih kasar
Lakukan pembersihan dengan spons
Lakukan pembersihan dengan keseluruhan
Basahi atau siram dengan air secara secukupnya kepada dinding plesteran yang telah
dibersihkan
Tujuan pembasahan dimaksudkan agar acian dapat dengan mulus dan mudah untuk
dikerjakan dan supaya acian dapat berkualitas bagus
Ambil semen 1pc dengan dicampur air secukupnya hingga terbentuk bahan acian yang
pas
Lalu poles dinding plesteran yang telah dibasahi dengan campuran semen dengan air
yang telah diaduk rata
Ketebalan acian disesuaikan dengan kebutuhan, jika di dalam maka acian medium, jika
di luar maka aciam harus tebal agar tahan panas dan hujan

VI. PEKERJAAN PLAFOND
1. Rangka Plafond Hollow Metal Galvalum
Fabrikasi Kuda-kuda, pembetukan kuda-kuda atau TRUSS yang biasanya berbentuk
segitiga untuk truss utama dan untuk atap yang berbentuk limas.
Pembentukan kuda-kuda dilakukan dengan alat bor dan baut screw dan untuk
pemotongan digunakan gunting khusus galvalum
Setelah proses pembentukan kuda-kuda dilakukan erection kuda-kuda
Erection kuda-kuda ialah penyetelan kuda-kuda di atas bangunan dengan diproses
pemasangan reng disetiap antar kuda-kuda sehingga tegak berdiri
Dilakukan dengan penimbangan kuda-kuda sehingga ketinggian dan kerendahan sama
antar kuda-kuda
Dilanjutkan oleh pemasangan reng
Pemasangan reng adalah proses terakhir dengan dilakukan berjarak, sesuai dengan
genteng yang digunakan oleh atap rumah

2. Plafond Gypsumboard, tebal 9mm
Peletakan panel gypsum ditempatkan pada tempat yang kering dan jauh dari percikan
air hujan
Melakukan setting dan marking, yaitu untuk penentuan garis tengah (as) plafond harus
disesuaikan dengan garis tengah kolom pada tiap ruangan
Setelah itu dilakukan penentuan penentuan level plafond
Papan gypsum harus dipasang berlawanan arah dengan rangka penunjang, yang mana
pada proyek ini rangka penunjang menggunakan Metal Furring
Pertemuan antara dua gypsum diatur secara menyilang
Sebelum pemasangan sekrup yakinkan bor sekrup disesuaikan dengan benar, sehingga
kepala sekrup hanya masuk sedikit ke dalam permukaan papan gypsum
Tekan ujung skrup perlahan ke dalam permukaan papan gypsum sebelum menjalankan
mesin bor untuk memasukkan sekrup
Jarak awal sekrup 15 mm dari tepi panelselanjutnya jarak 300 mm
Posisikan sekrup pada tepi panel yang berdampingan berlawanan satu dengan yang
lainnya.
Posisikan sekrup pada tepi panel yang berdampingan berlawanan satu dengan yang
lainnya
Sekrup ditempatkan untuk pertemuan ujung dengan jarak 200 mm.
Sekrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak maksimum 300 mm
Setelah panel gypsum terpasang, sambungan pertemuan gypsum dengan gypsum
compound

3. Plafond Calsiumsilikat, tebal 3,5mm
Rangka plafond terlebih dahulu terpasang
Pembuatan sketsa (marking) pada slab beton yang nantinya digunakan sebagai patokan
dalam penentuan letak kawat penggantung (suspension rod).
Setelah semua rangka plafond / ceiling terpasang, lakukan perataaan (leveling) plafond
sebelum pemasangan papan calsium silicate
Papan Calsium Silicate harus dipasang berlawanan arah dengan rangka penunjang, yang
mana pada proyek ini rangka penunjang menggunakan Metal Furring
Pertemuan antara dua Calsium Silicate diatur secara menyilang
Sebelum pemasangan sekrup yakinkan bor sekrup disesuaikan dengan benar, sehingga
kepala sekrup hanya masuk sedikit kedalam permukaan papan Calsium Silicate
Posisikan sekrup pada tepi panel yang berdampingan berlawanan satu dengan yang
lainnya
Sekrup ditempatkan untuk pertemuan ujung dengan jarak 200 mm
Sekrup yang dipasang di tengah papan Calsium Silicate yang berfungsi sebagai titik
perkuatan dipasang pada jarak maksimum 300 mm
Setelah itu dilakukan tahap tahp finishing pada papan calsiumsilicate
Pada tahap penghalusan (sanding), pergunakan kertas gosok dengan tingkat kekerasan
120/150

4. List Plafond Gypsum
Ukur panjang area yang ingin dipasang list. Pastikan ukurannya tepat karena jika
meleset beberapa centimeter aja bisa berpengaruh pada saat pemasangan list yang lain
(terutama bagian sambungan pojo
Setelah itu, potong list yang akan dipasang sesuai dengan ukuran tadi dengan
menggunakan cutter atau gergaji besi
Selanjutnya buatlah "perekat" dari compound untuk menempelkan list pada dinding
yang akan dipasang. Sediakan air, bubuk compound, wadah, dan kape. Bubuk
compound diletakkan di suatu wadah (biasanya potongan papan gypsum atau potongan
tripleks). Dikarenakan compound setelah terkena air cepat mengeras (kurang lebih 10
menit), maka saat pencampuran usahakan agar air yang dicampur sedikit demi sedikit
sambil diaduk pelan-pelan
"Perekat" yang sudah jadi selanjutnya dioleskan ke list yang telah dipotong tadi.
Oleskan "perekat" tersebut secara merata agar semua bagian list dapat menempel pada
dinding dan plafond secara merata
Kemudian tempelkan list yang sudah diolesi "perekat" tersebut ke dinding dan plafond
yang akan dipasang. Ratakan list tersebut sesuai dengan ukuran tadi (usahakan diberi
tanda tempat yang akan ditempel list).
Setelah list tertempel pada dinding dan plafond, selanjutnya rapikan bagian atas dan
bawah list dengan kape karena biasanya pada saat penempelan, ada bekas "perekat"
yang keluar. Perapihan dapat dilakukan dengan amplas atau kape
Pada sambungan list, usahakan agar tidak sampai keliatan. Caranya dengan menambah
"perekat" atau membuat motif motif yang seolah-olah list tersebut keliatan sambung-
menyambung
VII. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pengecatan Kayu Seluruhnya (kusen+daun jendela dan pintu+kisi)
Amplas terlebih dahulu secara merata dan hanya sekedar nya di dalam mengamplas
Bersihkan kayu yang telah diamplas dengan kain atau semacam nya agar tak tertinggal
kotoran
Cat dengan primer (lapisan dasar seperti mowilex stainblocking wood primary sebagai
penahan getah kayu)
Cari cat primer khusus untuk kayu
Bila tidak ingin menggunakan cat primer, gunakan dempul
Setelah didempul, amplas tipis
Setelah itu cat dengan cat kayu yang diinginkan, pengecatan dua kali
Lapisi dengan cat bening anti UV

2. Pengecatan Dinding + Listplank GRC

Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan pengecatan dinding tembok (bata), yang
paling berpengaruh adalah kualitas atau mutu dinding itu sendiri (terlepas dari kualitas cat yang
dipakai). Masalah yang sering timbul akibat dari kualitas dinding yang jelek biasanya adalah
belang-belang seperti basah (bila kadar air dalam dinding terlalu tinggi), lapisan cat yang
menggelembung. Sedangkan bila yang dipakai cat dinding dengan kualitas rendah maka masalah
yang sering terjadi adalah pengapuran, warnanya luntur. Berikut tata metode nya:
Pastikan dinding telah dibersihkan terlebih dahulu dan kering pastinya untuk mencegah
terjadinya pengelupasan
Biasanya menunggu waktu 28 hari agar plesteran dan acian kering dengan sempurna
Sebelum di plamir, lapisi dulu dengan wall sealer agar menetralisir PH semen agar sesuai
dengan PH cat
Plamir dengan tiga bahan yaitu semen putih, lem putih, dan kalsium
Setelah plamir mongering, ampals lagi terlebih dahulu dengan halus
Lapisi dengan cat dasar
Setelah itu cat dinding dengan cat pilihan dengan kualitas tinggi
Pengecatan pada siang hari

3. Pengecatan Plafond
Tutupi semua perabot yang ada di bawah dengan penutup
Tutup bagian dinding yang berbatasan langsung dengan plafond menggunakan isolasi
kertas
Gunakan rol untuk alat pengecatan plafond
Gunakan cat dasar atau plamir saja untuk mutu tinggi
Bersihkan dahulu rol yang akan digunakan untuk mengecat
Gunakan cat akhir dengan cat plafond mutu tinggi
Mulai dari pinggir plafond menggunakan kuas ukuran sedang untuk pengecatan
dibagian pinggir rapi
Setelah itu lapisi cat plafond pada bagian tengah dengan menggunakan rol
Jaga ketebalan pelapisan cat agar terus sama