Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MATA KULIAH PENGANGGARAN PERUSAHAAN

RESUME PENYUSUNAN ANGGARAN KONVENSIONAL




Oleh :
Kelompok 10
Adani Khairina 125020300111008
Ratika Hanna A. 125020300111094
Ika Setiawati S. 115020300111029

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2014


PENYUSUNAN ANGGARAN KONVENSIONAL

A. Pengertian
Metode penghargapokoan tradisional sama dengan metode penghargapokoan
konvensional. Metode ini dibagi lagi menjadi metode full costing atau variabel costing.
Metode penghargapokoan penuh adalah metode dimana seluruh unsure harga pokok diakui
sebagai harga poko, yaitu meliputi BBL, BTKL, dan FOH tetap dan variable. Sedangkan
metode variable costing atau direct costing hanya menggunakan FOH variable dengan
BBL dan BTKL saja, untuk FOH tetapnya tidak dibebankan.
B. Pengertian Biaya Variabel dan Biaya Tetap
Biaya variable adalah biaya yang jumlahnya berubah sebanding dengan perubahan
volume kegiatan, tetapi biaya variable per unit tetap walaupun volume kegiatan berubah.
Biaya semivariabel adalah biaya yang jumlahnya berubah tidak sebanding dengan perubahan
volume kegiatan. Biaya semivariabel ini memiliki unsur biaya variable dan tetap. Sedangkan
biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah seirinng dengan bertambahnya produksi dalam
rentang waktu tertentu.
C. Metode pemisahan Biaya Semivariabel
Metode Perkiraan Langsung
Metode digunakan apabila perusahaan memiliki data historis, tetapi tidak dapat dipakai untuk
masa yang akan dating atau perusahaan baru berdiri sehingga belum memiliki data.
Metode Biaya Berjaga
Metode ini dalam dunia nyata sulit diterapkan karena pabrik yang didak beroperasi selama
menjaga biaya tetap yang merugikan perusahaan.
Metode Korelasi
Menitikberatkan pada data masa lampau dengan menggunakan salah satu alat analisis
statistic. Dapat disajikan secara grafik dan secara matematis.
Metode tertinggi dan terendah
Metode untuk memisahkan biaya semivariabel menjadi biaya variable dan biaya tetap dengan
cara mencari selisih antara tingkat biaya dan satuan tertinggi dengan tingkat biaya dan satuan
terendah.
D. Metode Unit Ekuivalen Produk
Langkah Penyusunan Anggaran Biaya Produksi
Tahap pertama, menyusun data produk dalam unit berupa data produk dihasilkan dan produk
diproses.
Tahap kedua, menyusun biaya produksi dibebakan untuk menghitung biaya produk diproses
berupa biaya produk dalam proses awal dan produk masuk produksi periode ini.
Tahap ketiga, menyusun biaya produksi diperhitungkan untuk menghitung biaya produk
selesai dan produk dalam proses akhir.
E. Penyusunan Anggaran Konvensional
Penyusunan anggrana konvensional adalah lawan dari penyusunan anggaran berdasarkan
kegiatan. Berikut adalah ilustrasi Penyusunan Anggaran Konvensional :
1. Membuat anggaran jualan
2. Membuat anggaran sediaan produk jadi akhir
3. Membuat anggaran bahan baku
4. Membuat anggaran biaya tenaga kerja langsung
5. Membuat anggaran biaya overhead pabrik variable
6. Membuat anggaran biaya overhead pabrik tetap
7. Membuat Anggaran Sediaan Produk dalam proses akhir
8. Membuat Anggaran BOP tetap lebih (kurang)
9. Membuat Anggaran Beban Usaha Variabel
10. Membuat anggaran laba rugi metode penghargapokoan penuh
11. Membuat anggaran laba rugi metode penghargapokoan variable
Nantinya akan terdapat selisih dari laba menggunakan kedua metode sehingga langkah
selanjutnya adalah :
12. Membuat Tabel perbedaan laba
13. Membuat Perbedaan Sediaan
14. Anggaran Biaya Produksi Metode penghargapokoan penuh belum disesuaikan
15. Anggaran Biaya Produksi Metode penghargapokoan penuh telah disesuaikan
16. Anggaran Biaya Produksi Metode penghargapokoan variable
17. Membuat anggaran kas metode langsung
18. Anggaran neraca metode penghargapokoan penuh
19. Anggaran bangunan dan alat
20. Anggaran neraca metode penghargapokoan variable
21. Selisih sediaan antara metode penghargapokoan penuh (PP) dengan penghargapokoan
variable (PV)
22. Perbandingan anggaran Laba Rugi Akunting Tradisional dengan akunting Bahan
Terpakai
F. ANALISIS SELISIH
Anggaran dengan kenyataannya jarang terdapat kesamaan, sehingga hampir selalu
terjadi selisih. Selisihnya disebut variance yang menguntungkan disebut menguntungkan
(favorable) bukan selisih yang menguntungkan (unfavorable). Selisih tersebut dapat
disebabkan oleh volume yang tidak sesuai dengan anggaran, tetapi dapat juga disebabkan
harga/tariff per unit yang tidak sama dengan anggaran.
Selisih Volume Jualan
Adalah Margin kontribusi per unit yang dianggarkan dikalikan dengan selisih unit jualan
yang dianggarkan dengan actual.
Selisih Harga Pokok Standar
Selih biaya bahan baku, selisih biaya tenaga kerja langsung dan selisih biaya overhead
pabrik.
Selisih Biaya Bahan Baku


BBBS = biaya bahan baku sesungguhnya
BBBSt = biaya bahan baku standar
HSt = harga standar
HS = harga sesungguhnya
KSt = kuantitas standar
KS = kuantitas sesungguhnya
Selisih Biaya Tenaga Kerja Langsung


SHBB = (HSt-HS)x KS
SKBB = (KSt-KS)x HSt
STU = (TUSt-TUS) x JKS
SEU = (JKSt-JKS) x TUST
STU = selisih tariff upah
SEU = Selisih efisiensi upah
TUSt = tariff upah standar
TUS = tariff upah sesunggguhnya
JKS = jam kerja sesungguhnya
JKSt = jam kerja standar
Selisih Biaya Overhead Pabrik
1. Metode satu selisih

SBOP = selisih biaya overhead pabrik
2. Metode dua selisih



BOPVS = biaya overhead pabrik variable sesungguhnya
3. Metode tiga selisih



TBOPT = Tarif Biaya Overhead Pabrik Tetap
SBOP = BOPS-BOPSt
Selisih terkendali = BOPVS- BOPVSt
BOPVSt= JKSt x TBOPV
Selisih volume = (JKN-JKSt) x TBOPT
Selisih pengeluaran = BOPVS-BOPVAJS
Selisih kapasitas =(JKN-JKS) x TBOPT
SEBOP = (JKSt-JKS) x TBOP