Anda di halaman 1dari 44

[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL

CARE)]
BAB 1
PENDAHULUAN
Kecelakaan Lalu Lintas dan Masalah Perkotaan jauh sebelum kendaraan
bermotor ditemukan, kecelakaan di jalan hanya melibatkan kereta, hewan, dan
manusia. Kecelakaan lalu lintas menjadi meningkat secara eksponensial ketika
ditemukan berbagai jenis kendaraan bermotor. Kecelakaan sepeda motor yang
tercatat pertama kali terjadi di New York pada tanggal 3 Mei !"#$. Pada tanggal
!% &gustus tahun yang sama, tercatat terjadi kecelakaan yang menimpa pejalan
kaki di London.
'ejak saat itu, kecelakaan di seluruh dunia terus terjadi hingga jumlah
kumulati( orang meninggal akibat kecelakaan tercatat )* juta orang pada tahun
!##%. Pada tahun )) saja tercatat !,) juta orang. +umlah kecelakaan tidak
merata untuk masing,masing wilayah dan negara.
Pada indi-idu yang mengalami kematian akibat kecelakaan, mereka
sebagian besar mengalami trauma, yang dimaksud dengan korban trauma adalah
korban yang mengalami gangguan (isik, yaitu berupa benturan dengan benda
keras. Penyebab terjadinya benturan bisa bermacam,macam, seperti jatuh,
kejatuhan benda, atau kecelakaan lalu lintas. .erdasarkan tingkat cideranya,
korban trauma dibagi menjadi ) kelompok, yaitu trauma ringan /non significant0
dan berat /significant0. Korban dikatakan trauma ringan bila mengalami cidera
yang kemungkinan kematian dan cacatnya kecil, seperti terkilir, luka bakar
ringan, terpeleset, dan lain,lain. Korban dikatakan trauma berat jika kemungkinan
kematian atau cacat permanennya besar.
1idera organ2multiorgan sampai rusaknya organ, contohnya kerusakan
paru secara permanen dapat ditimbulkan oleh kejadian trauma. 3ntuk
menurunkan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas, maka diperlukan
penanganan awal yang baik. Meliputi sistem pertolongan pertama,
kegawatdaruratan, dan perawatan kritis secara komprehensi(.
1
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
Maka, dalam makalah ini kami akan membahas tentang salah satu bentuk
trauma dada yang menyebabkan rupture ginjal, kerusakan paru, mencetuskan
451, syok hmoragic, dan shock septic. Yang akan ditangani mulai dari (ase gawat
darurat, kritis, dan perawatan pemulihan.
2
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
BAB 2
LANDASAN TEORI
A. TRAUMA DADA
a) Definisi
6rauma dada adalah abnormalitas rangka dada yang disebabkan oleh
benturan pada dinding dada yang mengenai tulang rangka dada, pleura paru,
paru, dia(ragma ataupun isi mediastinal baik oleh benda tajam maupun tumpul
yang dapat menyebabkan gangguan system perna(asan.
b) Patofisiologi
7ongga dada terdiri dari sternum, !) -etebra torakal, ! pasang iga yang
berakhir di anterior dalam segmen tulang rawan dan ) pasang iga yang
melayang. 4i dalam rongga dada terdapat paru,paru yang ber(ungsi dalam
sistem perna(asan. &pabila rongga dada mengalami kelainan, maka akan
terjadi masalah paru,paru dan akan berpengaruh juga bagi sistem perna(asan.
&kibat trauma dada disebabkan karena8
6ension pneumothorak cedera pada paru memungkinkan masuknya udara
/tetapi tidak keluar0 ke dalam rongga pleura, tekanan meningkat,
menyebabkan pergeseran mediastinum dan kompresi paru kontralateral
demikian juga penurunan aliran baik -enosa mengakibatkan kolapsnya paru.
Pneumothorak tertutup dikarenakan adanya tusukan pada paru seperti patahan
tulang iga dan tusukan paru akibat prosedur in-asi( penyebabkan terjadinya
perdarahan pada rongga pleural meningkat mengakibatkan paru,paru akan
menjadi kolaps. Kontusio paru mengakibatkan tekanan pada rongga dada
akibatnya paru,paru tidak dapat mengembang dengan sempurna dan -entilasi
menjadi terhambat akibat terjadinya sesak na(as. 'ianosis dan tidak menutup
kemungkinan akan terjadi syok.
) Me!anis"e t#a$"a
6rauma tumpul toraks /blunt chest trauma0
Kejadian
.enturan langsung /direct blow 0
1edera deselerasi
3
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
1edera akibat kompresi
9raktur kosta paling sering terjadi pada trauma tumpul
.ila terjadi 9raktur scapula, sternum, dan kosta pertama selalu
merupakan trauma yang sangat kuat.
6rauma tembus /penetrans0
'ering akibat trauma tusuk. Kelainan yang dapat terjadi 8
Luka 2 laserasi paru bagian peri(er
:aemotoraks
Pneumotoraks
1edera jantung, pembuluh darah besar atau eso(agus
%) &enis t#a$"a
6erdapat $ jenis trauma thora; yang harus dikenali pada sur-ei primer, karena
apabila tidak dikenali dapat menyebabkan kematian dengan cepat.
<angguan airway
Penekanan pada trakea di daerah toraks dapat terjadi karena (raktur
misalnya (raktur sternum. Pada pemeriksaan klinis penderita akan ada
gejala penekanan airway seperti stridor inspirasi dan suara serak. .iasanya
penderita perlu jalan napas de(initi(.
<angguan breathing
Pneumothora; terbuka /sucking chest wound0
4e(ek atau luka yang besar di dinding dada akan menyebabkan
pneumotoraks terbuka. 6ekanan di rongga toraks akan segera menjadi
sama dengan tekanan atmos(er. 4apat timbul karena trauma tajam,
sehingga ada hubungan udara luar dengan rongga pleura dan paru
menjadi kuncup.
&pabila lubang ini lebih besar dari )23 diameter trakea, maka udara
akan lebih mudah melewati lubang pada dinding dada dibandingkan
melewati mulut, sehingga terjadi sesak yang hebat.
6ension pneumotoraks
6erdapat kebocoran udara yang berasal dari paru,paru atau dari
luar melalui dinding dada masuk ke dalam rongga pleura paru,paru atau
dari luar melalui dinding dada, kemudian masuk ke dalam rongga pleura
4
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
dan tidak dapat keluar lagi. Maka udara akan semakin banyak pada satu
sisi rongga pleura. &kibatnya adalah paru sebelahnya akan tertekan,
dengan akibat sesak yang berat dan mediastinum akan terdorong,
akibatnya adalah timbul syok.
Penyebab dari tension pneumotoraks adalah komplikasi penggunaan
-entilasi meklanik dengan tekanan positi( pada penderita yang ada
kerusakan pada pleura -iseral.
6ension pneumotoraks ditandai dengan gejala nyeri dada, sesak yang
berat, distres pernapasan, takikardi, hipotensia, de-iasi trakea,
hilangnya suara napas pada satu sisi dan distensi -ena leher.
:ematothora; massi(
6erdapat perdarahan hebat pada rongga dada. Pada keadaan ini
akan terjadi sesak, karena darah dalam rongga pleura dan syok karena
kehilangan darah
9lai chest
9lail chest disebabkan karena (raktur iga multipel pada dua atau
lebih tulang dengan dua atau lebih garis (raktur. Pada saat ekspirasi
segmen akan menonjol keluar, pada inspirasi justru masuk ke dalam,
yang dikenal sebagai pernapasan paradoksal.
'esak berat yang terjadi harus dibantu dengan oksigenasi dan mungkin
diperlukan-entilasi tambahan.
1irculation /syok0
1edera toraks yang mempengarui sirkulasi dan harus ditemukan
pada primary adalah hemothora; masi( karena terkumpulnya darah dengan
cepat di rongga pleura.juga dapat terjadi pada tamponade jantung,
walaupun penderita datang tidak dalam keadaan sesak nemun dalam
keadaan syok.
Karena darah terkumpul dalam rongga perikardium, maka
kontraksi jantung terganggu sehingga timbul syok yang berat. .iasanya
terjadi pelebaran pembuluh darah -ena leher, disertai bunyi jantung yang
jauh dan nadi yang kecil.
5
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
Pada in(us yang diguyur tidak banyak menimbulkan respon.
'eharusnya pada penderita ini dilakukan perikardio sintesis, yaitu
penusukan rongga perikardium dengan jarum besar untuk mengeluarkan
darah tersebut.
9aktur iga
6erjadi akibat kecelakaan kendaraan atau tertimpa benda berat
Kontusio paru
Pada kontusio paru yang sering terjadi adalah kegagalan bernapas
yang dapat timbul perlahan atau berkembang sesuai waktu, tidak
langsung terjadi setelah kejadian.
e) T'o#a!oto"(
6orakotomi adalah tindakan li(e sa-ing untuk menhentikan kelainan yang
terjadi karena pendarahan /7eksoprodjo, ', !##*0. 5ndikasi torakotomi pada
hemotoraks adalah bila perdarahan mula,mula lebih dari !* ml atau
perdarahan lebih dari 3 , * ml2 kg ..2jam selama = jam berturut,turut pada
masa obser-asi.
B. TRAUMA ABDOMEN
a) Definisi
6rauma abdomen adalah trauma yang terjadi pada daerah abdomen yang
meliputi daerah retroperitoneal, pel-is dan organ peritoneal.
b) Me!anis"e t#a$"a
Langsung
Pasien terkena langsung oleh benda atau perantara benda yang
mengakibatkan cedera misalnya tertabrak mobil dan terjatuh dari
ketinggian
6idak langsung
Pengendara mobil terbentur dengan dash board mobil ketika kedua
mobil tabrakan
) &enis t#a$"a
6rauma tembus /6usuk dan tembak0
6
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
Penyebab benda tajam atau benda tumpul dengan kekuatan penuh
hingga melukai rongga abdomen.
Perdarahan hebat ruptur arteri2-ena
1edera organ di rongga abdomen
6rauma tumpul
6rauma di daerah abdomen yang tidak menyebabkan perlukaan
kulit 2 jaringan tetapi kemungkinan perdarahan akibat trauma bisa terjadi.
%) Manifestasi !linis
Pada pemeriksaan sekunder kita harus memeriksa secara teliti
kemungkinan adanya luka,luka yang lain, tanda,tanda adanya trauma tumpul.
.ila ditemukan tanda,tanda iritasi peritoneal biasanya menunjukkan ada
cedera pada organ peritoneal.
&da beberapa indikasi untuk melakukan pemeriksaan secara teliti pada
kasus yang kita curigai adanya trauma tumpul abdomen, antara lain 8
Perdarahan yang tidak diketahui
7iwayat syok
&danya trauma dada mayor
&danya (raktur pel-is
Penderita dengan penurunan kesadaran
&danya hematuri
Pada pemeriksaan (isik ditemukan jejas di abdomen /luka lecet, kontusio,
dan perut distensi0
Mekanisme trauma yang besar
Pada hakekatnya gejala dan tanda yang timbul dapat karena ) hal8
Pecahnya organ solid /padat0
:epar dan lien /limpa0 yang pecah akan menyebabkan perdarahan yang
ber-ariasi dari ringan sampai sangat berat, bahkan kematian.
<ejala dan tandanya adalah 8
<ejala perdarahan secara umum
7
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
Penderita tampak anemis. .ila perdarahan berat akan timbul gejala
dan tanda syok hemorargik
<ejala adanya darah intra,peritoneal
Penderita akan merasa nyeri abdomen, yang dapat ber-ariasi dan
ringan sampai nyeri berat. Pada auskultasi biasanya bising usus
mennurun, yang bukan merupakan tanda yang dapat dipercaya karena
bising usus akan menurun pada banyak keadaan lain.
Pada pemeriksaan akan teraba bahwa abdomen nyeri tekan,
kadang,kadang ada nyeri lepas dan de(ans muskular seperti pada
peritonitis. Pada perkusi akan ditemukan pekak sisi yang meninggi.
Pecahnya organ berlumen
6rauma yang mengenai struktur peritoneal anngka mortalitasnya
tinggi dan sering tidak terdiagnosa maupun salah diagnosa.
Pecahnya gaster, usus halus atau kolon akan menimbulkan
peritonitis yang dapat timbul cepat sekali atau lebih lambat. Pada
pemeriksaan penderita akan menngeluh nyeri seluruh abdomen. Pada
auskultasi bising usus akan menurun. Pada palpasi akan ditemukan de(ans
muskular, nyeri tekan dan nyeri lepas. Pada perkusi juga dapat
menimbulkan nyeri ketok.
&pabila trauma tajam akan ditemukan bahwa organ intra abdomen
yang menonjol keluar /paling sering omentum, bisa juga usus halus0,
trauma ginjal akan menyebabkan perdarahan yang tidak masuk rongga
peritoneum. Perdarahan dari ginjal dapat menyebabkan syok hemoragik.
<ejala lain pada trauma ginjal adalah bahwa kebanyakan penderita akan
kencing kemerahan atau darah/hematuria0.
e) Pen%e#ita O#gan (ang be#isi!o e%e#a
Luka 6usuk 8
:epar /=>0
3sus halus /3>0
4ia(ragma /)>0
1olon /!=>0.
Luka tembak 8
8
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
3sus halus /*>0
1olon /=>0
Li-er /3>0
7uptur -askuler abdominal /)*>0
6rauma tumpul
:epar = , ** >
Limpa 3* ? =* >
f) La)a#ato"i
Definisi
.edah laparatomi merupakan tindakan operasi pada daerah
abdomen, bedah laparatomi merupakan teknik sayatan yang dilakukan
pada daerah abdomen yang dapat dilakukan pada bedah digesti( dan
kandungan.
&dapun tindakan bedah digesti( yang sering dilakukan dengan
teknik sayatan arah laparatomi yaitu8 :erniotorni, gasterektomi,
kolesistoduodenostomi, hepateroktomi, splenora(i2splenotomi,
apendektomi, kolostomi, hemoroidektomi dan (istulotomi atau
(istulektomi.
6indakan bedah kandungan yang sering dilakukan dengan teknik
sayatan arah laparatomi adalah berbagai jenis operasi uterus, operasi pada
tuba (allopi dan operasi o-arium /Prawirohardjo0, yaitu8 histerektomi baik
itu histerektomi total, histerektomi sub total, histerektomi radikal,
eksenterasi pel-ic dan salingo,co(orektomi bilateral. 'elain tindakan bedah
dengan teknik sayatan laparatomi pada bedah digesti( dan kandungan,
teknik ini juga sering dilakukan pada pembedahan organ lain, menurut
'pencer /!##=0 antara lain ginjal dan kandung kemih. &da = /empat0 cara,
yaitu 8
Midline incision
Paramedian, yaitu 8 panjang /!),* cm0 @ sedikit ke tepi dari garis
tengah
9
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
6rans-erse upper abdomen incision, yaitu 8 sisi di bagian atas,
misalnya pembedahan colesistotomy dan splenektomy
6rans-erse lower abdomen incision, yaitu 8 = cm di atas anterior
spinal iliaka, @ insisi melintang di bagian bawah misalnya 8 pada
operasi appendictomy.
Indikasi Laparatomi
6rauma abdomen /tumpul atau tajam0 2 7uptur hepar
Peritonitis
Perdarahan saluran pencernaan /5nternal .looding0
'umbatan pada usus halus dan usus besar
Masa pada abdomen /'jamsuhidajat 7, +ong A4, !##%0.
Komplikasi
Bentilasi paru tidak adekuat
<angguan kardio-askuler 8 hipertensi, aritmia jantung
<angguan keseimbangan cairan dan elektrolit
<angguan rasa nyaman dan kecelakaan
Post Laparatomi
Perawatan post laparatomi adalah bentuk pelayanan perawatan yang
diberikan kepada pasien,pasien yang telah menjalani operasi pembedahan
perut.
Tujuan Perawatan Post Laparatomi
Mengurangi komplikasi akibat pembedahan
Mempercepat penyembuhan
Mengembalikan (ungsi pasien semaksimal mungkin seperti sebelum
operasi
Mempertahankan konsep diri pasien
Mempersiapkan pasien pulang
Komplikasi Post Laparatomi
6romboplebitis
6romboplebitis post operasi biasanya timbul %,!= hari setelah
operasi. .ahaya besar tromboplebitis timbul bila darah tersebut lepas dari
10
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
dinding pembuluh darah -ena dan ikut aliran darah sebagai emboli ke
paru,paru, hati dan otak. Pencegahan tromboplebitis yaitu latihan kaki
post operasi, ambulati( dini dan kaos kaki 6C4 yang dipakai klien
sebelum mencoba ambulati(.
5n(eksi
5n(eksi luka sering muncul pada 3$,=$ jam setelah operasi.
Drganisme yang paling sering menimbulkan in(eksi adalah stapilokokus
aureus, organisme Egram positi(. 'tapilokokus mengakibatkan
pernanahan. 3ntuk menghindari in(eksi luka yang penting adalah
perawatan luka dengan mempertahankan aseptik dan antiseptik.
4ehisensi Luka atau C-iserasi
4ehisensi luka merupakan terbukanya tepi,tepi luka. C-iserasi luka
adalah keluarnya organ,organ dalam melalui insisi. 9aktor penyebab
dehisensi atau e-iserasi adalah in(eksi luka, kesalahan menutup waktu
pembedahan, ketegangan yang berat pada dinding abdomen sebagai
akibat dari batuk dan muntah.
Proses Penyembuhan Luka
9ase pertama /5n(lamasi0
.erlangsung sampai hari ke 3. .atang lekosit banyak yang rusak2rapuh.
'el,sel darah baru berkembang menjadi penyembuh dimana serabut,
serabut bening digunakan sebagai kerangka.
9ase kedua /Proli(erati(0
4ari hari ke 3 sampai hari ke !=. Pengisian oleh kolagen, seluruh
pinggiran sel epitel timbul sempurna dalam ! minggu. +aringan baru
tumbuh dengan kuat dan kemerahan.
9ase ketiga /Maturasi0
'ekitar ) sampai ! minggu kolagen terus menerus ditimbun, timbul
jaringan,jaringan baru dan otot dapat digunakan kembali.
9ase keempat /(ase terakhir0
Pada (ase penyembuhan akan menyusut dan mengkerut.
5nter-ensi untuk Meningkatkan Penyembuhan
Meningkatkan intake makanan tinggi kalori dan tinggi protein / 6K6P0
11
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
Menghindari obat,obat anti radang seperti steroid
Pencegahan in(eksi
Pengembalian 9ungsi 9isik
Pengembalian (ungsi (isik dilakukan segera setelah operasi dengan latihan
na(as dan batuk e(ekti(, latihan mobilisasi dini. Latiahn,latihan (isik
diantaranya latihan na(as dalam, latihan batuk, menggerakan otot,otot kaki,
menggerakan otot,otot bokong. Latihan alih baring dan turun dari tempat
tidur, semuanya dilakukan hari ke ) post operasi.
*. ARDS +A%$lt Res)i#ato#( %ist#ess s(n%#o"e)
a) Definisi
Merupakan keadaan gagal na(as mendadak yang timbul pada klien dewasa
tanpa ada kelainan paru yang mendasari sebelumnya.
b) Patologi
secara makroskopis, paru tampak hitam kemerahan, beratnya bertambah,
tidak terdapat udara, dan hampir tidak mengembang. Potongan penampang
paru menunjukkan perdarahan, kongesti, edema, menyerupai hati, perubahan
paling awal dari segi histology adalah
) Diagnosis
4iagnosis &74' dapat dibuat berdasarkan pada kriteria berikut8
<agal na(as akut
5n(iltrate pulmoner F(lu((yG bilateral pada gambaran rontgen toraks.
:ipoksemia /PaD) dibawah *,$ mm:g0 meski 9cD) *,$>
/(raksi oksigen yang dihirup0
%) Penata!sanaan "e%is
Mortalitas pada &74' mencapai *> dan tidak bergantung pada
pengobatan. Dleh karena itu, perawat perlu mengetahui tindakan pencegahan
&74'. :al,hal penting yang perlu diketahui dan dipahami dengan baik adalah
(actor,(aktor predisposisi seperti sepsis, pneumonia aspirasi, dan deteksi dini
&74'. Pengobatan dalam masa laten dapat lebih besar kemungkinannya
untuk berhasil daripada jika dilakukan ketika sudah timbul gejala &74'.
12
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
6ujuan pengobatan adalah sama walaupun etiloginya berbeda, yaitu
mengembangkan al-eoli secara optimal untuk mempertahankan gas darah
arteri dan oksigenasi jaringan yang adekuat, keseimbangan asam,basa, dan
sirkulasi dalam tingkat yang dapat ditoleransi sampai membrane al-eoli,
kapiler kembali pulih.
Pemberian cairan harus dilakukan secara seksama, terutama jika &74'
disertai kelainan (ungsi ginjal dan sirkulasi, sebab dengan adanya peningkatan
kenaikan permeabilitas kapiler paru, cairan dari sirkulasi merembes ke rongga
interstisial dan memperberat edema paru. 1airan yang diberikan harus cukup
untuk mempertahankan sirkulasi yang adekuat /denyut jantung tidak cepat,
ekstremitas hangat, dan diuresis yang baik0 tanpa menimbulkan edema atau
memperberat edema paru. +ika perlu dimonitor dengan kateter 'wan,<anH dan
teknik thermodelution untuk mengukur curah jantung.
Pemberian albumin tidak terbukti e(ekti( pada &74', sebab pada kelainan
permeabilitas yang luas, albumin ikut merembes ke ruang ekstra-askular.
Peranan kortikosteroid pada &74' masih diperdebatkan, pemberian
metilprednisolon 3 mg2Kg.. secara intra-ena setiap $ jam sekali lebih
disukai, terutama kortikosteroid terutama diberikan pada syok septic.
e) Patofisioligi
13
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
D. DI* +Disse"inate% Int#a,as!$la# *oag$lation)
a) Definisi
&dalah suatu sindrom kompleks yang terdiri atas banyak segi, yang sistem
homeostatic dan (isiologik normalnya mempertahankan darah tetap cair
berubah menjadi suatu sistem patologik yang menyebabkan terbentuknya
trombi (ibrin di(us, yang menyumbat mikro-askuler tubuh /Price and Ailson,
)$0.
b) Patofisiologi
'istem (ibrinolitik diakti-asi oleh thrombin didalam sirkulasi, yang
memecah (ibrinogen menjadi monomer (ibrin. 6hrombin juga merangsang
agregasi trombosit, mengakti-asi (aktor B dan B555, serta melepas acti-ator
plasminogen, yang membentuk plasmin. Plasmin memecah (ibrin, membentuk
produk,produk degradasi (ibrin, selanjutnya menginakti-asi (actor B dan B555.
&kti-asi thrombin yang berlebihan mengakibatkan berkurangnya (ibrinogen,
trombositopenia, (actor,(aktor koagulasi, dan (ibrinolisis /Linker, )!0, yang
mengakibatkan perdarahan di(us.
:asil thrombus (ibrin dapat atau tidak menyumbat mikro-askular.
.ersamaan dengan ini, sistem (ibrinolitik diakti-asi untuk pemecahan
trombi(ibrin, menghasilkan banyak (ibrin dan produk degradasi (ibrinogen
yang mengganggu polimerasi (ibrin dan (ungsi trombosit /<uyton, )!0.
451 bukan merupakan penyakit, tetapi akibat proses penyakit yang
mendasarinya. Perubahan pada segala komponen sistem -ascular, yaitu
dinding pembuluh darah, protein plasma dan trombosit, dapat menyebabkan
suatu gangguan konsumti( /1oleman et al, !##30. Masuknya Hat atau akti-asi
prakoagulan kedalam sirkulasi darah mengawali sindrom tersebut dan dapat
terjadi pada segala kondisi yang tromboplastin jaringannya dibebaskan akibat
destruksi jaringan, dengan inisiasi jalur pembekuan ekstrinsik.
'emua penyakit yang merupakan predisposisi terjadinya 451 termasuk
septicemia, pelepasan plasenta dini /solusio plasenta0, keganasan metastatik,
reaksi trans(use hemolitik, trauma jaringan yang massi( dan syok.
14
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
) Manifestasi !linis
.ergantung pada luas dan lamanya pembentukan trombi (ibrin, organ,
organ yang terlibat, nekrosis, serta perdarahan yang ditimbulkan. Drgan,organ
yang paling sering terlibat adalah ginjal, kulit, otak, hipo(isis, paru dan
adrenal, serta mukosa saluran cerna. 6erdapat perdarahan membrane mukosa
dan jaringan,dalam, serta perdarahan disekitar tempat cedera, pungsi -ena,
penyuntikan, dan pada setiap ori(isium. 'ering dijumpai petekie dan ekimosis.
Mani(estasi lain berupa hipotensi /syok0, oliguria atau anuria, kejang dan
koma, mual, muntah, diare, nyeri abdomen, nyeri punggung, dispneau, dan
sianosis /<uyton, )!0.
d) Pe"e#i!saan %iagnosti!
6es diagnostic menunjukkan P6, P66, 66, yang memanjang dan
peningkatan produk,produk pemecahan (ibrin. Kadar (ibrinogen dan jumlah
trombosit menurun. 'ediaan apus darah peri(er dapat menunjukkan
(ragmentasi eritrosit sekunder akibat kerusakan oleh serabut (ibrin.
e) Penanganan
Penanganan ditujukan pada perbaikan mekanisme yang mendasarinya,
yang mungkin memerlukan penggunaan antibiotic, agen,agen kemoterapeutik,
dukungan kardio-askular. Penggantian (actor,(aktor plasma dengan plasma
dan kriokresipitat, serta trans(use trombosit dan sel darah merah, mungkin
diperlukan.
E. -ATER SEAL DRAINA.E
a) Definisi
A'4 merupakan tindakan in-asi-e yang dilakukan untuk mengeluarkan
udara, cairan /darah, pus0 dari rongga pleura, rongga thora;E dan mediastinum
dengan menggunakan pipa penghubung.
b) T$/$an Pe"asangan -SD
3ntuk mengeluarkan udara, cairan /darah, pus0 dari rongga pleura, rongga
thora;, dan mediastinum dengan menggunakan pipa penghubung.
15
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
Mengembalikan tekanan negati-e pada rongga pleura.
Mengembangkan kembali paru yang kolaps.
Mencegah re(luks drainage kembali ke dalam rongga dada.
Mengalirkan 2 drainage udara atau cairan dari rongga pleura untuk
mempertahankan tekanan negati-e rongga tersebut.
c) Pe#$ba'anTe!anan Rongga Ple$#a
%) In%i!asi0
a. Pneumothoraks 8
'pontanI )> oleh karena rupture bleb
Luka tusuk tembus
Klem dada yang terlalu lama
Kerusakan selang dada pada sistem drainase
b. :emothoraks 8
7obekan pleura
Kelebihan antikoagulan
Pasca bedah thoraks
c. 6horakotomy 8
16
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
Lobektomy
Pneumoktomy
d. C(usi pleura 8 Post operasi jantung
e. Cm(iema 8
Penyakit paru serius
Kondisi in(lamsi
e) 1ont#ain%i!asi Pe"asangan0
a. 5n(eksi pada tempat pemasangan.
b. <angguan pembekuan darah yang tidak terkontrol.
f) 1o")li!asi Pe"asangan -SD0
a. Komplikasi primer 8 perdarahan, edema paru, tension pneumothoraks,
atrial aritmia
b. Komplikasi sekunder 8 in(eksi, em(iema
g) Te")at Pe"asangan -SD
a. .agian ape; paru /apical0
anterolateral interkostake !,)
(ungsi 8 untuk mengeluarkan udara dari rongga pleura
b. .agian basal
postero lateral interkostae ",#
(ungsi 8 untuk mengeluarkan cairan /darah, pus0 dari rongga pleura
') &enis2/enis -SD
a. A'4 dengan sistem satu botol
17
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
'istem yang paling sederhana dan sering digunakan pada pasien
simple pneumothoraks
6erdiri dari botol dengan penutup segel yang mempunyai ) lubang
selang yaitu ! untuk -entilasi dan ! lagi masuk ke dalam botol
&ir steril dimasukan kedalam botol sampai ujung selang terendam
)cm untuk mencegah masuknya udara ke dalam tabung yang
menyebabkan kolaps paru
'elang untuk -entilasi dalam botol dibiarkan terbuka untuk
mem(asilitasi udara dari rongga pleura keluar
4rainage tergantung dari mekanisme perna(asan dan gra-itasi
3ndulasi pada selang cairan mengikuti irama perna(asan 8
5nspirasi akan meningkat
Ckpirasi menurun
b. A'4 dengan sistem ) botol
4igunakan ) botol E ! botol mengumpulkan cairan drainage dan
botol ke,) botol water seal.
.otol ! dihubungkan dengan selang drainage yang awalnya kosong
dan hampa udara, selang pendek pada botol ! dihubungkan dengan
selang di botol ) yang berisi water seal
1airan drainase dari rongga pleura masuk ke botol ! dan udara dari
rongga pleura masuk ke water seal botol )
Prinsip kerjasama dengan sistem ! botol yaitu udara dan cairan
mengalir dari rongga pleura kebotol A'4 dan udara dipompakan
keluar melalui selang masuk ke A'4
.isasanya digunakan untuk mengatasi hemothoraks, hemo
pneumothoraks, e(usi pleural
18
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
c. A'4 dengan sistem 3 botol
'ama dengan sistem ) botol, ditambah ! botol untuk mengontrol
jumlah hisapan yang digunakan
Paling aman untuk mengatur jumlah hisapan
Yang terpenting adalah kedalaman selang di bawah air pada botol
ke,3. +umlah hisapan tergantung pada kedalaman ujung selang yang
tertanam dalam air botol A'4
4rainage tergantung gra-itasi dan jumlah hisapan yang
ditambahkan
.otol ke,3 mempunyai 3 selang 8
6ube pendek diatas batas air dihubungkan dengan tube pada botol
kedua
6ube pendek lain dihubungkan dengan suction
6ube di tengah yang panjang sampai di batas permukaan air dan
terbuka ke atmos(er.
3. *IPRO3LO4A*IN
1ipro(lo;acin merupakan suatu anti in(eksi sintetik golongan Juinolon.
1ipro(lo;acin menghambat 4N& topoisomerase yang biasa disebut 4N&,gyrase,
dengan akibat terhentinya metabolism kuman. 1ipro(lo;acin tidak menunjukkan
resistensi pararel terhadap antibiotika lain yang tidak termasuk pada golongan
karboksilat. 4apat digunakan untuk in(eksi yang disebabkan bakteri yang resisten
terhadap antibiotika lain misalnya aminoglikosida, penicillin, chepalosporin,
tertrasiklin, makrolid, antibiotika bertalaktam, su(onamid, deri-ate trimetropim
atau nitro(uram, serta e(ekti( terhadap bakteri gram negati-e dan positi(.
19
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
1ipro(lo;acin diabsorbsi terutama di usus kecil, mencapai konsentrasi
puncak terutama setelah $,# menit dan metabolitnya dieksresikan melalui urin
dan (eaces.
In%i!asi
3ntuk mengobati in(eksi yang disebabkan kuman pathogen yang peka terhadap
cipro(lo;acin8
'aluran perna(asan, kecuali pneumonia oleh streptococcus.
'aluran kemih termasuk prostatitis
'aluran pencernaan termasuk ti(oid dan parati(oid
Kulit dan jaringan lunak
6ulang dan sendi
Dtitis media
'inus paranasal terutama bila disebabkan bakteri gram negati-e termasuk
pseudomonas atau staphylococcus.
Mata
5n(eksi rongga perut
3rethritis dan cer-itis gonohrea
'epsis
1ont#ain%i!asi
Penderita yang hipersensiti( terhadap cipro(lo;acin atau kuinolon yang
lain.
&nak,anak dan remaja sebelum akhir (ase pertumbuhan
Aanita hamil dan menyusui
Pe#ingatan %an )e#'atian
Penderita yang pernah mendapat serangan cerebral hany boleh diobati
dengan cipro(lo;acin bila terjamin mendapat terapi antikon-ulsi-a yang
cocok
:ati,hati pada pemberian (ungsi ginjal
Pemakaian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan
3ntuk menghindari kristaluria maka tablet harus dimunum dengan tablet
yang cukup.
20
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
:ati,hati bila diberikan pada penderita usia lanjut, penderita epilepsi dan
penderita penyakit ''PE harus mempertimbangkan untung ruginya
'elama minum obet ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor, atau
menjalankan mesin terutama bila diminum dengan alkohol
:indari sinar matahari yang berlebihan
Efe! Sa")ing
Kadang,kadang terjadi keluhan saluran pencernaan seperti mual,
muntah, diare, dyspepsia, sakit perut dan meteorisme
<angguan ''P, seperti sakit kepala, pusing, rasa letih, kadang,
kadang gangguan pengelihatan
C(ek terhadap darah8 eosino(il, leukositosis, dan anemia
7ekasi kuliat
Pada penderita ganguan (ungsi hati dapat meningkatkan serum
transaminase
Inte#a!si Obat
Penyerapan cipro(lo;acin dipengaruhi oleh antasida yang mengandung
almunium dan magnesium hidroksida maka cipro(lo;acin jangan diberikan
bersamaan, tetapi !,) jam sebelum dan sesudah pemberian antasida.
Pemberian bersama teo(ilin akan meninggikan konsentrasi teo(ilin dalam
plasma. .ila pemberian bersama teo(ilin tidak dapat dihindarkan,
konsentrasi teo(ilin dalam plasma harus dimonitor, bila perlu dosis te(ilin
dikurangi
Pemberian bersama glibenklamid akan meninggikan e(ek glikenkamid
sehingga dapat terjadi hipoglikemia. Pemberian bersama dengan war(arin
akan meningkatkan e(ek war(arin
Pemberian cipro(lo;acin dosis tinggi bersama dengan obat,obatan &5N'
dapat menimbulkan kejang
:arus dipetimbangkan terjadiny interaksi bila diberikan bersama
probenecid, klidamisin, dan metronidaHol
21
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
.. IMIPENEM
Des!#i)si0
5mipenem adalah antibiotik yang melawan in(eksi serius yang disebabkan
oleh bakteri. 4alam penggunaannya, biasanya disertai dengan 1ilastatin.
1ilastatin membantu 5mipenem bekerja secara lebih e(ekti( dengan mencegah
penguraian antibiotik dalam ginjal.
5mipenem adalah karbapenem, yang merupakan antibiotic berspektrum
terluas dari seluruh antibiotic beta,laktam yang ada. 4alam pemberiannya
antibiotic ini diberikan bersama kilastatin, yang menghambat metabolism
imipenem di tubulus ginjal, dan mencegah pembentukan senyawa ne(rotoksik.
5mipenem dapat digunakan pada pengobatan tunggal in(eksi bermacam,
macam bakteri, sementara antibiotic lainnya memerlukan kombinasi dengan
antibiotic lain.
In%i!asi0
3ntuk mengubati in(eksi serius pada sistem pernapasan bawah, kulit, perut,
organ reproduksi wanita, dan sistCm tubuh lainnya.
Dosis0
!. !,) gr2hari melalui pembuluh darah /intra -enous0, dosis dibagi setiap $,"
jam
). 4osis maksimum8 = gr2hari atau * mg2kg2hari, yang mana saja yang lebih
rendah.
Efe! Sa")ing0
1. C(ek <5 /diare, N2B, diare2radang usus besar yang dikaitkan dengan
antibiotik, perubahan warna lidah2gigi, mengubah rasa0E 7eaksi
hipersensiti-itas yang mencakup hipersensiti( ringan /misalnya ruam0
hingga hipersensiti( parah /seperti anaphylaxis0 bisa terjadiE C(ek lainnya
/in(eksi candidal0.
2. C(ek 1N' /gangguan mental, kebingunganE 5mipenem2cilastatin8 seizure
dan conulsion telah dilaporkan khususnya pada pasien yang memiliki
riwayat luka 1N', dan atau dis(ungsi ginjal0E C(ek dermatologis parah
22
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
yang jarang /misalnya dermatitis eks(oliati(, sindrom 'te-ens,+ohnson,
dan lain,lain0E C(ek hepatik yang jarang.
Inst#$!si 1'$s$s0
1. <unakan dengan hati,hati pada pasien yang alergi penicillin,
cephalosporins atau beta,lactam lainnya, pasien dengan kerusakan dinjal.
). <unakan dengan hati,hati pada pasien dengan gangguan 1N' /misalnya
epilepsi0.
23
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
BAB 5
1ASUS DAN PEMBAHASAN
A. 1ASUS
Kasus /6rauma dada, trauma abdomen2ginjal, sepsis dan 4510
6n. & /= tahun0 mengalami kecelakaan mobil, saat masuk 5<4 kondisi sebagai
berikut 8 Kesadaran apatisE 648 !2% mm:gE Nadi 8 !);2menit agak lemahE
pernapasan 8 3*;2menit cepat dan dangkalE suhu8 3$,*

1E suara paru kanan redup,


suara paru kiri normal, gerakan dada asimetris tertinggal sebelah kanan, tampak
biru daerah dada dan abdomenE katerisasi urine ditemukan urin urin berwarna
merah. :asil pemeriksaan diagnostik adalah 3'< didapatkan ginjal ruptur, paru,
paru kanan hemotoraks. 4iunit 5<4 telah dilakukan torakotomi dan laparotomi.
'aat ini pasien dirawat di ruang 513 sejak hari pertama2 post operasi. Kondisi saat
ini kesadaran 1M,apatis,648!)2" mm:g, :78!);2menit, P8 3;2menit,
'83$,#

1, pernapasan dengan -entilator model -olume control /B10 karena pasien


post operasi terjadi &74', terpasang A'4 dengan cairan pleura masih tampak
merah sebanyak !cc2hari, terpasang trans(usi P71 kantong kedua, cek &<4
tiap shi(t, mendapatkan terapi cipro(loksasin 3;* mg /5B0, kemampuan
mobilisasi tidak ada. 9okus utama tindakan keperawatan yang dilakukan oleh tim
perawat 513 adalah mempertahankan jalan napas, memonitor balance cairan,
memonitor status pernapasan, memonitor status nutrisi, mengoptimalkan 7DM
pasi( dan akti(, mencegah gangguan integritas kulit, mencegah in(eksi.
Pada hari ke,!= pasien di rawat di 513 kondisi pasien agak menurun kesadaran
sopor koma, pernapasan menggunakan -entilator B1/-olume control0, luka opersi
thoraks tak ada tanda,tanda in(eksi, kulit intake, tak ada cairan yang keluar,
namun kondisi luka laparotomi mengalami in(eksi luka tidak menutup
/dehiscence0, cairan pus I ! cc2hari, drain terlihat pus, suhu83#,#

1E hasil kultur
darah dan pus ditemukan kuman pseudomonas dan hampir semuanya resisten dan
hanya satu golongan imipenem yang sensiti(. Ners menemukan saat memandikan
di pagi hari melena banyak dan caairan gaster merah segar /cairan N<60. Perawat
menganalisa bahwa dia mengalami 451 /dessiminated intra-ascular coagulation0.
24
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
T$gas 0
1. 5denti(ikasi kata,kata asing dan jelaskan masing,masing kata,kata asing
tersebut
2. +elaskan mekanisme trauma yang dialami oleh tuan. &K
3. +elaskan pato(isiologi dari kondisi tuan & dan hubungkan dengan
mani(estasi klinik.
4. +elaskan mengapa dilakukan pemeriksaan 3'< dan (oto thoraksK
5. 'ebutkan dan jelaskan pemeriksaan yang tidak dilakukan pada kondisi
pasien diatas, meskipun pemeriksaan itu penting.
$. +elaskan pato(isiologi terjadinya &74' pada 6uan.&
%. Mengapa dilakukan tindakan pemasangan A'4, cek &<4 tiap shi(tK
8. :al,hal apa saja yang harus di monitor pada pasien dengan A'4 dan
jelaskan mengapaK
#. &pakah yang melatarbelakangi diberikan antibiotik cipro(loksasinK
10.&pakah rasional perawat melakukan (okus tindakan keperawatan diatas
11.6indakan,tindakan keperawatan yang tepat yang dapat dilakukan adalah
!). &pa yang terjadi pada 6uan.& setelah != hari di rawat
!3. .uatlah pato(isiologi terhadap kondisi pada hari ke,!=
!=. Mengapa dapat terjadi 451 pada 6uan. &
!*. 'ebutkan tanda,tanda 451 yang harus dilengkapi
16.Pemeriksaan diagnostik apa saja yang harus dilakukan pada 6ua & untuk
menegakkan 451
!%. Mengapa tuan & dilakukan pemeriksaan kultur darah dan PusK &pa arti
dari :asil pemeriksaan tersebutK
25
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
B. Pe"ba'asa"
1) 1ata2!ata asing %an )en/elasan
6horakotomi 8 operasi membuka ca-um thoraks
Laparotomi 8 insisi dinding abdomen. .iasanya hanya dilakukan untuk
operasi eksplorati(.
&74' 8 &dult 7espiratory 4istress 'yndrome, merupakan suatu bentuk
dari gagal napas akut yang ditandai dengan hipoksemia, penurunan (ungsi
paru,paru, dispneau, edema paru bilateral, tanpa gagal jantung, dan
in(iltrate yang menyebar. .iasanya juga disebut NonKardiogenik Cdema
Pulmonar.
A'4 8 Aater 'eal 4rainage merupakan tindakan in-asi-e yang dilakukan
untuk mengeluarkan udara, cairan /darah, pus0 dari rongga pleura, rongga
thora;E dan mediastinum dengan menggunakan pipa penghubung.
P71 8 Pack 7ed 1ells /trans(use dengan isi sel darah merah2eritrosit0
4ehiscense 8 proses pemisahan atau pemecahan seperti yang terjadi pada
luka
5mipenem8 antibiotik yang melawan in(eksi serius yang disebabkan oleh
bakteri. 4alam penggunaannya, biasanya disertai dengan 1ilastatin.
1ilastatin membantu 5mipenem bekerja secara lebih e(ekti( dengan
mencegah penguraian antibiotik dalam ginjal.
Melena 8 6inja yang hitam seperti teh atau berwarna kemerahan. Keadaan
ini membuktikan adanya pendarahan gastrointestinal.
451 8 4isseminated 5ntra-ascular 1oagulation adalah suatu sindrom
kompleks yang terdiri atas banyak segi, yang sistem homeostatic dan
(isiologik normalnya mempertahankan darah tetap cair berubah menjadi
26
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
suatu sistem patologik yang menyebabkan terbentuknya trombi (ibrin
di(us, yang menyumbat mikro-askuler tubuh.
2) Me!anis"e t#$"a (ang %iala"i ole' t$an. A
6n. & mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, tanpa menggunakan
seatbelt pada pukul )3. A5., kemudian tiba,tiba tanpa terduga dari arah
berlawanan terdapat mobil lain melintas di depannya. 6n. & berusaha
menghindari kendaraan bermotor ke arah kiri, tetapi ternyata di sebelah kiri jalan
terdapat pohon dan 6n. & menabrak pohon tersebut. 'ehingga tubuh 6n. &
terbentur setir mobil, mengenai dada lebih tepatnya setir menekan dada sebelah
kanan. Karena benturan mobil dengan pohon sangat kuat, setelah tubuhnya
membentur setir, tubuh 6n. & terpental kembali ke tempat duduk tepat mengenai
dinding belakang abdomen.
Penekanan di dada tersebut menyebabkan tulang iga sebelah kanan 6n.&
patah dan menembus paru,paru dan terjadi perdarahan pada rongga dada.
'edangkan pada abdomen karena terjadi benturan yang kuat juga menyebabkan
penekanan pada ginjal dan terjadi trauma tumpul pada ginjal.
27
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
28
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
3) Patofisiologi %i!ait!an %engan "anifestasi 1linis Tn. A
6) Pa%a Tn.A %ila!$!an )e"e#i!saan US. %an foto t'o#a!s
3'< /ultrasonogra(i08 dilakukan untuk memastikan apa yang menyebabkan
memar biru pada bagian abdomen 6n.& dan warna urin merah. apa organ
yang terkena tersebut adalah ginjal /karena urin merah0 dan2atau organ
besar lain ikut terlibat terhadap timbulnya jejas biru.
29
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
7ontgen toraks8 dilakukan untuk memastikan ada2tidaknya
(raktur2perdarahan karena pada pemeriksaan (isik ditemukan. 4ada sebelah
kanar memar, perkusi redup, tidak ada kenaikan dada kanan saat
inspirasi.
5) Pe"e#i!saan (ang ti%a! %ila!$!an )a%a !on%isi )asien %iatas7 "es!i)$n
)e"e#i!saan it$ )enting.
!T"scan abdomen
3ntuk mengetahui gambaran secara spesi(ik keadaan abdomen 6n.&,
apakah mengalami perlukaan yang sangat serius atau tidak. 6etapi, jika
hasil 3'< sudah jelas, pemeriksaan ini tidak perlu dilakukan.
#bdominal paracentesis
Merupakan pemeriksaan tambahan yang sangat berguna untuk menentukan
adanya perdarahan dalam rongga peritoneum. Lebih dari !.
eritrosit2mm dalam larutan Na1l yang keluar dari rongga peritoneum
setelah dimasukkan !,,) ml larutan Na1l .#> selama * menit,
merupakan indikasi untuk laparotomi.
CK<
30
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
Mengetahui keadaan (ungsi jantung 6n.&, apakah masih normal atau ada
kelainan. Kelainan jantung memperberat kondisi 6n.& dan memerlukan
penanganan yang berbeda terhadap terapi cairan.
31
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
6) Patofisiologi te#/a%in(a ARDS )a%a T$an A
7) Menga)a %ila!$!an tin%a!an )e"asangan -SD %an e! A.D tia) s'ift
Tin%a!an -SD
32
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
6indakan A'4 merupakan tindakan in-asi( yang dilakukan untuk
mengeluarkan udara, cairan /darah, pus0 dari rongga pleura, rongga thora;E
dan mediastinum dengan menggunakan pipa penghubung.
Pada 6n.& yang mengalami trauma dada, terjadi perdarahan akibat (raktur
iga yang menembus paru dan trauma tumpulnya sendiri. 4iperlukan suatu cara
untuk mengeluarkan darah dari rongga pleura agar ekspansi paru dapat
meningkat dan menurunkan tekanan rongga pleura /mengembalikan tekanan
negati-e pada rongga pleura0, mengembangkan kembali paru yang kolaps, dan
mencegah re(luks drainage kembali ke dalam rongga dada.
*e! A.D tia) s'ift
6rauma dada pada 6n.& mengakibatkan &74' dan perdarahan internal,
pada pasien dengan &74' berisiko mengalami penurunan 1D
)
karena
hiper-entilasi, tetapi disisi pada klien mungkin terjadi peningkatan 1D
)
dalam
darah sehingga menimbulkan asidosis respiratorik. Perdarahan mengakibatkan
penurunan jumlah eritrosit yang mengandung :b sebagai komponen penting
pembawa oksigen. &<4 dilakukan untuk mengetahui status p: darah 6n.&
/dalam rentang normal2tidak0 dan untuk menge-aluasi kee(ekti(an penggunaan
-entilator mekanik. +ika &<4 tidak dipantau secara ketat, risiko munculnya
asidosis tidak diketahui. &sidosis dapat menyebabkan kematian seluruh sel
tubuh.
8) Hal2'al (ang 'a#$s %i"onito# )a%a )asien %engan -SD
33
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
a. Mencegah in(eksi di bagian masuknya slang.
Mendeteksi di bagian dimana masuknya slang, dan pengganti -erband )
hari sekali, dan perlu diperhatikan agar kain kassa yang menutup bagian
masuknya slang dan tube tidak boleh dikotori waktu menyeka tubuh pasien.
b. Mengurangi rasa sakit dibagian masuknya slang.
3ntuk rasa sakit yang hebat akan diberi analgetik oleh dokter. 4alam
perawatan yang harus diperhatikan 8
Penetapan slang.
'lang diatur se,nyaman mungkin, sehingga slang yang dimasukkan
tidak terganggu dengan bergeraknya pasien, sehingga rasa sakit di bagian
masuknya slang dapat dikurangi.
Pergantian posisi badan.
3sahakan agar pasien dapat merasa enak dengan memasang bantal
kecil dibelakang, atau memberi tahanan pada slang, melakukan pernapasan
perut, merubah posisi tubuh sambil mengangkat badan, atau menaruh
bantal di bawah lengan atas yang cedera.
c. Mendorong berkembangnya paru,paru.
4engan A'42.ullow drainage diharapkan paru mengembang.
Latihan napas dalam.
Latihan batuk yang e(isien 8 batuk dengan posisi duduk, jangan batuk
waktu slang diklem.
Kontrol dengan pemeriksaan (isik dan radiologi.
d. Perhatikan keadaan dan banyaknya cairan suction.
34
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
Perdarahan dalam )= jam setelah operasi umumnya * ? " cc. +ika
perdarahan dalam ! jam melebihi 3 cc2kg2jam, harus dilakukan torakotomi.
+ika banyaknya hisapan bertambah2berkurang, perhatikan juga secara
bersamaan keadaan pernapasan.
e. 'uction harus berjalan e(ekti( 8
Perhatikan setiap !* ? ) menit selama ! ? ) jam setelah operasi dan setiap !
? ) jam selama )= jam setelah operasi.
Perhatikan banyaknya cairan, keadaan cairan, keluhan pasien, warna
muka, keadaan pernapasan, denyut nadi, tekanan darah.
Perlu sering dicek, apakah tekanan negati( tetap sesuai petunjuk jika
suction kurang baik, coba merubah posisi pasien dari terlentang, ke !2)
terlentang atau !2) duduk ke posisi miring bagian operasi di bawah atau di
cari penyababnya misal 8 slang tersumbat oleh gangguan darah, slang
bengkok atau alat rusak, atau lubang slang tertutup oleh karena
perlekatanan di dinding paru,paru.
(. Perawatan FslangG dan botol A'42 .ullow drainage.
1airan dalam botol A'4 diganti setiap hari , diukur berapa cairan
yang keluar kalau ada dicatat.
'etiap hendak mengganti botol dicatat pertambahan cairan dan
adanya gelembung udara yang keluar dari bullow drainage.
Penggantian botol harus FtertutupG untuk mencegah udara masuk
yaitu mengGklemG slang pada dua tempat dengan kocher.
'etiap penggantian botol2slang harus memperhatikan sterilitas
botol dan slang harus tetap steril.
Penggantian harus juga memperhatikan keselamatan kerja diri,
sendiri, dengan memakai sarung tangan.
35
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
1egah bahaya yang menggangu tekanan negatip dalam rongga
dada, misal 8 slang terlepas, botol terjatuh karena kesalahan dll.
8) Lata# bela!ang )e"be#ian antibioti! i)#oflo!sasin
Pada kasus 6n.& kemungkinan pasien diberikan antibiotic cipro(lo;acin
adalah untuk tindakan pro(ilaksis pasca torakotomi dan laparatomi. Pada pasien
pasca laparatomi dan torakotomi berisiko mengalami in(eksi pada luka operasi
2pasca operasi langsung. 6indakan pro(ilaksis merupakan pemberian obat untuk
mencegah suatu penyakit agar tidak muncul. 1ipro(lo;a-in sendiri merupakan
suatu anti in(eksi sintetik golongan Juinolon. 1ipro(lo;acin menghambat 4N&
topoisomerase yang biasa disebut 4N&,gyrase, dengan akibat terhentinya
metabolism kuman, serta e(ekti( terhadap bakteri gram negati-e dan positi(.
'ehingga cocok digunakan sebagai antibiotic pro(ilaksis.
19) Rasional )e#a:at "ela!$!an fo!$s tin%a!an !e)e#a:atan
Inte#,ensi Rasional
Me")e#ta'an!an /alan
na)as
selang endotrakeal atau selang trakeostomi
disediakan tidak hanya sebagai jalan na(as, tetapi
juga melindungi jalan na(as, memberikan
dukungan -entilasi continue, dan memberikan
konsentrasi oksigen terus,menerus. Kegagalan
mempertahakan jalan na(as akan menganggu
proses masuknya oksigen /juga oleh -entilator0 ke
dalam al-eoli.
Me"onito# balane ai#an 6ujuan dari balans cairan adalah untuk per(usi
yang adekuat. Kelebihan cairan akan
mengakibatkan peningkatan edema2kongesti
pulmonary dan kekurangan cairan akan
mengakibatkan penurunan cardiac output dan
tekanan darah.
Me"onito# stat$s
)e#na)asan
Memonitor status perna(asan, untuk menilai
keadekuatan (ungsi perna(asan dengan cara
36
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
menilai status oksigen dan karbondioksida.
Kekurangan D
)
akan menyebakan hipoksia
jaringan. Kelebihan 1D
)
dapat menyebabkan
-asodilatasi pembuluh darah, sedangkan
kekurangan 1D
)
dapat menyebabkan
-asokontriksi.
Me"onito# stat$s n$t#isi Cnergy banyak dikeluarkan ketika terjadi
peningkatan usaha berna(as dan pada pasien
dengan penurunan kesadaran, nutrisi diperoleh
secara parenteral, sehingga berisiko mengalami
malnutrisi. Pemantauan sangat diperlukan untuk
mencegah gagal na(as sehubungan dengan nutrisi
yang buruk pada otot inspirasi.
Mengo)ti"al!an ROM
)asif %an a!tif
3ntuk mencegah terjadinya kontraktur atau
pemendekan otot secara permanen pada bagian
yang tidak digerakkan dan mengoptimalkan
penggunaan otot,otot yang masih sehat.
Menega' gangg$an
integ#itas !$lit
Pemberian posisi dan mengubah posisi sangat
penting untuk menurunkan kemungkinan
timbulnya luka akibat penekanan. Penekaan dalam
waktu lama akan menyebakan nekrotik jaringan
tersebut. Pasien perlu dikaji pula tentang
munculnya tanda,tanda adanya gangguan
keutuhan kulit.
Menega' infe!si Perhatikan A'4 dan luka post operasi laparotomi,
kaji adanya tanda,tanda in(eksi seperti adanya pus,
bau, bengkak, hangat, luka tidak merapat
/dehiscence0. Lakukan teknik aseptic saat
melakukan perawatan luka. 4an berikan antibiotic
pro(ilaksis sesuai dengan kolaborasi bersama
dokter.
11) Tin%a!an2tin%a!an !e)e#a:atan (ang te)at (ang %a)at %ila!$!an
37
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
'tatus respirasi dikaji setiap !,) jam, dokumentasikan (rekuensi, itme,
pola, dan penggunaan otot,otot bantu perna(asan.
'uara na(as diperiksa setiap = jam, catat adanya bunyi abnormal seperti
cracles
Kaji adanya kelemahan, ansietas, penurunan le-el kesadaran, takipneau,
atau tanda,tanda yang menunjukkan adanya &74'.
Memberikan posisi prone, posisi ini dapat meningkatkan asupan oksigen
dan menurunkan edema dan atelektasis
Melakukan pemeriksaan &<4 /&nalisa <as 4arah &rteri0 PaD),
Pa1D), p: darah
Kolaborasi pemasangan jalan na(as de(initi-e
Kolaborasi penggunaan -entilator
Monitor penggunaan -entilator
Memonitor tekanan darah, nadi.
Memantau saturasi oksigen
3bah posisi klien
Melakukan resusitasi, jika hemodinamik tidak stabil
Memantau balans cairan dengan ketat
Kolaborasi penggunaan P& /Pulmonary &rteri0 chateter
Kolaborasi pemberian nutrisi -ia parenteral /N<60
Kolaborasi pemberian kortikosteroid.
12) T$an A setela' 16 'a#i %i #a:at "engala"i
38
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
'etelah hari ke !=, kondisi 6n.& memburuk. 6uan & mengalami infe!si
+se)sis) ditandai dengan munculnya tanda,tanda luka laparotomi mengalami
in(eksi luka tidak menutup /dehiscence0, cairan pus I ! cc2hari, drain terlihat
pus, suhu83#,#

1E hasil kultur darah dan pus ditemukan kuman pseudomonas dan


hampir semuanya resisten dan hanya satu golongan imipenem yang sensiti(.
Perawat "en%$ga bahwa dia mengalami DI* +%essi"inate% int#a,as$la#
oag$lation) karena menemukan melena, munculnya 451 tersebut dikaitkan
dengan trauma dan adanya in(eksi.
39
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
15) Patofisiologi te#'a%a) !on%isi )a%a 'a#i !e216
40
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
14) Menga)a %a)at te#/a%i DI* )a%a T$an A
451 pada 6uan & kemungkinan disebabkan oleh beberapa (actor yang dapat
deteksi yaitu trauma dan adanya in(eksi. Karena 451 merupakan hasil dari
beberapa penyakit yang mendahuluinya. 6rauma dan in(eksi merangsang
pengeluaran thrombin secara berlebihan, (ungsi thrombin sendiri adalah untuk
mengakti(kan agregasi trombosit, akti-asi (actor B dan B555, akti-asi
plasminogen, dan akti-asi (ibrinogen. 'ehingga terjadi penurunan semua (ungsi
pembekuan darah dan berisiko terjadinya perdarahan massi(.
15) Tan%a2tan%a DI* (ang 'a#$s %ileng!a)i
Mani(estasi yang ada bergantung pada luas dan lamanya pembentukan trombi
(ibrin, organ,organ yang terlibat, nekrosis, serta perdarahan yang ditimbulkan.
Drgan,organ yang paling sering terlibat adalah ginjal, kulit, otak, hipo(isis, paru
dan adrenal, serta mukosa saluran cerna.
6anda dan gejala /<uyton, )!0.8
&danya melena dan urin berwarna merah, menunjukkan terdapat perdarahan
membrane mukosa dan jaringan,dalam
&danya perdarahan disekitar tempat cedera, pungsi -ena, penyuntikan, dan
pada setiap ori(isium.
Petekie dan ekimosis
:ipotensi /syok0
Dliguria atau anuri
Kejang dan koma
Mual dan muntah
4iare
Nyeri abdomen
Nyeri punggung
4ispneau
'ianosis
41
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
16) Pe"e#i!saan (ang 'a#$s %ila!$!an )a%a T$an A $nt$! "enega!!an
DI*
Melakukan pemeriksaan tes diagnostic P6, P66, 66, jika hasil /L0, maka hasil
yang terlihat adalah waktu pembekuan yang memanjang dan peningkatan produk,
produk pemecahan (ibrin. Kadar (ibrinogen dan jumlah trombosit menurun.
'ediaan apus darah peri(er dapat menunjukkan (ragmentasi eritrosit sekunder
akibat kerusakan oleh serabut (ibrin.
1;) Menga)a t$an A %ila!$!an )e"e#i!saan !$lt$# %a#a' %an P$s< A)a a#ti
%a#i Hasil )e"e#i!saan te#seb$t<
Kultur darah dan pus dilakukan untuk menentukan secara pasti bakteri apa
yang menyebabkan in(eksi, karena ternyata walaupun dengan tindakan pro(laksis
in(eksi tetap saja muncul. 4engan tujuan agar dapat diterapi dengan antibiotik
yang sesuai.
:asilnya ditemukan bakteri pseudomonas yang resisten terhadap sebagian
besar antibiotic yang akhirnya ditangani dengan pemberian 5mipenem. 5mipenem
merupakan karbapenem, yang merupakan antibiotik berspektrum terluas dari
seluruh antibiotic beta,laktam yang ada. 4alam pemberiannya antibiotic ini
diberikan bersama kilastatin, yang menghambat metabolisme imipenem di tubulus
ginjal, dan mencegah pembentukan senyawa ne(rotoksik. 5mipenem dapat
digunakan pada pengobatan tunggal in(eksi bermacam,macam bakteri, sementara
antibiotic lainnya memerlukan kombinasi dengan antibiotik lain.
42
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
BAB 6
PENUTUP
6n.& kecelakaan mobil dan mengalami trauma dada dan abdomen yang
menimbulkan perdarahan interna. C-akuasi perdarahan ditangani dengan
laparatomi dan torakotomi. Pasca operasi ditemukan tanda,tanda &74' /&dult
7espiratory 4istress 'yndrome0. 9okus utama tindakan keperawatan yang
dilakukan oleh tim perawat 513 adalah mempertahankan jalan napas, memonitor
balance cairan, memonitor status pernapasan, memonitor status nutrisi,
mengoptimalkan 7DM pasi( dan akti(, mencegah gangguan integritas kulit,
mencegah in(eksi. Pemasangan -entilator dilakukan untuk menurunkan masalah
&74'.
Pada hari ke !=, ditemukan adanya tanda,tanda in(eksi pada luka post
laparatomi. 'etelah diperiksa dengan kultur darah dan pus, dihasilkan adanya
in(eksi Pseudomonas yang resistan dan diputuskan ditangani oleh imipenem
sebagai antibiotic beta,lactam yang berspektrum terluas. 4an perawat menduga
adanya 451 Karen ditemukannya melena, yang akhirnya dikaitkan dengan trauma
dan adanya septic. 451 harus dibuktikan dengan pemeriksaan (isik dan
pemeriksaan diagnostic lanjutan.
Penanganan 451 sendiri ber(okus pada perbaikan mekanisme yang
mendasarinya, yang mungkin memerlukan penggunaan antibiotic, , dukungan
kardio-askular. Penggantian (actor,(aktor plasma dengan plasma dan
kriokresipitat, serta trans(use trombosit dan sel darah merah, mungkin diperlukan.
43
[TRAUMA (EMERGENCY AND CRITICAL
CARE)]
4&96&7 P3'6&K&
http822www.surgeryencyclopedia.com2't,Ar26horacotomy.html /diakses pada
tanggal !% 4esember )!, pukul !=.!# A5.0
4iklat Yayasan &mbulans <awat darurat !!". $asic Trauma life %upport & $asic
!ardiac Life %upport.)#. +akarta8 Perpustakaan Nasional
.runner M 'uddart, 'uHanne 1, 'meltHer and .renda <. .are. Keperawatan
'edikal $edah olume I.)*. +akarta8 C<1.
'chumacker Lori and 1yntia 1hernecky. !ritical !are & (mergency )ursing.
)*.3'&8 Clse-ier
'aunorus Marianne,Keen +anet :icks,and 'wearingen, Pamela L. 'anual of
!ritical !are )ursing* )ursing Interention and !ollaboratie 'anagement.
)*. Missouri8 Clse-ier Mosby
:ack, Crick. Neerleder, 'acha and Auillemin,Aalter &. 4isseminated
5ntra-ascular 1oagulation in 'epsis. )*. /accesed in # 4esember )!0
44