Anda di halaman 1dari 6

Desrosier, Norman W. 2008.

Teknologi Pengawetan Pangan (diterjemahkan olehMuchji


Miljohardjo). UI-Press. Jakarta
Nasution, A. M. 1989. Mempelajari Beberapa Cara Fermentasi Dalam Pembuatan
Vinegar Nira Aren. Fakultas
Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor

B a k t e r i a s a m a s e t a t b e r b e n t u k b a t a n g , b e r g r a m n e g a t i f ,
c o n t o h n y a Gluconobacter dan Acetobacter yang dapat mengoksidasi alkohol
menjadi asama s e t a t . As a m a s e t a t d a p a t d i o k s i d a s i l e b i h l a n j u t
me n j a d i C O2 oleh bakteri Acetobacter . Spesies yang sering dipakai dalam industri
cuka adalah A . Aceti dan G . Suboxydans (Fardiaz, 1992).

Menur ut Far di az ( 1992) , f er ment as i adal ah proses pemecahan komponenkarbohidrat
dan asam amino oleh enzim mikroorganisme secara anaerobik untuk menghasilkan energi.

Secara biologis fermentasi diartikan sebagai pembentukan energi melalui senyawa organic,
sedangkan aplikasinya dalam dunia industri fermentasi sebagai suatu proses untuk
mengubah bahan dasar menjadi suatu produk oleh massa sel mikroba. Didalam pengertian
ini termasuk juga proses anabolisme pembentukan komponen sel secara aerob (Wibowo,
1990).

Daulay D. 1991. Fermentasi Pangan. Bogor: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.
Institut Pertanian Bogor.
Fardiaz, Srikandi. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. PT Gramedia pustaka. Jakarta.

Wibowo, D. 1990. Teknologi Fermentasi. Penerbit Pusat Antar
Universitas Pangan dan Gizi. Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta

Anderlei, T., dan B. Jochen. 2000. Device for sterile online
measurement of the oxygen
transfer rate in shaking flasks. Journal Biochemical
Engineering 3478: 16

Amiranti. (2003). Penggunaan Beberapa Vaarietas Pisang
Rajaa (Musa sp.) Sebagai Bahan baku Fermentasi
Dalam Pembuatan Wine Oleh Saccharomyces
cereviseae. ITS. Surabaya

Anonim. 2002. Saccharomyces cerevisiae. (URL:
http://www.biology4all.com/)

Anonim. 2007. Kementerian Negara Riset dan Teknologi.
(URL:
http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&i
d=1210. Tanggal Akses 02 Juni 2008)

Aprianto, A. 2001. Alkohol dan Folat. Kompas Online, 21 Mei

Budiono. 1996. Produksi Etanol oleh Saccharomyces cerevisiae
dengan Perendaman Tapioka dalam HCL. Skripsi.
Jurusan Kimia FMIPA ITS. Surabaya

Canterelli, C dan G. Lanzarini. 1989. Biotechnology Application
In Beverage Production, Elsevier Science Publishers
LTD. England

Caylank dan S. Vardar. 1998. Comparison of Different
Production Processes for Bioethanol. Journal Chemistry
Engineering. Vol 22: 351-359
Dudi, H., 2001. Tinjauan Proses Pengomposan dan
Pemanfaatanya, BPPT, Tanggerang
Fardiaz. 1992. Mikrobiologi Pangan. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta

Gandjar, I, dan Wellyzar, S. 2006. Mikologi Dasar dan
Terapan. Yayasan Obor Indonesia:Jakarta

Gibbons, W.R dan C. A. Westby. 1986. Effects of Inoculum Size
on Solid-Phase Fermentation of Fodder Beets for Fuel
Ethanol Production. Journal Applied And
Environmental Microbiology, Vol. 52, p. 960-962

Hidayat, N., P. Masdiana, dan S. Sri. 2006. Mikrobiologi
Industri. Penerbit CV. Andi Offset. Yogyakarta

Indrawati, Eli. 2009. Pengaruh inokulum pada Fermentasi Nanas.
Skripsi. Jurusan Biologi ITS. Surabaya.

Khopkar. 1990. Kimia Analitik. Penerbit CV. Andi Offset,
Yogyakarta

Khurztman. 1998. Saccharomyces. (URL :
http://soils1.cses.ut.edu/ch/bio1.
4684/microbes/saccharomyces.htm.)

Marlon J. S. A. 2004. Seminar Technical Working Group
Ethanol Program Consultative Committee Presented
on August 27, 2004. The Mandarin Oriental Manila

Martoha, S. 1990. Biokimia Jilid 2. UGM Press. Yogyakarta

Munadjim. 1982. Teknologi Pengolahan Pisang. PT. Gramedia.
Jakarta
Dudi, H., 2001. Tinjauan Proses Pengomposan dan
Pemanfaatanya, BPPT, Tanggerang

Fardiaz. 1992. Mikrobiologi Pangan. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta

Gandjar, I, dan Wellyzar, S. 2006. Mikologi Dasar dan
Terapan. Yayasan Obor Indonesia:Jakarta

Gibbons, W.R dan C. A. Westby. 1986. Effects of Inoculum Size
on Solid-Phase Fermentation of Fodder Beets for Fuel
Ethanol Production. Journal Applied And
Environmental Microbiology, Vol. 52, p. 960-962

Hidayat, N., P. Masdiana, dan S. Sri. 2006. Mikrobiologi
Industri. Penerbit CV. Andi Offset. Yogyakarta

Indrawati, Eli. 2009. Pengaruh inokulum pada Fermentasi Nanas.
Skripsi. Jurusan Biologi ITS. Surabaya.

Khopkar. 1990. Kimia Analitik. Penerbit CV. Andi Offset,
Yogyakarta

Khurztman. 1998. Saccharomyces. (URL :
http://soils1.cses.ut.edu/ch/bio1.
4684/microbes/saccharomyces.htm.)

Marlon J. S. A. 2004. Seminar Technical Working Group
Ethanol Program Consultative Committee Presented
on August 27, 2004. The Mandarin Oriental Manila

Martoha, S. 1990. Biokimia Jilid 2. UGM Press. Yogyakarta

Munadjim. 1982. Teknologi Pengolahan Pisang. PT. Gramedia.
Jakarta
Puspaningsih, N. N. T, Akhmaloka, Sofyan, H., Bambang, I., dan

Y. S. Manuhara. 1999. Pembentukan Galur
Saccharomyces yang Mampu Mencerna Pati secara
Langsung menjadi Etanol melalui Kloning Gen
Amilase. (URL:
http://adln.lib.unair.ac.id/go.php?id=jiptunair-gdl-res-
1999-puspaningsih 2c-332-
clonning&PHPSESSID=92694ea143bab40a83a59852039
49c31. Tanggal akses 08 Juli 2008)

Rahman, A. 1992. Teknologi Fermentasi. PAU Pangan dan Gizi.
Institut Pertanian Bogor. Bogor

Rachmawati, Yulia. 2002. Pengaruh Waktu Penyimpanan
Terhadap Kadar Alkohol Buah Durian (Durian
zibethinus MURR.) Pada Suhu kamar dengan Metode
Kromatografi Gas. Skripsi. Fakultas Farmasi
Universitas Airlangga.Surabaya.

Rahayu, K., dan S. Sudarmadji. 1988. Proses-proses
Mikrobiologi Pangan. Pusat Antar Universitas Pangan
dan Gizi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta

Reibstein, D.,Hollander, J.A.,Pilkis, S. J. and shulman, R.G.
1986.Studies on The Regulation of Yeast
Phosphofructo-1-kinase:Its Role in Aerobic and
Anaerobic Glycolosis,Biochemistry, 25: 219-227.

Riyani, K. 1996. Produksi Etanol dari Sari Buah Nenas
(Ananas comosus L. Merr) dengan Glukosa Murni
Menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Skripsi.
Jurusan Kimia FMIPA ITS. Surabaya
Said, E.G. 1987. Bioindustri Penerapan Teknologi Fermentasi.
Pusat Antar Universitas Bioteknologi IPB bekerjasama
dengan Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta

Sarles, W.B. 1956. Microbiology : General and Applied, Harper
dan Brother, New York

Satuhu, dkk. 1990. Pisang : Budidaya, Pengolahan, dan
Prospek Pasar. Penebar Swadaya : Jakarta

Schlegel, H.G dan K. Schmidt. 1994. Mikrobiologi Umum.
Terjemahan oleh Baskoro. Gajah Mada University Press,
Yogyakarta

Sener, A., C. Ahmet dan U. Umil. 2007. The Effect of
Fermentation Temperature on the Growth Kinetics of
Wine Yeast Species. Journal University of ukurova.
Faculty of Agriculture, Department of Food Engineering,
Balcal, Adana Turkey : 349-354

Shahab, N. 1985. Hydrolysis and Fermentation of Sago.
Proceeding. 11th Malay. Biochem. Soc. Conf. pp.213-217

Shi, G.F. and Mo. 1999. Studies on trehalose metabolism in
Saccharomyces cerevisiae during alcoholic
fermentation. International Conference on Asian
Network on Microbial Reseach. Chiang Mai, Thailand:
549-556.

Steenis, Van C. G. G. J. 1997. Flora. Pradnya Pramita. Jakarta

Tety. 2006. Pemanfaatan Kulit Pisang dan Ampas Tahu
terhadap Kinerja Pertumbuhan Ayam Buras. Balai
Penelitian Ternak.
Http:/www.balitnak.litbang.deptan.go.id/
Varnam, A. H. and Sutherland, J. P. 1994. Beverage.
Technology, Chemistry and Microbial. Chapmann ang
Hall. London

Walpole, E. R. dan H. M. Raymond. 1997. Pengantar Statistik,
3 th. . ed. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Waluyo, L. 2004. Mikrobiologi Umum. Penerbit Universitas
Muhamadiyah Press, Malang

Wibowo, D. 1990. Teknologi Fermentasi. Penerbit Pusat Antar
Universitas Pangan dan Gizi. Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta

Wignyanto, S. dan Novita. 2001. Pengaruh Konsentrasi Gula
Reduksi Sari Kulit Nanas dan Inokulum Saccharomyces
cerevisiae Pada Fermentasi Etanol. Jurnal Teknologi
Pertanian. Vol. 2 No. 1: 68-77

Widyastuti. Y. E., Paimin F.B. 1993. Mengenal Buah Unggul
Indonesia. Penebar Swadaya. Jakarta

Yudoamijoyo, M., A. A. Darwis, dan E. G. Said. 1992.
Teknologi Fermentasi. Penerbit Rajawali Press dengan
Pusat Antar Universitas Bioteknologi, Institut Pertanian
Bogor. Jakarta