Anda di halaman 1dari 11

TANDA BACA:

TITIK, KOMA, TITIK DUA,


TITIK KOMA,
A.TANDA TITIK
1. Tanda titik dapat dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan
atau seruan.
Misal: - Ayahku tinggal di Cilacap.
- Marilah kita mengheningkan cipta.

2. Tanda titik dapat dipakai di belakang angka atau huruf pada suatu
bagan,ikhtisar,atau daftar.
Misal: - 1.1 Isi karanganapat dipakai
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Gambar tangan
1.2.2 Tabel
1.2.3 Grafik

*Catatan:tanda titk tidak bisa dipakai dibelakang angka atau huruf
dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu
merpakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf.


3. Tanda titik dapat dipakai untuk memisahkan angka
jam,menit, dan detik yang menunjukan waktu.
Misal:Pukul 1.35.20 ( Pukul 1 lewat 35 menit 20 detik )

5. Tanda titik dapat dipakai diantara nama penulis,judul
tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda
seru,dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Misal: - Siregar,Merari.1920.Azab dan
Sengsara.Weltevreden:Balai Pustaka.

6. a) Tanda titik dapat dipakai untuk memisahkan bilangan
ribuan atau kelipatannya.
Misal: - Desa itu berpenduduk 24.200 orang.
- Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.231
jiwa.

6. b) Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan
bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak
menunjukan jumlah.
Misal: - Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.
- Lihat halaman 12 dan seterusnya.
7. Tanda titik tidak dipakai di belakang
(1) Alamat pengirim dan tanggal surat atau
(2) Nama dan alamat pengirim surat.
Misal: - Jalan Sawo 15
- Yth.Sdr Moh.Hasan (tanpa titik)
- Jakarta (tanpa titik)

8. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan
kepala karangan atau kepala ilustrasi,tabel dan sebagainya.
Misal: - Acara Kunjungan Adam Malik
- Bentuk dan Kedaulatan (BAB I UUD 1945)
B. TITIK KOMA
1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian
kalimat yang sejenis dan setara.
Misal: - Malam makin larut ; Kami belum selesai juga.

2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang
setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata
penghubung.
Misal: - Ayah mengurus tanamannya di kebun ; Ibu sibuk bekerja
di dapur ; Saya sendiri asyik belajar.
C. TANDA KOMA
1. Tanda koma dapat dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu
perincian atau pembilangan.
Misal: - Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
- Surat biasa,surat kilat, ataupun surat khusus
memerlukan perangko.

2. Tanda koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat setara
yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata
seperti,tetapi atau melainkan.
Misal: - Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
- Didi bukan anak saya,melainkan anak Pak Bambang.

3. a) Tanda koma dapat dipakai untuk memisahkan anak
kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu
mendahului anak kalimatnya.
Misal: - Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
- Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
3. b) Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari
induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.
Misal: - Dia tahu bahwa soal itu penting.
- Saya tidak akan datang kalau hari hujan,

4. Tanda koma dapat dipakai di belakang kata atau ungkapan
penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal
kalimat.Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagipula,
meskipun begitu, akan tetapi.
Misal: - Oleh karena itu, kita harus berhati-hati.
- Jadi, soalnya tidak semudah itu.
5. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti
O,ya,wah,aduh,kasihan,dari kata yang lain yang terdapat dalam
kalimat.
Misal: - O, begitu.
- Wah,bukan main !

6. Tanda koma dapat dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari
bagian lain dalam kalimat.
Misal: - Kata ibu, Saya pintar sekali
- Saya gembira sekali,kata ibu,karena kamu lulus.

7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat,(ii) bagian-bagian
alamat,(iii) tempat dan tanggal,dan (iv) nama tempat dan wilayah
atau negeri yang ditulis berurutan.
Misal: - Surabaya,10 Mei 1999
- Sdr.Abdullah,jalan sawo 1,Cilacap.
- Kuala Lumpur,Malaysia.
8. Tanda koma dipakai untuk untuk menceraikan bagian nama yang dibalik
susunannya dalam daftar pustaka.
Misal: - Alisjahbana, Sutan Takdir.1949 Tata bahasa Baru Bahasa
Indonesia.Jilid 1 dan 2.Djakarta:PT.Pustaka Rakyat.
9. Tanda koma dapat dipakai diantara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Misal: - W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang Mengarang
(Yogyakarta: UP Indonesia,1967),hal.4

10. Tanda koma dapat dipakai diantara nama orang dan gelar akademik yang
mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri,keluarga
atau marga.
Misal: - B.Ratulangi, S.E.
- Ny.Khadijah, M.A.
D. TANDA TITIK DUA
1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau
pemerian.
Misal: - Yang kita perlukan sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan
lemari.
-Fakultas itu mempunyai dua jurusan : Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan.

2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Misal :
Ketua : Fandina
Wakil Ketua : Bethararas
Sekretaris : Ivan Gunawan
Wakil Sekretaris : Dorce Gamalama
Bendahara : Titian
Wakil Bendahara : Rikia




-
3.Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukan pelaku dalam
percakapan.
Misal : - Sule : Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Wikipedia!
Aziz : Siap,Boss!
4.Tanda titk dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman,(ii) di
antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci,atau(iii) di antara judul dan anak
judul suatu karangan.
Misal : -(i) Tempo,I (1971: 34)
(ii) Surah Yasin:9
(iii) Karangan Ali Hakim,Pendidikan Seumur Hidup:Sebuah Study
sudah terbit.

5.Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan
pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Misal : - Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.

Anda mungkin juga menyukai