Anda di halaman 1dari 15

Sidang Sarjana

Haryo Tetuko
122030068

Fenomena Globalisasi membentuk pola ketergantungan antar
negara maupun non negara.
ASEAN merupakan salah satu wujud dari pola ketergantungan
antar negara dalam sebuah kawasan yang merupakan manifestasi
dari Arus globalisasi dan liberalisasi perdagangan dunia. ASEAN
Economic Community (AEC) merupakan produk dari kesepakatan
negara-negara anggota ASEAN yang direalisasikan dalam bentuk
deklarasi Blue Print pada bulan november 2007
Indonesia merupakan salah satu negara anggota ASEAN yang
mendapatkan pekerjaan rumah tangga khususnya dalam sektor
UMKM dalam menghadapi AEC. UMKM memiliki andil besar
dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.
Perkembangan positif UKM melalui kebijakan-kebijakan yang
dilakukan Indoesia, menunjukan tingkat persiapan dalam
menghadapi AEC


menurut Eugene dan Morce (1965) dalam
Tambunan (2001), bahwa tipe kebijakan
pemerintah sangat menentukan pertumbuhan
UKM. Ada empat pilihan kebijakan diantaranya;
kebijakan do nathing policy, kebijakan memberi
perlindungan (protection policy), kebijakan
berdasarkan ideology pembangunan
(developmentalist) dan kebijakan yang semakin
popular adalah apa yang disebut market friendly
policy, yakni dengan penekanan pada pilihan
brood based, tanpa subsidi dan kompetisi

Bagaimana kebijakan
Pemerintah Indonesia terhadap
pengembangan sektor UKM
berkaitan Deklarasi Blueprint
AEC 2007? (variabel bebas)
Bagaimana kesiapan UKM
dalam menghadapi AEC 2015?
(varibel terikat)
Sejauhmana hubungan variabel
bebas dengan variabel terikat
Untuk mengetahui dan
menganalisa bagaimana
kebijakan Pemerintah Indonesia
terhadap pengembangan Sektor
UKM berkaitan Deklrasi Blue
Print AEC 2007
Untuk mengetahui dan
menganalisa kesiapan UKM
dalam menghadapi AEC 2015
Untuk mengetahui dan
menganalisa hubungan vriabel
bebas dengan variabel terikat
Strategi Pemerintah Indonesia
dalam membantu
mengembangkan sektor UKM
berkaitan Deklarasi Blueprint
AEC 2007 melalui bentuk-
bentuk kebijakan Pemerintah.
Kesiapan UKM di Jawa Barat
dalam menghadapi AEC 2015
agar dapat bersaing baik.
Sebagai masukan dalam khasanah
keilmuan HI dalam mengetahui dan
menganalisa secara operasional
konsep kebijakan Pemerintah
Indonesia terhadap pengembangan
Sektor UKM Berkaitan Deklarasi
Blueprint AEC 2007 guna membantu
kesiapan UKM dalam menghadapi
AEC 2015.
Dapat dijadikan pembanding dan
tolak ukur bagi kegiatan penelitian
ke depan yang mengangkat tema
atau masalah seputar implikasi
penerapan kebijakan Pemerintah
Indonesia terhadap pengembangan
Sektor UKM guna mengenalkan dan
mengembakan produk UKM
Indonesia di pasar dunia yang lebih
luas sebagai bentuk kerjasama
internasional di bidang ekonomi.
Hubungan Internasional
(K.J. Holsti)
Organisasi Internasional
(T. May Rudy)
Kawasan
(Jack C. Plano & Roy Olton)
Kriteria geografis (Theodore A. Couloumbis & James H. Wolfe)
Ekonomi Internasional
Interdependensi (Dominick Salvatore)
Competitive advantage
Perjanjian Internasional
menimbulkan akibat hokum tertentu (T. May Rudy)

Indonesia sebagai salah
satu negara Asean.
Melakukan penerapan
kebijakan yang telah
disepakati dalam
Deklarasi Blueprint AEC
Kesiapan UKM
Indonesia
2015
Terdapat Hubungan antara kebijakan pemerintah
Indonesia terhadap pengembangan sektor UKM
berkaitan Dekalrasi Blueprint AEC 2007 dengan
kesiapan UKM dalam menghadapi AEC 2015
H0: tidak ada Hubungan antara kebijakan pemerintah
Indonesia terhadap pengembangan sektor UKM berkaitan
Dekalrasi Blueprint AEC 2007 dengan kesiapan UKM
dalam menghadapi AEC 2015
H1: ada Hubungan antara kebijakan pemerintah Indonesia
terhadap pengembangan sektor UKM berkaitan Dekalrasi
Blueprint AEC 2007 dengan kesiapan UKM dalam
menghadapi AEC 2015


Deklrasi
Blueprint AEC
2015
1. Kebijakan do
nothing
2. Kebijakan
Perlindungan
3. Kebijakan
Developmentalis
t
4. Kebijakan
Market Friendly
Kesiapan UKM dalam
menghadapi AEC2015
1. Kesiapan secara
infrastruktur
2. Kesiapan secara
finansial
3. Kesiapan secara
SDM
4. Kesiapan secara
pemasaran
5. Kesiapan kualitas
produk
Hubungan antara
Kebijakan
Pemerintah Indonesia
terhadap
pengembangan
sektor UKM berkaitan
Dekalarasi Blueprint
AEC dengan Kesiapan
UKM dalam
menghadapi AEC2015
Kebijakan Pemerintah
Indonesia terhadap
Pengembangan sektor
UKM
Tingkat Analisis
Analisis Deskriptif
Analisis Inferensial
Pengujian hipotesis
Metode penelitian
Metode
Korelasional
Sample
Mengunakan sample 23 UKM
Teknik pengumpulan data
Kuesioner
Penilitian Kepustakaan
wawancara
Perjalanan ASEAN dalam mencapai AEC
Pola Kompetitif Indonesia di ASEAN
Melihat kekuatan negara pesaing dalam ASEAN
(Malaysia, Singapur, Thailand, dll)
Struktur baru koordinasi kerjasama ekonomi
ASEAN sesuai Piagam ASEAN
Ancaman dan peluang Indonesia dalam
ASEAN


Kebijakan Pemerintah indonesia
Faktor-Faktor yang mempengaruhi pembuatan
kebijakan
Konsep kebijakan pemerintah untuk
mengembangkan UKM (Eugene & Morse)
Kesiapan UKM Indonesia
Kategori UKM di Indonesia
Data UKM sebagai Subjek Penelitian (DAB Subur,
kopi kamu, dwi mitra semerbak artha, chocodot,
the dream cake, kodelos, dll)
Hasil uji validitas dan reliabilitas
Statistik data responden
Analisis per kategori berdasarkan
operasionalisasi varibel
Statistik inferensial mengenai uji hipotesis
dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa
hubungan antara variabel penelitian
signifikan
Berdasarkan hasil analisis penelitian, statistik kebijakan
pemerintah yang didapatkan dari responden 23 UKM
masuk dalam kategori cukup baik. Hal ini juga terlihat
pada kesiapan UKM yang berdasarakan dari responden 23
UKM, hasilnya adalah cukup siap dalam menghadapi AEC
2015
Maka hubungan antara kedua varibel tersebut sangat
sigunifikan.
Saran
Peningkatan peran pemerintah untuk fokus terhadap
kebutuhan yang krusial terhadap UKM agar terciptanya sinergi
yang baik dan siap untuk menghadapi AEC2015
Membentuk polapikir bangsa untuk mencintai produk dalam
negri.