Anda di halaman 1dari 15

1

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI


BANGUN DATAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW
KELAS V SDN . KECAMATAN ..

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pentingnya ilmu matematika dalam kehidupan manusia tidak perlu
diperdebatkan lagi. Bisa dikatakan bahwa semua aspek kehidupan manusia
tidak dapat dilepaskan dari ilmu ini. Artinya bahwa matematika digunakan oleh
manusia disegala bidang. Bahkan ilmu-ilmu lain juga menggunakan
matematika sebagai ilmu dasar.
Meskipun ilmu matematika merupakan ilmu yang sangat penting dalam
kehidupan masyarakat umum sering kali ilmu ini dipahami dengan cara yang
salah. Ilmu ini sering kali sekedar dipahami sebagai rumus-rumus yang sulit
sehingga banyak siswa yang kurang menyukainya. Matematika memang
merupakan ilmu yang mengkaji obyek abstrak dan mengutamakan penalaran
deduktif. Sifat ilmu matematika yang demikian itu tentu saja akan
menimbulkan kesulitan bagi anak-anak usia sekolah dasar (SD) yang
mempelajari matematika.
Berdasarkan nilai siswa sebelum perbaikan pembelajaran kelas V SDN
.............. pada pelajaran matematika, dari 20 siswa yang mencapai ketuntasan
hanya 6 orang atau 30% saja yang berhasil menguasai materi. Menurunnya



2
nilai matematika siswa SDN .............. disebabkan beberapa faktor, salah
satunya karena metode pembelajaran yang tidak tepat di samping faktor-
faktor yang lain seperti, kurangnya media pembelajaran yang digunakan.
1. Identifikasi Masalah
Dari pembelajaran yang telah dilaksanakan maka terdapat permasalahan-
permasalahan yang dihadapi di SDN .............. khususnya pada mata
pelajaran Matematika Kelas V antara lain :
1) Siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran dan kadang-kadang
penjelasan guru terlalu cepat sehingga siswa kurang memahami materi
yang diberikan.
2) Pembelajaran yang dilakukan kurang berpusat pada siswa dan metode
pembelajaran yang digunakan oleh guru masih belum maksimal
diterapkan pada pembelajaran matematika.
3) Ada beberapa siswa yang kurang bergairah dan kurang aktif dalam
pembelajaran
4) Hasil belajar siswa masih dibawah KKM yang ditetapkan yaitu 7,0

2. Analisis Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah, maka ada beberapa hal yang
perlu segera untuk diteliti dan dicarikan pemecahannya yaitu :
a. Penggunaan metode pembelajaran
b. Motivasi siswa belajar matematika agar lebih meningkat
c. Peningkatan hasil belajar siswa



3
3. Alternatif dan prioritas pemecahan masalah :
Penulis memprioritaskan masalah utama terletak pada guru dan
penggunaan metode yang kurang tepat dalam kegiatan pembelajaran yang
dilaksanakan. Berdasarkan pandangan (Slavin, 1982.8) dalam
pembelajaran perlu diciptakan lingkungan belajar kelompok, dalam hal ini
para siswa akan duduk bersama dalam kelompok yang beranggotakan 4
orang untuk menguasai materi yang disampaikan oleh guru.
Alternatif yang dipilih untuk pemecahan masalah menggunakan
model pembelajaran Jigsaw dengan pertimbangan :
1. Model Jigsaw adalah suatu struktur multifungsi struktur kerjasama
belajar.
2. Model Jigsaw dapat digunakan dalam beberapa hal untuk mencapai
berbagai tujuan terutama digunakan untuk persentasi dan
mendapatkan materi baru, struktur ini menciptakan saling
ketergantungan.
3. Teknik jigsaw digunakan untuk mengembangkan keahlian dan
keterampilan yang diperlukan untuk menggolongkan aktivitas yaitu
mendengarkan, menyampaikan, kerjasama, refleksi dan keterampilan
memecahkan masalah.
4. Metode jigsaw adalah suatu metode kerja kelompok untuk belajar dan
partisipasi dalam kelompok.







4
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan analisis masalah yang telah
dikemukakan diatas, maka masalah dalam penelitian perbaikan pembelajaran
ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1) Bagaimanakah pembelajaran model Jigsaw dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa Kelas V SDN .............. pada pelajaran matematika
khususnya materi bangun datar ?
2) Apakah motivasi belajar siswa Kelas V SDN .............. dalam
pembelajaran Matematika dengan menerapkan metode pembelajaran
model Jigsaw ?
3) Apakah hasil belajar siswa Kelas V SDN .............. terhadap pembelajaran
Matematika dengan metode pembelajaran model Jigsaw ?

C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Tujuan dari penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah untuk mengetahui :
1) Langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran Jigsaw untuk
meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN ...............
2) Mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa Kelas V SDN ..............
pada mata pelajaran Matematika terhadap penerapan pembelajaran model
Jigsaw
3) Mengetahui peningkatan hasil siswa Kelas V SDN .............. pada mata
pelajaran Matematika dengan penerapan metode pembelajaran model
Jigsaw




5

D. Manfaat Perbaikan
Perbaikan pembelajaran ini diharapkan bermanfaat :
1. Bagi Guru
a. Meningkatkan efektifitas kegiatan pembelajaran melalui pembelajaran
model Jigsaw .
b. Sebagai bahan referensi untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran di
kelas.
c. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menerapkan
pembelajaran model Jigsaw pada pokok bahasan yang lain.
2. Bagi Siswa
- Dapat membiasakan belajar dalam kelompok besar atau kecil
- Dapat membiasakan siswa bersikap aktif dalam pembelajaran
- Untuk melatih keterampilan kooperatif siswa yang dapat digunakan dalam
kehidupan bermasyarakat kelak
- Menumbuhkan motivasi belajar siswa.
3. Bagi Sekolah
Dapat dijadikan sebagai bahan masukan atau referensi untuk penelitian
dan diperbaikan yang akan datang.








6
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Hasil Belajar
Abdurrahman Saleh mengatakan bahwa hasil belajar ialah hasil
yang di capai siswa dari mempelajari tingkat penguasaan ilmu pengetahuan
tertentu dengan alat ukur berupa evaluasi yang di nyatakan dalam
bentuk angka, huruf, kata, atau simbol (www.sekolah-online.net). Dari
pernyataan di atas hasil belajar itu ialah prestasi dari sebuah kegiatan
belajar disekolah yang terdiri dari belajar beragam, termasuk bahwa belajar
yang telah terhimpun dalam buku-buku pelajaran matematika. Maka
dapat di simpulkan bahwa hasil belajar ialah prestasi dari suatu kegiatan
yang telah dikerjakan, di ciptakan, baik secara individu maupun kelompok.

B. Pembelajaran Matematika
Pembelajaran Matematika tidaklah sama maknanya dengan mengajar
Matematika. Para ahli psikologi dan pendidikan memberikan batasan
mengajar yang berbeda-beda rumusannya. Perbedaan tersebut disebabkan
oleh titik pandang terhadap makna mengajar. Pandangan pertama
melihatnya dari segi pelakunya, yaitu pengajarnya. Atas pandangan ini,
mengajar diartikan menyampaikan ilmu pengetahuan (bahan ajar) kepada
siswa atau peserta didik. Batasan ini telah lama dianut kalangan pendidik
dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan jenjang pendidikan tinggi.
Kritik yang paling banyak dilontarkan terhadap rumusan mengajar di atas



7
ialah siswa dianggap sebagai objek, bukan sebagai subjek. Siswa hanya
pasif menerima apa yang disampaikan guru. Sebaliknya peranan guru sangat
menentukan. Itulah sebabnya pandangan ini sering disebut berpusat pada
guru.
Atas dasar kritikan ini muncul pemikiran yang melihat mengajar
bukan dari sudut pelakunya yang mengajar, tetapi dari sudut siswa yang
belajar. Bertolak dari hakikat belajar seperti yang telah dibahas di muka,
maka mengajar dirumuskan dalam beberapa batasan yang intinya
memberikan tekanan kepada kegiatan optimal yang dilakukan siswa dalam
belajar. Batasan mengajar yang bertolak dari batasan pertama, dapat
dipaparkan sebagai berikut: mengajar adalah membimbing kegiatan siswa
belajar. Mengajar adalah mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang
ada di sekitar siswa, sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan minat
siswa melakukan kegiatan belajar. Paradigma baru memandang siswa bukan
sebagai objek, tetapi siswa menjadi subjek dalam pembelajaran. Konsep
Matematika tidak dipandang sebagai barang jadi yang hanya menjadi bahan
informasi untuk siswa. Namun guru diharapkan merancang pembelajaran
Matematika, sehingga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada
siswa untuk berperan aktif dalam membangun konsep secara mandiri atau
bersama-sama. Siswa diharapkan dapat menemukan kembali (reinvention)
akan konsep, aturan ataupun algoritma. Algoritama dalam Matematika yang
dahulu diberikan begitu saja oleh guru kepada siswa untuk menambah
pengetahuan, sekarang selain untuk itu, siswa diberikan kesempatan untuk



8
menemukan sendiri algoritma tersebut, dan tidak menutup kemungkinan
siswa menemukan cara lain yang belum diketahui oleh guru. Pembelajaran
Matematika yang demikian, akan dapat menimbulkan rasa bangga pada diri
siswa, menumbuhkan minat, rasa percaya diri, memupuk dan
mengembangkan imajinasi dan daya cipta (kreativitas) siswa.
Tujuan Pembelajaran Matematika adalah elatih cara berpikir dan
bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan
penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan,
konsistensi dan inkonsistensi; mengembangkan aktivitas kreatif yang
melibatkan imajinasi, intuisi dan penermuan dengan mengembangkan
pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan
serta mencoba-coba ; Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah;
Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau
mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, catatan,
grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan.

C. Jigsaw
Model Jigsaw adalah suatu struktur multifungsi struktur kerjasama
belajar. Jigsaw dapat digunakan dalam beberapa hal untuk mencapai
berbagai tujuan tetapi terutama digunakan untuk persentasi dan
mendapatkan materi baru, struktur ini menciptakan saling ketergantungan.
Teknik jigsaw digunakan untuk mengembangkan keahlian dan
keterampilan yang diperlukan untuk menggolongkan aktivitas yaitu
mendengarkan, menyampaikan, kerjasama, refleksi dan keterampilan



9
memecahkan masalah. Metode jigsaw adalah suatu metode kerja kelompok
untuk belajar dan partisipasi dalam kelompok, dengan kegiatan sebagai
berikut:
a. Listening (mendengarkan), siswa aktif mendengarkan dalam materi yang
dipelajari dan mampu memberi pengajaran pada kelompok aslinya.
b. Speaking-student (berkata), akan menjadikan siswa bertanggung jawab
menerima pengetahuan dari kelompok baru dan menyampaikannya
kepada pendengar baru dari kelompok aslinya.
c. Kerjasama setiap anggota dari tiap kelompok bertanggung jawab untuk
sukses dari yang lain dalam kelompok
d. Refleksi pemikiran dengan berhasil melengkapi, menyelesaikan kegiatan
dalam kelompok yang asli, harus ada pemikiran reflektif yang
menerangkan tentang yang dipelajari dalam kelompok ahli.
e. Berfikir kreatif, setiap kelompok harus memikirkan penyelesaian yang
baru dalam mengajarkan dan mempresentasikan materi.

a. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Dengan Teknik Jigsaw
Dengan teknik jigsaw ini guru memperhatikan skemata atau latar
belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata
ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa
bekerja dengan siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai
banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan
keterampilan komunikasi.
Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa



10
secara mandiri juga dituntut saling ketergantungan yang positif (saling
memberi tahu) terhadap teman sekelompoknya. Kunci tipe jigsaw ini
adalah interdependensi setiap siswa terhadap anggota tim yang
memberikan infomasi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat
mengerjakan tugas dengan baik.
Menurut Elliot Aronson pelaksanaan kelas jigsaw, meliputi 10
tahap yaitu:
1. Membagi siswa ke dalam kelompok jigsaw dengan jumlah 5-6
orang.
2. Menugaskan satu orang siswa dari masing-masing kelompok sebagai
pemimpin, umumnya siswa yang dewasa dalam kelompok itu.
3. Membagi pelajaran yang akan dibahas ke dalam 5-6 segmen.
4. Menugaskan tiap siswa untuk mempelajari satu segmen dan untuk
menguasai segmen mereka sendiri.
5. Memberi kesempatan kepada para siswa itu untuk membaca
secepatnya segmen mereka sedikitnya dua kali agar mereka terbiasa
dan tidak ada waktu untuk menghafal.
6. Bentuklah kelompok ahli dengan satu orang dari masing-masing
kelompok jigsaw bergabung dengan siswa lain yang memiliki
segmen yang sama untuk mendiskusikan poin-poin yang utama dari
segmen mereka dan berlatih presentasi kepada kelompok jigsaw
mereka.
7. Setiap siswa dari kelompok ahli kembali ke kelompok jigsaw
mereka.
8. Mintalah masing-masing siswa untuk menyampaikan segmen yang
dipelajarinya kepada kelompoknya, dan memberi kesempatan
kepada siswa-siswa yang lain untuk bertanya.



11
9. Guru berkeliling dari kelompok satu ke kelompok yang lainnya,
mengamati proses itu. Bila ada siswa yang mengganggu segera
dibuat intervensi yang sesuai oleh pemimpin kelompok yang di
tugaskan.
10. Pada akhir bagian beri ujian atas materi sehingga siswa tahu bahwa
pada bagian ini bukan hanya game tapi benar-benar menghitung.
Dari uraian diatas secara sederhana tahapan langkah pembelajaran
kooperatif dengan teknik jigsaw dapat dideskripsikan pada tabel sebagai
berikut :

Tabel 1. Tahapan-tahapan Kegiatan Pembelajaran
Kooperatif Teknik Jigsaw
Tahapan Kegiatan
Keterangan
Pertama Membentuk kelompok
besar yang heterogen
Guru membagi siswa dalam kelompok
yang berjumlah 5-6 orang disebut
kelompok asal
Kedua Membagikan tugas
materi membentuk
ahli
Membagi tugas materi yang berbeda
pada tiap siswa dalam tiap kelompok
Ketiga Diskusi kelompok ahli Siswa berdiskusi dalam kelompok
berdasarkan kesamaan materi yang
diberikan pada masing-masing siswa
Keempat Diskusi kelompok
besar/asal
Siswa berdiskusi kembali dalam
kelompok asalnya masing-masing
berdasarkan ketentuan guru
Kelima Pemberian kuis
individu semua materi
Guru melakukan penilaian untuk
mengukur kemampuan dan hasil
belajar siswa mengenai seluruh
pembahasan
Keenam Pemberian enghargaan Memberikan penghargaan kepada
kelompok dan siswa berprestasi

Pada teknik jigsaw, kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa



12
ahli, kelompok ahli merupakan kelompok siswa yang ditugaskan untuk
mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas yang
berhubungan dengan topiknya untuk kemudian menjelaskan kepada anggota
kelompok asalnya.
Kelompok Asal








Kelompok Ahli
Gambar 1. Ilustrasi Kelompok Jigsaw
Keterangan :
@ : Siswa yang membahas bahasan bangun sifat-sifat bangun segitiga
# : Siswa yang membahas bahasan bangun sifat-sifat bangun persegi
panjang
* : Siswa yang Menggambar bangun segitiga dan persegi panjang
= : Siswa yang membahas sifat-sifat bangun trapesium dan jajargenjang
+ : Siswa yang membahas cara menggambar Mengidentifikasi sifat-sifat
lingkaran

b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw
Untuk pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, langkah-
langkah pokok yang dilakukan adalah: pembagian tugas, pemberian
lembar ahli, mengadakan diskusi dan mengadakan kuis adapun rencana
pembelajaran kooperatif jigsaw diatur secara intruksional sebagai
berikut:



13
1. Siswa diberi kuis pretes sebelum dilakukan diskusi untuk membahas
materi yang akan diberikan untuk mengetahui kemampuan awal siswa
2. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil, dan di
dalamnya dibagi menjadi kelompok ahli yang berdasarkan pada materi
yang diberikan pada tiap siswa dalam kelompok
3. Siswa memperoleh topik-topik ahli dan membaca materi tersebut
untuk mendapatkan informasi.
4. Siswa dengan topik ahli yang sama bertemu untuk mendiskusikan
topik tersebut.
5. Diskusi kelompok: ahli kembali kekelompok asalnya untuk
menjelaskan pada kelompoknya.
6. Siswa memperoleh kuis (postes) individu yang mencakup semua
topik.
7. Penghitungan skor kelompok dan menentukan penghargaan
kelompok.
c. Peranan Guru dalam Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw
Peranan guru dalam pembelajaran kooperatif (Cooperative
Learning) teknik jigsaw antara lain:
1. Menyampaikan tujuan pembelajaran dengan jelas.
2. Menempatkan siswa secara heterogen dalam kelompok-kelompok kecil
(5-6 orang dalam setiap kelompoknya)
3. menyampaikan tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa baik tugas
individu maupun tugas kelompok dengan sejelas-jelasnya.



14
4. Memantau berlangsungnya kerja kelompok-kelompok kecil yang telah
dibentuk untuk mengetahui bahwasanya kegiatan berlangsung dengan
lancar. Dalam hal ini guru menyediakan kesempatan kepada siswa
dengan seluas-luasnya untuk memperoleh pengalaman belajar sehingga
tujuan pembelajaran dapat tercapai.
5. Mengevaluasi hasil belajar siswa melalui tes tertulis. Penilaian dilakukan
terhadap proses dan hasil belajar siswa.

d. Tujuan Teknik Jigsaw :
1) Menyajikan metode alternatif di samping ceramah dan membaca
2) Mengkreasi kebergantungan positif dalam menyampaikan dan menerima
informasi di antara anggota kelompok untuk mendorong kedewasaan
berfikir
3) Menyediakan kesempatan berlatih berbicara dan mendengarkan untuk
melatih kognitif siswa dalam menerima dan menyampaikan informasi.
4) Skema kegiatan Pembelajaran Kooperatif Dengan Teknik Jigsaw
Dalam kegiatan pembelajaran kooperatif dengan teknik jigsaw
memiliki kegiatan yang aktif antara siswa dan guru selama proses belajar,
yang digambarkan dalam sekema berikut:
Tabel 2 Skema Kegiatan Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw

KEGIATAN GURU LANGKAH KEGIATAN SISWA

1) Siapkan materi
Kajian materi Duduk dalam kelas
2) Bentuk kelompok
Kelompok
asal
Berbagi tugas setiap anggota
mengkaji materi yang



15
berbeda
3) Kelompokkan siswa
berdasarkan tugas
kajian materi
Diskusi
kelompok ahli
Keluar dari kelompoknya
menuju tim ahli
4) Bimbingan diskusi
Diskusi dengan kelompok
lain
yang mendapat tugas sama
5) Kelompokkan siswa
pada kelompok asal

Laporan
kelompok asal
Kembali ke kelompok asal
6) Bimbingan diskusi
kelompok
Setiap anggota menyajikan
materi yang sudah dikaji
kepada anggota lain
7) Guru memberikan
kesempatan pada siswa
yang lain untuk
bertanya
Murid bertanya kepada guru
tentang apa yang tidak
dimengerti
8) Berikan kuis
Kuis Ikuti kuis
8. Hitung skor kuis/
berikan penghargaan
Penghargaan
kelompok
Menerima penghargaan