Anda di halaman 1dari 9

Presentasi Kasus Bedah Orthopaedi

SEORANG ANAK PEREMPUAN USIA 9 TAHUN DENGAN PRIMARY


MALIGNANT BONE TUMOR REGION FEMUR DISTAL DEXTRA DD
OSTEOSARCOMA DENGAN METASTASE PARU




Oleh :
Prabuwinoto Setiawan
G99131063


Penguji:
dr. Rieva Ermawan, SpOT




KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR.MUWARDI
SURAKARTA
2014
STATUS PASIEN

I. ANAMNESA
A. Identitas Pasien
Nama : An. S
Umur : 9 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah
No. RM : 01250576
Masuk RS : 16 April 2014
Pemeriksaan : 22 April 2014

B. Keluhan Utama
Nyeri dan bengkak pada lutut kanan.

C. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh bengkak dan nyeri pada lutut kanan sejak 8 bulan yang lalu
dan dirasakan semakin membesar. Nyeri terutama dirasakan saat menggerakkan
lutut dan berjalan. Sejak 2 bulan terakhir pasien sudah tidak mampu berjalan
karena nyeri. Berat badan turun (+), demam terus menerus (-), mual (-), muntah
(-), selera makan menurun (+). Tidak didapatkan keringat dingin (-), pandangan
kabur (-), telinga berdenging (-), mimisan (-), gusi berdarah (-), lebam-lebam di
kulit (-), mudah memar (-), nyeri perut ulu hati (-), sesak napas (-), batuk (-),
pilek (-), mata dan kulit tampak kuning (-), sakit dada (-). BAB dan BAK
normal.

D. Riwayat Penyakit Dahulu
R. Asma : disangkal
R. Alergi : disangkal
R. operasi : disangkal

E. Riwayat Penyakit Keluarga
R. Asma : disangkal
R. Alergi : disangkal
R. Operasi : disangkal

F. Anamnesa Sistemik
Kepala : mesocephal, nyeri kepala (-)
Mata : konjungtiva anemis (-/-) sklera ikterik (-/-),pandangan
kabur (-), pandangan ganda (-)
Hidung : pilek (-), mimisan (-), hidung tersumbat (-)
Telinga : sekret (-/-), membran timpani (intak/intak), darah (-/-)
Mulut : mulut kering (-), bibir biru (-), sariawan (-), gusi berdarah (-),
bibir pecah- pecah (-)
Tenggorokan : nyeri telan (-)
Respirasi : sesak (-), batuk (-), dahak (-), batuk darah (-), mengi (-)
Cardiovascular :nyeri dada (-), pingsan (-), kaki bengkak (-), keringat dingin
(-), lemas (-)
Gastrointestinal: mual (-) muntah (-),perut terasa panas (-) kembung (-), sebah (-
), muntah darah (-), BAB warna hitam (-), BAB lendir darah (-),
BAB sulit (-), hilangnya sensasi BAB (-)
Genitourinaria : BAK warna kuning jernih, nyeri saat BAK (-)
Ekstremitas : Atas: pucat (-), kebiruan (-), bengkak (-), luka (-), terasa
dingin (-), kesemutan (-)
Bawah: pucat (-), kebiruan (-), massa (+), luka (-), terasa dingin
(-), kesemutan (-)

II. PEMERIKSAAN FISIK
A. Keadaan Umum : baik, compos mentis, gizi kesan kurang
B. Tanda vital
Nadi : 90 x/menit
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Laju Pernapasan : 20 x/menit, teratur, tipe thorakoabdominal
Suhu : 36,7
0
C per aksiler

C. Kulit : warna sawo matang, kelembaban cukup, ujud
kelainan kulit (-), turgor cepat kembali
D. Kepala : bentuk mesosefal, rambut hitam sukar dicabut,
E. Mata : Oedem palpebra (-/-), konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), air mata (+/+), refleks cahaya (+/+), pupil
isokor (3 mm/ 3 mm), bulat, di tengah, mata cekung (-
/-)
F. Hidung : napas cuping hidung (-/-), sekret (-/-), darah (-)
G. Mulut : bibir sianosis (-), mukosa basah (+), hiperemis (-), gusi
berdarah (-)
H. Telinga : daun telinga dalam batas normal, sekret (-), mastoid
pain (-), tragus pain (-)
I. Tenggorok : uvula di tengah, mukosa faring hiperemis (+), tonsil T
1

T
1

J. Leher : bentuk normocoli, kelenjar getah bening tidak
membesar
K. Thorax : bentuk normochest, retraksi (-), gerakan simetris kanan
- kiri, nyeri ketok kostovertebra (-)
Cor :
Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
Palpasi : ictus cordis tidak kuat angkat
Perkusi : batas jantung kesan tidak melebar
Kanan atas : SIC II linea parasternalis dextra
Kiri atas : SIC II linea parasternalis sinistra
Kanan bawah: SIC IV linea parasternalis dextra
Kiri bawah : SIC V linea medioclavicularis sinistra
Auskultasi : bunyi jantung I-II intensitas normal, reguler, bising (-)
Pulmo :
Inspeksi : pengembangan dada kanan = kiri
Palpasi : fremitus raba dada kanan = kiri
Perkusi : sonor di seluruh lapang paru
Batas paru hepar : SIC VI dex
Batas paru lambung : spatium intercosta VII sinistra
Redup relatif : batas paru hepar
Redup absolut : hepar
Auskultasi : Suara dasar vesikuler (+/+), Suara tambahan (-/-)

Abdomen :
Inspeksi : dinding perut sejajar dinding dada
Auskultasi : peristaltik (+) intensitas normal, reguler
Perkusi : timpani, pekak beralih (-)
Palpasi : supel, nyeri tekan (-), hepar tidak membesar, lien tidak
membesar, turgor kulit kembali cepat
M. Ekstremitas :
Akral dingin - - Oedema - -
- - - -
Sianosis ujung jari Capilary refill time < 2 detik
- -
- -
Regio Genu :
- Look : massa ukuran 30 x 30 cm, venektasi (+),
kulit tegang, deformitas (+), fleksi genu 90
- Feel : NVD (-), nyeri tekan (+), teraba massa
padat pada distal femur - knee joint, batas
tegas 1/3 proximal femur articulation genu
- Movement : ROM genu terbatas karena nyeri


III. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium tanggal 16 April 2014 :
Hb 2,7 g/dl
Hct 10 %
AL 7,5 ribu/uL
AE 1,38 juta/uL
AT 311 ribu/uL
Albumin 4,1 g/dl
Creatinine 0,3 mg/dl
Ureum 18 mg/dl
Natrium 132 mmol/L
Kalium 3,4 mmol/L
Chlorida 102 mmol/L
Gol. darah A
HBsAg non reaktif (-)
















Pemeriksaan Radiologi 17 April 2014 :
Genu AP/Lateral :

Tampak lesi batas tidak tegas dengan zona transisi luas di 1/3 distal os femur kanan
disertai gambaran periosteal reaction berupa codmann triangle disertai ssoft tissue
swelling.
Trabekulasi tulang di luar lesi normal.
Celah dan permukaan sendi dalam batas normal.
Kesimpulan : Lesi batas tidak tegas dengan zona transisi luas di 1/3 distal os femur
kanan disertai gambaran periosteal reaction berupa codmann triangle disertai soft
tissue swelling dapat merupakan suatu osteosarcoma.










Thorax AP/Lateral :


Cor : Besar dan bentuk normal
Pulmo : Tampak nodul di paraccardiac kanan
Sinus costophrenicus kanan kiri anterior posterior tajam
Retrosternal dan retrocardiac space dalam batas normal
Hemidiaphragma kanan kiri normal
Trakhea di tengah
Tak tampak proses osteolitik/osteoblastik
Kesimpulan : Nodul di paracardiac kanan dapat merupakan pulmonal metastase
(coin lesion type)
IV. ASSESSMENT
Primary malignant bone tumor region femur distal dextra DD osteosarcoma
dengan metastase paru.
Closed fracture patologis femur supracondylar dextra.
Gizi buruk tipe marasmik, stabilisasi hari ke-6.

V. PLANNING
Bone survey