Anda di halaman 1dari 15

FILSAFAT DAN SEJARAH SAINS

OLEH :
NURI ISTIFAH KHASANAH
(K2312055)
PENDIDIKAN FISIKA B - 2012
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013
MISKONSEPSI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DAN CARA
MENGATASINYA
A. Pengertian Konsep Persepsi Pra!onsepsi "an Mis!onsepsi
Konsep adalah benda-benda, kejadian-kejadian, situasi-situasi, atau ciri-ciri yang
memiliki ciri-ciri khas dan yang terwakili dalam setiap budaya oleh suatu tanda atau
simbol (objects, events, situations, or properties that possess common critical attributcs and are
designated in any given culture by some accepted sign or symbol(Ausubel, 1978 1!"#$
%adi konsep merupakan abstraksi dari ciri-ciri sesuatu yang mempermudah komunikasi antara
manusia dan yang memungkinkan manusia ber&ikir (bahasa adalah alat ber&ikir#$
'a&siran perorangan terhadap banyak konsep berbeda-beda$ (isalnya pena&siran
konsep ibu atau cinta atau keadilan berbeda untuk setiap orang$ 'a&siran konsep oleh seseorang
disebut Persepsi (konsepsi) )alaupun dalam *isika kebanyakan konsep mempunyai arti yang
jelas, bahkan yang sudah disepakati oleh para *isikawan, tetapi konsepsi pembelajar berbeda-
beda$
+ebelum memasuki ruang-ruang pembelajaran peserta didik telah memiliki konsepsi atau
persepsi sendiri-sendiri tentang sesuatu, termasuk yang berkaitan dengan materi *isika$ Ketika
kita mengajarkan bab mekanika misalnnya, peserta didik sudah memiliki beberapa pengetahuan
yang menyangkut bab tersebut, sedikit atau banyak, benar atau salah$ +ebelum mereka mengikuti
pelajaran mekanika sudah banyak memiliki pengalaman dengan peristiwa-peristiwa mekanika
(benda yang jatuh, benda yang bergerak, gaya, dll#$ Karena pengalamannya itu mereka telah
memiliki konsepsi-konsepsi (persepsi-persepsi# yang belum tentu sama dengan konsepsi
*isikawan$ Konsepsi atau persepsi seperti itulah yang disebut
dengan prakonsepsi$Miskonsepsi atau salah konsep menunjuk pada suatu konsep yang tidak
sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima para pakar dalam bidang itu$
,entuk miskonsepsi dapat berupa konsep awal, kesalahan, hubungan yang tidak benar antara
konsep-konsep, gagasan intuiti& atau pandangan yang nai&$ Khusus untuk pembelajar pemula,
miskonsepsi sering juga diistilahkan dengan konsep alternatif$
B. Mis!onsepsi "a#a$ Pe$%e#a&aran Fisi!a
(iskonsepsi sangatlah resisten dalam pembelajaran bila tidak diperhatikan dengan
seksama oleh guru$ -i bawah ini diberikan beberapa contoh miskonsepsi yang sering dijumpai
pada peserta didik$
Gerak
,eberapa peserta didik salah mengerti akan konsep kecepatan sesaat dan percepatan
sesaat$ (ereka memahami sesaat sebagai .suatu waktu inter/al0 meskipun merupakan inter/al
yang sangat kecil$ 1engertian kecepatan sesaat dan percepatan sesaat memang sulit dimengerti,
khususnya karena banyak buku menjelaskannya dengan pengertian limit yang masih sulit bagi
peserta didik +(A$
,anyak peserta didik juga punya salah pengertian tentang percepatan gra/itasi$
Kebanyakan siswa secara spontan mengatakan bahwa sebuah benda yang lebih berat akan jatuh
lebih cepat daripada benda yang ringan pada peristiwa gerak jatuh bebas. ,eberapa peserta
didik malah masih menganggap bahwa bola besi dan bola plastik yang dijatuhkan bebas dari
ketinggian yang sama akan sampai di tanah dalam waktu yang berbeda karena bola besi akan
jatuh lebih cepat dari bola plastik$ 1adahal menurut prinsip *isika, kedua benda itu akan jatuh
dengan percepatan yang sama dan waktu yang ditempuh sampai ke lantai juga sama (bila tidak
ada unsur lain yang mempengaruhi#$ 2ukup banyak peserta didik juga berpikir bahwa jika dua
benda bergerak dalam waktu dan percepatan yang sama, mereka akan punya jarak tempuh sama
pula$ (ereka lupa bahwa kecepatan awal perlu diperhitungkan karena unsur itu yang membuat
jaraknya berbeda$ -alam rumus jarak +
t
34
!
$t 5 6 a$t
7
tampak bahwa kecepatan awal (4
!
# ikut
menentukan jarak yang ditempuh suatu benda$ -ua benda yang bergerak kecepatan awal
berlainan, meskipun waktu (t# dan percepatan (a# sama, akan menempuh jarak yang berbeda$
(enurut beberapa penelitian, salah pengertian terbanyak terjadi pada gerak
parabola$ 1eserta didik masih sulit menangkap mengapa kecepatan pada puncak suatu proyektil
adalah nol, meski percepatannya tidak nol$ (ereka berpikir bahwa jika kecepatan itu nol,
percepatannnya juga harus nol (+uparno, 199818#$
Gaya, massa, dan berat
,anyak peserta didik bingung dengan konsep dari gaya, massa dan berat$ -alam *isika,
berat (w# adalah suatu gaya (*# dan punya unit newton9 sedangkan massa (m# punya satuan
kilogram, dan ini bukan gaya$ :amun, banyak peserta didikmenuliskan bahwa berat adalah suatu
massa dan punya satuan kilogram$ ,eberapapeserta didik menghubungkan gaya dengan suatu
aksi dan gerak$ (aka mereka menangkap bahwa jika tidak ada suatu gaya, tidak akan ada suatu
gerakan$ Akibatnya, mereka berpikir bahwa bila tidak ada gerak sama sekali, juga tidak ada gaya$
(isalnya, jika seorang mendorong suatu kereta dan kereta itu bergerak, peserta didikmengatakan
ada suatu gaya bekerja pada kereta itu$ :amun, bila kereta itu tidak bergerak, mereka mengatakan
bahwa tidak ada gaya pada kereta tersebut, meski orang itu mendorong kereta dengan energi yang
besar$ -alam &isika, meski kereta tidak bergerak, tetap ada gaya yang bekerja padanya$
Hukum Newton
,anyak peserta didik berpikir, gaya aksi dan reaksi dalam ;ukum :ewton <<< bekerja
pada titik yang sama dari obyek yang sama$ (ereka menganggap gaya ke atas yang dilakukan
meja pada benda A, dan gaya yang dilakukan benda A pada meja, bekerja pada satu titik, yaitu
titik antara meja dan benda A$ 1adahal menurut *isika, dua gaya itu bekerja pada obyek yang
berbeda$ ,ila kedua gaya aksi reaksi itu bekerja pada suatu titik yang sama, dengan besaran yang
sama, maka sama saja tidak ada gaya apapun, karena mereka bekerja pada suatu titik yang sama,
dengan besaran yang sama dan arah terbalik, sehingga saling melenyapkan$
,anyak peserta didik memahami gaya sebagai suatu si&at yang ada dalam suatu benda,
suatu si&at yang melekat pada benda itu$ =leh karena itu, peserta didik dengan mudah percaya
bahwa benda yang berat akan jatuh lebih cepat dari benda yang ringan, jika terjadi gerak jatuh
bebas karena benda yang berat mempunyai gaya yang lebih besar daripada yang ringan$ 1adahal
dalam konsep :ewton, gaya muncul dari interaksi antara benda-benda itu$
,eberapa peserta didik memahami bahwa benda yang diam diatas meja, tidak mempunyai
gaya yang bekerja pada benda tersebut$ Alasannya karena benda itu diam saja diatas meja$
1adahal menurut *isika, benda itu mempunyai gaya yang bekerja pada meja$ ,enda itu tetap
diam karena sebagai reaksinya, meja melakukan gaya reaksi terhadap benda tersebut yang
besarnya sama tetapi berlawanan arah$
,anyak peserta didik sekolah menegah mempunyai pengertian bahwa besarnya gaya
gesekan yang dialami suatu benda yang berada disuatu permukaan, hanya tergantung pada
kekasaran permukaan itu$ 'entu saja kekasaran permukaan itu mempungaruhi gaya gesekan,
tetapi ada beberapa unsur lain yang juga mempungaruhi besarnya gaya gesekan, seperta massa
benda itu sendiri dan gaya yang bekerja pada benda itu$
Kerja, kekekalan energi dan momentum
-alam *isika, kerja ()# sama dengan gaya (*# kali jarak (s#$ %ika suatu gaya (*# bekerja
pada suatu objek dan objek itu tidak bergerak dalam suatu jarak tertentu (s#, maka tidak ada kerja
()#$ -i sini beberapa peserta didik berpikir bahwa di situ ada kerja ()#$ (ereka sulit mengerti
mengapa jika seseorang mendorong suatu kereta dengan banyak energi, ia tidak membuat kerja$
(ereka berpikir bahwa jika seseorang membuat akti/itas dengan suatu energi ia membuat suatu
kerja, gagasan ini bertentangan dengan prinsip *isika yang diterima$ ,eberapa peserta
didik mengalami kesulitan untuk memahami konsep kekekalan energi$ (ereka mengalami dalam
hidup mereka bahwa jika mereka mengendarai mobil atau sepeda motor cukup lama, bensinnya
akan habis$ %ika mereka bekerja giat, mereka akan lelah kehabisan tenaga$ .,agaimana mungkin
dapat dikatakan bahwa energinya tetap>kekal?@ demikian mereka menyangsikan$
,eberapa peserta didik mengatakan bahwa jika dua kereta dengan kecepatan yang sama tetapi
arahnya berlawanan bertumbukan, mereka akan berhenti karena kecepatan totalnya menjadi nol$
(ereka lupa bahwa kekekalan momentum membutuhkan resultan momentum (m/# 3 !$ (aka
jika massanya berbeda, mereka tidak akan berhenti langsung (+uparno, 199818#$
+ewaktu mempelajari energi kinetik, beberapa peserta didik +(A masih mempunyai
gagasan yang keliru tentang besarnya energi kinetik suatu benda bila kecepatannya ditambah$
(ereka menjelaskan, energi kinetik suatu benda yang kecepatannya ditambah tiga kali lipat,
maka energi kinetiknya juga akan menjadi tiga kali lipat$ (ereka tidak melihat secara cermat
rumusan energi kinetik$ -alam rumusan itu, bila kecepatannya menjadi 8 kali lipat, maka energi
kinetiknya akan menjadi 9 kali lebih besar karena ada unsur kuadrat$
C. Pen'e%a% Mis!onsepsi
Ada banyak cara mengatasi miskonsepsi dalam bidang *isika$ ,anyak penelitian telah
dilakukan para ahli pendidikan *isika yang mengungkapkan bermacam-macam kiat yang di buat
untuk membantu siswa memecahkan persoalan miskonsepsi$
+ecara garis besar langkah yang digunakan membantu mengatasi miskonsepsi adalah
1$ (encari atau mengungkapkan miskonsepsi yang dilakukan siswa
7$ (encoba menemukan penyebab miskonsepsi tersebut
8$ (encari perlakuan yang sesuai untuk mengatasi
,eberapa sarana untuk menyelesaikan miskonsepsi tidak berhasil karena pendidik tidak
tahu persis penyebab miskonsepsi, sehingga cara yang ditempuh tidak tepat$ (aka, mencari
penyebab miskonsepsi menjadi unsur penting sebelum menentukan cara mengatasinya$ ,anyak
guru *isika membantu peserta didik mengatasi miskonsepsi dengan cara mengulangi penjelasan
bahan beberapa kali$ Akibatnya, peserta didik yang sudah mengerti menjadi bosan, dan peserta
didik yang mempunyai miskonsepsi tetap tidak terbantu karena tidak tahu letak kesalahannya$
;al ini terjadi karena guru tidak mencari penyebab miskonsepsi peserta didik terlebih dahulu,
sehingga metode yang digunakan tidak tepat$
1ara peneliti miskonsepsi menemukan berbagai hal yang menjadi penyebab miskonsepsi
pada peserta didik$ +ecara garis besar, penyebab miskonsepsi dapat diringkas dalam lima
kelompok, yaitu peserta didik, guru, buku siswa, konteks dan metode mengajar$ 1enyebab yang
berasal dari peserta didik dapat terdiri dari berbagai hal, seperti prakonsepsi awal, kemampuan,
tahap perkembangan, minat, cara berpikir, dan teman lain$ 1enyebab kesalahan dari guruAdapat
berupa ketidakmampuan guru, kurangnya, penguasaan bahan, cara mengajar yang tidak tepat atau
sikap guru dalam berelasi dengan peserta didik yang kurang baik$ 1enyebab miskonsepsi dari
buku siswa biasanya terdapat dalam penjelasan atau uraian yang salah dalam buku tersebut$
Konteks, seperti budaya, agama, dan bahasa sehari-hari juga mempengaruhi miskonsepsi peserta
didik$ +edangkan metode mengajar yang hanya menekankan kebenaran satu segi sering
memunculkan salah pengertian pada peserta didik, sering kali penyebab-penyebab itu berdiri
sendiri, tetapi kadang-kadang saling terkait satu sama lain, sehingga salah pengertiannya menjadi
semakin kompleks$ ;al ini menyebabkan semakin tidak mudah untuk membanu siswa untuk
membantu mereka$
1enyebab miskonsepsi yang diuraikan di sini masih sangat terbatas$ -alam kenyataan di
lapangan, peserta didik dapat mengalami miskonsepsi dengan sebab-sebab yang lebih bermacam-
macam dan rumit$ 1enyebab sesungguhnya sering kali juga sulit diketahui, karena peserta didik
kadang-kadang tidak secara terbuka mengungkapkan bagaimana hingga mereka mempunyai
konsep yang tidak tepat tersebut$
Kita juga perlu mengetahui bahwa miskonsepsi yang dialami setiap peserta didik dalam
satu kelas dapat berlainan dan penyebabnya juga berlainan$ (aka dapat terjadi, dalam satu kelas
terdapat bermacam-macam miskonsesi dan penyebab miskonsepsi$ -engan demikian, bagi para
pendidik tidak mudah untuk sungguh-sungguh mengerti penyebab miskonsepsi yang dialami
setiap peserta didik$ +ebagai akibatnya, tidak mudah juga untuk dapat membantu setiap peserta
didik secara tepat dalam mengatasi miskonsepsi$
+uparno (7!!""8# memberi ringkasan berkenaan dengan &aktor penyebab miskonsepsi
&isika, ringkasan tersebut dimuat dalam tabel 7$1$
'abel 7$1 1enyebab (iskonsepsi
Se%a% (ta$a Se%a% K)*s*s
1eserta -idik 1rakonsepsi, pemikiran asosiati&, pemikiran humanistik,
reasoning yang tidak lengkap, intuisi yang salah, tahap
perkembangan kogniti& peserta didik, kemampuan peserta didik,
minat belajar peserta didik$
Buru 'idak menguasai bahan, bukan lulusan dari bidang ilmu &isika,
tidak membiarkan peserta didik mengungkapkan gagasan>ide,
relasi guru-peserta didik tidak baik$
,uku +iswa 1enjelasan keliru, salah tulis terutama dalam rumus, tingkat
penulisan buku terlalu tinggi bagi siswa, tidak tahu membaca
buk teks, buku &iksi dan kartun sains sering salah konsep karena
alasan menariknya yang perlu$
Konteks 1engalaman peserta didik, bahasa sehari-hari berbeda, teman
diskusi yang salah, keyakinan dan agama, penjelasan orang
tua>orang lain yang keliru, konteks hidup peserta didik (t/, radio,
&ilm yang keliru, perasaan senang tidak senang, bebas atau
tertekan$
(etode mengajar ;anya berisi ceramah dan menulis, langsung ke dalam bentuk
matematika, tidak mengungkapkan miskonsepsi, tidak
mengoreksi 1C, model analogi yang diapakai kurang tepat,
model demonstrasi sempit,dll
+elain penyebab yang diuraikan pada tabel 7$1, (asril dan :ur Asma (7!!7# masih
menyebutkan satu penyebab lagi, yaitu kurangnya pengetahuan dari peserta didik$
(iskonsepsi disebabkan oleh bermacam-macam hal$ +ecara umum dapat disebabkan oleh
peserta didik sendiri, guru yang mengajar, konteks pembelajaran, cara mengajar dan buku teks$
1enyebab dari peserta didik pun dapat bermaca-macam, seperti prakonsesi peserta didik sebelum
memperoleh pelajaran, lingkungan masyarakat di mana peserta didik tinggal, teman, pengalaman
hidup terlebih pengalaman menangkap pengertian, dan juga minat peserta didik$ %elas juga bahwa
kemampuan peserta didik berpengaruh dalam miskonsepsi itu$ Kesalahan-kesalahan itu memeng
dapat dimengerti, terlebih bila kita soroti dari kacamata &ilsa&at kontrukti/isme, di mana
pengetahuan itu adalah hasil kontruksi peserta didik$ Karena kebebasan mengonstruksi dan juga
keterbatasan dalam mengonstruksi itulah maka peserta didik, meskipun diajar oleh guru secara
tepat dan juga dengan buku yang baik, dapat tetap mengalami miskonsepsi$
Buru salah mengajar, salah mengerti bahan, dapat mempunyai andil besar dalam
menambah miskonsepsi peserta didik$ (iskonsepsi yang disebabkan salah mengajar biasanya
agak sulit dibenahi karena peserta didik merasa yakin bahwa yang diajarkan peserta didik itu
benar$ (aka penting bahwa guru sungguh-sungguh menguasai bahan secara benar$ -emikan juga
buku teks yang keliru ataupun mengungkapkan konsep yang salah, akan membingungkan peserta
didik dan juga mengembangkan miskonsepsi peserta didik$ (aka,penting buku teks diteliti secara
benar$ 'idak ketinggalan beberapa metode mengajar, yang meski baik, kadang-kadang juga
memunculkan miskonsepsi karena hanya menekankan salah satu segi dari kebenaran yang
diajarkan$ (aka perlu dihindari ke&anatikan hanya pada satu metode mengajar saja, karena itu
membatasi cara memandang kita akan suatu persoalan pengetahuan$
D. Mengatasi Mis!onsepsi Fisi!a
+ebelum kita dapat membantu menagani miskonsepsi yang dipunyai peserta didik, kiranya
perlu diketahui lebih dahulu miskonsepsi apa saja yang dimiliki siswa dan darimana mereka
mendapatkannya$ ,aru dengan demikian kita dapat memikirkan bagaimana mengatasinya$ Dntuk
itu diperlukan cara-cara mengidenti&ikasi atau mendeteksi miskonsepsi tersebut$ -isini
disebutkan beberapa alat deteksi yang sering digunakan para peneliti dan guru$
+, Peta Konsep -Con.ept Maps,
1eta konsep dapat digunakan untuk mendeteksi miskonsepsi peserta didik dalam bidang
&isika$ 1eta konsep yang mengungkapkan hubungan berarti antara konsep-konsep dan
menekankan gagasan-gagasan pokok, yang disusun hirarkis, dengan jelas dapat mengungkapkan
miskonsepsi peserta didik yang digambarkan dalam peta konsep tersebut$ (iskonsepsi peserta
didik dapat diidenti&ikasi dengan melihat apakah hubungan antara konsep-konsep itu benar atau
salah$ ,iasanya miskonsepsi dapat dilihat dalam proposisi yang salah dan tidak adanya hubungan
yang lengkap antar konsep$ Dntuk lebih melihat mengapa peserta didik beranggapan seperti itu,
ada baiknya peta konsep itu digabungkan dengan wawancara klinis$
-alam wawancara itu peserta didik diminta mengungkapkan gagasan-gagasannya, dan
mengapa ia punya gagasan tersebut$ (enurut *eldsine, miskonsepsi dapat diidenti&ikasi dengan
mudah oleh guru dari peta konsep peserta didik dan dapat dibantu dengan inter/iu peserta didik,
mengapa ia mempunyai miskonsepsi itu$ -alam inter/iu itu si peneliti dapat mengerti lebih baik
mengapa peserta didik mempunyai miskonsepsi dan membantu untuk mengatasinya$
-alam peta konsep peserta didik mempunyai miskonsepsi tentang gaya dapat
menimbulkan perubahan bentuk, panjang arah, dan percepatan$ 1adahal yang benar, kecepatan
bukan percepatan yang ditimbulkan oleh gaya tersebut$
/, Tes Multiple Choice "engan Reasoning Ter%*!a
(enggunakan tes pilihan ganda (multiple choice) dengan pertanyaan terbuka dimana
peserta didik harus menjawab dan menulis mengapa ia mempunyai jawaban seperti itu$ %awaban-
jawaban yang salah dalam pilihan ganda ini selanjutnya dijadikan bahan tes berikutnya$
0, Tes Esai Tert*#is
Buru dapat mempersiapkan suatu tes esai yang memuat beberapa konsep &isika yang
memang hendak diajarakan atau yang sudah diajarkan$ -ari tes tersebut dapat diketahui
miskonsepsi yang dibawa peserta didik dan dalam bidang apa$ +etelah ditemukan
miskonsepsinya, dapatlah beberapa peserta didik diwawancarai untuk lebih mandalami, mengapa
mereka mempunyai gagasan seperti itu$ -ari wawancara itulah akan kentara dari mana
miskonsepsi itu dibawa$
1, 2a3an.ara Diagnosis
)awancara berdasarkan beberapa konsep *isika tertentu dapat dilakukan juga untuk
melihat konsep alternati& atau miskonsepsi pada peserta didik$ Buru memilih beberapa konsep
&isika yang diperkiran sulit dimengerti peserta didik, atau beberapa konsep &isika yang pokok dari
bahan yang hendak diajarkan$ Kemudian peserta didik diajak untuk mengekspresikan gagasan
mereka mengenai konsep-konsep di atas$ -ari sisni dapat dimengerti konsep alternati& yang ada
sekaligus ditanyakan darimana mereka memperoleh konsep anternati& tersebut$
4, Dis!*si "a#a$ Ke#as
-alam kelas peserta didik diminta untuk mengungkapkan gagasan mereka tentang konsep
yang sudah diajarakn atau yang hendak diajarkan$ -ari diskusi di kelas itu dapat dideteksi juga
apakah gagasan mereka itu tepat atau tidak$ -ari diskusi itu, guru dapat mengerti konsep-konsep
alternati& yang dipunyai peserta didik$ 2ara ini lebih cocok digunakan pada kelas yang besar, dan
juga sebagai penjajakan awal$ Eang perlu diperhatikan oleh guru adalah membantu agar setiap
peserta didik berani bicara mengungkapkan pikiran mereka tentang persoalan yang dibahas$
5, Pra!ti!*$ "engan Tan'a Ja3a%
1raktikum yang disertai dengan tanya jawab antara guru dengan peserta didik yang
melakukan praktikum juga dapat digunakan untuk mendeteksi apakah peserta didik mempunyai
miskonsepsi tentang konsep pada praktikum itu atau tidak$ +elama praktikum, guru selalu
bertanya bagaimana konsep peserta didik dan bagaimana peserta didik menjelaskan persoalan
dalam praktikum tersebut$ 1raktikum ini dapat diurutkan sebagai berikut
1$ Buru mengungkapkan persoalan yang ingin dilakukan dalam praktikum$ (isalnya, guru
ingin mengerti apa yang mempengaruhi gaya gesekan suaru benda$
7$ 1eserta didik diminta untuk membuat hipotesis atau dugaan lebih dulu dan alasannya$
8$ 1eserta didik melakukan praktikum$ +elama itu guru dapat mengajukan pertanyaan sehingga
semakin mengerti konsep peserta didik tentang gaya gesek$
F$ 1eserta didik menyimpulkan hasilnya$ Buru dapat menanyakan apakah hasilnya sesuai dengan
hipotesis yang dipikirkan sebelumnya$ ,ila tidak sesuai, guru mempertanyakan mengapa hal itu
terjadi?
"$ -ari seluruh proses diatas, guru dapat mengerti apakah peserta didik mempunyai miskonsepsi
atau tidak, dan bagaimana miskonsepsi itu dapat diperbaiki$
-ari beberapa metode yang digunakan di atas dapat dirumuskan unsur yang penting
dalam metode tersebut
1# 1eserta didik diberi kesempatan untuk mengungkapkan konsep atau gagasannya9
7# -ari ungkapan itu dapat diketahui apakah ada konsep alternati& atau tidak9
8# -iwawancarai untuk dimengerti dari mana mereka mendapatkan salah pengertian itu$
,erg (1991"-7# menyimpulkan bahwa penelitian mengenai beberapa cara untuk
mengoreksi miskonsepsi belum menghasilkan cara ampuh untuk menghapusnya$ (enurutnya
miskonsepsi awet dan sulit diubah$ Kadang-kadang berhasil mengoreksi miskonsepsi sehingga
peserta didik dapat menyelesaikan soal jenis tertentu, tetapi apabila peserta didik diberi soal yang
sedikit menyimpang, konsepsi yang salah muncul lagi$ Atau peserta didik yang baik dapat
menerapkan konsep yang benar di sekolah, tetapi di luar sekolah mereka tetap pegang pada
konsepsi yang salah$ ,erg juga mengemukakan beberapa langkah yang dapat digunakan dalam
pembelajaran mengatasi miskonsepsi, tetapi menurutnya perlu disadari bahwa sebenarnya belum
ada cara yang e&ekti& dan e&isien$
a. Langkah pertama adalah mendeteksi pra-konsepsi peserta didik. Apa yang sudah ada dalam
kepala peserta didik sebelum kita mulai mengajar? 1ra-konsepsi apakah yang sudah terbentuk
dalam kepala peserta didik oleh pengalaman dengan peristiwa-peristiwa yang akan dipelajari?
Apa kekurangan prakonsepsi tersebut? 1rakonsepsi dapat diketahui dari literatur atau hasil-hasil
penelitian sebelumnya, test diagnostik, pengamatan, membaca jawaban-jawaban yang diberikan
peserta didik langsung, dari peta konsep dan dari pengalaman guru$ Giteratur dan test diagnostik
sangat membantu, demikian juga membaca hasil tes esai peserta didik dengan cara yang kritis
dan santai$ *okuskan perhatian kepada jawaban peserta didik yang salah$
%. Langkah kedua adalah merancang pengalaman belajar yang bertolak dari prakonsepsi
tersebut dan kemudian menghaluskan bagian yang sudah baik dan mengoreksi bagian konsep
yang salah$ 1rinsip utama dalam koreksi miskonsepsi adalah bahwa peserta didik diberi
pengalaman belajar yang menunjukkan pertentangan konsep mereka dengan peristiwa alam$
-engan demikian diharapkan bahwa pertentangan pengalaman ini dengan konsep yang lama akan
menyebabkan koreksi konsepsi$ Atau dengan memakai istilah 1iaget dapat dikatakan bahwa
pertentangan pengalaman baru dengan konsep yang salah akan menyebabkan akomodasi, yaitu
penyesuaian struktur kogniti& (otak# yang menghasilkan konsep baru yang lebih tepat, akan tetapi,
belum tentu pengalaman yang tidak cocok dengan pra konsepsi akan berhasil$
.. Langkah ketiga adalah latihan pertanyaan dan soal untuk melatih konsep baru dan
menghaluskannya$ 1ertanyaan dan soal yang dipakai harus dipilih sedemikian rupa sehingga
perbedaan antara konsepsi yang benar dan konsepsi yang salah akan muncul dengan %elas$ Cara
mengajar yang tidak membantu adalah kalau guru hanya membahas soal tanpa memperhatikan
konsep (drill#, atau hanya menulis banyak rumus di papan tulis, atau hanya berceramah tanpa
interaksi dengan murid$
-ari beberapa pembahasan tentang penanganan miskonsepsi di atas, cara-cara
mengurangi miskonsepsi dapat dirangkum dalam tabel 7$7 berikut
'abel 7$ 1enyebab (iskonsepsi dan 2ara (engatasinya
Se%a%
(ta$a
Se%a% K)*s*s Cara Mengatasi
1eserta -idik 1rakonsepsi,
1emikiran asosiati&,
1emikiran humanistik,
Ceasoning yang tidak lengkap,
<ntuisi yang salah,
'ahap perkembangan kogniti& siswa,
Kemampuan peserta didik,
(inat belajar peserta didik
-ihadapkan pada kenyataan
-ihadapkan pada kenyataan dan
peristiwa anomali
-ihadapkan pada kenyataan dan
anomali
-ilengkapi9 dihadapkan pada
kenyataan
-ihadapkan pada kenyataan9
anomali dan rasionalitas
-iajar sesuai le/el
perkembangan9 mulai dengan
yang konkret, baru kemudian
yang abstrak
-ibantu pelan-pelan, proses
(oti/asi, kegunaan &isika,
/ariasi pembelajaran
Buru 'idak menguasai bahan,
,ukan lulusan dari bidang ilmu &isika,
'idak membiarkan peserta didik
mengungkapkan gagasan>ide,
Celasi guru- peserta didik tidak baik
,elajar lagi
;arusnya sesuai bidang ilmunya
(ember waktu peserta didik
untuk mengungkapkan gagasan
secara lisan dan tertulis
Celasi yang enak, akrab, humor
,uku +iswa 1enjelasan keliru, -ikoreksi dan dibenarkan
+alah tulis terutama dalam rumus,
'ingkat penulisan buku terlalu tinggi
bagi peserta didik,
'idak tahu membaca buku teks,
,uku &iksi sains keliru konsep
Kartun sains sering salah konsep
-ikoreksi secara teliti
-isesuaikan dengan le/el peserta
didik
-ilatih oleh guru cara
menggunakan teks
-ibenarkan
-ikoreksi
Konteks 1engalaman peserta didik,
,ahasa sehari-hari berbeda,
'eman diskusi yang salah,
Keyakinan dan agama,
-ihadapkan pada pengalaman
baru sesuai dengan konsep &isika
-ijelaskan perbedaan dengan
contoh
(engungkapkan hasil yang
dikritisi guru
-ijelaskan perbedaannya
2ara
mengajar
;anya berisi ceramah dan menulis,
Gangsung ke dalam bentuk matematika,
'idak mengungkapkan miskonsepsi,
'idak mengoreksi 1C,
(odel analogi yang dipakai kurang tepat,
(odel demonstrasi>1raktikum,
(odel diskusi
:on multiple intelligences
4ariasi, diransang dengan
pertanyaan
(ulai dari gejala nyata baru
rumus
Buru memeberi kesempatan
peserta didik mengungkapkan
gagasan
-ikoreksi cepat dan ditunjukkan
salahnya
-itunjukkan kemungkinan salah
konsep
-iungkapkan hasilnya dan
dikomentari
-iungkapkan hasilnya dan
dikomentari
(ultiple intelligences
Ada banyak cara membantu siswa mengatasi miskonsepsi$ 'etapi tidak setiap cara sesuai
bagi peserta didik yang mengalami miskonsepsi, karena kesalahan peserta didik dapat beraneka
ragam$ (aka penting bahwa guru pertama-tama mengerti letak miskonsepsi peserta didik dan apa
penyebabnya$ +etelah itu barulah mencoba beberapa cara yang sesuai dengan keadaan peserta
didik$
+ecara umum, banyak metode bantuan misonsepsi dengan menghadapkan peserta didik
pada suatu data anomali, yaitu data yang bertentangan dengan gagasan awal peserta didik$
-engan menghadapi peristiwa anomali, dapat muncul kon&lik dalam diri dan pemikiran peserta
didik, yang selanjutnya diharapkan ada perubahan konsep dalam diri mereka$
+angat penting dalam pembelajaran, apabila guru selalu mempertanyakan kepada peserta
didik gagasan dan konsep yang mereka ketahui$ Buru dalam mengajar, entah dengan metode
apapun, perlu memberikan peluang kepada setiap peserta didik untuk mengungkapkan gagasan
dan idenya tentang konsep &isika yang dipelajari$dari ungkapan itulah guru akan mengerti
miskonsepsi yang dibawa atau dipunyai peserta didik$ Gangkah selanjutnya adalah mencari
sebabnya dan kiat mengatasinya$ (inimal, guru selalu dapat bertanya, mengapa peserta didik
mempuyai gagasan seperti itu$
DAFTAR P(STAKA
,erg, Huwe /an den$ 1991$ (iskonsepsi *isika dan Cemediasi$ +alatiga Dni/ersitas Kristen
+atya )acana 1ress$
http>>www$damandiri$or$id>&ile>iputuekaikipsingbab1$pd&
(asril dan :ur Asma$ 7!!7$ .1engungkapan (iskonsepsi +iswa *orce 2oncept <n/entory dan
2ertainity o& Cesponse <nde0I$ Jurnal isika !impunan isika "ndonesia$ 7!!7$ 4ol$,"#$
;lm1-8$ A/ailable at httpJJh&i$&isika$net
:o/ak, %$- and ,ob Bowin$ 198"$ #earning !o$ to #earn$ 2ambridge Dni/ersity 1ress$
+uparno, 1aul$ 7!!"$ Miskonsepsi dan Perubahan %onsep &alam Pendidikan isika$ %akarta 1'
Brasindo$
+urya, Eohannes$ 1997. 'limpiade isika$ %akarta 1rimatika 2ipta <lmu$