Anda di halaman 1dari 20

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA

OPTIMASI PANEL SURYA DENGAN PENGARAH


MATAHARI BERBASIS MIKROKONTROLER











DIUSULKAN OLEH :
Ketua Kelompok :
Chalidia Nurin Hamdani 2209100113 (Angkatan 2009)
Anggota :
Dhanar Hariyuanda 2209100069 (Angkatan 2009)


INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
SURABAYA
2011

HALAMAN PENGESAHAN
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA /
LOMBA KARYA INOVATIF MAHASISWA

1. Judul : Optimasi Panel Surya dengan Pengarah Matahari Berbasis
Mikrokontroler
2. Kategori : ( ) LKTIM ( ) LKIM ( ) Bidang Pendidikan
3. Bidang Ilmu : IPA
4. Ketua pelaksana kegiatan
a. Nama Lengkap : Chalidia Nurin Hamdani
b. NIM : 2209100113
c. Jurusan/ Fakultas : Teknik Elektro / Fakultas Teknologi Industri
d. Universitas/Institut/Politeknik : Institut Teknologi Sepuluh Nopember
e. Alamat, Telp/Fax/HP : Keputih Perintis IA No. 38 Sukolilo Surabaya
087851371437
f. Alamat Email : dansprenk_13@yahoo.co.id
5. Anggota Pelaksana : 1 Orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Imam Arifin, ST. MT.
b. NIP : 132233781
c. Jurusan / Fakultas : Teknik elektro / Fakultas Teknologi Industri
d. Universitas/Institut/Politeknik : Institut Teknologi Sepuluh Nopember
e. Alamat, Telp/Fax/HP :

Surabaya, 29 Mei 2011

Menyetujui
Dosen Pendamping Penulis






( Imam Arifin, ST, MT ) (Chalidia Nurin Hamdani)
NIP. 132233781 NIM. 2209100113



Pembantu Rektor Bidang III Ketua Jurusan






( Prof. Dr. Suasmoro ) ( Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng. )
NIP. 130890142 NIP. 196510121990031003


KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat,
hidayah, dan karunia-Nya sehingga penulisan karya tulis ilmiah dengan judul Optimasi
Panel Surya dengan Pengarah Matahari Berbasis Mikrokontroler dapat diselesaikan.
Penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu pada
kesempatan kali ini disampaikan terima kasih kepada:
1. Kepala Jurusan Teknik Elektro FTIITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M. Eng atas
bantuan moral maupun materiil yang telah diberikan.
2. Imam Arifin, ST. MT. selaku dosen pembimbing atas bimbingan dan motivasi yang
telah diberikan.
3. Dosen-dosen Jurusan Teknik Elektro FTIITS yang telah memberikan ilmu dan saran.
4. Keluarga besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), khususnya teman-teman
bidang studi Sistem Pengaturan Jurusan Teknik Elektro FTIITS.
5. Berbagai pihak yang telah membantu proses terselesaikannya karya tulis inovasi
teknologi ini.
Penulis berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat
digunakan sebaik-baiknya baik bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada
umumnya. Adapun banyak kekurangan dalam pembuatan karya tulis ini, tak lupa penulis
mengharap kritik dan saran untuk perubahan yang lebih baik.

Surabaya , 29 Mei 2011


Penulis





DAFTAR ISI

Halaman Judul.. i
Lembar Pengesahan.. ii
Kata Pengantar............ iii
Daftar Isi..................... iv
Abstrak.. v

BAB I PENDAHULUAN.. 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Rumusan Masalah 1
1.3. Tujuan.. 2
1.4. Batasan Masalah.. 2

BAB II DASAR TEORI
2.1. Panel Surya... 3
2.2. Motor Servo.. 4
2.3. Microcontroller Atmega 8535.. 5
2.4. LDR ..... 6

BAB III PEMBAHASAN. 7
3.1. Deskripsi Karya. 7
3.1.1. Deskripsi keseluruhan alat.. 7
3.1.2. Sensor cahaya. 8
3.1.3. Aktuator.... 8
3.1.4 Mikrokontroler dan rangkaian 9
3.2. Cara kerja.. 10
3.2.1 Cara kerja pengarah matahari .. 10


BAB IV ANALISA ALAT ... 11
BAB V PENUTUP .. 13
5.1. Kesimpulan .. 13
5.2. Saran 13
DAFTAR PUSTAKA 21









Abstrak

Energi alternatif merupakan hal yang paling diperhatikan dunia saat ini. Salah satu
energy alternative yang sebenarnya berpotensial saat ini adalah energi cahaya matahari,
terutama di daerah tropis yang mendapat sinar matahari sepanjang tahun seperti di
Indonesia. Namun, penggunaan panel surya sebagai alat pengkonversi energi matahari
menjadi energi listrik masih kurang optimal karena kita tahu posisi matahari selalu
berpindah-pindah sepanjang hari. Untuk itu digunakan pengarah matahari agar posisi panel
surya selalu tegak lurus dengan datangnya sinar matahari sehingga intensitas cahaya
matahari yang ditangkap dengan optimal dan konstan sepanjang hari. Oleh karena itu, dari
inovasi teknologi yang berjudul Optimasi Panel Surya dengan Pengarah Panel Surya
berbasis mikrokontroler diharapkan dapat meningkatkan kinerja dari sel surya konvensional.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Secara umum energi dapat dikategorikan menjadi dua macam yaitu energi tak
terbarukan dan energi terbarukan. Energi tak terbarukan seperti energi fosil yang saat ini
banyak digunakan sebagai sumber energi listrik dunia jumlahnya semakin menipis.
Sedangkan jumlah penduduk dunia semakin meningkat sehingga kebutuhan energy listrik
pun juga akan terus meningkat.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya industrialisasi besar-besaran yang terjadi
di berbagai Negara di dunia dengan maksud meningkatkan perekonomian mereka masing-
masing. Industrialisasi tersebut tentunya membutuhkan energi sebagai penggerak kerja
mereka dan energy yang banyak digunakan adalah energy fosil. Penggunaan energy fosil
secara besar-besaran menimbulkan dampak negatif pada lingkungan yang pada akhirnya
mengakibatkan global warming seperti yang telah terjadi saat ini. Problem ini dikenal sebagai
Trilemma-3E yaitu Energi-Environment-Economy.
Pemanfaatan energy cahaya matahari adalah salah satu jawaban dari persoalan di
atas. PLTS atau Pembangkit LIstrik Tenaga Surya merupakan pembangkit listrik yang sangat
berpotensial untuk digunakan sebagai energy alternative pengganti energy fosil terutama di
negara-negara beriklim tropis yang mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Indonesia
merupakan salah satu negara yang beriklim tropis dan dilalui oleh garis khatulistiwa,
sehingga potensi pemanfaatan PLTS sangat besar.
Namun, salah satu kendala pemanfaatan PLTS adalah adanya pergerakan dari
matahari sebagai sumber utama dari PLTS itu sendiri, sehingga terkadang dibutuhkan kerja
ekstra yaitu memindahkan posisi panel surya sesuai arah matahari untuk bisa
mengoptimalkan kinerja panel surya. Inovasi teknologi yang berjudul Optimasi Panel Surya
dengan Pengarah Matahari Berbasis Mikrokontroler diharapkan bisa meningkatkan kinerja
dan efisensi panel surya konvensional di PLTS.
1.2 Perumusan Masalah
1. Bagaimana cara meningkatkan efisiensi panel surya
2. Bagaimana pengaruh arah datang matahari terhadap peningkatan efisiensi panel surya

3. Bagaimana mengatur posisi panel surya terhadap posisi matahari dengan
menggunakan pengarah matahari

1.3 Tujuan
Inovasi teknologi yang berjudul Optimasi Panel Surya dengan Pengarah Matahari
Berbasis Mikrokontroler bertujuan untuk mengadakan perbaikan kinerja panel surya
konvensional sehingga bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

1.4 Batasan Masalah
Karya tulis ini hanya membahas pembuatan dan pengaplikasian pengarah matahari
sebagai alat penunjang untuk meningkatkan kinerja panel surya.


BAB II
DASAR TEORI
2.1 Panel Surya
Panel surya terdiri dari beberapa sel surya. Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya
identik dengan piranti semikonduktor dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan
diserap oleh bahan semikonduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa
menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi
perubahan jumlah gaya-gaya pada bahan.








Gaya tolak antar bahan semi-konduktor, menyebabkan aliran medan listrik
(efek fotovoltaik) dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir
untuk digunakan pada instrumen.








Gambar 1. Struktur Panel
Surya
Gambar 2. Aliran foton pada Sel Surya

Semua sel surya memerlukan cahaya untuk menyerap foton-foton ke dalam struktur
sel sehingga menghasilkan elektron-elektron via efek fotovoltaik. Pada bagian silikon tipe-n,
elektron sebagai pembawa arus, sedangkan di silikon tipe-p, lubang merupakan pembawa
arus. Bagian utama perubah energi sinar matahari menjadi listrik adalah absorber (penyerap),
meskipun demikian, masing- masing lapisan juga sangat berpengaruh terhadap efisiensi dari
sel surya. Sinar matahari terdiri dari bermacam-macam jenis gelombang elektromagnetik
yang secara spectrum radiasi panas matahari mempunyai. panjang gelombang 10-7 s/d 10-5,
frekuensi 1014 s/d 1015 Hz dan energi foton 10-1 s/d 101 eV. Oleh karena itu absorber disini
diharapkan dapat menyerap sebanyak mungkin solar radiation yang berasal dari cahaya
matahari (Beisser, 1968). Energi panas matahari hanya tersedia 10 11 jam per hari. Sel
surya merupakan suatu bahan semikonduktor, yang mengabsorbsi energi cahaya matahari
secara langsung menjadi energi listrik,
melalui 3 tahapan, yaitu :
a) Absorpsi cahaya matahari oleh material semikonduktor
b) Membangkitkan dan memisahkan daerah bebas positip dan negatip dari sel surya sehingga
menghasilkan beda potensial.
c) Mentransfer hasil pemisahan melalui terminal listrik ke beban berupa arus listrik.

Tentu saja agar efisiensi dari sel surya bisa tinggi maka foton yang berasal dari sinar
matahari harus bisa diserap yang sebanyak banyaknya, kemudian memperkecil refleksi dan
rekombinasi serta memperbesar konduktivitas dari bahannya. Untuk bisa membuat agar foton
yang diserap dapat sebanyak banyaknya, maka absorber harus memiliki energi pembebas
elektron dengan range yang lebar, sehingga memungkinkan untuk bisa menyerap sinar
matahari yang mempunyai energi yang bermacam macam tersebut.

2.2 Motor Servo
Motor Servo terdiri dari sebuah motor DC, serangkaian gear, sebuah potensiometer,
sebuah output shaft dan sebuah rangkaian kontrol elektronik. Biasanya, motor servo
berbentuk kotak segi empat dengan sebuah output shaft motor dan konektor dengan 3 kabel
yaitu power, kontrol dan ground. Gear motor servo ada yang terbuat dari plastic, metal atau
titanium. Didalam motor servo terdapat potensiometer yang digunakan sebagai sensor posisi.

Potensiometer tersebut dihubungkan dengan output shaft untuk mengetahui posisi aktual
shaft. Ketika motor dc berputar, maka output shaft juga berputar dan sekaligus memutar
potensiometer. Rangkaian kontrol kemudian dapat membaca kondisi potensiometer tersebut
untuk mengetahui posisi aktual shaft. Jika posisinya sesuai dengan yang diinginkan, maka
motor dc akan berhenti. Sudut operasi motor servo (Operating Angle) bervariasi tergantung
jenis motor servo.







2.3 Microcontroller Atmega 8535
ATMEGA8535 memiliki 4 buah port input/output 8 bit, yaitu PORTA, PORTB,
PORTC, dan PORTD. Selain sebagai input/output masing masing port juga memiliki fungsi
yang lain. PORTA dapat difungsikan sebagai ADC (Analog to Digital Converter), PORTB
dapat difungsikan sebagai SPI (Serial Peripheral Interface) communication.
Fitur yang tersedia pada ATMega 8535 adalah :
Frekuensi clock maksimum 16 MHz
Jalur I/O 32 buah, yang terbagi dalam PortA, PortB, PortC dan PortD
Analog to Digital Converter 10 bit sebanyak 8 input
Timer/Counter sebanyak 3 buah
CPU 8 bit yang terdiri dari 32 register
Watchdog Timer dengan osilator internal
SRAM sebesar 512 byte
Memori Flash sebesar 8 Kbyte dengan kemampuan read while write
Interrupt internal maupun eksternal
Gambar 3. Gerak pada Motor Servo

Port komunikasi SPI
EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi
Analog Comparator
Komunikasi serial standar USART dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps








2.5. LDR
Resistansi LDR akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang
mengenainya atau yang ada disekitarnya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar
10M dan dalam keadaan terang sebesar 1K atau kurang. LDR terbuat dari bahan
semikonduktor seperti nergy nergy . Dengan bahan ini energy dari cahaya yang jatuh
menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya
resistansi bahan telah mengalami penurunan.

Gambar 4. Mikrokontroler Atmega 8535
Gambar 5. LDR

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Deskripsi Karya
3.1.1. Deskripsi Keseluruhan Alat
Panel surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang menghasilkan
polutan dan ramah lingkungan, tetapi sampai saat ini kinerja dan efisiensi dari panel surya
masih rendah. Inovasi teknologi yang berjudul Optimasi Panel Surya dengan Pengarah
Matahari Berbasis Mikrokontroler adalah upaya untuk melakukan optimasi kinerja panel
surya dan pengoperasiannya dalam mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik.
Dalam inovasi teknologi ini, optimasi kinerja panel surya dan pengoperasiannya
didapatkan dengan cara membuat suatu sistem panel surya yang dilengkapi dengan pengarah
matahari yang bertujuan agar panel surya dapat mengikuti gerak matahari secara otomatis.
Pengarah matahari ini terdiri dari komponen elektronik yaitu microcontroler, LDR dan motor
servo yang disusun sedemikian rupa sehingga posisi panel surya selalu tegak lurus dengan
arah datangnya cahaya matahari.













Gambar 6. Keseluruhan Alat

3.1.2 Sensor Cahaya
LDR adalah sebuah resistor yang nilainy berubah-ubah sesuai dengan intensitas
cahaya yang diterima. LDR akan mempunyai hambatan yang besar ketika menerima itensitas
cahaya yang kecil atau terkena cahaya redup, sedangkan LDR akan mempunyai hambatan
yang kecil ketika menerima intensitas cahaya yang besar atau terkena cahaya terang.
Untuk mengarahkan sel surya agar selalu tegah lurus dengan matahari perlu sebuah
sensor untuk mendeteksi berapa derajat simpangan matahari terhadap sumbu tegak lurus sel
surya, maka dari itu sensor LDR di tempatkan pada objek berbentuk bola dan disamping
LDR diberi sebuah pelindung yang berbemtuk pipa agar hanya salah satu LDR yang terkena
cahaya matahari secara langsung.






Dari desain sensor LDR diatas, hanya alah satu LDR saja yang terkena cahaya
matahari secara langsung, jadi hanya ada satu LDR dengan nilai hambatannya paling kecil
yang tegak lurus dengan matahari pada saat itu. Karena microcontroller tidak dapat
memproses langsung nilai hambatan tersebut maka nilai hambatan perlu dikonversi terlebih
dahulu sehingga microcontroller dapat mengolahnya. Pada intinya sensor ini membaca sudut
persimpangan matahari yang mana dapat memberikan inputan terhadap motor servo.
3.1.3 Aktuator
Aktuator yang dipakai pada alat ini adalah sebuah motor servo. Motor servo
merupakan salah satu motor listrik yang bergerak dengan sudut tertentu. Motor servo
dikendalikan dengan cara mengirimkan sebuah pulsa yang lebar pulsanya bervariasi. Pulsa
tersebut dimasukkan melalui kabel kontrol motor servo. Sudut atau posisi shaft motor servo
akan diturunkan dari lebar pulsa. Biasanya lebar pulsanya antara 1.1 ms sampai 1.9 ms
dengan periode pulsa sebesar 20 mS. Berarti untuk mengerakan panel surya agar selalu
tercakup oleh cahaya matahari, motor servo di beri input pulsa tertentu oleh microcontroller,
Gambar 7. Rancangan Sensor LDR

sehinga terjadi simpangan sudut panel surya yang sesuai dengan simpangan sudut matahari
yang di baca oleh sensor cahaya.








Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa motor servo dapat menggerakkan sel surya
beberapa derajat sesuai yang dibaca oleh sensor cahaya, agar panel surya selalu tercakupi
cahaya matahari sehingga intensitas cahaya matahari yang diterima panel surya lebih
kontinyu daripada panel surya yang diam.
3.1.4 Microcontroller dan Rangkaian
Di dalam alat ini microcontroller berfungsi sebagai alat untuk menerima data berupa
tegangan dari rangkaian sensor LDR melalui port ADC. Setelah didapatkan data berupa
tegangan kemudian data diproses yang selanjutnya microcontroller akan mengeluarkan
output berupa pulsa-pulsa tertentu untuk menggerakkan motor servo beberapa derajat, agar
panel surya selalu tercakup dengan arah matahari
6.





3.2. Cara K

Gambar 8. Simulasi Pergerakan Panel Surya
Gambar 9. Rangkaian Mikrokontroler

3.2. Cara Kerja
3.2.1. Cara Kerja Pengarah Matahari
Cara Kerja dari alat ini yang pertama adalah sensor cahaya mendeteksi sinar matahari,
karena LDR di susun menyerupai setengah bola dan disamping LDR diberi sebuah pipa kecil
maka hanya ada salah satu sensor saja yang terkena matahari secara langsung . Sensor LDR
yang terkena sinar matahari mempunyai variasi hambatan yang berbeda-beda bergantung
pada intensitas sinar matahari yang di terima LDR. Dari data yang berupa hambatan tersebut
kemudian di konversi sedemikian rupa sehingga menjadi data tegangan.
Tegangan yang dihasilkan dari masing-masing LDR selanjutnya dihubungkan menuju
port ADC pada microcontrol, hasil tegangan dari masing-masing LDR di bandingkan dan di
cari nilai tegangan yang paling besar, tegangan yang paling besar menunjukan intensitas
matahari yang paling besar dan menunjukan letak matahari. Setelah letak matahari di
temukan selanjutnya microcontroller mengintruksi kepada motor servo untuk bergerak berapa
derajat sesuai dengan arah datang sinar matahari. Dengan cara ini panel surya akan selalu
tegak lurus dengan arah sinar datangnya matahari sehingga efisiensi dari sel surya akan
meningkat.









Gambar 10. Prinsip Kerja Sistem Pengarah Matahari

BAB IV
ANALISA ALAT

Sel surya yang biasanya dijual di pasaran :
Dimensi = (350 x 538 x 35) mm
Daya keluaran maksimal (Pmax) = 20 Watt peak
Tegangan maksimal (Vmp) = 21.60 Volt
Arus maksimal = 1.25 A
Tegangan = 12 volt
Tipe sel = Polycrstalline Silicon
Berat = 2.6 kg
Harga = Rp 895.000

Bila kita ingin membuat PLTS sederhana dengan hasil daya 100 Watt maka dibutuhkan 5
panel surya dengan kapasitas masing-masing 20 WP. Oleh karena itu dibutuhkan biaya
sekitar Rp 1. 790.000 untuk panel suryanya saja.
Biaya untuk pengarah matahari :
1. 1 buah motor servo (torsi 5kg.cm) = Rp. 250.000
2. Rangkaian elektronika = Rp. 100.000
3. Rangkaian mekanik = Rp. 100.000
Rp. 450.000

Keunggulan adanya pengarah matahari ini adalah dengan daya 100 W tersebut kita bisa
menambah penggunaan daya hingga 3-4 jam per hari tanpa harus ada kerja tambahan
memindah-mindahkan posisi panel surya. Panel surya konvensional tanpa pengarah matahari
+

hanya bisamenyerap energy cahaya matahari efektif selama 5-6 jam per hari sehingga daya
yang bisa dipakai selama 1 hari adalah 5-6 jam. Dengan adanya pengarah matahari ini, panel
surya bisa menyerap energy cahaya matahari efektif hingga 9-10 jam per hari sehingga kita
bisa menggunakan daya output selama 9-10 jam per hari.
Terbukti bahwa penggunaan pengarah matahari dapat meningkatkan kinerja panel
surya dan pengoperasiannya dibanding dengan panel surya konvensional.


BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Penggunaaan pengarah matahari dapat meningkatkan kinerja panel surya. Pengarah
matahari ini akan bekerja secara otomatis memposisikan panel surya sesuai arah datangnya
cahaya matahari sehingga potensi sinar matahari dapat dimanfaatkan secara maksimum mulai
dari terbitnya matahari sampai tenggelamnya matahari. Dengan mengoptimalkan potensi
cahaya matahari maka panel surya dapat menghasilkan daya output dengan durasi waktu
yang lebih lama dibandingkan dengan panel surya konvensional tanpa harus melakukan kerja
tambahan yaitu mengatur posisi panel surya terhadap matahari.
Dengan pengarah sel surya yang terdiri dari motor servo, LDR dan microcontroller
menjaga posisi panel surya, tentu saja akan diperlukan biaya tambahan. Namun biaya
tambahan tersebut relatif lebih kecil dibandingkan dengan keuntungan yang didapat yaitu
penambahan durasi daya output panel surya sebesar 4-5 jam per hari.

5.2 Saran
Dalam penerapan pengarah sel surya sebaiknya digunakan untuk plts dengan hasil
daya lebih dari 50 watt, karena motor servo dan microcontroller juga membutuhkan daya.
Bila diterapkan di PLTS yang daya keluarannya di bawah 50 watt maka penggunaan
pengarah sel surya tidak efektif.


DAFTAR PUSTAKA