Anda di halaman 1dari 38

1

SISTEM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN


PROYEK (SP3)

BAB VIII
PENETAPAN DURASI PROYEK YANG PALING EKONOMIS



oleh:
Rizal Z. Tamin





INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2
IKHTISAR
1. KELAYAKAN SISTEM.
2. KURVA DURASI WAKTU.
3. RELAKSASI.
4. TEOREMA KRITIS.
5. PROSEDUR HEURISTIC UNTUK MENG-CRASH.
6. OPTIMASI PEMENDEKAN DURASI PROYEK
DENGAN METODA LINIER.
7. METODA LINIER.
8. KENDALA LOOP.
3
KELAYAKAN SISTEM (1)
1. Durasi kegiatan t = volume/produktivitas.
2. Durasi penyelesaian proyek T = t
jalur kritis
.
3. Sebenarnya network merupakan suatu sistem; bukan hanya
jalur kritis; bagaimana merencanakan sistem network
terbaik sangat variatif; yang penting sasaran proyek
tercapai; yaitu yang memberikan keseluruhan biaya
minimum.
4. Kelayakan suatu network perlu ditinjau:
a. Berdasarkan alokasi resource yang tersedia.
b. Kelayakan ekonomis yaitu yang memberikan biaya paling
kecil berdasarkan pertimbangan Biaya Langsung dan
Biaya Tidak Langsung.
5. Biaya proyek:
a. Biaya langsung: biaya untuk mewujudkan pekerjaan:
- Biaya material;
4
KELAYAKAN SISTEM (2)
- Biaya Peralatan;
- Biaya Tenaga Kerja;
- sub contract
b. Biaya Tidak Langsung.
- Biaya pengelolaan proyek (kantor proyek, administrasi
pendukung, keamanan, dll.); umumnya linier dengan waktu; tidak
berkaitan langsung dengan output yang diminta pemilik dan
Overhead .
6. Dengan demikian belum tentu durasi yang paling pendek
akan memberikan pembiayaan total proyek yang minimum;
terdapat kemungkinan:
- waktu proyek di-crash, dimana terjadi pengurangan Biaya
Tidak Langsung lebih besar dari peningkatan Biaya Langsung;
atau
- kegiatan-kegiatan tidak kritis dapat di-relaksasi sehingga
biaya langsung dapat lebih murah.
5
KELAYAKAN SISTEM (3)
8. Selain itu, terdapat juga kemungkinan kebutuhan lain;
misalnya proyek perlu dipercepat untuk berbagai
kepentingan:
a. Agar manfaat yang diperoleh bisa maksimum (total cost bisa
minimum dan income bisa dipercepat).
b. Proyek-proyek militer.
c. Agar dapat mendahului kompetitor; memaksimalkan expected
profit, walaupun ada peningkatan biaya.
6
KELAYAKAN SISTEM (4)
Direct Cost
Indirect Cost
Durasi Optimum
Waktu
Cost
7
KURVA DURASI WAKTU (1)
1. Durasi Normal adalah waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan kegiatan dengan sumber daya yang
biasanya tersedia dalam organisasi tanpa input tambahan.
2. Normal Cost adalah cost untuk durasi normal.
3. Scheduling adalah pengaturan jadwal kegiatan termasuk
koordinasinya untuk mengetahui waktu penyelesaian
keseluruhan.
4. Data Durasi Normal dan Cost Normal diperoleh dari:
- statistik terhadap proyek-proyek serupa yang pernah
dilakukan;
- dengan asumsi teknologi, metoda, peralatan, kompetensi dan
tenaga kerja sama.
5. Waktu tersebut mungkin diperpendek dengan konsekuensi
cost naik; karena memerlukan input tambahan; ini disebut
crash program.
8
KURVA DURASI WAKTU (2)

Cost slope =

Untuk kurva disamping:
Waktu dari 16 11;
Biaya dari 100 600;
Cost Slope = 100.
600
100
C
C
C
N
t
C
t
N
11 16
t
c h
h c
t t
C C


C N
N C
t t
C C
-
-
Prosedur pembuatan kurva:
- Pilih beberapa metoda;
- Tetapkan Durasi dan Direct Cost masing-masing;
- Buat grafik.
Cost
9
KURVA DURASI WAKTU (3)
c h
h c
t t
C C

Terdapat berbagai bentuk hubungan Cost Slope:


1. Linier.
600
100
11 16
t
-100
5
500
A
= =
C
Cost
10
KURVA DURASI WAKTU (4)
c h
h c
t t
C C

2. Multi-linier
C
2
C
1
t
600
300
100
11 12 16
Contoh:
t = 16 12, pekerjaan
dengan menggunakan
1 loader.
t =12 11, pekerjaan
harus menggunakan 2
loader; biaya
meningkat tajam.
C
1
= 200/4 = 50.
C
2
= 300/1 = 300.
4
200
Cost
11
KURVA DURASI WAKTU (5)
3. Fungsi Diskrit
c h
h c
t t
C C

4
200
12 16 t
6
5
Cost
12
KURVA DURASI WAKTU (6)
4. Kurva Linier
c h
h c
t t
C C

4
200
12 24 10 8
7.200
6.500
5.000
t
Cost
4

G
R
A
D
E
R
S

3

G
R
A
D
E
R
S

U
S
I
N
G

2

G
R
A
D
E
R
S

U
S
I
N
G

1

G
R
A
D
E
R

Normal Cost
at the Same Level
Non Linear
Relationship
13
CONTOH (1)
B
4
D
6
A
8
C
3
4 2
2 3
Tidak semua kegiatan perlu di-crash

14
CONTOH (2)
75
50
200
66,7
4
2
2
3
8
4
3
6
2.700 1.900
800
400
500
1.000
500
300
300
800
A
B
C
D
Cost
Slope
Biaya
Crash
Biaya
Normal
Waktu
Crash
Waktu
Normal
Kegiatan
Keterangan:
a. T normal = 12 Cost normal = Rp. 1.900.
b. Jalur atas bisa di-crash dari 12 menjadi 6.
c. Jalur bawah bisa dari 9 menjadi 5.
d. Karena jalur atas hanya bisa menjadi 6, maka jalur bawah tidak perlu
sampai 5:
- A dan B dicrash seluruhnya;
- Antara C dan D dipilih C
i
yang terkecil yaitu D;
- Jika ABD di-crash, waktu menjadi 6, biaya crash Rp. 2.500;
- Jadi C tidak perlu di-crash; biaya lebih hemat Rp 200.
15
RELAKSASI
1. Kebalikan dari crash.
2. Dalam kasus tertentu ada kegiatan yang jika di-
relaksasi bisa lebih murah, antara lain kegiatan-
kegiatan yang tidak kritis sehingga terhindar dari
overtime.
3. Kegiatan-kegiatan ini perlu dicari, karena mungkin
waktu merencanakan awal terpaksa di-overtime-kan,
untuk menyesuaikan diri dengan jalur kritis.
16
TEOREMA KRITIS (1)
Adalah untuk menetapkan jalur yang tidak perlu lagi ditinjau
karena yang satu sudah kritis maksimum.
Jalur atas =
normal 18, crash
13;
Jalur bawah =
normal 30, crash
21;
Jalur kritis = jalur
bawah;
Jika bawah di-
crash, waktu turun
menjadi 21 > jalur
atas (18), sehingga
jalur atas tidak
perlu di-crash.
6
4
10
5
17
TEOREMA KRITIS (2)
9
4
10
5
1. Crash bawah memerlukan pula crash atas.
2. Jalur kritis tidak boleh pindah = harus sama-sama kritis.
18
PROSEDUR HEURISTIC UNTUK MENG-CRASH (1)
1. Tetapkan T
N
& T
C
2. Cari jalur kritis.
3. Cari kegiatan non- kritis yang tidak perlu di-crash
(gunakan teorema kritis) eliminate.
4. Tabulasi T
N
, T
C
, C
N
, C
C
.
5. Hitung C
i
(cost slope).
6. Hitung Waktu Proyek vs Cost:
- Crash jalur kritis; mulai C
i
terkecil.
- Sampai dengan maksimal atau jalur kritis baru terbentuk.
7. Jika jalur kritis baru terbentuk:
- Crash secara simultan dengan C
i
minimum.
- Kerjakan simultan dengan kondisi kritis yang terbentuk
lainnya.
19
PROSEDUR HEURISTIC UNTUK MENG-CRASH (2)
8. Cek jika tercipta float untuk kegiatan lain. Jika ada
periksa apakah perlu di-relaksasi untuk mengurangi
cost.
9. Selalu cek grafik cost-waktu pada setiap cycle.
10. Teruskan sampai waktu crash maksimum.
11. Masukkan (integrasikan biaya Overhead Indirect
Cost).
12. Hitung Total Cost.
13. Cari waktu untuk Cost minimum.
20
PROSEDUR HEURISTIC UNTUK MENG-CRASH (3)
0
1
0
5
2
5
15
3
15
30
4
30
40
5
40
50
6
50
60
7
60
70
8
70
5
5
15 15
10 8
5
1
19
11
10
9
12
10
10
8
Mengeliminasi kegiatan yang tidak perlu di-crash
Jalur Kritis
Kegiatan Non-Kritis
Kegiatan yang Tidak Perlu Di-Crash
Catatan:
21
PROSEDUR HEURISTIC UNTUK MENG-CRASH (4)
0
1
0
5
2
5
15
3
15
30
4
30
40
5
40
50
6
50
60
7
60
70
8
70
50
5
5
15
15
19
11
10
8
70
50
10
9
Kegiatan yang dapat di-crash
Jalur Kritis
Kegiatan Non-Kritis
Catatan:
22
PROSEDUR HEURISTIC UNTUK MENG-CRASH (5)
Project
Duration
Activity Normal
Duration
Crash
Duration
Number
of Days
Reduced
Slope Project
Cost
Before
Crashing
Project
Cost After
Crashing
70 6.600
69 7 8 10 9 1 50 6.650
68 5 6 10 8 1 50 6.700
65 4 5 10 7 3 80 7.150
4 6 19 16 3 70
61 5 7 19 15 4 75 7.790
6 7 10 6 4 85
Perhitungan biaya crashing
23
PROSEDUR HEURISTIC UNTUK MENG-CRASH (6)
4 5 6
7
8
70
19
11
16
10
7
7
80 85 50
10
8
9 10
4
6 10
9
9
19
15
15
75
70
69
68
65
61
46
49
50
60
59
56
52
40
37
30
50
Crash secara bertahap - Step by step crashing
24
PROSEDUR HEURISTIC UNTUK MENG-CRASH (7)
0
1
0
5
2
5
15
3
15
30
4
30
37
5
37
46
6
46
52
7
52
61
8
61
5
15
9
5
16
9
12
10
Network setelah di-crash maksimum menjadi 61 hari
25
PROSEDUR HEURISTIC UNTUK MENG-CRASH (8)
60 61 62 63 64 65 66 67 68
69 70
Time (Days)
6.000
7.000
8.000
9.000
Cost
($)
2.000
1.000
Overhead
Cost ($)
I
C
D
C
T
C
Catatan:
Total Cost Minimum adalah pada 68 hari kerja
26
PROSEDUR HEURISTIC UNTUK MENG-CRASH (9)
Project
Duration
Direct Cost Fix
OverheadCost
60 Days
Additional
OverheadCost
100/Day
Total Cost
61 7.790 1.000 100 8.890
65 7.150 1.000 500 8.650
68 6.700 1.000 800 8.500
69 6.650 1.000 900 8.550
70 6.600 1.000 1.000 8.600
Cacatan:
Total Cost Minimum adalah pada 68 hari kerja
27
OPTIMASI PEMENDEKAN DURASI PROYEK
DENGAN METODA LINIER (1)
1. Perlu dicari kegitan mana yang perlu diperpendek agar
extra cost minimal.

2. Cost Slope =

3. Petunjuk praktis:
a. Perhatikan jalur kritis.
b. Cari cost slope minimal.
c. Lakukan crash pada jalur kritis tapi tanpa merubah jalur
kritisnya.
d. Gunakan Program Linier (Metoda Simplex, dll.)


-
Durasi Normal - Durasi Crash
Biaya Normal

Biaya Crash
28
OPTIMASI PEMENDEKAN DURASI PROYEK
DENGAN METODA LINIER (2)

Biaya
Crash
Biaya
Normal
Tangen = C
Durasi
Crash
Durasi
Normal
Waktu
Cost
29
METODA LINIER (1)
1. Seluruh persamaan harus linier.
2. Variabel keputusan:
- X
i
= pemendekan dari masing-masing kegiatan, misalnya:
- X
1
berapa lama kegiatan 1 perlu di-crash.
- X
A
berapa lama kegiatan A perlu di- crash.
3. Fungsi tujuan; untuk meminimumkan jumlah penambahan
biaya:
Z = C
i
. X
i,
di mana

C
i
= cost slope kegiatan i.

4. Fungsi kendala:
a. Batas maksimum pemendekan:
- X
i
M
i
atau X
A
M
A
;
- M
i
= maksimum pemendekan Kegiatan i
- M
A
= maksimum pemendekan Kegiatan A.


30
METODA LINIER (2)
b. Target pemendekan:
Jumlah pemendekan dalam jalur kritis harus sama dengan
percepatan yang diinginkan (T).

X
i
jalur kritis = T

c. Kendala program linier:

X
i
0, atau variabel kontrol selalu positif.

d. Kendala Loop:
- Agar Jalur kritis tidak pindah
31
KENDALA LOOP (1)
1. Ditinjau hanya pada loop yang mengandung minimal satu
kegiatan kritis.
2. Tujuannya agar jalur kritis tidak pindah:
Kegiatan A-B : jalur kritis
Float loop : 8-6 = 2
Supaya jalur kritis tidak pindah, maka:
(3 - Xa) + (5 - Xb) 6 - Xc
X
A
+ X
B
- X
C
2
B
A
C
6
5 3
Kasus 1:
32
KENDALA LOOP (2)
A-B & C-D, keduanya merupakan jalur kritis, sehingga didapat
persamaan:
X
A
+ X
B
= X
C
+ X
D
.
Kasus 2:
33
KENDALA LOOP (3)
Kasus 3:
Dapat diuraikan menjadi 3 loop
C
6
1
3
2
4
34
KENDALA LOOP (4)
- LOOP 1:
Didapat persamaan:
X
A
(X
B
+ X
C
) 2
C
6
3
1
2
35
KENDALA LOOP (5)
- LOOP 2:
Didapat persamaan:
X
A
+ X
D
= X
B
+ X
E
.
3
4
2
1
36
KENDALA LOOP (6)
- LOOP 3:
Didapat persamaan:
X
E
(X
C
+ X
D
) 2
C
6
3
2
4
37
Mulai
Baca Data Kegiatan Normal:
No.Tail/Head
Kode & Nama Kegiatan
Durasi Normal - Biaya Normal
Analisa Jaringan Kerja
Metoda Jalur Kritis
Data Kegiatan Crash:
Durasi Crash
Biaya Crash
Hitung:
Crash Limit = D
N
-D
C
Biaya Perlu = C
C
-C
N
Cost Slope = Biaya Perlu/Crash limit
Susun Persamaan Dasar
Optimasi Crash Program
DIAGRAM ALIR PROGRAM OPTIMASI PEMENDEKAN DURASI PROYEK
Input Target
Pemendekkan
Durasi Proyek
Analisa Optimasi Crash
dengan Program Linier
(Simplex 2 Phase)
Solusi
Optimum
ada
Ulangi
input
baru
Selesai
Trans
fer
Transfer Hasil Optimasi
Crash Menjadi Data
Kegiatan Normal Baru
Cetak resume
hasil optimasi
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Tidak
Ya
38
SELESAI