Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Dalam dunia industri dan manufaktur, tidak akan jauh dari yang dinamakan
proses pemotongan logam. Tentunya beberapa dari proses pemotongan logam ini
menggunakan proses pemesinan. Salah satunya adalah mesin bubut. Mesin bubut
menakup segala mesin perkakas yang memproduksi bentuk silindris. !enis yang
paling kuat dan paling umum adalah pembubut yang melepas bahan dan memutar
benda kerja terhadap pemotong mata tunggal. "ada perkembangan selanjutnya,
pembubut dapat digunakan untuk membuat knob, memotong ulir dan sebagainya.
#amun, tanpa memahami proses dan mempraktikkan seara langsung,hal ini akan
terasa sulit. Maka dari itu dilakukan praktik proses produksi, dalam hal ini adalah
kerja mesin khususnya mesin bubut.
I.$. Tujuan
Tujuan dari perobaan kali ini adalah untuk mengetahui proses serta ara melakukan
proses pembubutan dengan menggunakan mesin.
I.%. "ermasalahan
Bagaimana ara menentukan bentuk dan penyesuaian dimensi & dimensinya dari
benda kerja yang akan diproses dengan menggunakan proses atau metode
pembubutan.
BAB II
DASAR TEORI
II.1 Pengertian Mesin Bubut
Mesin bubut adalah salah satu diantara mesin&mesin yang berguna membuat
suatu benda kerja yang kemudian dipakai untuk memudahkan mesin&mesin lain. Seara
teknis pengertian Mesin Bubut adalah Mesin yang gerakannya berputar dan berfungsi
sebagai pengubah bentuk dan ukuran benda dengan jalan menyayat benda tersebut
dengan suatu yang mempunyai fungsi khusus untuk menyayat, posisi benda kerja
bergerak seara berputar searah dengan poros mesin dan pahat diam bergerak ke kanan '
ke kiri sesuai dengan poros mesin bubut yang bekerja dengan menyayat benda kerja.
II.2 Prinsip Kera
Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya
dilakukan dengan ara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang
digerakkan seara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. (erakan putar
dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut
gerak umpan )feeding*. Dengan mengatur perbandingan keepatan rotasi benda kerja
dan keepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai maam ulir dengan ukuran
kisar yang berbeda. +al ini dapat dilakukan dengna jalan menukar roda gigi translasi
)hange gears* yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir )lead sre,*.
II.! Prinsip Kera Mesin Bubut
"oros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pemba,a sehingga
memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan
disampaikan ke roda gigi poros ulir. -leh klem berulir, putaran poros ulir tersebut
diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang memba,a pahat. .kibatnya pada
benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.
II." Bagian # Bagian Mesin Bubut $
Mesin bubut terdiri dari meja )bed* dan kepala tetap )head stok*. Di dalam
kepala tetap terdapat roda&roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar
poros spindel. "oros spindel akan menmutar benda kerja melalui ekal )huk*. /retan
utama )appron* akan bergerak sepanjang meja sambil memba,a eretan lintang )ross
slide* dan eretan atas )upper ross slide* dan dudukan pahat. Sumber utama dari semua
gerakkan tersebut berasal dari motor listrik untuk memutar pulley melalui sabuk )belt*.
1. Pa%at Bubut
Dibuat dari baja & epat tinggi yang tetap mempertahankan mata
memotongnya ,alaupun dalam keadaan yang sangat panas.
$. MeaMesin&S'i((ingBe()
Meja mesin berfungsi sebagai dudukan perkakas eretan, kepala lepas dan
kepala tetap. "erkakas eretan dan kepala lepas dapat melunur pada meja mesin
sejajar dengan sumbu utama. "ada mesin dibuat sangat halus hal ini untuk
menapai ketepatan pada ,aktu perkakas eretan dan kepala lepas melunur,
maka kebersihan meja mesin harus selalu dijaga, karena kerusakan permukaan
meja mesin akan mempengaruhi hasil benda kerja.
!. Kepa'a Lepas & Tai'st*+, )
0epala lepas adalah alat bantu mesin yang dipergunakan antara lain 1
& 2ntuk mendukung benda kerja yang panjang pada ,aktu proses penyayatan
berlangsung.
& 2ntuk menjepit enter drill, bor, reamer dll pada ,aktu kerja manual
". Kepa'a Tetap
Disetting dengan tetap pada bed mesin. Mempunyai spindel bolong yang
tirus atau berulir untuk memasang ak pelat pemba,a.
1. Be( Mesin
Salah satu bagian dari mesin bubut ini terbuat dari besi&tuang.
"ermukaan atas dan sampai dikerjakan dengan mesin dengan saksama. Bed ini
menompang bagian&bagian mesin lainnya.
2. -e'a% Be( Mesin
Sebagian besar dari mesin bubut dilengkapi dengan bagian bed mesin
yang dapat dilepaskan sehingga akan memudahkan dalam proses pembubutan.
seperti dapat mengerjakan benda kerja dengan garis tengah yang lebih besar
sesuai keinginan kita.
!. Sup*r &Sa(''e)
Supor ini dipasang di atas bed mesin dan melintanginya./retan dan
apron bersama merupakan supor
". Eretan
/retan adalah bagian dari supor yang memba,a eretan 3lintang dan
eretan atas ' eretan kompon.eretan dipindahkan sepanjang bed mesin dengan
perantaraan batang bergigi yang dipasang di depan bed mesin. /retan digunakan
untuk dudukan rumah pahat dan menentukan arah gerakan penyayatan. .rah
gerakan penyayatan gerakan dapat sejajar, tegak lurus atau miring terhadap
sumbu utama. .rah gerakan penyayatan pada mesin bubut 4#4 T2 & $.
merupakan gerak persumbuan jalannya mesin
.. Apr*n
.pron ini adalah bagian Mesin Bubut yang berada pada bagian supor
yang memba,akan roda tangan yang di gunakan untuk memindahkan eretan.

Keterangan
1 5 hendel untuk membalik arah perputaran paksi utama.
$ 5 tuas untuk menggerakkan paksi utama
% 5 poros potong bubut
6 5 tiga genggaman yang memusat
7 5 hendel untuk kuni mur
8 5 pemegang pahat
9 5 eretan atas
: 5 senter dalam kepala lepas
; 5 eretan melintang
1< 5 alas mesin
11 5 kepala lepas
1$ 5 roda tangan untuk memindahkan kepala lepas
1% 5 tuas untuk mengatur jumlah perputaran poros
16 5 tuas untuk poros
17 5 roda tangan untuk memindahkan supor
18 5 lemari kuni
19 5 tuas untuk menjalankan atu a,al lemat poros
1: 5 poros atu a,al
II.. Kese'a/atan (an Kese%atan Kera
1. pastikan kondisi anda sehat sebelum melakukan praktek
$. jangan bertindak eroboh dalam pelaksanaan praktek
%. "akailah kaa mata pengaman pada ,aktu berkerja
6. gunakan pakaian praktek.
%. !angan menghentikan bagian mesin yg sedang bergerak dg tangan.
%. !angan membuka tutup mesin pada ,aktu mesin bergerak.
7. Matikan mesin pada ,aktu menghubungkan ke listrik.
8. +entikan mesin bila ada kerusakan.
9. !angan membersihkan mesin pada ,aktu mesin masih bekerja.
:. !angan berbinang&binang pada ,aktu menjalankan mesin.
;. "asanglah benda kerja plat akam dengan kuat.
1<. 0epala lepas pada mesin bubut harus di setel dengan ermat
II.0 Pr*ses Pe/bubutan pa(a Ben(a Kera
1. "astikan mesin bubut palam kondisi yang baik.
$. "ilih pahat sesuai yang di inginkan.
%. "asang pahat pada penjepit pahat.
6. Masukkan benda kerja pada rahang plat ekam.
7. =apatkan rahang&rahang plat ekam.
8. Setel pahat pada pusat rahang.
9. Setel pahat pada senter kepala lepas.
:. (unakan balok penggores pada ketinggian yang tepat.
;. Tekan tombol -# pada mesin untuk memulai pembubutan.
1<. Matikan mesin kemudian ermati atau ukur benda kerja,apakah sudah sesuai
ukuran atau belum.!ika belum lakukan pembubutan ulang.
II.1 Su(ut Pa%at
Sudut pahat yang besar memberikan kekuatan yang besar dan menghalau panas
dari mata pemotongnya.untuk mengerjakan bahan yang keras diperlukan sudut pahat
yang besar.Sudut yang keil memberikan mata pemotong yang lemah tetapi penyayatan
lebih mudah."ada logam yang lunak dan ukuran garis tengah yang keil,kelonggaran
depan padat ditambah.
II.2 Pe/asangan Pa%at
"ahat berada dalam posisinya yang tepat dan ermat dengan garis tengah
benda,pemasangan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan merusak sudut
kelonggaran,supaya proses pengerjakan benda kerja sesuai dengan ukuran yang telah
ditentukan.
Ma+a/#/a+a/ pa%at
Sesuai dengan bentuk dan penggunaan pahat&pahat bubut dapat dinamakan1
pahat sisi,pahat potong, pahat alur termasuk juga pahat ulir
a. pahat potong adalah "ahat dipergunakan untuk memotong logam atau memisahkan
komponen yang selesai dari bahannya
b. pahat ulir adalah "ahat dipergunakan untuk ulir luar.Sudutnya diasah sesuai
dengan ulir yang dibubut
. pahat bor adalah "ahat ini dipergunakan untuk kerja bor kasar dan pembubutan
muka permukaan dalam .
"ahat bubut juga digolongkan atas 1
a. "ahat kanan memotong dari kanan kekiri
b. "ahat kiri memotong dari kiri kekanan
PEMASAN3AN BENDA KER4A
A(a tiga +ara pe/asangan ben(a ,era pa(a /esin bubut$
1. Antara senter#senter.
Senter&senter mesin mesin bubut dikerjakan dengan mesin,dengan tirus morse
ditempatkan ke dalam spindel kepala tetap dan kepala lepas biasa disebut senter
mati dan senter hidup, senter mati masuk pada kepala lepas sedangkan senter hidup
ikut berputar dengan mesin masuk ke dalam kepala tetap, keduanya mempunyai
sudut 8< derajat pada mata titiknya.
2. Da'a/ pe'at +e,a/ ,*sentris tiga ra%ang.
0etiga rahang bersama&sama bergerak ke dalam atau keluar di lengkapi dengan
seperangkat rahang yang dapat di balik pemasangannya untuk dapat menjepit benda
kerja kerja sesuai garis tengah,rahaang&rahang ini tidak apat diukar, pemasangan ini
hanya untuk benda kerja bulat
!. Da'a/ +e,a/ bebas e/pat ra%ang.
0eempat rahang bergerak seara bebas dan dapat di balik sehinggatidak
diperlukan seperangkat adangan."elat ekam ini dipergunakan untuk menjepit
benda kerja segi empat yang tidak teratur."elat ekam harus di setel dengan ermat
untuk menghasilkan kakuatan jepit yang besar.
Seara garis besarnya maka mesin bubut dapat diklasifikasikan menjadi 7 maam yaitu1
1. /ngine Lathe
$. =elie>ing Lathe
%. ?aing Lathe dan @ertikal Boring
6. Turret Lathe
7. .utomati Lathe
"engerjaan pemotongan pada huk yang berputar relatif pada alat yang stasioner.
"emotongan turning ditunjukkan diba,ah
Istilah AfaingBdigunakan untuk pengurangan material yang dari pinggir bagian silinder
di tunjukkan diba,ah. ?aing digunakan untuk meningkatakan permukaan akhir yang
telah berbentuk.
Masing&masing jenis mesin bubut tersebut mempunyai guna dan tujuan
tertentu,misalnya untuk /ngine lathe ditujukan unutk mengerjakan pekerjaan yang
bersifat produksi keil,sedangkan untuk produksi yang tinggi dipakai automati lathe.
(ambar diba,ah menggambarkan boring tool dengan double ended sehingga
sedikit miring untuk pengaruh antile>er Adi>ing board
II.5 Di/ensi Mesin Bubut
Dimensi atau ukuran mesin bubut biasanya dinyatakan dalam diameter benda
kerja yang dapat dikerjakan pada mesin tersebut. misalnya sebuah mesin bubut
ukuran 6<< mm mempunyai arti mesin bisa mengerjakan benda kerja sampai
diameter 6<< mm. 2kuran kedua yang diperlukan dari sebuah mesin bubut adalah
panjang benda kerja. Beberapa pabrik menyatakan dalam panjang maksimum benda
kerja diantara kedua pusat mesin bubut, sedangkan sebagian pabrik lain menyatakan
dalam panjang bangku. .da beberapa >ariasi dalam jenis mesin bubut dan >ariasi
dalam desainnya tersebut tergantung ara pengoparasiannya dan jenis produksi atau
jenis benda kerja.
II.16 4enis Mesin Bubut
Mesin Bubut 2ni>ersal
Mesin Bubut 0husus
Mesin Bubut 0on>ensional
Mesin Bubut dengan 0omputer )4#4*
II.11 Prinsip Kera Mesin Bubut
"oros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pemba,a
sehingga
memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran
akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. -leh klem berulir, putaran poros
ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang memba,a pahat.
.kibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.
II.12 Operasi pa(a Mesin Bubut
"embubutan
"engeboran
"engerjaan tepi
"enguliran
"embubutan tirus
"enggurdian
Meluaskan lubang
II.1! 4enis Pengeraan pa(a Mesin Bubut
a. "embubutan Silindris
Benda disangga diantara kedua pusatnya. +al ini ditunjukkan pada gambar 1
(ambar 1. -perasi pembubutan 1 .. "ahat mata tunggal dalam operasi pembubutan
B. Memotong tepi.
b. "engerjaan Tepi )?aing*
"engerjaan tepi adalah apabila permukaan harus dipotong pada pembubut.
Benda kerja biasanya dipegang pada plat muka atau dalam penekam seperti
gambar $B. Tetapi bisa juga pengerjaan tepi dilakukan dengan benda kerja
diantara kedua pusatnya. 0arena pemotongan tegak lurus terhadap sumbu
putaran maka kereta lunur harus dikuni pada bangku pembubut untuk
menegah gerakan aksial.
. "embubutan Tirus
Terdapat beberapa standar ketirusan1 dalam praktek komersial.
"enggolongan berikut yang umum digunakan
Tirus Morse, banyak digunakan untuk tangkai gurdi, leher, dan pusat
pembubut. 0etirusannya adalah <,<7<$ mm'mm )7,<$C*.
Tirus Bro,n dan Sharp, terutama digunakan dalam memfris spindel mesin 1
<,<619 mm'mm )6,188C*.
Tirus !arno dan =eed, digunakan oleh beberapa pabrik pembubut dan
perlengkapan penggurdi keil. Semua sistem mempunyai ketirusan <.<7
mm'mm )7,<<<C*,tetapi diameternya berbeda.
"ena tirus.
Digunakan sebagai penguni. 0etirusannya <,<$<: mm'mm )$,<:%C*.
d. Memotong 2lir
Biasanya pembuatan ulir dengan mesin bubut dilakukan apabila hanya sedikit
ulir yang harus dibuat atau dibuat bentuk khusus. Bentuk ulir didapatkan dengan
menggerinda pahat menjadi bentuk yang sesuai dengan menggunakan gage atau
plat pola. (ambar 9. memperlihatkan sebuah pahat untuk memotong ulir &@ 8<
derjat dan gage yang digunakan untuk memeriksa sudut pahat. (age ini disebut
gage senter sebab juga bisa digunakan sebagai gage penyenter mesin bubut.
"emotong berbentuk khusus bisa juga digunakan untuk memotong ulir.
II.1" Pa%at Bubut
"ahat bubut adalah alat potong yang digunakan untuk memotong benda kerja yang
dikerjakan dengan mesin bubut. Menurut bahannya pahat bubut dibedakan atas1
1. "ahat bubut baja potong epat )+SS*
$. "ahat bubut baja karbon potong epat )+4S*
Ma+a/#/a+a/ bentu, pa%at bubut$
a."ahat Bubut =ata
Digunakan untuk membubut permukaan benda kerja menjadi rata. "ahat ini terdiri
dari dua maam, yaitu pahat bubut rata kiri dan pahat bubut rata kanan.
b. "ahat Bubut Muka
Digunakan untuk membubut penampang permukaan benda kerja menjadi rata dan
datar.
."ahat Bubut "otong
Digunakan untuk memotong benda kerja.
d. "ahat Bubut "embentuk
.dalah pahat bubut yang ujung mata potongnya berbentuk embung atau ekung
sesuai dengan bentuk benda kerja yang akan dibuat.
e."ahat Bubut Dalam
Digunakan untuk membubut permukaan dalam lobang benda kerja.
f. "ahat Bubut 2lir
Digunakan untuk membubut ulir benda kerja. 2jung mata pahat dibuat sesuai
dengan jenis ulir yang akan dibuat.
Pe/bubutan Tirus
"embubutan tirus adalah pembubutan benda kerja sehingga benda kerja berbeda
ukuran penampang disepanjang benda. "embubutan tirus dapat dilakukan dengan
tiga ara, yaitu1
1. Pe/bubutan Tirus Dengan Penggeseran Kepa'a Lepas
0epala lepas terdiri atas dua bahagian yaitu alas dan badan. 0edua badan ini diikat
oleh baut dan dapat digeser&geser kedudukannya. "ada bagian belakang kepala
lepas terdapat garis skala ukuran. !ika garis skala ukuran bergeser, maka sumbu
antara kepala tetap dengan kepala lepas akan berubah. "erbedaan kedudukan
senter inilah yang dimanfaatkan untuk membubut benda kerja sehingga
menghasilkan pembubutan tirus.
2. Pe/bubutan Tirus Dengan Penggeseran Eretan Atas
"embubutan tirus dengan menggeser eratan atas dapat menghasilkan benda tirus
sepanjang gerakan menanjang eratan keatas. Dengan ara ini, eratan digeser
kedudukannya dalam satuan derajat sesuai dengan besar sudut tirus yang akan
dibuat.
!. Pe/bubutan Tirus Dengan Penggeseran Taper Atta+%/ent
"embubutan tirus dengan penggeseran taper attahment adalah dengan memasang
peralatan tirus pada eretan mesin sehingga ia dapat bergerak bebas sepanjang alas.

Ke+epatan P*t*ng Pe/bubutan
.dalah panjang bram yang terpotong per satuan ,aktu. Setiap bahan
memiliki keepatan potong tersendiri, tergantung dari kualitasnya. Semakin keras
bahan, semakin keil harga keepatan potongnya. Begitu juga sebaliknya.
0eepatan potong tergantung dari putaran mesin, diameter benda kerja dan jenis
bahan yang akan di bubut.
Harga kecepatan Potong Menurut bahan yang dibubut
BAHAN HAR3A KE-EPATAN POTON3 &/7/enit)
Baja karbon sedang
Besi tuang
Baja potong epat
0uningan
perunggu
alumunium
$< 3 %<
1: 3 $7
1$ 3 1:
67 3 ;<
17 3 $1
1<< 3 %<<
II.1. U'ir
Mekanik "enggerak "emotongan 2lir
Mekanik penggerak pemotongan ulir adalah semua komponen mesin bubut yang
bergerak bersama&sama selama proses pemotongan ulir. (erakan mekanik berasal
dari putaran motor listrik yang memutar poros utama dengan perantaraan roda
gigi, kemudian diteruskan ke rangkaian roda gigi pengganti. Dengan perantaraan
kotak roda gigi putaran diteruskan ke poros transportir yang seara lansung
menggerakkan eretan seara otomatis. (erakan inilah yang dimanfaatkan untuk
membuat ulir.
BAB III
METODOLO3I
III.1. .lat dan Bahan
III.1.1. .lat
.da pun peralatan yang digunakan pada praktikum ini adalah
!angka sorong
Tipe&D
Mesin bubut
"enggaris siku
0aamata "engaman
III.1.$. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah mesin bubut poros
III.$. "rosedur 0eselamatan 0erja.

1. "astikan kondisi anda sehat sebelum melakukan praktek
$. !angan bertindak eroboh dalam pelaksanaan praktek
%. "akailah kaa mata pengaman pada ,aktu berkerja
6. (unakan pakaian praktek.
7. !angan menghentikan bagian mesin yg sedang bergerak dg tangan
8. !angan membuka tutup mesin pada ,aktu mesin bergerak.
9. Matikan mesin pada ,aktu menghubungkan ke listrik.
:. +entikan mesin bila ada kerusakan.
;. !angan membersihkan mesin pada ,aktu mesin masih bekerja.
1<. !angan berbinang&binang pada ,aktu menjalankan mesin.
11. "asanglah benda kerja plat akam dengan kuat.
1$. 0epala lepas pada mesin bubut harus di setel dengan ermat
III.%. 4ara 0erja
1. Menyiapkan benda kerja yang akan dibubut
$. Mengukur diameter a,al benda kerja dengan menggunakan jangka sorong,
kemudian ditandai dengan tipe&D.
%. Memasang benda kerja pada huck mesin bubut, sisi lainnya ditumpukan pada
tail stock.
6. "ahat bubut diset dan baja poros dibubut standart.
7. Dari pahat yang sudah dipasang pada mesin bubut, diatur tinggi ujung pahat
terhadap sumbu benda kerja.
8. "ahat potong ditempelkan pada benda kerja dan posisi skala diatur pada posisi
nol.
9. Mengatur kedalaman potong.
:. Mengatur keepatan putaran mesin dan keepatan pemotongan.
;. !ika pemasangan benda kerja pahat sudah betul, menghidupkan mesin dengan
menekan tombol hijau dan pembubutan mulai berlangsung.
1<. Menyalakan oli khusus selama pembubutan berlangsung
11. Baja poros dibubut untuk mendapatkan diameter yang sesuai dengan modul
1$. "ada ujung Baja poros didrilling dengan ukuran diameter 1$mm.
1%. Spesimen ditirus untuk dipotong sesuai dengan modul.
16. Terakhir Baja poros dipahat finishing supaya halus
17. !ika sudah selesai mesin dimatikan, kemudian benda kerja dilepas dari spindle
18. Setelah selesai semua maka mesin bubut mulai untuk dibersihkan
BAB I8
PEMBAHASAN
Baja poros yang berbentuk silinder atau istilahnya baja tulangan diukur panjang,
diameter, length dan diari titik tengahnya.peralatan yang digunakan dalam mengukur
adalah jangka sorong yang memiliki tingkat keakuratan <.1mm. 0emudian setelah
diketahui dimensi a,alnya maka pada ujung dari baja poros tersebut dibor searah
dengan panjang bajanya jangan lupa menyalakan oolent agar mata pahat tidak lengket
dengan geram. +anya yang beda yaitu drillnya tidak dilakukan dengan menggunakan
mesin drill tetapi menggunakan mesin bubut itu sendiri.
Tujuan dari drill ini adalah agar nantinya spesimen ini bisa disangga' dijepit
pada mesin bubut itu sendiri. Setelah dilakukan drill pada salah satu ujung dari baja ini
maka dimulai proses pembubutan baja poros ini. speimen dibubut dan pada
pengoperasiannya menggunakan putaran yang medium. Spesimen ini dibubut sampai
ukurannya mengikuti ukuran yang diminta. "ada tahapannya yaitu yang pertama dengan
operator manual. Setelah agak rata maka dilakukan pembubutan dengan operator
otomatis. 0ebanyakan otomatis ini digunakan untuk finishing permukaan dari spesimen
yang dibubut..
Setelah itu spesimen didrill untuk membuat lubang engsel pada ujung baja
poros.Dimana dalam proses untuk mendrliing spesimennya digunakan mata bor seara
bertahap tingkat pembesarannya mulai dari diameter 7mm,:mm,1<mm dan terakhir
diameter1$mm sesuai dengan ukuran yang diinginkan.Selanjutnya baja poros dipotong
dengan ditirus dan terakhir baja poros dibubut dengan pahat finishing dimana sudut
pahat dipersempit agar pemakanannya lebih banyak lagi sehingga permukaan speimen
lebih halus.
Serpihan atau geram yang dihasilkan dari proses pembubutan ini berbentuk
lilitan yang agak panjang. +al ini menunjukkan bah,a speimen yang dibubut ini
mempunyai keuletan yang ukup tinggi sesuai dengan fungsinya sebagai baja
tulangan.mata pahat yang digunakan pada pembubutam kali ini adalah type high speed
steel )+SS* dimana mempunyai kekerasan yang tinggi sesuai dengan aplikasinya
sebagai mata pahat.
BAB 8
KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum dan pembahasan yang telah dilakukan dapat ditarik
kesimpulan bah,a praktikum ini tingkat ketelitian sangat diperlukan karena dalam
proses praktikum tidak terlepas dari ketelitian pengukuran, penggunaan mesin bubut
dan keselamatan kerja sehingga keelakaan dalam praktikum dapat diminimalkan.
0etelitian pada pembuatan spesimen uji tarik dalam mesin bubut membutuhkan
ketelitian dalam pengukuran kedalaman diameter maupun panjang dari suatu spesimen
yang ditentukan.
Disamping ketelitian dalam mengerjakan tersebut, suatu kerja sama tim
alangkah sangatlah dibutuhkan, mengingat ,aktu yang sangat terbatas dan juga
banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan menjadikan kerja sama tim menjadikan
alternatif untuk menyelesaikan suatu produk.
KER4A MESIN &MEMBUBUT)
#ama 1 M. +ilmy ?ariEi
#=" 1 $91< 1<< <<$
Dosen "embimbing 1
Ir. =ohman =ohiem, M.S.
4URUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALUR3I
9AKULTAS TEKNOLO3I INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLO3I SEPULUH NOPEMBER
SURABA:A
2612
Kata Pengantar
"uji syukur penulis panjatkan ke hadirat .llah SFT bah,a penulis telah
menyelesaikan laporan "roses "roduksi dengan materi 0erja Mesin dan 0erja Bangku
)las*.
Dalam penyusunan tugas laporan ini, tidak sedikit hambatan yang penulis
hadapi. #amun penulis menyadari bah,a kelanaran dalam penyusunan laporan ini
tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala&kendala
yang penulis hadapi dapat teratasi. -leh karena itu penulis menguapkan terima kasih
kepada 1
1. Bapak Ir. =ohman =ohiem, M.S. selaku dosen pembimbing mata kuliah
"roses "roduksi.
$. -rang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai
kesulitan sehingga tugas ini selesai.
%. Teman&teman MT 1$ yang telah membantu menyelesaikan kesulitan pada
laporan ini, sehingga laporan ini dapat terselesaikan.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak
yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat
terapai,
.min.