Anda di halaman 1dari 2

Cor Pulmonale

Cor pulmonale adalah gangguan dari struktur atau fungsi ventrikel kanan yang disebabkan oleh
hipertensi pulmoner yang disebabkan oleh penyakit penyakit pada paru-paru atau pembuluh
darah paru.

Pemeriksaan Fisik :
Mencari karakteristik dari hipertensi pulmonal, hipertrofi ventrikel kanan, kegagalan ventrikel
kanan
1. Peningkatan intensitas S2, bahkan dapat teraba. Dapat terjadi splitting pada S2. Pada
auskultasi juga dapat ditemukan murmur sistolik. Pada kasus yang lebih berat dapat
ditemukan murmur diastolik akibat regurgitasi katup pulmonal.
2. Hipertrofi ventrikel kanan ditandai dengan gelombang a yang menonjol pada pulsasi
vena jugularis, munculnya suara jantung ke-4 (S4), denyutan pada parasternal kiri,atau
denyutan pada subxiphoid.
3. Kegagalan ventrikel kanan menyebabkan hipertensi vena sistemik yang menyebabkan
ditemukannya peningkatan tekanan vena jugularis dengan gelombang V yang menonjol,
suara jantung ke -3 pada ventrikel kanan (S3), dan murmur regurgitasi tricuspid yang
bernada tinggi.
Murmur dan gallop yang terdengar pada sisi kanan semakin jelas saat inspirasi tetapi dapat
menghilang tertgantung dari penyebab hipertensi. Pada emfisema berat terjadi penambahan
diameter antero-posterior rongga dada yang menyebabkan sulit dilakukan auskultasi dan
perubahan posisi dari pulsasi ventrikel kanan.

Pada inspeksi, ditemukan peningkatan diameter dinding dada, usaha napas yang keras
(sesak napas) dengan retraksi dinding dada, distensi vena jugularis (prominent a or v waves),
dan sianosis dapat terlihat.
Pada auskultasi, ditemukan adanya wheezing dan ronkhi sebagai tanda dari penyakit paru
yang mendasarinya. Aliran turbulen yang melewati pembuluh darah yang menyempit pada
hipertensi pulmoner trombo embolik kronik dapat terdengar sebagai bruit sistolik pada paru.
Splitting suara jantung S2 ( splitting of the second heart sound ) dengan aksentusi komponen
pulmoner (accentuation of the pulmonic component ) dapat terdengar pada stadium/tahap
awal. Murmur ejeksi sistolik dengan sharp ejection click pada daerah arteri pulmoner dapat
terdengar pada penyakit yang sudah lanjut, dengan murmur diastolik regurgitasi pulmoner.
Temuan lainnya pada auskultasi system kardiovaskular adalah suara jantung 3 dan 4 dan
murmur sistolik dari regurgitasi trikuspid.
Hipertropi ventrikel kanan dapat ditemukan denyutan pada parasternal kiri,atau denyutan
pada subxiphoid. Hepatojugular reflux dan pulsatif liver adalah tanda-tanda dari gagal
jantung kanan dengan kongesti vena sistemik.
Pada perkusi, hipersonor paru dapat menjadi tanda dari COPD yang mendasari cor
pulmonale; asites dapat terlihat pada stadium yang lebih berat. Pemeriksaan ekstremitas
bawah mengungkapkan adanya pitting edema. Edema pada cor pulmonale berhubungan kuat
dengan hiperkapnia.
Perubahanelektrokardiografik tersebut adalah sebagai berikut.
Deviasi axis kanan
R/S amplitude ratio pada V1 lebih besar daripada 1 (increase in anteriorly directed forces
may be asign of posterior infarct )
R/S amplitude ratio pada V6 kurang dari 1
Pola P-pulmonale (peningkatan amplitude gelombang P pada leads 2, 3, dan aVF