Anda di halaman 1dari 28

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan salah satu kebutuhan dasar
yang diperlukan setiap orang. Para ahli kesehatan termasuk profesi keperawatan
senantiasa meningkatkan mutu dirinya, profesinya, khusunya mutu pelayanan
kesehatan yang diberikan. Keperawatan sebagai salah satu profesi, mempunyai
kedudukan yang penting dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem
pelayanan kesehatan serta merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan
tercapainya tujuan pembangunan kesehatan di Indonesia. Pelayanan keperawatan
terutama diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan dasar manusia (Kuntoro, 2010
dalam Kurnia dkk, 2011).
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan
bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan
berbentuk pelayanan biologis, psikologis, sosial, dan spiritual yang
komprehensif/holistik yang ditujukan kepada individu, keluarga, dan masyarakat
baik dalam keadaan sehat maupun sakit yang mencakup seluruh kehidupan
manusia yang mengacu pada standar profesional keperawatan dan etika
keperawatan sebagai tuntutan utama (Mayasari, 2009). Keperawatan merupakan
armada terbesar dalam pelayanan kesehatan di suatu rumah sakit sehingga
pelayanan keperawatan mempunyai posisi yang sangat penting dan strategis dalam
2

meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Faktor utama untuk
meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan adalah tenaga keperawatan yang
efektif dan efisien sebagai sumber daya manusia (Rakhmawati, 2010).
Model Praktik Keperwatan Profesiona (MPKP) adalah suatu sistem yang
terdiri dari struktur, proses, dan nilai-nilai profesonal yang memungkinkan
perawat profesional mengatur pemberian asuhan keperawatan termasuk
lingkungan yang dapat menopang pemberian asuhan keperawatan tersebut
(Sitorus, 2006 dalam Amelia, 2010). Struktur dalam MPKP meliputi penetapan
jumlah tenaga keperawatan, penetapan jenis tenaga keperawatan, dan penetapan
standar rencana asuhan keperawatan.
Prinsip pemanfaatan ketenagaan yang diterapkan di MPKP dapat
dimanfaatkan berbagai rumah sakit untuk menata ketenagaan keperawatan dalam
upaya menuju layanan yang profesional. Ruang MPKP merupakan lahan praktik
yang baik untuk proses belajar bagi mahasiswa keperawatan karena dapat melihat
jelas sistem pemberian asuhan keperawatan yang profesional. Manfaat dari metode
MPKP ini ditunjukkan oleh berbagai hasil penelitian, salah satunya hasil penelitian
yang dilakukan oleh Amelia (2010) yaitu evaluasi penerapan asuhan keperawatan
yang dimulai dari pengkajian hinga evaluasi diperoleh hasil 35.69% sebelum
dilaksanakan MPKP dan meningkat menjadi 97.22% setelah dilaksanakan MPKP.
Sedangkan evaluasi kepuasan staf dalam pelaksanaan MPKP diperoleh hasil
bahwa perawat primer merasakan kepuasan dan lebih bertanggungjawab dalam
memberikan asuhan keperawatan karena ada kesempatan untuk mengobservasi
3

perkembangan pasien secara berkesinambungan dan perawat primer dapat
merasakan adanya pengembangan diri yaitu memiliki kesempatan untuk
mengembangkan ilmu pengetahuannya. Perawat Asosiet juga merasakan tugasnya
menjadi lebih terarah.
Berdasarkan hal di atas program S1 Ners Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin Makassar melakukan suatu program praktik dengan lingkup
manajemen keperawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menerapkan konsep-konsep dan prinsip manajemen
keperawatan dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah
sakit.
2. Tujuan Khusus
a. Teridentifikasinya kebutuhan dan masalah manajemen keperawatan
berdasarkan analisis situasi nyata di ruang perawatan lantai 5 Rumah Sakit
Ibnu Sina YW-UMI Makassar.
b. Tersusunnya tujuan dan rencana alternatif pemenuhan kebutuhan dan
penyelesaian masalah.
c. Dilaksanankannya alternatif pemenuhan kebutuhan dan penyelesaian
masalah yang disepakati bersama unit terkait.
4

d. Terevaluasinya pelaksanaan kegiatan pada aspek masukan, proses dan
dampak pada manajemen keperawatan.
e. Direncanakannya tindak lanjut dari hasil yang dicapai berupa upaya
mempertahankan dan memperbaiki hasil melalui kerja sama dengan unit
terkait di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar.
C. Manfaat
1. Bagi Rumah Sakit
Melalui praktik ini, mahasiswa dapat membantu Rumah Sakit untuk
memecahkan masalah yang bersifat teknis operasional dari satu aspek
manajemen pelayanan keperawatan tertentu, yang dapat meningkatkan mutu
pelayanan keperawatan secara umum yang akhirnya dapat meningkatkan
mutu Pelayanan Kesehatan.
2. Bagi Program S1 Ners Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
Makassar
Peningkatan kualitas proses pembelajaran yang melibatkan mahasiswa secara
aktif dalam kegiatan adiministrasi dan manajemen Rumah Sakit.


5

3. Bagi Mahasiswa
Memperoleh pengalaman dan pengetahuan nyata dalam mengintegrasikan
ilmu-ilmu adiminsitrasi/manajemen keperawatan langsung pada tatanan nyata
di Rumah Sakit, sehingga timbul percaya diri.
D. Ruang Lingkup Kegiatan
Pengelolaan manajemen pelayanan keperawatan (Management of Nursing
Service ) meliputi Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing),
Penggerakan (Actuating) dan Pengawasan (Controlling).
E. Tempat dan Waktu
1. Tempat
Ruang perawatan Lantai 5 Raodah-Madinah Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI.
2. Waktu
Pelaksanaan Praktik berlangsung selama 3 minggu dari tanggal 24 Februari
sampai dengan 15 Maret 2014. Jadwal dinas dari hari Senin sampai dengan
Sabtu mulai Pukul 08.00 14.00 Wita.
F. Tahap Pelaksanaan
1. Tahap orientasi
a. Penerimaan mahasiswa praktek profesi manajemen keperawatan oleh kepala
seksi keperawatan dan kepala ruang perawatan Lantai 5 Raodah dan
Madinah serta Kepala bagian Diklat RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar.
6

b. Orientasi ruangan.
c. Diskusi dengan kepala ruangan.
d. Mengumpulkan data terhadap input, proses dan output dari aspek
manajemen keperawatan yang akan dikaji
2. Tahap identifikasi permasalahan
a. Mengidentifikasi permasalahan yang didapatkan dari pengkajian
b. Identifikasi masalah dilakukan dengan pembuatan dan penyebaran
questioner, perumusan maasalah dan presentasi hasil questioner.
3. Tahap pemecahan masalah
a. Melakukan analisa data
b. Menetukan prioritas masalah aspek kajian manajemen dari input, proses dan
output yang telah disepakati bersama staf di ruangan, yang dilanjutkan
dengan penetapan tujuan dan seleksi alternative pemecahan masalah yang
dirumuskan dalam bentuk pertanyaan mencakup apa, siapa, berapa lama, dan
tujuan yang akan dicapai.
c. Pembuatan rencana kegiatan (term of action) dengan mempertimbangkan
biaya, waktu dan sarana kebijakan yang tersedia di rumah sakit.


7

BAB II
TINJAUAN UMUM RS IBNU SINA YW-UMI

A. Sejarah dan Perkembangan Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI
Rumah Sakit IBNU SINA UMI merupakan Rumah Sakit Swasta, yaitu eks
Rumah Sakit 45 yang didirikan pada tahun 1988 berdasarkan Keputusan Gubernur
Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan No. 6783/DK-I/SK/TV.1/X/88, tanggal
05 Oktober 1988 . Pada hari senin tanggal 16 juni 2003 telah dilakukan
penyerahan kepemilikan dari Yayasan Andi Sose yaitu Dr. Hc. Andi Sose kepada
Yayasan Wakaf UMI Bapak Almarhum Prof. Dr. H. Abdurahman A.Basalamah
SE, Msi. Berdasarkan atas hak kepemilikan ini, maka nama rumah sakit 45 oleh
yayasan wakaf UMI diubah menjadi rumah sakit IBNU SINA UMI.
Sebagaimana diketahui bahwa Universitas Muslim Indonesia (UMI) sejak
tahun 1991 telah memiliki fakultas kedokteran dan telah menghasilkan dokter
umum. Pada tahun 2001UMI juga mendirikan Fakultas Kesehatan Masyarakat
yang terdiri dari 3 program studi, yaitu kesehatan masyarakat, Ilmu Keperawatan,
dan D3 Kebidanan, dimana program studi Ilmu Keperawatan telah menghasilkan
perawat-perawat baru, maka keberadaan rumah sakit Ibnu Sina YW-UMI akan
lebih menambah dan melengkapi sarana/fasilitas pendidikan kedokteran dan juga
diharapkan dapat menunjang tahap praktek klinik mahasiswa keperawatan.
Dengan demikian diharapkan bahwa luaran dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu
8

Keperawatan UMI pada masa mendatang akan lebih meningkatkan kualitas,
keterampilan dan Ahlak mulia, serta memeiliki integritas pengabdian yang tinggi
bagi umat islam dan masyarakat pada umumnya khususnya di daerah Sulawesi
Selatan.
B. Gambaran Umum Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI
Letak Rumah Sakit Ibnu sina sangat strategis berada ditengah kota
Makassar, sehingga mudah dijangkau dari semua arah. Rumah sakit ibnu sina
YW-UMI dibangun diatas tanah 18.008 m
2
dengan luas nabunan 12.025 m
2
,
beralamat dijalan Letnan Jendral Urip Sumoharjo km 5 no 264 Makassar.
Berdasarkan surat permohonan dari yayasan wakaf Umi kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Sulawesi Selatan, menerbitka surat ijin uji coba penyelenggaraan
operasional rumah sakit Ibnu Sina YW-UMI pada tanggal 23 september 2003
No. 6703A/DK-IV/PTS-PK/2IX/2003. Dan pada hari senin tanggal 17 mei 2004
rumah sakit Ibnu Sina YW-UMI diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan
bapak H.M.Amin Syam, serta rumah sakit Ibnu Sina YW-UMI memperoleh
surat izin penyelenggraan rumah sakit dari Departemen Kesehatan RI, berdasarka
keputusan Menteri Kesehatan RI No. YM.02.04,3.5.4187, tanggal 26 September
2005.


9

C. Visi, Misi, dan Motto Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI
1. V i s i
Menjadi rumah sakit pendidikan dengan pelayanan yang islami, unggul
dan terkemuka di Indonesia (To be a teaching hospital with Islamic, excellent
and distinction medical services in Indonesia).
Penjelasan :
a. Rumah Sakit Pendidikan :
1) Dalam rumah sakit berlangsung proses pendidikan, penelitian dan
pelayanan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
2) Merupakan rumah sakit Pendidikan Fak. Kedokteran Univ. Muslim
Indonesia dan institusi pendidikan lainnya yang bekerja sama dengan
Rumah Sakit Ibnu Sina YW UMI
b. Pelayanan yang Islami
1) Memelihara Amanah dari Allah SWT, berarti memberikan pelayanan
yang berbasis keikhlasan amaliah kepada seluruh ummat manusia sebagai
pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT
2) Memelihara hubungan baik antar sesama manusia (dokter, perawat,
karyawan, pasien/keluarga dan masyarakat)
3) Memelihara hubungan baik dengan (kebersihan, ketertiban, keamanan
dan lain-lain)

10

c. Pelayanan yang Unggul
1) Sesuai Standard dan dapat dipertanggungjawabkan
2) Bermutu tinggi Profesional sesuai dengan etika kedokteran
3) Teradministrasi Dengan Baik
4) Terus Bertumbuh Dan Dikembangan
d. Terkemuka di Indonesia
1) Keunggulan Khusus
2) Ciri pelayanan yang khas
3) Rumah Sakit Rujukan
4) Penelitian dan Publikasi Ilmiah
5) Pengembangan teknologi kedoteran
2. Misi
a. Melasanakan dan mengembangkan pelayanan kesehatan unggul yang
menjunjung tinggi moral dan etika (Misi pelayanan kesehatan)
b. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan kedokteran dan profesional
kesehatan lainnya (Misi pendidikan)
c. Melangsungkan pelayanan dakwah dan bimbingan spritual kepada penderita
dan pengelola rumah sakit (Misi dakwah)
d. Mengupayakan perolehan financial dari berbagai kegiatan rumah sakit
(Misi-financial).
e. Meningkatkan kesejahteraan pegawai (Misi kesejahteraan)

11

3. Motto
Melayani anda merupakan Ibadah dan Pengabdian Kami
4. Nilai
a. Amanah (Kepedulian, jujur, berdedikasi, dan bertanggungjawab).
b. Profesional (Kompetensi dan etika).
c. Akhlaqul qarimah (menjaga silaturrahim, saling membantu, menghargai dan
kebersamaan)
5. Logo
Makna :
a. Pedang : Tindakan memerlukan ketajaman
b. Ular : Obat dan racun berarti harus penuh kehati-hatian
c. Kitab : Semua tindakan didasrkan atas dasar kompetensi dan
keilmuan
d. Bulan bintang : Lambang pelayanan kesehatan yang islami
e. Lambang yang bulat : Menunjukan kebulatan tekad mengabdi kepada Allah
SWT
D. Organisasi Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI
Struktur organisasi Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI berada di bawah
naungan Yayasan Wakaf UMI terdiri dari :

12

1. Pembina Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI, meliputi :
a. Pelindung/Penasehat :
1) Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI : (Prof.Dr.H.Mansyur
Rahmly,SE.Msi)
2) Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI : (DR. H. Mokhtar Noer
Jaya,SE.Msi)
3) Ketua Pengawas Yayasan Wakaf UMI : (Prof. Dr.H.Murdifin
Haming,SE.Msi).
4) Rektor UMI : (Prof.DR.Hj.Masrurah Mokhtar,MA)
b. Ketua :
c. Wakil Ketua : Prof.dr.H. Junus Alkatiri, SpPD-KKV, SpJP(K), FIHA,
FAsCC
d. Sekretaris : Prof.dr.H.Syarifuddin Wahid, Ph.D.Sp.PA (K)
e. Anggota-anggota :
1) Direktur Utama RSUP Wahidin Sudirohusudo (Ex officio)
2) Dekan Fakultas Kedokteran UNHAS (Ex officio)
3) Prof.Dr.dr.H.Idrus A. Paturusi, Sp.BO
4) Prof.dr.H.Chaeruddin Rasjad, Sp.BO,FICS
5) Prof. Dr. H. Solihin Wirasugena,Sp.PA (K)
2. Pimpinan Rumah Sakit terdiri dari :
a. Direktur : Prof.dr.A. Husni Tanra,PhD
b. Wadir. Pelayanan Medis : dr.Hj.Suriah Tjegge, MHA
13

c. Wadir. ADM Pendidikan :dr. Cahyono Kaelan, PhD,SpPA(K),SpS
d. Wadir Umum dan Operasional : H. Abbas Saleh, SE, M.Si
e. Wadir Keuangan : Drs. H. Annas Plyriadi, MM
3. Komite Medik terdiri dari :
a. Ketua Komite Medik : dr.Hj. Nurfiah A. Patiroi, MHA
b. Sekretaris : drg. Lukman Bima,MM
c. Sub Komite Etik : dr. Sulaihi, SpB, KBD
d. Sub Komite Kredensial : dr. Muh. Akbar,SpS
e. Sub Komite Audit klinik : Prof.Dr.dr.Daniel Sampepajung,
Sp.B.Onk
f. Sub Komite Peningkatan Mutu Pelayanan Medis : dr. Syafri K. Arif, SpAn
4. Staf Medis Fungsional terdiri dari :
a. Ketua SMF Peny. Bedah : dr. Sulaihi, SpB-KBD
b. Ketua SMF Peny. Dalam : Prof. dr. H. A. M. Akil, SpPD, KGEH
c. Ketua SMF Obgyn : Dr. dr. A. Mardiah Tahir, SpOG
d. Ketua SMF Peny. Anak : Prof. Dr.dr.H.Dasril Daud,SpA(K)
e. Ketua SMF Kardiologi : Prof.dr. H. Junus Alkatiri, SpP,KKV, SpJP(K)
f. Ketua SMF Anesthesi : Prof.dr. H.A. Husni Tanra, PhD,SpAn(K)
g. Ketua SMF Peny. THT : dr. Amsyar Akil, Sp THT
h. Ketua SMF Peny.Kul-Kel : Dr. dr. H. Anis Irawan Anwar. SpKK(K)
i. Ketua SMF Peny. Saraf : dr. M. Akbar, PhD, SpS
j. Ketua SMF Peny. Gigi dan Mulut : Dr.drg. Hj. Marhamah, M.Kes
14

k. Ketua SMF Peny. Mata : dr. Hj. Suliati P. Amir, SpM
l. Ketua SMF Peny. Jiwa : dr. H. A. Djayalangkara Tanra, PhD,SpKJ
m. Ketua SMF Radiologi : Prof. dr. Muh. Ilyas, SpRad
n. Ketua SMF Laboratorium : dr. Hj. Adriani Ibrahim, Sp PK
o. Ketua SMF Bedah Ortopedi : dr. Jufri Latief, SpBO
p. Ketua SMF Bedah Saraf : Prof. Dr.dr.A.Asadul Islan, SpB
E. Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI
Rumah sakit Ibnu Sina mempunyai luas tanah 18.008 m
2
dengan luas
gedung 12.025 m
2
terdiri dari :
No Nama Gedung Jumlah Lantai Luas Lantai
1. Gedung UGD, ICU, ICCU, Kamar
Operasi
2 lantai 1.085.28 m
2
2. Gedung perawatan, administrasi 5 lantai 5.557.2 m
2

3. Gedung Poliklinik Umum, Poliklinik
spesialis, Poliklinik Spesialis
Konsultan.
2 latai 808.04 m
2

4. Gedung perawatan 5 lantai 321.436 m
2


Tabel 2.1
Fasilitas Tempat Tidur Rawat Inap 203 Tempat Tidur
No Kelas Kamar Tempat Tidur Presentase (%)
1 Kelas super VIP 2 2 1.05
2 Kelas VIP 17 17 8,90
3 Kelas 1A 13 13 6,81
4 Kelas 1B 45 90 47,12
5 Kelas 2B 8 32 16,75
6 Kelas 3 9 37 19,37
15

Total 94 191 100

Dari tabel tersebut terlihat bahwa jumlah seluruh tempat tidur adalah
191 dengan kelas perawatan yang persentase tempat tidur tertinggi adalah kelas 1B
(47,12%). Sedangkan yang terendah adalah kelas super VIP (1,05%). Sementara
itu perawatan kelas 3 masih belum mencapai 30% (19,37). Fasilitas tempat tidur
lainnya adalah 15 buah tempat tidur bayi (bassinet) dan 10 buah tempat tidur
ICU/ICCU.
Tabel 2.2
Data Tenaga Medis, Tenaga Kesehatan, dan Tenaga Kerja
Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Tahun 2014
No Kelompok/Unit Jumlah (orang)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Dokter spesialis
Dokter umum
Tenaga keperawatan
Bidan
Tenaga kefarmasian
Unit rekam medis
Unit penerimaan pasien
Unit laboratorium
Unit bank darah
Keuangan
Logistik
Personalia
Instalasi gizi
Unit kesehatan kerja
100
32
155
23
21
14
6
15
3
15
4
4
30
3
16

15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
Unit radiologi
Bagian diklat
Informasi dan teknologi
Teknisi
Operator
Satpam
Laundry
Pemulasaran jenazah
Pakarya
Endoskopi
Rehabilitasi medik
3
2
2
12
4
20
9
3
9
1
3
Total 510

Tabel 2.3
Data Ketenagaan Perawat-Bidan
Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Tahun 2013

Pelayanan Dan Klasifikasi
Berdasarkan keputusan mentri kesehatan RI No.631/Menkes/SK/IV/2005
tanggal 25 April 2005 tentang pedoman peraturan internal staf medis (medical staf
No Status Pegawai Jumlah (Orang) Ket
1. Pegawai Tetap 39
2. Calon Pengawai Tetap 23
3. Honorer 41
4. Tenaga Harian Lepas 75
Total 178
17

Bylaws) di RS disebutkan bahwa RSU Swasta yang mempunyai fasilitas dan
kemampuan pelayanan medis sekurang-kurangnya 11 spesialistik dan sub
spesialistik terbatas, diklasifikasikan sebagai RSU Swasta kelas utama.
Sesuai dengan beban kerja dan fungsi maka RS Ibnu SinaYW-UMI
diklasifikasikan menjadi RS swasta kelas utama yang dikelompokan menjadi
berbagai jenis pelayanan sebagai berikut :
1. Pelayanan Umum, Gawat Darurat, Spesialistik Dasar
a. Pelayanan Umum
1) Pelayanan Medik Umum
2) Pelayanan Medik Gigi Dasar
3) Pelayanan KIA/KB
b. Pelayanan Gawat Darurat
c. Pelayanan Spesialistik Dasar
1) Pelayanan Penyakit Dalam
2) Pelayanan Kesehatan Anak
3) Pelayanan Bedah
4) Pelayanan Obstetri dan Ginekologi
2. Pelayanan Spesialistik Penunjang
Pelayanan Spesialistik Penunjang
a. Pelayanan Anestesiologi
18

b. Pelayanan Radiologi
c. Pelayanan Rehabilitasi Medik
d. Pelayanan Patologi Klinik
e. Pelayanan Patologi Anatomi
3. Pelayanan Medik Spesialistik Lain
Pelayanan Medik Spesialistik Lain
a. Pelayanan Spesialis Telinga Hidung dan Kerongkongan
b. Pelayanan Spesialis Orthopedi
c. Pelayanan Spesialis Kesehatan Jiwa
d. Pelayanan Spesialis Penyakit Syaraf
e. Pelayanan Spesialis Penyakit Mata
f. Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin
g. Pelayanan Spesialis Jantung
h. Pelayanan Spesialis Urologi
i. Pelayanan Spesialis Bedah Syaraf
j. Pelayanan Spesialis Lannya
4. Pelayanan Sub Spesialis Terbatas
Pelayanan Sub Spesialis Terbatas
a. Sub spesialis pelayanan Bedah
b. Sub Spesialis Pelayanan Penyakit Dalam
c. Sub Spesialis Pelayanan Kesehatan Anak
19

d. Subspesialis Pelayanan Kebidanan & Penyakit Kandungan
e. Sub Spesialis Pelayanan Penyakit Mata
f. Sub Spesialis Pelayanan THT
g. Sub Spesialis Pelayanan Kulit Kelamin
h. Sub Spesialis Pelayanan Saraf
i. Sub Spesialis Pelayanan Jiwa
j. Sub Spesialis Pelayanan Orthopedi
k. Sub Spesialis lainnya.
5. Pelayanan Penunjang Klinik
Pelayanan Penunjang Klinik
a. Perawatan Intensif
b. Pelayanan Gizi
c. Pelayanan Farmasi
d. Pelayanan Sterilisasi Instrumen
e. Rekam Medik
6. Pelayanan Penunjang Non Klinik
Pelayanan Penunjang Non Klinik
a. Laundry / Linen
b. Pelayanan Jasa Boga / Dapur
c. Pelayanan Thenik dan Pemeliharaan Fasilitas
d. Pengelolahan Limbah
20

e. Gudang
f. Transfortasi (Ambulance)
g. Komunikasi
h. Pemadam Kebakaran
i. Penampungan Air Bersih
j. Mushallah
k. Kantin / minimarket
l. Bank Syariah / ATM /BMTU
7. Pelayanan Administrasi
Pelayanan Administrasi
a. Informasi dan Penerimaan Pasien
b. Keuangan
c. Kepegawaian
d. Keamanan
e. Sistem Informasi Rumah Sakit.
8. Pelayaan Medis dan Keperawatan
Pelayanan Medis dan Keperawatan diberikan melalui :
a. Instalasi Rawat Jalan
b. Instalasi Rawat Inap
c. Instalasi Bedah Pusat / Kamar Operasi /RR
d. Instalasi Gawat Darurat
21

e. Instalasi Rawat Intensif (ICU/ICCU)
f. Kamar Bersalin


6

Tabel 2.4
Klasifikasi Perawat
Di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar
No Unit Kerja
Jumlah
Tt
Jumlah
Tenaga
Tingkat Pendidikan Status Ketenagaan
SMK SPK D3 Kep S1 Kep PT CPT PH PHL
1 Bag. Kepegawaian

3

1 2 3
2 Lt. 1 37 12

1 9 2 3 1 2 6
3 Lt. 2 Aminah 19 9

7 2 1 2 2 4
4 Lt. 2 Aisyah 22 15

13 2 1 1 4 9
5 Lt. 3 70 21

17 4 4 3 5 10
6 Lt. 4 36 14

12 2 2

5 7
7 Lt. 5 19 18

12 6 1 2 5 10
7

8 ICU/ICCU 10 17

12 5 2 6 4 5
9 IRD - 18

1 17 1 4 2 3 10
10 OK (Kamar Bedah)

16 1

12 3 2 4 4 6
11 IRJ

8

2 2 4 62 1 1
12 Endoskopi

2

1 1 1
13 R. Perinatologi

1

1

TOTAL 203 155 1 4 116 34 32 22 35 67
Keterangan :
PT : Pegawai Tetap
CPT : Calon Pegawai Tetap
PH : Pegawai Honorer
PHL : Pegawai Harian Lepas




8


Diagram Batang Status Ketenagaan Perawat
Di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar


0
10
20
30
40
50
60
70
80
STATUS KETENAGAAN
CPT
PEG HONORER
PEG HARIAN LEPAS
PEG TETAP
9

F. Gambaran Umum Ruang Rawat Lt. 5 Raodah dan Madinah
1. Visi misi









VISI DAN MISI
RUANG RAWAT Lt. 5 RAODAH DAN MADINAH


MENJADIKAN RUANG RAWAT Lt. 5 RAODAH DAN MADINAH SEBAGAI TEMPAT PENERAPAN ASUHAN
KEPERAWATAN, DAN MEMBERIKAN PELAYANAN YANG ISLAMI, UNGGUL DAN TERKEMUKA


1. MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN SESUAI DENGAN STANDAR ASUHAN
KEPERAWATAN DIRUANG RAWAT Lt. 5 RAODAH DAN MADINAH.
2. MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA PERAWAT DIRUANG RAWAT Lt. 5 RAODAH DAN
MADINAH UNTUK MENINGKATKAN PENDIDIKAN DAN MENGEMBANGKAN
PENGETAHUANNYA.
3. MELAKSANAKAN PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MEMPERHATIKAN ASPEK
BIO, PSIKO, SOSIAL, DAN SPIRITUAL.


10


6

2. Struktur organisasi
Struktur Organisasi Fungsional Keperawatan
Di Ruang Perawatan Lt. 5 Raodah Dan Madinah



KEPALA BAGIAN
KEPERAWATAN
KEPALA INSTALASI
RAWAT INAP
KEPALA RUANGAN
ERMIWATI,
S.Kep
T
I
M

A
TI
M
B
KETU
A
TIM
KET
UA
TIM
RAHMAWATI,
S.Kep
FATMAWATI,
AMK
ANGGOTA TIM
ANGGOTA TIM
NURIANI,
S.Kep.,Ns

HASMILAWATI, S,Kep
RAFIQOH, AMK
MARDIANAH, AMK
NELLY SUSANTI, AMK
RUSDALIAH, AMK
RESKY AMAN,
S.Kep.,Ns
NURLINDA, AMK
INAWATI HASAN, AMK
ANISAH, S.Kep.,Ns
NURFIDYAH, AMK
EMY KALSUM,
AMK
A. AMINAH, AMK
RAHMAH, AMK

1

3. Kondisi ruang rawat Lantai 5 Raodah & Madinah
Di ruang perawatan lantai 5 terdapat 17 staf yang mana terdiri dari
1 orang kepala ruangan, 2 ketua tim, dan 14 perawat pelaksana. Struktur
organisasi di ruang perawatan lantai 5 menggunakan metode tim, yang mana
terbagi menjadi tim A dan tim B. Jenjang pendidikan ketua tim A adalah S1
Keperawatan sedangkan ketua tim B D3 Keperawatan. Setiap tim terdiri
dari 1 kepala ruangan dan 7 perawat pelaksana. Selain membuat asuhan
keperawatan dan evaluasi dari implementasi yang telah dilakukan, kerja
perawat di ruang perawatan lantai 5 adalah melakukan mobilisasi pasien,
menginput data, serta mengantar dan mengambil laundry pasien.
Jumlah ruangan di lantai 5 ada 19 ruangan meliputi ruangan
Raodah 2 kamar, 6 kamar di VIP, dan ruangan Madinah 11 kamar. Setiap
kamar terdiri dari 1 tempat tidur, 1 AC, 1 kulkas, 1 lemari, 1 meja, 1 sofa, 1
TV, 1 toilet.