Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Industri pulp dan kertas merupakan salah satu yang tertua dan sektor industri inti
India . Pentingnya sosial ekonomi kertas memiliki nilai sendiri untuk pembangunan
negara seperti yang langsung berhubungan dengan industri dan ekonomi
pertumbuhan negara. Serat untuk kertas terisolasi dari kayu dan / atau bahan baku
berbasis agro menggunakan metode konvensional mekanik atau kimia. Permintaan
untuk kertas diperkirakan akan meningkat di masa depan. Sejumlah besar perluasan
kapasitas dan modernisasi inisiatif di sektor ini sudah direncanakan oleh pabrik untuk
memenuhi permintaan.
Namun, intervensi bioteknologi proses untuk meningkatkan produktivitas dengan
adopsi proses inovatif, efisien dan bersih diinginkan untuk menangani pembangunan
ekonomi, lingkungan dan sosial masalah. Bahan baku, energi, bahan kimia, tenaga
kerja dan air merupakan masukan utama untuk produksi kertas. Bahan baku dan
energi sekitar !"#! $ dari total biaya produksi dan ini adalah variabel utama yang
mempengaruhi biaya produksi. %arga bahan baku dan energi meningkat selama
dekade terakhir dan akan terus meningkat lebih lanjut. Penguunaan bahan kimia dan
energi yang optimum tanpa mengorbankan kualitas produk merupakan tantangan
besar di antara para peneliti. &leh karena itu, upaya yang dilakukan untuk mengatasi
masalah ini yaitu menyoroti kemungkinan untuk mengurangi konsumsi bahan kimia
dengan adopsi pendekatan bioteknologi untuk lebih delignifikasi .
Bioteknologi memiliki kemampuan untuk memberikan solusi baru untuk industri
pulp dan kertas untuk meringankan dampak lingkungan dan mengurangi biaya
investasi. pretreatment biologi juga dikenal sebagai biopulping dalam pulp dan kertas
teknologi, dan memiliki potensi untuk mengatasi beberapa masalah yang terkait
dengan pulp mekanis diproduksi. Biopulping adalah teknologi ramah lingkungan dan
juga memiliki potensi untuk mengurangi konsumsi energi listrik serta menghindari
polusi dengan mengurangi bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan pulp
kimia. 'aporan terbaru menunjukkan bah(a pendekatan berbasis biologis memiliki
potensi untuk meningkatkan kualitas kertas , ekonomi dan dampak lingkungan dari
generasi pulp )Saini, dkk., *!+,-.
&leh karena itu, maka penting untuk mengetahui dan mempelajari proses
pembuatan pulp dengan menggunakan proses biopulping.
1.2 Rumusan Masalah
.dapaun rumusan masalah dapat dirumuskan sebagai berikut/
+. .pakah yang dimaksud dengan pulp0
*. .pakah yang dimaksud dengan proses biopulping0
,. Bagaimana pengkondisian substrat0
1. Bagaimana mekanisme degradasi lignin pada biomassa lignoselulosa0
. Bagaimana kualitas pulp yang dihasilkan pada proses biopulping0
1.3 Tujuan
2ujuan yang ingin dicapai berdasarkan rumusan di atas antara lain/
+. 3ntuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pulp
*. 3ntuk mengetahui apa yang dimaksud dengan proses biopulping
,. 3ntuk mengetahui kondisi substrat untuk pertumbuhan organisme
1. 3ntuk memahami mekanisme degradasi lignin pada biomassa lignoselulosa
. 3ntuk mengetahui kualitas pulp yang dihasilkan pada proses biopulping
1. Man!aat
4anfaat yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut /
+. 5apat mengetahui apa yang dimaksud dengan pulp
*. 5apat mengetahui apa yang dimaksud dengan proses biopulping
,. 5apat mengetahui kondisi substrat untuk pertumbuhan organisme
1. 5apat memahami mekanisme degradasi lignin pada biomassa lignoselulosa
. 5apat mengetahui kualitas pulp yang dihasilkan pada proses biopulping
BAB II
TIN"AUAN PU#TA$A
2.1 Pul%
6ertas adalah produk berbasis kayu yang tanpa peradaban modern tidak akan
berkembang, dan tidak akan dipertahankan dan maju. 2api kertas itu sendiri adalah
produk utama pulp kayu, yaitu bubur melahirkan kertas. Pulp juga dapat digunakan
untuk tujuan yang beragam seperti dalam penyusunan turunan selulosa misalnya
nitrat selulosa, selulosa asetat, selulosa diregenerasi dan lain"lain.
Penggunaan pulp dapat dilihat antara lain sebagai berikut / ) + - sepatu , mobil
dan truk 7 ) * - bahan kemasan seperti karton , paket kapur , makanan / minuman
kemasan misalnya ".live , chivita , gula , dll7 ) , - bepergian tas dan koper 7 ) 1 -
papan isolasi / dinding papan 7 ) - item hadiah / kertas fotografi 7 ) # - bahan
dekoratif 7 ) 8 - atap merasa dan pesa(at udara7 ) 9 - bahan karya seni , mainan dan
artefak 7 ) : - kertas bergelombang 7 ) +! - karton , bahan isolasi .
Pulp yang telah dijadikan kertas dapat digunakan antara lain / ) + - untuk
menulis 7 ) * - kertas untuk surat kabar / buku harian / kalender , dll7 ) , - untuk
pencetakan , yaitu sebagai bahan cetak , kertas koran 7 ) 1 - uang kertas ) mata
uang- 7 ) - pencetakan bahan misalnya untuk penerimaan , dll7 ) # - habis
komputer 7 ) 8 - untuk produk pos misalnya perangko , pos dan (esel dll 7 ) 9 -
penyerap kertas / handuk 7 ) : - untuk kemasan 7 ) +! - kertas dinding 7 ) ++ -
pembungkus 7 ) +* - karya seni / dekorasi 7 ) +, - kertas tissue / toilet 7 dan ) +1 -
kertas karbon .
Sumber utama pulp adalah kayu dan sumber utama kayu adalah angiosperma
) kayu keras - dan gymnosperma ) kayu lunak - pohon dimana sekitar ,!!! spesies
yang dikenal saat ini. 6ayu lunak ini terdiri dari sistem terjalin sel, salah satu dari
akar sampai mahkota )longitudinal-, yang lain dari kulit ke empulur ) radial -. Sel"sel
ini bervariasi dalam ukuran, bentuk dan fungsi. .da lebih banyak pori"pori,
pembuluh dan sel antar dari kayu keras. 5alam kayu lunak, dukungan dan konduksi
yang dicapai oleh sel yang disebut tracheids. Ini mengandung lubang"lubang dalam
sel sekunder yang berkesenjangan yang memungkinkan aliran cairan antara sel"sel
tetangga. 6ayu lunak menghasilkan serat panjang.
6ayu keras secara struktural lebih rumit , dengan kurang pori"pori dan kapal dari
kayu lunak . Sel mereka menunjukkan variasi yang lebih besar dalam ukuran dan
bentuk. Serat kayu adalah serat pendek. Secara rinci, kayu terdiri dari empulur, kulit
luar, kulit dalam, kulit pohon, cincin pertumbuhan, kambium, akhir kayu, kayu a(al,
tracheids, kapal, saluran"saluran saluran resin, sinar serat, sel"sel makanan, lubang,
pori"pori, dan saluran resin )&sung dan .kpakpan, *!+*-.
2.2 B&'%ul%&ng
Biopulping didefinisikan sebagai pera(atan serpihan kayu dengan degradasi
lignin sebelum metode pembuatan pulp konvensional. Sejak tahun +:8, banyak
peneliti telah mempelajari tentang penggunaan kayu dan bukan kayu dalam proses
pembuatan pulp );ulsoy dan <roglu, *!+!-.
Biopulping dibutuhkan dalam industri sejak proses delignifikasi ini ramah
lingkungan dan mengurangi biaya produksi. Proses pembuatan pulp )serat selulosa-
secara biologis menggunakan mikroorganisme ligninolitik. =amur yang paling efisien
untuk degradasi lignin dimasukkan sebagai jamur pelunak putih yang menghasilkan
ligninase yang mampu memodifikasi lignin dari bahan organik seperti kayu, bambu,
atau jerami. Sistem en>imatik terdiri dari ligninase lakase dan peroksidase yang telah
dipertimbangkan sebagai en>im yang berguna untuk perbaikan proses bioteknologi
untuk biopulping dan pemutihan.
6ebanyakan penelitian menunjukkan bah(a jamur pelunak putih yang efektif
mendekomposisi lignin yaitu seperti Phanerochaeta chrysosporium, .garicus
bisporus, Pleurotus ostreatus, Bjerkandera adusta, ?urvularia lanata, Pleurotus sajor
@ caju. =amur lunak pembusuk ) .scomycetes - mampu membusuk lignin dengan
baik. .spergillus fumigatus, . japonicas, .. niger, .. terreus, Penicillium sp. dan P.
chrysosporium memiliki kemampuan untuk mendegradasi senya(a aromatik seperti
lignin )Aulandari, dkk., *!+,-. 2antangan utama dalam biopuling adalah bah(a hifa
jamur dan en>im lignolytic mereka )ukuran molekul besar- tidak mampu menembus
inti chip tetapi hanya permukaan chip saja.
=amur pelunak putih adalah kelompok beragam dari organisme yang mampu
mendegradasi lignin. .da banyak pola morfologis pelunak putih yang berbeda yang
terjadi pada kayu karena variasi dalam cara lignin dan polisakarida didegradasi.
Perbedaan dalam jumlah lignin, selulosa dan hemiselulosa terdegradasi dari kayu dan
urutan di mana komponen dinding sel ini yang diserang telah diteliti. Beberapa jamur
pelunak putih memiliki kemampuan selektif untuk menghapus jumlah luas lignin
dengan hanya sedikit kehilangan selulosa. 5egradasi lignin mungkin terbatas pada
daerah terisolasi dari kayu. .da banyak jamur pelunak putih yang tidak selektif
untuk degradasi lignin dan degradasi polisakarida yang besar . ?oriolus versicolor
merupakan contoh jamur pelunak putih yang menyebabkan degradasi simultan dari
semua komponen dinding sel. Ini adalah spesies yang telah berulang kali digunakan
dalam tes sebagai (akil dari semua jamur pelunak putih. Namun, ada banyak variasi
di antara pelunak putih. Selain jamur pelunak yang selektif atau nonselektif untuk
degradasi lignin, adalah mungkin untuk menemukan jamur yang menyebabkan kedua
jenis pelunak putih menyerang dalam satu substrat. 5egradasi lignin oleh jamur
pelunak putih, terutama yang selektif menurunkan lignin dari kayu, merupakan
karakteristik yang membuat mereka cocok untuk aplikasi industri dimana lignin atau
berbagai fenolik senya(a harus diubah atau dihapus )Saini, dkk., *!+,-.
2.3 Pengk'n(&s&an #u)strat
Banyak penelitian dilakukan untuk menja(ab kelemahan proses biologis.
5iantaranya penggunaan jamur yang telah direkayasa genetika, pengkondisian
substrat dengan perlakuan pendahuluan, maupun dengan penambahan nutrisi tertentu
pada (aktu proses dan penjagaan kondisi fisik selama proses. Penggunaan inokulum
dalam bentuk suspensi dengan masa inkubasi bervariasi dari hari hingga 9 minggu
menunjukkan tingkat degradasi lignin yang berbeda. 6arena en>im dihasilkan dalam
medium pertumbuhan, maka medium harus dikontrol agar mampu meningkatkan
produksi en>im. Inokulasi jamur pada bahan dilakukan dengan cara disemprotkan
maupun dengan cara submerged culture )terendam-. Pemberian uap panas pada
bahan sebelum inokulasi, penambahan nutrisi selama inokulasi dan aerasi yang
cukup pada suhu dan kelembaban terkontrol dibutuhkan untuk mencapai nilai
optimum. Penggunaan jamur memerlukan proses sterilisasi sebelum inokulasi seperti
pada ?.subvermispora, akan tetapi penggunaan Phlebiosis gigantea dapat diaplikasi
langsung pada bahan segar. Penambahan sumber karbon selama perlakuan
pendahuluan dengan jamur dilaporkan tidak memberi pengaruh signifikan. 6arena
jamur pelapuk putih tidak memproduksi spora, maka miselium digunakan sebagai
inokulum. Besarnya jumlah inokulum yang dibutuhkan dapat dikurangi dengan
penambahan nutrisi yang mampu memacu pertumbuhan jamur selama inkubasi.
3saha yang dilakukan berupa penambahan nutrisi berharga murah terkait kelayakan
dari segi ekonomi. Corn steep liquor terbukti dapat mengurangi jumlah pemakaian
inokulum pada bahan karena mampu memacu pertumbuhan jamur )Bitria, *!!9-.
2. Mekan&sme Degra(as& L&gn&n %a(a B&'massa L&gn'selul'sa
=amur pelapuk putih menghasilkan en>im oksidatif ekstraselular yang mampu
mengoksidasi lignin. 6emampuannya mendegradasi lignin terbukti mampu
meningkatkan derajat putih dan delignifikasi pulp kraft. <n>im yang paling penting
dalam proses delignifikasi ini adalah 4nP. Proses biologis melibatkan kerja en>im
yang dihasilkan jenis mikroorganisme tertentu dengan tujuan sebagai perombak dan
pelonggar ikatan dengan cara menguraikan lignin pada bahan. =amur pelapuk putih
tidak hanya memproduksi sejumlah set en>im yang penting untuk mendegradasi
lignin tapi juga berperan sebagai sistem transpor untuk en>im"en>im ini dengan
memba(anya menembus ke dalam kayu dan menciptakan kondisi fisiologis yang
diperlukan oleh reaksi en>imatis. 'igninolitik oksidoreduktase yang termasuk di
dalamnya peroksidase, yang mampu mengoksidasi lignin non"fenolik dan laccase
yang kerjanya terkait langsung dan terbatas pada unit fenolik yang hanya me(akili
sejumlah kecil lignin.
Penelitian lanjutan pada sistem en>im pendegradasi lignin meliputi karakternya,
produksi, mekanisme aksi dan genetika molekuler. ;ambaran paling akhir tentang
proses ini adalah hemoperoksidase yang bekerja sangat baik )lignin peroCidase and
manganese peroCidase-, dan laccase yaitu en>im yang bertindak diluar sel jamur
untuk mengoksidasi lignin tidak spesifik, mendorong species radikal yang
mengalami reaksi lanjutan dan mengakibatkan degradasi dan fragmentasi ekstensive
polimer tersebut. 'accase yang umum terdapat pada jamur pelapuk putih diketahui
memacu banyak reaksi. .gar kinerja laccase makin efektif, penggunaan mediator
dilakukan berupa fenol tumbuhan yaitu acetosyringone, syringaldehyde and
pcoumaric acid. Penggunaan laccase dengan mediator alami yang banyak terdapat
pada tanaman dan larutan pulp menunjukkan kemungkinan melakukan proses
delignifikasi yang ramah lingkungan )Bitria, *!!9-.
2.* $ual&tas Pul% %a(a Pr'ses B&'%ul%&ng
Proses pemasakan pulp dengan pengurangan energi menghasilkan rendemen
yang tinggi. Nilai rendemen pulp dan konsumsi alkali dari suatu bahan baku yang
telah diberi jamur menunjukkan kelas kualitas yang lebih baik dibandingkan
perlakuan lain. 'ebih tingginya rendemen pulp yang diperoleh karena diduga bagi
material yang telah diberi jamur pendegradasi lignin tidak memerlukan energi berupa
(aktu dan suhu pemasakan yang terlalu lama lagi untuk proses delignifikasi. =ika
(aktu dan suhu pemasakan tetap dipertahankan maka dikha(atirkan komponen
kimia kayu selain lignin justru terdegradasi yang menurunkan rendemen pulp yang
diperoleh . %al ini sejalan dengan dugaan bah(a pengolahan pulp pada suhu yang
tinggi atau kelebihan (aktu pemasakan dapat mengakibatkan pelarutan karbohidrat
yang lebih besar dibandingkan lignin itu sendiri. Sementara persentasi material
karbohidrat berbanding lurus dengan rendemen pulp.
6onsumsi alkali merupakan jumlah natrium hidroksida )Na&%- dan natrium
sulfida )Na
*
S- yag digunakan selama proses pengolahan pulp atau dengan kata lain
bah(a konsumsi alkali merupakan banyaknya bahan kimia yang diserap oleh serpih
)chip- selama proses pemasakan hingga serpih menjadi pulp. 4akin rendah nilai
konsumsi alkali yang diperoleh berarti semakin rendah kebutuhan bahan kimia yang
diperlukan untuk mengubah serpih menjadi pulp.
6onsumsi alkali yang rendah akan menyisakan bahan kimia yang relatif tinggi
pada lindi hitam. 3mumnya lindi hitam di daur ulang dan dimanfaatkan kembali
dengan pertimbangan ekonomis. %al ini dilakukan karena mahalnya bahan pemasak.
Selain itu pemanfaatan kembali lindi hitam juga bertujuan untuk mengurangi beban
pencemaran lingkungan )Silsia, dkk., *!++-
BAB III
$E#IMPULAN
3.1 $es&m%ulan
6esimpulan yang dapat diperoleh antara lain/
+. Pulp adalah bubur yang dapat menghasilkan kertas.
*. Biopulping adalah sebagai pera(atan serpihan kayu dengan degradasi lignin
sebelum metode pembuatan pulp konvensional.
,. Pengkondisian substrat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
proses biopulping
1. =amur pelapuk putih menghasilkan en>im oksidatif ekstraselular yang dapat
mengoksidasi lignin
. 6ualitas pulp dengan proses biopulping menghasilkan kualitas yang lebih
baik dibandingkan proses lainnya.
DA+TAR PU#TA$A
Bitria. *!!9. Pengolahan Biomassa Berlignoselulosa Secara Enzimatis dalam
Pembuatan Pulp: Studi Kepustakaan. =urnal 2eknologi Pertanian Dol.: No.*
%al / #:"81
;ulsoy, Se>gin 6oray dan <roglu %udaverdi. *!+!. Effects of Sodium Borohydride
On Biokraft Pulping of European Black Pine Pinus !igra "rn#. =urnal
2echnology Dol.+, No.1 %al / *1"*!
&sung, &kon < dan .kpakpan, .niekan <. *!+*. "pplication of $ood and Paper
ion Chemistry to the %ndustrialization of the !igeria&s Economy : " 'e(ie).
International =ournal of <nviroment and Bioenergy Dol. 1 No.* %al / 1#"#,
Saini, Dipin 6umar., Naithani, Sanjay., 2hapliyal, B.P dan ;upta, Eicha. *!+,.
%ncreased *elignification 'ate of 5endrocalamus strictus 'o+burgh# !ees by
Schi>ophylum commune ,r-. Pr- /o 'educe Chemical Consumption *uring
Pulping Process- =urnal Science 2echnology Dol. , No.1 %al / 1+"1*!
Silsia, 5evi., Fahya, Eid(an., 4ucharromah dan .ntonia, =erry. *!++. Ka0ian
Ekonomi Biokraft Campuran Batang dan 1imbah Cabang 2angium pada
Berbagai Kondisi Pemasakan Pulp. =urnal Ilmu 6ehutanam Dol. D No.* %al /
+!9"++8
Aulandari, .sri Peni., 2riyana, 2ika dan .ndayaningsih, Poniah. *!+,.
*elignification of 'ice Stra) )ith 1igninase from !o(el Penicillum sp- Strain
ap)3tt4 for Biopulping. International =ournal of Bioscience, Biochemistry and
Bioinformatics. Dol., No.+ %al / 1,"1#