Anda di halaman 1dari 21

STATUS PASIEN

1. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. S
Jeis Kelamin : Perempuan
Umur : 71 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah angga
Alamat : !esa "an#ar imur Peter$ngan J$mbang
II. ANAMNESIS
Aut$anamnesis tanggal : %& Januari %'1'
Keluhan Utama : Penglihatan mata kiri kurang jelas tanpa (isertai mata merah
sejak ) 1 tahun yang lalu
Keluhan ambahan : "ata seperti a(a yang berg$yang*g$yang
Ri+ayat perjalanan penyakit:
Pasien (atang ke p$li "ata RSPA! (engan keluhan mata kiri kurang jelas bila
(igunakan untuk melihat. Keluhan (irasakan sejak ) 1 tahun yang lalu setelah pasien
melakukan $perasi katarak. Selain itu pasien juga mengeluhkan mata kiri nya seperti a(a
yang berg$yang * g$yang. etapi pasien belum melakukan tin(akan apa*apa untuk
mengatasi keluhan itu.
Penglihatan pasien (ari hari kehari ti(ak (irasakan menurun (an ti(ak (isertai keluhan
lain seperti mata merah, mata sakit, kepala pusing (an penglihatan seperti a(a pelangi saat
melihat #ahaya. Pasien menyangkal sulit bera(aptasi (i ruang gelap. Pasien menyangkal
memiliki ri+ayat penyakit ken#ing manis, tekanan (arah tinggi (an ri+ayat pernah
meminum $bat untuk penyakit -..
Pasien ti(ak memakai ka#amata, untuk mengatasi keluhan tersebut. Pasien pernah
melakukan $perasi katarak pa(a ke(ua matanya.
Ri+ayat Penyakit !ahulu :
* /ipertensi : (isangkal
* !" : (isangkal
* rauma "ata : (isangkal
* Katarak : 0perasi pa(a mata kiri tanggal 11 "aret %''2
Ri+ayat Penyakit Keluarga:
i(ak a(a angg$ta keluarga yang mengalami sakit yang serupa (engan pasien.
III. PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Kea(aan Umum : -aik
Kesa(aran : .$mp$s mentis
an(a 3ital
ekanan (arah: ti(ak (ilakukan
Na(i : 1' 45menit
Perna6asan : %% 45menit
Suhu : A6ebris
Kepala : N$rm$#ephal
/i(ung : ti(ak (ilakukan
elinga : ti(ak (ilakukan
7eher : ti(ak (ilakukan
Jantung : ti(ak (ilakukan
Paru*paru : ti(ak (ilakukan
Ab($men : ti(ak (ilakukan
84tremitas : akral hangat
Status Oftalmologi
1.isus
KETERANGAN OD OS
ajam penglihatan 1.' 95&'
K$reksi
.* 1.'' 4 17':
1.'
S; 1'.<' .* 1.'' 4 1'' =
> ',?
A((isi S; %.7< J% S;%.7< J%
!istansia Pupil &?5&% mm &?5&% mm
Ka#amata lama i(ak a(a i(ak a(a
!. Ke"u"u#an $ola mata
KETERANGAN OD OS
8ks$6talmus i(ak a(a i(ak a(a
8n($6talmus i(ak a(a i(ak a(a
!e@iasi i(ak a(a i(ak a(a
Aerakan b$la mata -aik ke semua arah
Pergerakan ma4imal
-aik ke semua arah
pergerakan ma4imal
%. Su&ra silia
KETERANGAN OD OS
Barna /itam /itam
7etak Simetris Simetris
'. Pal&e$ra su&erior inferior
KETERANGAN OD OS
8(ema i(ak a(a i(ak a(a
Nyeri tekan i(ak a(a i(ak a(a
8ktr$pi$n i(ak a(a i(ak a(a
8ntr$pi$n i(ak a(a i(ak a(a
-le6ar$spasme i(ak a(a i(ak a(a
rikiasis i(ak a(a i(ak a(a
Sikatriks i(ak a(a i(ak a(a
Cissura palpebra 1' mm 1' mm
Pt$sis i(ak a(a i(ak a(a
/$r(e$lum i(ak a(a i(ak a(a
KalaDi$n i(ak a(a i(ak a(a
Pseu($pt$sis i(ak a(a i(ak a(a
(. Kon)ungti*a tarsalis su&erior + Inferior
KETERANGAN OD OS
/iperemis i(ak a(a i(ak a(a
C$likel i(ak a(a i(ak a(a
Papil i(ak a(a i(ak a(a
Sikatriks i(ak a(a i(ak a(a
Anemia i(ak a(a i(ak a(a
Kem$sis i(ak a(a i(ak a(a
,. Kon)ungti*a $ul$i
KETERANGAN OD OS
Injeksi k$njungti@a i(ak a(a i(ak a(a
Injeksi Siliar i(ak a(a i(ak a(a
Per(arahan
subk$njungti@a
i(ak a(a i(ak a(a
Pterigium i(ak a(a i(ak a(a
Pinguekula i(ak a(a i(ak a(a
Ne@us Pigment$sus i(ak a(a i(ak a(a
Kista (erm$i( i(ak a(a i(ak a(a
-. Sistim la#rimalis
KETERANGAN OD OS
Pun#tum 7a#rimal erbuka erbuka
es anel i(ak (ilakukan i(ak (ilakukan
.. S#lera
KETERANGAN OD OS
Barna Putih Putih
Ikterik i(ak a(a i(ak a(a
/. Kornea
Kejernihan Jernih Jernih
Permukaan 7i#in 7i#in
Ukuran mm "m
Sensibilitas -aik -aik
In6iltrat i(ak a(a i(ak a(a
Ulkus i(ak a(a i(ak a(a
Per6$rasi i(ak a(a i(ak a(a
Arkus senilis a(a A(a
8(ema i(ak a(a i(ak a(a
es Pla#i($ i(ak (ilakukan i(ak (ilakukan
10. 1ili# mata "e&an
KETERANGAN OD OS
Ke(alaman n$rmal !alam
Kejernihan Jernih Jernih
/i6ema i(ak a(a i(ak a(a
/ip$pi$n i(ak a(a i(ak a(a
86ek yn(all i(ak (ilakukan i(ak (ilakukan
11. Iris
KETERANGAN OD OS
Barna .$klat Kehitaman .$klat Kehitaman
Kriptae Jelas Jelas
-entuk -ulat ermulen
Sinekia i(ak a(a i(ak a(a
K$l$b$ma i(ak a(a i(ak a(a
1!. Pu&il
KETERANGAN OD OS
7etak !i tengah !i tengah
Barna lbh hitam
-entuk -ulat -ulat
Ukuran 9 mm 9 mm
Re6leks #ahaya langsung P$siti6 P$siti6
Re6leks #ahaya ti(ak langsung P$siti6 P$siti6
1%. 2ensa
KETERANGAN OD OS
Kejernihan Jernih *
7etak I07, (i tengah *
Sha($+ est Negati6 Negati6
1'. 1a"an #a3a
1(. Fun"us o#uli
KETERANGAN OD OS
a. Pa&il
-entuk -ulat -ulat
-atas egas egas
Barna Kuning kemerahan Kuning kemerahan
$. Ma#ula 2utea
Re6leks P$siti6 P$siti6
8(ema i(ak a(a i(ak a(a
3. Retina
Per(arahan i(ak a(a i(ak a(a
.5! Rati$ ',9 mm ',9 mm
Rati$ A3 %:9 %:9
Sikatriks i(ak a(a i(ak a(a
1,. Pal&asi
KETERANGAN OD OS
Kejernihan Jernih Jernih
KETERANGAN OD OS
Nyeri tekan i(ak a(a i(ak a(a
"assa um$r i(ak a(a i(ak a(a
ensi 0kuli N$rmal 5 palpasi N$rmal 5 palpasi
$n$metri S#hi$tD
7,<57,< 17.' mm/g&,<57,< mm/g
1-. Kam&us *isi
KETERANGAN OD OS
es K$n6r$ntasi i(ak (ilakukan i(ak (ilakukan
I. RESUME
Anamnesis
Pasien (atang ke p$li "ata RSPA! untuk k$ntr$l mata.
Keluhan mata kiri kurang jelas bila (igunakan untuk melihat sejak ) 1 tahun yang
lalu.
"ata kiri nya seperti a(a yang berg$yang * g$yang
Pasien pernah melakukan $perasi katarak pa(a ke(ua matanya.
Penglihatan kurang jelas (an ti(ak (isertai keluhan lain seperti mata merah, mata
sakit, kepala pusing (an penglihatan seperti a(a pelangi saat melihat, sulit bera(aptasi
pa(a ruang gelap.
Pasien ti(ak menggunakan ka#a mata
Ri+ayat penyakit ken#ing manis, tekanan (arah tinggi (an ri+ayat pernah meminum
$bat untuk penyakit -. (isangkal.
1.isus
KETERANGAN OD OS
ajam penglihatan 1.' 95&'
K$reksi
.* 1.'' 4 17' : 1.'
S; 1'.<' .* 1.'' 4 1'' =
4 ',?
A((isi S; %.7< J% S; %.7< J%
!istansia Pupil &?5&% mm &?5&% mm
Ka#amata lama i(ak a(a i(ak a(a
!. 1ili# mata "e&an
KETERANGAN OD OS
Ke(alaman N$rmal !alam
Kejernihan Jernih Jernih
/i6ema i(ak a(a i(ak a(a
/ip$pi$n i(ak a(a i(ak a(a
86ek yn(all i(ak (ilakukan i(ak (ilakukan
%. Iris
'. 2ensa
KETERANGAN OD OS
Kejernihan Jernih *
7etak I07, !itengah *
Sha($+ est Negati6 Negati6
KETERANGAN OD OS
Barna .$klat Kehitaman .$klat Kehitaman
Kriptae Jelas Jelas
-entuk -ulat ermulen
Sinekia i(ak a(a i(ak a(a
K$l$b$ma i(ak a(a i(ak a(a
. DIAGNOSIS
0! : Astigmatismus mi$pikus simpleks
0S : A6akia p$st 0p Phe#$
Astigmatismus "i4tus
I. DIAGNOSIS 1ANDING
Kelainan re6raksi EAstigmatisme (an /ipermetr$piaF
II. AN5URAN PEMERIKSAAN
!arah rutin : /b, /t, eritr$sit, leuk$sit, A!S, P5AP
Pemeriksaan 8KA
$n$metri
-i$metri
III. PENATA2AKSANAAN
K$reksi @isus (engan penggunaan ka#amata
Ren#ana $perasi pemasangan I07
I6. PROGNOSIS
0! 0S
A( @itam : a( b$nam a( b$nam
A( 6ungsi$nam : a( b$nam a( b$nam
A( sanati$nam : a( b$nam a( b$nam
6. ANA2ISA KASUS
!iagn$sis (i(apatkan ber(asarkan :
Anamnesis
!ari keluhan yang (i(apat pasien merasa mata kirinya kurang jelas bila untuk melihat
(an merasa seperti a(a yang berg$yang * g$yang. keluhan (irasakan sejak ) 1 tahun
yang lalu. !an ti(ak a(a mata merah. Keterangan ini mengarahkan pemeriksa pa(a
suatu kea(aan ti(ak a(a lensa Ea6akiaF, Ini menyebabkan kehilangan ak$m$(asi.
i(ak (isertai keluhan lain seperti mata merah, mata sakit, kepala pusing penglihatan
seperti a(a pelangi saat melihat (an sulit bera(aptasi pa(a ruang gelap. /al ini
(ilakukan untuk menyingkirkan penyakit * penyakit pa(a kel$mp$k mata merah @isus
menurun, mata tenang @isus turun men(a(ak (an mata tenang @isus turun perlahan.
0perasi Phe#$emulsi6ikasi (ilakukan "aret %''2 pa(a mata kiri (an ti(ak (ipasang
lensa. /al inilah yang membuat pasien memiliki keluhan seperti yang tertulis (iatas.
EKelainan re6raksi astigmatisme atau hipermetr$pia pa(a a6akiaF.
A(anya keluhan tambahan (imana mata kiri nya seperti a(a yang berg$yang G g$yang
mempertegas lagi a(anya tan(a iris trmulens pa(a kea(aan a6akia.
3isus mata kanan 1.' (ik$reksi .* 1.'' 4 17' : 1.' a((isi S;%.7< J%
3isus mata kiri 95&' (ik$reksi S; 1'.<' .* 1.'' 4 1'' = ',? a((isi S;%.7< J%,
a((isi ukuran tersebut (iambil karena usia pasien (iatas &' tahun.
Pa(a pemeriksaan lensa, mata kiri ti(ak a(a (an hasil sha($+ test E*F lalu pasien
memiliki ri+ayat 0p katarak yang ti(ak (ipasang lensa. Pa(a pemeriksaan iris mata
kiri (itemukan bentuk tremulens. -ilik mata (epan kiri tampak (alam. /al ini
menunjang pa(a (iagn$sis a6akia p$st $p katarak.
Pemeriksaan anjuran (ilakukan untuk persiapan ren#ana pemasangan I07. Untuk
lebih mempermu(ah jalannya tin(akan $perasi sehingga penyulit 0P bisa (ikurangi.
Penatalaksanaan a6akia bisa (ilakukan (engan k$reksi @isus (engan penggunaan
ka#amata a6akia (an pemasangan I07 untuk men(apatkan tajam penglihatan yg lebih
baik lagi.
Pr$gn$sis pasien ini a( b$nam untuk mata kiri.
(ikarenakan kea(aan ini bisa (iatasi (engan ka#a mata plus tebal atau ka#a mata
a6akia, penggunaan lensa k$ntak. Segala tin(akan tersebut memiliki beberapa
kelemahan #$nt$hnya pa(a penggunaan ka#a mata a6akia H
I ben(a*ben(a akan tampak lebih besar (ari ukuran sebenarnya
I luas lapang pan(angan terbatas
I ka#amata lebih berat
I se#ara k$smetik kurang baik
A(apun Penggunaan lensa k$ntak bisa (iambil juga untuk mengatasi kea(aan ini.
7ensa k$ntak terlihat lebih memberikan keuntungan (iban(ing penggunaan ka#amata
a6akia apabila penggunaan lensa k$ntak (ilakukan (engan benar (an sesuai (engan
#ara*#ara yang (ianjurkan (an akan aman untuk mata.
K$nsultasi (engan ($kter mata sangat (iperlukan.
A6akia mungkin terja(i sebagai akibat (ari trauma, subluksasi atau (isl$kasi lensa,
tin(akan pembe(ahan pa(a pengel$laan katarak, akibat per6$rasi luka atau ulkus atau
an$mali ba+aan. Pa(a pasien ini a6akia terja(i karena tin(akan pembe(ahan pa(a
pengel$laan katarak.
TIN5AUAN PUSTAKA
FISIO2OGI
Se#ara 6isi$l$gi lensa mempunyai si6at tertentu yaitu:
Kenyal atau lentur karena memegang peranan terpenting (alam ak$m$(asi untuk
menja(i #embung.
Jernih atau transparan karena (iperlukan sebagai me(ia penglihatan
erletak (itempatnya
ASIA"AIS"A
Astigmatisma a(alah sebuah gejala penyimpangan (alam pembentukkan bayangan pa(a
lensa, hal ini (isebabkan $leh #a#at lensa yang ti(ak (apat memberikan gambaran5 bayangan
garis @ertikal (engan h$riD$tal se#ara bersamaan. .a#at mata ini sering (isebut juga mata
silin(er.
AFAKIA
A6akia a(alah suatu kea(aan (imana mata ti(ak mempunyai lensa sehingga mata tersebut
menja(i hipermetr$pia tinggi. A6akia mungkin terja(i sebagai akibat (ari trauma, subluksasi
atau (isl$kasi lensa, atau tin(akan pembe(ahan pa(a pengel$laan katarak, akibat per6$rasi
luka atau ulkus, atau an$mali ba+aan. Ini menyebabkan kehilangan ak$m$(asi, hyper$pia,
(an bilik mata (epan (alam.
8ti$l$gi
rauma, subluksasi atau (isl$kasi lensa, tin(akan pembe(ahan pa(a pengel$laan katarak (an
an$mali ba+aan.
Kea(aan pat$l$gik lensa ini (apat berupa:
i(ak kenyal pa(a $rang (e+asa yang akan mengakibatkan presbi$pia
Keruh atau apa yang (isebut katarak
i(ak bera(a (i tempat atau subluksasi (an (isl$kasi
7ensa pa(a $rang (e+asa (i (alam perjalanan hi(upnya akan menja(i bertambah besar (an
berat.
!iagn$sis
!a6tar tan(a*tan(a (an gejala yang (isebutkan (alam berbagai sumber untuk a6akia meliputi
? gejala (i ba+ah ini :
"ata ti(ak a(a lensa
/yper$pia
Kehilangan ak$m$(asi
Penglihatan kabur
Aejala mata a6akia, seperti :
Iris tremulan atau iris berg$yang
-ilik mata (alam
/ipermetr$pia tinggi (an biasanya sampai ; 1',' G 1%,' !i$ptri
Untuk memba#a (ekat (ipakai tambahan lensa ; 9,' !
Pen(erita A6akia memerlukan pemakaian lensa yang tebal, maka akan memberikan keluhan
pa(a mata tersebut sebagai berikut:
-en(a yang (ilihat menja(i lebih besar %<J (iban(ing n$rmal
er(apat e6ek prisma lensa tebal, sehingga ben(a terlihat seperti melengkung
Pa(a penglihatan ter(apat keluhan seperti ba(ut (i (alam k$tak atau 6en$mena ja#k in
the b$4, (imana bagian yang jelas terlihat hanya pa(a bagian sentral, se(ang
penglihatan tepi kabur.
Penatalaksanaan
A6akia bisa (ik$reksi (engan menggunakan ka#amata, lensa k$ntak atau (engan menanam
lensa. Pa(a pasien hipermetr$pia (engan a6akia (iberikan ka#a mata sebagai berikut:
Pusat lensa yang (ipakai letaknya tepat pa(a tempatnya
Jarak lensa (engan mata #$#$k untuk pemakaian lensa a6akia
-agian tepi lensa ti(ak mengganggu lapang pan(angan
Ka#amata ti(ak terlalu berat
Pa(a saat ini setiap be(ah katarak (ilakukan penanaman lensa intra$kuler untuk a6akia yang
terja(i. K$reksi untuk mata a6akia (apat memberikan beberapa keuntungan (an kerugian
seperti terlihat pa(a tabel
abel Perban(ingan pemakaian lensa k$reksi setelah pembe(ahan
7ensa tanam 7ensa K$ntak Ka#amata
7uas pan(angan Penuh Penuh erbatas
Pembesaran ben(a N$rmal 7*1'J %<*9'J
-en(a melengkung i(ak i(ak Ka
Pemakaian %? jam5hari Ka i(ak i(ak
7ihat serentak % mata Ka Ka(ang i(ak
Penglihatan ke(alaman 1<J <'J 9'J
Kerja ber(ebu !apat i(ak (apat i(ak (apat
!ipasang Saat be(ah Saat kerja Saat kerja
Penyulit pemakaian i(ak a(a /arus bersih -erat
Pasien trem$r !apat i(ak (apat Sukar
/abilitasi penglihatan Segera % bulan % bulan
Aman pakai Se(ang Kurang -aik
Penampilan +ajah i(ak berubah -iasa Ka#a mata tebal
7IPERMETROPI
7ensa mata merupakan lensa yang kenyal (an 6leksibel yang (apat menyesuaikan (engan
$bjek yang (ilihat. Karena bayangan ben(a harus selalu (i6$kuskan tepat (i retina, lensa mata
selalu berubah*ubah untuk menyesuaikan $bjek yang (ilihat. Kemampuan mata untuk
menyesuaikan (iri terha(ap $bjek yang (ilihat (inamakan (aya ak$m$(asi mata.
!aya ak$m$(asi mata
Saat mata melihat $bjek yang (ekat, lensa mata akan berak$m$(asi menja(i lebih #embung
agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat (i retina. Sebaliknya, saat melihat $bjek yang jauh,
lensa mata akan menja(i lebih pipih untuk mem6$kuskan bayangan tepat (i retina.
itik ter(ekat yang mampu (ilihat $leh mata (engan jelas (isebut titik (ekat mata Epun#tum
pr$4imum5PPF. Pa(a saat melihat ben(a yang bera(a (i titik (ekatnya, mata (ikatakan
berak$m$(asi maksimum. itik (ekat mata (isebut juga (engan jarak ba#a n$rmal karena
jarak yang lebih (ekat (ari jarak ini ti(ak nyaman (igunakan untuk memba#a (an mata akan
terasa lelah. Jarak ba#a n$rmal atau titik (ekat mata a(alah sekitar %< #m.
A(apun, titik terjauh yang (apat (ilihat $leh mata (engan jelas (isebut titik jauh mata
Epun#tum rem$tum5PRF. Pa(a saat melihat ben(a yang bera(a (i titik jauhnya, mata bera(a
(alam k$n(isi ti(ak berak$m$(asi. Jarak titik jauh mata n$rmal a(alah (i titik tak hingga ELF.
Ra$un De#at "an 8ara Mem&er$ai#in9a
0rang yang men(erita rabun (ekat atau hipermetr$pi ti(ak mampu melihat (engan jelas
$bjek yang terletak (i titik (ekatnya tapi tetap mampu melihat (engan jelas $bjek yang jauh
Etak hinggaF. itik (ekat mata $rang yang men(erita rabun (ekat lebih jauh (ari jarak ba#a
n$rmal EPP M %< #mF.
.a#at mata hipermetr$pi (apat (iperbaiki (engan menggunakan lensa k$n@ergen yang
bersi6at mengumpulkan sinar. 7ensa k$n@ergen atau lensa #embung atau lensa p$siti6 (apat
membantu lensa mata agar (apat mem6$kuskan bayangan tepat (i retina.
/ipermetr$pi (ik$reksi menggunakan lensa p$siti6
Jarak 6$kus lensa (an kuat lensa yang (igunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami
hipermetr$pi (apat (itentukan ber(asarkan persamaan lensa tipis (an rumus kuat lensa.
!i sini jarak s a(alah jarak titik (ekat mata n$rmal E%< #mF, (an s a(alah titik (ekat mata
EPPF. Prinsip (asarnya a(alah lensa p$siti6 (igunakan untuk memin(ahkan Ememun(urkanF
$bjek pa(a jarak ba#a n$rmal menja(i bayangan (i titik (ekat mata tersebut sehingga mata
(apat melihat $bjek (engan jelas.
in(akan be(ah untuk katarak antara lain :
8kstraksi Katarak 8kstrakapsuler
Sebuah met$(e yang kurang umum a(alah $perasi katarak ekstraksi katarak e4tra#apsular
E8##eF. Pr$se(ur ini, yang (ikembangkan sebelum pha#$, sering (igunakan untuk
menghilangkan katarak sangat maju yang mungkin terlalu sulit untuk meme#ah
menggunakan pha#$ atau pa(a pasien yang memiliki beberapa k$n(isi yang membuat mata
pha#$ be(ah yang kurang (iinginkan pilihan.
8##e memerlukan sayatan yang lebih besar (aripa(a pha#$, mungkin 1'*1% milimeter
panjang, (i sisi k$rnea sehingga katarak (apat (ipin(ahkan (alam satu p$t$ngan. Pemulihan
@isual (apat lebih lambat setelah 8##e (aripa(a pha#$ (an mungkin a(a lebih nyaman karena
sayatan (an jahitan yang lebih besar yang (iperlukan untuk menutupnya.
Setelah katarak (isingkirkan, sebuah I07 tertanam (alam mata. "engingat bah+a sayatan
yang lebih besar telah (ilakukan untuk menghapus rusak katarak lensa alami, ahli be(ah
memiliki pilihan untuk memasukkan n$n6$l(able I07 terbuat (ari ka#a kelas me(is seperti
bahan atau materi yang (apat (ilipat seperti yang (ibahas (i atas.
8kstraksi Katarak Intrakapsuler
Intra#apsular katarak ekstraksi :I88E; melibatkan penghapusan lensa (an lensa sekitarnya
kapsul (alam satu p$t$ng. Pr$se(ur memiliki tingkat yang relati6 tinggi k$mplikasi karena
(iperlukan sayatan besar (an tekanan (itempatkan pa(a tubuh seperti ka#a. /al ini karena
sebagian besar ti(ak (igantikan (an jarang (ilakukan (i negara*negara (i mana mikr$sk$p
$perasi (an peralatan tekn$l$gi tinggi su(ah terse(ia. Setelah lensa (iangkat, Esebuah lensa
intra$kular implanF (apat (itempatkan (i ruang anteri$r atau (ijahit ke (alam sulkus.
Phae#$emulsi6ikasi
Kang paling umum (an #anggih $perasi katarak teknik pha#$emulsi6i#ati$n atau Npha#$.N
Pertama ($kter be(ah membuat sayatan ke#il (i pinggir k$rnea (an kemu(ian men#iptakan
sebuah lubang (i membran yang mengelilingi lensa #atara#t$us. Selaput tipis ini (isebut
kapsul. Selanjutnya, pr$be ultras$nik ke#il (imasukkan melalui lubang (i k$rnea (an kapsul.
Penyi(ikanOs bergetar ujung pe#ah atau Nemulsi6iesN lensa yang keruh menja(i 6ragmen*
6ragmen ke#il yang (ise($t keluar (ari kapsul $leh lampiran pa(a ujung pr$be. Setelah lensa
benar*benar (ihapus, pesa+at (itarik hanya menyisakan jelas Esekarang k$s$ngF kant$ng*
seperti kapsul, yang akan bertin(ak sebagai (ukungan untuk lensa intra$kular EI07F.
Sesu(ah ekstraksi katarak mata tak mempunyai lensa lagi yang (isebut afa#ia (engan tan(a*
tan(a .0A (alam, iris termulans (an pupil hitam.
"engingat bah+a $perasi katarak (alam banyak kasus pr$se(ur ra+at jalan, pasien akan
(ikirim pulang tak lama kemu(ian (an (iberikan petunjuk untuk menggunakan $bat tetes
mata untuk men#egah in6eksi (an pera(angan. Jika injeksi (igunakan untuk mematikan mata
untuk $perasi, pat#h mungkin (iperlukan pa(a malam pertama. Se$rang ($kter atau asisten
akan memeriksa mata kees$kan paginya. Penglihatan mungkin akan kabur selama %? hingga
?1 jam setelah $perasi. Ka#amata biasanya (iresepkan beberapa minggu setelah pembe(ahan
ketika mata telah sembuh.
Intrao#ular lensa
Setelah penghapusan katarak, sebuah lensa intra$kular EI07F biasanya (itanamkan ke (alam
mata, baik melalui sayatan ke#il E1,1 mm menja(i %,1 mmF menggunakan I07 (apat (ilipat,
atau melalui sayatan yang (iperbesar, (engan menggunakan P""A. I07 yang (apat (ilipat,
terbuat (ari silik$n atau akrilik kekuatan materi yang tepat (ilipat baik menggunakan
(u(ukan 5 6$l(er, atau perangkat penyisipan berpemilik yang (ise(iakan bersama (engan
I07. 7ensa implan (imasukkan melalui sayatan ke (alam kant$ng kapsular p$steri$r (alam
ruangan. Ka(ang*ka(ang, sebuah sulkus implantasi E(i (epan atau (i atas kant$ng kapsular
tapi (i belakang irisF mungkin (iperlukan karena kapsular p$steri$r air mata atau karena
D$nul$(ialysis. Implantasi I07 bilik p$steri$r EP.*I07F pa(a pasien (i ba+ah ini 1 sampai %
tahun usia relati6 k$ntrain(ikasi $kular karena pertumbuhan #epat pa(a usia ini (an jumlah
yang berlebihan pera(angan, yang mungkin sangat sulit untuk (iken(alikan. K$reksi $ptik
pasien ini tanpa lensa intra$kular Eaphaki#F biasanya (ikel$la (engan baik khusus lensa
k$ntak atau ka#amata. Sekun(er implantasi I07 Epenempatan sebuah lensa implan sebagai
$perasi ke(uaF (apat (ianggap setelah % tahun. 7ensa ini memungkinkan 6$kus (ari sinar (ari
jauh (an juga (ekat (engan $bjek, bekerja sama seperti yg bertitik api (ua atau tri6$#al
ka#amata. Pasien pre*$perasi seleksi (an k$nseling yang baik sangat penting untuk
menghin(ari harapan yang ti(ak realistis (an pas#a*$perasi keti(akpuasan pasien.
Penerimaan untuk lensa ini telah menja(i lebih baik (an penelitian telah menunjukkan hasil
yang baik pa(a pasien yang (ipilih. Selain itu, ter(apat lensa yang menampung (isetujui $leh
C!A Amerika Serikat pa(a tahun %''9 (an (ibuat $leh 8ye$ni#s,
P&Q
sekarang -aus#h R
7$mb. he .rystalens ERF a(alah pa(a struts (an tertanam (i (alam kapsul lensa mata, (an
(esainnya memungkinkan lensa O6$kus $t$t untuk memin(ahkannya maju (an mun(ur,
memberikan kemampuan pasien ber6$kus alami.
RE7A1I2ITASI ISUS PAS8A EKSTRAKSI KATARAK.
I. Ka#amata A6akia
S an(a*tan(a ra(ang E*F (an k$reksi re6raksi stabil minimal % kali pemeriksaan T %*9 bulan
pas#a $perasi.
S K$reksi lensa s6eris p$siti6 1','' !i$ptri T untuk ba#a a((isi s6eris p$siti6 9,'' !i$ptri.
II. 7ensa K$ntak
U erutama untuk a6akia m$n$kuler T bin$#ular @isi$n E;F.
U Selekti6 T pen(erita k$$perati6 (an (apat menjaga kebersihan.
U !ist$rsi (an pembesaran bayangan E*F
U 7apang pan(angan luas
III. Intra 0#uler 7ens EI07F 5 7ensa anam
7angsung atau Se#$n(ary Implant.
erutama untuk A6akia m$n$kular 5unilateral.
Keuntungan I07:
1. Permanen
%. i(ak membutuhkan pera+atan
9. !ist$rsi (an pembesaran bayanganE*F
?. Sangat membantu untuk pen(erita yang se#ara 6isik (an mental ti(ak (apat memakai
ka#amata atau lensa k$ntak
<. 7apang pan(ang luas
&. K$smetik baik.
Mata normal
Mata silin"er
Mata minus
DAFTAR PUSTAKA
1. Ilyas S. Penuntun Ilmu Penyakit "ata. 8(isi Ke 9. Jakarta, -alai Penerbit CKUI,
%''<.
%. An$nim. 7ensa mata last up(ate Januari %'1'. a@ailabe at
http:55i(.+ikipe(ia.$rg5+iki5. (iakses tanggal 9' januari %'1'
9. An$nim. Pseu($phakia. 7ast up(ate & Januari %''1. A@ailabe at
http:55+++.nature.#$m5eye5j$urnal5@%15n156ull5&7'%?7%a.html. !iakses tanggal 1'
juli %''2
?. An$nim. Astigmatisma. last up(ate "aret %''2. a@ailabe at http:55pr$blem*
6isika.bl$gsp$t.#$m5%''25'95astigmatisma. (iakses tanggal 9' januari %'1'
<. An$nim. 0perasi katarak . last up(ate %''9. a@ailable at.
http:55+++.eyesurgerye(u#ati$n.#$m5typesV#$nVsurgery.html. (iakses tanggal 9'
januari %'1'
&. An$nim. .atara# $perati$n . 7ast up(ate 1? Januari %'1'. a@ailable at.
http:55en.+ikipe(ia.$rg5+iki5.atara#tVsurgery. (iakses tgl 9' januari %'1'
PRESENTASI KASUS
AFAKIA
Disusun ole<
Gita Anggriani Sutrisno
!0-.%1(.1!/
NARASUM1ER = "r. Amalia> S&. M
DEPARTEMEN MATA RSPAD GATOT SU1ROTO
5AKARTA
!010