Anda di halaman 1dari 55

BAB 24

TRANSPORTASI
BAB 24
TRANSPORTASI
I. PENDAHULUAN
Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia
Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia
seluruhnya dengan Pancasila sebagai dasar, tujuan, dan pedoman
pembangunan nasional. Pembangunan nasional dilaksanakan
merata di seluruh tanah air dan tidak hanya untuk suatu golongan
atau sebagian dari masyarakat, tetapi untuk seluruh masyarakat,
serta harus benar-benar dapat dirasakan seluruh rakyat sebagai
perbaikan tingkat hidup yang berkeadilan sosial, yang menjadi
tujuan dan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.
Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1! mengamanat-
kan bah"a dalam Pembangunan #angka Panjang $edua %PIP II&
pembangunan perhubungan yang meliputi transportasi, pos, dan
telekomunikasi harus diarahkan agar makin menunjang pertumbuh-
an ekonomi, stabilitas nasional serta upaya pemerataan dan penye-
baran pembangunan, dengan menembus isolasi dan keterbelakang-
an daerah terpencil sehingga akan makin memantapkan per"ujudan
'a"asan Nusantara dan memperkukuh $etahanan Nasional.
199
'ilayah Nusantara yang luas dan berkedudukan di khatulisti-
"a pada posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan
keadaan alamnya yang memiliki berbagai keunggulan komparati(
merupakan modal dasar pembangunan nasional dengan "ilayah
yang bercirikan kepulauan dan kelautan sebagai (aktor dominan-
nya. )leh karena itu, "a"asan penyelenggaraan pembangunan
nasional adalah 'a"asan Nusantara, yang mencakup per"ujudan
$epulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, satu kesatuan
ekonomi, satu kesatuan sosial dan budaya, serta satu kesatuan
pertahanan dan keamanan. *ntuk itu, perhubungan harus diseleng-
garakan secara e(isien sehingga makin memperlancar arus lalu
lintas orang, barang, dan jasa termasuk in(ormasi.
+alam bab ini hanya dibahas pembangunan transportasi,
sedangkan pos dan telekomunikasi dibahas dalam bab tersendiri.
+alam (ungsinya melayani mobilitas orang, barang, dan jasa
baik lokal, regional, nasional maupun internasional, serta
peranannya sebagai pendukung pembangunan sektor lainnya, maka
pembangunan transportasi merupakan bagian yang amat penting
dari pembangunan nasional. ,ransportasi merupakan unsur -ital
dalam kehidupan bangsa dan dalam memupuk kesatuan dan
persatuan bangsa. Pembangunan transportasi sebagai pendukung
pembangunan sektor lainnya dalam me"ujudkan sasaran pem-
bangunan nasional diselenggarakan melalui serangkaian program
pembangunan yang menyeluruh, terarah, dan terpadu, serta ber-
langsung secara terus-menerus.
Penyelenggaraan sistem transportasi nasional mencakup
transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara. .istem
transportasi nasional dikembangkan secara terpadu dan intermoda
untuk me"ujudkan sistem distribusi nasional yang mantap dan
mampu memberikan pelayanan dan man(aat yang sebesar-besarnya
bagi kepentingan masyarakat, serta dapat menjamin peningkatan
kesejahteraan rakyat dan pemerataan hasil pembangunan ke seluruh
"ilayah Nusantara.
200
,ransportasi darat mencakup angkutan jalan raya, angkutan
kereta api, serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.
/ngkutan jalan raya sebagai penghubung antardaerah, antarkota,
dan angkutan di dalam kota, ber(ungsi mendistribusikan barang
dan jasa dari pusat-pusat pertumbuhan dan pusat produksi ke
daerah pemasarannya. .ejalan dengan itu, angkutan kereta api
sebagai penghubung antarkota dan antardaerah ber(ungsi sebagai
moda transportasi masal untuk penumpang, dan barang dalam
jumlah besar. /ngkutan sungai, danau, dan penyeberangan
berperan dalam melengkapi jenis moda angkutan jalan raya dan
kereta api sehingga dapat membentuk jaringan multimoda yang
saling mendukung, di samping untuk menghubungkan daerah terbe-
lakang yang belum terjangkau moda transportasi lain.
,ransportasi laut ber(ungsi untuk melayani mobilitas orang,
barang, dan jasa yang menghubungkan kegiatan ekonomi
antarpulau dan hubungan internasional, sedangkan transportasi
udara ber(ungsi untuk melayani angkutan cepat antarpulau dan
antarnegara untuk orang, barang, dan jasa serta menghubungkan
daerah-daerah terisolasi, daerah terpencil, dan daerah perbatasan
yang belum dihubungkan oleh moda transportasi lainnya.
GBHN 1! mengamanatkan bah"a dalam 0encana
Pembangunan 1ima ,ahun $eenam %0epelita 2I& pembangunan
sistem transportasi diarahkan pada peningkatan peranannya sebagai
urat nadi kehidupan ekonomi, sosial budaya, politik dan pertahanan
keamanan antara lain dengan meningkatkan sarana dan prasarana
transportasi serta menyempurnakan pengaturan yang harus selalu
didasarkan pada kepentingan nasional. Perhatian khusus diberikan
kepada perluasan sistem transportasi ka"asan timur Indonesia,
daerah terbelakang lainnya, ke dan di daerah perdesaan, daerah
dan pulau terpencil serta "ilayah perbatasan dalam rangka
per"ujudan 'a"asan Nusantara. Pembangunan sistem transportasi
darat, laut, dan udara termasuk manajemennya dilaksanakan secara
menyeluruh dan terpadu dengan meman(aatkan penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
341
.elain itu dalam pembangunan transportasi juga harus ada
keseimbangan antara berbagai kepentingan, yaitu keseimbangan,
keserasian, dan keselarasan antara kepentingan pusat dan daerah
serta antardaerah, kepentingan perikehidupan darat, laut, udara,
dan dirgantara serta kepentingan nasional dan internasional.
Pembangunan transportasi dalam P#P II dan 0epelita 2I disu-
sun dan diselenggarakan dengan berlandaskan pada pengarahan
GBHN 1! seperti tersebut di atas.
II. PEMBANGUNAN TRANSPORTASI DALAM PJP I
$ebijaksanaan pembangunan di bidang transportasi dalam
P#P I ditujukan untuk mendukung pembangunan sektor ekonomi
lainnya dalam rangka memperlancar arus distribusi barang dan jasa
agar dapat memberikan pelayanan transportasi yang makin me-
ningkat kepada masyarakat. Pembangunan transportasi mendukung
upaya menciptakan kerangka landasan yang kukuh untuk memper-
siapkan tinggal landas dalam pembangunan tahap berikutnya.
5engingat kondisi geogra(is, luasnya "ilayah tanah air, dan
penyebaran sumber daya manusia dan sumber daya alam yang
tidak merata, kebijaksanaan sektor transportasi telah diarahkan
pula agar mendorong keseimbangan pertumbuhan antar"ilayah
sesuai dengan potensi tiap daerah, serta meningkatkan perannya
dalam mempersatukan "ilayah Nusantara.
Pada a"al P#P I pembangunan di bidang jalan lebih ditekan-
kan pada rehabilitasi dan pemeliharaan jalan guna memulihkan
kelancaran distribusi orang, barang, dan jasa. .eiring dengan ting-
kat laju pertumbuhan ekonomi dan kebijaksanaan untuk mengga-
lakkan ekspor nonmigas dan meningkatkan pertumbuhan industri,
telah dilakukan pemantapan jaringan jalan yang disesuaikan dengan
perkembangan teknologi kendaraan angkutan jalan raya dengan
tekanan gandar 14 ton. +ari kebijaksanaan yang ditempuh dalam
343
P#P I tersebut, prasarana jalan telah ber(ungsi secara meluas
hampir di seluruh pelosok tanah air, termasuk di "ilayah pertum-
buhan, pusat-pusat produksi, dan daerah pemasarannya. Panjang
seluruh jaringan jalan tersebut terdiri atas jalan nasional 16.744
kilometer, jalan propinsi !3.384 kilometer, jalan kabupaten
197.943 kilometer dan jalan perkotaan sepanjang 38.817 kilome-
ter. +ari seluruh jaringan jalan tersebut, yang ber(ungsi sebagai
jalan arteri adalah 14.:34 kilometer, jalan kolektor !.9!4 kilome-
ter dan jalan lokal sepanjang 1:.134 kilometer. $ondisi jaringan
jalan arteri dan jalan kolektor pada akhir 0epelita 2 telah menca-
pai kondisi 78 persen mantap. +emikian pula halnya dengan
kondisi jaringan jalan perdesaan yang telah berkembang makin
baik.
Pembangunan transportasi jalan raya dalam P#P I ditandai oleh
pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor sebagai akibat makin
meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, yang
ditunjang oleh peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana jalan
raya. Pada 0epelita I jumlah kendaraan bermotor yang terda(tar
mencapai 1,9: juta buah. Pada tahun keempat 0epelita 2, jumlah
tersebut meningkat 6,8 kali lipat menjadi 13,! juta buah. +ari
jumlah tersebut, sebanyak 8:3 ribu buah %:,!7 persen& berupa bus,
1,: juta buah %11,!: persen& berupa truk, 1,6 juts buah %1!,8
persen& adalah mobil penumpang dan sepeda motor sebanyak 7,6
juta buah %64,!3 persen&. Pesatnya pertumbuhan kendaraan bermo-
tor diikuti dengan pengembangan sistem pengaturan dan per-
undang-undangan, yang mengatur angkutan jalan, pemeriksaan
kendaraan bermotor, prasarana dan lalu lintas jalan, serta
mengenai kendaraan dan pengemudi.
+i bidang angkutan kereta api, jumlah pengguna jasa selama
P#P I meningkat dengan pesat. Pada 0epelita I jumlah penumpang
kereta api adalah 3 juta orang dan pada tahun keempat 0epelita 2
telah meningkat menjadi 9 juta orang, atau per tahun rata-rata
mengalami peningkatan sebesar 8,8 persen. 2olume angkutan
barang juga meningkat dari 8 juta ton pada 0epelita I menjadi 18
34!
juta ton pada tahun keempat 0epelita 2, atau meningkat rata-rata
dalam P#P I sebesar 6,6 persen per tahun. #aringan jalan kereta api
yang beroperasi di #a"a dan .umatera saat ini adalah 8.481
kilometer, yang terdiri dari lintas raya sepanjang :.:8: kilometer
dan lintas cabang 86 kilometer. +ari jumlah tersebut, 3.6!9
kilometer di antaranya berada pada kondisi mantap dan dapat
dilalui dengan kecepatan di atas 64 kilometer per jam pada tekanan
gandar 1! ton, serta didukung oleh (asilitas keselamatan dan
pengatur lalu lintasnya. +i samping itu, dibangun pula jalur kereta
api ganda di "ilayah #abotabek sepanjang 9 kilometer yang
ditunjang oleh elektri(ikasi jalur $/ sepanjang 184 kilometer untuk
pengoperasian $ereta 0el 1istrik %$01&. $husus di bidang
angkutan barang, dalam P#P I telah dibangun terminal peti kemas
di 8 lokasi di #a"a dan .umatera. Perkembangan ini diikuti dengan
dukungan sarana kereta api sebanyak 33 buah kereta penumpang,
7.49 buah gerbong barang, dan !9: buah lokomoti( dengan (aktor
muat mencapai sebesar 143,3 persen untuk kereta penumpang dan
96 persen untuk angkutan barang.
Perkembangan transportasi penyeberangan terlihat dengan
makin banyaknya jumlah lintasan penyeberangan, terutama di
ka"asan timur Indonesia. Pertumbuhan itu diikuti pula dengan
meningkatnya peran s"asta dalam pelayanan angkutan penye-
berangan pada lintas komersial, terutama yang menghubungkan
.umatera-#a"a-Bali-1ombok-.umba"a-;lores dan #a"a-5adura
dengan dukungan tersedianya (asilitas dermaga yang memadai.
Pada tahun terakhir 0epelita I, jumlah penumpang yang diangkut
mencapai 11 juta orang, sedangkan pada tahun keempat 0epelita 2
jumlahnya meningkat menjadi sebanyak 89 juta orang. /ngkutan
barang meningkat dari 3 juta ton pada 0epelita I menjadi 1 juta
ton pada tahun keempat 0epelita 2. $endaraan yang diangkut,
jumlahnya meningkat dari 4, juta kendaraan pada tahun terakhir
0epelita I menjadi 8 juta kendaraan pada tahun keempat 0epelita
2. ,ransportasi sungai dan danau berperan penting dalam
pelayanan transportasi di beberapa daerah, seperti .umatera,
$alimantan, dan Irian #aya. +alam kaitan itu, telah dilakukan
pembangunan 87 dermaga sungai dan 3 dermaga danau.
204
+alam rangka menggalakkan ekspor nonmigas dan
meningkatkan e(isiensi penyelenggaraan angkutan laut, sejak a"al
0epelita I2 telah diterapkan kebijaksanaan deregulasi melalui
Inpres Nomor 8 ,ahun 17: tentang Penyederhanaan Peri<inan di
Bidang ,ransportasi 1aut, serta Peraturan Pemerintah Nomor 16
,ahun 177 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan /ngkutan
1aut. Hasilnya adalah terjadinya keseimbangan antara permintaan
dan penyediaan jasa transportasi laut serta adanya tari( negosiasi
yang saling menguntungkan sehingga mendukung pembangunan di
sektor industri dan kegiatan perdagangan.
Pembangunan transportasi laut telah meningkatkan jumlah
kapal yang beroperasi untuk melayani angkutan laut dalam dan luar
negeri. *ntuk angkutan laut dalam negeri yang terdiri atas pelayar -
an Nusantara dan pelayaran lokal pada akhir 0epelita I dioperasi -
kan 1.3:6 kapal. Pada akhir 0epelita 2 jumlahnya meningkat
menjadi 1.:9! kapal. /rmada pelayaran rakyat yang beroperasi
meningkat dari :61 kapal pada akhir 0epelita I menjadi !.6:
kapal pada akhir 0epelita 2 dan muatan yang diangkut adalah
sebesar !,: juta ton. *ntuk pelayaran khusus dalam negeri pada
akhir 0epelita I dioperasikan 78 kapal, sedangkan pada akhir
0epelita 2 jumlah kapal yang beroperasi meningkat menjadi !.978
kapal yang mengangkut 168,9 juta ton barang. /rmada pelayaran
perintis telah mengoperasikan kapal pada akhir 0epelita I. Pada
akhir 0epelita 2 jumlahnya meningkat menjadi 39 kapal yang
melayari 37 trayek dan menyinggahi 1! pelabuhan. +i bidang
angkutan penumpang, pada akhir 0epelita I2 jumlah kapal yang
dioperasikan 6 kapal. Pada akhir 0epelita 2 jumlahnya meningkat
menjadi 1! kapal dengan jumlah penumpang yang diangkut menca -
pai 3,8 juta orang. *ntuk angkutan laut luar negeri pada akhir
0epelita 2, kapal yang beroperasi sebanyak 36 kapal. +i bidang
keselamatan pelayaran, sudah dimiliki 1.31: unit jumlah sarana
bantu na-igasi. +i bidang telekomunikasi pelayaran, telah di -
bangun sejumlah stasiun radio pantai yang tersebar di 31: lokasi.
348
+i bidang operasional pelabuhan, telah dikeluarkan Inpres
Nomor : ,ahun 178 dan Inpres Nomor ! ,ahun 11 yang bertu-
juan untuk memperlancar bongkar muat barang di pelabuhan, serta
pembentukan perum pelabuhan sebagai. pengelola, yang akhirnya
menjadi P, Persero Pelabuhan. *ntuk melayani angkutan peti
kemas telah dibangun tiga pelabuhan yang memiliki (asilitas khusus
bongkar muat peti kemas, yaitu Bela"an, ,anjung Priok, dan
,anjung Perak. .ementara itu, dalam mendorong ekspor nonmigas
telah dibuka 136 pelabuhan untuk perdagangan luar negeri yang
tersebar di seluruh Indonesia.
+i bidang transportasi udara, jumlah penumpang yang diang-
kut pada penerbangan dalam negeri pada akhir 0epelita I sebanyak
1,98 juta orang. Pada akhir 0epelita 2 jumlahnya meningkat
menjadi 7,38 juta orang. #umlah barang yang diangkut juga
meningkat dari 1!,7 ribu ton pada akhir 0epelita I menjadi 14!,7
ribu ton pada akhir 0epelita 2. *ntuk penerbangan luar negeri
jumlah penumpang meningkat dari 6 ribu orang pada akhir 0epe-
lita I menjadi 3,8 juta orang pada akhir 0epelita 2. #umlah barang
yang diangkut juga meningkat dari ! ribu ton pada akhir 0epelita I
menjadi 71 ribu ton pada akhir 0epelita 2. .ejalan dengan pening-
katan penumpang dan barang, (aktor muatan pada penerbangan
dalam negeri telah mencapai 8: persen dan pada penerbangan luar
negeri :6 persen pada akhir 0epelita 2.
/ngkutan udara perintis mulai dilaksanakan pada tahun 16:.
.ejak a"al dimulainya pengoperasian angkutan udara perintis,
terus terjadi penurunan penumpang yang diangkut rata-rata sebesar
4,! persen setiap tahunnya. +emikian pula jumlah bandar udara
yang disinggahi penerbangan perintis menurun, jika pada tahun
17! masih berjumlah 84 lokasi, pada tahun keempat 0epelita 2
telah turun menjadi !6 lokasi. Penurunan itu, baik dalam jumlah
penumpang maupun jumlah bandar udara yang disinggahi, menun-
jukkan telah tersedianya moda transportasi lain yang lebih menarik
bagi masyarakat dan makin bertambahnya jumlah rute penerbangan
komersial.
206
#aringan pelayanan penerbangan telah mencakup 3:4 rute
yang menjangkau seluruh propinsi dan beberapa ka"asan dunia.
)perasi penerbangan tersebut didukung oleh 7:: buah pesa"at
udara besar dan kecil, termasuk 311 buah helikopter, dioperasikan
oleh 3 badan usaha milik negara dan !8 perusahaan penerbangan
s"asta, serta 94 perusahaan penerbangan umum. +ari seluruh
pesa"at yang beroperasi, 19 buah di antaranya dipergunakan pada
penerbangan perintis. ,ransportasi udara juga berperan dalam
mengangkut jemaah haji. #umlah jemaah haji yang diangkut pada
akhir 0epelita II mencapai 9:.:1: orang dan pada tahun keempat
0epelita 2 mencapai 13:.7 orang. #umlah bandar udara yang
ber(ungsi sebagai pintu masuk bagi penerbangan internasional telah
meningkat, pada tahun keempat 0epelita 2 telah berjumlah 1
bandar udara. Peningkatan kegiatan transportasi di berbagai moda
itu menunjukkan kegiatan perekonomian yang makin berkembang
serta makin terhubungkannya seluruh "ilayah Nusantara sehingga
makin ter"ujud 'a"asan Nusantara dan makin kukuh $etahanan
Nasional.
#asa meteorologi dan geo(isika yang amat penting, meliputi
penyediaan in(ormasi meteorologi, klimatologi, dan geo(isika, di
samping telah dapat meningkatkan keselamatan penerbangan,
keselamatan pelayaran dan keselamatan kehidupan masyarakat,
juga telah dapat diman(aatkan bagi kegiatan di bidang pertanian.
=akupan, jangkauan, dan rute pelayanan jasa meteorologi, klima-
tologi, dan geo(isika telah meningkat. 1iputan pelayanan jasa dan
in(ormasi meteorologi untuk bidang pelayaran pada 0epelita 2
mencapai 6 dari !9 "ilayah pelayaran yang harus dicakup atau
sebesar 1 persen liputan pelayanan. *ntuk bidang penerbangan
liputannya mencapai 8: persen dari kebutuhan 1:9 bandar udara
yang harus dilayani, bidang pertanian mencapai 8 persen dari 36
propinsi, geo(isika mencapai 69 persen dari !6 "ilayah ra"an
gempa, dan lingkungan hidup mencapai 81 persen dari 86 "ilayah
pengamatan pencemaran.
207
Pada tahun terakhir 0epelita 2 telah tersedia 8 balai "ilayah,
11: stasiun meteorologi, 16 stasiun klimatologi, 37 stasiun
geo(isika, !.76 pos pengamatan kerja sama mengenai hujan, iklim
penguapan, dan 5eteorologi Pertanian $husus %5P$&, !: unit
pengamatan komposisi atmos(er dan ! unit pengamatan petir.
.elain itu, telah tersedia 6 unit radar cuaca, 1 unit Radio Sonde
dan Radar Wind, 6 unit kalibrasi, 6 unit Automatic Picture Trans-
mission (APT), dan 1 unit Automatic Message Switching Centre
%/5.=&. $emampuan pencarian dan penyelamatan (search and
rescue) yang merupakan pelayanan masyarakat yang terkena
musibah, bencana alam, dan bencana lainnya telah meningkat pula.
5enjelang akhir 0epelita 2 telah berhasil ditetapkan peratur -
an-perundangan yang mengatur pembangunan transportasi, yakni
*ndang-undang Nomor 1! ,ahun 174 tentang #alan, *ndang-
undang Nomor 1! ,ahun 13 tentang Perkeretaapian, *ndang-
undang Nomor 1: ,ahun 13 tentang 1alu 1intas dan /ngkutan
#alan, *ndang-undang Nomor 18 ,ahun 13 tentang Penerbang-
an, dan *ndang-undang Nomor 31 ,ahun 13 tentang Pelayaran.
III. TANTANGAN, KENDALA, DAN PELUANG
PEMBANGUNAN
Pembangunan transportasi pada P#P I telah dapat meningkat-
kan ketersediaan prasarana dan sarana serta (asilitas transportasi,
di samping peningkatan kualitas pelayanan masyarakat dalam
upaya memenuhi kebutuhan transportasi. Pertumbuhan transportasi
baik transportasi darat, laut, maupun udara cukup besar selama
P#P I. +emikian pula, penyediaan prasarana jalan dan (asilitas
lainnya. +alam P#P II nanti diperkirakan kebutuhan transportasi
akan semakin besar. *ntuk dapat memenuhi kebutuhan transportasi
secara lebih baik, maka perlu dikenali adanya berbagai tantangan,
kendala, dan peluang yang akan dihadapi.
347
1. Ta!a"a
+alam memasuki P#P II masih banyak "ilayah di $epulauan
Nusantara yang belum terlayani oleh jasa transportasi, khususnya
"ilayah pedalaman, ka"asan perbatasan, serta sebagian besar
ka"asan timur Indonesia. Permasalahan yang dihadapi tidak hanya
penyediaan sarana dan prasarana transportasi, tetapi juga kemudah-
an pergantian antarmoda transportasi. 5engingat si(at geogra(i
negara Indonesia, pemenuhan kebutuhan jasa transportasi nasional
tidak dapat hanya bertumpu pada salah satu moda transportasi saja,
tetapi harus merupakan integrasi dari berbagai moda transportasi
sehingga pelayanan jasa transportasi dapat e(isien dan memenuhi
kebutuhan masyarakat dan keperluan pembangunan. +engan
demikian, tantangan pembangunan transportasi adalah bagaimana
menciptakan sistem transportasi yang andal, berkemampuan tinggi,
e(isien, dan mampu menghubungkan $epulauan Nusantara sebagai
satu kesatuan "ilayah Nusantara sehingga mendukung terbentuk-
nya kemampuan daya saing yang tinggi dalam segala aspek pada
tingkat internasional.
*paya untuk melayani jasa transportasi di "ilayah pedalaman
dan ka"asan terpencil telah dilakukan melalui pengembangan
sistem transportasi perintis, baik transportasi darat, laut maupun
udara. Pembangunan prasarana jalan di seluruh pelosok tanah air
telah memperlancar roda perekonomian dan membuka "ilayah
yang terisolasi dan terbelakang. Pembangunan jalan telah menghu-
bungkan daerah produksi dengan daerah pemasarannya. Namun,
banyak daerah yang masih terisolasi, terutama di ka"asan timur
Indonesia. .elain itu, jaringan jalan belum sepenuhnya menjangkau
daerah terbelakang di tingkat kabupaten dan desa. /ngkutan
sungai, danau, dan penyeberangan berperan penting sebagai
pengganti dan penunjang angkutan jalan raya, bahkan bagi banyak
masyarakat Indonesia menggunakan angkutan tradisional telah
membudaya dan besar peranannya dalam melayani kebutuhan
angkutan di daerah kepulauan dan daerah terpencil. /ngkutan
sungai, danau, dan penyeberangan perlu ditingkatkan sehingga
34
dapat diperluas jangkauan pelayanannya, terutama dalam menem-
bus keterisolasian dan mengatasi masalah kemiskinan di "ilayah
yang tertinggal. )leh karena itu, dalam P#P II merupakan tantang-
an pula bagaimana meningkatkan jaringan transportasi darat yang
meliputi angkutan sungai, danau, dan penyeberangan mampu
menjangkau seluruh daerah terpencil dan daerah pedalaman, ter -
utama di ka"asan timur Indonesia.
+alam kaitan pengembangan sistem transportasi darat,
pertumbuhan penduduk, dan kecenderungan bermukimnya pen-
duduk di "ilayah perkotaan menuntut penyediaan sarana dan
prasarana transportasi yang andal dan dapat melayani kebutuhan
mobilitas penduduk perkotaan. Pertumbuhan perkotaan yang cepat
belum dapat diimbangi oleh sistem transportasi yang ada. ,rans-
portasi perkotaan ditandai oleh kemacetan dan polusi yang tinggi.
)leh karena itu, dalam pembangunan transportasi merupakan
tantangan pula untuk menciptakan sistem transportasi perkotaan
yang andal, aman, nyaman, terjangkau oleh masyarakat banyak,
dan mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar serta
berpolusi rendah.
/ngkutan kereta api merupakan sarana transportasi yang tepat
untuk melayani kebutuhan masyarakat, terutama yang berpengha-
silan rendah serta kebutuhan pengangkutan barang dalam jumlah
besar secara cepat, aman, dan e(isien. /ngkutan kereta api diban-
ding dengan moda angkutan yang lain memiliki keuntungan, yaitu
tari(nya bersaing dan daya angkutnya yang besar. Pada kenya-
taannya tingkat pelayanan jasa angkutan kereta api masih rendah
dibandingkan dengan moda angkutan lainnya. Hal ini disebabkan
oleh prasarana dan sarana kereta api yang belum memadai untuk
melayani permintaan jasa angkutan kereta api, selain juga mutu
pelayanannya yang masih belum memuaskan pengguna j asa.
+engan demikian, menjadi tantangan pula meningkatkan pelayanan
angkutan kereta api agar mampu melayani kebutuhan masyarakat
serta mendorong gerak perekonomian secara e(ekti( dan e(isien.
314
Indonesia merupakan negara maritim sehingga transportasi
laut mempunyai peranan yang penting dalam menghubungkan
$epulauan Nusantara dan menggerakkan perekonomian. Penyeleng-
garaan transportasi laut dikembangkan untuk mendukung ekspor
nonmigas dan kelancaran perdagangan sehingga de"asa ini penye -
diaan kapasitas angkutan barang antarpulau dan ekspor-impor
sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar. $ebijaksanaan itu terus
berhasil mendukung peningkatan ekspor nonmigas, tetapi sebagai
akibatnya peranan armada nasional, baik angkutan dalam negeri
maupun luar negeri menurun, karena tersaingi kapal-kapal asing.
+alam jangka panjang, sebagai negara bahari, Indonesia memerlu-
kan armada nasionalnya sendiri dan tidak hanya bergantung kepada
armada asing. )leh karena itu, tantangan di masa mendatang,
terutama dalam menghadapi globalisasi ekonomi dan kecen-
derungan regionalisasi blok-blok perdagangan internasional, adalah
bagaimana armada nasional dapat tumbuh berkembang menjadi
armada yang tangguh, mandiri, dan mampu bersaing secara inter -
nasional.
,ransportasi. udara didukung oleh adanya bandar udara serta
(asilitas keselamatan penerbangan. 5eskipun telah banyak kemaju-
an, akhirnya (asilitas tersebut secara umum masih belum memadai
dan tidak seluruhnya memenuhi standar persyaratan keselamatan
penerbangan. .elain itu, jumlah pesa"at udara juga terbatas dan
banyak yang sudah tua sehingga membutuhkan biaya pemeliharaan
dan operasional yang cukup tinggi. >(isiensi pelayanan transportasi
udara juga masih rendah seperti tampak pada (aktor muatannya.
)leh karena itu, tantangan yang dihadapi sektor transportasi udara
adalah bagaimana menyelenggarakan transportasi udara yang dapat
diandalkan dalam memenuhi kebutuhan jasa transportasi udara
dalam negeri dan luar negeri secara bersaing sehingga mampu
meman(aatkan terbukanya pasar dunia, meningkatnya perekonomi -
an Indonesia, ka"asan /sia ,enggara dan /sia Pasi(ik, serta
perkembangan ekonomi dunia pada umumnya.
211
#umlah penduduk Indonesia yang berada di ba"ah garis
kemiskinan saat ini mencapai 36 juta ji"a dan tersebar di 36 pro-
pinsi. .udah menjadi konsensus nasional bah"a kemiskinan harus
segera diatasi. $emiskinan terjadi antara lain karena tingkat pen-
didikan dan tingkat kesehatan yang rendah serta kekurangmampuan
penduduk miskin untuk meningkatkan usahanya. .alah satu penye-
bab keadaan di atas adalah rendahnya tingkat pelayanan transportasi.
+engan demikian, tantangan berikutnya adalah bagaimana agar
pembangunan transportasi berperan dalam upaya mengentaskan
masyarakat dari kemiskinan melalui pembangunan sarana dan
prasarana transportasi, khususnya yang dapat dijangkau oleh
penduduk miskin.
Pembangunan transportasi memerlukan dukungan yang kuat
dari industri transportasi, baik yang diusahakan oleh Pemerintah
%B*5N& maupun s"asta. Namun, industri transportasi nasional
yang ada belum berdiri di atas landasan yang kukuh dan masih
sangat bergantung pada masukan sumber daya dari luar negeri,
baik itu berupa modal, teknologi, bahan baku maupun suku ca-
dang. +i samping itu, pengembangan industri transportasi juga
kurang mendapat dukungan dari dunia perbankan, terutama dalam
membantu pendanaan in-estasi industri transportasi. )leh sebab
itu, menjadi tantangan dalam pembangunan transportasi bagaimana
agar industri transportasi nasional dapat tumbuh dan berkembang
secara e(isien dan berdaya saing tinggi.
2. K#$a%a
Pembangunan transportasi dalam 0epelita 2I dalam menja"ab
berbagai tantangan seperti diuraikan di atas harus memper-
hitungkan beberapa kendala.
'ilayah yang luas dan terdiri atas kepulauan menyebabkan
pengembangan transportasi merupakan pekerjaan yang tidak
mudah. Pembangunan transportasi yang merata ke seluruh penjuru
tanah air membutuhkan jaringan prasarana dan sarana yang
313
penyediaannya memerlukan in-estasi yang besar. $emampuan
Pemerintah sangat terbatas
,
untuk menyediakan dana in-estasi bagi
pembangunan jaringan transportasi yang menjangkau seluruh
"ilayah tanah air dalam suatu sistem transportasi yang andal, e(i -
si en, dan terjangkau oleh rakyat banyak. +i pihak lain
keikutsertaan s"asta dalam pembangunan prasarana transportasi
juga belum berkembang.
$endala itu juga mempengaruhi mutu pelayanan transportasi
yang banyak dikeluhkan. Hal itu juga disebabkan oleh belum
memadainya kualitas sumber daya manusia yang menyelenggara-
kan kegiatan transportasi serta masih terbatasnya penerapan tek-
nologi yang memungkinkan penyelenggaraan transportasi yang
e(isien.
$endala dana in-estasi, serta sumber daya manusia, dan tek-
nologi juga menghambat pertumbuhan industri transportasi dalam
negeri yang e(isien dan berdaya saing.
+ari segi kelembagaan juga masih ada kendala yang
menghambat berkembangnya sistem transportasi yang terpadu
antarmoda serta yang menyebabkan belum optimal dan e(isiennya
penyelenggaraan transportasi nasional.
&. P#%'a"
.elain berbagai kendala ada pula peluang yang dapat
dikembangkan untuk mendukung pembangunan transportasi di
masa depan.
Hasil pembangunan dalam P#P I merupakan landasan yang
kuat dan menjadi modal bagi pembangunan transportasi pada tahap
selanjutnya. $esejahteraan masyarakat dan kegiatan ekonomi yang
meningkat akan mendorong pertumbuhan sektor transportasi.
31!
+unia usaha telah berkembang pesat dan telah menjadi pendu-
kung pertumbuhan ekonomi. $emampuan usaha nasional yang
makin besar akan mendorong keikutsertaan usaha s"asta yang
makin besar dalam pengembangan transportasi, bukan hanya dalam
pengusahaan transportasi, melainkan juga dalam pembangunan
prasarana, seperti jalan raya, kereta api, pelabuhan laut, dan
bandar udara. Hal itu akan didukung pula oleh kualitas sumber
daya manusia yang terus meningkat dengan meningkatnya derajat
pendidikan serta ketersediaan teknologi yang dapat meningkatkan
keekonomisan in-estasi di bidang transportasi.
I(. ARAHAN, SASARAN, DAN KEBIJAKSANAAN
PEMBANGUNAN
1. A)a*a GBHN 199&
Pembangunan transportasi yang berperan sebagai urat nadi
kehidupan ekonomi, sosial budaya, politik, dan pertahanan keaman-
an diarahkan pada ter"ujudnya sistem transportasi nasional yang
andal, berkemampuan tinggi dan diselenggarakan secara terpadu,
tertib, lancar, aman, nyaman, dan e(isien dalam menunjang dan
sekaligus menggerakkan dinamika pembangunan, mendukung
mobilitas manusia, barang dan jasa, mendukung pola distribusi
nasional, serta mendukung pengembangan "ilayah dan peningkatan
hubungan internasional yang lebih memantapkan perkembangan
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam rangka
per"ujudan 'a"asan Nusantara.
.istem transportasi nasional ditata dan terus disempurnakan
dengan didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia
sehingga ter"ujud baik keandalan untuk pelayanan maupun keter-
paduan antar- dan intramoda transportasi, serta disesuaikan dengan
perkembangan ekonomi, tingkat kemajuan teknologi, kebijaksa-
naan tata ruang, pelestarian (ungsi lingkungan hidup, dan kebijak-
sanaan energi nasional agar selalu dapat memenuhi kebutuhan
214
pembangunan, tuntutan masyarakat serta kebutuhan perdagangan
nasional dan internasional dengan memperhatikan keandalan
maupun kelaikan sarana transportasi. Peran serta pihak s"asta dan
koperasi dalam penyelenggaraan transportasi perlu didorong dan
digalakkan melalui penciptaan iklim yang menumbuhkan kompetisi
yang sehat dan saling menghidupi, termasuk dalam penyediaan
transportasi perintis serta pengembangan jalur transportasi yang
strategis. Peran serta s"asta dan badan usaha milik negara dalam
sistem transportasi internasional baik laut maupun udara harus
terus didorong sehingga mampu memperoleh pangsa pasar yang
"ajar dalam transportasi penumpang dan barang dari dan ke luar
negeri. #asa transportasi yang sangat penting bagi negara dan
menguasai hajat hidup orang banyak harus diselenggarakan berda-
sarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada sesuai
dengan kondisi dan kemampuan masyarakat serta mengabdi pada
kepentingan nasional.
,ransportasi ke dan di perdesaan, daerah dan pulau terpencil,
daerah transmigrasi, daerah terbelakang, dan daerah perbatasan,
terutama di ka"asan timur Indonesia, perlu terus dibangun,
dikembangkan, dilembagakan, dan ditangani secara khusus dalam
rangka menunjang pengembangan "ilayah dan agar peningkatan
serta pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya dapat dirasakan
masyarakat secara lebih meluas. +i "ilayah perkotaan dikembang-
kan transportasi masal yang tertib, lancar, aman, nyaman, dan
e(isien agar memberikan daya tarik bagi pemakai jasa transportasi
serta agar kemacetan dan gangguan lalu lintas dapat dihindarkan
dan kualitas lingkungan hidup dapat dipertahankan.
Pembangunan transportasi darat diarahkan pada pengem-
bangan secara terpadu transportasi jalan raya, kereta api, sungai,
danau, dan penyeberangan di seluruh "ilayah tanah air sehingga
tercipta transportasi darat yang tertib, lancar, aman, nyaman, dan
e(isien melalui pembangunan sarana dan prasarana, peningkatan
manajemen dan pelayanan, termasuk pembinaan disiplin pemakai
jalan, serta kejelasan in(ormasi lalu lintas agar mampu memacu
pembangunan di semua sektor dan di daerah.
21+
Pembangunan jalan perlu terus ditumbuhkembangkan dan
diserasikan dengan perkembangan transportasi jalan raya, terutama
keserasian antara beban dan kepadatan lalu lintas kendaraan dengan
kemampuan daya dukung jalan, jaringan jalan di pusat pertum-
buhan, pusat produksi dan yang menghubungkan pusat produksi
dengan daerah pemasaran. Pembangunan jalan yang membuka
daerah terpencil dan mendukung pengembangan permukiman
termasuk permukiman transmigrasi terus ditingkatkan. Pembangun-
an jalan tol bebas hambatan yang mendukung sistem transportasi
cepat dikembangkan bersama-sama antara pemerintah dan s"asta
dengan tetap memperhatikan adanya jalan alternati( yang memadai.
,ransportasi penumpang dan barang dalam kota, antarkota dan
antardaerah dibina dan dikembangkan agar mampu berperan dalam
meningkatkan kelancaran arus penumpang dan barang, selaras
dengan dinamika pembangunan. $eamanan, ketertiban, dan kese-
lamatan transportasi jalan raya, sehubungan dengan kecanggihan
peralatan yang cenderung semakin meningkatkan kecepatan ken-
daraan, perlu mendapatkan perhatian khusus.
Pembangunan perkeretaapian yang memiliki potensi dan
peluang besar dalam sistem transportasi masal dan mengangkut
muatan yang berat dalam jumlah yang besar terus ditingkatkan
secara optimal dan dimodernisasikan dengan meman(aatkan tek-
nologi yang lebih canggih, dengan jalur jalan kereta api yang tepat
dengan kemungkinan perluasannya terutama jalur ganda pada lintas-
an padat. Penyempurnaan manajemen dan mutu pelayanan makin
ditingkatkan agar kereta api dapat diandalkan sebagai transportasi
masal yang ekonomis dan aman.
Pembangunan transportasi sungai, danau, dan penyeberangan
dilanjutkan dan ditingkatkan baik sebagai transportasi yang berdiri
sendiri maupun sebagai transportasi yang merupakan bagian dari
jenis transportasi lain sehingga peranannya dalam menunjang
pembangunan di berbagai sektor dan daerah termasuk daerah
permukiman di pedalaman dan daerah terpencil dapat diandalkan.
216
Perhatian khusus perlu diberikan pada upaya pemeliharaan sarana
dan prasarana jalur pelayaran sungai, kualitas lingkungan alur
transportasi, dan pemeliharaan sumber daya alam dan lingkungan
hidup.
,ransportasi laut sebagai bagian dari sistem transportasi
nasional perlu dikembangkan dalam rangka me"ujudkan 'a"asan
Nusantara yang mempersatukan seluruh "ilayah Indonesia, terma-
suk lautan nusantara sebagai satu kesatuan "ilayah nasional.
Pengembangan transportasi laut harus mampu menggerakkan
pembangunan nasional dan pembangunan daerah, khususnya di
ka"asan timur Indonesia, dengan mengutamakan keteraturan
kunjungan kapal yang dapat menggairahkan tumbuhnya perda-
gangan dan kegiatan pembangunan umumnya. 1aut Nusantara
sebagai lahan usaha kelautan mengharuskan pengutamaan
pelayaran nusantara nasional yang mampu menjamin tersedianya
pelayanan transportasi laut yang layak dan aman sekaligus
menciptakan lapangan kerja.
Pembangunan pelayaran nasional terus ditingkatkan dan diper-
luas, termasuk penyempurnaan manajemen dan dukungan (asilitas
pelabuhan, sehingga transportasi laut makin mampu berperan
mendukung pembangunan nasional dan dalam menyatukan seluruh
"ilayah tanah air. /rmada transportasi laut nasional terus ditum-
buhkembangkan dengan dukungan (asilitas pembangunan, pemeli-
haraan, dan perbaikan kapal yang andal, didukung oleh teknologi
yang sesuai agar mampu bersaing dengan pelayaran internasional.
Pelayaran dalam negeri dilaksanakan dengan mengutamakan
penggunaan kapal berbendera Indonesia. Pelayaran rakyat dan
pelayaran perintis dibina dan dikembangkan agar lebih mampu ikut
memberikan jasa transportasi laut antarpulau terutama daerah dan
pulau terpencil. $emampuan pelayaran samudera nasional terus
ditingkatkan dengan dukungan yang serasi dengan pembangunan
galangan kapal nasional yang e(isien, serta dilengkapi dengan
sarana dan prasarana agar mampu memenuhi kebutuhan transporta-
si barang baik ekspor maupun impor.
316
Pembangunan transportasi udara termasuk sarana dan prasara-
nanya terus ditingkatkan agar lebih dapat diandalkan dalam
memenuhi kebutuhan jasa transportasi udara dalam negeri yang
mampu beroperasi secara optimal menjangkau seluruh "ilayah
nasional dan kebutuhan penerbangan luar negeri yang kompetiti(,
serta didukung oleh industri pesa"at terbang, (asilitas pemeli-
haraan dan perbaikan pesa"at terbang beserta komponennya yang
andal dan e(isien. ,ransportasi udara perintis ditingkatkan dan
dikembangkan untuk dapat menjangkau semua daerah dan pulau
terpencil terutama yang belum dapat dijangkau dengan jaringan
transportasi darat dan laut, didukung peningkatan peran akti(
pemerintah daerah dan usaha s"asta setempat. 5utu pelayanan
transportasi udara terus dikembangkan terutama melalui peningkatan
kualitas sumber daya manusia dan manajemen usaha termasuk
bidang pemasaran. #angkauan, pola jaringan, armada pesa"at
terbang, mutu pelayanan, dan daya saing penerbangan nasional
rute luar negeri makin ditingkatkan agar dapat memperbesar
pangsa pasar, dan arus "isata serta makin mampu berperan untuk
memenuhi keperluan jasa transportasi penumpang dan barang
dalam lalu lintas internasional.
#asa meteorologi dan geo(isika terus dikembangkan untuk
menunjang berbagai sektor pembangunan, khususnya penyediaan
in(ormasi cuaca yang diperlukan demi ter"ujudnya kelancaran dan
keselamatan penyelenggaraan transportasi laut dan udara. $ebutuh-
an in(ormasi cuaca dan geo(isika yang terpercaya perlu didukung
oleh organisasi, kualitas sumber daya manusia, manajemen, dan
peralatan yang canggih.
Pencarian dan penyelamatan manusia sebagai akibat dari
musibah, bencana alam, dan bencana lainnya merupakan tugas
nasional, dan harus dilaksanakan secara terkoordinasi oleh berba-
gai pihak yang perlu terus dimantapkan melalui peningkatan
kemampuan organisasi, kualitas sumber daya manusia, manaje-
men, serta sarana dan prasarananya agar mampu menyelenggara-
kan bantuan penyelamatan dengan cepat dan tepat.
21,
3. Sa-a)a
a. Sa-a)a PJP II
.asaran pembangunan transportasi dalam P#P II adalah
mendukung terciptanya perekonomian yang mandiri dan andal
melalui penyelenggaraan sistem transportasi nasional yang e(isien.
+alam kaitan itu, pada akhir P#P II keterpaduan antarmoda
transportasi dapat ter"ujud. +alam P#P II dapat dicapai tingkat
kemandirian yang mantap di bidang transportasi melalui dukungan
penggunaan hasil industri transportasi dalam negeri yang andal,
penguasaan pengetahuan dan teknologi, peningkatan pelayanan,
dan peningkatan manajemen pengoperasian. +alam hal transportasi
laut, moda transportasi laut sudah makin berkembang dan menjadi
moda transportasi utama dalam melayani distribusi orang, barang,
dan jasa.
.asaran pembangunan di bidang transportasi dalam P#P II
dapat dilihat dalam ,abel 3:-1.
.. Sa-a)a R#/#%0!a (I
.asaran pembangunan transportasi dalam 0epelita 2I adalah
meningkatnya peranan sistem transportasi nasional dalam
memenuhi kebutuhan mobilitas manusia, barang, dan jasa?
ter"ujudnya sistem transportasi nasional yang makin e(isien yang
didukung oleh kemampuan penguasaan teknologi dan sumber daya
manusia yang berkualitas? meningkatnya peran serta masyarakat
dalam usaha transportasi? meluasnya jaringan transportasi yang
menjangkau daerah terpencil dan terisolasi, terutama di ka"asan
timur Indonesia? tersedianya pelayanan transportasi yang andal
untuk mendukung industri, pertanian, perdagangan, dan pari"isa-
ta? serta makin mantapnya peraturan perundang-undangan yang
terkait dalam penyelenggaraan transportasi.
31
TABEL 24-1
SASARAN PEMBANGUNAN TRANSPORTASI
DALAM PJP II
Akhir PJP II
Janis Sasaran Satuan Ree!ita " #$
Akhir
Ree!ita "I
Akhir
Ree!ita "II
Akhir
Ree!ita "III
Akhir
Ree!ita I%
Akhir
Ree!ita %
1& Pan'an( 'a!an arteri) k*!ekt*r) +an !*ka! k, 244)1-.&. 2//).0.&. 0.4)21.&. 01/)24.&. 442)/1.&. 202)...&.
2& Pan'an( 'a!an kereta ai k, 1).11&. 1)4.1&. 1)31/&. /)-./&. -)0/.&. -)//.&.
0& An(kutan !aut +a!a, ne(eri 'uta t*n 10/&1 1/-&. 221&. 002&4 1.1&/ 778.0
4& An(kutan !aut eks*r-i,*r Juta t*n 1-2&1 21.&0 2/0&1 03/&3 1-1&1 //0&0
1& Penu,an( u+ara +a!a, ne(eri Juta *ran( / 2 122 1-&1 21&1 02&. 11&3
2& Penu,an( u+ara !uar ne(eri Juta *ran( 2&1 3&/ 10&/ 13&/ 2/&4 4.&/
4atatan 5#$ An(ka erkiraan rea!isasi 6kea+aan a+a akhir Ree!ita "$
3
3
4
.ektor transportasi dapat ditumbuhkembangkan rata-rata
sebesar 6,4 persen per tahun selama 0epelita 2I. +alam upaya
perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, sektor trans-
portasi juga dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari
sekitar !,1: juta orang pada tahun 1! menjadi sebesar !,7 juta
orang pada akhir 0epelita 2I. Hal ini berarti bah"a sektor trans-
portasi mampu memberikan tambahan kesempatan kerja kepada
4,68 juta orang selama 0epelita 2I. Penyerapan tenaga kerja,
terutama terjadi dari semakin tumbuh dan berkembangnya usaha
antarmoda transportasi, termasuk transportasi perintis dalam
bentuk koperasi pada pelayaran rakyat.
.asaran pembangunan prasarana jalan pada akhir 0epelita 2I
adalah terlaksananya rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan
jembatan, peningkatan jalan dan penggantian jembatan, serta
pembangunan jalan dan jembatan baru dalam rangka ter"ujudnya
panjang jalan yang ber(ungsi sebagai jalan arteri sepanjang 19.444
kilometer, jalan kolektor sepanjang 84.444 kilometer, jalan lokal
sepanjang 341.!64 kilometer, dan jalan tol sepanjang 994 kilome-
ter, serta tercapainya kemantapan jalan arteri dan kolektor sebesar
144 persen dan jalan lokal sebesar 94 persen, termasuk jalan poros
desa.
+alam 0epelita 2I, di bidang transportasi kereta api akan
diselesaikan pembangunan jalan kereta api sepanjang !84 kilome-
ter yang antara lain terdiri dari pembangunan jalur ganda secara
parsial antara #akarta - =irebon - @ogyakarta - .olo - 5adiun -
.urabaya, #akarta - Bogor, #akarta - ,angerang, #akarta - .er-
pong, dan =ikampek - Pur"akarta? peningkatan dan rehabilitasi
jalan kereta api sepanjang 7:4 kilometer di #a"a dan .umatera?
peningkatan dan rehabilitasi jembatan kereta api sebanyak 1!4
buah di #a"a dan .umatera? penyelesaian modernisasi sinyal dan
telekomunikasi kereta

api sebanyak 84 unit? rehabilitasi lok diesel
sebanyak 19 buah? rehabilitasi $01 sebanyak !4 buah? modi(ikasi
dan rehabilitasi kereta penumpang sebanyak 94 buah? pengadaan
kereta penumpang sebanyak 164 buah? pengadaan lok diesel
331
sebanyak 83 buah? pengadaan $01 sebanyak 7: buah? peningkatan
kapasitas angkutan kereta api di #a"a dan .umatera, termasuk
angkutan penumpang dengan $ereta 0el 1istrik di "ilayah
#abotabek.
+i bidang transportasi sungai, danau, dan penyeberangan,
dalam 0epelita 2I akan diselesaikan pembangunan dermaga dan
terminal sungai, danau, dan penyeberangan di 141 lokasi? rehabili -
tasi dermaga dan terminal sungai, danau, dan penyeberangan di :3
lokasi? pengoperasian kapal perintis sebanyak rata-rata !8 buah per
tahun? pembersihan alur sungai di $alimantan dan .umatera?
pemetaan sungai dan danau untuk pengembangan pelayaran.
.asaran di bidang transportasi sungai, danau, dan penye-
berangan yang akan dicapai adalah menambah jangkauan pelayaran
di $alimantan, .umatera, dan ka"asan timur Indonesia? ter"u-
judnya pelayanan transportasi multi moda, khususnya di .umatera
dan $alimantan? serta peningkatan (rekuensi pelayanan pada lintas-
lintas yang masih belum optimal.
.asaran di bidang transportasi laut yang akan dicapai pada
akhir 0epelita 2I adalah pembangunan dan peningkatan 6 pelabuh-
an peti kemas? pembangunan dan peningkatan 1: pelabuhan yang
mampu melayani bongkar muat peti kemas secara kon-ensional?
pembangunan dermaga pelayaran rakyat dan perintis di 187 lokasi?
pembangunan (asilitas sarana bantu na-igasi yang meliputi !3 unit
menara suar dan !44 unit rambu suar serta peningkatan stasiun
radio pantai? peningkatan (asilitas kesyahbandaran serta penjagaan
laut dan pantai? pengerukan alur pelayaran utama sejumlah 94 juta
meter kubik? tersedianya kapasitas armada pelayaran dalam negeri
yang mampu mengangkut muatan 196 juta ton? tersedianya kapasi -
tas armada pelayaran milik nasional yang mampu mengangkut
sekitar 14 persen dari total muatan pelayaran luar negeri sebesar
314,! juta ton yang mencakup ,! juta ton muatan curah, 1!9,4
juta ton muatan cair dan gas, 6,4 juta ton muatan nonpeti kemas,
dan 87,4 juta ton peti kemas atau 3,6 juta twenty-feet eui!a"ent
units (T#$)% serta pengoperasian !: kapal perintis per tahun.
333
.asaran di bidang transportasi udara pada akhir 0epelita 2I
yang akan dicapai adalah tersedianya kapasitas armada udara yang
mampu mengangkut penumpang sebesar 13,3 juta orang pada
penerbangan dalam negeri dan ,9 juta orang pada penerbangan
luar negeri? dan jumlah bandar udara yang ber(ungsi sebagai pusat
penyebaran &u' sebanyak 13 bandar udara dan subpusat penyebar-
an S(o)e sebanyak 1! bandar udara? pengendalian lalu lintas
penerbangan di "ilayah Indonesia seluruhnya oleh Indonesia?
(asilitas keselamatan penerbangan pada bandar udara dan jalur
penerbangan yang melayani rute luar negeri terpenuhi sesuai
dengan persyaratan keselamatan penerbangan internasional? pere-
majaan pesa"at udara yang sudah tua serta perampingan tipe dan
jenis pesa"at udara yang beroperasi di Indonesia? serta pengopera-
sian penerbangan perintis di .umatera, $alimantan, .ula"esi,
5aluku, Nusa ,enggara ,imur, dan Irian #aya.
!. K#.01a2-aaa
+alam rangka me"ujudkan berbagai sasaran yang dikemuka-
kan di atas, disusun kebijaksanaan pembangunan transportasi
dalam 0epelita 2I yang meliputi mengembangkan sistem transpor-
tasi nasional yang andal, berkemampuan tinggi, terpadu, dan e(i-
sien serta mengacu pada pola tata ruang? mengembangkan trans-
portasi regional dengan perhatian khusus pada daerah terbelakang,
terutama ka"asan timur Indonesia? mengembangkan transportasi
perkotaan? mendukung pembangunan industri, pertanian, perda-
gangan, dan pari"isata? meningkatkan kualitas pelayanan sarana
dan prasarana transportasi? meningkatkan peran serta masyarakat?
mengembangkan sumber daya manusia dan teknologi? meningkat-
kan daya saing transportasi nasional? dan meningkatkan
kemantapan peraturan perundang-undangan yang terkait dalam
penyelenggaraan transportasi.
Beberapa kebijaksanaan tersebut akan diuraikan lebih lanjut
sebagai berikutA
33!
1) M#"#3.a"2a S0-!#3 T)a-/4)!a-0 Na-04a%
+alam rangka mengembangkan sistem transportasi nasional,
ditempuh kebijaksanaan, yaitu mengembangkan pola keterpaduan
antar- dan intramoda dengan mempertimbangkan karakteristik tiap
moda transportasi, pola pengembangan "ilayah, aspek geogra(is,
(aktor spesi(ik "ilayah, dan pemilihan teknologi yang tepat. .elain
itu, juga meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi
perencanaan, pembangunan, dan pengoperasian antarmoda trans-
portasi serta meningkatkan e(isiensi penyelenggaraan transportasi,
baik nasional maupun internasional untuk menekan biaya transpor-
tasi, baik dalam jaringan sistem transportasi nasional maupun
sistem transportasi internasional. $ebijaksanaan lainnya adalah
memantapkan hierarki pelayanan lokal dalam "ilayah terbatas,
pelayanan antarka"asan, antarkota dan antarpulau, dengan jenis
moda transportasi yang berbeda, sehingga sistem jaringan jalan dan
kereta api dapat menghubungkan simpul-simpul produksi, distri-
busi, dan daerah pemasaran dengan pelabuhan-pelabuhan laut dan
udara? memantapkan hierarki pelabuhan laut dalam struktur
pelabuhan utama yang ber(ungsi sebagai pengumpul dan
pendistribusi serta pelabuhan pengumpan yang ber(ungsi sebagai
pendukung pelabuhan utama? dan memantapkan hierarki bandar
udara yang ber(ungsi sebagai &u' dan S(o)e sesuai dengan (ungsi
dan kapasitasnya. +i samping itu, kebijaksanaan pengembangan
sistem transportasi nasional juga memadukan hierarki pelabuhan
laut dengan sistem pelabuhan di /sia dan internasional serta
menjadikan bandar udara sebagai bagian dari jaringan bandar udara
internasional.
2) M#"#3.a"2a T)a-/4)!a-0 R#"04a%
+alam rangka mengembangkan transportasi regional, terutama
daerah yang terbelakang seperti ka"asan timur Indonesia diambil
kebijaksanaan mengembangkan (asilitas pelayanan transportasi di
daerah perdesaan, pulau terpencil, daerah transmigrasi, dan daerah
33:
perbatasan? membangun jalan poros desa dengan prioritas desa-
desa tertinggal ke pusat-pusat pertumbuhan, lokasi pelayanan
pasar, tempat pendidikan dan kesehatan terdekat. .elain itu, juga
mengembangkan sistem transportasi regional di ka"asan timur
Indonesia dengan meman(aatkan potensi geogra(is dan moda trans-
portasi perintis untuk menggerakkan perekonomian di ka"asan
timur Indonesia dengan transportasi laut sebagai intinya serta
mengembangkan jalur penyeberangan yang menghubungkan pulau-
pulau di Nusa ,enggara, .ula"esi, dan 5aluku dengan ka"asan
barat serta jalur-jalur yang membentuk angkutan penyeberangan
poros utara, tengah, dan selatan dengan tetap memperhatikan
keterpaduan dengan moda transportasi jalan raya. $ebijaksanaan
lainnya adalah mengembangkan pelabuhan strategis di ka"asan
timur Indonesia dan ka"asan barat Indonesia yang tertinggal dalam
rangka memacu pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan peran
armada rakyat dan perintis melalui perluasan jangkauan dan pe-
ningkatan (rekuensi kunjungan kapal.
!& M#"#3.a"2a T)a-/4)!a-0 P#)24!aa
*ntuk mengembangkan transportasi perkotaan ditempuh kebi-
jaksanaan, yaitu mengembangkan sistem transportasi masal yang
tertib, lancar, aman, nyaman, dan e(isien serta terjangkau oleh
semua lapisan pemakai jasa transportasi? dan mengatasi kemacetan
dan gangguan lalu lintas serta mempertahankan kualitas ling-
kungan. $ebijaksanaan lainnya adalah meningkatkan sistem jaring-
an jalan dalam kota yang terintegrasi dengan sistem jaringan jalan
antarkota agar transportasi dalam kota dapat ber(ungsi baik dalam
melayani akti-itas lokal dan dalam melayani daerah sekitarnya?
mengembangkan keterpaduan antar- dan intramoda, sesuai dengan
rencana tata ruang kota serta peman(aatan ruang jalur koridor
transportasi masal sebagai pusat-pusat kegiatan baru? dan mengem-
bangkan manajemen transportasi perkotaan untuk mencapai tingkat
e(isiensi dan kualitas pelayanan yang tinggi. .elain itu, juga
meningkatkan koordinasi perencanaan dan pelaksanaan transportasi
kota secara terpadu? meningkatkan peran serta s"asta dalam
22+
in-estasi dan pengelolaan transportasi kota? dan melakukan upaya
konser-asi dan di-ersi(ikasi energi dalam transportasi perkotaan.
4) M#$'2'" P#3.a"'a S#2!4) I$'-!)0,
P#)!a0a, P#)$a"a"a, $a Pa)050-a!a
+alam rangka mendukung pembangunan sektor industri,
pertanian, perdagangan, dan pari"isata diambil kebijaksanaan,
yaitu meningkatkan kapasitas in(rastruktur transportasi yang
menunjang ka"asan industri pada <ona-<ona industri? mendukung
pengembangan industri transportasi dalam negeri melalui penguta-
maan penggunaan produk-produknya dan meningkatkan komponen
lokal dalam seluruh in-estasi pembangunan prasarana dan sarana
transportasi? dan memperlancar distribusi dan penyediaan jasa
tansportasi untuk mendukung pengembangan industri kecil, industri
menengah termasuk industri kerajinan dan industri rumah tangga
agar dapat menunjang pemasarannya. $ebijaksanaan lainnya adalah
memperlancar distribusi komoditas hasil pertanian ke "ilayah
pemasaran sehingga dapat menjamin stabilitas harga dan distribusi
perdagangan? menerapkan kebijaksanaan tari( yang "ajar dan
terjangkau oleh masyarakat? mengembangkan transportasi ke
daerah tujuan "isata dan mendukung kegiatan kepari"isataan
dengan menyediakan sarana transportasi yang dibutuhkan? dan
memperbanyak pintu gerbang masuk yang melayani penerbangan
internasional untuk mendukung perkembangan pari"isata dan
perdagangan.
+) M#0"2a!2a K'a%0!a- P#%a6aa T)a-/4)!a-0
+alam rangka meningkatkan pelayanan transportasi di -
kembangkan kebijaksanaan, yaitu meningkatkan kualitas penye -
lenggaraan transportasi melalui peningkatan pro(esionalisme
manajemen, operasi, dan e(isiensi? meningkatkan kelancaran,
ketepatan jad"al perjalanan, kecepatan, (rekuensi, serta penye -
diaan (asilitas alih moda yang memadai? dan meremajakan armada
nasional baik armada laut maupun udara. $ebijaksanaan lainnya
339
ialah meningkatkan manajemen pengurusan perjalanan? mengem-
bangkan dan meman(aatkan teknologi dalam pelayanan transporta-
si? dan meningkatkan mutu keselamatan pelayaran melalui pem-
bangunan (asilitas na-igasi, kesyahbandaran, penjagaan laut dan
pantai serta pemeliharaan alur pelayaran. $husus untuk angkutan
kereta api dikembangkan kebijaksanaan, yaitu membangun jalur
ganda kereta api khususnya pada lintas padat? menambah kapasitas
kereta penumpang kelas ekonomi untuk melayani masyarakat
berpenghasilan rendah? dan meningkatkan pelayanan angkutan peti
kemas dengan kereta api.
6) M#0"2a!2a P#)a S#)!a Ma-6a)a2a!
+alam rangka mendorong peran serta s"asta dalam pemba-
ngunan transportasi ditempuh kebijaksanaan, yaitu menciptakan
iklim berusaha yang sehat dan saling menghidupi? memberikan
kemudahan dan (asilitas bagi in-estor s"asta di bidang transportasi
yang umumnya memerlukan dana yang besar, mengandung risiko
serta "aktu pengembalian yang lama? memacu pengembangan
industri dalam negeri di bidang transportasi? mengembangkan sikap
positi( masyarakat pengguna transportasi agar berperilaku tertib
dan disiplin dalam penggunaan lalu lintas? serta mendorong pe-
ningkatan e(isiensi dalam pengelolaan usaha transportasi, baik oleh
s"asta maupun B*5N.
7) M#"#3.a"2a S'3.#) Da6a Ma'-0a $a
T#24%4"0
+alam rangka meningkatkan sumber daya manusia dan tek-
nologi di bidang transportasi diambil kebijaksanaan, yaitu
mengembangkan dan meningkatkan pendidikan dan pelatihan di
bidang transportasi di segala tingkatan meliputi bidang teknis dan
manajemen? meningkatkan peman(aatan, pengembangan, dan
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi transportasi? mendo-
rong dan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada s"asta
dan B*5N serta perguruan tinggi untuk menyelenggarakan
336
pendidikan dan pelatihan? serta mengembangkan peran lembaga
penelitian dan asosiasi pro(esi dalam pembangunan transportasi.
,) M#0"2a!2a Da6a Sa0" T)a-/4)!a-0 Na-04a%
Da%a3 H'.'"a I!#)a-04a%
+alam rangka meningkatkan daya saing transportasi nasional
dalam hubungan internasional dikembangkan kebijaksanaan, yaitu
meningkatkan peman(aatan teknologi sarana transportasi modern
untuk meningkatkan daya saing? meningkatkan peranan armada
nasional dalam mengangkut barang-barang milik pemerintah dan
badan usaha milik negara? meningkatkan (asilitas terminal peti
kemas yang terkait dengan sistem jaringan jalan, jaringan kereta
api, pelabuhan laut, dan bandar udara yang selanjutnya terkait
dalam sistem transportasi internasional? serta meningkatkan (asili-
tas bongkar muat peti kemas dan kapasitas angkutan sesuai dengan
perkembangan standardisasi internasional peti kemas.
$ebijaksanaan lainnya ialah melakukan kerja sama bilateral atau
multilateral untuk menghadapi blok-blok perdagangan dalam
rangka menaikkan pangsa pasar? menggalakkan penggunaan
pelayanan multimoda transportasi untuk meningkatkan e(isiensi
serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia
dengan meningkatkan pendidikan dan pro(esionalisasi di bidang
transportasi.
(. PROGRAM PEMBANGUNAN
$ebijaksanaan pembangunan sistem transportasi dijabarkan
lebih lanjut dalam program berikut ini.
1. P)4")a3 P4242
a. P)4")a3 P#"#3.a"a S0-!#3 T)a-/4)!a-0
Program pengembangan sistem transportasi bertujuan untuk
memberikan arahan dan strategi bagi penyusunan kebijaksanaan
22,
pembangunan transportasi secara berkesinambungan, baik transpor-
tasi darat, laut maupun udara sehingga ter"ujud sistem transportasi
nasional yang andal, terpadu, e(isien, berkemampuan tinggi dan
merata, serta terjangkau oleh masyarakat.
+alam kaitan itu, dikembangkan konsep strategis dan kebijak-
sanaan dasar sistem transportasi nasional melalui beberapa kegiatan
pengkajian dan pengembangan, yaitu %1& pengkajian sistem trans-
portasi nasional? %3& pengkajian mobilitas nasional? %!& pengkajian
transportasi regional? %:& pengkajian transportasi perkotaan? %8&
pengembangan sistem angkutan umum masal? %9& peningkatan
manajemen transportasi perkotaan? %6& peningkatan keselamatan
sistem transportasi? %7& pengkajian alih teknologi di bidang trans-
portasi? dan %& pengkajian sistem transportasi ka"asan timur
Indonesia.
.. P)4")a3 P#3.a"'a P)a-a)aa Ja%a $a
J#3.a!a
,ujuan program pembangunan prasarana jalan dan jembatan
adalah memantapkan dan memperluas jaringan jalan yang menghu-
bungkan daerah pusat produksi dan pemasaran, daerah perkotaan
serta perdesaan dan menjangkau daerah tertinggal. Program ini
juga mendukung pembangunan sektor industri, pertanian, perda-
gangan, pari"isata, dan sektor lainnya. $egiatan program pem-
bangunan di bidang jalan dan jembatan meliputi %1& rehabilitasi dan
pemeliharaan jalan dan jembatan? %3& peningkatan jalan dan peng-
gantian jembatan? dan %!& pembangunan jalan dan jembatan baru.
1) R#*a.0%0!a-0 $a P#3#%0*a)aa Ja%a $a J#3.a!a
0ehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan ditujukan
untuk memelihara, mera"at, dan memperbaiki kerusakan pada
seluruh ruas jalan yang ada serta menjaga agar kondisi jalan yang
sudah mantap dapat dipertahankan. Pemeliharaan jalan tersebut
dilakukan, baik secara rutin maupun secara berkala 3-! tahun
229
sekali. $egiatan ini mencakup rehabilitasi dan pemeliharaan jalan
yang tersebar di 36 propinsi yang meliputi jalan arteri sepanjang
69.8!4 kilometer, jalan kolektor sepanjang 1!6.164 kilometer,
jalan lokal sepanjang :37.174 kilometer termasuk jalan poros desa
sepanjang :3.874 kilometer untuk menghubungkan !.9!4 desa
dengan pusat kegiatan ekonomi dengan prioritas desa tertinggal,
dan jembatan sepanjang 134.444 meter.
2) P#0"2a!a Ja%a $a P#""a!0a J#3.a!a
Peningkatan jalan dan penggantian jembatan ditujukan guna
menumbuhkembangkan jaringan dan kualitas jalan sehingga tingkat
pelayanannya tetap dapat dipertahankan sesuai dengan tuntutan
transportasi yang terus berkembang. $egiatan ini meliputi
peningkatan geometri, kapasitas, dan peningkatan struktur dari
tekanan gandar 7 ton menjadi 14 ton, peningkatan jalan lintas timur
dan barat .umatera. Peningkatan jalan dan penggantian jembatan
dilakukan tersebar di 36 propinsi mencakupA
a& peningkatan jalan arteri sepanjang 8.644 kilometer antara lain
di lokasi ruas =ilegon - =ikande - #akarta, =ikampek -
Pamanukan - 1ohbener, Gempol - 5alang, Ba"en - $arto-
suro, Pasuruan - Probolinggo, Palembang - Prabumulih -
5uara >nim, 5edan - 1ubuk Pakam - Perbaungan - ,ebing
,inggi, +umai - #unction - Batang, Panti - 1ubuk .ikaping -
Bukit ,inggi, =ileunyi - Nagreg, Gempol - Pasuruan, Gempol -
5ojosari, dan .idoarjo - Gempol?
b& peningkatan jalan kolektor sepanjang 18.984 kilometer antara
lain di lokasi ruas /sam Baru - Pangkalan Bun di $alimantan
,engah, 'atampone - Papanua - ,ampangeng di .ula"esi
.elatan, $aeratu - >ti dan Podi"ang - ,obelo di 5aluku, serta
pulau 1ombok dan .umba"a di Nusa ,enggara Barat.
c& peningkatan jalan lokal sepanjang 98.444 kilometer termasuk
jalan poros desa sepanjang 9.9!4 kilometer dengan prioritas
desa tertinggal?
2&0
d& penggantian jembatan sepanjang 88.444 meter.
&) P#3.a"'a Ja%a $a J#3.a!a
Pembangunan jalan dan jembatan ditujukan untuk membuka
isolasi dan menambah panjang jalan sesuai dengan perkembangan
ka"asan serta menghubungkan antar"ilayah, antara lain lintas
selatan $alimantan, lintas selatan #a"a Barat, lintas barat dan
timur .ula"esi, lintas .eram, lintas Halmahera, lintas @amdena,
lintas Irian, dan persiapan lintas utara dan tengah $alimantan,
lintas utara ;lores, dan lintas selatan ,imor. $egiatan pembangun-
an jalan dan jembatan mencakupA
a& pembangunan jalan arteri sepanjang 1.!64 kilometer, antara
lain Nangasokan - Pangkalan Bun %$alimantan&, 'olo - 'o(u
%.ula"esi&, dan 'amena - .enggi %Irian&?
b& pembangunan jalan arteri tol sepanjang !14 kilometer, antara
lain di lokasi ruas =ikampek - Padalarang, ,anjung Priok -
Pluit, =ikampek - =irebon, #akarta - .erpong, =iujung -
5erak, dan Pelabuhan 1aut - ,allo - /.P. Petta 0ani?
c& pembangunan jalan lintas perbatasan, seperti .eluas - >ntikong
di Propinsi $alimantan Barat, 0anai - .elat 1ampa di Propinsi
0iau, 5erauke - ,anah 5erah - 'aropko dan #ayapura - @etti -
*brub - )ksibil di Propinsi Irian #aya, serta persiapan
pembangunan ruas jalan 'aropko - )ksibil sehingga lintas
perbatasan Irian #aya dapat ter"ujud.
d& pembangunan jalan kolektor sepanjang !.8!4 kilometer?
e& pembangunan jalan lokal sepanjang 1.7:4 kilometer?
(& pembangunan jalan poros desa sepanjang !.394 kilometer?
g& pembangunan jembatan sepanjang !4.384 meter.
2&1
#alan poros desa, dalam 0epelita 2I akan ditingkatkan pem-
bangunannya dengan memberi prioritas pada desa tertinggal, yang
keadaan jalannya menjadi penyebab keterbelakangan disbanding
dengan desa lainnya. .asaran di bidang prasarana jalan dalam
0epelita 2I secara rinci dapat dilihat dalam ,abel 3:-3.
c. Program Pembangunan ,ransportasi +arat
Program pembangunan transportasi darat ditujukan untuk
menciptakan kelancaran, ketertiban, keamanan, keselamatan, dan
kenyamanan transportasi darat. +i samping itu, program tersebut
juga ber(ungsi untuk memadukan moda-moda transportasi lainnya
sehingga diperoleh jaringan transportasi antarmoda yang terpadu.
Program ini meliputi kegitan %1& pengembangan (asilitas lalu lintas
jalan? %3& pengembangan perkeretaapian? dan %!& peningkatan
angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.
1& Pengembangan ;asilitas 1alu 1intas #alan
,ujuan kegiatan pengembangan (asilitas lalu lintas jalan adalah
menciptakan kelancaran, ketertiban, keamanan dan keselamatan,
serta kenyamanan transportasi jalan raya. $egiatan pengembangan
(asilitas lalu lintas jalan meliputiA
a& pengadaan dan pemasangan rambu jalan :9.444 buah, pagar
pengaman jalan !14 kilometer, marka jalan !.744 kilometer,
dengan lokasi tersebar di 36 propinsi?
b& pengadaan dan pemasangan peralatan pengujian kendaraan
bermotor 149 unit, dengan lokasi tersebar di 36 propinsi?
c& pengadaan dan pemasangan lampu lalu lintas 167 unit, ter-
sebar di 36 propinsi?
2&2
TABEL 24 - 2
SASARAN PEMBANGUNAN PRASARANA JALAN
1334731-133/733
Ree!ita "I
Janis Sasaran Satuan Akhir
Ree!ita #$
1334731 1331132 133213- 133-13/ 133/133 Ju,!ah
1& Reha8i!itasi +an e,e!iharaan
'a!an +an 'e,8atan&
a& Ja!an arteri +an k*!ekt*r
k, 21.)0/3 2/)0.. 0/)111 40)220 4-)/0. 11)33/ 210)-..
8& Ja!an !*ka! k, 2/4)//3 -/)002 /2)032 /-)204 /3)12/ 3.)2// 42/)1/.
9& Je,8atan , 3/)-2/ 12).0. 21)103 24)212 21)/4. 0/)1-1 12.)...
2& Penin(katan 'a!an +an
en((antian 'e,8atan&
a Ja!an arteri +an k*!ekt*r
k, 01)303 1).03 0)-32 0)/42 4)2// 4)4.3 21)01.
8& Ja!an !*ka! :, 11)/-3 11)/0. 10)21/ 12)143 10)0.0 14)1.. 21)...
9& Je,8atan , /1)0/3 10)/12 1.)/13 1.)021 3)/12 1.)112 11)...
0& Pe,8an(unan 'a!an +an 'e,8atan
a& Ja!an arteri +an k*!ekt*r k, 1)/.- 1).1. 1).12 1).2. 1).1. /.4 4)3..
8& Ja!an !*9a! k, 044 /1. 330 1).1/ 1).40 1)032 1)1..
9& Je,8atan , 4)2.. 1)1.. /)01- -)012 -)000 /)14/ 0.)21.
+& Ja!an t*! k, 220 11 1/ 21 2/ -4 01.
4ata!an5 An(ka erkiraan rea!isasi 6ku,u!ati; se!a,a Ree!ita "$
d& pengadaan bus kota dan bus perintis 1.344 buah, tersebar di
19 propinsi di .umatera, #a"a, dan Nusa ,enggara?
e& pembangunan terminal penumpang dan barang :! buah, di 34
propinsi di .umatera, #a"a, Bali, 5aluku, dan Irian #aya.
$egiatan ini juga meliputi penyempurnaan struktur pajak
kendaraan bermotor agar juga memperhitungkan (aktor perusakan
jalan, dan pengembangan sistem penomoran rute jaringan transpor-
tasi jalan sebagai dasar pengembangan pola angkutan jalan raya
yang lebih e(isien dan dapat diman(aatkan masyarakat secara luas
sebagai petunjuk arah perjalanan.
2) P#"#3.a"a P#)2#)#!aa/0a
,ujuan pengembangan perkeretaapian adalah meningkatkan
kemampuan melayani kebutuhan transportasi manusia dan barang
secara masal dan e(isien. $egiatan pengembangan perkeretaapian
meliputiA
a& peningkatan dan rehabilitasi jalan kereta api sepanjang 7:4
kilometer, terutama pada jalur kereta api lintas utara dan lintas
selatan #a"a, serta sebagian lintas timur #a"a dan jalur kereta
api di .umatera?
b& pembangunan jalan kereta api sepanjang !84 kilometer, yang
antara lain terdiri atas pembangunan kereta api jalur ganda di
lintas +epok - Bogor sepanjang 3! kilometer, #akarta -
,angerang sepanjang 34 kilometer, #akarta - .erpong sepan-
jang 31 kilometer, =ikampek - =irebon sepanjang 1!8 kilome-
ter, =ikampek - Pur"akarta sepanjang 1 kilometer, serta
pembangunan jalur ganda secara parsial antara =irebon -
@ogyakarta - 5adiun - .urabaya?
c& peningkatan jembatan kereta api 1!4 buah yang tersebar di
#a"a dan .umatera?
3!:
d& persinyalan elektrik 84 unit, terutama pada lintas utara dan
selatan #a"a?
e& penambahan sarana lokomoti( 83 buah, dan kereta penumpang
164 buah?
(& rehabilitasi lok diesel 19 buah, dan kereta penumpang 94
buah.
.asaran di bidang transportasi kereta api dalam 0epelita 2I
secara rinci dapat dilihat dalam ,abel 3:-!.
&) P#0"2a!a A"2'!a S'"a0, Daa', $a
P#6#.#)a"a
,ujuan peningkatan angkutan sungai, danau, dan penye-
berangan adalah menciptakan angkutan sungai, danau, dan penye-
berangan yang dapat diandalkan untuk melayani transportasi di
"ilayah pedalaman, daerah terpencil, dan ka"asan perbatasan,
khususnya di ka"asan timur Indonesia. $egiatan ini terdiri atasA
a& pembersihan alur sungai yang sudah dilayari di $alimantan,
.umatera, dan Irian #aya?
b& pemasangan (asilitas keselamatan pelayaran berupa rambu
sungai dan laut sebanyak 7.694 buah, antara lain di .umatera,
$alimantan, 5aluku, dan Irian #aya?
c& pembangunan baru :1 dermaga penyeberangan antara lain di
lintas 5erak - Bakauhuni %+ermaga III&, *jung - $amal,
$etapang - Gilimanuk, Padang Bai - 1embar, ,obelo - +aru-
ba, ,ual - +obo, 0um - ,ernate, 1arat - .aumlaki, Hunimoa -
Haruku - .aparua, serta lokasi lain di $alimantan, .umatera,
Nusa ,enggara ,imur, Nusa ,enggara Barat, dan lokasi
ka"asan timur Indonesia lainnya, pembangunan baru 94
dermaga sungai dan danau, rehabilitasi 38 dermaga penye-
berangan dan 16 dermaga sungai dan danau?
3!8
d& pemetaan sungai dan danau untuk pengembangan pelayaran?
e& penambahan sarana kapal perintis, truk, dan bus air khususnya
untuk ka"asan timur Indonesia?
(& pengembangan penggunaan jenis sarana transportasi, seperti
kapal Ro"" on and Ro"" off %0o-0o& yang dapat menampung
angkutan barang, kendaraan maupun penumpang.
.asaran di bidang transportasi sungai, danau, dan penyeberang-
an dalam 0epelita 2I secara rinci dapat dilihat dalam ,abel 3:-:.
$. P)4")a3 P#3.a"'a T)a-/4)!a-0 La'!
,ujuan program pembangunan transportasi laut adalah menye-
diakan sarana dan prasarana transportasi laut yang memadai serta
mampu menunjang distribusi barang dan penumpang antarpulau
yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Program
tersebut meliputi %1& pengembangan (asilitas

pelabuhan laut? %3&
pengembangan keselamatan pelayaran? serta %!& pembinaan dan
pengembangan armada pelayaran.
1& P#"#3.a"a 7a-0%0!a- P#%a.'*a La'!
Pembangunan (asilitas pelabuhan laut bertujuan untuk menata
struktur pelabuhan laut mulai dari pelabuhan peti kemas, pelabuhan
semi peti kemas atau kon-ensional, pelabuhan khusus, pelabuhan
rakyat, dan pelabuhan perintis. Hal ini berkaitan dengan peningkat-
an (ungsi pelabuhan pengumpul dan pengumpan agar tercapai e(i-
siensi dalam in-estasi maupun kegiatan operasional sehingga dapat
mengurangi biaya transportasi. Pembangunan (asilitas pelabuhan
laut meliputi pembangunan dermaga 1:.784 meter, gudang 74.444
meter persegi, lapangan penumpukan 44.444 meter persegi, dan
terminal penumpang 3:.384 meter persegi. +i antara sasaran
tersebut, dermaga sepanjang 3.784 meter, gudang seluas 11.444
meter persegi, lapangan penumpukan 146.844 meter persegi, dan
3!6
TABEL 24<4
SASARAN PEMBANGUNAN TRANSPORTASI SUNGAI) DANAU) DAN PEN=EBERANGAN
1334731<133/733
6!*kasi$
Jenis Sasaran Akhir
Ree!ita "I
Ree!ita " #$
1334731 1331732 133/73- 133-73/ 133/733 Ju,!ah
1& Pe,8an(unan +er,a(a7ter,ina!
a& Sun(ai +an +anau
11 10 12 12 12 11 2.
8& Per>e8eran(an 00 / 3 3 / - 41
2& Reha8i!itasi +er,a(a7ter,ina!
a Sun(ai +an +anau
/ 0 4 4 0 0 1-
8& Per>e8eran(an 12 1 1 1 1 1 21
4ata!an 5 #$ an(ka erkiraan rea!isasi 6ku,u!ati; se!a,a Ree!ita "$
3
!
7
terminal penumpang 8.444 meter persegi akan dilaksanakan
pembangunannya oleh badan usaha milik negara di bidang
pelabuhan. $eseluruhan kegiatan yang tersebut di atas
mencakupA
a& peningkatan pelabuhan peti kemas di Bela"an, ,anjung
Priok, dan ,anjung Perak serta pembangunan pelabuhan peti
kemas di Panjang, ,anjung >mas, *jung Pandang dan
Batam?
b& peningkatkan (asilitas pelabuhan peti kemas secara kon-en-
sional, antara lain di 1hokseuma"e, +umai, Palembang,
,eluk Bayur, Pontianak, Banjarmasin, Banten, Balikpapan,
.amarinda, ,enau, Bitung, /mbon, .orong, dan Biak?
c& pembangunan (asilitas dermaga di daerah-daerah terpencil
dan perdesaan pada 67 lokasi dermaga pelayaran rakyat dan
74 lokasi dermaga perintis. 1okasi pelabuhan rakyat dan
perintis tersebut tersebar di /ceh 1 lokasi, .umatera *tara !
lokasi, .umatera Barat : lokasi, 0iau ! lokasi, .umatera
.elatan ! lokasi, #a"a Barat 1 lokasi, #a"a ,imur ! lokasi,
$alimantan Barat 3 lokasi, $alimantan ,imur ! lokasi,
.ula"esi *tara 9 lokasi, .ula"esi ,engah 7 lokasi, .ula"esi
.elatan 11 lokasi, .ula"esi ,enggara 6 lokasi, Nusa
,enggara Barat 1 lokasi, Nusa ,enggara ,imur 19 lokasi,
5aluku :4 lokasi, dan Irian #aya :9 lokasi?
d& peningkatan kegiatan ekspor nonmigas dengan
mengkonsolidasikan muatan di 6 pelabuhan utama peti
kemas seperti tersebut di atas sehingga secara berangsur
dapat dihilangkan alih muatan di pelabuhan luar negeri?
e& pembangunan terminal penumpang yang terpisah dari
kegiatan bongkar muat barang untuk memberikan pelayanan
yang layak dan aman kepada penumpang, baik penumpang
"isata"an mancanegara maupun nusantara.
2&9
3& P#"#3.a"a K#-#%a3a!a P#%a6a)a
Pembangunan (asilitas keselamatan pelayaran ditujukan untuk
memperlancar arus lalu lintas kapal serta mengurangi kecelakaan
dan pencemaran laut. $egiatan ini akan meningkatkan kecukupan
sarana bantu na-igasi dan telekomunikasi pelayaran, pemeliharaan
kedalaman alur pelayaran, serta penegakan dan pemasyarakatan
peraturan perundang-undangan di bidang pelayaran yang berlaku.
Pembangunan (asilitas keselamatan pelayaran meliputi ke-
giatanA
a& pembangunan (asilitas sarana bantu na-igasi yang meliputi !3
unit menara suar, !44 unit rambu suar, dan peningkatan
stasiun radio pantai pada jalur pelayaran internasional, seperti
.elat 5alaka, 1aut #a"a, .elat 5akasar, .elat 1ombok, dan
jalur *tara - .elatan yang melintasi 1aut Banda, serta pada
alur-alur pelayaran menuju pelabuhan-pelabuhan yang akan
dibangun, serta 11 kapal na-igasi?
b& pemeliharaan kedalaman alur pelayaran utama seperti
Bela"an, #ambi, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, dan
.amarinda dengan sasaran -olume keruk sekitar 94 juta meter
kubik?
c& peningkatan (asilitas kesyahbandaran serta penjagaan laut dan
pantai?
d& peningkatan kesadaran masyarakat maritim terhadap
keselamatan pelayaran.
&) P#3.0aa $a P#"#3.a"a A)3a$a P#%a6a)a
Pembinaan dan pengembangan armada pelayaran mencakup
kegiatan pembangunan dan pengembangan armada nasional, yang
meliputi armada pelayaran nusantara, armada pelayaran rakyat,
240
armada pelayaran perintis, serta armada pelayaran samudera.
+alam kaitan itu, diciptakan pola jaringan yang saling menunjang
dan berkaitan antarberbagai jenis pelayaran tersebut sehingga
membentuk suatu sistem jaringan pelayanan yang e(isien.
+alam 0epelita 2I pada tahun terakhir direncanakan akan ter-
sedia kapasitas armada nusantara 3.1!4 ribu dead weight ton
%+',&, armada khusus curah 94 ribu +',, armada khusus cair
dan gas 3.7!4 ribu +',, serta armada pelayaran rakyat !34 ribu
+',. .ekitar 4 persen armada tersebut diusahakan oleh s"asta
dan sisanya oleh badan usaha milik negara %B*5N&. +i samping
itu, akan dilakukan penambahan 1! buah kapal penumpang untuk
meningkatkan pelayanan jasa angkutan penumpang, dan beberapa
di antaranya akan dioperasikan sebagai armada perintis. Pengadaan
kapal ini akan dilakukan oleh B*5N.
*ntuk memberikan pelayanan angkutan pada daerah terpencil,
perdesaan, dan perbatasan, armada perintis yang menghubungkan
daerah tertinggal tersebut dengan pusat pertumbuhan akan diting-
katkan dengan pengoperasian !: kapal per tahun selama 0epe-
lita 2I.
+i bidang pelayaran luar negeri diupayakan pembagian
muatan yang adil bagi armada nasional melalui perjanjian bilateral
dan multilateral. /rmada nasional dalam meman(aatkan peluang
pasar dapat dan didorong untuk bekerja sama dengan perusahaan
pelayaran internasional dalam hubungan kerja sama yang saling
menguntungkan.
.asaran di bidang transportasi laut dalam 0epelita 2I secara
rinci dapat dilihat dalam ,abel 3:-8.
#. P)4")a3 P#3.a"'a T)a-/4)!a-0 U$a)a
,ujuan program pembangunan transportasi udara adalah
menyediakan armada pesa"at udara, (asilitas bandar udara,
241
TABEL 24-5
SASARAN PEMBANGUNAN TRANSPORTASI LAUT
1994/95-1998/99
Repelita VI
Jei! Sa!a"a Sat#a A$%i"
Repelita V &' -
1994/95 1995/98 1998/9( 199(/98 1998/99 J#)la%
1* +a!ilita! pela,#%a
a* -e")a.a ) 1/02(4*/ 10812*/ 101//*/ 2095/*/ 209//*/ 40288*/ 14085/*/
,* G#2a. )2 840915*/ 505//*/ 150///*/ 1(05//*/ 180///*/ 2109//*/ 8/0///*/
3* Lapa.a pe#)p#$a )2 9/80(88*/ 220525*/ 1//0///*/ 2250///*/ 25/0///*/ 1/204(5*/ 9//0///*/
2* Te")ial pe#)pa. )2 110812*/ 5015/*/ (0///*/ (0///*/ 40///*/ 9//*/ 24025/*/
2* Pe.e),a.a $e!ela)ata pela4a"a
a* Mea"a !#a" #it 18*/ 2*/ 2*/ 8*/ 1/*/ 12*/ 12*/
,* Ra),# !#a" #it 252*/ 91*/ 9/*/ (1*/ 4/*/ 4*/ 1//*/
3* 5apal a6i.a!i #it (*/ /*/ 2*/ 1*/ 1*/ 1*/ 11*/
2* Pe.e"#$a al#" pela4a"a 7#ta )1 (9*4 1/*8 14*1 1/*8 14*1 1/*8 8/*/
8atata 9 &' Ma$a pe"$i"aa "eali!a!i :$#)#lati; !ela)a Repelita V'
3
:
3
(asilitas keselamatan penerbangan dan lalu lintas udara yang
memadai, serta dapat diandalkan dan memiliki daya saing dalam
memenuhi kebutuhan jasa transportasi dalam negeri dan
penerbangan luar negeri serta memantapkan struktur jaringan
penerbangan.
$egiatan program pembangunan transportasi udara meliputiA
%1& pengembangan (asilitas bandar udara? %3& pengembangan kesela-
matan penerbangan? serta %!& pembinaan dan pengembangan
armada udara.
1) P#"#3.a"a 7a-0%0!a- Ba$a) U$a)a
Pengembangan bandar udara terutama ditujukan untuk me-
ningkatkan kapasitas, (rekuensi, tingkat keselamatan dan keamanan
serta kenyamanan. Pembangunan bandar udara diarahkan untuk
mengembangkan 13 lokasi bandar udara yang ber(ungsi sebagai
pusat penyebaran (&u') yaitu Batam, 5edan, #akarta, .urabaya,
.olo, Bali, Balikpapan, *jung Pandang, 5anado, $upang, Biak,
dan /mbon, serta 1! lokasi bandar udara yang ber(ungsi sebagai
subpusat penyebaran (S(o)e) yaitu Banda /ceh, Padang, Pekan-
baru, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, Palu,
$endari, ,ernate, 5ataram, #ayapura, dan +ili.
Peningkatan (asilitas landasan mencakup landasan seluas
13.684 meter persegi pada 83 lokasi termasuk perpanjangan
landasan dan pembangunan landasan baru. 1okasi tersebut antara
lain adalah Bandara .oekarno-Hatta %#akarta&, #uanda %.urabaya&,
$etaping %Padang&, Hasanuddin %*jung Pandang&, .am 0atulangi
%5anado&, Pattimura %/mbon&, /di .umarmo %.olo&, Husein
.astranegara %Bandung&, 5utiara %Palu&, .orong +aratan, 'olter
5onginsidi %$endari&, .entani %#ayapura& serta bandar udara
lainnya yang melayani penerbangan perintis. +i samping itu akan
dilakukan pengkajian terhadap kemungkinan peningkatan kapasitas
bandar udara antara lain di 'aghete dan >narotali %Irian #aya&
untuk melayani pesa"at sejenis N-384 dan rencana pemindahan
24&
lokasi bandar udara antara lain di 1ombok ,engah, 5edan, dan
.amarinda. Peningkatan (asilitas terminal mencakup perluasan dan
pembangunan terminal baru seluas !.!34 meter persegi antara lain
di bandar udara /di .umarmo %.olo&, #uanda %.urabaya&,
.yamsudin Noor %Banjarmasin&, .am 0atulangi %5anado&, dan
Pattimura %/mbon&. Peningkatan (asilitas bangunan penunjang
operasional mencakup pembangunan seluas 17.!44 meter persegi
terutama pada bandar udara kelas 2 dan bandar udara perintis.
+alam rangka peningkatan e(isiensi untuk meringankan beban
Pemerintah akan dikembangkan keikutsertaan s"asta dalam
pembangunan dan pengelolaan bandar udara.
2) P#"#3.a"a K#-#%a3a!a P##).a"a
Pengembangan keselamatan penerbangan terutama ditujukan
untuk memenuhi persyaratan penerbangan internasional serta
meningkatkan kelancaran dan keamanan lalu lintas udara yang
mencakup upaya pengendalian lalu lintas penerbangan di seluruh
"ilayah Indonesia. Peningkatan (asilitas keselamatan penerbangan
dan lalu lintas udara meliputi pemasangan dan rehabilitasi peralatan
telekomunikasi, na-igasi udara, dan listrik, antara lain di bandar
udara Polonia %5edan&, .impang ,iga %Pekanbaru&, .oekarno-
Hatta %#akarta&, /di .ucipto %@ogyakarta&, Ngurah 0ai %Bali&,
.yamsudin Noor %Banjarmasin&, Hasanuddin %*jung Pandang&,
Pattimura %/mbon&, ;rans $asiepo %Biak&, dan .entani %#ayapura&.
Pemasangan peralatan tersebut juga meliputi bandar udara yang
melayani penerbangan perintis.
&) P#3.0aa $a P#"#3.a"a A)3a$a U$a)a
Pembinaan dan pengembangan armada udara ditujukan untuk
meningkatkan pelayanan, keselamatan, dan keamanan serta e(isien-
si pengoperasian armada udara. *ntuk itu, kapasitas pelayanan,
baik oleh perusahaan penerbangan s"asta maupun badan usaha
milik negara ditingkatkan dengan menambah pesa"at baru maupun
mengganti pesa"at udara yang sudah tua, kurang e(isien dan
244
kurang andal dalam pengoperasiannya sebanyak 74 buah. +i
samping itu akan dilakukan pula pengadaan 3! buah pesa"at untuk
penerbangan nonkomersial.
+alam upaya melepaskan keterasingan daerah terpencil dan
pedalaman yang belum dijangkau moda transportasi laut dan darat,
khususnya di ka"asan timur Indonesia, ditingkatkan pengoperasian
armada udara perintis yang menghubungkan daerah pedalaman dan
terpencil ke pusat pemerintahan atau pusat kegiatan ekonomi di
.umatera, $alimantan, .ula"esi, 5aluku, Nusa ,enggara ,imur,
dan Irian #aya. 0ute penerbangan perintis disesuaikan dengan
perkembangan daerah dan tingkat kebutuhan. Penyelenggaraan
transportasi udara perintis dilakukan oleh badan usaha milik negara
dan s"asta dengan pemberian subsidi sehingga dapat diman(aatkan
dan dinikmati oleh rakyat banyak.
.asaran di bidang transportasi udara dalam 0epelita 2I secara
rinci dapat dilihat dalam ,abel 3:-9.
3. P)4")a3 P#'1a"
a. P)4")a3 P#3.a"'a M#!#4)4%4"0, G#480-02a,
P#9a)0a $a P#6#%a3a!a
,ujuan program pembangunan meteorologi, geo(isika, serta
pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue, ./0&, adalah
memberikan in(ormasi yang dibutuhkan oleh masyarakat secara
cepat dan tepat sehingga dapat menunjang kelancaran. dan keaman-
an transportasi, keberhasilan pertanian, dan usaha penanggulangan
bencana termasuk pencarian dan penyelamatan korban.
Program ini meliputi %1& pengembangan dan peningkatan jeja-
ring pengamatan meteorologi, klimatologi, komposisi atmos(er,
dan komunikasi data? %3& pengembangan dan peningkatan pusat
pelayanan meteorologi dan geo(isika serta kalibrasi? dan %!& peng-
adaan peralatan ./0.
24+
TABEL24?2
SASARAN PEMBANGUNAN TRANSPORTASI UDARA
1/.41.1?1///1./
Jenis Sasaran Satuan Akhir
Ree!ita "I
Ree!ita " #$
1..41.1 1//17// 1../7.- 1..-1.2 1..21.. Ju,!ah
1& en(e,8an(an rasarana
a& Penin(katan ;asi!itas !an+asan ,2 11.)11.
20)1.. 24)4.. 2-)4.. 2-)/1. 22)2.. 12/)-1.
8& Penin(katan ;a!itas ter,ina! ,2 1.)1.1 2)/.. 14)0.. 24)2.. 21)4.. - 22)/2. .0)02D
9& enin(katan 8an(unan *erasi*na! ,2 12)02. 2)4.. 0)4.. 4)... 4)1.. 4)4.. 1/)0..
2& Pen(e,8an(an sarana
a& Pen(a+aan esa@at u+ara k*,ersia!
8uah 40 22 2. 1. 11 .
/.
8& Pen(a+aan esa@at u+ara 8ush 2 1. 10 . . . 20
n*nk*,ersia!
4ata!an 5 #$ An(ka erkiraan rea!isasi 6ku,u!ati; se!a,a Ree!ita "$
$egiatan meteorologi dan geo(isika mencakupA
%a& rehabilitasi sarana dan prasarana stasiun meteorologi, klima-
tologi, dan geo(isika dan pos pengamatan komposisi atmos(er
serta pos pengamatan kerja sama? dan peningkatan (asilitas
stasiun meteorologi, klimatologi, dan geo(isika?
%b& pengembangan jejaring pengamatan dan komunikasi data pada
1: stasiun meteorologi penerbangan, 31 stasiun meteorologi
maritim, dan 11 stasiun klimatologi dengan lokasi antara lain
Batam, ,apak ,uan, Prapat, 5uko-5uko, .ingka"ang,
.ampit, ,anah Grogot, =irebon, 5elangguane, 5amuju,
,ana ,oraja, $olaka, 1abuhan Bajo, ,ambolaka, .abang,
0anai, ,anjung Pandan, Pontianak, Banjarmasin, ,oli-,oli,
/mbon, #ayapura, .orong, dan 5erauke?
%c& pengembangan dan peningkatan pusat pelayanan meteorologi
dan geo(isika serta kalibrasi dengan pembangunan pusat pra-
kiraan nasional, prakiraan "ilayah, pusat kalibrasi nasional
dan "ilayah.
$egiatan pencarian dan penyelamatan meliputiA
%a& pengadaan peralatan komunikasi ./0?
%b& pengadaan peralatan ./0?
%c& peralatan ga"at darurat ./0.
.. P)4")a3 P#$0$02a $a P#%a!0*a T)a-/4)!a-0
,ujuan program pendidikan dan pelatihan transportasi adalah
meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang transportasi
sehingga penyelenggaraan transportasi dapat dilaksanakan secara
optimal.
247
Program ini meliputi kegiatan perluasan pendidikan dan
pelatihan tenaga kerja di bidang transportasi serta pendidikan
masyarakat pengguna jasa transportasi agar menggunakan sarana
transportasi dengan tertib dan berdisiplin serta taat kepada
peraturan lalu lintas.
9. P)4")a3 P##%0!0a $a P#"#3.a"a T)a-/4)!a-0
,ujuan program penelitian dan pengembangan transportasi
adalah mengembangkan kegiatan penelitian dan pengembangan
transportasi sehingga dapat mendukung pengambilan kebijaksanaan
di bidang transportasi.
Program penelitian dan pengembangan transportasi tersebut
mencakup beberapa kegiatan, yaitu %1& pengembangan organisasi
pusat penelitan serta penyempurnaan tata cara dalam penyelenggara-
an penelitian? %3& pengembangan laboratorium, peralatan peneli-
tian, kepustakaan, standarisasi sarana dan prasarana transportasi
seperti peralatan pendukung sistem in(ormasi? %!& pengembangan
tenaga peneliti? %:& penataan pengembangan sarana dan prasarana?
%8& pembinaan di bidang usaha transportasi? %9& peningkatan kese-
lamatan dan pelayanan transportasi? %6& pengelolaan lingkungan?
%7& peningkatan manajemen dengan menerapkan *ua"ity, Cost, and
+e"i!ery% %& pembinaan teknologi in(ormasi? serta %14& peman(aat-
an sumber dana dan sumber daya alam secara optimal.
24,
(I. REN:ANA ANGGARAN PEMBANGUNAN DALAM
REPELITA (I
Program-program pembangunan tersebut di atas dilaksanakan
baik oleh Pemerintah maupun oleh masyarakat. +alam program-
program tersebut, yang merupakan program dalam bidang
transportasi, yang akan dibiayai dengan anggaran pembangunan
selama 0epelita 2I %1:B8 - 17B& adalah sebesar
0p!!.48:.14,4 juta. 0encana anggaran pembangunan transportasi
untuk tahun pertama dan selama 0epelita 2I menurut sektor, sub-
sektor dan program dalam sistem /PBN dapat dilihat dalam ,abel 3:-6.
249
Ta8e! 24<-
REN4ANA ANGGARAN PEMBANGUNAN TRANSPORTASI
Tahun An((aran 1334731 +an Ree!ita "I 61334731 < 133/733$
6+a!a, 'uta ruiah$
N*&
:*+e Sekt*r7Su8 Sekt*r7Pr*(ra, 1334731 1334731 < 133/733
.2
SE:TOR TRANSPORTASI) METEOROLOGI DAN
GEOAISI:A
.2&1 Su8 Sekt*r Prasarana Ja!an
49.1.41 P)4")a3 R#*a.0%0!a-0 $a P#3#%0*a)aa Ja%a $a J#3.a!a
&7&.,&0,0 3.!98.344,4
49.1.43 Program Peningkatan #alan dan Penggantian #embatan 2.469.,90,0 1+.&,2.140,0
49.1.4! P)4")a3 P#3.a"'a Ja%a $a J#3.a!a 6,6.,60,0 4.44,.100,0
.22 Su8 Sekt*r Trans*rtasi Darat
49.3.41 Program Pengembangan ;asilitas 1alu 1intas #alan
44.,+0,0 !4.764,4
49.3.43 P)4")a3 P#"#3.a"a P#)2#)#!a A/0a 426.90,,0 3.9:1.474,4
49.3.4! Program Peningkatan /ngkutan .ungai, +anau dan
Penyeberangan 116.364,4 7!1.944,4
.2&0 Su8 Sekt*r Trans*rtasi !aut
49.!.41 Program Pengembangan ;asilitas Pelabuhan 1aut !!1.6!6,4 3.4:8.6:4,4
49.!.43 Program $eselamatan Pelayaran 91.6,+,0 6&7.960,0
06.&.0& Program P#3.0aa;P#"#3.a"a /rmada Pelayaran 4&.&++,0 !46.184,4
.2&4 Su8 Sekt*r Tans*rtasi U+ara
49.:.41 P)4")a3 P#"#3.a"a 7a-0%0!a- Ba$a) U$a)a !3:.434,4 3.137.394,4
49.:.43 P)4")a3 K#-#%a3a!a P##).a"a 9+.,+0,0 91:.484,4
06.4.0& Program P#3.0aa;P#"#3.a"a /rmada *dara 178.944,4 1.137.14,4
.2&1 Su8 Sekt*r Mete*r*!*(i) Ge*;isaka) Pen9arian +an
Pen>e!a,atan 6SAR$
49.8.41 Program P#"#3.a"a 5eteorologi dan Geo(iska !3.994,4 347.4!4,4
49.8.43 Program Pencarian dan Penyelamatan 1.444,4 9.734,4