Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Penyakit periodontal adalah penyakit gigi dan mulut yang memiliki
prevalensi tertinggi kedua setelah karies, yaitu mencapai 70%.
1
Umumnya
penyakit periodontal yang diderita masyarakat Indonesia adalah periodontitis
kronis yang dialami oleh penduduk usia diatas 35 tahun.

!erapi konvensional periodontitis kronis yang selama ini dilakukan


meliputi terapi "keling Penghalusan #kar $"P#%, terapi &edah invasi',
penggunaan desin'ektan anti&akterial secara topikal, dan anti&iotik sistemik.
3,(
!erapi "P# adalah pera)atan inisial yang rutin dilakukan untuk
mengeliminasi 'aktor lokal seperti plak dan kalkulus, namun memiliki
keter&atasan akses pada poket dengan kedalaman * 3 mm sehingga tidak dapat
mengeliminasi &akteri intragingival pada area tertentu.
(
+al ini menye&a&kan
&akteri anaero& yang tertinggal dalam poket dapat &erekolonisasi, menginvasi
host, dan menye&a&kan rekurensi.
(,5
,e&erapa penelitian menye&autkan tentang anti-microbial photodynamic
therapy (APDT) yang dikem&angkan untuk mengeliminasi &akteri patogen
periodontal dengan mekanisme non-invasi'.
.,7
/leh karena itu, penulis
1
&ermaksud melakukan studi literatur untuk mengetahui potensi APDT se&agai
pera)atan komprehensi' non-invasi' yang dapat meminimalisasi ter0adinya
rekurensi periodontitis kronis.
1.2. Identifikasi Masalah
,erdasarkan latar &elakang terse&ut, penulis ingin mengka0i apakah APDT
&erpotensi dalam meningkatkan ke&erhasilan pera)atan sehingga
meminimalisasi rekurensi periodontitis kronis.
1.3. Tuuan Penulisan
!u0uan penulisan ka0ian ilmiah ini adalah untuk mengka0i potensi APDT
dalam meningkatkan ke&erhasilan pera)atan konvensional sehingga
meminimalisasi rekurensi periodontitis kronis.
1.!. Manfaat Penulisan
1an'aat penulisan ka0ian ilmiah ini adalah se&agai &erikut2
1em&erikan pengetahuan kepada dokter gigi mengenai potensi APDT
se&agai modi'ikasi pera)atan konvensional untuk meningkatkan
ke&erhasilan pera)atan konvensional pada periodontitis kronis.
1em&erikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai APDT se&agai
pera)atan yang optimal dalam menangani periodontitis kronis
1engoptimalkan aplikasi teknologi di &idang kedokteran gigi untuk
meningkatkan ke&erhasilan pera)atan konvensional pada periodontitis
kronis.
BAB II
TIN"AUAN PU#TA$A DAN $E%AN&$A BE%PI$I%
Peri'd'ntitis $r'nis
Periodontitis kronis adalah penyakit in'lamasi pada 0aringan penyangga
gigi yang dise&a&kan oleh mikroorganisme, menghasilkan kerusakan progresi'
pada ligamen periodontal dan tulang alveolar, dan umumnya ter0adi pada
orang de)asa di atas usia 35 tahun. Penyakit ini dise&a&kan oleh 'aktor lokal,
sistemik, dan lingkungan yang mempengaruhi interaksi normal pe0amu dengan
&akteri. Patogen penye&a& periodontitis antara lain P. gingivalis, B. forsythus,
P. intermedia, . nucleatum, A. actinomycetemcomitans, dan T. Denticol.
(

,erdasarkan perluasan penyakit, periodontitis kronis dapat diklasi'ikasikan
men0adi periodontitis kronis lokal $meli&atkan * 30% rongga mulut% dan
periodontitis general $meli&atkan 3 30% rongga mulut%. ,erdasarkan tingkat
keparahan penyakit, periodontitis kronis di&edakan men0adi2 ringan
$kehilangan perlekatan klinis 1- mm%4 sedang $kehilangan perlekatan klinis 3-
( mm%4 dan &erat $kehilangan perlekatan klinis 3 5 mm%.
(

5arakteristik klinis pasien periodontitis kronis meliputi akumulasi plak
supragingival dan su&gingival, diikuti pem&entukan kalkulus, in'lamasi
gingival, ter&entuk poket periodontal, kehilangan perlekatan, kerusakan tulang
alveolar, dan supurasi.
(

%ekurensi Peri'd'ntitis $r'nis
Progresi penyakit periodontal dimungkinkan &erlangsung kem&ali meskipun
telah dilakukan pera)atan dan ter0adi proses penyem&uhan se&elumnya.
5ondisi ini dise&ut rekurensi penyakit periodontal. 6ekurensi periodontitis
ditandai dengan ge0ala klinis se&agai &erikut4 in'lamasi rekuren yang dideteksi
dengan peru&ahan gingiva dan pendarahan sulkus saat pro&ing, meningkatnya
kedalaman sulkus, ter&entuknya kem&ali poket, meningkatnya kehilangan
tulang, dan meningkatnya mo&ilitas gigi.
(
6ekurensi ter0adi aki&at kurangnya kontrol plak oleh pasien atau
pera)atan konvensional yang tidak adekuat oleh operator. "P#, kuretase, dan
'lap &ahkan tidak dapat mengeliminasi &akteri intragingival pada area tertentu.
+al ini menye&a&kan &akteri terse&ut rekolonisasi dalam poket.
(

Pada saat &akteri tertinggal, ter0adi pertum&uhan plak su&gingival tetapi
le&ih lam&at di&andingkan plak supragingival sehingga tidak tampak secara
klinis adanya in'lamasi. Penyem&uhan 0aringan su&gingival 0uga &elum
ter0adi, hanya se&atas kem&alinya perlekatan pada !unctional epithelium.
(
7am&ar .1. ,akteri pada poket periodontal
(
Antimicrobial Photodynamic Therapy (APDT)
APDT adalah terapi non invasi' yang didasarkan pada kom&inasi antara
sinar dan photosensiti"er non toksik yang akan menghasilkan singlet oksigen
kemudian menghancurkan sel target.
8

Photosensitizer
Photosensiti"er adalah senya)a kimia yang dapat mengalami 'otoeksitasi
dan mengirim energinya ke molekul lain. ,iasanya photosensiti"er
diaplikasikan pada area target secara topikal kemudian diaktivasi dengan sinar
dapat sehingga mengeleminasi &akteri.
9
!erdapat le&ih dari (00 senya)a yang memiliki si'at 'otosensitasi,
diantaranya2 Phenothia"ine dyes, contohnya #etylene Blue (#B) dan Tolidine
Blue $ (TB$)% Phthalocyanine% &hlorine% Pophyrine, contohnya
'ematoporphyrin '&l, Photofrin% dan (anthene, contohnya rythrosine.
9
5riteria photosensiti"er yang ideal adalah toksisitas rendah, dapat
mengenal target, cepat dieliminasi dari epitel, dan mudah larut dalam air dan
larutan in0eksi.
9

Photosensiti"er yang paling sering digunakan adalah Toluidine Blue $
$TB$%. "e&uah studi menun0ukkan &ah)a penggunaan TB$ pada konsentrasi
rendah se&esar 0,01% menun0ukkan tidak ter0adinya iradiasi 0aringan lunak
dan staining 0aringan keras. TB$ se&agai photosensiti"er anti&akteri dapat
&erpenetrasi ke mem&ran sel &akteri gram positi' maupun gram negati'. +al
terse&ut mengaki&atkan peningkatan permea&ilitas mem&ran sehingga ter0adi
kerusakan ireversi&el. ,erdasarkan 0umlah dye yang le&ih tinggi perunit area,
TB$ le&ih e'ekti' mengeliminasi A.actinomycetemcomitans, P.gingivalis, dan
)usobactierium nucleatum di&anding dengan permukaan yang di&eri #etilene
Blue (#B).
9

#u()er #inar
APDT memerlukan sinar untuk mengaktivasi photosensiti"er sehingga
dapat melakukan mekanisme perusakan &akteri di sekitarnya. !erdapat tiga
macam sinar untuk APDT, yaitu2 sinar laser diode, sinar non-laser yang &erupa
*D $light emitting diode%, dan sinar non-koheren. Pada &e&erapa dekade
terakhir, sinar yang &anyak diaplikasikan se&agai APDT yaitu sinar dengan
pan0ang gelom&ang spesi'ik.
10
!erapi sinar laser telah digunakan dalam kedokteran gigi dalam
mem&erikan e'ek &akterisidal pada &akteri poket periodontal. #khir-akhir ini
telah diteliti &ah)a *D dapat di0adikan sinar alternati' pengganti laser diode
dalam APDT karena harga laser masih sangat mahal.
10
#inar Light Emited Diode (*D)
*D adalah sinar yang dihasilkan dari arus dengan pan0ang
gelom&ang tertentu yang kasat mata. !erdapat macam *D yang
direkomendasikan untuk APDT, yaitu sinar merah dan sinar &iru.
11
"inar merah dengan pan0ang gelom&ang .30-700 nm mempunyai
kedalaman penetrasi dari 0,5-1,5 mm, &er'ungsi mengurangi in'lamasi,
eliminasi &akteri, dan memicu penyem&uhan. "inar &iru dengan
pan0ang gelom&ang (70 nm menun0ukkan si'at anti-in'lamasi dan
immuno modulasi, mengeliminasi proses in'lamasi akut pada gingiva,
mem&uang edema, mem&ersihkan &akteri patogen, dan mem&antu
meningkatkan resistensi organisme terhadap penetrasi &akteri in'eksi.
1
*ara $era APDT
:'ek &akterisidal dari APDT dicapai dengan destruksi mem&ran
sitoplasmik atau ;<# &akteri. 1ekanisme aksi APDT yaitu se&agai &erikut2
photosensiti"er pada ground state diaktivasi men0adi triplet state yang
&erenergi tinggi aki&at radiasi sinar dengan pan0ang gelom&ang tertentu.
Photosensiti"er yang tereksitasi akan &erinteraksi dengan molekul sekitar,
pada tahap ini ter&entuk spesies sitotoksik. Photosensiti"er &ereaksi dengan
&iomolekul menggunakan 0alur &er&eda.
13
Pada reaksi tipe 1, ter0adi pelepasan atom hidrogen atau trans'er elektron
antara photosensiti"er teraktivasi dengan molekul su&strat organik sel,
menghasilkan radikal &e&as dan ion radikal reakti' yang &erinteraksi dengan
molekul oksigen endogen untuk memproduksi oksigen reakti', seperti
superoksida, hidrogen peroksida, dan radikal hidroksil sehingga menye&a&kan
disintegrasi mem&ran sel &akteri dan kerusakan &iologis ireversi&el.
8
Pada reaksi tipe , ter0adi interaksi langsung antara photosensiti"er pada
triplet state dengan molekul oksigen, menghasilkan oksigen reakti' yang
dise&ut oksigen singlet. /ksigen terse&ut memiliki reaktivitas kimia yang
tinggi sehingga dapat menye&a&kan kerusakan oksidati' dan e'ek letal pada sel
&akteri. 6eaksi tipe inilah yang &erperan dalam APDT.
8
/ksigen singlet dapat mem&unuh &akteri, virus, proto=oa, dan 'ungi.
/ksigen ini memiliki pan0ang hidup 0,0(>s dan radius aksi 0,0 mm. ?aktu
hidup dan radius aksi yang pendek terse&ut mem&uat e'ek destruksi oksigen
singlet terlokalisasi sehingga dapat melindungi molekul, sel, dan organ yang
0auh dari e'ek samping.
8
7am&ar .. 1ekanisme #ksi APDT
8
$eunggulan APDT
,erdasarkan penelitian se&elumnya, APDT setelah "P# dapat
mengurangi kontaminasi &akteri pada poket periodontal se&esar 87,57%.
8
APDT ter&ukti e'ekti' mem&unuh &akteri, terutama &akteri blac+-
pigmented penye&a& periodontitis, seperti P. ,ntermedia, P. gingivalis, P.
nigrescens, dan P. melanonigenica.
1(,15
APDT setelah "P# e'ekti' mengurangi respon in'lamasi gingiva karena
menurunkan ekspresi matri@ metaloprotein 8 dan mengham&at sintesis
mediator proin'lamasi prostaglandin : $P7:%.
1.
;engan terham&atnya
P7:, APDT dapat digunakan se&agai alternati' kontrol nyeri setelah
pera)atan.
17
/=a)a dkk. menun0ukkan &ah)a APDT secara signi'ikan
mempercepat penyem&uhan luka dengan cara mengham&at peningkatan
aktivitas plasminogen yang mampu menguraikan serat kolagen.
18
"tein
dkk. menyatakan &ah)a setelah 7 0am aplikasi APDT dapat menstimulasi
osteoblastli+e cell dan meningkatkan deposit serat kolagen.
19
"e&uah penelitian mengungkapkan &ah)a ter0adi penurunan skor
perdarahan pada terapi "P# kom&inasi APDT di&anding dengan "P#
tunggal setelah aplikasi 1 minggu sampai dengan 1 &ulan.
0
+al ini sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh Aevina $013% &ah)a peru&ahan
skor perdarahan pada terapi "P# yang diikuti APDT dengan menggunakan
sinar *D selama 10 detik ke dalam poket * 5 mm mampu mem&erikan
hasil penurunan skor perdarahan gingiva yang le&ih &aik di&anding dengan
"P# tunggal, )alaupun tidak &ermakna secara statistik. Penelitian terse&ut
0uga menun0ukkan &ah)a terapi "P# yang diikuti APDT dengan
menggunakan sinar *D selama 10 detik ke dalam poket * 5 mm mampu
meningkatkan perlekatan gingiva dan menurunkan kedalaman poket le&ih
&esar daripada terapi "P# sa0a.
1
BAB III
MET+D+L+&I PENULI#AN
Pengu(,ulan- Peng'lahan- dan #intesis Data
5a0ian ilmiah ini adalah literature revie-. Pengumpulan data pada ka0ian
ini menggunakan metode studi pustaka dari te@TB$ok dan 0urnal. Pengolahan
data sintesis pada ka0ian ini dilakukan dengan sistematis.
BAB I.
PEMBAHA#AN
APDT adalah se&uah pengem&angan dari terapi 'otodinamik yang
didasarkan pada kom&inasi tiga komponen, yaitu photosensiti"er, sinar, dan
oksigen. Penggunaan TB$ se&agai photosensiti"er dan sinar *D adalah salah
satu kom&inasi komponen APDT yang tepat untuk diaplikasikan pada 0aringan
periodontal. TB$ &ersi'at non toksik dan mempunyai kemampuan paling e'ekti'
untuk mengeliminasi A. actinomycetemcomintans, P. gingivalis, dan
)usobacterium nucleatum. "edangkan *D dipilih karena memiliki keunggulan,
yaitu ekonomis, ringan, dan sangat 'leksi&el. *D dengan sinar merah .70 nm dan
sinar &iru (70 nm mampu &erpenetrasi ke 0aringan lunak untuk mengeliminasi
&akteri dan memicu penyem&uhan 0aringan. 5om&inasi dua komponen terse&ut
ter&ukti e'ekti' dalam mengakti'kan oksigen endogen men0adi oksigen singlet.
/ksigen singlet akan mengoksidasi mem&ran sel &akteri anaero& sehingga
menye&a&kan mem&ran sel lisis dan ter0adi kerusakan irreversi&el.
!erapi "P# tunggal se&agai terapi inisial dan maintainance memiliki
&e&erapa keter&atasan dan tidak mampu mencapai akses pada kedalaman poket
le&ih dari 3 mm. +al ini menye&a&kan &akteri anaero& yang tertinggal dalam
poket dapat rekolonisasi. 5olonisasi &akteri akan menye&a&kan peningkatan
virulensi dan toksisitas &akteri pada 0aringan host sehingga periodontitis yang
telah dira)at dapat mengalami progresi penyakit kem&ali atau rekurensi.
#P;! memiliki &iokompati&ilitas yang tinggi karena selekti' merusak sel
&akteri patogen atau 0aringan a&normal tanpa meli&atkan 0aringan sehat.
5eunggulan terapi ini yaitu memiliki e'ek anti-mikro&ial, analgesik, dan
penyem&uhan luka dengan cara mengurangi respon in'lamasi, mengham&at
sintesis prostaglandin, menstimulasi osteoblastli+e cell, dan meningkatkan deposit
serat kolagen sehingga dapat meningkatkan perlekatan, menurunkan perdarahan,
menurunkan kedalaman poket, serta mempercepat penyem&uhan. !erapi ini tidak
menye&a&kan resistensi &akteri sehingga le&ih e'ekti' di&andingkan penggunaan
anti&iotik. APDT mampu &erpenetrasi ke dalam 0aringan periodontal sehingga
e'ekti' mengeliminasi &akteri, &aik di permukaan maupun di dalam 0aringan.
APDT tunggal tidak dapat menggantikan terapi "P# dalam mengeliminasi
deposit plak dan kalkulus karena kalkulus tidak dapat tereliminasi maksimal tanpa
terapi mekanik. 5alkulus terse&ut akan menye&a&kan lingkungan 0aringan &ersi'at
anaero& sehingga &akteri anaero& semakin tum&uh su&ur.
1odi'ikasi terapi periodontitis kronis &erupa terapi "P# yang diikuti
APDT le&ih e'ekti' di&andingkan terapi "P# tunggal. 5om&inasi keduanya
mampu mengeliminasi &akteri anaero& yang tidak dapat di0angkau oleh "P# pada
poket periodontal yang dalam. ;engan menggunakan teknik yang tepat,
mengontrol oral hygiene, dan mempertahankan lingkungan 0aringan yang cukup
oksigen, kom&inasi APDT dengan terapi "P# &erpotensi meningkatkan
ke&erhasilan pera)atan periodontitis kronis dapat meminimalisasi atau
mengurangi risiko rekurensi periodontitis kronis.
BAB .
PENUTUP
$esi(,ulan
1odi'ikasi pera)atan periodontitis kronis yang &erupa aplikasi APDT
setelah "P# dapat e'ekti' mengurangi &akteri patogen anaero& yang tersisa
dalam poket dan 0aringan sehingga dapat di0adikan pera)atan modi'ikasi
untuk mengurangi ter0adinya rekurensi periodontitis kronis.
#aran
1odi'ikasi pera)atan periodontitis kronis yang komprehensi' sangat
diperlukan oleh masyarakat Indonesia karena prevalensi penyakit ini masih
sangat tinggi. /leh karena itu, penulis &erharap kom&inasi "P# dan APDT
seperti yang telah dika0i ini dapat diterapkan di Indonesia untuk
meningkatkan kesehatan periodontal masyarakat dan mengurangi prevalensi
periodontitis kronis di masa mendatang.
DA/TA% PU#TA$A
$1% 6iset 5esehatan ;asar, Aaporan <asional 007. ,adan Penelitian dan
Pengem&angan 5esehatan ;epartemen 5esehatan, 6epu&lik Indonesia,
;esem&er 008.
$% "inta)ati B.C., Indira)ati !.<. Baktor-Baktor yang 1empengaruhi
5e&ersihan 7igi dan 1ulut 1asyarakat ;5I Dakarta !ahun 007. Durnal
:kologi 5esehatan Eol. 8 <o. 1, 1aret 0082 8.0-873
$3% 5uhr #., et al. /&servations on e@perimental marginal periodontitis in rats.
Dournal o' Periodontal 6esearch. 00(4 392 101-10..
$(% <e)man, et al. 01. &aran"a.s &linical Periodontology // th. ed. :lsavier.
$5% 5ardum 1.I., et al.!he :''ect o' "caling and 6oot Planing on the Flinical
and 1icro&iological Parameters o' Periodontal ;iseases. #cta "tomatol
Froat, Eol. 35, &r. 1, 001. Duly 13, 000
$.% 5handge, <.E., et al. Photodynamic !herapy $Part 12 #pplication in
;entistry%. International Dournal o' Aaser ;entistry, Danuary-#pril
01343$1%27-13.
$7% 1eisel P, 5ocher !. Photodynamic therapy 'or periodontal diseases2 "tate o'
the art. D hotochem Photo&iol , 0054792159-70.
$8% ,adora :.1., "=ulc, 1. Photodynamic !herapy and ItGs 6ole in Periodontitis
!reatment. Postepy +ig 1ed ;os), 0134 .72 1058-10.5
$9% Parker, "teven. Photodynamic #ntimicro&ial Fhemotherapy in 7eneral
;ental Practice. Dlaser ;ent 0092 17$3%2131-138
$10% Farolina, #na ,P., et al. "uscepti&ility o' planktonic cultures o'
0treptococcus mutans to photodynamic therapy )ith a light-emitting diode.
,ra= /ral 6es. 010, /ct-;ec4($(%2(13-8.
$11% "hivakumar E, "hanmugam 1, "udhir 7, Priyadarshoni " P. "cope o'
photodynamic therapy in periodontics and other 'ields o' dentistry. D
Interdiscip ;entistry,"eptem&er 01.
$1% ;ave ;eepak, Urmi ;esai, <eera0 ;espande. Photodynamic !herapy2 #
Eie) through Aight. Dournal o' /ro'acial 6esearch, #pril-Dune
014$%28-8..
$13% <akonechny B, et al. 011. <e) !echniHue in #ntimicro&ial !herapy.
Israel2 Bormate@.
$1(% !akahashi <., et al. Detection fre1uency of periodontitis-associated bacteria
by polymerase chain reaction in subgingival and supragingival pla1ue in
periodontitis and healthy sub!ects. Dournal o' /ral 1icro&iology
Immunology. 00(4 192 379-385.
$15% Fhui F, et al. #ntimicro&ial e''ect o' photodynamic therapy using high-
po)er &lue light-emitting diode and red-dye agent on Porphyromonas
gingivalis. 7 Be& 013. D Periodontal 6es. 013 ;ec4(8$.%2.9.-705. ;/I2
10.1111I0re.1055.
$1.% "akurai J, Jamaguchi 1, #&iko J. Inhi&itory e''ect o' lo)-level laser
irradiation on AP" stimulated prostaglandin : production and
cycloo@ygenase- in human gingival 'i&ro&lasts. :ur D /ral "ci
007410829-3(
$17% 6i&eiro I?, "&rana1F, :sper A#, #lmeida #A. :valuation o' the e''ect o'
the 7a#l#s laser on su&gingival scaling and root planing. Photomed Aaser
"urg 0084.2387-9
$18% Pour=arandian #, ?atana&e +, 6u)anpura "1, #oki #, Ishika)a I. :''ect
o' lo)-level :r2J#7 laser irradiation on cultured human gingival
'i&ro&lasts. D Periodontol 00547.2187-93
$19% ,adea 1:, "er&anescu #, +edesiu 1, ,adea #B. Photodynamic
lasertherapy in patients )ith periodontitis. !1D 0104.0218-1
$0% 1eisel P, 5ocher !. Photodynamic therapy 'or periodontal diseases2 "tate o'
the art. D hotochem Photo&iol , 0054792159-70.
$1% 1ulya, Aevina. 013. Terapi )otodinami+ 0etelah 0+eling dan Penghalusan
A+ar Pada Periodontitis 2ronis dengan 2ehilangan Perle+atan 3 4 mm.
Dakarta2 B57 UI
1
6iset 5esehatan ;asar 007. Aaporan <asional 007. ,adan Penelitian dan Pengem&angan 5esehatan ;epartemen 5esehatan, 6epu&lik
Indonesia, ;esem&er 008.B.C. "inta)ati, Indira)ati
2
!.<. Baktor-Baktor yang 1empengaruhi 5e&ersihan 7igi dan 1ulut 1asyarakat ;5I Dakarta !ahun 007. Durnal :kologi 5esehatan Eol. 8 <o. 1, 1aret
0082 8.0-873
3
5uhr #., et al. /&servations on e@perimental marginal periodontitis in rats. Dournal o' Periodontal 6esearch. 00(4 392 101-10..
4
<e)man, et al. Faran=aGs Flinical Periodontology 11 th. ed. :lsavier. 01
5
5ardum 1.I., et al.!he :''ect o' "caling and 6oot Planing on the Flinical and 1icro&iological Parameters o' Periodontal ;iseases. #cta "tomatol Froat,
Eol. 35, &r. 1, 001. Duly 13, 000
6
5ardum 1.I., et al.!he :''ect o' "caling and 6oot Planing on the Flinical and 1icro&iological Parameters o' Periodontal ;iseases. #cta "tomatol Froat,
Eol. 35, &r. 1, 001. Duly 13, 000
7
1eisel P, 5ocher !. Photodynamic therapy 'or periodontal diseases2 "tate o' the art. D hotochem Photo&iol , 0054792159-70.
8
,adora :.1., "=ulc, 1. Photodynamic !herapy and ItGs 6ole in Periodontitis !reatment. Postepy +ig 1ed ;os), 0134 .72 1058-10.5
9
Parker, "teven. Photodynamic #ntimicro&ial Fhemotherapy in 7eneral ;ental Practice. Dlaser ;ent 0092 17$3%2131-138
10
Farolina, #na ,P., et al. "uscepti&ility o' planktonic cultures o' 0treptococcus mutans to photodynamic therapy )ith a light-emitting diode. ,ra= /ral
6es. 010, /ct-;ec4($(%2(13-8.
11
http2II))).electronics.dit.ieIsta''Itscar''I;!089KPhysicalKFomputingK1I *D "I *D s.htm Ldiakses 10I3I01( pukul .00?I,M
12
;ave ;eepak, Urmi ;esai, <eera0 ;espande. Photodynamic !herapy2 # Eie) through Aight. Dournal o' /ro'acial 6esearch, #pril-Dune 014$%28-
8.

"akurai J, Jamaguchi 1, #&iko J. Inhi&itory e''ect o' lo)-level laser irradiation on AP" stimulated prostaglandin : production and cycloo@ygenase-
in human gingival 'i&ro&lasts. :ur D /ral "ci 007410829-3(

#&oelsaad <", "oory 1, 7adalla A1, 6aga& AI, ;unne ", Nalata 56, et al. :''ect o' so't laser and &ioactive glass on &one regeneration in the treatment
o' in'ra-&ony de'ects $a clinical study%. Aasers 1ed "ci 0094(257-33
13
<akonechny B, et al. 011. <e) !echniHue in #ntimicro&ial !herapy. Israel2 Bormate@
14
Fhui F, et al. #ntimicro&ial e''ect o' photodynamic therapy using high-po)er &lue light-emitting diode and red-dye agent on Porphyromonas
gingivalis. 7 Be& 013. D Periodontal 6es. 013 ;ec4(8$.%2.9.-705. ;/I2 10.1111I0re.1055
15
6i&eiro I?, "&rana1F, :sper A#, #lmeida #A. :valuation o' the e''ect o' the 7a#l#s laser on su&gingival scaling and root planing. Photomed Aaser
"urg 0084.2387-9
1.
17
#&oelsaad <", "oory 1, 7adalla A1, 6aga& AI, ;unne ", Nalata 56, et al. :''ect o' so't laser and &ioactive glass on &one regeneration in the treatment
o' in'ra-&ony de'ects $a clinical study%. Aasers 1ed "ci 0094(257-33
18
Pour=arandian #, ?atana&e +, 6u)anpura "1, #oki #, Ishika)a I. :''ect o' lo)-level :r2J#7 laser irradiation on cultured human gingival 'i&ro&lasts.
D Periodontol 00547.2187-93
19
,adea 1:, "er&anescu #, +edesiu 1, ,adea #B. Photodynamic lasertherapy in patients )ith periodontitis. !1D 0104.0218-1
20
1eisel P, 5ocher !. Photodynamic therapy 'or periodontal diseases2 "tate o' the art. D hotochem Photo&iol , 0054792159-70.