Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ayu Puji Lestari

Nim : 201310370311163
Jurusan : Teknik Informatika (2-D)

TAUHID SEBAGAI DASAR UTAMA
Menurut bahasa, tauhid berasal dari kata : yang artinya "meng-Esa-kan, menurut arti
hatfiah tauhid berasal dari kata "Wahid" yang berarti "satu'". Menurut para ahli, Ilmu Tauhid
diartikan ilmu yang membahas segala kepercayaan keagamaan dengan menggunakan dalil-
dalil yang meyakinkan.Menurut definisi ilmu tauhid ialah ilmu yang membicarakan tentang
wujudnya Allah, sifat-sifat yang tidak ada pada-Nya membicarakan tentang Rasul-rasul
Allah, untuk menenetapkan kerasulannya dan mengetahui sifat-sifat yang mesti ada padanya
sifat-sifat yang terdapat padanya.Menurut istilah Agama Islam Tauhid ialah Keyakinan
tentang dalil-dalilnya yang menjurus kepada kesimpualan bahwa Tuhan itu Satu disebut Ilmu
Tauhid. Di dalamnya terrnasuk soal-soal kepercayaan dalam Agama Islam.
Firman Allah yang artinya
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-
Nya segala sesuatu, Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun
yang setara dengan Dia." (QS. A 1-lkhlas: 1 - 4).
Demikianlah, bahwa Allah yang menguasai alam semesta ini sudah pasti Ia Maha Esa,
artinya Tunggal, hanya satu tidak lebih. Jika sekiranya penguasa alam ini lebih dari satu,
niscaya akan timbul perselisihan yang membawa kerusakan.
Tauhid dalam pandangan agama merupakan akar yang melandasi setiap tindakan,
ucapan dan perbuatan manusia. Kekokohan dan tegaknya tauhid mencerminkan luasnya
pandangan, timbulnya semangat beramal dan lahirnya sikap optimistik. Sehingga tauhid
dapat digambarkan sebagai sumber segala perbuatan (amal shaleh) manusia.
Sebetulnya formulasi tauhid terletak pada realitas sosial.Apapun bentuknya, tauhid
menjadi titik sentral dalam melandasi dan mendasari aktivitas. Tauhid harusnya dapat
menjawab semua problematika kehiduan modernitas, dan merupakan senjata pamungkas
yang mampu memberikan alternatif yang lebih anggun dan segar. Tujuan tauhid adalah
memanusiakan manusia atau dengan kata lain tujuan tauhid adalah memberikan perubahan
terhadap masyarakatnya.
Tauhid merupakan komitmen manusia kepada Allah sebagai fokus segala hormat,
rasa syukur dan sebagai satu-satunya sumber nilai. Kalimat tauhid adalah la ilaha illa
allah atau biasa disebut dengan kalimat thayyibah, menyimbulkan bahwa tidak ada tuhan
selain Allah. Formulasi pendek dari kalimat ini adalah berani menyatakantidak kepada setiap
sesembahan lain dan kebathilan serta ketidakbenaran. Bertauhid berarti meniadakan segala
sesuatu yang datang dari selain Allah. Maka kalimat tauhid adalah mengimani (faith) kepada
Allah secara totalitas. Tauhid juga menuntut dideklarasikannya dalam muara kehidupan yang
lebih nyata (historis-empiris).
Ketika tauhid dipahami sebagai pandangan hidup, maka salah satu konsekuensinya
adalah tauhid menjadi sumber semangat ilmiah. Pemahaman ini tentu tidak sekedar
didasarkan pada pengetahuan tauhid sebagai landasan dan pijakan semata-mata, melainkan
lebih jauh lagi bahwa tauhid menjadi titik sentral yang melahirkan semangat perjuangan.
Dalam konteks perjuangan, tauhid merupakan kekuatan yang menopang segala
aktifitas yang akan kita lakukan. Tauhid sebagai semangat ilmiah, maka dapat didekati
dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan teologis dan pendekatan filosofis. Pendekatan
teologis berarti kita dituntut untuk memiliki commitment personal
(keterpanggilan pribadi), loyalitas (kesetiaan) dan sebagai actorsekaligus spectator.
Sementara pendekatan filosofis berarti kita dituntut untuk peka terhadap isu sosial
keagamaan, dan sekaligus meresponsnya melalui aksi nyata.
Dua pandekatan tersebut di atas adalah bagaimana kita mendasarkan tauhid sebagai
sumber cita-cita dan semangat perjuangan. Setiap perjuangan yang akan dilakukan harus
mendatangkan sebuah kemaslahatan bukan sebuah kemadharatan.
Visi tauhid adalah membentuk masyarakat yang mengejar nilai-nilai utama dan
mengusahakan keadilan, yang pada gilirannya memberikan inspirasi manusia-tauhid untuk
mengubah dunia sekelilingnya agar sesuai kehendak Allah. Sedangkan misi tauhid adalah
membentuk serangkaian tindakan agar kehendak Allah tersebut terwujud menjadi kenyataan
dan ini merupakan bagian integral dari komitmen itu. Sehingga menjadi wajib bagi kita untuk
menegakkan suatu orde sosial yang adil dan etis, berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah.
Akhirnya cita-cita tauhid adalah terbentuknya keseimbangan dunia dan akhirat.