Anda di halaman 1dari 11

STIKes Kusuma Husada Surakarta

PRODI D III Kebidanan


Tahun Akademik 2013 / 2014
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Dosen Pengampu : Rosaning Harum Mediansari
Program Studi : DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta
Mata Kuliah : Excellent Service
Semester / SKS : II/ 1
Waktu : 2x50 menit
Pertemuan ke- : V
Standar Kompetensi : a. Kompetensi 1a
b. Kompetensi 2a, b, c.
Kompetensi Dasar : Mahasiswa mampu menerapkan etika umum.
Indikator : 1. Mahasiswa mampu mengidentifiksi etika pribadi
2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi etika sebagai karyawan
3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi etika hubungan antar
pribadi
4. Mahasiswa mampu mengidentifikasi etika kepada pelanggan
5. Mahasiswa mampu mengidentifikasi etika di area publik

Tabel Kegiatan
Pembelajaran
:

No. Tahap Kegiatan
Pembelajaran
Metode Media Alokasi
waktu
Sumber Belajar
1. Pendahuluan
a. Presensi
b. Apersepsi

c. Kompetensi

a. Mengecek
kehadiran
mahasiswa
b. Menanyakan
hal-hal yang
terkait dengan
penerapan
etika
c. Menjelaskan
kompetensi
yang akan
dicapai setelah
pembelajaran.

Ceramah
dan
tanya
jawab

LCD
Laptop
Audio
speaker

15
menit



2. Penyajian

a. Menjelaskan
tentang etika
pribadi
b. Menjelaskan
tentang etika
sebagai
karyawan
c. Menjelaskan
tentang etika
hubungan
antar pribadi
d. Menjelaskan
tentang etika
kepada
pelanggan
e. Menjelaskan
tentang etika
di area publik
f. Roleplay
menerapkan
etikaumum
Ceramah

Diskusi

Roleplay








LCD
Laptop
Spidol
Papan
tulis
Audio
speaker
70
menit
Abullah, M.
Yatimin. 2006.
Pengantar Studi
Etika. Jakarta :
PT.Raja Grafindo
Persada
Berten, Keens. 1993.
Etika. Jakarta :
Gramedia Pustaka
Utama
Salam, Burhanudin.
1997. Etika Sosial.
Jakarta : PT. Rineka
Cipta
Subagyio, Aris.
Etika dalam
Memberikan
Pelayanan.
http://ekonomi.komp
asiana.com/marketin
g/2013/05/28/pentin
gnya-etika-dalam-
pelayanan-
562443.html

3. Penutup
a. Ringkasan



b. Penilaian


c. Tindak
lanjut

a. Menyimpul-
kan tentang
materi
menerapkan
etik umum
b. Melakukan
tanya jawab
pada peserta
didik tentang
materi yang
telah
diberikan.
c. Menjelaskan
tentang jam
pertemuan
selanjutnya
d. Menutup
kegiatan
proses
pembelajaran
dengan
memberikan
salam

Diskusi,
Ceramah
dan
tanya
jawab

LCD
Laptop
Audio
speaker

15
menit

Evaluasi
Pertanyaan:
1. Jelaskan pengertian etika umum
Etika umum adalah etika yang berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana
manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mangambil keputusan etis, teori-
teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam
bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan
2. Jelaskan pengertian etika khusus
Etika khusus merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang
kehidupan yang khusus. Penerapannya dapat berupa bagaimana mengambil keputusan
dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan, yang
didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Selain itu penerapannya juga
dapat berupa bagaimana menilai prilaku diri dan orang lain dalam bidang kegiatan dan
kehidupan khusus
3. Jelaskan tindakan yang anda lakukan jika mengetahui teman rekan karyawan anda
melakukan kesalahan dan berusaha menyembunyikannya?
Menegur teman tersebut dan berusaha menjelaskan serta membujuk agar ia mau
mengakui atau minimal memperbaiki kesalahan yang dia lakukan.
Sumber :
Abullah, M. Yatimin. 2006. Pengantar Studi Etika. Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada
Berten, Keens. 1993. Etika. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Salam, Burhanudin. 1997. Etika Sosial. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Subagyio, Aris. 2013. Etika dalam Memberikan Pelayanan.
http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2013/05/28/pentingnya-etika-dalam-
pelayanan-562443.html
-. 2014. Etika di Tempat Umum. http://www.tukarposisi.com/penting-etika-di-tempat-
umum/


Surakarta, 24 April 2014
Dosen


Rosaning Harum Mediansari





MATERI AJAR
MENERAPKAN ETIKA UMUM
A. PENGERTIAN ETIKA
Etika adalah penerapan dari proses dan teori filsafah dari moral pada situasi
nyata. Etika pada hakekatnya berkaitan dengan etika dan moral, yaitu mengenai
apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk di masyarakat dalam kurun
waktu tertentu. (Abdullah, 2006)
Etika secara umum dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu (Barten, 1993):
1. Etika Umum
Etika umum adalah etika yang berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar
bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mangambil
keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi
pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik
atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat dianalogkan dengan ilmu
pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
2. Etika khusus
Etika khusus merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang
kehidupan yang khusus. Penerapannya dapat berupa bagaimana mengambil
keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang
dilakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Selain
itu penerapannya juga dapat berupa bagaimana menilai prilaku diri dan orang
lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh
kondisi yang memungkinkan.
Etika khusus dibagi menjadi dua bagian :
1. Etika individual
Etika individual menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya
sendiri.
Contoh : Buang angin
2. Etika sosial
Etika sosial berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia
sebagai anggota umat manusia.
Contoh : Bertegur sapa ketika berjumpa dengan sesama teman.
B. ETIKA PRIBADI
Etika pribadi adalah etika yang berkaitan dengan kewajiban dan sikap manusia
terhadap dirinya sendiri, misalnya:
1). Memelihara kesehatan dan kesucian lahiriah dan batiniah;
2). Memelihara kerapian diri, kamar, tempat tingggal, dan lainnya;
3). Berlaku tenang;
4). Meningkatkan ilmu pengetahuan;
5). Membina kedisiplinan dan lainnya.
(Salam, 1997)
C. ETIKA SEBAGAI KARYAWAN
1. Hubungan antara karyawan dengan perusahaan
Seorang karyawan harus berusaha yang terbaik untuk kepentingan
perusahaan, jelasnya bahwa setiap karyawan harus berbuat yang terbaik
bagi perusahaan.
Seorang karyawan harus berusaha meningkatkan kemampuannya untuk
mencapai yang terbaik, yakni kontribusi karyawan tergantung dari
kemampuan dan semangat untuk menghasilkan yang terbaik.
Seorang karyawan harus bersikap achievement oriented yaitu pencapaian
orientasi target dalam kerja.
Seorang karyawan harus bertingkah laku yang baik dan menghindari hal-
hal yang mencemarkan nama baik perusahaan.
2. Hubungan antara tugas, wewenang, dan jabatan
Seorang karyawan harus mempunyai rasa tanggung jawab dalam
menggunakan wewenang dan jabatan agar tidak merugikan perusahaan,
rekan kerja, orang lain dan dirinya sendiri.
Jangan menyalah gunakan wewenang demi kepentingan pribadi, atau
mendahulukan atau memihak kelompok-kelompok tertentu.
Jangan mengungkapkan data atau strategi perusahaan yang bersifat rahasia
kepada pihak-pihak yang tidak berhak mengetahuinya yang dapat
menyebabkan kelangsungan hidup perusahaan terancam.
3. Hubungan antara atasan dan bawahan
Bawahan harus bersikap hormat pada atasannya, dengan kata lain
penghormatan bawahan terhadap atasannya semata-mata atas
pertimbangan wewenang, tanggung jawab dan wibawa.
Garis tanggung jawab adalah dari bawah keatas, yakni bawahan
bertanggung jawab kepada atasan dan atasan mempertanggung jawabkan
bawahannya.
Seorang karyawan jangan membohongi, menyembunyikan data atau
dengan sengaja berusaha menyesatkan atasannya untuk hal-hal yang ada
kaitannya dengan perusahaan. Atasan yang tidak mendapat informasi, atau
mendapat informasi yang salah berakibat kesimpulan dan keputusan yang
salah pula, yang pada akhirnya menyebabkan kerugian perusahaan.
Atasan harus bersifat mendidik dan memberi pengarahan kepada
bawahannya, sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan unjuk
kerja dan sikap kerja, karena kemajuan anak buah merupakan tanggung
jawab atasannya.
Seorang atasan harus menjadi panutan bagi bawahannya, tingkah laku
atasan harus mencerminkan nilai-nilai yang dianut oleh bawahannya.
4. Hubungan antar karyawan
Saling menghargai dan membina semangat kerjasama yakni dengan saling
menghargai karena persamaan harkat dan martabat dan membina
kerjasama kerena semua karyawan bekerja dalam team yaitu perusahaan.
Menghindari tindakan ketidak harmonisan, pertentangan dan keresahan
diantara karyawan
(Salam,1997)
D. ETIKA HUBUNGAN ANTAR PRIBADI
Hubungan antar manusia didalam masyarakat dibina atas dasar hal-hal kecil yang
mengakrabkan persahabatan yang terbit dari kata hati yang tulus ikhlas..
1. Membuka pintu komunikasi
Etika menyimpan segudang pemikat untuk menyatakan perhatian kepada orang
lain sekaligus untuk dapat membuka pintu komunikasi. Membuka pintu
komunikasi yang lazimnya dilakukan :
Lambaikan tangan
Senyum yang tulus dan simpatik
Ucapkan kata sapaan : Hei! Hallo! Selamat Pagi, Assalamualaikum,dll.
Cobalah mengajak berjabat tangan. Kebiasaan ini sudah cukup lazim di
masyarakat kita. Cara berjabat tanganpun bervariasi. Ada yang berjabat
tangan sambil menepuk bahu.
Tanyakan keadaannya ; apa kabar ? Berapa anakmu? Sehat bukan?
Mintalah maaf dan permisi ; Maaf nama saya Agus, siapa nama anda ?
Bolehkah aku tahu alamatmu?
Ucapkan terimakasih.
2. Komunikasi Tatap Muka
Komunikasi tatap muka, berarti mempertemukan orang-orang yang terlibat
dalam proses komunikasi. Norma etika mesti kita perhatikan, karena apabila
kita melakukan kesalahan meskipun tidak disengaja, sangat mungkin
menyebabkan orang lain sakit hati. Pepatah kita mengatakan, berkata
peliharalah lidah. Hati-hatilah dalam berbicara dengan siapapun, terutama
dengan orang yang lebih senior, agar tidak mendatangkan akibat kurang
menyenangkan di kemudian hari. Memang lidah tidah bertulang. Sekali
terlontar kata-kata yang tidak berkenaan bagi orang lain, dengan apa kita
menangkapnya kembali? Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita
berkomunikasi secara tatap muka :
Waktu berbicara hendaklah kita tenang, sekali-kali boleh saja menegaskan
pembicaraan dengan gerak tangan secara halus dan sopan. Gerak tangan
hendaklah tidak terlalu banyak, dan janganlah menggunakan telunjuk
untuk menunjuk lawan bicara.
Janganlah kita bicarakan sesuatu yang ingin dilupakan orang lain.
Janganlah mempergunjingkan orang lain.
Janganlah memborong seluruh pembicaraan. Biasakanlah mendengarkan
orang lain, dan jangan memotong pembicaraan orang lain.
Hendaklah kita berdiam dan memperhatikan ketika kita pimpinan atau
atasan sedang berbicara.
Waktu berbicara hendaknya kita mengambil jarak yang sesuai dengan
orang yang kita ajak bicara, dalam arti tidak terlalu dekat agar lawan
bicara tidak terganggu dengan bau mulut.
Suara hendaklah disesuaikan, jangan terlalu keras.
Jika hendak batuk, bersin, atau menguap, hendaklah mulut ditutup dengan
tangan.
Jika pembicaraan selesai hendaklah mengucapkan terimakasih.
3. Komunikasi Media Telepon
Menelepon pada hakikatnya sama dengan bertamu ke rumah orang lain, dan
menerima telepon sama dengan menerima tamu. Apabila hendak menelepon
hendaklah mempertimbangakan waktu yang tepat, jangan menelepon pada saat
orang sedang istirahat (malam hari), atau sedang jam makan, kecuali pesan
yang hendak kita sampaikan benar-benar sangat penting dan tidak bisa ditunda.
Beberapa perinsip di bawah ini perlu diperhatikan.
Berbicaralah dengan tenang, jelas, dan langsung ke sasaran ( to the
point).
Ketika sedang berbicara, berilah perhatian sepenuhnya kepada lawan
bicara.
Janganlah berbicara dengan orang lain yang berada di dekat kita, berilah
isyarat secara halus jika ada orang lain sedang mengajak bicara.
Siapkanlah kertas dan pensil untuk mencatat seperlunya.
Pada akhir pembicaraan hendaklah mengucapkan terimakasih.
Setelah mengakhiri pembicaraan janganlah membanting gagang telepon.
Jika telepon di kantor kita bordering, segera kita angkat gagang pesawat
karena dering telepon akan mengganggu ketenangan dan menandakan
kurangnya perhatian.
Jika kita menerima telepon sebaiknya langsung menyebutkan instansi
atau perkantoran kita agar segera diketahui betul tidaknya sambungan/
Cara mudah untuk menghindari pembicaraan telepon yang menyalahi
etika, ialah dengan membayangkan seolah-olah lawan berbicara bertatap
muka dengan kita.
(Salam, 1997)
E. ETIKA KEPADA PELANGGAN
Beberapa hal yang diatur dalam beretika secara umum, antara lain:
Penampilan. Penampilan merupakan keseluruhan dari cara berpakaian,
berbicara, gerak-gerik, sikap dan perilaku dengan tujuan agar dapat
membuat Pelanggan terkesan. Penampilan ini harus dijaga dengan baik dan
prima selama jam kerja.
Sikap dan Perilaku. Pada saat berhubungan dengan Pelanggan seringkali
sikap dan perilaku kita diperhatikan oleh Pelanggan, terutama sikap yang
menolong dan peduli terhadap kebutuhan Pelanggan.
Cara berpakaian. Cara kita berpakaian harus serasi antara baju dan celana
termasuk menghindari menggunakan warna yang terkesan berlebihan.
Cara berbicara. Berbicara dengan Pelanggan harus jelas, singkat, dan tidak
bertele-tele. Janganlah berbicara mengenai hal-hal yang bukan pada pokok
bermasalahan dan hindari pembicaraan yang mengejek Pelanggan.
Gerak-gerik. Pada saat melayani Pelanggan, kita harus memperhatikan atau
menjaga gerak-gerik anggota badan karena hal ini akan selalu diperhatikan
oleh Pelanggan pada saat kita memberikan pelayanan. Oleh karena itu kita
harus menghindari gerak-gerik yang dapat membuat curiga Pelanggan kita,
misalnya tatapan mata yang sinis.
Cara bertanya. Dalam memberikan pelayanan, kita juga harus mengetahui
sifat-sifat Pelanggan yang berbeda-beda terutama dalam hal bertanya kepada
Pelanggan. Bila Pelanggan pendiam, maka karyawanlah yang harus proaktif
untuk bertanya atau memulai pembicaraan sehingga membuat Pelanggan
mau berbicara. Sedangkan bila Pelanggan yang banyak Tanya, sebaiknya
karyawan mendengarkan dengan baik dan menjawab dengan baik pula.
(Subagyio, 2013)
F. ETIKA DI AREA PUBLIK
1. Etika di Rumah Makan
Jangan makan sambil memperhatikan orang di meja lain. Karena selain tidak
sopan, orang yang diperhatikan juga akan merasa risih.
Jangan menunggui tempat duduk tepat di sebelah orang yang sedang makan.
2. Etika di Bis/Kereta/Transportasi Umum Sejenis
Dahulukan prioritas di tempat umum. Prioritas di transportasi umum adalah:
Orang tua, ibu hamil, dan orang yang cacat kondisi fisiknya.
Dahulukan yang turun, bukan yang naik. Kebanyakan orang Indonesia begitu
takut tidak kebagian tempat sehingga berebutan naik ke angkutan umum,
padahal penumpang yang akan turun belum sempat keluar. Akibatnya, proses
turun-naik penumpang jadi lebih melelahkan dan lebih lama dari seharusnya.
Bahkan, tidak jarang banyak penumpang yang akhirnya tidak bisa turun di
stasiun tujuannya karena desakan penumpang yang akan naik.
3. Etika di Elevator atau Lift
Menanti lift di kiri dan kanan, bukan di tengah. Banyak orang takut tidak
kebagian tempat di dalam lift dan malas menunggu lama, sehingga menunggu
lift tepat di tengah-tengah. Tujuannya sih supaya bisa langsung masuk begitu
lift terbuka. Tapi jadinya malah mengganggu orang yang keluar dari lift.
Tunggulah pintu lift terbuka di sisi kiri-kanan agar tidak mengganggu
penumpang lift yang keluar, sehingga proses masuk ke lift pun jadi lebih cepat
dan lancar.
Dahulukan yang keluar, bukan yang masuk. Sama halnya seperti transportasi
umum, banyak orang yang berebutan masuk begitu pintu lift terbuka.
4. Etika di Kamar Mandi Umum
Lihat kondisi orang sekitar. Jika seandainya ada orang yang keadaannya lebih
mendesak, coba dahulukan mereka kalau keadaan kita tidak begiu mendesak.
Jangan menghabiskan waktu terlalu lama dalam sekali penggunaan. Ada
banyak orang yang menanti untuk bergantian masuk. Latih penggunaan cepat
kamar mandi agar tidak membuat orang lain terlalu lama menunggu karena
gerakan kita yang tidak sigap.
(www.tukarposisi.com)