Anda di halaman 1dari 32

OSMOREGULASI DAN

EKSKRESI
PUSTAKA
Rankin, J.C. and J. Davenport. 1981. Animal
Osmoregulation. Blackie, Glasgow and
London
Scmidt-Nielsen, K. 1990. Animal physilogy:
Adaptation and environment. Cambridge
University Press, New York.
Smith, L.S. 1982. Introduction to fish physiology
T.F.H. Publications, Inc.
USA.
Pengaturan konsentrasi osmotik cairan
tubuh
Definisi
Konsentrasi ion & osmolaritas
Tipe-tipe Osmoregulasi :
1. Hyperosmotic regulation
2. Hypoosmotic regulation
3. Isoosmotic regulation
Aspek Ekofisiologi
1. Osmoconformer
2. Osmoregulator
Komponen Osmoregulasi
1. Hormon :
Ikan : 1. Prolactin
2. Neurohypophysial octapeptin
3. Adrenocortical steroid
Krustase : (organ X/kelenjar sinus dan
kelenjar pericardial)
2. Protein pada membran sel :
- Pompa ion
- Carrier (pengembang)
- Biokatalisator
- Energy (ATP) for transport aktif
1. Insang
2. Saluran pencernaan
3. Ginjal
4. Permukaan tubuh
Organ-organ :
Materi :
1. Air
2. Ion-ion
3. Kimia spesifik
4. Sisa Metabolit
Hewan Air Tawar
Hyperosmotic
H
2
O
Na
+
, K
+
Cl
-
Garam2 dan
ion

Salts &
H
2
O

Hewan Laut
Hypoosmotic
H
2
O
Air laut
Na
+
, K
+
Cl
-
Na
+
, K
+
Cl
-
Ca
2+
, Mg
2+
,
SO
4
-
Krustase dan organisme lainnya
(Isoosmotic)
Air laut mengandung 6 elemen terbesar,
yaitu Cl
-
, Na
+
, Mg
2+
, Ca
2+
, K, dan SO
4
2-

Elemen yang jumlahnya kecil (unsur mikro)
seperti Br
-
, Sr
2+
, dan B
+
.
Ion-ion yang dominan dalam menentukan
tekanan osmotik (osmolaritas) air laut adalah
Na
+
(450 mM) dan Cl
-
(560 mM), dengan porsi
30.61 dan 55.04% dari total konsentrasi ion-
ion terlarut
Salinitas dan Air Laut
Ion-ion yang dominan dalam menentukan
tekanan osmotik (osmolaritas) air laut adalah
Na
+
(450 mM) dan Cl
-
(560 mM)
Porsi Na
+
dan Cl
-
masing-masing 30,61 dan
55.04% dari total konsentrasi ion-ion terlarut
Kontribusi ion:
1. Na
+
darah > air laut
2. K
+
darah air laut
3. Cl
-
darah = air laut
4. Ca
2-
darah air laut
5. Mg
2+
darah < air laut
6. SO
4
2-
darah air laut
Ion

Na
+
dan Cl
-
merupakan kontributor utama
pada osmolaritas cairan tubuh

Na dan Cl
Pengaturan dan permeabilitasnya terpusat
pada ketahanan gradien salinitas
Ion Mg
2+
menstabilkan struktur ATP dalam
reaksi enzim yang membutuhkan ATP
Ion Ca
2+
memegang peran yang sangat vital
dalam mengatur fungsi sel dan syaraf
Pada krustase Ca
2+
berperan dalam
pembentukan karapas
Ion K
+
merupakan elektrolit intraselluler/
kation yang mempengaruhi tekanan
osmose selluler
Dalam hubungannya dengan Na
+
dan Cl
-

di luar sel menyebabkan adanya potensial
muatan dalam dinding sel yang dapat
menyebabkan terjadinya impuls syaraf,
denyut jantung dan lain-lain.
Faktor yang berkontribusi
dari perbedaan ion:
1. Keseimbangan Gibbs-Donnan
2. Kehilangan ion urin
3. Transport aktif ion-ion pada permukaan
tubuh
4. Pengikatan ion oleh protein darah
Mekanisme osmoregulasi
1. Pengurangan osmolaritas dalam cairan tubuh
2. Pengurangan permeabilitas terhadap air dan
garam
3. Penggunaan organ-organ ekskresi
4. Pengambilan aktif garam-garam
Fungsi Sistem Ekskresi
1. Membuang limbah yang tidak berguna dan
beracun dari dalam tubuh
2. Mengatur konsentrasi dan volume cairan
tubuh (osmoregulasi)
3. Mempertahankan temperatur tubuh dalam
kisaran normal (termoregulasi)
4. H o m e o s t a s i s
Limbah Nitrogen
Hasil metabolisme protein
Gugus amino (NH
2
-
) dilepaskan dari asam
amino sebelum dikonversi menjadi energi,
karbohidrat, lemak deaminasi
NH
2
-
, + H
+
NH
3
(amonia): toksik, harus
dibuang
Ekskresi ammonia:
Amoniotelik: amonia disekresi secara langsung
Ureotelik: amonia dikonversi dahulu menjadi
urea
Uricotelik: amonia dikonversi dahulu menjadi
asam urat
Amonia NH
3
Pertama kali terbentuk setelah proses
deaminasi (membutuhkan sangat sedikit
energi)
Sangat mudah larut dalam air, BM kecil
Sangat toksik
Tidak dapat disimpan dalam tubuh
Urea CO(NH
2
)
2
Diproduksi di dalam hepar vertebrata
(proses membutuhkan energi lebih banyak)
Kurang toksik
Dalam konsentrasi tinggi dapat ditolerir oleh
tubuh,
Kurang larut dalam air,
Dapat dikonsentrasikan untuk menghemat
air
Asam urat C
5
H
4
N
4
O
3
atau 2,6,8-
trioxypurine
Kurang larut dalam air
Kurang toksik
Untuk mengekskresikan hanya perlu sedikit
air
Dapat terakumulasi dalam telur tanpa menye-
babkan kerusakan pada embrio
Dalam jumlah banyak membentuk endapan
(kristal) menyebabkan gout
Limbah Karbondioksida
Ditranspor dalam darah melalui 3 cara:
Terlarut dalam plasma (7 %)
Terikat pada protein darah, terutama Hb
(23 %)
Ion bikarbonat (70 %)
Diekskresikan melalui sistem respirasi
(ventilasi) secara diffusi
Keseimbangan Air dan Garam
Hewan-hewan isotonik (osmoconformers):
Konsentrasi larutan di dalam tubuh sama
dengan yang ada di lingkungannya
Hanya sedikit air yang ditransportasikan
keluar masuk tubuh
Pada avertebrata laut
Hewan-hewan osmoregulators
Ikan laut:
1. Ikan Tulang Keras:
- Konsentrasi larutan dalam tubuh 1:3 dengan
yang ada di lingkungan
- Mencegah kehilangan air tubuh dan
mencegah diffusi garam dari lingkungannya
- Minum, osmosis melalui insang, ekskresi
garam melalui sel-sel khusus pada insang
2. Ikan Tulang Rawan
- Konsentrasi larutan dalam tubuh > dengan
yang ada di lingkungan
- Air masuk ke dalam tubuh melalui osmosis
- Diekskresikan
Ikan air tawar:
- Konsentrasi larutan dalam tubuh > dengan
yang ada di lingkungan
- Mencegah masuknya air dan kehilangan
garam
- Tidak minum, kulit diliputi mucus, osmosis
melalui insang, produksi urin encer, pompa
pompa garam melalui sel-sel khusus pada
insang