Anda di halaman 1dari 31

FISIOLOGI HORMON

Dr.Ir.Yushinta Fujaya, M.Si


PERUBAHAN
LINGKUNGAN

-Salinitas
-Suhu
-Cahaya
-Makanan
-dll
Gangguan
keseimbangan
tubuh
ORGAN
SENSOR
Saraf
Sensoris
Sistem
Saraf
Pusat
Saraf Motoris
Sist Endokrin
Pemulihan
Keseimbangan
tubuh
Respon
Perilaku
Metabolik
Adaptasi
Komunikasi antarsel pada sistem endokrin
melewati enam tahap
1. sintesis,
2. pelepasan hormon,
3. transpor ke organ target,
4. pengenalan petunjuk (sering oleh
reseptor protein yang spesifik),
5. penerjemahan,
6. respon.
Hormon adalah
zat kimia organik yang dibentuk dalam sel
atau kelenjar yang sehat dan normal,
disekresi langsung ke dalam darah dan
dibawa ke sel/organ target,
jumlahnya sangat kecil (g = 10-6 g, ng=
10-9 g) tetapi pengaruhnya besar,
berperanan dalam integrasi dan koordinasi
fungsi tubuh.
klasifikasi kimiawi hormon
Ada empat, yakni steroid, tiroxin, katekolamin,
dan protein.
Pada hormon protein dan katekolamin, hormon
adalah pembawa pesan I dan cAMP (cyclic
adenosin monophosphate) adalah pembawa
pesan II,
sedangkan pada steroid dan tiroxin, tidak ada
pembawa pesan II, tetapi hormon tersebut bisa
langsung ke inti untuk menyampaikan pesan
yang dibawanya.
Skema mekanisme kerja hormon protein;
H hormon protein, R reseptor, GTP guanin trifosfat.
Inti
ATP
cAMP
adenilate siklase
respon fisiologi
R H
GTP
Skema mekanisme kerja hormon steroid dan
tiroxin; S steroid, T3 triiodotironin
S T3
T3 S
S
tRNA
respon fisiologis
mRNA
mRNA
T3
S
Hubungan di antara sistem
endokrin mengikuti dua prinsip
Pertama, berdasarkan responnya dibagi menjadi
dua kelenjar endokrin, yaitu pituitari dan
beberapa kelenjar dibawah kontrol pituitari.
Kedua, hormon yang dihasilkan oleh kelenjar
kedua seringkali menghambat produksi hormon
pituitari, proses ini disebut penghambatan
umpan balik.
Adanya bentuk kombinasi sistem penghambatan
feedback ini menyebabkan terjadinya
keseimbangan respon. Jadi, sistem endokrin
mengontrol dirinya sendiri sebagaimana halnya
mengontrol sistem organ yang lain
Kelenjar endokrin berdasarkan asal
embrional
Dilihat dari asal embrionalnya, kelenjar endokrin
berdiferensiasi dari seluruh lapisan germinal.
Untuk yang berasal dari mesoderm (korteks
adrenal, gonad) menghasilkan hormon-hormon
steroid;
dan yang berkembang dari ektoderm atau
endoderm mensekresikan hormon amino
termodifikasi, peptid atau protein.
Skema pengaturan
sekresi hormon.

+ menunjukkan sekresi
hormon;

- menunjukkan
mekanisme umpan balik
HIPOTALAMUS
hipofisis
Kelenjar
sasaran
Sel tubuh
+
+
+
-
Diagram lokasi kelenjar endokrin pada ikan
tiroid
ultimobranchial
Pulau2 pankreas
pineal
pituitari
thimus
ginjal
gonad
urofisis
Diagram kelenjar pituitari teleostei
Pars distalis
Pars intermedia
Neurohipofisis
Sel-sel ACTH
Sel-sel TSH
Sel-sel prolaktin
Sel-sel somatotrop
Sel-sel gonadotrop
Skema
kelenjar
endokrin
dan
hormon-hormon
dibawah
kontrol
kelenjar
hipofisa
Lingkungan
Indra
Sistem saraf pusat
Hipotalamus
Hipofisa
Adenohipofisa Neurohipofisa
Banyak sel
Banyak sel
Melanosit
Tiroid
Testes

Ovarium
Interrenal
Prolaktin
STH
MSH
TSH
GtH
ACTH
Oxytocin
Arginin vasotocin
Isotocin
Insang, ginjal
Pembuluh darah
Banyak sel Tiroxin
Androgen

Estrogen
Kortisol,
Kortison,
kortikosteron
Sperma

Telur
Kandung kemih, usus,
ginjal, insang
Prolaktin
Pada teleostei, aksi-aksi prolaktin sehubungan
dengan reproduksi dan perawatan anak serta
osmoregulasi.
Tingkah laku reproduksi yang dipengaruhinya
adalah pembuatan sarang, persiapan migrasi
prapemijahan, sekresi vesikula seminalis, dan
lain lain.
Sedangkan, yang berhubungan dengan
osmoregulasi adalah ekskresi ginjal, sekresi
mukus kulit (termasuk fisiologi sel mukus
insang).
Kortikotrofin (ACTH) dan
Melanocyte Stimulating Hormone (MSH)
ACTH menggiatkan output steroid korteks
adrenal, juga merangsang sintesis melanin.
Hormon ini ternyata serupa dengan MSH.

ACTH dan MSH , keduanya mempengaruhi
melanofor, namun MSH merupakan hormon
utama yang digunakan di dalam adaptasi warna
pada vertebrata, sedangkan ACTH, sasaran
utamanya adalah korteks adrenal.
Gonadotropin
Gonadotropin adalah hormon pituitari yang
berperan dalam produksi telur dan sperma.
gonadotropin pada hipofisa ikan adalah FSH
(Follikel Stimulating Hormone) atau GTH I dan
semacam LH (Luteinizing Hormone) atau GTH
II.
FSH dan LH bekerja sama untuk menstimulir
pematangan folikel dan pelepasan estrogen
pada individu betina, serta menstimulasi
pelepasan androgen oleh sel-sel interstitial pada
individu jantan untuk mematangkan sperma.
Tirotrofin (TSH) dan tiroid
Aksi utama TSH adalah merangsang kelenjar tiroid
untuk membentuk dan melepaskan hormon-hormon
tiroid
Fungsi tiroid adalah membuat, menyimpan dan
mengeluarkan sekresi yang terutama berhubungan
dengan pengaturan laju metabolisme.
Sintesis dan pengeluaran hormon tiroid secara otomatis
diatur untuk memenuhi tuntutan kadar hormon dalam
darah lewat mekanisme feedback hipotalamik. Bila
kadar hormon tiroid yang beredar dalam darah tinggi
maka akan menekan output TSH pituitari, sedangkan
kadar rendah menaikkannya
Hormon tiroid (tiroxin)
Ada dua hormon tiroid yang penting adalah
tetraiodotironin (T4) dan triiodotironin (T3).
Hormon ini penting dalam pertumbuhan, metamorfosis
dan reproduksi.
Secara spesifik tiroxin menambah produksi energi dan
konsumsi oksigen pada jaringan yang normal,
mempunyai pengaruh anabolik dan katabolik terhadap
protein, meningkatkan proses oksidasi tubuh,
mempercepat laju penyerapan monosakarida dari
saluran pencernaan, meningkatkan glikogenolisis hati,
dan diduga mengontrol pelepasan somatotropin,
kortikotropin dan gonadotropin dari hipofisis.
Hormon neurohipofisis
Pada ikan, ada dua hormon yang dilepaskan dari
neurohipofisis yaitu Oxytocin dan arginin vasotocin
(AVT).
Kedua hormon ini berperan dalam osmoregulasi.
Arginin vasotocin menyebabkan peningkatan produksi
urine pada ikan air tawar,
sedangkan oxytocin berperan dalam produksi
vasoconstriction pada pembuluh darah insang.
Di dalam darah, AVT berpengaruh terhadap kontraksi
otot polos dinding pembuluh darah, juga berperan dalam
kontraksi otot polas ovarian dan oviduct.
Hormon pankreas
Pada semua vertebrata, terdapat tiga sel-
sel pulau yang memiliki fungsi
independen: sel-sel A, menghasilkan
glukagon; sel-sel B, menghasilkan insulin;
dan sel sel D belum diketahui secara jelas
hormon yang dihasilkannya, namun
beberapa peneliti mengemukakan bahwa
hormon tersebut identik dengan
somatostatin dan secara khusus berfungsi
menghambat pertumbuhan.
Hormon pankreas
Insulin adalah hormon anabolik yang memiliki pengaruh
besar terhadap metabolisme karbohidrat, protein dan
lemak. Insulin memudahkan pemakaian glukosa oleh
sel dan mencegah pemecahan glikogen (glikogenolisis)
yang disimpan di dalam hati dan otot secara berlebihan,

sedangkan glukagon merupakan hormon katabolik
beraksi terutama pada hati untuk menggiatkan proses
glikogenolisis, sehingga menaikkan kadar gula darah.
Juga merangsang pelepasan insulin dan menyebabkan
peningkatan output jantung.
kortikosteron dan Kortisol
Kortikosterone dan kortisol, secara umum
berperan dalam osmoregulasi ikan.
peran hormon ini diduga menggiatkan
transport aktif atau permeabilitas epitelium
pada insang dan ginjal.

Hormon urofisis
Ada empat jenis hormon yang diidentifikasi dari
urofisis, yakni urotensin I, II, III dan IV.
Pada ikan, urotensin I belum diketahui efeknya
secara pasti, namun pada vertebrata darat,
berperanan dalam penurunan tekanan darah.
Urotensin II berperan dalam kontraksi otot licin,
misalnya otot rektum dan kandung kemih.
Urotensin III menstimulasi peningkatan
penyerapan Na+ oleh insang dan pelepasan
Na+ oleh ginjal
Urotensin IV diduga adalah arginine vasotocin.
Kontrol Endokrin terhadap
Pertumbuhan
Interaksi beberapa hormon yang dihasilkan oleh hipofisis, pankreas, tiroid,
dan adrenal secara bersama-sama berfungsi menggiatkan pertumbuhan
Somatotropin berfungsi menunda katabolisme asam-asam amino dan
memacu pembentukan protein-protein tubuh, menggiatkan transfer asam
amino ekstraselular melintasi membran sel, khususnya ke dalam sel-sel
otot
Pengaruh anabolik terhadap protein tersebut dipermudah oleh hormon-
hormon pankreas, adrenal dan tiroid.
Hormon pankreas yang terutama menggiatkan pertumbuhan adalah insulin.
Insulin berperan mempercepat pembentukan glikogen hati, mencegah
glikogenolisis secara berlebihan, serta memudahkan pemakaian glukosa
oleh sel.
Sebaliknya, glukagon dan epinefrin mempercepat glikogenolisis.
Tiroksin berperan menambah produksi energi dan konsumsi oksigen
(oksidasi) pada jaringan normal, mempercepat laju penyerapan
monosakarida dari saluran pencernaan, meningkatkan glikogenolisis hati
dan mengontrol pelepasan somatotropin.
Diagram
interaksi
beberapa
hormon yang
berperan
menggiatkan
pertumbuhan
insulin
somatostatin
glukagon
somatotropin
TSH
ACTH
tiroksin Epinefrin & steroid
Tiroid
Ginjal
Pankreas
Kontrol Endokrin terhadap Reproduksi
Berbagai hormon yang disekresikan
oleh gonad seperti estrogen dan
testosteron berperan mengontrol
reproduksi, baik pada jantan maupun
pada betina.
Hormon-hormon tersebut
mempengaruhi spermatogenesis,
vitelogenesis, spermiasi, dan ovulasi
Model regulasi hormonal selama
spermatogenesis pada testis ikan
Gonadotropin
Sel-sel Leydig
11-Ketotestosteron
Sel-sel sertoli
Substansi perangsang meiosis
Sel-sel kecambah
TESTIS
Kontrol endokrin selama vitelogenesis
hepatosit
inti
sel-sel folikel
posvitin
lipovitelin
oosit
estrogen
vitelogenin
GtH
Kontrol Endokrin terhadap Migrasi Pemijahan
Migrasi pemijahan adalah tingkah laku reproduksi beberapa
jenis ikan yang dilakukan berdasarkan kontrol beberapa
hormon, antara lain: tiroxin, kortisol, kortikosteroid dan
prolaktin.
Tiroxin berperanan dalam menambah produksi energi dan
konsumsi oksigen pada jaringan normal selama migrasi.
Kortisol meningkatkan ekskresi Na+, permeabilitas air dan
aktivitas Na+, K+-ATPase insang selama pergerakan air dan
ion pada usus dan kantung kemih.
Kortikosteroid bertanggung jawab pada induksi pematangan
oosit, glukoneogeneis selama hewan tidak makan,
dan prolaktin memegang peranan penting pada kontrol
pergerakan air selama teleostei berada pada air tawar.
Prolaktin disimpan dalam hipofisa dan dilepaskan setelah ikan
berada pada air tawar untuk menjaga osmolalitas darah
Diagram
pengaruh
hormon
dalam
migrasi
pemijahan
TSH
ACTH
Prolaktin
Tiroxin
Cortisol,
corticosteroid
Tiroid Interrenal
sidat
Kontrol Endokrin
terhadap
Osmoregulasi
Kulit
Insang
Usus
Ginjal
Kantung kemih
TSH Tiroxin
Tiroid
PRL
STH
AVT
IT
ACTH
adrenalin
kortisol
aldosteron
toleransi
salinitas
kepala ginjal
Urophysis
urotensin III
pituitari