Anda di halaman 1dari 14

Kelompok 2

Aiman Mochammad Iqbal


Dhaifan Diza Amaru
Indah Perwika Sari
Ningtyas Arum Sari
Thia Nur Annisa
Latar Belakang
Bahasa indonesia sebagai bahasa
nasional tentu saja digunakan dalam
berbagai betuk jenis penulisan, mulai
dari penulisan ilmiah dan yang lainnya,
yang pada kenyataannya tidak
terlepas dari kesalahpahaman dalam
penggunaan kalimatnya dikarenakan
tidak tepatnya penggunaan kalimat
tersebut.

suatu tulisan yang
membahas suatu
permasalahan
Karya Ilmiah

Penulisan ilmiah harus
menggunakan bahasa yang baik
dan benar.
Untuk menghasilkan sebuah
karya ilmiah yang baik dan benar
dalam penulisannya terdapat
aturan yang harus ditaati,
diantaranya sebagai berikut :

1. Awalan di- dan ke- atau kata depan
ditulis serangkai
2. Hindari singkatan
3. Hindari penggunaan istilah atau kata-
kata asing
4. Bentuk dasar berupa gabungan kata
5. Hindari menulis huruf kapital, di tengah
kalimat
6. Kata ulang
7. Kata depan di dan ke
8. Kata sandang si atau sang



9. Partikel per
10. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah
dan ketatanegaraan, badan atau organisasi,
nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf
kapital, tidak diikuti tanda titik.
11. Singkatan umum
12. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran
timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda
titik
13. Akronim nama diri
14. Singkatan nama gelar sarjana kesehatan,
dokter, seringkali dipermasalahkan
Kata Baku
Pengertian Kata Baku
Ciri-ciri Kata Baku
1. Tidak dipengaruhi bahasa daerah
2. Tidak dipengaruhi bahasa asing
3. Bukan merupakan ragam bahasa
percakapan
4. Pemakaian imbuhan secara eksplisit
5. Pemakaian yang sesuai dengan konteks
kalimat
6. Tidak terkontaminasi
7. Tidak mengandung arti pleonasme
8. Penulisannya sesuai dengan EYD
Makna Lugas dan Makna Kias
Lugas
atau
Denotatif
Kias atau
Konotasi
Perubahan atau
penambahan
Perasaan atau
pikiran
Penggunaan Istilah

kata atau kelompok kata yang
dengan cermat mengungkapkan
suatu makna, konsep, proses,
keadaan atau sifat khas dalam
bidang tertentu.
Istilah
Keilmiahan
Kependudukan
Metodologi
Populasi
Sampel
Hipotesis
Asumsi

Natalitas
Mortalitas
Migrasi

Ciri-ciri :
1. Makna relatif tetap.
2. Bermakna tunggal
(monosemantis).
3. Tidak memiliki sinonim dan
antonim.
4. Makna diterangkan melalui
pengertian
5. Diwakili oleh rumus atau
lambang.



Tiga Hal dalam Penggunaan Istilah
Kecermatan dalam membedakan makna suatu istilah.
Misalnya : chop-stick dan chop su-ey.
Membedakan istilah-istilah yang mirip ejaannya.
Misalnya : sanksi dengan sangsi.
Menghindari istilah-istilah ciptaan sendiri.
Misalnya : haus.