Anda di halaman 1dari 13

a.

Reaksi Grignard
Reaksi Grignard ditemukan oleh kimiawan Perancis Auguste Victor Grignard (1871-1935) di
tahun 1901. Tahap awal reaksi adalah reaksi pembentukan metilmagnesium iodida, reagen
Grignard, dari reaksi antara alkil halida (metil iodida dalam contoh di bawah ini) dan
magnesium dalam dietil eter kering.
CH
3
I + Mg > CH
3
MgI (11.17)
Anda pasti melihat bahwa magnisium terikat langsung dengan karbon. Senyawa semacam ini
yang sering disebut sebagai reagen Grignard dengan ikatan C-logam dimasukkan dalam
golongan senyawa organologam. Ikatan C-logam sangat labil dan mudah menghasilkan
kabanion seperti CH
3
- setelah putusnya ikatan logam-karbon. Ion karbanion cenderung
menyerang atom karbom bermuatan positif. Telah dikenal luas bahwa atom karbon gugus
aldehida atau gugus keton bermuatan positif karena berikatan dengan atom oksigen yang
elektronegatif. Atom karbon ini akan diserang oleh karbanion menghasilkan adduct yang
akan menghasilkan alkohol sekunder dari aldehida atau alkohol terseir dari keton setelah
hidrolisis.
C
6
H
5
CHO + CH
3
MgI > C
6
H
5
CH(CH
3
)OMgI (11.18)
benzaldehida
C
6
H
5
CH(CH
3
)OMgI + HCl > C
6
H
5
CH(CH
3
)OH + MgClI (11.19)
1-fenilletanol
C
6
H
5
COC
2
H
5
+ CH
3
MgI > C
6
H
5
CH(CH
3
)(C
2
H
5
) OMgI (11.20)
propiofenon
C
6
H
5
CH(CH
3
)(C
2
H
5
)OMgI + HCl > C
6
H
5
CH(CH
3
)(C
2
H
5
)OH + MgClI (11.21)
2-fenil-2-butanol
Reaksi Grignard adalah contoh reaksi senyawa oragnologam. Karena berbagai jenis aldehida
dan keton mudah didapat, berbagai senyawa organik dapat disintesis dengan bantuan reaksi
Grignard.
Contoh Soal 11.1 Reaksi Grignard
Dalam teks disebutkan kombinasi C
6
H
5
COC
2
H
5
dan CH
3
MgI digunakan untuk mensintesis
2fenil-2-butanol C
6
H
5
CH(CH
3
)(C
2
H
5
)OH. Indikasikan kombinasi lain yang dapat digunakan
untuk menghasilkan senyawa yang sama.
Jawab
Tiga jenis gugus alkil ada dalam produk akhirnya. Gugus alkil ini mungkin merupakan
bagian bahan awal. Jadi, selain kombinasi C
6
H
5
COC
2
H
5
dan CH
3
MgI, dua kemungkinan
kombinasi lain juga dapat diterima ??
1. acetofenon C
6
H
5
COCH
3
dan etilmagnesium iodida C
2
H
5
MgI
2. etilmetilketon CH
3
COC
2
H
5
dan fenilmagnesium iodida C
6
H
5
MgI
Pengantar Pereaksi Grignard
Kata Kunci: pereaksi Grignard, reaksi Grignard
Ditulis oleh Jim Clark pada 21-10-2007
Halaman ini menjelaskan secara ringkas cara pembuatan pereaksi Grignard dari
halogenalkana (haloalkana atau alkil halida), dan memperkenalkan beberapa reaksinya.
Membuat Pereaksi Grignard
Pengertian peraksi Grignard
Pereaksi Grignard memiliki rumus umum RMgX dimana X adalah sebuah halogen, dan R
adalah sebuah gugus alkil atau aril (berdasarkan pada sebuah cincin benzen). Pada
pembahasan halaman ini, kita menganggap R sebagai sebuah gugus alkil.
Pereaksi Grignard sederhana bisa berupa CH
3
CH
2
MgBr.
Pembuatan pereaksi Grignard
Pereaksi Grignard dibuat dengan menambahkan halogenalkana ke dalam sedikit magnesium
pada sebuah labu kimia yang mengandung etoksietana (umumnya disebut dietil eter atau
hanya "eter"). Labu kimia dihubungkan dengan sebuah kondensor refluks, dan campuran
dipanaskan di atas penangas air selama 20 hingga 30 menit.

Segala sesuatunya akan mengering sempurna karena pereaksi Grignard bereaksi dengan air
(lihat berikut).
Setiap reaksi yang menggunakan pereaksi Grignard dilakukan dengan campuran yang
dihasilkan dari reaksi di atas. Digunakan campuran sebab pereaksi Grignard tidak bisa
dipisahkan.
Reaksi-reaksi dari pereaksi Grignard
Reaksi pereaksi Grignard dengan air
Pereaksi Grignard bereaksi dengan air menghasilkan alkana. Inilah sebabnya mengapa segala
sesuatunya harus menjadi kering selama pembuatan seperti dijelaskan di atas.
Sebagai contoh:

Produk organik yang dihasilkan pada reaksi di atas, Mg(OH)Br, disebut sebagai sebuah
"bromida basa". Anda bisa menganggap produk ini sebagai produk transisi antara magnesium
bromida dan magnesium hidroksida.
Reaksi pereaksi Grignard dengan karbon dioksida
Pereaksi Grignard bereaksi dengan karbon dioksida dalam dua tahapan. Pada tahapan
pertama, pereaksi Grignard diadisi ke karbon dioksida.
Karbon doksida kering digelembungkan melalui sebuah larutan pereaksi Grignard dalam
etoksietana, yang dibuat seperti dijelaskan di atas.
Sebagai contoh:

Produk yang terbentuk ini selanjutnya dihidrolisis (direaksikan dengan air) dengan bantuan
asam encer. Biasanya, anda bisa menambahkan asam sulfat encer atau asam hidroklorat encer
ke dalam larutan yang dihasilkan oleh reaksi dengan CO
2
.
Jika ditambahkan satu atom karbon lagi, maka akan terbentuk asam karboksilat bukan
pereaksi Grignard.
Persamaan reaksinya bisa dituliskan sebagai berikut:

Hampir semua sumber menyebutkan pembentukan sebuah halida basa seperti Mg(OH)Br
sebagai produk lain dari reaksi ini. Anggapan ini tidak tepat karena senyawa-senyawa ini
bereaksi dengan asam-asam encer. Hasil dari reaksi ini adalah campuran antara ion-ion
magnesium terhidrasi biasa, ion-ion halida dan ion-ion sulfat atau klorida tergantung pada
asam encer apa yang ditambahkan.
Reaksi pereaksi Grignard dengan senyawa-senyawa karbonil
Pengertian senyawa karbonil
Senyawa karbonil mengandung ikatan rangkap C=O. Senyawa karbonil yang paling
sederhana secara umum bisa dituliskan sebagai berikut:

R dan R bisa sama atau berbeda, dan bisa berupa gugus alkil atau hidrogen.
Jika salah satu (atau kedua) gugus R ini adalah hidrogen, maka senyawa tersebut dinamakan
aldehid. Sebagai contoh:

Jika kedua gugus R adalah gugus alkil, maka senyawa tersebut dinamakan keton. Contohnya
antara lain:

Reaksi umum antara pereaksi Grignard dengan senyawa karbonil
Reaksi antara berbagai macam senyawa karbonil dengan pereaksi Grignard bisa terlihat
sedikit rumit, walaupun pada kenyataannya semua senyawa karbonil bereaksi dengan cara
yang sama yang berbeda hanyalah gugus-gugus yang terikat pada ikatan rangkap C=O.
Apa yang terjadi pada reaksi ini jauh lebih mudah dipahami dengan mencermati persamaan
umumnya (menggunakan gugus "R" bukan gugus tertentu) setelah anda memahami dengan
gugus R barulah bisa diganti dengan gugus yang sesungguhnya jika diperlukan.
Reaksi-reaksi yang terjadi pada dasarnya sama untuk reaksi dengan karbon dioksida yang
membedakan hanya sifat-sifat produk organiknya.
Pada tahap pertama, pereaksi Grignard diadisi ke ikatan rangkap C=O:

Asam encer selanjutnya ditambahkan untuk menghidrolisisnya. (Pada persamaan berikut
digunakan persamaan umum dengan tidak mempertimbangkan fakta bahwa Mg(OH)Br akan
bereaksi lebih lanjut dengan asam yang ditambahkan.)

Alkohol terbentuk. Salah satu kegunaan penting dari pereaksi Grignard adalah
kemampuannya untuk membuat alkohol-alkohol kompleks dengan mudah.
Jenis alkohol yang dihasilkan tergantung pada senyawa karbonil yang digunakan dengan
kata lain, gugus R dan R yang dimiliki.
Reaksi antara pereaksi Grignard dengan metanal
Pada metanal, kedua gugus R adalah hidrogen. Metanal merupakan aldehid paling sederhana
yang bisa terbentuk.

Dengan mengasumsikan bahwa anda memulai dengan CH
3
CH
2
MgBr dan menggunakan
persamaan reaksi umum di atas, maka alkohol yang diperoleh akan selalu dalam bentuk
berikut:

Karena kedua gugus R adalah atom hidrogen, maka produk akhirnya akan menjadi:

Sebuah alkohol primer terbentuk. Sebuah alkohol primer hanya memiliki satu gugus alkil
terikat pada atom karbon yang mengikat gugus -OH.
Jika anda menggunakan pereaksi Grignard yang berbeda, maka akan terbentuk alkohol
primer yang berbeda pula.
Reaksi antara pereaksi Grignard dengan aldehid-aldehid lain
Aldehid setelah metanal adalah etanal. Salah satu dari gugus R nya adalah hidrogen dan yang
lainnya adalah CH
3
.

Untuk memudahkan, anggap kembali gugus-gugus ini sebagai gugus R dan R pada
persamaan umum. Alkohol yang terbentuk adalah:

Jika gugur R dan R diganti masing-masing dengan hidrogen dan CH
3
(sebagaimana
semestinya) maka produk tersebut akan menjadi:

Sebuah alkohol sekunder memliki dua gugus alkil (bisa sama atau berbeda) terikat pada atom
karbon yang mengikat gugus -OH.
Anda bisa merubah sifat dari alkohol sekunder ini dengan salah satu cara berikut:
Mengubah sifat-sifat pereaksi Grignard yang mana akan mengubah gugus CH
3
CH
2

menjadi beberapa gugus alkil yang lain;
mengubah sifat-sifat aldehid yang mana akan mengubah gugus CH
3
menjadi
beberapa gugus alkil lainnya.
Reaksi antara pereaksi Grignard dengan keton
Keton memiliki dua gugus alkil yang terikat pada ikatan rangkap C=O. Keton yang paling
sederhana adalah propanon.

Kali ini, jika gugus R diganti pada rumus umum untuk alkohol yang terbentuk, maka akan
dihasilkan alkohol tersier.

Alkohol tersier memiliki tiga gugus alkil yang terikat pada atom karbon yang mengikat gugus
-OH. Ketiga gugus alkil tersebut bisa sama atau berbeda.
Anda bisa mengatur perubahan pada produk dengan cara
mengubah sifat-sifat pereaksi Grignard yang mana akan merubah gugus CH
3
CH
2

menjadi beberapa gugus alkil yang lain;
mengubah sifat-sifat keton yang mana akan mengubah gugus-gugus CH
3
menjadi
gugus-gugus alkil lain sesuai dengan gugus pada keton yang digunakan.
Mengapa pereaksi Grignard bereaksi dengan senyawa-senyawa karbonil?
Mekanisme-mekanisme untuk reaksi-reaksi ini tidak penting dibahas pada pemabahasan
tingkat dasar, tapi anda perlu mengetahui sedikit tentang sifat-sifat pereaksi Grignard.
Ikatan antara atom karbon dan magnesium bersifat polar. Karbon lebih elektronegatif
dibanding magnesium, sehingga pasangan elektron ikatan tertarik ke arah atom karbon.
Ini menyebabkan atom sedikit bermuatan negatif.

Ikatan rangkap C=O sangat polar dengan cukup banyak muatan positif pada atom karbon.
Sifat-sifat ikatan ini akan dijelaskan di halaman lain.
Dengan demikian, pereaksi Grignard bisa berfungsi sebagai nukleofil karena gaya tarik
antara sedikit kenegatifan dari atom karbon pada pereaksi Grignard dengan kepositifan atom
karbon dalam senyawa karbonil.
Reagen Grignard
Reagen Grignard (Baca: Grinyard) dinamakan sesuai oleh penemunya dengan tujuan
mensisntesis alkohol dari senyawa dengan gugus karbonil. Reaksi ini harus berlangsung
tanpa air karena reagen Grignard akan langsung terhidrolisis apabila terdapat air dalam
sintesisnya.
Rumus umum Reagen Grignard adalah: R MgX. Dengan R adalah gugus alkil, dan X
adalah gugus halida.
Sintesis Reagen Grignard dengan Reaktan Kloroetena:


Apabila Reagen Grignard bereaksi dengan senyawa dengan gugus lepas yang kuat, maka:


Apabila Reagen Grignard bereaksi dengan senyawa dengan gugus lepas yang lemah, maka:




Berikut adalah Daftar reaksi senyawa karbonil terhadap Reagen Grignard:

1. Metanal Alkohol Primer
2. Aldehid Alkohol Sekunder
3. Keton Alkohol Tersier
4. Ester KetonAlkoholTersier

Bagaimana apabila Reagen Grignard bereaksi dengan air?


Karena itulah pembuatan Reagen Grignard harus dalam kondisi bebas air (Biasanya
digunakan Eter Kering).
Created by M. Al Rizqi Dharma Fauzi at 11:11 am
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
Mekanisme Reaksi Grignard
08.21 Susilo tri atmojo No comments

Mekanisme :

Contoh :


Reaksi Grignard ditemukan oleh kimiawan Perancis Auguste Victor Grignard (1871-1935) di
tahun 1901. Tahap awal reaksi adalah reaksi pembentukan metil magnesium iodida, reagen
Grignard, dari reaksi antara alkil halida (metil iodida dalam contoh di bawah ini) dan
magnesium dalam dietil eter kering.
CH
3
I + Mg > CH
3
MgI

Anda pasti melihat bahwa magnisium terikat langsung dengan karbon. Senyawa semacam ini
yang sering disebut sebagai reagen Grignard dengan ikatan C-logam dimasukkan dalam
golongan senyawa organologam. Ikatan C-logam sangat labil dan mudah menghasilkan
karbanion seperti CH
3
- setelah putusnya ikatan logam-karbon. Ion karbanion cenderung
menyerang atom karbon bermuatan positif. Telah dikenal luas bahwa atom karbon gugus
aldehida atau gugus keton bermuatan positif karena berikatan dengan atom oksigen yang
elektronegatif. Atom karbon ini akan diserang oleh karbanion menghasilkan adduct yang
akan menghasilkan alkohol sekunder dari aldehida atau alkohol tersier dari keton setelah
hidrolisis.
C
6
H
5
CHO + CH
3
MgI > C
6
H
5
CH(CH
3
)OMgI
Reaksi Grignard adalah contoh reaksi senyawa organologam. Karena berbagai jenis aldehida
dan keton mudah didapat, berbagai senyawa organik dapat disintesis dengan bantuan reaksi
Grignard.
Rangkuman Reaksi
1. Reaksi Dengan senyawa karbonil



Reaksi yang paling sering dengan keton atau aldehida.


2. Reaksi dengan senyawa elektrofilik lainnya


3. Reaksi Oksidasi


4. Reaksi Substitusi Nukleofil


5. Reaksi Eliminasi


Posted in: Materi Pengayaan (kimia organik)Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi
ke TwitterBerbagi ke Facebook